Polemik Puisi Neno Warisman Belum Berakhir, Ma’ruf Bicara Dianggap Kafir

Jakarta – Puisi Neno Warisman di Munajat 212 di Monas beberapa hari lalu menuai kontroversi. Sejumlah pihak mulai politikus, PBNU, hingga cawapres Ma’ruf Amin mengkritik puisi berjudul ‘Puisi Munajat 212’.

Berawal dari beredarnya potongan video saat Neno Warisman membacakan puisi itu. Berikut ini isi potongan puisi dari video yang beredar:

jangan, jangan Engkau tinggalkan kami
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu

Cawapres Ma’ruf Amin menyayangkan doa Neno Warisman yang dibacakan saat Munajat 212. Ma’ruf heran karena kalimat dalam puisi itu seolah-olah menyamakan pilpres dengan Perang Badar.

“Pertama, kok pilpres kok jadi kayak Perang Badar? Perang Badar itu kan perang habis-habisan. Hidup-mati. Kita kan hanya memilih pemimpin,” kata Ma’ruf di Mal Palm Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (23/2/2019).

Ma’ruf menilai doa Neno itu tidak tepat. Cawapres nomor urut 01 merasa dianggap sebagai orang kafir.

“Kedua, menempatkan posisi yang lain sebagai orang kafir. Masa Pak Jokowi dengan saya dianggap orang kafir. Itu sudah tidak tepat. Menyayangkanlah. Kita kan pilpres, bukan Perang Badar,” ujarnya.

Tak hanya Ma’ruf yang mengkritik puisi Neno Warisman. Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai apa yang diucapkan Neno Warisman tidak pantas disebut sebagai doa, melainkan cuma orasi politik yang bersifat pragmatis berkedok agama.

“Pilihan diksi dalam ucapannya tampak sekali dibuat untuk menggiring opini publik. Seolah-olah hanya merekalah kelompok yang menyembah Allah. Sedangkan kelompok lain yang berseberangan bukan penyembah Allah. Pertanyaan saya, dari mana Neno bisa mengambil kesimpulan itu? Apa ukurannya sampai ia bisa mengatakan jika pihaknya kalah maka tak akan ada lagi yang menyembah Allah?” kata Karding dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/2).

Namun, di balik kritik tersebut, ada pihak yang membela Neno Warisman. Adalah Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang menjadi ‘benteng’ atas kritik sejumlah pihak itu.

Menurut Fahri, doa ‘dibalut’ puisi itu tidak menyebutkan siapa pihak yang diharapkan untuk menang. Fahri juga mengaku tidak tahu siapa yang dimaksud pihak yang didoakan menang di puisi Neno Warisman itu karena doa bersifat rahasia.

“Setahu saya, dia nggak sebut nama Prabowo. Kan nggak bisa diperjelas. Namanya doa, itu private pada dasarnya,” kata Fahri.

Ia menyebut doa sebagai senjata dan rintihan hati. Sementara itu, peserta Munajat 212 mengamini apa yang didoakan Neno Warisman.

“Doa itu senjata. Doa itu rintihan hati. Yang setuju mengaminkan. Jadi seperti sebuah suasana hati yang membacanya,” ujar Fahri.

detikcom telah menghubungi Neno Warisman lewat telepon tapi belum mendapat jawaban. Pesan singkat kepada Neno juga tidak dibalas.
(zak/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PDIP Sebut Amien Rais Praktik KKN, PAN: Anak ‘Sana’ Lebih dari Nyaleg

Jakarta – PDIP menyebut politikus senior PAN Amien Rais melakukan praktik KKN dengan membukakan jalan bagi anak-anaknya maju sebagai caleg DPR RI. PAN menyindir balik PDIP.

“Serangan semacam ini kami anggap semua yang kami suarakan semakin di dengar publik. Ini risiko berada di jalur yang konsisten. Saya kalau mau nyebut nama, di ‘kelompok sana’ anaknya siapa yang ini dan itu banyak juga, lebih dari nyaleg. Tetapi kan bukan itu substansinya,” kata Wasekjen PAN Faldo Maldini kepada wartawan, Sabtu (23/2/2019).

