BPN Ancam Tuntut Lembaga Survei, Persepi: Kok Kayak Statement Preman?

Jakarta – Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) menanggapi BPN Prabowo-Sandiaga yang akan menuntut lembaga survei yang menyajikan hasil survei berbeda dengan hasil Pilpres 2019. Persepi menilai orang yang menyampaikan ancaman itu sebagai pihak yang tak mengerti ilmu tentang riset.

“Inilah akibatnya kalau orang berkomentar nggak punya Ilmu yang memadai tentang riset,” kata anggota Dewan Etik Persepi, Hamdi Muluk, kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).

Hamdi menjelaskan survei yang dilakukan sebelum hari H pencoblosan hanya sebatas perkiraan. Prediksi itu dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah data yang bisa dipakai sebagai indikator dan variabel tertentu.

“Yang namanya survei pra-Pemilu itu pada hakekatnya baru sebatas perkiraan, prediksi dengan mengumpulkan sejumlah data yang bisa dipakai sebagai indikator yang bisa mempengaruhi orang untuk memilih: misal penilaian terhadap rekam jejak kandidat, kepuasan terhadap kinerja kandidat, atau kedekatan dengan partai, faktor demografi, sikap-sikap politik, dan prediktor-prediktor lain,” ujar Hamdi.

“Nah selain independen variabel di atas, diteliti juga dependen variabelnya, yaitu perilaku memilih (calon yang akan dicoblos).– yang ini yg disebut elektabilitas itu—-. Nah tapi elektabilitas juga masih diukur pada level: Persepsi, sikap, niatan atau intensi, — belum pada level perilaku nyata (coblosan yang sebenarnya). Dengan pertanyaan yang umum: kalau hari ini pemilu… siapa yang akan anda pilih. Artinya pendapat ini masih bisa berubah. Banyak faktor yang mungkin bisa mengubah pendapat orang ke beberapa bulan ke depan,” sambungnya.

Hamdi mengatakan prediksi itu dibuat untuk menggambarkan kondisi nyata pada saat pengumpulan data. Menurut dia, pendapat masyarakat bisa berubah menjelang hari pemilihan.

“Artinya bisa saja berubah. Tidak ada yang bisa menjamin, bahwa kalau hari ini 52% orang akan memilih si A, nanti pada hari H pencoblosan angkanya tetap sama . Artinya perkiraan atau prediksi persis sama dengan kenyataannya pada hari H pencobolosan,” ujarnya.

Survei sebelum pemilu, menurut Hamdi, itu berbeda dengan hasil hitung cepat atau quick qount. Hamdi justru merasa heran jika ada lembaga survei yang menyajikan data quick count yang salah dengan hasil dari KPU.

“Nah agak lain misalnya dengan apa yang disebut: quick count (hitung cepat pada hari H). Nah kalau QC kejadian mencoblosnya sudah merupakan kenyataan yang pasti: secara hakikat tidak boleh salah: nah perikiraan hasil coblosan memang tidak bisa sama dengan hasil hitung seluruh oleh KPU, makanya ada margin erorr maksimal 1%, tapi biasanya selisihnya kurang dari 1 %. Nah kalau ada lembaga yang salah quick count seperti 2014, itu kebangetan. Namun kalau survey pra-pemilu, apalagi masih 6 bulan sebelum pemilu memang masih bisa berubah-ubah. Apalagi kalau ada kejadian kejadian luar biasa yang berpotensi merubah opini publik seperti kasus Ahok, maka tidak ada jaminan hasil survei persis seperti nanti di hari H pencoblosan,” paparnya.

Hamdi pun mempertanyakan jika ada pihak yang akan menuntut lembaga survei jika hasilnya berbeda dengan pilpres 2019. Menurut dia, tak ada yang bisa menjamin pendapat masyarakat tidak berubah selama pengambilan data survei sampai pelaksanaan pencoblosan.

“Jadi ancaman; kalau nanti 17 April tidak beda 20% nanti akan dituntut. Ini statement apa? Siapa yang bisa jamin pendapat masyarakat tidak berubah?. Satu bulan ini masih bisa terjadi macam-macam hal yang bisa merubah arah opini publik. Siapa yang bisa jamin? Jadi statement-nya Andre ini berbahaya: tidak ada dasar ilmiahnya. Memang dia TUHAN yang bisa menjamin hasil suatu kejadian: persis seperti yang kita mau?. Yang namanya survei pra-pemilu sehebat apapun, levelnya tetap PERKIRAAN, PREDIKSI,” imbuhnya.

Menurut Hamdi, ancaman yang disampaikan BPN terhadap lembaga survei ini akan merusak iklim demokrasi di Indonesia. Dia meminta semua pihak yang ingin mengkritisi lembaga survei untuk membuka forum ilmiah.

“Statement ini kok kayak statement preman ya ? Ancam mengancam. Menurut saya ini bukan cara berdemokrasi yang baik, ataupun menumbuhkan Iklim ilmiah yang baik. Kalau mengkritisi hasil banyak lembaga survei, kita buka saja forum ilmiah, diskusi, seminar: kita bedah semua temuan-temuan survei itu secara ilmiah, bedah metodologinya, kuesioner, cara teknik olah data dan sebagainya, pokoknya aspek ilmiahnya lah,” bebernya.

Sebelumnya, jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, mengatakan pihaknya akan mencatat lembaga-lembaga survei yang memenangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dengan selisih di atas 20 persen dalam hasil surveinya. BPN akan menuntut lembaga survei tersebut jika hasilnya tidak sama dalam Pilpres 2019 nanti.

“Kita catat seluruh lembaga survei yang bilang Pak Jokowi menang di atas 20 persen. Kalau nanti nggak sama di atas 20 persen, kita tuntut mereka,” kata Andre Rosiade usai menghadiri rilis survei Indo Barometer di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3).

“Karena menurut prediksi kami, yang insyaallah Pak Prabowo menang, tapi siapa pun yang menang akan seperti 2014 lalu, sangat tipis dan sangat ketat. Itu yang terjadi. Wartawan juga sikapi kepada lembaga survei yang suka eror,” imbuhnya.

(knv/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

First Impression Warga DKI Jajal MRT: Keren, Kayak di Luar Negeri!

Jakarta – Uji coba MRT Jakarta dimulai hari ini dan warga bisa menjajal moda transportasi di ibukota ini. Beberapa warga DKI Jakarta merasa bagai di luar negeri ketika naik MRT.

Uji coba MRT Jakarta gratis ini diikuti oleh warga yang sebelumnya sudah lebih dahulu mendaftarkan diri. Warga bisa memilih waktu dan lokasi stasiun keberangkatan.

Pantauan detikcom di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019), warga yang sudah mendaftar menunjukkan barcode pendaftaran kemudian bisa masuk ke stasiun hingga naik kereta MRT. Tidak ada antrean maupun kepadatan di dalam stasiun. Pengguna kemudian mendapatkan stiker aneka warna sesuai waktu uji coba yang mereka ikuti.

First Impression Warga DKI Jajal MRT: Keren, Kayak di Luar Negeri!Foto: Warga DKI ikut uji coba MRT Jakarta (Jefrie Nandy/detikcom)

Beberapa fasilitas seperti gate masuk masih ditutup plastik berwarna biru. Eskalator menuju peron naik MRT telah berfungsi dan para pengguna tertib berdiri di sebelah kiri eskalator.

First Impression Warga DKI Jajal MRT: Keren, Kayak di Luar Negeri!Foto: Warga DKI ikut uji coba MRT Jakarta (Jefrie Nandy/detikcom)

Dua orang mahasiswa bernama Audi dan Rizki baru saja turun dari kereta MRT di Stasiun Bundaran HI. Mereka naik MRT dari Stasiun Lebak Bulus dan terkesan selama perjalanan.

“Keren banget sih ya, bersih, tepat waktu banget, nyaman juga. Kalau tadi sih first impression kita pas naik luas ya, kayaknya kursinya lebih kecil dari MRT di luar,” kata Rizki.

“Sebenarnya pengen nyoba dulu ya kan. Kayak gimana sih rasanya, sama kayak di luar negeri, di Singapura? Ternyata emang sama. Halus banget ya tarikannya, tepat waktu, sama deh kayak yang di Singapura,” ucap Audi menambahkan.

First Impression Warga DKI Jajal MRT: Keren, Kayak di Luar Negeri!Foto: Warga DKI ikut uji coba MRT Jakarta (Jefrie Nandy/detikcom)

Keduanya berharap kebersihan, kenyamanan, dan ketepatan waktu MRT Jakarta dapat terjaga hingga nanti ketika sudah beroperasi normal. Secara umum, Audi dan Rizki puas usai mendapat kesempatan menjajal moda transportasi ini.

“Memuaskan banget,” ucap Audi.

First Impression Warga DKI Jajal MRT: Keren, Kayak di Luar Negeri!Foto: Warga DKI ikut uji coba MRT Jakarta (Jefrie Nandy/detikcom)

Kesan senada juga datang dari pengguna MRT lain, Oktaliani dan Dhany yang naik MRT dari Stasiun Lebak Bulus. Keduanya menilai fasilitas di MRT mulai dari kursi hingga pegangan sudah pas.

“Kalau dari saya sendiri sih MRT sudah kayak yang di luar negeri gitu ya, nyaman,” ucap Oktalia.

“Saya sih excited banget proyek MRT di Jakarta ini. Senanglah ibaratnya jadi orang Jakarta yang mencoba mode transportasi baru ini,” tambah Dhany.

First Impression Warga DKI Jajal MRT: Keren, Kayak di Luar Negeri!Foto: Warga DKI ikut uji coba MRT Jakarta (Jefrie Nandy/detikcom)

Keren! 13 Stasiun MRT Punya Tema yang Berbeda, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]

(imk/hri)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandiaga soal Siti Aisyah: Kebetulan Kayak Pak Prabowo soal Wilfrida

Jembrana – Cawapres Sandiaga Uno mengapresiasi pemerintah yang berhasil melobi otoritas Malaysia hingga Siti Aisyah dibebaskan dari dakwaan pembunuhan Kim Jong-nam. Apa yang dilakukan pemerintah disebut Sandiaga sama dengan yang sudah dilakukan Prabowo Subianto ketika membantu TKI Wilfrida Soik.

“Saya nggak mau bawa ini ke politik. Kebetulan sama kayak Pak Prabowo bilang Wilfrida ya kebetulan aja. Ini tanggung jawab kita semua Pak Prabowo sudah melakukan, pemerintah sudah melakukan ini tanggung jawab bersama,” ujar Sandiaga di Jembrana, Bali, Selasa (12/3/2019).

Namun Sandiaga menegaskan rasa syukurnya atas pembebasan Siti Aisyah. Kasus Siti Aisyah, menurutnya, layak menjadi pengingat masih ada banyak tenaga migran yang keluar negeri untuk mengadu nasib.

“Pertama-tama kita bersyukur Siti Aisyah alhamdulilah bisa terbebaskan dicabut tuntutannya. Kedua ini reminder bahwa kita harus ciptakan lapangan kerja di Indonesia untuk Siti-siti yang lain,” sambungnya.

Sandiaga menyebut Siti Aisyah merupakan salah satu contoh warga yang berusaha mencari pekerjaan di negara tetangga. Dia berharap pilihan bekerja di luar negeri menjadi pilihan bukan karena tidak adanya lapangan kerja di negeri sendiri.

“Kalau berhasil menciptakan lapangan kerja tidak perlu jauh-jauh bekerja di negeri orang. Bekerja di negeri orang itu mulia, bukan keluar negeri karena terpaksa tidak ada lapangan kerja di Indonesia tapi pilihan mereka,” tuturnya.

Sandiaga juga menyinggung masih banyak pekerja migran Indonesia yang butuh perlindungan. Kasus Siti Aisyah dia harapkan bisa menjadi pemantik untuk membuka lapangan kerja bagi warga lokal.

“Banyak sekali buruh migran pekerja domestik ya ada di Malaysia, luar negeri lainnya yang butuh perlindungan kita. Kita apresiasi pemerintah, jangan saling menyalahkan menggunakan kesempatan ini mengingatkan kita semua, kita harus all out menciptakan lapangan kerja di dalam negeri, karena kalau Siti Aisyah ada lapangan kerja misalnya pasti milih di Indonesia, deket sama keluarganya daripada keluar dan tersangkut masalah hukum,” paparnya.
(ams/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Amin Soal Cawapres: Kayak Sopir Ngejar Setoran, Muter ke Mana-mana

JakartaMa’ruf Amin berbicara soal perasaannya setelah menjadi calon wakil presiden. Dia merasa seperti sopir taksi yang tengah mengejar setoran karena harus keliling Indonesia.

