Air di Bendungan Katulampa Bakal Sampai ke Pintu Air Manggarai 2 Jam ke Depan

Liputan6.com, Jakarta – Ketinggian air di Bendungan Katulampa Bogor, Jawa Barat naik pada Kamis (25/4/2019) malam. Ketinggian air mencapai 220 sentimeter atau berstatus siaga 1. Sementara hingga saat ini hujan masih terus mengguyur Puncak, Bogor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta melalui siaran persnya menyebut, antisipasi air akan sampai ke Pintu Air Manggarai pada 2 hingga 5 jam ke depan.

Wilayah yang akan di lalui sebagai berikut :

– Srengseng Sawah

– Rawajati

– Pengadegan

– Cikoko

– Pejaten Timur

– Kebon Baru

– Bukit Duri

– Balekambang

– Cililitan

– Cawang

– Bidara Cina

– Kampung Melayu

– Manggarai

Sementara, upaya yang sudah dilakukan BPBD DKI adalah menyebarkan informasi kepada lurah serta warga yang tinggal dibantara kali atas kenaikan tinggi muka air Bendung Katulampa 220 cm melalui media sosial seperti Twitter, Facebook, Whatsapp, dan Website.

Kemudian, pemberitahuan kepada camat dan lurah melalui group Whatsapp Kebencanaan Pusdatin BPBD DKI Jakarta.

Sementara, penyebaran informasi pada masyarakat yang berada di bantaran sungai ciliwung melalui SMS Blast.

Slamet Ma’arif Laporkan Temuan Dugaan Kecurangan Pemilu ke Ketua BPN

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Slamet Ma’arif ikut hadir dalam rapat tertutup yang dipimpin Ketua BPN Djoko Santoso. Dirinya melaporkan perkembangan dugaan kecurangan yang di Pemilu Serentak 2019.

“Rapat BPN tadi kami, ulama-ulama, ketemu dengan Ketua BPN untuk sharing aja dan perkembangan di lapangan, terutama masifnya kecurangan-kecurangan yang ada. Kami berikan masukan kepada Ketua BPN,” kata Slamet di kantor BPN, Jalan Kertanegara VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Menurut Ketua Persaudaraan Alumni 212 itu, saat ini terdapat lebih dari 100 laporan dugaan kecurangan yang dimiliki pihaknya. Hasil itu didapat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Udah di atas 100 dan terus berjalan laporan itu masuk. Kami koordinasikan dengan BPN,” ucapnya.

Dirinya melaporkan sejumlah temuan dugaan kecurangan pemilu kepada Djoko Santoso. Di antaranya daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah, kertas suara tercoblos, masalah penghitungan suara, serta kejanggalan di TPS seperti yang diunggah di media sosial.

“Yang jelas kami di bawah sudah instruksikan kepada relawan 212 untuk melaporkan segala bentuk kecurangan di lapangan kepada tim pelaporan kami, dan kami godok dan pelajari, lalu dilaporkan BPN ke Bawaslu,” jelas Slamet.

“Sementara itu ketika di daerah-daerah itu ada yang bisa dilaporkan ke Bawaslu daerah, kami instruksikan bisa laporkan ke Bawaslu daerah bentuk kecurangannya. Artinya, bentuk kecurangan yang terlihat masif dan terorganisir ini harus diselesaikan dengan hukum yang ada,” imbuhnya.

Slamet menambahkan, sistem IT tabulasi milik relawan 212 disatukan dengan Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Kopassandi). Hal tersebut bertujuan memperkuat laporan yang masuk.

“Kalau sistem IT kami satukan dengan Kopassandi, termasuk ketika penjaringan untuk saksi kami gabungkan dengan Kopassandi. Lalu bentuk internal ada, tapi nggak dipublikasikan. Untuk perkuat laporan secara resmi,” tandas Slamet Ma’arif.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Tak Lagi di Prancis, Sofyan Basir Sudah Kembali ke Indonesia

Jakarta – KPK mengatakan sudah mengidentifikasi keberadaan Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir. Tersangka kasus dugaan suap terkait proyek PLTU Riau-1 itu disebut sudah kembali dari Prancis dan telah berada di Indonesia.

