Selena, Platform yang Jadi Obat Galau Kaum Milenial

Liputan6.com, Yogyakarta Sebuah platform digital bernama Selena diluncurkan di Yogyakarta, Senin (22/4/2019). Selenago.com menawarkan market place berbasis leisure yang bisa memuaskan dahaga kaum milenial terhadap beragam kegiatan berkualitas.

Selayaknya platform market place, pengguna akun ini terbagi menjadi dua, penjual dan pembeli. Namun, bukan barang atau aneka produk yang bisa didapatkan di tempat ini, melainkan ragam acara yang bisa dipilih untuk menghabiskan waktu senggang secara positif.

“Selena rohnya dari anak muda untuk anak muda dan kami ingin ini jadi pemicu bagi anak muda yang ingin berbisnis, terutama di bidang leisure,” ujar Artin Wuriyani, CEO Selena.

Sebagai sebuah market place digital, Selena menawarkan empat kategori utama aktivitas, yakni, trip, workshop, watching, dan hang out. Trip berkaitan dengan penyedia jasa perjalanan wisata yang tidak harus bergantung lagi pada agen perjalanan. Setiap orang bisa memasarkan paket liburannya lewat platform ini.

Watching berhubungan dengan pergelaran musik, budaya, pertunjukan, dan sebagainya. Workshop digunakan untuk orang yang ingin menggelar lokakarya dan menjaring peserta.

Hang out diperuntukkan bagi orang yang ingin menggelar acara santai, misal makan malam dengan selebgram, membaca kartu tarot di tempat nongkrong, dan sebagainya.

Hang out memfasilitasi kegiatan yang tidak disebutkan di tiga kategori lainnya, bebas saja acaranya,” ucap Artin.

Seusai fungsinya, market place digital Selena juga melayani transaksi. Pengguna jasa yang ingin mengikuti sebuah acara yang dipromosikan di platform ini membeli tiket seusai dengan harga yang ditentukan oleh penyelenggara.

“Orientasi platform ini sejauh ini masih bisnis, sehingga acara atau kegiatan yang ditawarkan pun berbayar,” kata Artin.

Ia berharap, platform ini menjadi referensi utama, ketika masyarakat ataupun wisatawan ingin mengisi waktu luangnya dengan melakukan aktivitas yang memberi pengalaman baru, sekaligus pengetahuan baru yang menyenangkan.

snapchat luncurkan platform game

Batik Bakau dan Kelas Kreatif bagi Kaum Milenial Semarang

Kelas Kreatif merupakan bagian dari program BUMN Goes to Campus (BGTC) dan menyasar generasi milenial kreatif di Jawa Tengah yang digelar PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero).

Manajer Humas PG Muhammad Ihwan menyatakan bahwa BGTC merupakan bentuk BUMN Hadir Untuk Negeri, sekaligus memperingati HUT Kementerian BUMN yang ke-21. Tujuannya untuk mengembangkan potensi anak muda di berbagai daerah.

“Kementerian BUMN melihat besarnya potensi generasi milenial dalam bidang industri kreatif,” ujar Ihwan.

Dalam pelaksanannya, lanjut Ihwan, PG menggandeng mahasiswa Program Studi IlmuKomunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip dan Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) dengan melibatkan total lebih dari 350 anak muda.

Mengusung tema Creative Day : Millenial Start Your Creative Moment, kelas kreatif yang dilaksanakan akhir pekan lalu di Gedung H, Universitas Dian Nuswantoro dibagi menjadi enam kelas. Selain kelas eceng gondok dan kelas mangrove, tersedia pula Kelas Kopi, Kelas Cokelat, Kelas Florist, dan Kelas Public Relations.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Tyas Catur Pramudi mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan oleh PT Petrokimia Gresik untuk bekerjasama mendorong generasi milenial pada umumnya dan mahasiswa ILKOM pada khususnya untuk membekali diri dengan keterampilan.

“Menciptakan kreativitas perlu menjadi perhatian bagi generasi milenial agar siap terjun ke industri kreatif, maka melalui Kelas Kreatif yang digelar ini dan menjadi program BUMN, generasi milenial Jawa Tengah pun siap bersaing baik secara lokal maupun nasional,” ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Belajar Batik Tulis yang Menyenangkan ala Ibu – Ibu di Kota Malang

Galau hingga Terlalu Cemas, 6 Hal Ini Dialami Kaum Milenial Tanpa Sadar

Dulu, orang-orang yang memiliki kelainan makan atau menderita depresi dapat memperoleh banyak manfaat dengan membuat catatan di buku harian (diary).

Memiliki buku harian dapat membantu Anda mengatasi stres, bahkan konon katanya dapat mengurangi gejala asma. Selain itu, menulis catatan harian memiliki keuntungan penting yakni menghindari kesalahan yang sama di masa yang akan datang.