Hal itu disampaikan Ma’ruf Amin saat menerima komunitas artis di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2019). Aco, salah satu yang hadir dalam pertemuan itu, meminta Ma’ruf menjaga NKRI. Ma’ruf sebelumnya berbicara soal HAM.

“Sehubungan HAM dan sebagainya, tolong jaga NKRI ya, Bah (Abah), karena kan sekarang melawan HTI. Insyaallah jadi wapres. Masalah HTI dan NKRI tolong bantu juga. Jaga bener bahwa keberagaman kita sangat hebat sekali dan diakui dunia. Kalau kita kalah nggak semestinya begitu,” sebut Aco. Aco mengaku berasal dari alumni Trisakti.

“Kedua, kami dulu ada yang jadi martir di Trisakti. 4 orang meninggal saat reformasi. Kami masyarakat Indonesia menikmati reformasi. Semoga temen-temen kita ini, dulu kita anggap pahlawan reformasi, mudah-mudahan bisa jadi pahlawan nasional. Itu titipan temen-temen Trisakti. Mengingatkan kembali Abah, mudah-mudahan bisa menjadi pahlawan nasional,” ucap Aco menambahkan.

Menanggapi Aco, Ma’ruf berbicara alasannya menjadi cawapres. Dia komit ingin menjaga keutuhan NKRI. Dia lalu menyampaikan perasaannya usai menjadi cawapres.

“Justru kenapa saya mau jadi calon wakil presiden ini karena saya ingin menjaga keutuhan NKRI. Saya lebih nyaman jadi Ketua MUI dan Rais Aam PBNU, tenang. Sekarang ini saya kayak sopir taksi ngejar setoran. Muter aja ke mana-mana seluruh Indonesia. Tapi karena ada tanggung jawab bahwa negara ini harus diselamatkan dari upaya-upaya yang ingin merusak,” sebut Ma’ruf.

Ma’ruf mengaku sering mengatakan negara sudah dibangun berdasarkan kesepakatan. Mencari kesepakatan itu, katanya, tidak mudah karena Indonesia majemuk namun Pancasila merupakan suatu kesepakatan.

“Dari pandangan agama itu, negara ini negara kesepakatan. Ada kesepakatan untuk hidup berdampingan secara damai. Tidak boleh ada yang jadi korban. Kalau ada nonmuslim meninggal karena kamu, kamu harus membayar denda membayar dhiyat. Itu Quran,” sebut Ma’ruf.

Dia juga berbicara alasan penolakan HTI. Menurutnya, HTI tertolak masuk Indonesia karena membawa sistem yang tidak sesuai kesepakatan.

“Dia bawa khilafah. Khilafah itu menyalahi kesepakatan. Maka otomatis tertolak. Bahasa agamanya menyalahi kesepakatan,” ucap Ma’ruf.
(gbr/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sinopsis Sinetron SCTV Cinta Buta Episode Jumat 1 Maret 2019: Aulia Makin Dekat dengan Reyhan

Liputan6.com, Jakarta Cinta Buta makin bikin baper. Dokter kasih tahu Rama cuma menderita luka luar. mungkin pingsan karena benturan saja. Fathin terharu banget dan peluk. Fathin berterima kasih pada rama.. rama lega karena fathin nggak papa. Fathin makin baper.

Saat itu Angga yang baru selesai parkir mobil. Angga mikir jangan-jangan fathin mau bilang ke rama untuk cek apakah dia anak rama? Ini bisa gawat.., rama bisa benar benar curiga fathin anaknya… 

Sementara di episode Cinta Buta yang sama. Reyhan berterima kasih sekali pada Aulia yang mau datang dan mengakrabkan diri dengan orangtuanya.. Aulia senyum dan genggam tangan Reyhan dan bilang, kan dia mau buktiin ke Reyhan dia serius mau menjalin hubungan dengannya.