“Hari ini informasi yang kami terima yang bersangkutan sudah kembali ke Indonesia,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Febri mengatakan Sofyan bakal dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka. Namun, dia menjelaskan detail kapan Sofyan dipanggil.

“Nanti tentu sesuai kebutuhan di penyidikan akan dipanggil, tapi persisnya jadwalnya kapan nanti kami informasikan,” ucapnya.
Sofyan sebelumnya diketahui berada di Prancis. Dia berada di sana untuk mencari pendanaan terkait proyek PLN.

Dia ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga membantu eks Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih mendapatkan suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. KPK menduga Sofyan dijanjikan jatah yang sama dengan Eni dan Idrus Marham yang lebih dulu diproses dalam kasus ini.

Sofyan diduga berperan aktif memerintahkan jajarannya agar kesepakatan dengan Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1 segera direalisasi. KPK menyebut ada berbagai pertemuan di hotel, restoran, kantor PLN, dan rumah Sofyan terkait pembahasan proyek ini.

Ada sejumlah perbuatan yang diduga dilakukan Sofyan. Antara lain menunjuk perusahaan Kotjo untuk mengerjakan proyek PLTU Riau-1 hingga menyuruh salah satu direktur di PT PLN untuk berhubungan dengan Eni Saragih dan Kotjo.
(haf/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Prabowo ke TKN Jokowi: C1 Milik Publik Bukan Rahasia

Jakarta – Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengungkapkan pihaknya mendapatkan informasi jika BPN Prabowo-Sandiaga tengah melobi Bawaslu untuk mendapatkan dokumen C1. Menanggapi Hasto, BPN Prabowo-Sandiaga menegaskan jika formulir C1 adalah milik publik dan bukan rahasia.

“Form C1, pertama, milik publik, bukan rahasia. Jadi, semua peserta pemilu selain menyiapkan saksi, dia bisa mengambil C1 dari Situng sebagai perbandingan. Kemudian juga dimiliki Panwas di seluruh TPS, kecamatan,” kata juru debat BPN Ahmad Riza Patria di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

“Jadi itu nggak ada yang salah. Saya kira ada baiknya malah KPU-Bawaslu memberikan kesempatan yang luas bagi parpol peserta pemilu untuk bisa mengakses,” imbuhnya.

Menurut Riza, fakta di lapangan menunjukkan jika rata-rata formulir C1 tertahan di kecamatan. Riza kembali menegaskan jika C1 bukanlah dokumen rahasia dan merupakan dokumen publik yang harus dimiliki peserta pemilu.

“Masyarakat harus bisa mengakses supaya semua masyarakat bisa melihat, bisa meneliti agar tidak terjadi kecurangan. Karena fakta membuktikan Pemilu 2019 masih terjadi kecurangan, masih ada manipulasi C1,” ungkapnya.

“Apakah dilakukan oknum petugas KPPS, kesalahan menulis, entry, atau dilakukan oknum caleg parpol atau timnya. Untuk itu saya berharap C1 harus dimiliki semua peserta pemilu. Apakah diperoleh melalui saksi, KPU, maupun Bawaslu,” lanjut Riza.

Politikus Gerindra ini menampik jika pihaknya melakukan lobi kepada Bawaslu. Riza menjelaskan Bawaslu memperbolehkan untuk melihat C1.

“Kami nggak melobi, kami bikin surat secar resmi kan nggak masalah. Kami berkirim surat yang intinya dapat mengakses, ternyata kan boleh, karena itu bukan rahasia negara,” ungkapnya.

Sementara itu, juru bicara BPN, Andre Rosiade, mengatakan C1 wajib dipasang di seluruh kelurahan dari tanggal 17-24 April 2019, dan jika tidak dipasang justru merupakan pelanggaran. Menurut Andre, jika pihaknya meminta kepada Bawaslu, itu boleh saja dilakukan.

“Jadi tanpa perlu melobi kami berhak meminta. Jadi Hasto nggak usah hoax, jadi tukang fitnah. Urus aja tabulasi Anda, nanti kita adu masing-masing tabulasi kita di real count nanti pas saatnya. Yang jelas kami lagi memenuhi 100 persen target C1 kami. Insyallah dalam waktu tak lama lagi segera terpenuhi,” tutur Andre.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan selama ini BPN terkesan menutup-nutupi proses dan lokasi penghitungan suara mereka. Dia lalu menyebut BPN tengah melobi Bawaslu untuk mendapatkan C1.

“Saya dapat informasi kalau BPN sedang lobi Bawaslu untuk dapatkan dokumen C1. BPN juga tidak kompak menyebutkan tempat di mana rekapitulasi dilakukan,” ucap Hasto kepada wartawan, Kamis (25/4).

“Karena itulah wajar, apabila publik menuduh bahwa klaim kemenangan yang dilakukan hanyalah tindakan provokasi tanpa bukti. Setop klaim menang sepihak tanpa hasil rekapitulasi,” tegas dia.
(azr/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hasil Suara Pemilu Baru 34% Masuk ke Situng, KPU: Belum Sesuai Target

Jakarta – Proses pengimputan suara hasil Pemilu 2019 ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) hingga saat ini baru mencapai 34 persen. KPU mengatakan capaian itu belum sesuai target KPU.

“Sebenarnya belum seusai target kita,” ujar Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Evi mengatakan, sebelumnya pihaknya menargetkan input data dalam situng dapat selesai dalam 5 hari. Namun, hal ini tidak dapat dilakukan karena proses input yang tidak mudah.

“Sebenarnya 5 hari kita maunya sudah selesai tapi kan ini ada persoalan bahwa menginput mengentri itu tidak semudah yang kita ucapkan,” kata Evi.

Menurutnya, pengimputan data ini sulit dilakukan karena banyaknya formulir yang perlu dimasukkan. Selain itu, dia menyebut pengimputan ini membutuhkan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan.

“Kerja teman-teman kan entri masukan semua itu kan formulir ya, itu kenapa teman-teman KPPS lama. Penghitungan suara nggak lama, tetapi menuangkan di dalam formulir itu yang memakan waktu cukup lama karena harus tulis tangan gitu,” kata Evi.

“Itu kan kemudian membutuhkan waktu yang lama dan ketelitian serta kosentrasi yang cukup sehingga supaya nggak terjadi kesalahan,” sambungnya.

Evi mengatakan, pihaknya optimis dapat menyelesaikan input C1 dalam Situng. Dia juga berharap oprator pada tingkat kabupaten/kota dapat mempersiapkan segala hal yang diperlukan.

“Kita masih bisa optimis bisa selesaikan semua dan berharap kerjasama operator kemudian KPU kabupaten/kota yang sudah mempersiapkan segalanya, bisa mengejar terus memasukan scan dan entri-entri data C1 terus menerus tanpa henti,” tuturnya.
(dwia/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KAI Minta Maaf atas Jawaban Petugas ke Mahasiswi Korban Pelecehan

Jakarta – Mahasiswi yang mengalami pelecehan seksual dalam perjalanan kereta api Jakarta-Surabaya mengaku mendapatkan jawaban yang tak pantas oleh petugas kereta. KAI melakukan pembinaan terhadap petugas tersebut dan menyampaikan permohonan maaf.

“Ironisnya, security kereta malah mengatakan ‘ah biasalah mbak, namanya juga cowo. Mending kita omongin baik-baik, dia pelanggan, saya harus jaga privasinya. Lagi pula, mbaknya terlihat seperti anak karokean, bukan anak baik-baik, jelas aja dia berani’,” kata perempuan itu dalam akun Twitter-nya, Selasa (23/4). Dia menirukan pernyataan petugas kereta api yang menerima aduannya.

VP Public Relations PT KAI Edy Kuswoyo tengah mengkroscek kepada petugas tersebut mengenai jawaban si petugas itu. Meski begitu, KAI tetap meminta maaf kepada mahasiswi tersebut.
“Perihal itu nanti kita lakukan pembinaan petugas terkait ya, kemudian kita evaluasi juga kejadian tersebut agar tidak terjadi lagi di kemudian hari, semoga ini kejadian terakhir lah ya,” kata Edy saat dihubungi detikcom, Kamis (25/4/2019)

Edy mengatakan PT KAI turun prihatin atas kejadian itu. PT KAI berharap kejadian serupa tak terulang lagi.

