Praktek Prostitusi di Apartemen Kebagusan City, 8 Orang Diamankan

Jakarta – Tiga unit kamar di Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selan digerebek. Penggerebekan dilakukan menyusul adanya informasi terkait praktek prostitusi di kamar tersebut.

Kepala Sekuriti Apartemen Kebagusan City Bernard T Wahyu Wiryanata mengatakan, penggerebekan dilakukan secara rutin. Penggerebekan dilakukan di lantai 10, 17 dan 19 apartemen dengan melibatkan tim gabungan dari pengelola apartemen, Polsek Pasar Minggu dan Satpol PP.

“Jadi gini, ini kan mulai marak peredaran narkoba dan prostitusi online di hunian terutama di apartemen. Jadi kita memang rutin melakukan razia, terutama prostitusi online ada beberapa yang di bawah umur sering kita tangkap, termasuk narkoba,” jelas Bernard kepada wartawan di lokasi, Kamis (14/3/2019) malam.

Delapan orang diamankan dari 3 unit kamar, terdiri dari 5 perempuan dan 3 orang laki-laki. Para perempuan yang diduga penjaja seks komersil (PSK) diserahkan ke Sudinsos Jakarta Selatan untuk pembinaan.

“Kalau ada bukti tindak unsur pidana terpenuhi, ada pelaku perdagangan manusia kita serahkan ke Polres. Kalau tidak ada hanya prostitusi online tanpa ada pelaku mucikarinya kita serahkan ke Satpol PP, nanti diserahkan ke dinas sosial,” tuturnya.

Bernard menuturkan, dari 8 orang tersebut, salah satunya seorang laki-laki yang diduga muncikari. Pria ini mengaku membantu teman perempuannya untuk mencari pelanggan.

“Jadi ada satu mucikari. Mengaku memang dari Bandung untuk membantu temennya mencari tamu, memperjualbelikan temen perempuannya itu,” sambungnya.

Muncikari ini memiliki 3 angel. Mereka sengaja datang dari Bandung ke Jakarta untuk melakukan praktek prostitusi di apartemen tersebut.

“Mereka sewa sudah 2 hari di sini dan ada satu memperdagangkan dirinya sendiri sudah 7 bulan di sini tapi belum kedeteksi,” imbuhnya.
(mei/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Praktik Prostitusi di Apartemen Kebagusan City, 8 Orang Diamankan

Jakarta – Tiga unit kamar di Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, digerebek. Penggerebekan dilakukan setelah adanya informasi terkait praktik prostitusi di kamar tersebut.

Kepala Sekuriti Apartemen Kebagusan City Bernard T Wahyu Wiryanata mengatakan penggerebekan dilakukan secara rutin. Penggerebekan dilakukan di lantai 10, 17, dan 19 apartemen dengan melibatkan tim gabungan dari pengelola apartemen, Polsek Pasar Minggu, dan Satpol PP.

“Jadi begini, ini kan mulai marak peredaran narkoba dan prostitusi online di hunian, terutama di apartemen. Jadi kita memang rutin melakukan razia, terutama prostitusi online ada beberapa yang di bawah umur sering kita tangkap, termasuk narkoba,” jelas Bernard kepada wartawan di lokasi, Kamis (14/3/2019) malam.

Delapan orang diamankan dari 3 unit kamar, terdiri atas 5 perempuan dan 3 laki-laki. Para perempuan yang diduga penjaja seks komersial (PSK) itu diserahkan ke Sudinsos Jakarta Selatan untuk diberi pembinaan.

“Kalau ada bukti tindak unsur pidana terpenuhi, ada pelaku perdagangan manusia, kita serahkan ke Polres. Kalau tidak ada, hanya prostitusi online tanpa ada pelaku muncikarinya, kita serahkan ke Satpol PP. Nanti diserahkan ke Dinas Sosial,” tuturnya.