Faldo kemudian menjelaskan perkara lahan Amien di Yogyakarta yang sebelumnya dipersoalkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto menyebut Amien mati kutu karena ketahuan menguasai lahan, padahal sering berteriak ‘tanah dikuasai segelintir elite’.
Ia menjelaskan lahan milik Amien didapatkan secara legal. Menurut Faldo, Amien justru mengetahui betul soal mafia tanah di dalam negeri.

“Lahan itu didapatkan secara legal. Bukan berarti kritiknya tidak relevan soal penguasaan lahan oleh elite. Justru, Pak Prabowo dan Pak Amien kritik karena paham betul permainannya, mereka pernah ada di situ melihat realitanya. Mafianya banyak sekali. Kalau Pak Prabowo tidak pernah saingan sama pemain-pemain asing buat dapat lahan itu, mungkin beliau tidak paham permainan-permainannya. Ini kan antikritik namanya, segala cara dilakukan untuk menutupi apa yang terjadi,” jelas Faldo.

Faldo berharap perdebatan terkait isu pilpres diisi konten substantif. Dia mencontohkan soal pemberian izin lahan bagi warga demi mencapai kemakmuran. Menurut Faldo, saat ini pemerintah terkesan membungkam kritik dan kebenaran yang disampaikan oposisi.

“Soal lahan harus lah dipikirkan bagaimana pemberian izinnya yang memberikan kemakmuran lebih kepada warga. Mana yang lebih menguntungkan warga dalam jangka panjang, negara memberikan kepemilikan kepada warga, apalagi presiden suruh itu diagunkan ke bank, dibandingkan kasih hak pakai tanah negara, lalu digenjot produksinya, kayak di Vietnam, atau ke pengusaha nasional dengan prasyarat tertentu yang bisa serap ribuan tenaga kerja. Harusnya, ini yang jadi isunya, bukan berarti Pak Prabowo punya lahan, lalu apa yang dikatakan petahana semuanya jadi benar,” tuturnya.

“Keadilan sosial itu bukan hanya aspek distribusi sumber daya negara, namun juga kepastian hukum terhadapnya. PAN commit menjalankan itu. Kita tunggu saja isu recehan lainnya buat membungkam kritik dan kebenaran yang disampaikan,” imbuh Faldo.

Amien Rais sebelumnya menganggap pernyataan Hasto soal tanahnya di Yogyakarta ibarat nyanyian nyamuk. PDIP pun membela Hasto.

Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari, menjelaskan Hasto menyindir sikap Amien Rais yang munafik. Tak hanya perkara lahan yang disebutkan Hasto, Eva menyebut Amien melakukan praktik KKN karena anak-anaknya maju sebagai caleg.

“Pak Hasto menyindir sikap munafik para orang kaya, termasuk sikap munafik Pak Amien Rais yang anti-KKN tetapi justru praktik KKN. Karena semua anaknya semua nyaleg di DPR. Ironis dan paradoks,” ujar Eva.
(tsa/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Sesalkan Puisi Neno Warisman: Masa Jokowi dan Saya Dianggap Kafir

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin menyayangkan doa Neno Warisman yang dibacakan saat Munajat 212. Ma’ruf heran Pilpres disamakan dengan Perang Badar.

“Pertama kok pilpres kok jadi kayak Perang Badar? Perang Badar itu kan perang habis-habisan. Hidup mati. Kita kan hanya memilih pemimpin,” kata Ma’ruf di Mall Palm Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (23/2/2019).

Ma’ruf menilai doa Neno itu tidak tetap. Ma’ruf kembali menegaskan yang sedang dijalani Indonesia bukan perang.
“Kedua, menempatkan posisi yang lain sebagai orang kafir. Masak Pak Jokowi dengan saya dianggap orang kafir. Itu sudah tidak tepat. Menyayangkanlah. Kita kan pilpres bukan perang badar,” ujarnya.

Selain itu, Ma’ruf juga menyambut positif Bawaslu yang mau menyelidiki acara Munajat 212 di Monas itu. Ma’ruf tidak ingin 212 dijadikan alat politik.

“Oh bagus, supaya jangan sampai 212 itu dijadikan kendaraan politik. Itu bagus Bawaslu menyelidiki itu,” ucapya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman, membacakan ‘Puisi Munajat 212’. Potongan video saat Neno membacakan puisi itu ramai dibagikan di media sosial.