“PT KAI turut prihatin atas kejadian tersebut, kemudian PT KAI mohon maaf apabila ada petugas yang mungkin tidak berkenan, PT KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, yang mungkin jawaban dari petugas PT KAI yang tidak berkenan,” ujar Edy.

Edy Kuswoyo sebelumnya memberi penjelasan soal pengakuan pelecehan seksual itu itu. Edy menegaskan kasus itu sudah diselesaikan.

“Menanggapi tweet dari akun yang menyatakan dirinya telah dilecehkan oleh penumpang lainnya saat ada di dalam KA Sembrani no 48 dengan rute Gambir-Surabaya Pasar Turi keberangkatan Senin, 22 April 2019, KAI menegaskan bahwa kejadian tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak korban dan pelaku,” kata Edy.

Edy mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (23/4) sekitar pukul 02.00 WIB atau 30 menit setelah KA Sembrani melewati Stasiun Semarang Tawang. Penumpang tersebut melaporkan penumpang di sebelahnya yang telah melakukan pelecehan kepada dirinya saat sedang tertidur.

“Korban dan pelaku sudah kami pertemukan pada saat di kereta makan. Pelaku sudah meminta maaf dan keduanya sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan dan tidak akan memprosesnya lebih lanjut disaksikan oleh Kondektur dan Polsuska yang bertugas,” ujarnya.

Setelah diselesaikan, lanjut Edy, pelaku akhirnya turun di Stasiun Cepu sekitar pukul 03.34 WIB.
(idh/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Slamet Ma’arif Sampaikan Temuan Relawan PA 212 soal Dugaan Kecurangan ke BPN

Jakarta – Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang juga Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Slamet Ma’arif, hadir dalam pertemuan yang dipimpin Ketua BPN, Djoko Santoso. Slamet menyampaikan perkembangan terkait temuan dugaan kecurangan yang terjadi di lapangan.

“Iya, rapat BPN. Tadi kami ulama-ulama ketemu dengan Ketua BPN untuk sharing aja dan perkembangan di lapangan, terutama masifnya kecurangan-kecurangan yang ada. Kami berikan masukan kepada Ketua BPN,” ujar Slamet di kantor BPN, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Slamet melaporkan temuan dari relawan di berbagai daerah. Menurutnya, saat ini sudah ada lebih dari 100 laporan dugaan kecurangan yang masuk.
“Udah di atas 100 dan terus berjalan laporan itu masuk. Kami koordinasikan dengan BPN,” ucapnya.

Temuan dugaan kecurangan yang didapat relawan, menurut Slamet, misalnya DPT bermasalah, kertas suara tercoblos, masalah penghitungan suara, hingga kejanggalan di TPS seperti yang diunggah di media sosial. Slamet mengatakan, Djoko Santoso mendengarkan semua masukan itu.

“Yang jelas kami di bawah udah instruksikan pada relawan 212 untuk melaporkan segala bentuk kecurangan di lapangan kepada tim pelaporan kami, dan kami godok dan pelajari, lalu dilaporkan BPN ke Bawaslu,” jelas Slamet.

“Nah, sementara itu ketika di daerah-daerah itu ada yang bisa dilaporkan ke Bawaslu daerah, kami instruksikan bisa laporkan ke Bawaslu daerah bentuk kecurangannya. Artinya, bentuk kecurangan yang terlihat masif dan terorganisir ini harus diselesaikan dengan hukum yang ada,” imbuhnya.

Menurut Slamet, sistem IT untuk tabulasi milik relawan 212 disatukan dengan Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Kopassandi). Hal itu disebutnya untuk memperkuat laporan secara resmi.

“Kalau sistem IT kami satukan dengan Kopassandi, termasuk ketika penjaringan untuk saksi kami gabungkan dengan Kopassandi. Lalu bentuk internal ada, tapi nggak dipublikasikan. Untuk perkuat laporan secara resmi,” ungkap Slamet.

Bawaslu menyarankan pihak yang menemukan pelanggaran untuk segera melapor ke Bawaslu. Anggota Bawaslu Rahmat Bagja menegaskan Bawaslu siap menuntaskan masalah yang terjadi di Pemilu 2019.

Rahmat Bagja menegaskan penanganan terkait kecurangan pemilu merupakan kewenangan Bawaslu.

“Ya kalo ada pelanggaran silakan aja lapor Bawaslu,” ucapnya.
(azr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ini Isi Percakapan WA Ratna Sarumpaet ke Fadli Zon-Said Iqbal

Jakarta – Ahli forensik digital, Saji Purwanto menunjukan percakapan WhatsApps antara Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon dan Said Iqbal. Isi percakapan menunjukan Ratna mengirim foto wajah mirip lebam kepada Fadli Zon dan Saiq Iqbal.

Tangkapan layar (screenshot) obrolan pesan WA Ratna Sarumpaet kepada Fadli Zon dan Saiq Iqbal itu ditunjukan saat Saji diminta pendapatnya sebagai ahli di sidang lanjutan Ratna Sarumpaet, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Pasar Minggu (25/4/2019). Saji pun menujukan satu per satu obrolan Ratna dengan kedua tokoh itu.

“Isinya apa itu?” tanya hakim ketua.
“Dia mengirimkan gambar, kemudian selanjutanya dikasih keterangan,” ujar Saji.

Berikuti isi percakapan Whatsapps Ratna yang ditunjukan Saji Purwanto:

Obrolan dengan Fadli Zon

Ratna mengirim dua foto wajah mirip lebam ke Fadli Zon.

Foto itu diberi caption:
Off the record 21 September malam bandara Bandung. 08 harus tau kasus apa yg menghancam saya itu.

Ratna: mengancam..
Fadli zon: mbak foto siapa?
Ratna: Aku
Ratna Jam berapa kerumahku bos?
Fadli: Sy otw dr DPR

Obrolan dengan Said Iqbal

Ratna mengirim satu foto wajah mirip lebam ke Said Iqbal

Ratna: Segera ya Iqbal paling lambat tanggal 4.
Ratna: Sebelum kakak berangkat ke Chile.
Said iqbal: Oke Kak.
Said iqbal: Pak Prabowo masih keliling Jawa Tengah.

Saksikan juga Keinginan Ratna Sarumpaet Menghadirkan Fahri Hamzah:

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/dnu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hafiz / Gloria Melaju ke Perempat Final Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019

Sementara itu, Tommy Sugiarto gagal menembus pertahanan pemain China, Lu Guangzu. Di babak kedua, Tommy takluk dari Lu dengan skor 18-21, 19-21.

Ini merupakan kekalahan ketiga Tommy dari Lu. Pertemuan kedua pemain ini selalu berlangsung ketat. Pada ajang Singapura 2019, Tommy dihentikan Lu dengan skor 17-21, 18-21. Sedangkan sepekan sebelumnya di Malaysia Terbuka 2019, Tommy juga keok kontra Lu dengan skor 18-21, 21-13, 16-21.

“Lawan lebih siap, waktu poin-poin kritis, saya tidak bisa menyelesaikan game. Kalau dari segi permainan, semua hampir sama. Hanya di finishing, harus cari strategi untuk dapat poin di saat-saat akhir,” jelas Tommy soal pertandingannya, seperti dilansir situs PBSI. 

“Pasti ingin menang kalau ketemu lagi, kalah-menang itu biasa. Mau rekor pertemuannya berapa kosong semua pemain pernah mengalami. Tetapi masa menyerah? Kami tiap minggu tanding, tidak ada masalah,” kata Tommy.

“Penasaran pasti, harapan selalu ada, jangan patah semangat,” tambahnya.

Dengan hasil ini, tunggal putra tinggal menyisakan Shesar Hiren Rhustavito yang siang ini akan berhadapan dengan Nguyen Tien Minh dari Vietnam.

 Sumber Bola.com