Bernard menuturkan, dari delapan orang tersebut, salah satunya seorang laki-laki yang diduga muncikari. Pria ini mengaku membantu teman perempuannya mencari pelanggan.

“Jadi ada satu muncikari. Mengaku memang dari Bandung untuk membantu temannya mencari tamu, memperjualbelikan teman perempuannya itu,” sambungnya.

Muncikari ini memiliki tiga angel (sebutan untuk PSK). Mereka sengaja datang dari Bandung ke Jakarta untuk melakukan praktik prostitusi di apartemen tersebut.

“Mereka sewa sudah dua hari di sini dan ada satu memperdagangkan dirinya sendiri sudah 7 bulan di sini tapi belum kedeteksi,” imbuhnya.
(mei/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Diduga Terlibat Prostitusi Online, 8 Wanita Diamankan dari Apartemen Kebagusan City

Liputan6.com, Jakarta – Pengelola Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, melakulan operasi penggerebekan prostitusi online. Dibantu pihak Kelurahan Kebagusan, Babinkamtibnas, dan Polsek Pasar Minggu, tim menangkap 8 pelaku.

Pantauan Liputan6.com, Kamis (14/3/2019), tim gabungan mulai bergerak sekitar pukul 19.00 WIB. Kamar pertama disasar dan diamankan dua perempuan dengan satu pria.

Setelah dibawa ke posko, tim kemudian bergerak ke kamar berikutnya dan mengamankan tiga perempuan dan satu pria yang diduga muncikari.

Satu wanita lagi ditangkap sedang melayani pelanggan di kamar lantai 10 Tower C. Dia mengaku berasal dari Solo dan sudah tujuh bulan menyewa satu unit apartemen tersebut.

Seluruh pelaku prostitusi online itu menawarkan jasa esek-esek lewat aplikasi Wechat dan Twitter. Mereka mematok tarif hingga Rp 1 juta rupiah untuk satu jam.

Kepala Keamaman Apartemen Kebagusan City, Bernard menyampaikan, pihaknya memang rutin melakukan operasi antinarkoba dan prostitusi online. Melalui kamera pengawas atau CCTV, mereka mencatat penghuni dengan gerak-gerik mencurigakan.

“Mereka memperdagangkan sendiri dirinya dengan tarif variatif. Mereka banyak nggak ngaku berapa kalinya tapi dari CCTV, semalam bisa empat kali naikkan laki-laki (ke kamar),” tutur Bernard di lokasi.

Lurah Kebagusan Leo Yudhantara menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah pengelola Apartemen Kebagusan City yang peduli dengan bahayanya narkoba dan prostitusi online.

“Yang dilakukan pengelola luar biasa. Tahu kemajuan perubahan yang tidak online menjadi online. Menjebak melalui sebagai konsumen. Barbuk sudah cukup jelas dan kita akan serahkan ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan,” kata Leo.

KPK Lelang Barang Rampasan Milik Eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor melelang barang rampasan negara dari terpidana korupsi dan pencucian uang Luthfi Hasan Ishaaq.

“KPK melalui unit Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) bersama KPKNL Bogor telah melaksanakan lelang dengan metode e-action closed bidding,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

Dia menyebutkan, salah satu objek lelang barang rampasan dari terpidana korupsi dan pencucian uang Luthfi Hasan Ishaaq telah laku.

Adapun objek lelang berupa tanah dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 79 dan 86/Leuwimekar dengan luas 11.360 meter persegi yang terletak di Desa Leuwimekar Kecamatan Leuwiliang, Kabupatan Bogor dengan harga limit Rp926.295.000,00.

“Nilai laku lelang Rp1.051.000.000,00 atau lebih tinggi daripada harga limit,” ucap Febri seperti dilansir Antara.

Febri menyatakan, hasil lelang barangĀ Luthfi Hasan Ishaaq tersebut akan masuk ke kas negara.

“Untuk tanah dan bangunan lain akan dilelang kembali atau dilakukan tindakan lain yang sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Febri.

