Cuaca Hari Ini: Jakarta Siang Hari Diwarnai Hujan Petir dan Angin Kencang

Liputan6.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca berawan akan selimuti seluruh wilayah Jakarta pagi ini, Minggu (24/2/2019). Siang harinya, kelima kawasan tersebut bakal diguyur hujan.

Volume curah hujan yang turun pun bervariasi, ada yang ringan hingga hujan lokal. Meski tak terlalu besar, potensi akan terjadinya petir serta angin kencang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. 

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jaktim dan Jaksel antara siang dan sore hari,” bunyi pernyataan BMKG di laman resminya.

Kondisi cuaca berawan juga diprediksi akan terjadi di empat kota penyangga Ibu Kota, yaitu Depok, Bekasi, Bogor, dan Tangerang, pada pagi ini. Sementara, hujan ringan hingga sedang akan turun di siang hari. 

Menjelang malam, seluruh wilayah Jabodetabek dan sekitarnya berpotensi turun hujan lokal. 

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Jumat (22/2/2019):












 Kota   Pagi   Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan  Hujan Lokal  Hujan Lokal
 Jakarta Pusat  Berawan  Hujan Lokal  Hujan Lokal
 Jakarta Selatan  Berawan  Hujan Ringan  Hujan Lokal
 Jakarta Timur  Berawan  Hujan Ringan  Hujan Lokal
 Jakarta Utara  Berawan  Hujan Lokal  Hujan Lokal
 Kepulauan Seribu  Hujan Lokal  Cerah Berawan  Hujan Lokal
 Bekasi  Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Depok  Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Bogor  Berawan  Hujan Sedang   Hujan Ringan
Tangerang Berawan Hujan Petir Berawan
2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Puting Beliung Terjang Binjai Sumut

Medan – Kawasan Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, diterjang angin puting beliung. Akibat terjangan angin kencang tersebut 2 unit rumah mengalami kerusakan sedang, dan satu warga mengalami luka-luka akibat terkena puing bangunan..

Koordinator petugas lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Binjai, Muhammmad Surya, mengatakan angin puting beliung terjadi akibat hujan deras yang melanda Kecamatan Binjai Selatan dan Binjai Kota. Selain itu, menurut dia, juga terjadi pohon tumbang yang menutupi badan jalan di Jalan Gunung Kerinci Kelurahan Tanah Merah dan Kelurahan Bakti Karya.

“Akibat angin puting beliung, juga mengakibatkan ambruknya sebuah tenda acara yang dilaksanakan di lapangan Merdeka Kota Binjai,” ujar Surya yang dikutip dari Antara, Minggu (24/2/2019).

Angin puting beliung tersebut menerjang Binjari, Sabtu (23/2) sekitar pukul 15.30 WIB. Pantauan di lapangan BPBD Binjai menurunkan satu regu yang terdiri dari 30 personel untuk melakukan evakuasi dan melaksanakan patroli.

Bahkan, petugas BPBD Binjai kelihatan membersihkan puing-puing dan melakukan pemotongan pohon yang tumbang.

Kemudian, melakukan pendataan dan evakuasi rumah yang mengalami rusak sedang.

Akibat bencana puting beliung di Binjai, rumah milik Novianti (31) yang tengah ditempati dan juga rumah kosong mengalami rusak sedang, Satu unit tempat usaha ternak ayam milik Fulay di Binjai mengalami rusak sedang.
(rvk/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menikmati Pemandangan Pagi di Bawah Laut Manado

Liputan6.com, Manado – Meski mendapat ‘predikat’ sebagai kota terkotor dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, namun keindahan bawah laut Kota Manado masih memikat untuk dinikmati. Salah satu kawasan yang banyak dikunjungi para penggemar diving adalah Pantai Malalayang Manado.

Perjalanan menuju kawasan ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor dari pusat Kota Manado. Melintasi Jalan Trans Sulawesi ke arah selatan, akan melewati bibir pantai yang sebagian besar sudah direklamasi. Pantai Malalayang yang terletak di batas Kota Manado ini juga berada di himpitan proyek reklamasi.

Berbagai upaya dilakukan para pegiat lingkungan, akademisi, serta komunitas selam untuk tetap menjaga kelestarian dan keindahan alam bawah laut Manado tersebut. Sehingga kawasan ini tetap menjadi pilihan para penikmat wisata pantai dan bawah laut.

Peneliti dan fotografer bawah laut yang tergabung dalam program Scientific Exploration, melakukan dokumentasi terumbu karang di perairan pantai sekitar tugu boboca, Teluk Manado, pekan lalu. Hasilnya, mereka merilis foto-foto terbaik yang menggambarkan kondisi karang di lokasi pendokumentasian.

Perairan sekitar tugu Boboca, Pantai Malalayang  merupakan 1 dari 8 site eksplorasi Teluk Manado.

Koordinator Marine Biologi-Underwater Survey, Biondi Tampanguma, mengatakan, foto-foto yang didokumentasikan tim Scientific Exploration menunjukkan kesehatan karang di perairan pantai sekitar tugu Boboca, Pantai Malalayang Manado.

Biondi berharap, dengan dirilisnya foto-foto terumbu karang di perairan sekitar pantai boboca, masyarakat bisa mengetahui dan ikut menjaga ekosistem laut. Menurutnya, kesehatan terumbu karang berbanding lurus dengan berlimpahnya ikan.

“Ini bukti kecantikan karang di Malalayang. Kalau masyarakat tahu, mereka bisa jaga lingkungan sekitar. Agar terumbu karang yang bagus ini bisa terus kita lihat di tahun-tahun berikutnya,” terangnya.

Bagi yang ingin menyelam, beberapa komunitas diving menyediakan peralatan lengkap untuk bisa menikmati bawah laut Manado. Tak lupa kamera bawah air juga disiapkan untuk bisa mengabadikan gambar-gambar terbaik kondisi karang dan biota laut lainnya.

Pelancong yang datang ke kawasan ini tak perlu kuatir dengan urusan kuliner. Puluhan tenda berjejer di pinggir pantai Malayang dengan berbagai sajian menu khas Manado. Mulai dari mie cakalang, bubur Manado, hingga es kelapa muda. “Menunya enak, harganya terjangkau pula,” ujar Gloria Tamboto, pengunjung yang datang dari kota Tomohon.

Dukung Jokowi-Ma’ruf, PKL Depok Harap Tak Lagi Dikejar Satpol PP

Liputan6.com, Jakarta Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia (PPKLI) Kota Depok mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Mereka berharap, lewat dukungan ini aspirasi pedagang agar tak lagi dikejar-kejar Satpol PP menjadi kenyataan.

“Saya mendukung Jokowi karena bersih, jujur dan merakyat, betul-betul membela rakyat. Kami juga berharap ketika terpilih, PKL tak lagi diburu Satpol PP,” kata Ketua PPKLI Kota Depok Maryono di kawasan Granda Depok City, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2019).

Maryono menyebut, lebih dari 5 ribu PKL siap mendukung paslon nomor urut satu tersebut. Dia menilai sosok Jokowi dapat diandalkan, khususnya dalam hal Undang-Undang atau peraturan daerah untuk melindungi para pedagang kecil.

“Kami mohon Perda atau Undang-Undang PPKLI dikeluarkan. Agar PKL tidak selalu dikejar Satpol PP, tidak digusur,” ujar dia meminta.

Maryono menjelaskan, PKL adalah pengusaha golongan tingkat ekonomi lemah. Nasibnya memprihatikan karena terus digusur dan ditertibkan. Hanya lewat Undang-Undang lah mereka bisa merasa aman dan tenang saat berdagang.

“Kalau ada Undang-Undang, kami akan taat peraturannya,” janji para PKL tersebut.

Hasil deklarasi ini diteruskan Maryono kepada perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf wilayah Depok. Nantinya hal ini akan disampaikan ke pusat sebagai aksi dukungan nyata.

Anggota Polisi Ditusuk Saat Buru Pelaku Kejahatan di Palembang

Jakarta – Anggota Subdit III Jatanras Polda Sumatra Selatan, Briptu Agus (26), dikeroyok preman saat mengejar pelaku penusukan. Akibatnya, Agus mengalami tiga luka tusuk.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa penusukan terjadi di kawasan Tangga Buntung kota Palembang, pukul 17.30 WIB. Agus ditusuk setelah pelaku mengetahui jika dia adalah polisi.

“Tadi sore (23/2) anggota sedang penyelidikan pelaku penusukan dan menyebabkan si korban meninggal. Saat berpapasan itu si pelaku ini curiga dan langsung kabur,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustan Alpiani di Bhayangkara, Minggu (24/2/2019).

Melihat si pelaku kabur, Briptu Agus pun langsung melakukan pengejaran. Nahas dia malah dijebak dan masuk ke daerah preman tempat pelaku biasa nongkrong.

“Pas sampai di lokasi pelaku langsung teriak dan Briptu Agus dikeroyok. Ada 15-20 orang pelakunya dan tiga pelaku melakukan penusukan dengan senjata tajam, pisau,” kata Yustan.

Dalam kondisi luka tusuk di punggung, Briptu Agus berusaha menyelamatkan diri. Agus diselamatkan oleh anggota lain yang ikut memantau penangkapan pelaku dari kejauhan.

“Anggota lain ada dan langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara. Saya lihat tiga luka tusuk di punggung Briptu Agus dan kondisinya saat ini sudah membaik dan dalam perawatan,” kata Yustan.

“Pelaku ada empat yang kami tangkap. Satu ditindak tegas karena melakukan perlawanan (ditembak) saat ditangkap. Sisanya masih dikejar,” imbuhnya.

Adapun keempat palaku yakni Heriyadi, Khoiri dan Ajit. Sementara satu pelaku lain yakni Agung, yang tidak lain adalah pelaku penusukan tahun 2018 lalu dan menyebabkan korban, Refi Saputra.
(yld/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Banjir Surut, Jalur Selatan Garut Kembali Normal

Jakarta – Banjir bandang terjadi di kawasan Cisurupan, Garut akibat air dari sungai meluap hingga ke jalan raya. Sejumlah kendaraan sempat terjebak, tetapi tidak ada korban jiwa.

Banjir bandang tersebut berlangsung Sabtu (23/02/2019) di Jalan Raya Cisurupan-Cikajang, Garut. Hujan deras yang mengguyur kawasan Garut sejak sore membuat anak Sungai Cimanuk yang ada di kawasan Kampung Ciharemas Ciburial, Cisurupan meluap.

Luapan air dari sungai itu naik ke jalan raya yang merupakan akses utama penghubung Kota Garut dengan kawasan Garut selatan.

“Ini diakibatkan hujan lebat selama dua jam. Banjir lumpur di jalan sepanjang 100 meter,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Garut Dadi Djakaria kepada wartawan di lokasi, Sabtu (23/02/2019).

100 meter Jalan Raya Cisurupan-Cikajang tertutup lumpur. Akibatnya, arus lalin di kawasan tersebut sempat tertahan beberapa jam.

Enam unit kendaraan dikabarkan sempat terjebak di lokasi banjir. Namun semua penumpang bisa dievakuasi dengan selamat.
“Enam kendaraan terjebak. Tidak ada korban jiwa,” katanya.

Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Pukul 00.20 WIB ini, arus lalin sudah kembali normal setelah petugas dari Dinas PU Garut menerjunkan alat berat ke lokasi.
(yld/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Operasi Penyelamatan Pahu di Kalimantan

Liputan6.com, Balikpapan – Pagi-pagi, Pahu (20) terlihat bersemangat menapaki sekeliling boma, kandang buatan hutan Kelian Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur (Kaltim). Sesekali badak betina seberat 356 kilogram ini mengendus sekaligus menukil tanah mempergunakan moncongnya di kubangan lumpur.

Hewan mamalia besar bernama latin decerorhinus sumatrenis ini sepertinya sedang mencari sisa makanan.

“Pagi hari memang merupakan jadwalnya masuk kandang rawat untuk meminta makan,” kata Koordinator Tim Rescue Badak Kalimantan, Arif Rubianto, beberapa waktu lalu.

Rutinitas Pahu memang seperti itu setiap paginya. Badak Sumatra ini gemar menikmati ragam pakan dedaunan dan buah buahan khas Kalimantan. Satwa langka yang ditemukan di Kubar ini menyukai tiga jenis makanan, yakni rumpun semak, akar pohon (liana), dan buah nangka.

Kedatangan pawang sembari membawa keranjang pakan pun tidak luput perhatiannya. Salah seorang keeper tim rescue ini cukup mencicit menirukan bunyi persis disuarakan badak. Suaranya persis lumba-lumba yang dibunyikan terus menerus.

“Kadang kala suaranya seperti kicauan burung,” papar Arif.

Seolah paham panggilan makan, Pahu setengah berlari memasuki kandang. Badak Sumatra ini lahap menikmati pakan segar kegemarannya.

Kala badak asyik bersantap dimanfaatkan tim medis mengobservasi kesehatan fisiknya. Seluruhnya diperiksa, mulai ujung kepala hingga setiap pangkal buku kakinya.

Kesimpulannya, badak Pahu dalam kondisi prima. Kesehatannya terus membaik terlihat dari peningkatan signifikan berat badannya menjadi 356 kilogram. “Berat badan badak semula hanya 320 kilogram.  Sekarang sudah naik dan kesehatannya normal,” ungkap Arif.

Selama tiga bulan terakhir, Pahu memperoleh penanganan khusus dari tim medis maupun pawang. Tidak sembarang orang diperkenankan berinteraksi dengan badak yang statusnya sangat terancam ini. Salah satu alasannya, menjaga agar badak tidak berlaku jinak terhadap manusia.

“Nantinya badak akan dilepaskan di alam liar. Hanya keeper khusus yang boleh memberi makan mempergunakan tangan. Petugas lainnya dilarang mendekati pagar perawatan,” ujar Arif.

Selesai memperoleh perawatan, Pahu lantas dibiarkan kembali ke kandang utamanya berukuran 50 x 80 meter. Tempat dimana ia menghabiskan waktunya seharian bermalasan.

2 dari 3 halaman

Badak di Belantara

Kegiatan badak terbilang monoton, berkubang dalam lumpur, menggosok badan, makan siang, berendam air, tidur siang, makan sore, tidur malam hingga dilanjutkan pagi harinya.  

“Seluruh aktifitasnya terekam dalam cctv di pagar kandang,” ungkap Arif.

Selama itu pula, mereka mengidentifikasi ciri fisik badak setinggi 101 centimeter dan berat 356 kilogram. Ukuran badannya terbilang kerdil bila dibandingkan sejawatnya badak sumatra berukuran lebih kekar setinggi 145 centimeter dan berat 800 kilogram.

Selain itu, gigi seri badak kalimantan saat dihitung sebanyak empat buah, sedikit lebih banyak dari badak sumatra hanya dua buah.

Uniknya lagi, ciri fisik badak kalimantan pun berbeda dengan kerabat dekatnya, badak di Sabah Malaysia. Badak negeri jiran sedikit lebih besar dengan tinggi 120 centimeter dan berat 550 kilogram.

Hanya memang, kajian genetiknya menempatkannya dalam rumpun populasi badak sumatera. Soal keberadannya ribuan kilometer di Kalimantan masih misteri. Belum ada penjelasan ilmiah keberadaan badak Sumatera di Kalimantan.

Pahu sendiri terperangkap lubang jebakan tim rescue di sekitar Sungai Kedang Pahu Kabupaten Kubar Kaltim, November lalu. Lokasi penemuan badak berdekatan dengan Sungai Pahu yang merupakan salah satu anakan Sungai Mahakam.

Nama sungai ini lantas diabadikan sebagai nama temuan badak kalimantan.

Penangkapannya merupakan prestasi sendiri mengingat tim berjibaku memburu badak kalimantan sejak tiga tahun terakhir. Mereka awalnya hanya menelusuri mitos soal keberadaan satwa langka badak di belantara.

Selama bertahun tahun, masyarakat Kaltim mendengar rumor kawanan badak. Informasinya bersumber dari warga adat dan pegawai perkebunan. Sayangnya memang belum ada bukti otentik keberadaannya.

Titik terang fakta keberadaannya mulai terkuak dua tahun silam, bulan Maret 2016. Tim rescue mendapati badak berusia 10 tahun terjerat senar jebakan pemburu. Badak malang lantas di evakuasi ke kantong populasi I Kubar.

Sayangnya, badak dinamai Najag ini gagal bertahan hidup. Badak sumatra ini menderita infeksi akut di kaki kirinya dimana terdapat luka jeratan sedalam 1 centimeter.

Peristiwa ini sepertinya menjadi pembelajaran tim rescue badak. Mereka akhirnya extra hati hati dalam penyelamatan penanganan badak yang populasinya diperkirakan tersisa tiga ekor di Kalimantan.

“Petugas rescue ada 40 orang yang mengawasi aktifitas badak selama 24 jam,” tutur Arif.

3 dari 3 halaman

Mencarikan Jodoh Pahu

Tim rescue ini pun akhirnya memperluas area pemantauan hingga masuk perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Kerja kerasnya terjawab dengan ditangkapnya Pahu di suatu kawasan di Kalbar.

Saat bersamaan, penggiat lingkungan sedang mengupayakan aktifasi pembangunan suaka badak seluas 6.700 hektare berlokasi di Kelian Kubar. Lokasi suaka ini nantinya bisa menjadi pusat perkembangbiakan satwa badak di Kalimantan.

“Temuan Pahu menjadi awal pembibitan badak,” ungkap Arif.

Sementara ini, sudah tersedia sarana kandang khusus perawatan, pembibitan, dan infrastruktur tim rescue lapangan. Secepatnya akan ditambah sarana baru seperti pedok, kandang rawat, karantina, klinik satwa, pondok pawang, pembibitan pakan, dan infrastruktur.  

Manusia harus campur tangan aktif dalam upaya penyelamatan keberlangsungan badak di Kalimantan. Proses perkembangbiakan diupayakan dengan mengawinkan spesies badak yang sama. Tugas utama adalah mencarikan badak jantan dijodohkan dengan Pahu.

“Ini program jangka panjang yang akan berlangsung selama 25 hingga 100 tahun kedepan,” tegasnya.

Tim rescue mencari kelompok kawanan Pahu yang masih tersisa. Bukan perkara gampang mengingat luasnya medan harus dijangkau. Apalagi mereka mengejar waktu dengan para pemburu liar.

Tim rescue memasang lubang jebakan di sejumlah lokasi perlintasan badak. Pemasangan jebakan diperluas hingga memasuki wilayah perbatasan di Kaltara dan Kalteng. “Kalau ada badak pejantan akan dikawinkan dengan Pahu,” sebutnya.

Di sisi lain, tim pun berjibaku membaca berbagai informasi dari camera trap sudah terpasang. Petugas melawan berbagai kendala seperti faktor cuaca, sulitnya medan hingga non teknis. “Sebelum turun di lapangan ada pelatihan dulu bagi pemula,” tuturnya.

Kalimantan Program Director WWF Indonesia Irwan Gunawan mengabarkan, Pahu merupakan sub spesies badak baru dunia. Badak ini memiliki kekerabatan yang erat dengan badak sumatra. Uji tes DNA sedang dilakukan guna memperkuat teori genetik badak ini.

“Ada kecenderungan temuan sub genetis spesies baru badak,” ungkapnya.

Irwan mengatakan, keberadaan badak kalimantan terungkap berkat masifnya eksploitasi sumber daya alam di Kalimantan. Sejumlah wilayah jelajah badak sudah beralih rupa menjadi kawasan terbuka seperti pemukiman warga, pertambangan, dan perkebunan.

Hanya saja memang populasi badak ini berada dalam ambang gawat nyaris punah. Soal ini, WWF menjadi salah satu non goverment organization (NGO) yang mendorong realisasi pembentukan lokasi suaka di Hutan Restorasi Kelian Kubar.

Pihak pemerintah, dalam hal ini Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Sunandar tetap menguatarakan optimisnya dalam upaya penyelamatan badak. “Populasi kemungkinan badak masih tersisa 10 hingga 12 ekor. Keberadannya tersebar merata di seluruh hutan Kalimantan,” sebutnya.

Lokasi dugaan kuat perlintasannya sudah diketahui, hanya belum bisa di publikasi. Khawatirnya merangsang pihak lain melakukan perburuan.

Seluruh badak badak nantinya akan direlokasikan ke Hutan Kelian Kubar. Hutan ini menjadi pusat perkembangbiakan berkelanjutan badak kalimantan. Campur tangan manusia diharapkan mendorong populasinya menjadi 20 ekor.

Langkah terakhir adalah menetapkan lokasi hutan tempat pelepasliaran kawanan badak. BKSDA Kaltim menghubungi sejumlah daerah yang menyatakan kesediannya menjadi lokasi pelepasliaran badak. “Ada beberapa daerah bersedia menjadi lokasi pelepas liaran badak,” tegasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

5 Warga Aceh Hilang Misterius di Hutan Damar

Liputan6.com, Aceh – Aman Habibi (30) dan empat rekannya masuk ke hutan untuk mencari getah damar pada Kamis, 21 Februari 2019 lalu. Mereka tiba-tiba raib bak tertelan rerimbunan.

Enam warga Kampung Rampah, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur itu mulai berangkat menuju hutan dengan bekal seadanya pada pukul 07.00 WIB. Mereka berencana keluar hutan menjelang tengah hari.

Namun, Aman dan empat rekannya tak kunjung kembali dari hutan hingga tengah hari. Saat itu, keluarga belum merasa khawatir karena hari masih siang.

Senja mulai menyelubung, malam pun datang, rimba bersulih gelap dan menyeramkan, namun, Aman dan empat rekannya tak kunjung pulang. Keluarga mulai khawatir, kenapa mereka belum kembali?

Hingga tengah malam, tak satu pun dari mereka yang pulang ke rumah, keluarga kian kalut. Penduduk pun mulai berkumpul, saling tanya, saling berselisih, hingga mengambil satu simpulan, mereka harus menyusul Aman dan empat rekannya ke hutan.

Menurut Kapolsek Serbajadi, Ahmad Yani, pencarian belum membuahkan hasil hingga saat ini. Padahal, warga telah menelusuri rimba tempat Aman dan rekannya mencari getah damar.

“Belum diketahui keberadaannya, dan warga masih melakukan pencarian di hutan Kampung Rampah, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur,” kata Ahmad kepada Liputan6.com, Jumat malam (23/2/2019).

Seorang pelajar belum berumur 17 tahun berada dalam barisan pencari getah yang menemani Aman ke hutan. Mahadi (18), Zainuddin (17), Safrizal (16), dan Iwan (15), adalah empat nama-nama mereka.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Penjelasan Lengkap ITDC soal Biaya Bangun Sirkuit MotoGP Mandalika

Jakarta – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata the Mandalika, Lombok NTB, menegaskan pembangunan sirkuit Mandalika bukan dibangun dengan biaya Rp 3,6 triliun.

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan sejumlah pemberitaan yang mengaitkan antara pembangunan sirkuit Mandalika dengan biaya Rp 3,6 triliun, Yang disebut dengan sirkuit Mandalika sebenarnya adalah sirkuit jalan raya atau street circuit yang dibangun sebagai bagian dari distrik sports & entertainment di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata the Mandalika.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer menjelaskan, pembangunan street circuit Mandalika merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan distrik Sports & Entertainment seluas 131 ha di zona tengah the Mandalika. “Selain street circuit sepanjang 4,32 km yang didisain mengelilingi distrik, juga akan dibangun 10 hotel dengan kapasitas sekitar 2500-an kamar/room keys, COEX (Convention – Exhibition) Building, Rumah Sakit dan Water Park berstandar internasional,” ujar Abdulbar dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/2/2019).

Investor untuk pembangunan distrik ini adalah Vinci Construction Grands Projets (VCGP), anak usaha Vinci, sebuah perusahaan berskala global asal Prancis yang bergerak di bidang desain, pembiayaan, pembangunan dan operasional proyek-proyek infrastruktur dan fasilitas besar di seluruh dunia.

Penandatanganan master LUDA antara ITDC dengan VCGP untuk pembangunan distrik Sports & Entertainment telah dilakukan pada 8 Agustus 2018, yang akan membawa nilai investasi sebesar US$ 1 Miliar selama 15 tahun.

Pembangunan street circuit di distrik ini akan menjadi prioritas bagi ITDC dengan akan diselenggarakannya kejuaraan MotoGP dan World Superbike di the Mandalika pada 2021.

“Dalam pembangunan street circuit ini, kami sebagai pengembang kawasan akan membangun infrastruktur jalan atau badan jalannya, sedangkan fasilitas jalan sebagai street circuit akan dilanjutkan oleh Vinci,” terang Abdulbar.

ITDC mencanangkan pembangunan badan jalan di distrik ini dimulai pada Oktober 2019 yang diharapkan selesai pada Triwulan II 2020, kemudian Vinci akan melanjutkan penyelesaian street circuit, sehingga bisa digunakan pada 2021.

Terkait biaya Rp 3,6 Triliun yang disebut-sebut, Abdulbar M. Mansoer menegaskan angka tersebut merupakan biaya pembangunan infrastruktur pariwisata di KEK The Mandalika yang difasilitasi oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebesar US$ 248,4 juta (setara Rp 3,6 T) melalui program Mandalika Urban & Tourism Infrastructure Project (MUTIP).

MUTIP akan mencakup pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar di dalam kawasan the Mandalika, seperti pembangunan jalan dalam kawasan, penyediaan air bersih, sanitasi dan drainase, pengolahan air limbah dan limbah padat, distribusi listrik dan juga fasilitas pengelolaan risiko bencana, berbagai fasilitas publik dan ruang publik terbuka.

“Jadi pembangunan street circuit Mandalika bukan dibangun dengan biaya Rp 3,6 Triliun,” tegas Abdulbar M. Mansoer. (hns/rvk)

Belasan Mahasiswa Desak Prabowo Kembalikan Lahan HTI di Gayo

Liputan6.com, Banda Aceh – Belasan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Gayo Merdeka meminta Prabowo Subianto untuk mengembalikan lahan yang ada di kawasan Aceh Tengah dan Bener Meriah kepada masyarakat.

Para pendemo yang mengusung sejumlah poster bertuliskan “Prabowo Kembalikan Tanah Kami” dan beraksi di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat.

“Kami minta Prabowo Subianto dengan izin hutan tanaman industri (HTI) yang dikuasai oleh PT Tusam Hutan Lestari dapat segera dikembalikan ke masyarakat,” kata koordinator aksi Gayo Merdeka, Muhammaddinsyah di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/2/2019).

Ia menjelaskan, penguasaan hak atas tanah di Gayo adalah hak mutlak masyarakat Gayo yang tidak boleh dihilangkan, dikurangi, dialihkan dan dikuasai oleh oknum yang memiliki modal.

Ia menyebutkan, penguasaan tanah 93.300 hektare di Aceh Tengah dan Bener Meriah harus segera dikembalikan ke masyarakat Gayo.

“Aksi yang kami gelar ini juga bagian menyuarakan kepentingan rakyat di mana kehadiran perusahaan tersebut belum memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ucap Muhammaddinsyah seperti dikutip Antara.

2 dari 3 halaman

Pengembalian Semua Keuntungan

Pihaknya meminta Prabowo untuk segera mengembalikan tanah tersebut kepada rakyat Gayo, dan meminta PT THL angkat kaki dari daerah tersebut serta meminta maaf kepada rakyat setempat.

“Kami juga meminta mengembalikan semua keuntungan yang selama ini diterima diberikan kepada masyarakat,” ujar Muhammaddinsyah.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan kembali menggelar aksi serupa jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: