Viral Kotak Suara Tak Disimpan di Kecamatan, Ini Kata KPU Makassar

Makassar – Sebuah video menjadi viral di Makassar terkait banyaknya kotak suara yang ditemukan di dalam sebuah gudang bukan di kecamatan. KPU Kota Makassar memberikan jawaban bahwa gudang tersebut adalah gudang sewa tempat penyimpanan kotak suara.

Pada video yang beredar dan didapatkan detikcom, Kamis (18/4/2019), terlihat seorang pria mengatakan menemukan kotak suara di sebuah gudang.

“Saya berada di suatu tempat di Makassar. Ini kotak-kotak suara tidak berada di kecamatan, dari TPS di bawah ke tempat ini yang tidak diketahui apa wewenangnya,” kata pria tersebut dalam video yang beredar.

Dia juga sempat menunjukkan kotak suara yang tidak tersegel. Dia menyebut kemungkinan masih banyak tempat seperti itu yang ada di Makassar.

Atas video viral itu, KPU Kota Makassar angkat bicara. Komisioner KPU Kota Makassar, Gunawan Mashar menjelaskan bahwa gudang tersebut telah disewa oleh kecamatan untuk menyimpan kotak suara.

Gunawan menyebut pihak PPK menyewa gedung itu karena kantor kecamatan tidak mampu menampung semua logistik pemilu.

“Itu gedung di sewa PPK, karena tidak ada lagi gudang di kecamatan yang bisa menampung logistik pemilu, apalagi saat ini semua serentak, tidak seperti pilkada lalu jadi semua bisa ditampung. Bahkan gedung KPU saja sudah tidak sanggup tampung semua,” kata dia di kantor KPU Kota Makassar, Jalan Antang Raya, Makassar.

Adapun soal kotak suara yang tidak tersegel, Gunawan menjawab ada kelalaian dari petugas dan pihaknya telah membenahi kotak suara itu.

“Kita sudah tingkatkan keamanan untuk berjaga di sana,” ungkapnya.
(fiq/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Belum Punya E-KTP di Hari Pencoblosan, Datang ke Kecamatan Kota Bandung

Liputan6.com, Bandung – Pemerintah kota Bandung memastikan pelayanan perekaman KTP elektronik (E-KTP) tetap beroperasi pada hari pencoblosan, Rabu (17/4/2019). Hal itu agar warga bisa segera memiliki E-KTP dan langsung dapat menyalurkan hak pilihnya.

“Bisa saja ada warga Kota Bandung yang saat hari pencoblosan nanti belum memiliki dokumen kependudukan. Hal tersebut saya harap bisa ditangani oleh Disdukcapil,” kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dalam siaran persnya, Selasa (16/4/2019).

Menurut Yana, langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi keluhan masyarakat yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutas Suara (TPS) karena terkendala masalah administrasi seperti soal kepemilikan E-KTP.

“Kita sudah pantau sampai ke titik-titik kewilayahan mengenai kesiapan Kota Bandung. Saya juga sudah menitipkan, sekecil apapun potensi permasalahan, harus sigap ditangani sejak di kewilayahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Popong Warliati Nuraeni mengatakan, pada hari pencoblosan besok, akan memiminalisir keluhan warga soal tidak bisa mencoblos karena terkendala persyaratan dokumen kependudukan.

“Itu menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya.

Untuk itu, Popong mengajak warga Kota Bandung segera melakukan perekaman E-KTP agar dapat menggunakan hak pilihnya.

“Datang saja ke Kecamatan atau gerai-gerai Disdukcapil. Akan kami layani untuk perekaman E-KTP,” tuturnya.

Pelayanan perekaman akan berlangsung di seluruh kecamatan di Kota Bandung dan dua gerai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Kedua gerai tersebut yaitu di Festival Citylink dan Bandung Trade Center (BTC).

Saksikan video pilihan berikut ini:

Untuk mempercepat proses perekaman dan pencetakan E-KTP, Pemkab Badung melakukan sistem jemput bola.

Aceh Tenggara Diterjang Banjir Bandang, 5 Kecamatan Terendam Air

Liputan6.com, Aceh – Banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh pada Kamis malam (28/3/2019). Jumlah warga mengungsi akibat bencana ini masih dalam pendataan pihak terkait.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara menyebut bahwa banjir bandang terjadi ini di 5 kecamatan. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Semadam, Kecamatan Lawe Sumur, Kecamatan Bambel, Kecamatan Lawe Bulan, dan Kecamatan Bukit Tusam.

Berdasarkan data sementara yang diterima Liputan6.com, total terdampak bencana banjir bandang yakni 509 Kepala Keluarga (KK) atau 1.539 jiwa. Sejumlah rumah rusak karena terjangan banjir, dengan rincian, 2 rumah rusak sedang, 2 rusak ringan, dan 4 rusak berat, sementara 398 lainnya terendam.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ahmad Dadek, bencana banjir bandang ini bermula dari hujan deras yang mengguyur kabupaten tersebut. Sungai yang tak mampu membendung air hujan pun meluap lantas menggenangi pemukiman.

“Ini akibat intensitas hujan tinggi mulai dari sore hingga malam hari. Wehingga menyebabkan meluapnya Sungai Lawe Kinga. Pukul 21.00 WIB,” ujar Dadek, Jum’at malam (29/3/2019).

BPBD setempat mengerahkan alat berat untuk membersihkan material yang berserakan dan menumpuk disejumlah lokasi. Antara lain, di Desa Kampung Baru, Kecamatan Semadam, dan Desa Kuta Lesung, Kecamatan Lawe Sumur.

Sebagai catatan, bencana yang sama sempat beberapa kali terjadi di kabupaten tersebut. Laju deforestasi hutan akibat ilegal logging, alih fungsi hutan menjadi perkebunan coklat, penamanan jagung di atas perbukitan dan sebagainya, dituding menjadi sebab mengapa kabupaten tersebut menjadi langganan banjir bandang.

Saksikan video pilihan berikut:

Sebanyak 112 jenazah korban banjir bandang Sentani berhasil dievakuasi. Anjing pelacak dikerahkan untuk membantu proses pencarian.

Dana Kecamatan Diusulkan Rp 721 M, Cair Tahun Ini?

Jakarta – Setelah pemerintah mengalokasikan dana desa dan dana kurahan, kini pemerintah pun tengah menyiapkan dana kecamatan.

Melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dana kecamatan nantinya akan melengkapi pelaksanaan program dana desa.

Kemendagri telah mengusulkan dana kecamatan kepada Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Lalu, bagaimana tanggapan Kementerian Keuangan? Simak sepengkapnya di sini: (hek/ang)

Setelah Dana Desa, Nanti Ada Dana Kecamatan

Jakarta – Pemerintah kini sudah memiliki program anggaran untuk dana desa. Namun kini Kementerian Keuangan akan mengkaji anggaran untuk tingkat kecamatan.

Dana kecamatan ini nantinya tak akan jauh beda dengan dana desa dan kelurahan yang saat ini sudah dimiliki.

Dari mana alokasi anggaran tersebut nantinya? Berikut berita selengkapnya:

(kil/ang)

KPU Jaksel Mulai Mendistribusikan Logistik Pemilu ke 3 Kecamatan

Liputan6.com, Jakarta – Sekitar sebulan menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, pendistribusian logistik di tingkat kecamatan mulai dilakukan. KPU Jakarta Selatan mulai mengirim logistik berupa bilik dan kotak suara.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (15/3/2019), satu persatu logistik dikeluarkan dari gudang penyimpanan logistik pemilu KPU di sebuah bangunan sekolah yang tidak terpakai di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Hari Jumat ini, logistik Pemilu didistribusikan ke tiga kecamatan dari 10 kecamatan yang ada di Jakarta Selatan. (Karlina Sintia Dewi)

Ragam Inovasi Kecamatan Lengkong Bandung Menjadi yang Terbaik

Bandung – Kecamatan Lengkong memiliki sejumlah inovasi yang patut dibanggakan. Selain menjadi kecamatan terbaik pertama pada tahun 2018 kemarin, Lengkong berturut-turut masuk dalam peringkat 10 besar dari penilaian kinerja camat. Sistem kerja kolektivitas dari seluruh masyarakat dan aparatur menjadi upaya mereka untuk menjadi kecamatan terbaik.

Camat Lengkong, Tubagus Agus Mulyadi, mengatakan inovasi yang menjadi unggulan dari kecamatan ini dari pelaksanaan Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK). Mereka meraih penghargaan inovasi dari PIPPK Award.

“Angka partisipatif kami dari tahun pertama sebanyak 18 Miliar, tahun kedua 9 miliar, tahun ketiga 9 miliar, dan tahun keempat 19 miliar,” katanya, dalam Bandung Menjawab, Selasa (5/3/2019).

Bentuk partisipasinya seperti penataan infrastruktur yakni pembuatan co working space di kecamatan, sistem pelayanan yang baik seperti ada loket pelayanan pelanggan, juga antrean khusus lansia dan difabel.

Prestasinya ini mengantar mereka untuk berkompetisi di tingkat provinsi yang akan diwakili oleh Kelurahan Cijagra atas nama Kota Bandung.

“Kelurahan Cijagra disulap menjadi bagus dan kami melakukan banyak inovasi. Keberadaan infrastruktur di kantor layak dilombakan,” jelasnya.

Dari segi pariwisata, Lengkong menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Bandung. Potensinya yang cukup besar dalam menyokong pariwisata terlihat dari jumlah hotel yang mencapai 67 tempat dan 400 kuliner yang bermacam-macam.

Bahkan, Tubagus mencanangkan wisata kuliner dan wisata hijab sebagai destinasi anyar di Kecamatan Lengkong.

“Salah satunya pembuatan area revitalisasi Taman Pers menjadi wisata kuliner. Ada lokasi yang sudah dilakukan di Jalan Buah Batu, Toserba Griya sudah bersih dari PKL. Kami tata sehingga mereka berada di atas Griya. Di taman bobotoh ada 45 PKL yang puluhan tahun bersarang di sana, sekarang sudah jadi kosong sebagai ruang publik,” katanya.

Belum lagi beberapa kawasan wisata yang unik dan menarik. Seperti perajin knalpot yang berjejer di Jalan Sadakeling. Camat merencanakan supaya kawasan itu menjadi Kampung Knalpot.

Kecamatan akan membuat reklame sebagai informasi kepada masyarakat bahwa kawasan tersebut merupakan kampung knalpot. Kemudian kampung knalpot akan dibuatkan koperasi untuk pendanaan mereka dan keberlangsungan ekonomi.

“Karena mereka beberapa kesulitan modal,” ujarnya.

Untuk merealisasikan Bandung unggul dan agamis, Lengkong mempunyai Kampung wisata religi di kampung toleransi Jalan Lengkong Kecil, Kelurahan Paledang.

Di sana terdapat kehidupan beragama yang tinggi serta ditunjang infrastruktur yang memadai. Seperti tiga tempat ibadah yaitu gereja, masjid, dan vihara tua yang saling bersampingan

“Konon itu vihara pertama di Kota Bandung,” ucapnya.

Satu lagi, Kecamatan Lengkong mempunyai Kampung Wayang Urban di Jalan Pangarang, Cikawao. Tempat itu sudah banyak dikunjungi oleh turis Belanda untuk belajar dan melihat aktivitas belajar Wayang Golek. Ke depan, kawasan itu bakal ditata dan dipersiapkan supaya memiliki homestay bagi para pelancong untuk menikmati pengalaman dan aktivitas berbeda saat berlibur di sana.

Baca berita menarik ayobandung.com lain di sini

Jawab ‘Ancaman’ Novel Bamukmin, Komisioner KPU Ungkit Hoax 7 Kontainer

Jakarta – Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menyebut masyarakat mengalami krisis kepercayaan dan menyebut akan membubarkan KPU jika tidak netral dalam pemilu. KPU mengatakan tudingan krisis kepercayaan tersebut tidak bijak.

“Tudingan krisis kepercayaan tidak bijak, karena hingga tingkat kepercayaan publik kepada penyelenggaraan pemilu terjaga,” ujar komisioner KPU Viryan Aziz kepada detikcom, Jumat (1/3/2019).

Menurut Viryan, saat ini yang terjadi banyak pihak berupaya mendelegitimasi pemilu dengan berita hoax. Salah satunya dengan adanya hoax 7 kontainer surat suara tercoblos yang sempat terjadi.

“Yang ada justru hoax pemilu yang berupaya mendelegitimasi pemilu, terbukti dengan hoax pemilu 7 kontainer surat suara sudah tercoblos, masa hoax pemilu delegitimasi pemilu lantas membuat krisis kepercayaan. Maknanya upaya membuat kabar bohong mendelegitimasi KPU tidak berhasil dilakukan,” kata Viryan.

Dia juga mengatakan perhitungan hasil pemilu dilakukan secara manual, sehingga tidak dimungkinkan adanya kecurangan memalui manipulasi IT. Selain itu, menurutnya perhitungan ini juga dilakukan secara terbuka yang disaksikan pengawas pemilu.

“Pemilu sejak 1955 sampai sekarang dilakukan secara manual, tidak mungkin IT bisa memanipulasi hasil pemilu karena Indonesia tidak menyelenggarakan pemilu elektronik. Yang dilakukan hanya publikasi hasil pemilu di TPS, kecamatan, dan sebagainya,” kata Viryan.

