4 Inovasi Posyandu Terbaik di Indonesia

Bandung – Sudah enam kali Posyandu Wijaya Kusuma yang terletak di RW 13, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, menyabet predikat posyandu terbaik di tingkat kota maupun nasional dalam rentang waktu 2004 hingga 2017. Prestasi terbaru ditorehkan di level nasional pada 2017 lalu sebagai posyandu terbaik se-Indonesia.

Usut punya usut, hal tersebut berhasil diraih karena inovasi yang dilakukan pengurus Posyandu Wijaya Kusuma dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat sekitar.

Ketua Posyandu Wijaya Kusuma, Imas Marsiah mengatakan, ada beberapa inovasi khas yang dilakukan posyandu ini secara konsisten. Salah satunya yang paling dikenal adalah Kasaba (Kader Sayang Bayi dan Anak), alias layanan pijat bayi keliling.

“Posyandu kami adalah posyandu multifungsi, atau posyandu generasi ketiga yang tidak hanya mampu memberikan pelayanan kesehatan, tapi juga mampu memberikan pelayanan pendidikan dan informasi sebanyak-banyaknya pada masyarakat,” ungkap Imas kepada ayobandung.com, Kamis (21/2/2019).

Berikut menurut Imas empat inovasi yang dilakukan Posyandu Wijaya Kusuma:

1. Pijat Bayi

Tak sekedar penimbangan gizi dan imunisasi, posyandu ini memiliki fasilitas pijat dan spa bayi yang diberikan cuma-cuma oleh para kader terlatih. Pelatihan dilakukan bekerja sama dengan rumah sakit swasta Santo Borromeus. Setelah munculnya fasilitas ini, animo masyarakat sekitar untuk rutin datang ke posyandu meningkat.

“Kader posyandu diberikan pelatihan oleh RS Borromeus untuk melakukan pijat bayi. Animo masyarakat juga bertambah untuk mulai rutin datang ke posyandu,” jelas Imas.

2. Kasaba Online

Pijat dan SPA bayi tersebut bahkan bisa dilakukan door to door guna memudahkan para ibu dan bayi mendapat fasilitas tersebut di luar jadwal operasional posyandu yang terbatas lewat Kasaba Online. Kota Bandung bahkan memberikan hibah motor operasional bagi Posyandu Wijaya Kusumah untuk melangsungkan program ini.

Teknisnya, para ibu dari bayi anggota posyandu digabungkan dalam satu grup WhatsApp bersama para kader. Nantinya, para ibu dapat memesan langsung pijat bayi di rumah mereka kepada para kader via aplikasi tersebut. 

“Kader memijat bayi yang mau dipijat ke rumahnya, serta mengajarkan cara memijat pada keluarganya karena yang paling baik untuk memijat adalah keluarganya, agar tali kasih sayang terjalin lebih erat,” ujar Imas.

Bayi yang dipijat biasanya berusia 0 hingga 3 tahun. Hingga saat ini, jumlah bayi dan balita yang tergabung dalam Posyandu Wijaya Kusuma adalah 120 orang, dan yang telah memanfaatkan fasilitas ini ada sebanyak 40 orang sejak 2016.

2 dari 2 halaman

E-posyandu dan DUKM

3. E-posyandu

E-posyandu merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau tumbuh kembang dan kesehatan bayi serta balita yang tergabung dalam Posyandu Kenanga secara daring. Sehingga, apabila ada keganjilan dalam tumbuh kembang seorang anak, hal tersebut dapat dideteksi dengan segera.

“Sistem pelaporannya dilakukan secara online, tapi sekarang sedang offline,” ungkapnya.

4. Dana Upaya Kesehatan Masyarakat (DUKM)

DUKM merupakan program urunan seluruh masyarakat yang ada di RW 13 Kelurahan Sekeola untuk dibelanjakan hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas kesehatan untuk digunakan di posyandu. Program ini bisa dibilang merupakan program terlama yang dimiliki Posyandu Wijaya Kusumah. Setelah belasan tahun berjalan, DUKM telah berhasil dibelikan sebuah mobil ambulans.

“Besarannya adalah Rp500 per-bulan untuk setiap jiwa di RW 13,” kata Imas.

Dia mengatakan, selain program-program inovasi di atas, posyandunya juga saat ini telah menjalankan program gagasan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bandung, yakni Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PLIPA).

“Di dalamnya ada pelayanan informasi kepada masyarakat seputar HIV, human trafficking, KDRT, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Baca berita ayobandung.com lainnya di sini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tak Ada Gajah yang Mau Dijajah

Liputan6.com, Bandar Lampung – Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Agus Wahyudiono mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu habitat gajah atau mengusirnya secara sembarangan ketika kawanan itu memasuki permukiman.

“Masyarakat yang ada jangan sampai mengganggu kawanan gajah, bila tidak mau kawanan gajah ini merusak rumah, perkebunan dan pertanian warga,” kata Agus saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat (22/2/2019), dilansir Antara.

Menurut dia, sering keluar dan masuknya kawanan gajah ke permukiman warga karena mereka merasa terganggu dengan keberadaan manusia di habitatnya, terutama memberikan dampak keterbatasan makanan.

Selain itu, masyarakat juga jangan gegabah saat mengusir kawanan gajah yang masuk ke permukiman warga. Kalau perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas yang ada agar tidak memakan korban.

“Masyarakat jangan suka gegabah untuk mengusir kawanan gajah yang ada, karena bisa membahayakan warga,” katanya.

Sebelumnya, kawanan gajah liar kembali masuk ke perkebunan serta merusak puluhan hektare tanaman di sawah yang berada di Pekon (Desa) Roworejo, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

“Iya tadi sore kawanan gajah kembali masuk dan merusak lahan perkebunan dan pertanian milik warga termasuk sawah,” ujar Eko, salah seorang warga saat dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu, pekan lalu.

Menurut dia, kawanan gajah sudah hampir dua pekan menginap di lahan perkebunan dan pertanian milik warga di Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

Dia menerangkan, para pemilik lahan perkebunan dan pertanian hanya dapat melihat dari jarak terdekat sekitar 50 meter.

“Kami hanya bisa melihat dari jarak 50 meter saja. Dan belum berani mendekat, karena tidak mau mengambil risiko,” katanya.

Eko menjelaskan, puluhan gajah ini sudah hampir satu bulan menginap di dekat permukiman warga dan sampai saat ini kawanan gajah tersebut berpindah dari pekon satu ke pekon lainnya.

“Bila diusir dari pekon Roworejo maka akan berpindah ke pekon lainnya. Karena hutan ini dikelilingi oleh rumah penduduk,” ungkapnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Tanah Bergerak Setiap 30 Menit, Warga Banyumas Terbayang Longsor Masa Lalu

Liputan6.com, Banjarnegara – Menilik riwayatnya, Banjarnegara diwarnai kisah pedih longsor kolosal. Dan 70 persen wilayah di kaki pegunungan Dieng ini memang rawan gerakan tanah.

Bencana longsor seringkali mengejutkan terjadi di Banjarnegara. Pada 2006, Dusun Gunung Raja Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu lenyap dalam sekejap. Ada 76 orang meninggal dunia, 14 lainnya tak ditemukan.

Kemudian, empat tahun lalu, Dusun Jemblung Desa Sampang Karangkobar luluh lantak diterjang longsor. Seratusan lebih warganya meninggal dunia atau hilang tertimbun material longsoran.

Hingga saat ini, longsor dan gerakan tanah berkala kecil dan besar datang silih berganti. Salah satunya di Dusun Kali Entok Desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara.

Gerakan tanah yang terjadi secara bertahap dilaporkan merusak 22 rumah. Akibatnya, 25 keluarga yang terdiri dari 83 jiwa mengungsi.

Dan ke-25 keluarga itu mengungsi di 11 titik pengugsian. Sebagian besar mengungsi ke rumah saudara, atau ditampung tetangga, dan di tetangga desa, Duren.

“Jadi sekarang masih mengungsi. Kalau kita tahapannya sedang validasi data. Kalau jumlahnya masih seperti kemarin,” kata Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Banjarnegara, Arif Rachman, Kamis sore, 21 Februari 2019.

Kisah longsor besar yang sampai menewaskan puluhan hingga ratusan orang membuat warga Kebutuh Jurang trauma. Positifnya, riwayat bencana Banjarnegara membuat mereka waspada.

Arif tak menyalahkan warga yang traumatik. Hanya saja, berdasar pendataan lapangan oleh petugas BPBD dan pemerintah desa Kebutuh Jurang, jumlah rumah rusak sebenarnya hanya 15 unit. Lainnya baru terancam longsor.

2 dari 3 halaman

Kontur Tanah Berisiko Longsor Cepat

Berdasar kajian geologi dan pemetaan longsor, tujuh rumah yang penghuninya turut mengungi sebenarnya berada di luar zona merah. Karenanya, pekan ini BPBD akan mensosialisasikan kepada para pengungsi agar yang rumahnya masih aman bisa kembali ke rumahnya.

Adapun 15 rumah yang terdampak langsung dan terancam agar bertahan di pengungsian untuk sementara waktu.

“Pekan ini kami akan mengumpulkan untuk memberi penjelasan. Bagi yang kondisinya masih ini (relatif) aman, disarankan pulang, karena hanya euforia ketakutan ya lebih baik pulang lah,” dia menerangkan.

Rencananya, dalam waktu dekat hasil kajian geologi, pemetaan dan rekomendasi Badan Geologi itu akan dilaporkan kepada Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono untuk segera ditindaklanjuti.

“Pertama, rumah yang terdampak langsung, begitu kan, jumlahnya ada sekitar 15 rumah. Karena kita sudah ada peta geologinya yang akan kita laporkan kepada Pak Bupati,” dia menambahkan.

BPBD juga telah memasang early warning system (EWS) atau alat peringatan dini longsor dan gerakan tanah di mahkota longsoran. BPBD juga mendirikan posko pantau bencana di sekitar area gerakan tanah untuk memantau pergerakan tanah untuk mengantisipasi gerakan tanah yang membahayakan.

Dia menjelaskan, sifat longsoran di Kebutuh Jurang adalah rayapan tanah (creep). Akan tetapi, menilik kontur tanahnya yang curam dan curah hujan tinggi, gerakan tanah bisa bertambah cepat dan bisa pula bersifat jatuhan.

3 dari 3 halaman

Tanah Bergerak 2 Sentimeter Tiap Setengah Jam

Nun di Kabupaten Banyumas, gerakan tanah di Grumbul Kalisalak RT 3/5 Desa Karangbawang Kecamatan Ajibarang kembali terjadi. Akibatnya, dua keluarga terpaksa mengungsi.

Sebelumnya, di lokasi yang sama, empat rumah harus direlokasi lantaran gerakan tanah terus berlangsung sejak akhir 2018. Kini, gerakan tanah kembali merusak dua rumah yang dihuni empat jiwa, yakni rumah milik Sukardi (68 th) dan Sumardi (70 th).

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo mengatakan, sementara ini Sukardi dan istri mengungsi ke rumah anaknya, Warkiman yang berada di lokasi lebih aman. Adapun Sumardi dan istrinya mengungsi ke saudara lainnya, Suryati.

Kusworo mengemukakan, tanah kembali bergerak setelah Banyumas diguyur hujan lebat berhari-hari. Diukur dengan alat sederhana, dalam waktu setengah jam tanah bergeser sekitar dua sentimeter.

Gerakan tanah membuat tanah retak-retak dan ambles berkisar 70 sentimeter hingga satu meter. Akibatnya, lantai dan dinding rumah retak-retak parah.

Sebelumnya, gerakan tanah di lokasi yang sama juga telah merusak empat rumah. Keempat keluarga itu telah direlokasi secara bertahap sejak akhir 2018 hingga Januari 2019.

“Tanah terus bergerak, pelan tapi pasti. Mulai Kamis,” kata Kusworo.

Ia juga mengimbau agar warga lainnya mewaspadai kemungkinan meluasnya gerakan tanah. Pasalnya, bidang tanah miring, labil dan curah hujan masih tinggi.

“Dan tadi, kita juga memasang early warning system tradisional, sederhana menggunakan tali. Dalam waktu kurang lebih setengah jam, tanah bergerak sekitar dua sentimeter, jalannya,” dia mengungkapkan.

Saksikan video pilihan berikut:

Polemik Teriakan ‘Nomor Dua’ di Munajat 212

Jakarta – Gelaran Munajat 212 di Monas jadi sorotan. Bawaslu kini sedang mengkaji ada-tidaknya unsur kampanye pada Munajat 212.