Berikut ini isi potongan puisi dari video yang beredar:

jangan, jangan Engkau tinggalkan kami
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu
(idh/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Krisdayanti: Syahrini dan Reino Barack Serasi

Jakarta Kabar pernikahan Syahrini dan Reino Barack berembus semakin kencang. Krisdayanti sebagai salah satu sahabat Syahrini mendoakan kebahagiaan untuk keduanya.

“Pokoknya semua yang terbaik untuk Riri (Syahrini) dan selamat menjadi istri yang baik,” ujar Krisdayanti saat ditemui di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Diakui oleh Krisdayanti bahwa dirinya mengaku mengenal Reino Barack karena suaminya, Raul Lemos, yang juga pebisnis. Sementara Syahrini telah dikenalnya dengan baik sejak awal karir bermusik. Apalagi, Syahrini juga sempat dekat dengan mantan suami Krisdayanti, Anang Hermansyah.

2 dari 3 halaman

Terbaik

Pelantun lagu Menghitung Hari itu mendoakan yang terbaik untuk keduanya. KD berharap Syahrini mendapatkan suami terbaik seumur hidupnya.

“Insya Allah diberi suami terbaik seumur kamu hidup, dan sakinah mawaddah warrohmah. Siap jadi istri,” sambung KD.

3 dari 3 halaman

Serasi

Dikabarkan sahabatnya itu akan menikah di Jepang, Krisdayanti pun mengungkap bahwa keduanya memang cocok menikah di sana.

“Serasi, dua-duanya kayak orang Jepang,” tandas KD.

Menurut informasi yang beredar, Syahrini dan Reino Barrack akan menggelar pernikahan pada akhir Februari 2019 di Jepang. Momen sakral itu akan digelar di masjid yang sama dengan pernikahan Maia Estianty dan Irwan Mussry dahulu, Masjid Tokyo Camii.

Sumber: Jawapos.com

Jokowi: Dana PKH Tahap 2 Kedua Cair Awal April 2019

Liputan6.com, Bogor – Presiden Jokowi menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap I tahun 2019 kepada 1.000 warga Kabupaten Bogor. Penyerahan dilakukan di Gedung Laka Tangkas Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebelum berdialog dengan penerima PKH dan BPNT, Jokowi menyampaikan bahwa pencairan dana PKH tahap II dilakukan pada awal April 2019.

“Tahapan kedua akan dicairkan awal bulan April. Diingat-ingat awal bulan April,” kata Jokowi Jumat, (22/2/2019).

Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, ini memastikan pemerintah melalui Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita akan menyampaikan langsung kepada penerima PKH tanggal pencairan dana tersebut.   

“Nanti Pak Mensos akan ngabari. ‘Oh tanggal sekian bisa diambil’,” ucap dia.

Jokowi mengingatkan, penggunaan dana PKH harus tepat sasaran. Yakni dimanfaatkan untuk menambah gizi dan pendidikan anak. Dia menekankan, dana PKH tidak diperuntukkan membeli baju, kosmetik dan rokok.

“Hati-hati. Kalau ketahuan dikirim Rp 1,6 juta, ngambil 1 juta diberikan kepada suami Rp 200 ribu untuk beli rokok, hati-hati. Ini bisa kita cabut!” tegas dia.

2 dari 2 halaman

Meningkat di 2020

Jokowi menambahkan, tidak menutup kemungkinan dana PKH di 2020 akan ditingkatkan. Namun, dengan catatan penyaluran dana PKH saat ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan gizi dan pendidikan anak.

Berdasarkan catatan Jokowi, pada tahun 2018 pemerintah mengalokasikan dana PKH sebesar Rp 19 triliun. Tahun ini sebesar Rp 34 tirilun atau hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Nanti tahun depan kita lihat lagi ada anggaran tambah lagi, kalau diperlukan. Mungkin PKH ini atau mungkin bantuan pangan non tunai kita tambah,” ujar dia.

“Didoakan bu ya biar bisa tambah lagi. Nanti saya hitung anggaran, APBN-nya masih (cukup), masih. Ya okeh tambah. Kayak tahun ini kita tanbah dua kali lipat loh,” kata Jokowi mengakhiri.