Generasi milenial memilih menulis catatan tidak lagi dalam buku harian, namun dengan media yang lain. Misalnya, dengan blog maupun postingan di Instagram maupun Facebook.

Meskipun media berbeda, namun menulis catatan harian masih memegang fungsi yang sama. Di antaranya adalah untuk mengekspresikan perasaan dan menganalisis situasi diri.

Menteri Susi Sindir Kaum Elit yang Anti Penenggelaman Kapal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, laut masa depan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya serius untuk memberantas kapal pencuri ikan di Indonesia.

Jokowi menegaskan, pihaknya telah membakar dan menenggalamkan 488 kapal yang melakukan pencurian ikan di Indonesia.

“Dalam empat tahun ini, kami sudah kejar 7.000 kapal asing ilegal fishing yang lakukan pencurian ikan di perairan kita. 488 kapal yang kita bakar dan tenggelamkan. Sekarang ini kapal 7.000 itu sudah tidak ada,” kata dia, Minggu (17/2/2019).

Jokowi mengatakan, pihaknya serius memberantas kapal pencuri ikan tersebut dapat dimanfaatkan oleh nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapannya.

“Menjadi kesempatan nelayan untuk memanfatkan sumber daya alam(SDA) laut kita, ikan, sehingga (nelayan-red) lebih sejahtera,” tutur dia.

Selain memanfaatkan sumber daya laut terutama ikan, Jokowi juga memanfaatkan ladang minyak di laut atau offshore. Ia menilai, saat ini banyak ladang minyak yang belum digarap.

Ketiga, Jokowi menuturkan, pihaknya akan membenahi infrastruktur laut.

“Tol laut harus terus dikerjakan terutama ke Indonesia timur, apalagi Indonesia 17 ribu pulau, konektivitas antar pulau, pelabuhan harus secara konsisten. Betul-betul tol laut berikan manfaat untuk rakyat,” kata Jokowi.

Brunei Akan Hukum Rajam Sampai Mati Kaum LGBT, PBB: Tidak Manusiawi!

New YorkKerajaan Brunei Darussalam akan mulai menerapkan hukuman cambuk dan rajam sampai mati bagi kaum homoseksual (LGBT) pada Rabu, 3 April mendatang. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam hukuman yang disebutnya “kejam dan tidak manusiawi” tersebut.

“Saya meminta pemerintah untuk menghentikan pemberlakuan KUHP baru yang kejam ini, yang akan menandai kemunduran serius bagi perlindungan hak asasi manusia bagi rakyat Brunei jika diterapkan,” kata kepala HAM PBB, Michelle Bachelet dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (1/4/2019).

Brunei yang selama 51 tahun ini dipimpin oleh Sultan Hassanal Bolkiah, menyatakan akan menerapkan hukum syariah tersebut mulai 3 April mendatang. Brunei pertama kali mengumumkan langkah tersebut pada tahun 2013, namun implementasinya telah ditunda seiring banyaknya kecaman dari kelompok-kelompok HAM.


Bachelet menekankan bahwa para pakar HAM PBB telah “menyampaikan keprihatinan mereka akan hukuman yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan yang tercantum dalam aturan KUHP tersebut”.

Hukum syariah ini menetapkan hukuman mati bagi sejumlah dakwaan, termasuk pemerkosaan, perzinahan, sodomi, dan penghinaan Nabi Muhammad. Hukum ini juga mengatur pencambukan di depan umum sebagai hukuman untuk aborsi serta hukuman amputasi untuk pencurian, dan pidana untuk pengeksposan anak-anak muslim pada praktik agama selain Islam.

Sebelumnya, aktor Hollywood, George Clooney, menyerukan pemboikotan sembilan hotel mewah yang memiliki keterkaitan dengan Brunei terkait hukum syariah ini. Ia mengatakan bahwa hotel Dorchester Collection yang ada di AS, Inggris, Prancis dan Italia, yang dimiliki oleh Badan Investasi Brunei, sebaiknya dihindari oleh mereka yang menentang langkah itu.

Seruan ini disokong penyanyi terkenal Elton John dalam cuitannya di Twitter. “Saya mendukung teman saya, #GeorgeClooney, karena bersikap melawan diskriminasi anti-gay dan kefanatikan yang berlangsung di negara #Brunei – tempat kaum gay dibrutalisasi atau lebih buruk dengan memboikot hotel milik sultan.”

(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tradisi Barapen dan Kaum Pembuat Sagu di Tambrauw

Liputan6.com, Tambrauw – Barapen merupakan tradisi paling kuno yang ada pada masyarakat Tambrauw, Papua Barat. Dalam tradisi itu, warga akan memasak dengan cara membakar secara besar-besaran, dan ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur dan persaudaraan. Biasanya, bahan makanan yang digunakan yakni dagung, sayuran, dan beberapa jenis umbi.

Pertama, salah seorang penduduk akan menggali tanah, selanjutnya disebut sebagai kolam. Lalu dasar kolam ditata dengan beralaskan daun pisang, bagian atasnya ditata daging, sayuran dan umbi. Kemudian, bagian itu ditutup kembali menggunakan daun pisang.

Selanjutnya, warga mengambil batu yang dibakar hingga berwarna merah. Batu diturunkan di atas daun pisang sampai merata, hingga seluruh makanan yang dibungkus daun pisang itu matang.

Semua batu yang akan digunakan untuk memasak, dibakar dalam sebuah lubang yang dibuat di tanah. Teknis dalam memasak secara barapen biasanya dilihat dari panas yang sudah diterima oleh batu.

Ketika batu dirasa sudah panas, maka tumpukan batu akan dibuka sebagian. Lalu semua sayuran dimasukan ke tengah-tengah celah batu yang tadi dibuka dimana daging ditempatkan di tengah-tengah sayuran sebelum celah batu kembali ditutup.

Meski tidak umum, makanan yang dimasak dengan cara barapen tetap terasa lezat. Menariknya, lemak daging yang dibakar bersama makanan lain itu pun hilang. Karena, lemaknya terserap ke dalam sayuran.

Tradisi Barapen adalah tradisi yang mengajarkan bagaimana cara menciptakan dan menguatkan kebersamaan antar sesama manusia di suatu daerah atau suku. Dalam pelaksanaan barapen, seluruh warga yang terlibat melaksanakan seluruh persiapan, proses, hingga upacara makan secara bersama.

Barapen merupakan tradisi tertua yang ada di Papua. Niat dalam pelaksanaannya yakni mengungkap rasa syukur serta persaudaraan.

Barapen biasanya juga dilakukan dalam rangka merayakan sanak saudara yang kembali pulang setelah lama merantau dan sebagai tradisi saat diadakannya upacara kematian. Inilah yang melatarbelakangi, makanan yang disantap dalam barapen biasanya berjumlah besar.

Wakil Ketua MPR Apresiasi Kehadiran Kaum Disabilitas Dalam Sosialisasi Empat Pilar

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin memberikan sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kepada anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, generasi muda, dan 30 orang kaum disabilitas, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu, 17 Maret 2019.

“Kita hadir di tempat ini karena disamakan persepsi agar Indonesia lebih baik,” ujar Wakil Ketua MPR Mahyudin.

“Kita yang hadir di sini adalah orang yang cinta NKRI,” tambahnya.

Dijelaskan oleh Mahyudin, acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini bukan sekadar memberi ilmu namun juga membangun kesadaran. Membangun kesadaran berbangsa dan bernegara menurut pria asal Kalimantan itu penting sebab tak ada jaminan satu negara utuh selama-lamanya. Dicontohkan dulu ada negara kuat, Uni Soviet, bubar. Uni Soviet sekarang tercerai berai menjadi banyak negara.

“Bahkan bubarnya dengan menyisakan derita dan air mata,” tuturnya. 

Disampaikan kepada peserta, Indonesia memiliki ribuan suku. Dirinya membayangkan kalau di Indonesia tak ada alat pemersatu. “Pancasila-lah yang mempersatukan kita,” ucapnya.

Agar Indonesia maju maka persatuan harus diperkuat. Dalam persatuan ada stabilitas. Kondisi demikianlah yang perlu dipertahankan.

Dalam menjaga persatuan, diakui bangsa ini mendapat ancaman. Salah satu ancaman, disebut globalisasi.

“Globalisasi mengikis jiwa gotong royong yang selama ini dianut masyarakat menjadi jiwa individualis,” ungkapnya.

Individualis membuat orang jadi ingin menang sendiri. “Silaturahmi kita rusak gara-gara beda pilihan politik,” kata alumni Universitas Lambung Mangkurat itu.

Menjelang Pemilu banyak berita hoax. Akibatnya, menurut Mahyudin banyak orang termakan fitnah. Untuk mencegah Pemilu tidak menjadi hal yang mengancam keutuhan bangsa, Mahyudin mengajak pada semua untuk menjadikan Pancasila sebagai perilaku dalam keseharian.

“Sepulang dari acara ini kita harap semua mempunyai persepsi yang sama, Indonesia yang maju dan disegani,” tegasnya.

Terkait kaum disabilitas yang hadir dalam sosialisasi, Mahyudin mengatakan sosialisasi sudah menjadi kebutuhan rakyat. “Tidak terkecuali kaum disabilitas”, ujarnya.

Hadirnya kaum disabilitas dalam acara itu diakui sangat menarik sehingga sasaran Empat Pilar menyentuh pada semua kalangan. “Antusias sekali kaum disabilitas dalam acara ini,” ungkap Mahyudin.

Gelar Pameran Seni Cetak Grafis, de Braga by Artotel Sasar Kaum Milenial

Liputan6.com, Jakarta – Sukses pada tiga pameran seni sebelumnya, de Braga by ARTOTEL mengadakan pameran karya kertas dan seni cetak grafis berjudul “Printmaking & Paper”.

Mereka bekerja sama dengan enam seniman yang tergabung dalam International Printmaking & Paper Artshow (IPPAS), yaitu Aditya Diatmika, Dharyagita Rizal, Hardiman Adiwinata, Putra Wali Aco, Sigit Purnomo Adi dan Zusfa Roihan.

Pameran digelar mulai 9 Maret sampai 31 Maret 2019 di ARTSPACE, lantai 2 de Braga by ARTOTEL. Kegiatan pameran berawal dari sebuah kompetisi seni grafis yang diikuti oleh sejumlah perupa dari mancanegara, yang kemudian pemenang dan beberapa perupa yang lolos seleksi mendapatkan kesempatan berpameran.

Pada pameran kali ini beberapa perupa Indonesia memperlihatkan karya cetak grafis di atas kertas maupun media lainnya. Namun yang menjadi koleksi utama adalah seni cetak grafis dan printmaking,.

Dengan karya di atas kertas yang disandingkan dengan printmaking, tujuannnya untuk menampilkan keragaman karya seni. Itu karena perkembangan seni kertas masih perlu terus dipopulerkan keberadaannya, serta untuk merespons perkembangan teknologi dan budaya kekinian yang serba temporal (digital).

Dengan begitu diharapkan karya-karya seni grafis dan kertas bisa lebih akrab dengan kaum milenial. Pameran yang diadakan Artotel Group  ini juga memberi platform sekaligus kesempatan untuk memperlihatkan karya cetak dan karya di atas kertas yang saat ini masih dinilai belum layak untuk disejajarkan dengan karya bermedium lain seperti kanvas.

Ini bisa menjadi hal menarik dan kritis bagi budaya seni visual kita. Padahal karya-karya grafis dan kertas lebih pas dikatakan dapat dilihat sebagai yang paling mendasar, spontan, dapat dikoleksi, dan memuaskan secara pribadi dari semua bentuk seni.

Relawan Prabowo-Sandi Target 75% Suara Emak-emak dan Kaum Milenial

Surabaya – Relawan Sahabat Prabowo-Sandi menargetkan 75 persen suara di Jawa Timur untuk pemenangan pasangan capres-cawapres 02. Targetnya adalah perolehan suara emak-emak dan kaum millenial yang ada di Jawa Timur.

“Target perolehan suara Prabowo-Sandi adalah 75 persen dari emak-emak dan pemuda millenial. Saat ini kami terus melakukan road show ke kampung-kampung untuk mensosialisakan progam Prabowo-Sandi,” kata Ketua Sahabat Prabowo Sandi Jawa Timur, Fauzi Mahendra saat acara Tea Time Influencer Prabowo-Sandi yang digelar di Jalan Bali, Sabtu (9/3/2019).

Fauzi menjelaskan saat ini pihaknya sudah melakukan survei internal. Hasilnya pasangan Prabowo-Sandi mengungguli lawan paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf. Namun Fauzi tidak menjelaskan secara detail hasil survei internal.


“Saat ini dari hasil survei internal kami, Prabowo-Sandi unggul sebesar 3 persen. Untuk itu kami tetap menginginkan peran serta partai pendukung, meski saat ini peran partai kurang maksimal,” ujar Fauzi.

Saat menggelar acara Tea Time Influencer Prabowo-Sandi, Fauzi juga mengajak agar para pemuda bisa menularkan pengetahuan mereka akan dunia digital kepada emak-emak. “Kalangan emak-emak secara nasional sebesar 60 persen dan sebagian besar dari mereka tidak tahu dunia digital,” ungkapnya.

Menurut Fauzi, saat ini anak-anak muda harus bisa memberikan masukan dan menjadi inspirasi untuk sharing berita positif di media sosial. “Semangat kita di pemilu adalah akal sehat, biar yang share berita-berita negatif dari kubu sebelah,” terangnya.

Untuk terus mensosialisaikan progam Prabowo Sandi, Fauzi mengaku akan menggelar acara yang sama di setiap daerah di Jawa Timur. Tak hanya itu, pihaknya akan menggelar tabligh akbar di tiga kota.

“Dalam waktu dekat Relawan Sahabat Prabowo Sandi akan menggelar tabligh akbar di Malang, Tulungagung dan Banyuwangi. Tabligh akbar ini akan menjadi rangkaian kampanye akbar yang akan berlangsung tanggal 24 Maret 2019,” tandasnya.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>