Aslan pulang dengan galau. Diia kaget lihat Melly ada di rumahnya. Didi ternyata yang mengundang. Didi perlakukan Melly kayak calon mantu. Aslan bawa banyak barang kebutuhan buat rumah.

Dan, apa yang terjadi di Cinta Buta selanjutnya…



2 dari 2 halaman

Jangan Ganggu

Melly bicara sama didi.  minta didi jangan larang aslan… ini kan impiannya aslan.. aslan selama ini susah dapet project. Sampe harus jadi taksi online… sekarang kesempatan itu datang… masa dilarang??

Di jalan angga berusaha ajak fathin bicara. Tapi fathin sibuk dengan pikirannya soal rama dan gimana harapannya sebagai anak rama makin besar… angga terus ajak bicara. Fathin malah jadi kurang ajar dan suruh angga jangan ganggu dia lagi mikir.

Ratna Sarumpaet Merasa Kasusnya Politis, BPN: Jangan Fitnah Kami

Jakarta – Ratna Sarumpaet menilai kasus hoax yang menimpanya bernuansa politis. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah terlibat dalam kasus Ratna.

“Saya nggak mau membuat penilaian prematur ini politis atau tidak, lebih baik kita sama-sama ikuti proses persidangan. Yang paling penting jangan kasus Bu Ratna ini dijadikan bahan untuk mem-framing dan memfitnah kami selaku BPN. Mengacu pada surat dakwaan, sangat jelas ini nggak ada urusan dengan BPN,” kata anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).

Dia enggan mengomentari lebih jauh soal pernyataan Ratna. Habiburokhman mengatakan Ratna punya hak untuk membela diri. Menurut dia, hal itu tertuang dalam KUHAP.
“Sebagai terdakwa beliau punya hak untuk membela diri, hal mana secara tegas diatur dalam KUHAP. Secara teknis beliau bisa menyampaikan pembelaan dengan menghadirkan saksi, bukti yang relevan selama dalam proses persidangan,” tutur Habiburokhman.

Ratna Sarumpaet Merasa Kasusnya Politis, BPN: Jangan Fitnah KamiFoto: Habiburokhman (Dok Pribadi)

Hal senada dilontarkan juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. Andre hanya mendoakan Ratna selalu sehat untuk mengikuti persidangan.

“Kami tidak mau mengomentari kasus Mbak Ratna. Sepenuhnya kami serahkan ke proses persidangan di pengadilan. Kita tunggu saja gimana, kita doakan sidangnya lancar, Mbak Ratna juga sehat untuk mengikuti persidangan,” kata Andre.

Ratna Sarumpaet Merasa Kasusnya Politis, BPN: Jangan Fitnah KamiFoto: Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade (Zhacky-detik)

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet menyebut kasus yang menjeratnya sarat nuansa politis. Menurutnya, polisi tidak perlu menangkap dirinya karena berbohong soal luka lebam di wajahnya.

Ratna menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (28/2). Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Ratna Sarumpaet membuat keonaran dengan menyebarkan hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut akibat penganiayaan.

“Aku cuma secara umum minta, karena aku merasa ini semua politisasi, penangkapan saya politisasi. Aku anggap nggak harus ditangkap juga toh bisa lihat tiketnya juga kok yang kayak gitu-gitu,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Jaksa menguraikan rangkaian kebohongan yang dilakukan Ratna lewat pesan WhatsApp, termasuk menyebarkan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak. Puncak dari kebohongan Ratna, Prabowo Subianto disebut jaksa menggelar jumpa pers pada 2 Oktober 2018.

“(Terdakwa) menceritakan mengenai penganiayaan dan mengirimkan foto dalam keadaan bengkak merupakan rangkaian kebohongan terdakwa untuk mendapat perhatian dari masyarakat, termasuk tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,” ujar jaksa penuntut umum membacakan surat dakwaan di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Kamis (28/2).
(tsa/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ratna Sarumpaet Merasa Kasusnya Politis, Polri: Prosesnya Berdasar Fakta Hukum

Jakarta – Polri menjawab tudingan Ratna Sarumpaet yang merasa kasus yang menimpa dirinya bernuansa politis. Polri menyebut kasus hoax penganiayaan Ratna diproses berdasarkan fakta hukum.