 

Reporter: Titin Supriatin

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:  

Selenggarakan MotoGP, Indonesia Bisa Tiru Kesuksesan Ajang MXGP

Jakarta – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengatakan Indonesia siap menggelar event balap bergengsi sekelas MotoGP pada 2021 nanti.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sebuah fasilitas sirkuit dengan konsep sirkuit jalan raya sedang disiapkan di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Yang menjadi pertanyaan, apakah dengan waktu persiapan sekitar 2 tahun lebih, sirkuit balap di Mandalika tersebut bisa rampung dan layak digunakan?

Menurut pengamatan dari Senior Manager Safety Riding and Motorsport PT Astra Honda Motor (AHM) Anggono Iriawan, itu semua tergantung dari biaya dan kecepatan pengerjaan.

“Saya nggak tahu apakah keburu secara infrastruktur maupun fasilitas pendukung. Tapi kembali lagi kan soal hitung-hitungan budget. Ibarat bangun rumah kalau dikebut sebulan bisa jadi. Jadi tergantung speed sama budget,” kata Anggono, kepada detikOto melalui sambungan telepon, Jum’at (22/2/2019).

Jikapun Sirkuit Mandalika sudah benar-benar sudah terealisasi, apakah nantinya sirkuit tersebut harus menyelenggarakan balap di level bawah dulu seperti AARC atau WSBK misalnya, sebelum benar – benar siap menggelar MotoGP?

“Kami rasa nggak juga sih. Jadi steping yang dimaksud itu bukan steping soal kejuaraan. Intinya saat dia (pengembang) mempersiapkan suatu tempat (sirkuit) terus itu memenuhi kriteria (Dorna dan FIM), ya udah itu pasti jalan,” lanjut Anggono.

Terkait rencana penyelenggaraan MotoGP di Indonesia pada 2021, menurut Anggono Indonesia bisa mencontoh kesuksesan penyelenggaraan balap MXGP di Pangkal Pinang dan Semarang, yang dimulai sejak 2017 lalu.

“Sama kayak MXGP, kita sebelumnya nggak pernah punya kejuaraan di Asia. Sampai beberapa tahun, tahu-tahu MXGP datang. Ya selama itu memenuhi kriterianya FIM dan Dorna. Saya yakin ya dari semua aspek ya. Aspek safety, aspek bisnis ya, itu pasti jalan,” katanya lagi.

“Untuk Sirkuit (Mandalika) kan sudah masuk di agendanya di Dorna. Pasti mereka punya segala tahapan untuk proses eksekusinya kan. Intinya saya berpikir positif dan kami berharap bisa terealisasi,” pungkas Anggono. (lua/lth)

Wawancara Khusus Jokowi: Impian Menuju Indonesia Maju

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. Di tengah kesibukannya, Jokowi meluangkan waktu untuk wawancara khusus dengan tim Liputan6.

Berikut ini petikan wawancara khusus dengan Jokowi:

Selamat sore Pak Jokowi. Pak Jokowi kalau lagi enggak memikirkan urusan negara ini, begini Pak cara menghilangkan pikiran bermain dengan cucu?

Ya untuk membuat pikiran segar kembali. Kalau pas cucu ke sini ya ini, main dengan Jan Ethes ini.

Pak, bagaimana membagi waktunya sih dengan sibuknya ini? Tiap hari, hampir setiap akhir pekan itu bapak saya perhatikan selalu blusukan?

Ya itu sudah menjadi tugas ya untuk kita selalu ke daerah, kemudian melihat proyek-proyek yang ada ya. Baik airport, pembangunan jalan tol, pembangunan pelabuhan, pembangunan pembangkit listrik, yang semuanya memang harus dicek agar selesainya tepat pada waktunya.

Kemudian juga bertemu dengan masyarakat untuk mendapatkan masukan, keluhan-keluhan apa yang masih perlu kita perbaiki, perlu kita tangani. Sehingga enggak ada waktu yang namanya libur, sabtu minggu terus saja. Jadi kebetulan, ada waktu kosong, pas anak-anak pada ke sini, ya bisa ketemu anak dan cucu.

Kalau Bapak tadi bilang memantau proyek, ini pulau Jawa kan sudah hampir terhubung semua dengan jalan tol ya, tahun depan itu dari Merak sampai Banyuwangi. Bapak sudah puas?