“Hasil pemilu dihitung dalam rapat pleno terbuka, rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan sampai dengan pusat. Rapat pleno dilakukan secara terbuka, diikuti saksi dari peserta pemilu, pengawas pemilu, pemantau dan masyarakat,” sambungnya.

Terkait adanya potensi kecurangan memalu kotak suara bila disimpan di kantor kecamatan. Viryan juga mengatakan tempat penyimpanan ini telah dilakukan sejak 1955 dan tidak menimbulkan masalah.

“Penyimpanan kotak suara di kantor kecamatan dilakukan sejak pemilu 1955 sampai sekarang, termasuk juga di pilkada. Penggunaan kantor kecamatan sudah berlangsung dan tidak ada masalah selama ini,” kata Viryan.

Sebelumnya, Novel Bamukmin meminta KPU netral sebagai penyelenggara Pemilu 2019. Dia menyebut KPU wajib dibubarkan jika tidak netral.

“Kita mendatangi KPU, tak lain tidak bukan tuntut keadilan. Betul? Siap tegakkan keadilan? Siap tegakkan persatuan? Takbir!” kata Novel di atas mobil komando di depan kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Novel juga mengklaim masyarakat saat ini sudah mengalami krisis kepercayaan. Oknum aparat, baik sipil maupun Polri, disebut Novel dipertanyakan netralitasnya.

(dwia/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Trauma, Korban Gempa Solok Selatan Enggan Kembali ke Rumah

Fokus, Solok Selatan – Warga korban gempa di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang tinggal di tenda pengungsian enggan kembali ke rumah. Mereka takut terjadi gempa susulan.  

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (1/3/2019), gempa susulan menggoncang kawasan Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan, Sumatera Barat, Jumat pagi tadi. Akibatnya, para pengungsi kembali tinggal di tenda darurat dengan kondisi seadanya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Solok Selatan, Kamis pagi kemarin. Dari tiga kecamatan terdampak gempa, Kecamatan Sangir Balai Janggo merupakan daerah terparah terdampak gempa. 

Menurut catatan BPBD Solok Selatan, ada sekitar ratusan rumah rusak dan 48 orang luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. (Karlina Sintia Dewi)

Eha Pedagang Starling Nyaleg Diketawain Teman-temannya

Cilegon – Pencalegan Eha Soleha (44) sempat dianggap sinting oleh para pedagang di pasar induk Kranggot, Cilegon. Ia dianggap nekat dan membuat orang tak percaya karena dianggap tak punya modal.

“Oh, caleg kentir (sinting). Banyak yang bilang gitu orang pasar, ledek-ledekan. Biasa caleg kentir. Saya nggak tersinggung biasa aja,” kata Eha saat berbincang dengan detikcom di Cilegon, Banten, Jumat (1/3/2019).

Pedagang kopi keliling alias Starbuck Keliling (Starling) mengakui bahwa memang sebelumnya ia tidak punya pengalaman di dunia politik. Namun, karena diajak seorang anggota partai PPP menjadi caleg untuk DPRD Cilegon, ia tertarik dan mau bergabung. Apalagi, waktu itu ia tidak diminta sepeser pun untuk mendaftar di dapil 1 kecamatan Cibeber-Cilegon nomor urut 6.

Begitu pedagang di pasar tahu bahwa ia jadi caleg, Eha bahkan diminta datang ke dukun atau orang pintar. Eha dianggap tak mungkin menang kecuali ada keajaiban.

“Pergi sana ke orang pinter biar disulap. Ya saya menghormati saja orang pasar,” kata Eha yang juga pernah mengenyam pendidikan D3 di Akademi Bahasa Asing di Jakarta.

Sahriah, sesama pedagang di pasar Kranggot awalnya berpikir pengakuan pencalegan Eha sebagai guyonan. Namun, begitu temannya itu menyebarkan striker sampai kartu nama ke pedagang-pedagang, mereka baru yakin dan malah memuji keberaniannya.

“Saya pikir bercanda. Kaget begitu bener. Hebat lah saya dukung aja,” kata Sahriah.

Sesama pedagang yang lain pun terkejut. Apalagi, di stiker Eha terlihat cantik karena make up.

“Kaget banget, apalagi pas lihat fotonya cantik. Dikasih stiker dikira muka camat, ternyata bener baru percaya. Semoga menang namanya juga pedagang sering becanda,” kata sesama pedagang bernama Musdalifah menimpali.

(bri/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>