Menurut Febri, eksekusi barang rampasan hingga proses lelang merupakan upaya KPK untuk memaksimalkan asset recovery.

2 dari 3 halaman

Jadi Pembelajaran

Febri berharap, hal itu menjadi pembelajaran bagi para penyelenggara negara dan pihak terkait agar tidak melakukan korupsi.

Apalagi, seluruh hasil korupsi itu akan dirampas untuk negara, atau uangnya kembali kepada masyarakat melalui mekanisme keuangan negara.

Oleh karena itu, kata Febri, inti dari lelang barang rampasan adalah untuk mengembalikan uang atau barang yang pernah dikorupsi para pejabat negara kembali pada pemilik sesungguhnya, dalam hal ini masyarakat.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Hidayat Pembunuh Sisca Icun: Si Bokek yang Janji Bayar Rp 2 Juta

Jakarta – Rekonstruksi kasus pembunuhan Sisca Icun Sulastri mengungkap fakta terbaru. Hidayat, tersangka pembunuhan menjanjikan Rp 2 juta ke Sisca untuk menemani kencan. Padahal, Hidayat tak membawa uang alias bokek.

Hidayat saat awal-awal ditangkap mengaku sempat cekcok karena uang yang dijanjikan Sisca. Namun, Polisi menyebut keterangan Hidayat belum sesuai dan masih perlu didalami.

“Pelaku ini masih keterangannya masih belum pas. Keterangan awal bahwa pelaku ini disuruh menemani korban dijanjikan imbalan uang tapi setelah pelaku ini naik bersama dengan korban, akhirnya terjadi cekcok. Cekcoknya ini sedang kita dalami apakah tentang korban tidak memberikan imbalan atau apa untuk menemani. Ini masih kita dalami ke pelaku,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (21/12).


Polisi pun menggelar rekonstruksi di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, hari ini, Sabtu (29/12/2018). Hidayat memperagakan 23 adegan.

Adegan percekcokan Sisca dan Hidayat diperagakan dalam rekonstruksi urutan ke-6 hingga ke-19. Berbeda dengan keterangan Hidayat sebelumnya, percekcokan ternyata dipicu saat Sisca menagih janji Hidayat yang akan memberinya uang Rp 2 juta.

“Mereka kan sudah janji ketika sebelum datang itu mereka sudah janjian bahwa ia (Hidayat) akan membayar Rp 2 juta,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di sela-sela rekonstruksi di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan.

Sisca kemudian menagih janji Hidayat sebelum melayaninya. Namun, Hidayat meminta Sisca melayaninya terlebih dahulu.

“Ketika mereka mau melakukan hubungan intim, tapi pihak atau korban menanyakan mana uang Rp 2 juta itu yang sudah dijanjikan. Tersangka (Hidayat) menyampaikan, nanti setelah memuaskan, dia baru akan memberikan uang itu,” ujar Indra.

Namun, kata Indra, Sisca tidak mempercayai ucapan Hidayat. Sisca tetap meminta uang yang dijanjikan itu.

“Tapi korban tidak yakin, tetap minta sampai jambak rambut, sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak enak, sehingga tersangka tersinggung. Sampai tersangka melakukan pembunuhan dengan pisau, termasuk ada kabel yang digunakan untuk menjerat. Itulah yang dilakukan sampai korban mati lemas,” ungkap Indra.

Rekonstruksi ini pun mengungkap fakta baru. “Setelah kami dalami, akhirnya kami temukan bahwa sebenarnya yang menjanjikan uang justru tersangka,” kata Indra.

Indra mengungkapkan fakta baru ini beda dengan pengakuan Hidayat sebelumnya. Polisi juga sudah mengantongi bukti-bukti yang menguatkan.

“Iya beda, kami ada bukti-bukti yang lain yang bisa jadikan patokan. Jadi kami bisa menyimpulkan bahwa tersangka yang menjanjikan kepada korban sebelum dia datang ke sini,” jawab Indra.