Akhir tahun ini Jakarta-Surabaya tersambung. Tahun depan Insyaallah dari Merak sampai Banyuwangi juga, kalau saya lihat lapangannya juga Insya Allah tersambung. Kalau tanya puas atau belum puas, belum.

Karena masih banyak jalan-jalan yang perlu kita sambungkan ya. Antarprovinsi dengan provinsi, kabupaten dengan kabupaten, kota dengan kota, juga konektivitas antar pulau. Yang memerlukan pelabuhan-pelabuhan, airport-airport. Saya kira masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan.

Nah terus pak jokowi kalau kangen sama Jan Ethes gimana pak karena jadwalnya terlalu padat?

Ya paling dua bulan ketemu sekali. Tapi setiap hari pasti ya kalau jam sembilan jam sepuluh malam pasti kita video call dengan Ethes.

Jadi kalau misalnya anak-anak ini mereka semua punya usaha sendiri-sendiri. Bapak ingin engga sih kalau salah satu dari anak bapak ini bisa masuk ke dunia politik juga?

Engga. Saya tanya, saya melihat anak-anak saya masih konsentrasi di usahanya masing-masing. Dan saya senang mereka bisa mandiri, tanggung jawab terhadap kehidupannya. Sudah bisa menyekolahkan anaknya.

Bisa menghidupi keluarganya dengan, kayak Gibran menjual martabak, Kaesang menjual pisang goreng, Bobby juga membuka warung kopi. Ya saya sangat bersyukur.

2 dari 3 halaman

Out of The Box

Pak Jokowi ini sering banget out of the box. Ide-ide seperti membuat menara kapsul waktu, itu Pak Jokowi mengambil konsep bangunannya mirip dengan markas Avangers pak. Apasih pesannya di balik itu?

Kita ingin memberikan sebuah persepsi, bahwa Indonesia dan lebih khusus lagi Papua itu mengalami proses menuju sebuah Indonesia yang maju. Sehingga ya dibangunlah Monumen Kapsul Waktu yang intinya di sini mimpi-mimpi rakyat itu ditampung di sana. Yang nanti akan kita buka di 2085. Mimpi-mimpi anak-anak sekarang untuk 2085.

Nah ini bukan hanya ada markas Avangers, tapi pidato di IMF menggunakan Game of Thrones. Ini film-film kekinian yang dipilih. Itu Mas Gibran bukan sih yang bantuin bapak membuat ide-ide seperti itu?

Ya itu kita hanya ingin menyampaikan sesuatu dengan cara sederhana tapi pesan itu sampai. Gitu saja. Jadi sesimple itu pemikiran kita. Jadi tanpa harus langsung menghajar, tapi pesan itu sampai.

Pesan apa yang ingin bapak sampaikan? Terutama saat Bapak ada di depan anak-anak muda, para penerus bangsa Pak?

Ya bahwa kompetisi yang sehat itu perlu. Tetapi kompetisi dan rivalitas, yang merusak itu harus dihindari. Ke depan yang diperlukan, sebuah negara yang diperlukan dunia ini adalah sebuah kolaborasi. Sebuah kerja sama yang semua dibutuhkan. Ekonomi diuntungkan, politik diuntungkan, masyarakat dapat manfaatnya.

Jadi ke depan hubungan negara dengan negara harus seperti itu. Jangan rivalitas, jangan kompetisi yang saling merusak. Itu berbahaya sekali bagi hubungan antarnegara.

Nah kalau tadi bapak bicara soal ekonomi. Kalau di Indonesia sendiri menurut bapak bagaimana ekonominya pak?

Ya kalau kita lihat ya tolong dibandingkan dengan negara-negara lain ya. Di tengah kesulitan ekonomi global, yang tumbuh hanya tiga setengah persen, kita bisa tumbuh 5,1 : 5,2. Ini patut kita syukuri.

Sebuah global ekonomi yang sangat sulit mampu tumbuh 5,1 rata-rata. Kemudian juga inflasinya juga rendah 3,5. Saya kira ya kita harus bersyukur karena hal seperti itu.


Saksikan wawancara Liputan6.com dengan Jokowi selengkapnya dalam video di bawah ini:

3 dari 3 halaman

Wawancara Khusus dengan Jokowi:


Reporter: Dewi Larasati

Heboh Video Siswa di Yogya Tantang dan Dorong Guru Gegara HP Disita

Yogyakarta – Viral di media sosial dan Whatsapp grup, video yang merekam ulah seorang siswa kelas X SMK N 3 Yogyakarta mendorong dan menantang gurunya di dalam kelas. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (20/2) saat para siswa akan mengikuti ulangan harian.