Pose jari termasuk penyebutan angka jadi sorotan. Ada teriakan ‘nomor dua’ menggema dari massa yang hadir pada Kamis (21/2) malam itu. Massa merespons pernyataan Ketua MPR Zulkifli Hasan terkait gelaran pilpres.

Zulkifli, yang diberi kesempatan menyampaikan sambutan, berbicara mengenai kedaulatan negara dipegang rakyat. Zulkifli menyinggung soal persatuan dan presiden.

“Persatuan nomor satu, soal presiden…,” ucap Zulkifli.

“Nomor dua!” jawab massa menimpali.

Setelah turun dari panggung, Zulkifli menegaskan soal demokrasi Pancasila bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat.

“Kita milih pemimpin, milih presiden, wakil rakyat setiap lima tahun. Itu sesuatu biasa memilih antarkita, bukan perang. Bukan melawan Belanda, maka harus jaga persatuan damai,” ujar Zulkifli.

Sedangkan Wakil Ketua DPR yang juga Waketum Gerindra Fadli Zon menyebut sambutan Zulkifli masih dalam batas normal.

“Saya kira masih dalam batas-batas yang sangat normal, ya. Beliau menyampaikan apalagi masih dalam kerangka negara mengutip konstitusi kita dan sebagainya. Saya kira semua dalam batas-batas yang sangat wajar dan menurut saya begitulah,” ujar Fadli.

Sementara itu, kritik datang pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Acara itu dinilai politis.

Sedangkan cawapres Ma’ruf Amin memberikan warning kepada MUI DKI terkait penyelenggaraan Munajat 212 di Monas semalam. Ketum MUI ini menegaskan tidak boleh ada yang menjadikan MUI sebagai kendaraan politik.

“Kalau munajatnya sih nggak jadi masalah, yang penting jangan jadi kendaraan politik, dan jangan mempolitisasi MUI,” ujar Ma’ruf.

Soal 212 ini, Ma’ruf menegaskan seharusnya sudah selesai. Sebab, aksi 212 pada 2 Desember 2016 itu dilakukan sebagai aksi dari kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ada-tidaknya unsur kampanye pada Munajat 212 masih diselidiki Bawaslu DKI Jakarta. Bawaslu DKI masih mengumpulkan bukti-bukti.

“Jadi sementara ini saya sama teman-teman masih mengumpulkan hasil pengawasan teman-teman pengawas kelurahan, Panwas kecamatan, Bawaslu kota. Saya lagi minta mereka ini hasil pengawasannya seperti apa,” ujar anggota Bawaslu DKI Jakarta Burhanuddin saat dihubungi, Jumat (22/2).

Burhan menjelaskan beberapa bukti yang dikumpulkan Bawaslu DKI terkait acara Munajat 212. Bawaslu akan mengumpulkan bukti berupa ada-tidaknya alat peraga kampanye hingga memeriksa isi pidato yang disampaikan beberapa tokoh.

“Mengumpulkan bukti-bukti semua terkait pengawasan, apakah ada pidato yang mengarah ke kampanye, misalnya, atau adakah atribut kampanye dan sebagainya itu masih saya kumpulin,” kata Burhan.

Bukti-bukti itu selanjutnya akan dijadikan bentuk temuan Bawaslu untuk diproses. Burhan juga mempersilakan masyarakat yang menganggap ada pelanggaran dan memiliki bukti untuk melapor.

“Kalau memang dalam hasil penelusuran dan pengawasan kami ada dugaan, itu akan menjadi temuan,” kata Burhan.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polemik Teriakan ’02’ di Munajat 212

Jakarta – Gelaran Munajat 212 di Monas jadi sorotan. Bawaslu kini sedang mengkaji ada-tidaknya unsur kampanye pada Munajat 212.

Pose jari termasuk penyebutan angka jadi sorotan. Ada teriakan ’02’ menggema dari massa yang hadir Kamis (21/2) malam. Massa merespons pernyataan Ketua MPR Zulkifli Hasan terkait gelaran Pilpres.

Zulkifli yang diberi kesempatan menyampaikan sambutan, berbicara mengenai kedaulatan negara dipegang rakyat. Zulkifli menyinggung soal persatuan dan presiden.

“Persatuan nomor satu, soal presiden…,” ucap Zulkifli.

“Nomor dua!” jawab massa menimpali.

Usai turun panggung, Zulkifli menegaskan soal demokrasi Pancasila di mana kedaulatan berada di tangan rakyat.

“Kita milih pemimpin milih presiden, wakil rakyat setiap lima tahun. Itu sesuatu biasa memilih antarkita, bukan perang. Bukan melawan Belanda, maka harus jaga persatuan damai,” ujar Zulkifli.

Sedangkan Wakil Ketua DPR yang juga Waketum Gerindra Fadli Zon menyebut sambutan Zulkifli masih dalam batas normal.

“Saya kira masih dalam batas-batas yang sangat normal ya. Beliau menyampaikan apalagi masih dalam kerangka negara mengutip konstitusi kita dan sebagainya. Saya kira semua dalam batas-batas yang sangat wajar dan menurut saya begitulah,” ujar Fadli.

Sementara kritik datang pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Acara itu dinilai politis.

Sedangkan cawapres Ma’ruf Amin memberikan warning kepada MUI DKI terkait penyelenggaraan Munajat 212 di Monas semalam. Ketum MUI ini menegaskan tidak boleh ada yang menjadikan MUI sebagai kendaraan politik.

“Kalau munajatnya sih nggak masalah, yang penting jangan jadi kendaraan politik, dan jangan mempolitisasi MUI,” ujar Ma’ruf.

Soal 212 ini sendiri, Ma’ruf menegaskan seharusnya sudah selesai. Sebab, aksi 212 pada 2 Desember 2016 itu dilakukan sebagai aksi dari kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ada-tidaknya unsur kampanye pada Munajat 212 masih diselidiki Bawaslu DKI Jakarta. Bawaslu DKI masih mengumpulkan bukti-bukti.

“Jadi sementara ini saya sama teman-teman masih mengumpulkan hasil pengawasan teman-teman pengawas kelurahan, panwas kecamatan, Bawaslu kota. Saya lagi minta mereka ini hasil pengawasannya seperti apa,” ujar anggota Bawaslu DKI Jakarta Burhanuddin saat dihubungi, Jumat (22/2).

Burhan menjelaskan beberapa bukti yang dikumpulkan Bawaslu DKI terkait acara Munajat 212. Bawaslu akan mengumpulkan bukti berupa ada-tidaknya alat peraga kampanye hingga memeriksa isi pidato yang disampaikan beberapa tokoh.

“Mengumpulkan bukti-bukti semua terkait pengawasan, apakah ada pidato yang mengarah ke kampanye, misalnya, atau adakah atribut kampanye dan sebagainya itu masih saya kumpulin,” kata Burhan.

Bukti-bukti itu selanjutnya akan dijadikan bentuk temuan Bawaslu untuk diproses. Burhan juga mempersilakan masyarakat yang menganggap ada pelanggaran dan memiliki bukti untuk melapor.

“Kalau memang dalam hasil penelusuran dan pengawasan kami ada dugaan, itu akan menjadi temuan,” kata Burhan.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menyalakan Lentera Literasi Lewat Perpustakaan Keliling

Liputan6.com, Jakarta – Walau sudah banyak ditinggalkan sebagai sumber bacaan, nyatanya keberadaan perpustakaan tetap dibutuhkan. Gudang ilmu itu diperlukan agar literasi tetap menyala, terutama di pelosok.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menghadirkan perpustakaan keliling untuk menjangkau masyarakat yang sulit mengakses perpustakaan yang menetap. Penggiatnya termasuk Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI) yang berdiri sejak 2017.

Kota pertama yang ditargetkan adalah Tulungagung. Berawal dari tiga kecamatan, perpustakaan keliling berwujud Mobil Pustaka Pintar itu kini sudah melayani 22 sekolah dan 10 tempat publik. Keanggotaannya mencapai 3.170 anak.

Perpustakaan keliling tidak saja melayani peminjaman buku, tapi juga berbagai kegiatan atau aktivitas yang akan terus berkembang upaya untuk mencerdaskan masyarakat,” kata Direktur Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia, Trini Hariyanti saat konferensi pers di Gedung Teater Perpustakaan Nasional Republik Indoneia, Jakarta, Kamis, 21 Februari 2019.

Menurut Trini, angka buta huruf dan penggangguran masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibereskan. Ia berharap program literasi melalui keberadaan perpustakaan keliling bisa menekan angka tersebut.

“Maka sejak dini, masyarakat sudah harus didekatkan akses membaca, akses buku, sehingga pengetahuannya meningkat,” ujarnya.


Tahun ini, program Mobil Pustaka Pintar meluaskan program yang mencakup penambahan 2000 koleksi buku. Perpustakaan itu tetap memfokuskan operasi di Tulungagung, Jawa Timur, karena memiliki angka pekerja migran yang tinggi dan kesejahteraan warga yang belum terpenuhi dengan baik. (Indah Permata Niska)


Saksikan video pilihan di bawah ini :



Mengenal Desa Wisata Blangsinga, Tempat Pernikahan Putra Bos Krisna Bali

Liputan6.com, Jakarta – Pernikahan Gusti Ngurah Berlin Bramantara, putra bos oleh-oleh Krisna Bali, Ajik Krisna, dengan Annie Fransisca sudah berlangsung beberapa hari lalu. Meski begitu pernikahan yang banyak menyita perhatian dan dihadiri sejumlah tokoh, pejabat dan selebriti itu masih banyak dibahas sampai sekarang.

Lewat beberapa potret yang beredar di jagat maya, beberapa figur kenamaan yang dimaksud adalah Prilly Latuconsina, Kaka Slank, Verrell Bramasta, Natasha Wilona, Indah Dewi Pertiwi, Glen Alinskie, Chelsea Olivia, dan Vicky Shu.

Terlihat pula pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dan YouTuber Atta Halilintar turut hadir Seperti diketahui, resepsi pernikahan putra pemilik pusat oleh-oleh Krisna Bali ini berlangsung selama dua hari, pada 16 dan 17 Februari 2019 di Desa Wisata Blangsinga, Blahbatuh, Gianyar, Bali.

Mungkin belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan Desa Blangsinga ini. Dilansir dari laman gobalitour dan krisnabali, tempat ini memiliki daya tarik wisata yang sangat indah yaitu air terjun.

Ini adalah desa kelahiran Ajik Krisna, pemilik grup Krisna Holding Company. Jadi wajar saja kalau ia menggelar pernikahan putranya di tempat kelahirannya. Desa Blangsinga tentu sudah jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

Kesuksesan Ajik Krisna sebagai pengusaha membuat ia terpanggil untuk membangun desa kelahirannya, terutama untuk menggali potensi wisatanya. Salah satunya dengan membuka cabang Krisna Bali Souvenir Center di dekat kawasan air terjun Blangsing dengan konsep one stop destination village.

Selain menikmati indahnya air terjun Blangsing para pengunjung bisa mendapatkan aneka buah tangan di Krisna. Ini untuk pertama kalinya toko Kmereka berada di desa karena selama ini semua cabangnya berada di kota.

2 dari 2 halaman

Outbound dan Penginapan

Desa Blangsinga berada di kabupaten Gianyar tepatnya di kecamatan Blahbatuh. Desa ini bisa ditempuh dari Denpasar sekitar 40 menit saja lewat by pass Ida Bagus Mantra. Atau bisa juga dari Ubud dengan jarak tempuh yang kurang lebih sama.

Tak jauh dari Desa Blangsinga, terdapat taman kupu kupu dan stadion sepak bola Kapten I Wayan Dipta yang menjadi markas klub sepak bola Bali United.

Sementara itu, wisata air terjun Blangsinga ditata kembali untuk menarik minat wisatawan dengan harga tiket masuk hanya Rp 10.000 untuk dewasa (data akhir 2018). Saat ini sudah ada tangga yang tertata rapi menuju air terjun.  Lalu ada sebuah restoran di dekat air terjun serta sejumlah petugas yang mengawasi wisatawan atau pengunjung.

Selain Krisna Bali Souvenir Center, di desa ini juga ada beberapa restoran, wahana outbound dan juga penginapan. Pada Agustus 2018, Natasha Wilona pernah menggelar acara jumpa penggemar di Desa Wisata Blangsinga yaitu di Krisna Eco Village dan Krisna Waterpark.

Pada Februari 2019, putra Ajik Krisna, pemilik pusat oleh-oleh Krisna Bali, menggelar pernikahan di desa tempat kelahiran ayahnya yang sekarang dikenal dengan nama desa wisata Blangsinga.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gunung Agung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu 700 Meter

Jakarta – Gunung Agung yang berada di Bali kembali mengalami erupsi sore ini. Tinggi kolom abu disebutkan mencapai 700 meter.

Kabid Manajemen Observasi Meteorologi Penerbangan BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, erupsi terjadi pada Jumat (22/2/2019) sekitar pukul 16.31 Wita.

“Telah terjadi erupsi G. Agung, Bali pada tanggal 22 Februari 2019 pukul 16:31 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 3.842 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi ± 6 menit 20 detik,” kata Hary dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (22/2).


Hary menjelaskan, saat ini status Gunung Agung ada di level III atau siaga. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas sejauh 4 km dari puncak gunung.

“Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru,” tutur Hary.

“Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung,” jelasnya.

Laporan terakhir Gunung Agung mengalami erupsi pada 14 Februari 2019. Akibat erupsi tersebut lima desa di Kecamatan Karangasem, Bali terpapar hujan abu.
(rna/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kala Al Ghazali Jenguk Dhani dan Ziarah ke Makam Gus Dur

Sidoarjo – Kamis (21/2), Al Ghazali tidak hanya menjenguk dan mendoakan Ahmad Dhani. Putra sulung Maia Estianty itu juga berziarah ke Makam Gus Dur dan mendoakan mantan presiden yang dikenal dengan kelakar ‘gitu aja kok repot’.

Putra sulung Ahmad Dhani, Al Ghazali membesuk ayahnya di Rutan KLas 1 Medaeng, Sidoarjo. Tiba pukul 11.00 WIB, Al turun dari mobil berkaus putih bertuliskan ‘MY HERO’.

Kaus tersebut mencuri perhatian dan dianggap memiliki makna lantaran ada gambar Ahmad Dhani. Dalam kaus itu, Dhani berpose salam dua jari dengan setelan jas hitam dan blangkon di kepala.

Saat ditanya wartawan apa yang dibawa saat membesuk ayahnya, Al memberikan jawaban yang tidak biasa.

“Hanya membawa kasih sayang buat papa,” kata Al, Kamis (21/2/2019).

Al berada di dalam rutan selama kurang lebih satu jam. Keluar dari Rutan Medaeng, Al mengambil gitar dan menyanyikan lagu ciptaan sang ayah ‘Hadapi dengan Senyuman’ sambil memainkan gitar yang diberikan seorang perempuan berbaju merah yang mengaku sebagai fans.

Saat ditanya soal sang ayah, Al mengaku jika Ahmad Dhani merupakan sosok yang kuat. Dia berjanji akan terus mendukung Dhani.

“Walaupun ayah terdzolimi selama 30 hari dengan ditahan tanpa sebab, ayah tetap kuat dan sabar. Saya bangga sama ayah tetap kuat dan nggak ada sedih sama sekalipun. Saya juga tetap mensupport ayah saya dan semoga akan berjalan dengan lancar,” kata Al.

Ahmad Dhani tidak menyia-nyiakan pertemuan dengan anak sulungnya, Al Ghazali. Caleg Partai Gerindra itu juga menitipkan pesan untuk dua adik laki-laki Al. Yakni El Jalaluddin Rumi (El) dan Abdul Qodir Jaelani (Dul).

“Yang penting kita harus selalu tetap kuat, tegar dan sabar,” kata Al.

Ketika ditanya soal pandangan politik, pria berusia 21 tahun itu mengaku netral. Dia hanya mendukung sang ayah, Ahmad Dhani yang menalonkan diri sebagai Caleg Gerindra Dapil 1 di Jawa Timur.

“Saya netral pak, yang penting di sini saya support ayah saya. Untuk politik saya netral. Saya support ayah untuk pencalonannya di Jatim, di Surabaya,” kata Al usai menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng.

Al kemudian berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jombang. Al tiba di PP Tebuireng, Kecamatan Diwek, Jombang sekitar pukul 13.50 WIB dan bertemu dengan Pengasuh ponpes, KH Salahudin Wahid atau Gus Solah.

Al mengaku mendapatkan nasehat dari Gus Solah. Ia dan keluarga diminta untuk tabah menghadapi persoalan yang menjerat Ahmad Dhani.

“Saya dinasehati (Gus Solah). Semuanya harus sabar dan ikhlas, semoga Allah punya jalan yang baik ke depannya,” pungkas Al.

Menurut Al, persoalan hukum tersebut mungkin menjadi tempaan bagi keluarga Ahmad Dhani.

“Untuk ke depannya harus lebih hati-hati. Siapapun juga, tidak hanya Ahmad Dhani,” tandasnya.

Saksikan juga video Jenguk Ahmad Dhani, Al Ghazali Nyanyikan Lagu ”Hadapi dengan Senyuman”:

[Gambas:Video 20detik]

(sun/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PT Transjakarta Buka Rute Penghubung Asemka Explorer

Liputan6.com, Jakarta – PT Transjakarta membuka rute penghubung baru menuju gedung pusat grosir perniagaan di kawasan Kota, Jakarta Barat. Rute yang dinamakan Aseka Explorer ini akan terhubung dengan beberapa rute, seperti Blok M-Kota, Tanjung Priok-Penjaringan dan Pluit-Senen.

“Layanan ini terhubung dengan rute Blok M-Kota, PIK-Balai Kota, Ancol-Kampung Melayu, PGC-Ancol,  Kampung Rambutan-Ancol,  Tanjung Priok-Penjaringan dan Pluit-Senen (12B). Kemudian bus wisata History of Jakarta (BW1), Art and Culinary (BW3), Tanah Abang-Kota (JAK10) dan Pulogadung-Kota (JAK33),” ujar  Direktur Operasional PT Transjakarta, Daud Joseph di Jakarta, Kamis 21 Februari 2019. 

Daud mengatakan, layanan Asemka Explorer sendiri memiliki 40 titik pemberhentian bus (bus setop) yang akan memudahkan masyarakat menjangkau rute dan titik tujuan.

“Rute ini beroperasi dari pukul 05.00-22.00 dengan tarif Rp 3.500,” kata Daud seperti dilansir dari laman Berita Jakarta. 

Untuk mengisi rute tersebut, Daud menjelaskan pihaknya mengoperasikan Bus Metrotrans. Dalam layanan ini, bus Metrotrans dilengkapi satu area kursi roda dan ram kursi roda di area pintu untuk memudahkan penumpang berkebutuhan khusus.

“Kelebihan lain yang dimiliki bus Metrotrans yakni ketinggian lantai dapat disesuaikan dengan jalan,” ujar Daud. 

2 dari 2 halaman

Dilengkapi CCTV

Di samping itu, sambung Daud, di dalam bus juga terdapat dua pintu penumpang di sisi kiri. Bus ini juga dilengkapi dua unit televisi wide screen ukuran 29 inci dan Closed Ciruit Television (CCTV).

Berikut rute layanan Asemka Explorer:

Halte BNI 46, Stasiun Jakarta Kota Baru, Pangeran Jayakarta 2, Gang Abdul Hamid, Pasar Pagi Mangga Dua, Skywalk ITC Mangga Dua, ITC Mangga Dua, Pasar Tekstil Mangga Dua, Jalan Mangga Dua VIII, Grand Boutiqe Centre, WTC Mangga Dua, Jalan Ampera VI Gunung Sahari, Gunung Sahari Mangga Dua Timur, Pintu Air Kalimati, Maspion Plaza, PKPRI DKI Jakarta, Gang Industri IX Gunung Sahari, Jalan Jembatan Merah, Taman Jalan Pangeran Jayakarta, dan Gedung Baja.

Kemudian bus melewati Ruko Pangeran Jayakarta, Roda Mas Baja Intan, Jalan Mangga Besar 13, Stasiun Jayakarta, Jalan Manggis Pangeran Jayakarta, Seberang Sekolah Fajar Sian, Sekolah Pinangsia, Simpang Perniagaan Tambora, Seberang SMAN 19, Simpang Toko 3 Tambora, Pasar Asemka, Simpang Pasar Pagi, Jalan Telepon Kota, Kali Besar Barat 1, Simpang Kopi Kali Besar Barat, Taman Kota Intan, Gang Kunir II, Simpang Kunir Kemukus, dan Kecamatan Taman Sari.