Menurut Indra, Hidayat tidak mempunyai uang untuk membayar Sisca. Hidayat juga diduga berniat mengambil barang-barang berharga milik Sisca.

“Memang tidak ada, tidak punya uang, ya. Memang dia sudah punya niat mengambil barang-barang si korban, sudah ada niat itu,” kata Indra.

Indra menambahkan Hidayat dan Sisca baru pertama kali bertemu dan berkomunikasi. “Baru pertama kali dia ketemu. Sebelumnya, dia komunikasi saja dengan aplikasi MiChat. Kemudian dia komunikasi dengan aplikasi WhatsApp. Baru saja, baru hari itu komunikasi. Iya sebelum kejadian sudah komunikasi dengan MiChat,” ungkap Indra.
(idh/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Janji Bayar Sisca Icun Rp 2 Juta, Hidayat Ternyata Tidak Berduit

Jakarta – Janji manis diutarakan Hidayat (22) saat mengajak Sisca Icun Sulastri berkencan di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan. Janji Hidayat membayar Sisca Icun Rp 2 juta ternyata isapan jempol belaka.

Hal itu tergambar saat adegan rekonstruksi yang diperagakan Hidayat, tersangka pembunuhan Sisca Icun Sulastri di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, pada Sabtu (29/12/2018).

Sisca dan Hidayat terlibat cekcok dalam adegan rekonstruksi keenam dan kesembilan belas. Hidayat diketahui menjanjikan akan membayar Sisca Rp 2 juta.
“Mereka kan sudah janji. Sebelum datang itu, sudah janjian bahwa ia (Hidayat) akan membayar sejumlah Rp 2 juta,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di sela-sela rekonstruksi di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, Sabtu (29/12/2018).
Sisca kemudian menagih janji Hidayat sebelum melayaninya. “Ketika mereka mau melakukan hubungan intim, pihak korban menanyakan mana uang Rp 2 juta itu yang sudah dijanjikan. Tersangka (Hidayat) menyampaikan nanti setelah memuaskan, dia baru akan memberikan uang itu,” ujar Indra.

Namun, kata Indra, Sisca tidak mempercayai ucapan Hidayat. Sisca tetap meminta uang yang dijanjikan itu. “Setelah kami dalami, akhirnya kami temukan bahwa sebenarnya yang menjanjikan uang justru tersangka,” kata Indra.

Janji tinggallah janji. Hidayat mengaku tidak memiliki uang sebesar itu untuk membayar Sisca. Hidayat juga diduga berniat mengambil barang-barang berharga milik Sisca.

“Memang tidak ada, tidak punya uang ya. Memang dia sudah punya niat mengambil barang barang si korban, sudah ada niat itu,” kata Indra.
(aan/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hidayat Tusuk Berulang Kali karena Sisca Icun Sulastri Terus Teriak

JakartaSisca Icun Sulastri berlumuran darah ditusuk Hidayat (22) di Apartemen Kebagusan City. Sisca sempat melawan Hidayat dan berteriak meminta tolong.

Adegan itu tergambar dalam rekonstruksi pembunuhan Sisca Icun Sulastri yang digelar Polres Jakarta Selatan di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, Sabtu (29/12/2018).

Dalam adegan rekonstruksi, Sisca diketahui sempat melakukan perlawanan terhadap Hidayat yang telah menusuk ulu hatinya.

“Iya, sempat sempat melawan. Nah, dia berteriak juga minta tolong. Karena masih ribut, akhirnya ditusuk, masih ribut lagi, ditusuk dua kali, masih juga ribut, ditusuk lagi di pergelangan tangan kiri-kan, di nadinya. Masih juga dilihat (korban) bergerak, akhirnya untuk meyakinkan, dia jerat. Itulah supaya tidak bergerak lagi,” ungkap Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di sela-sela rekonstruksi di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, Sabtu (29/12/2018).

Menurut Indra, Sisca kehabisan darah dan meninggal karena jeratan kabel. “Luka sebelumnya sebetulnya sudah membuat dia kehabisan darah. Cuma karena dilihat masih ada pergerakan dari korban, akhirnya untuk memastikan, pelaku menjerat leher dan di situ yakin tidak bergerak, baru ambil barang-barang korban,” kata Indra.
Indra mengatakan pisau yang digunakan Hidayat untuk menusuk Sisca telah ada di meja dapur di apartemen tersebut.

“Memang sudah ada di situ pisaunya. Tidak jauh dari tempat dia melakukan, ada di atas meja pantry. Dia lihat dia ambil seketika. Langsung nusuk korban di ulu hati dan di pinggang sebelah kanan dua kali,” ujar dia.

Indra menambahkan pisau itu hingga kini masih dicari. “Sudah diupayakan dicari karena dia lempar ke kali. Barang itu sampai sekarang kami usahakan mendapatkan barang itu,” kata Indra.
(aan/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fakta Beda! Hidayat Janji Bayar Sisca Icun Sulastri Rp 2 Juta

Jakarta – Fakta baru terungkap dari rekonstruksi pembunuhan Sisca Icun Sulastri di Apartemen Kebagusan City. Percekcokan dipicu saat Sisca menagih janji Hidayat yang akan memberinya uang Rp 2 juta.

Adegan percekcokan Sisca dan Hidayat diperagakan dalam rekonstruksi urutan 6 hingga 19.

Hidayat awalnya menjanjikan akan membayar Sisca Rp 2 juta. “Mereka kan sudah janji ketika sebelum datang itu mereka sudah janjian bahwa ia (Hidayat) akan membayar sejumlah Rp 2 juta,” kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar di sela-sela rekonstruksi di Apartemen Kabagusan City, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2018).
Sisca kemudian menagih janji Hidayat sebelum melayaninya. “Di mana ketika mereka mau melakukan hubungan intim tapi pihak atau korban menanyakan mana uang Rp 2 juta itu yg sudah dijanjikan. Tersangka (Hidayat) menyampaikan nanti setelah memuaskan, dia baru akan memberikan uang itu,” ujar Indra.
Namun, kata Indra, Sisca tidak mempercayai ucapan Hidayat. Sisca tetap meminta uang yang dijanjikan itu.

“Tapi korban tidak yakin, tetap minta sampai jambak rambut, sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak enak sehingga tersangka tersinggung. Sampai tersangka melakukan pembunuhan dengan pisau, termasuk ada kabel yang digunakan untuk memjerat. Itulah yang dilakukan sampai korban mati lemas,” ungkap Indra.

Rekonstruksi ini mengungkap fakta baru. “Setelah kami dalami akhirnya kami temukan bahwa sebenarnya yang menjanjikan uang justru tersangka,” kata Indra.

Beda pengakuan awalnya? “Iya beda, kami ada bukti-bukti yang lain yang bisa jadikan patokan. Jadi kami bisa menyimpulkan bahwa tersangka yang menjanjikan kepada korban sebelum dia datang ke sini,” jawab Indra.

Menurut Indra, Hidayat tidak mempunyai uang untuk membayar Sisca. Hidayat juga diduga berniat mengambil barang-barang berharga milik Sisca.

“Memang tidak ada, tidak punya uang ya. Memang dia sudah punya niat mengambil barang barang si korban, sudah ada niat itu,” kata Indra.

Indra menambahkan Hidayat dan Sisca baru pertama kali bertemu dan berkomunikasi. “Baru pertama kali dia ketemu. Sebelumnya dia komunikasi saja dengan aplikasi MiChat. Kemudian dia komunikasi dengan aplikasi WhatsApp. Baru saja, baru hari itu komunikasi, iya sebelum kejadian sudah komunikasi dengan MiChat,” ungkap Indra.

Hidayat pada awal-awal diperiksa mengaku Sisca menjanjikan uang Rp 2 juta untuk berkencan. Namun, polisi tidak percaya begitu saja.

“Ini masih kita dalami. Ini masih simpang siur, katanya yang menjanjikan korban, tapi katanya justru yang menjanjikan pelaku. Itu yang masih kita dalami yang benar yang mana karena (tersangka) ini belum sempat kita periksa,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Indra Jafar saat rilis kasus pembunuhan Sisca Icun Sulastri di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (20/12).
(aan/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Foto: Rekonstruksi Detik-detik Hidayat Bunuh Sisca Icun Sulastri

Sabtu 29 Desember 2018, 15:06 WIB

Matius Alfons – detikNews

Jakarta detikNews – Hidayat (22), tersangka kasus pembunuhan Sisca Icun Sulastri menjalani rekonstruksi di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan. Bagaimana rekonstruksinya?

Foto: Pantauan detikcom, Sabtu (29/12/2018), rekonstruksi digelar di Apartemen Kebagusan City lantai 19. Adegan dimulai saat Sisca yang diperankan seorang perempuan itu menjemput Hidayat di lantai bawah. Mereka kemudian naik ke lantai 19. (Matius Alfons/detikcom)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Rekonstruksi Hidayat Bunuh Sisca Icun Sulastri: Jambak Balas Tusuk

Jakarta – Adegan demi adegan rekonstruksi diperagakan Hidayat (22), tersangka kasus pembunuhan Sisca Icun Sulastri di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan. Rambut Hidayat dijambak Sisca, lalu dibalas dengan tusukan.

Pantauan detikcom, Sabtu (29/12/2018), rekonstruksi digelar di Apartemen Kebagusan City lantai 19. Ada 23 adegan yang diperagakan Hidayat menghabisi nyawa Sisca.

Adegan dimulai saat Sisca, yang diperankan seorang perempuan, menjemput Hidayat di lantai bawah. Mereka kemudian naik ke lantai 19.
Sisca berjalan beriringan dengan Hidayat menuju kamar apartemen. Sisca berjalan dan masuk kamar lebih dulu dan diikuti Hidayat.

“Ada beberapa adegan, mulai mereka datang, dijemput di bawah, lalu bersama sama naik ke atas, lalu masuk kamar,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar.

Adegan selanjutnya, Hidayat sambil tiduran melucuti pakaian Sisca satu per satu. Namun tiba-tiba Sisca dan Hidayat terlibat cekcok sambil duduk di kasur.

Sisca menjambak rambut Hidayat sambil mencaci maki. Jambakan Sisca dibalas oleh Hidayat. Hidayat mengambil pisau yang ada di atas meja, kemudian membalas jambakan itu dengan menusuk ulu hati Sisca.

“Sampai jambak rambut, sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak enak, sehingga pelaku tersinggung sampai pelaku melakukan pembunuhan dengan pisau,” jelas Indra.

Sisca berusaha melawan Hidayat. Sisca masih mencoba merangkak dan meronta menendang tembok. Saat inilah Hidayat bagai kesetanan kembali menusukkan pisau dua kali ke pinggang Sisca.

Tidak hanya itu, Hidayat lalu menusukkan ke nadi tangan kiri Sisca dan menjerat Sisca dengan kabel charger.

“Luka sebelumnya juga sebetulnya sudah membuat dia kehabisan darah. Cuma, karena dilihat masih ada pergerakan dari korban, akhirnya untuk memastikan, kemudian pelaku menjerat leher korban,” ucap Indra.

Setelah dilihat korban tidak bergerak, adegan dilanjutkan dengan Hidayat mengambil ponsel dan perhiasan Sisca. Adegan diakhiri dengan Hidayat mematikan lampu kamar dan mengunci Sisca di dalam kamar.
(aan/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>