“Iya di sekolah kami peristiwa yang videonya viral itu. Kejadiannya Rabu kemarin sekitar pukul 11.00,” kata Kepala SMK N 3 Yogya, Bujang Sabri ditemui wartawan di kantornya, Kamis (21/2/2019).

Peristiwa itu ternyata dipicu reaksi siswa yang tidak terima ponselnya diambil guru saat ulangan akan dimulai.

Guru yang ada di dalam video, Sujianto (55) mengaku awalnya dia akan memulai kegiatan ulangan harian bagi siswanya. Saat itu para siswa baru masuk ruang kelas setelah usai jam istirahat.

Ketika mengecek para siswa, dia melihat dua siswa mengaktifkan ponsel. Padahal sesuai aturan ponsel harus diserahkan dulu kepada guru atau menonaktifkannya hingga jam pelajaran selesai.

“Kemarin itu mau ulangan untuk persiapan MID semester, ulangan pelajaran pemeliharaan dasar otomotif,” kata Sujianto saat ditemui wartawan di SMK N 3 Yogya, Kamis (21/2/2019).

“Aturannya HP siswa harus dikumpulkan, ada 2 siswa yang nggak mau kumpulin HP, saya minta karena dia mainan HP, padahal teman lainnya tidak,” lanjutnya.

Saat itu siswa tersebut berniat meminta kembali HP yang telah dibawa Sujianto. Siswa lantas menghampiri Sujianto dan memaksa gurunya itu mengembalikan HP miliknya.

“Tidak ada pemukulan, siswa hanya mau meminta HP, siswa mendorong karena minta HP,” aku Sujianto.

Sujianto mengaku sempat terbawa emosi. Namun dia mencoba sabar meski siswanya juga sempat mengambil tas miliknya yang dia taruh di atas meja guru.

“Saya nggak tahu, dia ambil aja tas di meja itu, saya tak tahu dia mau ambil tas saya,” ungkapnya.

“Saya berusaha menyabarkan diri tapi masih ada emosi juga, situasi di kelas kan baru mau menata tempat duduk, siswa baru selesai jam istirahat. Saya minta siswa kembali duduk, tenangkan siswa, tas saya dikembalikan, HP saya kembalikan karena ada laptop di dalam tas, saya khawatir tas nanti dibanting. Yaudahlah saya kembalikan HP, tapi yang satu masih saya bawa sampai selesai ulangan,” terangnya.

“Karena anaknya sudah duduk, manut dan nggak akan mengulangi, ya sudah seperti itu,” tuturnya.

Bersama ibunya, siswa itu akhirnya menemui Sujianto di sekolah dan menyampaikan permintaan maaf.

“Saya menyesal telah melakukan ini, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi, saya minta maaf Pak. Janji tidak akan mengulangi lagi,” ujar siswa, Kamis (21/2).

Siswa itu lalu bersalaman dan memeluk Sujianto dan kepala sekolah. “Lagi pelajaran biasa, HP saya diminta karena mau ulangan. Saya masih balas WA teman-teman, nanti malah ganggu ujian,” akunya.

“Nggak ada contekan, itu mau ulangan harian, boleh bawa HP ke kelas tapi saat pelajaran tidak boleh bermain HP,” lanjutnya.

Sang guru, Sujianto disebutnya sudah mengambil HP yang dia bawa. “Lalu saya minta, saya biasa guyon sama Pak Suji, jadi yang divideo seperti berantem, selesai dan ujian seperti biasa,” ujarnya.

Dia mengakui memang sempat mendorong tubuh gurunya. “Saya dorong minta HP, biasa bercanda, saya disuruh duduk, saya ambil tas milik Pak Suji buat barter kayak gitu. Saya duduk, HP dikembalikan, tidak ada pukulan tidak ada mengancam,” lanjutnya.

Sementara itu, Sujianto menerima permintaan maaf siswanya. Dia pun tidak akan memperpanjang persoalan ini.