“Proses penyelidikan dan penyidikan itu berdasarkan fakta hukum. Hasil penyelidikan yang kami berkaskan juga melalui proses penelitian oleh jaksa. Jaksa meneliti ini lengkap tidak, sudah kuat diuji di pengadilan atau tidak. Jadi melewati proses itu,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (28/2/2019).

Apalagi, kata Dedi, proses peradilan terhadap Ratna dilakukan terbuka. Menurutnya tak ada hal yang ditutup-tutupi.
“Proses hukum yang telah lakukan juga kan diuji pada pengadilan terbuka. Semua orang, masyarakat, publik dapat melihat,” ujar Dedi.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet menyebut kasus yang menjeratnya sarat nuansa politis. Menurutnya, polisi tidak perlu menangkap dirinya karena berbohong soal luka lebam di wajahnya.

“Aku cuma secara umum minta, karena aku merasa ini semua politisasi, penangkapan saya politisasi. Aku anggap nggak harus ditangkap juga toh bisa lihat tiketnya juga kok yang kayak gitu-gitu,” kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Ratna menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (28/2). Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Ratna Sarumpaet membuat keonaran dengan menyebarkan hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang disebut akibat penganiayaan.
(tsa/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

La Nyalla Sebut Perilaku Prabowo di Sumenep Membuatnya Tak Layak Dipilih

Malang – Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti memandang perilaku Prabowo Subianto membuatnya tak layak untuk dipilih pada Pilpres 2019 mendatang. Terlebih Prabowo menampakkan wujud aslinya saat bertemu alumni di salah satu Ponpes di Sumenep, Madura.

“Memang begitulah Pak Prabowo kalau marah-marah, gak usah kaget biasa saja. Dan tidak perlu dipilih kalau gitu,” kata La Nyalla usai bertatap muka dengan buruh rokok di PR Gandum Jalan Raya Bandulan, Sukun, Kota Malang, Kamis (28/2/2019).

Menurut La Nyalla, bukan saja di Madura, figur calon pemimpin yang terus menampakkan kemarahan tentunya tak mendapat simpati dari masyarakat.

“Tidak usah di Madura, di Malang saja kalau ada orang marah-marah masa mau dipilih sih,” ujar eks politikus Gerindra ini.

La Nyalla melihat perilaku Prabowo di Madura cukup mencederai para ulama dan juga santri. Tetapi, lanjut La Nyalla, Prabowo memang memiliki watak yang terkadang melukai orang lain.

“Tergantung orang yang melihat bisa dianggap mencederai, bisa dianggap memang wataknya seperti itu, ya dimaklumi saja. Kita cari pemimpin yang kayak Pak Jokowi, humble sama rakyat, dekat betul tidak ada batas. Kalau kiai aja dimarahi bagaimana dengan kita-kita,” ucap La Nyalla.

Sebelumnya, video capres Prabowo Subianto diduga marah-marah di hadapan ulama dan tokoh masyarakat di Sumenep beredar di media sosial. Berdasarkan potongan video yang beredar, Prabowo, yang tengah berbicara di mimbar, bertanya kepada seseorang yang diduga tengah berbicara sendiri.

Awalnya Prabowo bicara soal duit WNI di luar negeri yang mencapai Rp 11 ribu triliun lebih. Prabowo menghentikan pidatonya. Sembari menunjuk, Prabowo bertanya apakah pihak tersebut ingin menggantikannya bicara di atas mimbar.

“Kenapa kok? Ada apa you bicara sendiri di situ? Apa you aja yang mau bicara di sini?” lanjut Prabowo.

BPN Prabowo-Sandiaga pun telah memberi penjelasan. BPN menegaskan sang capres tidak marah kepada ulama ataupun tokoh masyarakat yang ada.

“Dalam video itu, sikap Prabowo menegur audiens, bukan ulama, hanya menegur sayang, tidak menegur dengan kemarahan,” ujar jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Viva Yoga Mauladi.

Tuan rumah acara, KH Moh Yazid menceritakan apa yang terjadi dalam video tersebut.

Kiai Yazid yang berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad, Ambunten Timur, Pamekasan, Madura mengatakan saat itu posisinya sedang berdiri tepat di depan panggung. Sementara area di sekitar panggung diisi oleh para relawan Prabowo.

“Saya kebetulan posisi saya persis berdiri, ketika beliau asyik sedang berpidato, sebetulnya bukan orang lain ya, itu relawan. Karena memang kita sterilkan di depan tangga masuk ke tempat (panggung) itu relawan semuanya,” kata Kiai Yazid.

Sementara saat berpidato, ada salah satu relawan yang posisinya tak jauh dari Prabowo sedang berbicara. Suaranya pun cukup keras sehingga langsung terdengar oleh Prabowo yang sedang berada di atas panggung.

“Nah kebetulan ada satu relawan yang sedang mengobrol kenceng kedengeran sama Pak Prabowo,” lanjut Kiai Yazid.

Kiai Yazid memastikan apa yang menjadi dugaan masyarakat jika Prabowo marah-marah itu salah besar. Pasalnya, dia tahu sendiri jika Prabowo hanya menegur dengan intonasi suara yang halus, tidak membentak.

Selain itu, ekspresi Prabowo saat menegur juga terlihat senyum-senyum. Kiai Yazid mengatakan tak melihat mimik marah-marah pada wajah Prabowo.

“Saya kira kurang pantas disebut marah, karena tidak ada marah-marah. Kalau marah-marah kan kita tahu intonasinya seperti apa ya, itu endak kok, ndak ada. Dan itu kan agak dari jauh ya video yang beredar. Kebetulan saya dekat beliau dan enggak kok beliau senyum-senyum,” jelasnya.
(fat/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Wisata Alam di Hong Kong yang Memesona

Liputan6.com, Jakarta Hong Kong tidak hanya menawarkan destinasi berkelas internasional, seperti Disneyland dan Ocean Park. Hong Kong pun bukan cuma berisi bangunan pencakar langit yang megah dan mewah.

Dengan tiket pesawat yang makin terjangkau, di Hong Kong kamu pun dapat menemukan ‘surga’ dunia. Terdapat beberapa wisata alam dengan pemandangannya yang menakjubkan di Hong Kong. Jika kamu sudah jemu untuk berwisata di dalam kota, saatnya untuk beranjak menikmati alam Hong Kong. Berikut ini 5 tempat wisata populer di Hong Kong yang bisa kamu jelajahi!

1. Pantai Repulse Bay

Pasir lembutnya yang berwarna putih dan bentuknya yang unik menyerupai bulan sabit, menjadikan pantai ini menjadi salah satu tempat wisata yang diminati warga lokal Hong Kong maupun turis mancanegara.

Banyak hal yang bisa dilakukan di pantai ini, seperti berjemur, bermain pasir, snorkeling, hingga menikmati matahari terbenam. Hal yang unik di pantai Repulse Bay adalah adanya Kuil Kwun Yam dengan jembatan panjang umurnya! Selain itu ada juga patung besar Kwun Yam dan Tian Hau.

Nah, saat berada di pantai ini, jangan lewatkan untuk berburu foto mercusuar yang tidak terlalu jauh dari pantai, kuil, dan juga panorama pantai dengan segala aktivitasnya, ya. Pantai Repulse Bay terletak di bagian selatan Hong Kong. Di sekitarnya terdapat hotel, restoran, dan juga area tempat tinggal kelas atas di Hong Kong.

2. Pantai Stanley

Jaraknya Pantai Stanley cukup dekat dengan Pantai Repulse Bay. Kawasan sekitar Pantai Stanley pun juga merupakan pemukiman kelas atas masyarakat Hong Kong, termasuk ekspatriat, dan juga artis-artisnya. Di pantai ini kamu bisa bertemu dengan banyak turis asing. Ya, pantai ini memang populer di kalangan wisawatan luar untuk bersantai atau bermain kayak dan berselancar. Tak hanya itu, banyak juga, lho, yang melakukan sesi prewedding di pantai ini.

Tepat di salah satu sisi pinggir pantai juga berdiri Kuil Tin Hau yang merupakan kuil tertua di kawasan tersebut. Di dekat pantai juga terdapat Stanley Market. Tempat belanja ini juga terkenal di kalangan wisatawan sebagai tempat belanja cinderamata dan oleh-oleh yang lumayan murah dengan kualitas bagus. Jika lapa, ada banyak kafe di pinggir pantai, kok.

Jika kamu penggemar wisata museum, kamu pun bisa melihat ke dalam Hong Kong Maritime Museum yang masih berada di dalam kawasan pantai ini. Nah, banyak banget, kan, aktivitas yang bisa dilakukan di sini.

3. Dragon’s Back

Jika tidak ingin bermain di pantai, kamu bisa menjajal sesuatu yang lebih ekstrem di Hong Kong! Coba, deh, menyusuri Dragon’s Back! Ini merupakan jalur pendakian di Shek O yang berada di bagian selatan Hong Kong. Jalur pendakian ini sangat panjang dan berliku, layaknya punggung naga! Memang cukup melelahkan tapi dari atas puncak Shek O, kamu bisa mendapati pemandangan yang luar biasa cantik.

Dalam perjalanan menuju puncak, Pantai Stanley dengan Laut China Selatan akan terlihat dengan jelas. begitu pula degan pulau-pulau kecil yang ada di Hong Kong. Bagus banget! Jalur trekking yang dibuat sangat nyaman dengan arah yang jelas. Kamu pun bisa bertemu dengan sesama pendaki dari berbagai negara di tempat ini. Seru, kan!

4. Lion Rock

Selain Dragon’s Rock, masih ada beberapa jalur pendakian di Hong Kong yang bisa dicoba bagi kamu pecinta aktivitas ekstrem. Nah, jalur pendakian yang lebih menantang ada di antara daerah Kowloon Tong dan Tai Wai, yaitu Lion Rock. Mengapa dinamakan Lion Rock?

Puncak perbukitan setinggi hampir 500 meter tersebut berupa batuan granit yang bentuknya mirip singa yang sedang duduk. Untuk mencapainya sebenarnya tidaklah terlalu sulit, ada beberapa tempat istirahat dan tanda arah yang membantu. Jalur pendakian ini totalnya sepanjang 3 km.

Jadi, persiapkan diri dulu, ya, sebelum mendaki. Jangan lupa untuk membawa minum. Saat tiba di atas, kamu bisa melihat pemandangan Hong Kong yang indah, perpaduan antara alam dan gedung-gedung tinggi.

5. Hong Kong UNESCO Global Geopark

Ternyata Hong Kong pun punya geopark, lho. Bahkan geopark ini sudah tercatat dan diakui UNESCO. Hong Kong UNESCO Global Geopark terletak di New Territories. Di sini kamu bisa melihat berbagai lanskap batuan tua. Geopark ini sendiri sudah terbentuk sejak jutaan tahun silam dari hasil erupsi vulkanik.

Jika kamu ingin mengetahui informasi lebih lengkap tentang geopark di Hong Kong, datanglah ke Volcano Discovery Centre. Di tempat ini juga tersimpan koleksi batuan dari daerah setempat maupun dari seluruh dunia!

Seru, kan, wisata alam di Hong Kong! Siapa sangka di kota dengan bangunan modern tersebut juga terselip keindahan alam yang menakjubkan. Yuk, jelajahi Hong Kong!



(Adv)

Menhan: Pilpres Kok Pakai Perang-perangan?

JakartaMenteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyindir pihak yang menganggap Pilpres 2019 bak perang. Dukungan terhadap calon presiden (capres) jangan membuat permusuhan.

“Saya tidak setuju yang kemarin itu, ada mendukung nomor satu, nomor dua kayak mau perang saudara. Itu nggak benar,” kata Ryamizard di Golden Boutique Hotel, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

Menhan menyebut, siapapun yang memenangi Pilpres 2019, merupakan hasil pilihan rakyat. “Yang penting siapapun jadi presiden kan sama juga dipilih rakyatnya juga dua-duanya. Kok pakai perang-perangan segala,” imbuh dia.

Dia berharap masyarakat tak terpecah belah jelang pencoblosan pemilu pada 17 April. Persaudaraan kata Ryamizard harus tetap dijaga.

“Nggak boleh masalah politik, masalah hukum memutus silaturahim. Jadi jangan sampai dengan pemilu ini kita memutus silaturahmi, tidak boleh,” tegas Ryamizard.
(fdn/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>