“Iya saya maafkan, saya minta siswa berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kemarin sebetulnya juga sudah tenang, tapi kemudian viral videonya itu,” ujar Sujianto.
(sip/sip)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Diluncurkan 2015, Apa Kabar Al Quran Terjemahan Bahasa Ngapak?

Liputan6.com, Banyumas – Siapa tak kenal Ahmad Tohari, budayawan cum sastrawan yang kondang di delapan penjuru angin. Penulis Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ini adalah pendiri Majalah Ancas, majalah yang terbit dengan bahasa Banyumas alias panginyongan, atau ada pula yang menyebutnya bahasa ngapak.

Tak usah bertanya pengetahuannya soal bahasa ibu. Lahir dan tumbuh di lingkungan Banyumas tempo dulu membuatnya menguasai kekayaan kosakata orisinal Banyumas yang kini jarang digunakan oleh anak muda, meski di tempat asalnya.

Namun, kali ini pria asal Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang ini dibuat pusing tujuh keliling. Ia didapuk menjadi penanggung jawab bahasa dalam tim penerjemah Al Quran ke bahasa Banyumasan.

Penyusunan terjemahan Al Quran terjemahan Ngapak ini tak selalu berjalan mulus. Padahal, tim penerjemah terdiri dari 11 orang yang secara keilmuan mumpuni, terdiri dari kalangan perguruan tinggi, pondok pesantren, dan tokoh budaya.

Seandainya 11 orang itu adalah pemain sepak bola, maka boleh lah dibilang, 11 orang itu adalah tim impian atau the dream team. Mereka, menguasai beragam disiplin keilmuan, mulai ahli tafsir, ahli bahasa arab, antropolog, dan ahli bahasa Banyumas.

Untuk menyelesaikan tahap alih bahasa ini, tim penerjemah membuat tim kecil yang terdiri dari ahli bahasa Banyumas, antropolog, dan budayawan lokal. Dalam tim ini, Tohari mengaku hanya sebagai editor bahasa Banyumas.

Dia pun mengakui, alih bahasa dari bahasa Arab ke Bahasa Banyumas sangat sulit. Musababnya, konteks budaya Arab dengan Banyumas sangat berbeda. Tim penerjemah kerap berhadapan dengan kosakata yang dalam bahasa Banyumas tidak ada padanan katanya.

Salah satu kosakata sulit yang dicari padanannya ialah ketika menerjemahkan teks Quran yang menceritakan tentang umat Nabi Luth. Bahasa ngapak tak menemukan padanan kata untuk sebutan homo dan lesbian. Setelah ditelusuri, ia memadankan kata Njambu untuk homo dan Gerus Lumpang untuk lesbian.

2 dari 3 halaman

Al Quran Terjemahan Basa Banyumas untuk Kaum Pinggiran

“Padahal mereka itu sudah saya kasih kamus (bahasa Banyumas) para penerjemah itu. Saya utak-atik kemampuan bahasa arabnya. Saya gugat betul makanya mereka bingung itu,” ucapnya, Mei 2015.

Jibaku tim penerjemah bukan tanpa alasan. Quran terjemahan basa Ngapak itu memang diproyeksikan bukan hanya untuk pajangan semata.

Penerjemahan ke dalam bahasa Banyumas akan mendekatkan Quran ke kelompok-kelompok pinggiran. Kuli bangunan, petani miskin, orang pedesaan, komunitas abangan hingga pekerja seks komersial (PSK) menurut Tohari adalah kaum yang mesti dikenalkan dengan bahasa yang lebih dekat.

Maklum, sebagian dari mereka berpendidikan rendah dan tak cukup cakap mengerti bahasa Indonesia. Bahasa ibu, akan mendekatkan Quran ke relung-relung yang paling dalam sekali pun.

“Penerjemahan yang kayak gini ini bukan untuk NU bukan Muhammadiyah, ini untuk petani, ini untuk kuli, ini untuk pelacur, begitu lho. Terjemahan ini sangat populer dan merakyat. Muhammadiyah dan NU itu sudah tidak butuh yang kaya gini. Yang sugih (kaya) juga sudah jamak. Ini menyangkut bahasa dan pengertiannya juga sederhana,” dia menegaskan, saat itu.

Akhirnya, usai proses kurang lebih dua tahun, Al Quran terjemahan basa panginyongan ini resmi diliuncurkan oleh Menteri Agama, di Jakarta, Desember 2015. Quran terjemahan Banyumas dicetak dengan jumlah terbatas. Quran dibagikan ke perguruan tinggi, beberapa sekolah, pondok pesantren dan sejumlah Ormas.

Lantas, bagaiman dengan rencana mendekatkan Quran terjemahan bahasa Banyumasan ke tukang becak, masjid di pedesaan, hingga PSK?

3 dari 3 halaman

Kapan Quran Terjemahan Bahasa Banyumasan Dicetak Massal?

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, DR Luthfi Hamidi mengatakan hingga saat ini Al Quran terjemahan Banyumasan beum dicetak secara massal. Sejak diluncurkan tiga tahun lalu, cetakan hanya berjumlah 1.000 eksemplar.

Menurut dia, hal ini sebenarnya sudah dibicarakan dengan Kementerian Agama. Namun, hingga saat ini anggaran cetak belum turun.

Padahal, respon terhadap Quran terjemahan basa Pangiyongan ini sangat bagus. Beragam kalangan mengapresiasi karya Quran terjemahan bahasa lokal sebagai kekayaan daerah.

“Belum tersedia dana untuk mencetak secara massal,” ucap Luthfi, Kamis malam, 21 Februari 2019.

Karena itu, sementara ini, Quran terjemahan bahasa Banyumasan ini hanya didistribusikan secara terbatas. Salah satunya di IAIN Purwokerto.

“Kadang kita berikan sebagai cinderamata untuk tamu tokoh,” dia mengungkapkan.

Meski begitu, komunikasi dengan Kemenag terus dilakukan. Pasalnya, pemakai bahasa Banyumasan, pangiyongan, atau ada pula yang menyebutnya Ngapak, berjumlah belasan juta orang.

Mereka tersebar di eks-karesidenan Banyumas, Kebumen, Wonosobo, hingga Pantura. Ada pula masyarakat Banyumas yang tengah merantau hingga menjadi pekerja migran.

Sebab itu, ia mulai membuka kemungkinan agar ada pihak ketiga yang mendanai pencetakan Quran basa Ngapak ini. Tujuannya jelas, supaya Quran tak hanya menjadi pajangan, tetapi agar lebih bermanfaat secara luas.

“Dicetak komersial bisa, dalam arti dicetak dengan jumlah banyak dan agar lebih bermanfaat,” dia menambahkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Fadli Zon Sarankan Pejabat yang Hadir Saat Debat Pilpres Juga Dikurangi

Liputan6.com, Jakarta – Dalam debat Pilpres 2019 nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengurangi setengah dari total undangan yang hadir. Terkait hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon pun angkat bicara. 

Menurut dia, bukan hanya pendukung yang seharusnya dikurangi saat acara debat. Tapi juga pejabat negara yang tidak terkait dengan tim pemenangan atau capres dan cawapres juga perlu ikut dikurangi.

“Mungkin yang perlu dikurangi itu apa pejabat-pejabat yang tidak terkait langsung. Kalau DPR Komisi II kan terkait. Tapi kan kayak menteri-menteri begitu kan enggak ada kaitan sebenarnya,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/2/2019). 

Fadli menyarankan pada saat acara debat hanya perlu dihadiri oleh menteri-menteri yang berkaitan dengan tema debat pilpres 2019. Sehingga tidak menjadi bias.

“Kecuali menteri yang terkait, misalnya tema pendidikan kesehatan ya cukuplah menteri pendidikan kesehatan gitu ya. Yang lain-lain menurut saya enggak perlu. Karena kita kadang-kadang bingung ini menteri apa tim sukses,” ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Harapan Bawaslu

Pada tempat yang sama, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengatakan pihaknya sudah membahas pengurangan jumlah pendukung di arena debat. Namun, keputusan akhir berapa jumlah yang akan dikurangkan semua akan dikembalikan ke KPU.

“Kemarin pembahasan di pleno itu antara 50-75 per masing-masing pendukung maksimal itu. Kemarin kalau enggak salah 150-an. Atau juga setting ruangan itu juga berpengaruh terhadap hal tersebut,” kata Rahmat. 

Meski begitu, Bagja berharap kericuhan tak lagi terjadi di debat antar cawapres. Sehinga tak ada lagi pihak yang melakukan protes.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: