Hidayat Nur Wahid: Fakta Sejarah Ungkap Peran Umat Islam dalam Tegaknya NKRI

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak masyarakat Indonesia terutama umat Islam Indonesia untuk mempelajari fakta sejarah peran umat Islam menegakkan NKRI.

Hal tersebut sangat penting sebagai pembelajaran dan tambahan pemahaman di tengah-tengah maraknya mispersepsi yang kadang sangat berlebihan tentang Islam dan umat Islam Indonesia.

Salah satunya adalah peristiwa fenomenal mosi integral yang dilakukan seorang ulama, cendikiawan Islam, politikus Islam, pejuang kemerdekaan Indonesia dan Ketua Fraksi Partai Masyumi di DPR RIS era 1950-an Mohammad Natsir.

Hal tersebut dikatakan HNW di hadapan sekitar 300 lebih Pimpinan dan anggota Lembaga Tahfidz Qur’an Jauharul Iman serta masyarakat umum peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, di GOR Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

Mosi Integral gagasan Natsir ini, lanjut HNW, dikemukakan Natsir pasa parlemen RIS tahun 1950. Mosi gagasannya inilah yang menyatukan kembali Indonesia dalam wadah NKRI yang sebelumnya berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).

RIS yang dibentuk tahun 1949 adalah hasil kesepakatan Republik Indonesia, Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO), dan Belanda yang disaksikan oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) merupakan negara serikat yang memisah-misahkan Indonesia dalam beberapa negara bagian yang sangat ditentang Natsir.

“Gagasan Natsir dalam Mosi Intgralnya ini kemudian diterima parlemen dan kembalilah Indonesia dalam NKRI hingga kini tetap ada dan terjaga. Inilah benang merahnya bahwa tidak mungkin Islam dan umat Islam Indonesia bertolak belakang dengan konsep dan realisasi NKRI,” ujar Hidayat.

2 dari 2 halaman

Jaga Warisan Ini

Pengetahuan dan pemahaman tersebut dikatakan HNW sangat penting, apalagi kepada generasi muda milenial bahwa seluruh elemen bangsa Indonesia termasuk Islam memiliki peran dan kiprah yang besar dalam pembentukan NKRI hingga kini.

“Umat Islam Indonesia saat ini juga harus menjaga warisan dari para pendahulunya tersebut bahkan harus lebih baik perannya, harus proaktif untuk agama dan negara. Jangan sampai masa bodoh dan terkesan ‘cuek’ dengan segala permasalahan yang menghambat kemajuan bangsa dan negara,” tandasnya.

Sosialisasi Empat Pilar hasil kerjasama MPR RI dengan Lembaga Tahfidz Qur’an Jauharul Iman ini sendiri berlangsung selama setengah hari yang sangat disambut antusias peserta sosialisasi.

Gaya pemaparan materi yang dilakukan HNW yang diselingi dengan candaan-candaan ringan dan cerdas mampu meraih perhatian peserta yang kebanyakan generasi muda dan kaum ibu.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Strategi Polri Ajak Kaum Milenial di Papua Barat Kampanye Tertib Berlalu Lintas

Liputan6.com, Papua – Sebanyak 30 ribu kaum milenial menghadiri acara “Millennial Road Safety Festival” di Lapangan Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat, untuk mendeklarasikan keselamatan berlalu lintas.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja menyebutkan pihaknya berharap melalui acara ini akan membuat generasi milenial Papua Barat lebih menyadari pentingnya menaati peraturan saat berkendara.

“Kami berharap adik-adik milenial di Papua Barat bisa lebih menyadari pentingnya menaati peraturan saat berkendara. Untuk berlalu lintas dengan aman di jalan raya, mereka harus melengkapi diri dengan kelengkapan berkendara,” kata Brigjen Rudolf, Sabtu (16/2/2109).

Sementara Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat Kombes Indra Irianto Darmawan mengatakan pentingnya kegiatan “MRSF” ini sebagai upaya kampanye keselamatan berkendara untuk menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas.

“Kegiatan ini adalah bagian dari sosialisasi kami mengingatkan para milenial tentang keselamatan berkendara, mengingat bahwa korban kecelakaan di Indonesia didominasi kaum milenial,” tuturnya dilansir Antara.

Rangkaian kegiatan dalam MRSF yakni Deklarasi Keselamatan, pemutaran pesan keselamatan berlalu lintas dari Presiden RI, penampilan “freestyle” motor dan atraksi “safety riding” oleh Personel Satlantas Polres Sorong Kota dan Polres Sorong.

Selain itu, kegiatan lainnya adalah jalan sehat berhadiah, senam kolosal milenial, “Millenial Entrepreneur Expo” dan lomba permainan daring PUBG.

Menurut dia, warga milenial Papua Barat tampak antusias menikmati penampilan yang disuguhkan dalam acara MRSF, termasuk penampilan artis Ibu Kota yang disisipi dengan pesan-pesan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Kegiatan ini dikemas sedemikian rupa agar pesan intinya bisa dengan mudah diterima dan dipahami kaum milenial,” kata Indra.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Di Bojonegoro, Sandiaga Terima Keluhan Anak Milenial soal Lapangan Kerja

Liputan6.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno melakukan kegiatan politiknya bertemu kaum milenial di Bojonegoro, Jawa Tengah. Dalam kegiatan itu, Sandi mendapat keluhan tentang tenaga kerja asing yang lebih mudah mendapat pekerjaan ketimbang warga setempat.

“Kami ini sekarang sulit mendapatkan kerja, tapi kok tenaga kerja asing bisa dengan enaknya bekerja di sini?” kata Ades Hadiono kepada Sandiaga, Jumat 15 Februari 2019.

Ades juga mengingatkan Sandi untuk meningkatkan penyerapan lapangan pekerjaan bagi para milenial.

Menanggapi hal itu, Sandi berjanji jika terpilih menjadi orang nomor dua di republik ini akan menciptakan dan menyediakan lapangan kerja.

Menurutnya, program OK OCE merupakan salah satu cara untuk menurunkan pengangguran di DKI sebanyak 20 ribu orang. Program itu telah menciptakan 66.550 UMKM baru.

Sandiaga menegaskan akan membawa OK OCE ke level nasional, karena mampu menghadirkan lapangan pekerjaan baru dan mencetak para pengusaha.

“Melalui OK OCE berhasil menurunkan pengangguran, menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja,” ujar Sandiaga.


Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Resep Mudah dan Murah Ramuan Tradisional Pencegah Lemah Syahwat

Liputan6.com, Jember – Kehidupan harmonis, bahagia, dan berkecukupan ekonomi, menjadi dambaan setiap keluarga. Namun, hidup harmonis dalam keluarga tidak datang begitu saja. Faktor kesehatan jasmani dan rohani juga mengambil peran penting.

Pekerjaan yang menyita tenaga tentu menjadi momok yang menggerogoti kesehatan dan stamina. Tentu, dampaknya selain mengganggu aktivitas sehari-hari, juga aktivitas di ranjang.

Di tengah kemajuan ilmu dan teknologi juga diikuti dengan kemajuan medis dan farmasi, tentunya banyak ditemukan obat penambah stamina untuk mengatasi impotensi atau lemah syahwat.

Berbagai produk berbahan kimia sintetis ditawarkan, yang justru membawa efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, muncul adanya kesadaran dan kampanye back to nature di kalangan masyarakat.

Apalagi di negeri kita tercinta, banyak warisan resep dari nenek moyang yang sudah teruji khasiatnya. Indonesia terkenal memiliki kekayaan keanekaragaman hayati berupa ratusan jenis obat.

Tanaman jenis obat tersebut telah digunakan dan dimanfaatkan untuk pencegahan dan penyembuhan berbagai penyakit berat di antaranya seperti diabetes melitus, hipertensi, kanker asam urat, hingga penyakit yang ditakutkan kaum pria yakni impotensi.

“Impotensi atau lemah syahwat adalah ketidakmampuan alat kelamin pria untuk ereksi, sehingga si penderita tidak bisa melakukan hubungan seksual,” ujar Bambang Sudewo, penulis buku Tanaman Obat Populer penggempur aneka penyakit, Kamis, 14 Februari 2019.

Dia menjelaskan banyak faktor yang menjadi pemicu terjadinya disfungsi ereksi antara lain faktor psikologis, kelelahan, gangguan sistem syaraf, dan penyakit diabetes melitus.

“Faktor psikis akibat hubungan suami istri yang kurang harmonis, stres, atau depresi berat. Kondisi kesehatan yang menurun akibat sakit yang berat,” katanya.

Karena itu, supaya impotensi tidak sampai mengganggu keharmonisan dalam berumah tangga, perlu ada pencegahan dan pengobatan bagi yang sudah terjangkit.

2 dari 2 halaman

Resep Mudah Obat Tradisional

Menurut Bambang Sadewo ada delapan langkah pencegahan impotensi. Pertaman, membangun rasa percaya diri bahwa kelemahan sementara pada gangguan psikis bisa segera diatasi.

Kemudian, menghindari minuman beralkohol, karena dapat menyebabkan menurunnya kemampuan hubungan seksual secara normal. Jika menderu penyakit diabetes melitus, maka segera lah mengatasinya.

Keempat, menghindari stres, cemas yang berlebihan, depresi berat, dan menjalankan pola hidup sehat. Lalu, menjaga keharmonisan hubungan suami istri, sehingga kemesraan dapat dibangkitkan saat berhubungan seks.

Jika terjadi gangguan pada fungsi organ lain seperti ginjal, sumsum tulang belakang, prostat dan pankreas harus diupayakan penyembuhan secara tuntas. Ketujuh, mengonsumsi makanan yang bergizi, sayuran, dan buah untuk menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Terakhir, menjalankan pola hidup yang sehat dengan pola makan yang seimbang serta berolahraga secara teratur merupakan upaya terbaik untuk menghindari keluhan impotensi.

Di samping cara tersebut, ada ramuan sederhana yang mampu mengatasi impotensi dan meningkatkan vitalitas kaum pria.

Ramuan pertama hanya membutuhkan gingseng 30 gram, cabai jawa 20 gram, lada 20 gram, jahe merah 15 gram, dan air 800 mililiter.

Cara membuatnya terbilang mudah, yakni semua bahan tersebut dicuci bersih kemudian direbus hingga air rebusan tersisa 2 gelas, kemudian disaring.

Ramuan ini diminum 2 kali pada pagi dan sore. Sekali minum satu gelas dan bisa ditambahkan kuning telur, serta dua sendok madu yang diaduk hingga merata.

Sementara ramuan kedua berbahan gingseng jawa 30 gram, cabai jawa 20 gram, pegagan 20 gram, pronojiwo 10 gram, dan air 800 ml. Cara pembuatan dan aturan pemakaiannya sama dengan ramuan pertama.

Selain itu, untuk mengatasi impotensi juga bisa dengan jus buah dan sayuran, dengan bahan yang mudah dan paling gampang dicari, yakni kucai 30 gram, tauge 30 gram, anggur merah 100 buah, kurma 100 buah, dan air setengah gelas.

Cara pembuatan dengan mengejus semua bahan hingga halus. Penggunannya dengan meminum jus ini sehari 2 kali pada pagi dan sore. Sekali minum 1 gelas.


Simak video pilihan berikut ini: 

Siasat KPU Jabar Dongkak Angka Partisipasi Pilpres dan Pileg yang Stagnan

Liputan6.com, Bandung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan angka partisipasi pemilih pemilu presiden dan legislatif di Jawa Barat tidak mengalami peningkatan dikisaran 70 persen. Meski dibandingkan dengan pemilu kepala daerah, jumlah angka partisipasi pemilih mengalami peningkatan 73 persen.

Menurut Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok, angka partisipasi pemilih yang dibebankan KPU RI ke otoritasnya yaitu 77.5 persen. Untuk itu KPU Jawa Barat akan memaksimalkan medium sosialisasi dan pendidikan bagi pemilih.

“Karena jika ada orang yang sudah tahu tentang pemilu, waktu pemilu tapi ketika mereka sudah tahu tidak ada jaminan datang ke TPS. Kemudian tidak hanya sosialisasi yang bersifat informatif, juga perlu ada pendidikan pemilih untuk menyadarkan bahwa mereka harus menggunakan hak pilih,” kata RIfqi, Bandung, Jumat (15/2/2019).

Rifqi melanjutkan, pendidikan pemilih ini akan melibatkan seluruh peserta pemilu. Alasannya adalah partisipasi pemilih pemilu bukan hanya tanggung jawab dari KPU.

Salah satu cara mendongkrak jumlah partisipasi pemilih yaitu dengan menghadirkan kandidat dari partai politik yang berkualitas. Hal itu untuk menarik perhatian pemilih agar menggunakan hak suaranya pada 17 April 2019 mendatang.

“Pemerintah juga punya tanggung jawab karena ukuran indeks demokrasi itu, salah satunya adalah partisipasi pemilih yang meningkat. Dan pembangunan demokrasi itu kan dipengaruhi oleh partisispasi pemilih. Pemerintah juga punya peran yang sangat penting,” ujar Rifqi.

Rifqi berharap, pemerintah bisa terlibat dalam usaha peningkatan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019. Caranya dengan mengoptimalkan infrastrukur dan sumber daya yang dimiliki.

2 dari 2 halaman

Tingkatkan Pemilih

Melalui pemerintah, diharapkan penyampaian instruksi dan himbauan kepada seluruh kelompok masyarakat soal pentingnya menggunakan hak pilih. Seperti kepada kelompok pengusaha, swasta, ormas maupun masyarakat sipil lainnya.

“Karena kalau tidak melalui pemerintah, mereka ini tidak tersentuh oleh KPU. Mereka lebih sering berinteraksi dengan pemerintah. KPU memiliki keterbatasan mengakses ke arah sana,” jelas Rifqi.

Soal permintaan bantuan sosialiasi dan pendidikan pemilih pemilu ini, telah disampaikan langsung ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan adanya campur tangan pemerintah, tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan hak pilihnya seperti karena bekerja.

“KPU meminta seluruh sektor, terutama sektor industri agar meliburkan pegawainya saat hari pemilihan mendatang,” ujar dia.

Tongkat Wasiat, Ramuan Madura yang Bikin Suami Betah di Rumah

Liputan6.com, Jakarta Kabupaten Sumenep di Madura ternyata menyimpan banyak warisan budaya para leluhur yang masih lestari hingga saat ini. Salah satu yang menarik adalah warisan ramuan tradisional yang bisa bikin suami betah di rumah.

Jamu ramuan tradisional racikan warga ujung timur Pulau Garam ini tentu sudah tersohor ke berbagai daerah di Indonesia. Ramuan Tongkat Wasiat menjadi satu di antara begitu banyak ramuan tradisional peninggalan nenek moyang orang Sumenep. Konon ramuan bisa membuat keharmonisan rumah tangga selalu terjaga dengan baik lantaran kehidupan seks menjadi lebih menyenangkan.

Ramuan Tongkat Wasiat  tersohor lantaran khasiatnya yang betul-betul manjur. Hj Tusmiyati Ummi Kalsum, peracik sekaligus pemilik usaha rumahan jamu tradisional yang memproduksi ramuan Tongkat Wasiat mengaku rumahnya selalu dibanjiri pesanan.

Rumahnya berlokasi di Jalan Kemala 141, Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep tak pernah sepi dari pembeli. Selain melestarikan warisan nenek moyangnya, meracik jamu juga menjadi usaha rumah tangga yang menjanjikan.

“Tentu tujuan utama saya melestarikan warisan nenek moyang. Karena ramuan dari nenek moyang saya ini sudah terkenal di masyarakat,” ungkap Yusmiyati kepada Liputan6.com, Kamis (14/2/2018).

Tusmiyati menjelaskan, usaha jamu tradisional yang hingga sekarang ia tekuni memang paling terkenal adalah ramuan Tongkat Wasiat. Melihat permintaan konsumen yang kian meningkat, khasiat ramuan tradisional ini khasiatnya tidak diragukan, bahkan sejak dulu sampai sekarang tidak pernah ada satupun pembeli yang protes soal ramuan tersebut.

“Produk kami murni ramuan tradisional. Jadi benar-benar aman dan tidak ada efek samping yang membahayakan,” ucap Tusmiyati.

Usaha jamu ramuan tradisional yang dia tekuni sekarang merupakan warisan dari neneknya bernama Jumaida. Awalnya sang nenek hanya meracik jamu pegel linu yang berbahan dari tanaman yang ada disekitar rumahnya, waktu itu ramuannya hanya dibeli para tetangga. Namun usaha itu ia tetap dijalani sembari membantu tetangga yang sedang yang sakit dan membutuhkan obat-obatan.

Setelah neneknya meninggal dunia, cara meracik jamu tradisional tersebut diwariskan kepada anaknya yang bernama Ummi Kalsum. Saat itulah sang ibu terus mengembangkan usaha jamu tradisional tersebut.

Semula yang hanya memproduksi jamu pegal linu, berkembang menggagas jamu bagi perempuan melahirkan, alhasil jamunya banyak dibeli konsumen dari luar daerah dan semakin terkenal.

Tidak berjsnti sampai di situ, berkat ketelatenan dan keuletan sang ibu, akhirnya usaha keluarga ini berhasil menciptakan ramuan tradisional khusus kewanitaan yang berbentuk bulat dan panjang sekitar 10 centimeter yang diberi nama Tongkat Wasiat. Ramuan itu bisa menyerap lendir pada bagian tubuh sensitif para kaum hawa, sehingga saat berhubungan intim bersama pasangannya akan lebih memuaskan.

Pada zaman itu, membuat ramuan Tongkat Wasiat serba menggunakan alat tradisional dan membutuhkan waktu yang agak lama, karena bahan yang akan diracik harus dikeringkan terlebih dulu usai dibersihkan. Kemudian dihaluskan dengan cara ditumbuk dan dibungkus menggunakan daun pisang.

“Jadi pada waktu zamannya ibu saya Tongkat Wasiat memang sudah terkenal. Dan khasiatnya memang tidak diragukan,” kata Tusmiyati.

Setelah ibunya meninggal pada 2005, Tusmiyati melanjutkan usaha jamu tradisional itu sampai sekarang. Peminat ramuan tradisional warisan nenek moyangnya itu pun kian banyak, bukan hanya dalam negeri saja, konsumen luar negeri juga berbondong-bondong memesan produk ramuan tradisional tersebut.

“Saya ini sudah generasi ketiga, dari nenek, ibu dan sekarang saya. Makanya saya tekuni agar warisan nenek moyang soal jamu ramuan tradisional tidak punah,” kata Tusmiyati.

2 dari 2 halaman

Khasiat Tongkat Wasiat

Selama ini ramuan yang paling laris memang Tongkat Wasiat, sehingga dia juga membuat ramuan itu berbentuk sebuk dan bisa diminum, karena untuk Tongkat Wasiat tidak bisa diminum, melainkan dimasukkan kedalam organ tubuh kewanitaan untuk menyerap lendir serta menghilangkan bau tak sedap. Namun produk lain dari racikan tangannya juga banyak diminati, seperti jamu kuat bagi lelaki, jamu bagi ibu melahirkan.

Saat ini usaha rumahan jamu tradisional Madura yang ditekuni Tusmiyati mulai berkembang pesat. Bukan hanya dari konsumen saja, produk yang dihasilkan sudah dikembangkan, dari segi pengemasan dan pecarikannya sudah jauh beda dibandingkan awal produksi jamu ini muncul. Bahkan dia juga sudah memiliki lima karyawan yang ikut membantu meracik jamu untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang kian betambah.

Produk ramuan tradisonal yang dia hasilkan sudah mencapai 38 macam, semuanya dari tanaman tradisional yang banyak mengandung khasiat. Itupun bahan bakunya dibeli dari pasar tradisional, ada juga sebagian yang mendatangkan dari luar daerah dengan bahan baku yang sudah kering.

Sedangkan harga produk yang ia jual tidaklah mahal, harganya cukup bervariasi, dari kisaran Rp 5 ribu sampai Rp 300 ribu. Untuk Tongkat Wasiat hanya dipatok seharga Rp 35 ribu per buah. Harganya yang murah membuat banyak pembeli bahkan menjualnya kembali. Bagaimana, apakah Anda berminat?

Simak juga video pilihan berikut ini:

Ide Menggemparkan Duterte, Usulkan Filipina Diganti Maharlika

Manila – Bertujuan menghilangkan keterkaitan kolonialisme pada nama negara, Presiden Rodrigo Duterte ingin mengubah nama Filipina menjadi ‘Maharlika‘. Namun, gagasan Duterte itu belakangan menuai perdebatan.

“(Dinamakan) Filipina karena ditemukan oleh Magellan menggunakan uang dari Raja Philip (II). Itulah mengapa ketika penjelajah yang bodoh datang, dia menamakannya Filipina,” ujar Duterte pada Senin, 11 Februari 2019.

Duterte pun merujuk pada seruan mendiang diktator Ferdinand Marcos untuk mengubah nama Filipina menjadi ‘Maharlika’. “Karena Maharlika adalah kata-kata Melayu dan itu berarti ketenangan. Marcos benar,” imbuh Duterte.


Namun pakar sejarah menyebut kata ‘Maharlika’ telah disalahartikan sejak lama. Seperti dilansir media lokal Filipina, Philstar.com, Kamis (14/2/2019), sejumlah sejarawan Filipina berusaha memberikan penjelasan soal salah terjemahan untuk kata ‘Maharlika’. Sejarawan Xiao Chua yang juga seorang asisten Guru Besar De La Salle University menyebut pemahaman kata ‘Maharlika’ sebagai bangsawan telah menjadi kesalahpahaman umum yang disebabkan oleh ‘salah terjemahan’ pada teks-teks sejarah Filipina.

“Dalam Blair and Robertson, Maharlika salah diterjemahkan sebagai bangsawan,” sebut Xiao Chua yang merupakan sejarawan Filipina keturunan China, kepada Philstar.com. “Ketika kita membaca Bahasa Inggrisnya, kita berpikir bangsawan berarti berdarah kerajaan (darah biru),” imbuh Chua.

‘Blair and Robertson’ merupakan sebutan lain untuk dokumen sejarah ‘The Philippine Islands’ yang dipublikasikan tahun 1903-1909. Dokumen sejarah sebanyak 55 edisi itu diterjemahkan oleh Emma Helen Blair dan James Alexander Robertson, yang merupakan Direktur Perpustakaan Nasional Filipina tahun 1910-1916. Keduanya menerjemahkan dokumen sejarah itu dari bahasa Spanyol ke bahasa Inggris.

“Tapi William Henry Scott, seorang pakar antropologi dan sejarawan, menyebut ini salah karena apa yang terjadi adalah, warga Amerika yang menerjemahkan dokumen-dokumen berbahasa Spanyol diketahui salah diterjemahkan, meskipun pada akhirnya dibetulkan,” tutur Chua dalam penjelasannya. Scott yang meninggal dunia tahun 1993 lalu, telah mempelajari sejarah dan komunitas pra-Hispanik di Filipina hingga akhir hayatnya.

“Ketika Anda menyebut seseorang itu bangsawan, Anda menyebut ‘dugong bughaw’ (darah biru), Anda bahkan punya lagu-lagu yang diciptakan saat masa Darurat Militer yang berbunyi ‘ako ay Pilipino, may dugong Maharlika’ (saya orang Filipina, dengan darah Maharlika),” imbuhnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Chua bahwa ‘Maharlika’ sebenarnya berarti ‘seseorang yang bebas’. “Orang-orang berpikir, kita ingin nama itu, itu nama yang diromantisir, anggota kerajaan. Tidak, itu (artinya) hanya orang biasa yang bebas,” tegas Chua.

Penjelasan senada disampaikan sejarawan dari Komisi Budaya dan Seni Nasional Filipina, Dr Rolando Borrinaga, dalam keterangan seperti dilansir media lokal Filipina, ABS-CBN News. Borrinaga menegaskan bahwa ‘Maharlika’ sebenarnya berarti ‘orang bebas’ namun telah salah diterjemahkan sebagai kaum bangsawan.

Belakangan Duterte ternyata tidak akan secara aktif mendorong perubahan nama itu. Juru bicara Duterte menyebut Kongres Filipina sebagai institusi yang tepat untuk mendorong perubahan tersebut.

Juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, mengatakan seperti dilansir media lokal Filipina, SunStar Manila, Kongres Filipina bisa mendorong sebuah langkah untuk memperkenalkan nama baru bagi negara Filipina.

“Para anggota Kongres bisa mengubahnya menjadi Republik Maharlika. Kita akan disebut sebagai Maharlikan. Maharlikana untuk Filipina (sebutan untuk wanita). Maharlako untuk Filipino (sebutan untuk pria). Itu akan berkembang soal bagaimana kita akan dipanggil. Tapi itu gagasan yang menarik,” ujar Panelo.

Saat ditanya lebih lanjut apakah Duterte akan secara aktif mendorong perubahan nama negara itu, Panelo menegaskan: “Tidak.”

“Gaya Presiden (Duterte) adalah dia melontarkan sebuah gagasan, kemudian seseorang atau siapa saja dari Kongres akan mengambilnya,” imbuhnya.

Dalam pernyataannya, Panelo mencetuskan agar Kongres Filipina mengambil langkah resmi untuk mengubah nama negara Filipina. “Konstitusi menyatakan Kongres bisa menetapkan sebuah aturan hukum yang bisa mengubah nama negara ini dan mengajukannya kepada rakyat untuk sebuah referendum, semacam plebisit,” cetusnya.

Disebutkan Philstar.com bahwa pasal XVI ayat 2 Konstitusi 1987 menyatakan Kongres bisa, dengan aturan hukum, mengadopsi nama baru untuk negara, lagu kebangsaan, atau lambang nasional, yang sungguh mencerminkan dan menyimbolkan cita-cita, sejarah dan tradisi rakyat. Jika hal itu dilakukan, maka aturan hukum yang mengatur nama baru Filipina mulai efektif setelah diratifikasi rakyat melalui sebuah referendum nasional.

Secara terpisah, Presiden Senat Filipina, Vicente Sotto III, menyebut perubahan nama negara membutuhkan banyak perubahan yang salah satunya membutuhkan amandemen Konstitusi Filipina tahun 1987.
(dhn/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPU Badung Manfaatkan Valentine untuk Sosialisasikan Pemilu ke Milenial

Liputan6.com, Badung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung, Bali, memanfaatkan Hari Valentine atau hari kasih sayang untuk menyosialisasikan Pemilu 2019 ke generasi milenial. Sosialisasi itu dilakukan di kawasan Kuta, Bali.

“Kegiatan ini memang sengaja lakukan dengan memanfaatkan momentum Hari Valentine, untuk menyasar segmen pemilih milenial dan pemilih pemula agar menggunakan hak pilihnya nanti,” ujar Ketua KPU Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, di Kuta, Bali, Kamis (14/2/2019) seperti dilansir Antara.

Pada sosialisasi tersebut, KPU Badung bersama jajaran penyelenggara pemilu se-Kuta dan generasi milenial yang tergabung dalam Relawan Demokrasi dan duta Jegeg Bungan Desa Adat Kuta, membagikan ratusan tangkai bunga mawar kepada pengendara dan masyarakat di Monumen Ground Zero dan Pantai Kuta.

“Keterlibatan langsung generasi milenial dalam sosialisasi ini membuktikan bahwa generasi muda sekarang peduli terhadap masa depan bangsa,” kata Semara.

Selain pembagian bunga, mereka membawa sejumlah alat peraga dan spanduk yang berisi ajakan, untuk menyukseskan jalannya pemilu dengan bahasa yang lebih dekat dengan anak muda.

“Saatnya menggunakan hak pilih, buktikan cintamu dengan datang ke TPS pada Rabu 19 April 2019,” isi salah satu spanduk.

“Dengan bahasa ajakan seperti ini, kami berharap segmen anak muda dan pemilih pemula bisa lebih sadar dalam menggunakan hak pilihnya. Generasi muda tidak boleh golput dan menjadi antipati, namun harus bertanggung jawab kepada bangsa,” kata Semara Cipta.

2 dari 3 halaman

Juga Sasar Pekerja Industri Pariwisata

Selain menyasar para milenial, Wayan Semara Cipta menjelaskan, sosialisasi tersebut digelar di kawasan pariwisata Kuta untuk menyasar para pekerja dan pelaku industri pariwisata setempat.

“Sebelumnya, tingkat partisipasi masyarakat di Kuta dan Kuta Selatan dalam menggunakan hak pilihnya termasuk minim. Hal itu mengakibatkan jumlah golput juga sangat tinggi di dua wilayah ini, dibandingkan dengan daerah lain di Badung,” kata Semara.

Menurut dia, minimnya angka partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih di kawasan itu, dikarenakan sebagian besar masyarakat Kuta dan Kuta Selatan bekerja di bidang pariwisata yang saat berlangsungnya Pemilu sulit mendapatkan izin bekerja.

“Oleh karena itu kami melakukan sosialisasi hari ini di kawasan pariwisata untuk mengajak para pekerja wisata menyalurkan hak pilih dan mengimbau pemilik usaha agar memberikan izin atau dispensasi kepada karyawannya,” ujar Semara.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Duterte Ingin Ganti Filipina Jadi Maharlika, Ternyata Salah Terjemahan

Manila – Usulan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk mengganti nama negara Filipina menjadi ‘Maharlika’ demi menegaskan identitas nasional, menuai polemik. Pakar sejarah menyebut kata ‘Maharlika’ telah disalahartikan sejak lama. Lantas apa arti sebenarnya?

Seperti dilansir media lokal Filipina, Philstar.com, Kamis (14/2/2019), sejumlah sejarawan Filipina berusaha memberikan penjelasan soal salah terjemahan untuk kata ‘Maharlika’ yang oleh Duterte disebut berarti ‘bangsawan’.

Diketahui bahwa Filipina dijajah oleh Spanyol selama lebih dari 300 tahun. Nama negara Filipina berasal dari nama Raja Spanyol Philip II yang berkuasa antara tahun 1556 hingga 1598 silam. Duterte menyebut penggantian nama menjadi ‘Maharlika’ bertujuan untuk menghilangkan keterkaitan kolonialisme pada nama negara Filipina. Juru bicara kepresidenan Filipina, Salvador Panelo, menyebut nama ‘Maharlika’ dari kata Melayu dipilih untuk merefleksikan identitas Melayu dari warga Filipina.


Sejarawan Xiao Chua yang juga seorang asisten Guru Besar De La Salle University menyebut pemahaman kata ‘Maharlika’ sebagai bangsawan telah menjadi kesalahpahaman umum yang disebabkan oleh ‘salah terjemahan’ pada teks-teks sejarah Filipina.

“Dalam Blair and Robertson, Maharlika salah diterjemahkan sebagai bangsawan,” sebut Xiao Chua yang merupakan sejarawan Filipina keturunan China, kepada Philstar.com. “Ketika kita membaca Bahasa Inggrisnya, kita berpikir bangsawan berarti berdarah kerajaan (darah biru),” imbuh Chua.

‘Blair and Robertson’ merupakan sebutan lain untuk dokumen sejarah ‘The Philippine Islands‘ yang dipublikasikan tahun 1903-1909. Dokumen sejarah sebanyak 55 edisi itu diterjemahkan oleh Emma Helen Blair dan James Alexander Robertson, yang merupakan Direktur Perpustakaan Nasional Filipina tahun 1910-1916. Keduanya menerjemahkan dokumen sejarah itu dari bahasa Spanyol ke bahasa Inggris.

“Tapi William Henry Scott, seorang pakar antropologi dan sejarawan, menyebut ini salah karena apa yang terjadi adalah, warga Amerika yang menerjemahkan dokumen-dokumen berbahasa Spanyol diketahui salah diterjemahkan, meskipun pada akhirnya dibetulkan,” tutur Chua dalam penjelasannya. Scott yang meninggal dunia tahun 1993 lalu, telah mempelajari sejarah dan komunitas pra-Hispanik di Filipina hingga akhir hayatnya.

“Ketika Anda menyebut seseorang itu bangsawan, Anda menyebut ‘dugong bughaw‘ (darah biru), Anda bahkan punya lagu-lagu yang diciptakan saat masa Darurat Militer yang berbunyi ‘ako ay Pilipino, may dugong Maharlika‘ (saya orang Filipina, dengan darah Maharlika),” imbuhnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Chua bahwa ‘Maharlika’ sebenarnya berarti ‘seseorang yang bebas’. “Orang-orang berpikir, kita ingin nama itu, itu nama yang diromantisir, anggota kerajaan. Tidak, itu (artinya) hanya orang biasa yang bebas,” tegas Chua.

Penjelasan senada disampaikan sejarawan dari Komisi Budaya dan Seni Nasional Filipina, Dr Rolando Borrinaga, dalam keterangan seperti dilansir media lokal Filipina, ABS-CBN News. Borrinaga menegaskan bahwa ‘Maharlika’ sebenarnya berarti ‘orang bebas’ namun telah salah diterjemahkan sebagai kaum bangsawan.

(nvc/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alasan Ilmiah Berbelanja Bisa Atasi Rasa Sedih Hingga Kiat Ampuh Amankan Isi Dompet

Liputan6.com, Jakarta Suasana hati manusia tiap harinya selalu berbeda-beda. Seperti roda yang berputar, terkadang hari ini perasaan hati sedang bahagia. Namun, di hari berikutnya mungkin tiba-tiba awan gelap melanda. Tak jarang juga dalam sehari perasaan hati akan berubah-ubah.

Saat sedang senang, biasanya orang akan sering tersenyum dan cenderung banyak bicara. Sebaliknya, jika suasana hati sedang buruk, berdiam diri di kamar dianggap menjadi pilihan terbaik bagi beberapa orang. Namun, ada juga yang mengatasi perasaan sedih dengan pergi berbelanja, lho.

Berbelanja memang identik dilakukan oleh kaum Hawa, tapi jangan salah, kaum Adam pun gemar berbelanja. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa orang-orang pergi belanja untuk mengatasi suasana hati yang sedang buruk. Entah itu jalan-jalan ke mall, window shopping, maupun online shopping seperti yang banyak dilakukan belakangan ini.

Ternyata, ada alasan ilmiah di balik tokcernya berbelanja untuk atasi rasa sedih maupun stres. Penasaran ingin tahu bagian tubuh mana yang berperan mendongkrak mood kamu? Yuk simak selengkapnya tentang penjelasan ilmiahnya, seperti yang dirangkum Liputan6.com dari Neuro Tracker, Kamis (14/2/2019).

2 dari 3 halaman

Alasan ilmiah di balik ampuhnya belanja untuk atasi sedih

Retail Therapy adalah istilah khusus yang berarti suatu aktivitas yang dilakukan seseorang untuk melepaskan diri dari tekanan hidup dengan cara berbelanja. Hadirnya istilah tersebut bukan tanpa sebab, mengingat berbelanja terbukti dapat mengatasi rasa sedih maupun stres.

Para peneliti di Stanford menemukan bahwa ketika seseorang melihat gambar item yang ingin dibeli, sebuah organ di otak bernama reseptor dopamin secara langsung akan aktif. Pada dasarnya, reseptor dopamin aktif ketika kamu mengalami kejadian baru, atau kejadian menarik serta menantang. Contoh mudahnya adalah ketika kamu makan makanan kesukaan.

Dopamin adalah senyawa alami tubuh yang membantu mengendalikan pikiran, lebih tepatnya mengatur proses pengiriman sinyal ke dalam otak ketika melihat benda yang menarik perhatian. Pengiriman sinyal tersebut kemudian mempengaruhi gerak motorik tubuh untuk bergerak ke arah sumber yang mengaktifkan dopamin.

Pemeriksaan medis terhadap aktivitas otak berupa MRI juga menunjukkan bahwa peningkatan kadar dopamin lebih berkaitan dengan antisipasi terhadap pengalaman ketimbang saat kejadian yang nyata. Maksudnya adalah membayangkan akan berbelanja saja sudah membuat kadar dopaminmu melonjak drastis, daripada momen belanja di tempat.

3 dari 3 halaman

Kiat ampuh mengatur keuangan saat belanja

Meski demikian, bukan berarti kamu boleh berbelanja sepuasnya saat suasana hati sedang keruh. Kamu tetap harus mengatur isi dompetmu agar tidak menyesal nantinya. Pasalnya, jika kamu menghambur-hamburkan uang saat stres atau sedih, justru itu bukanlah tindakan yang sesuai untuk atasi stres, karena malah berdampak pada kerugian materiil.

Untuk itu, berikut lansiran Liputan6.com dari berbagai sumber terkait kiat ampuh untuk menghindari Retail Therapy berakhir jadi malapetaka, Kamis (14/2/2019).

1. Buat anggaran

Menyusun anggaran atau budget menjadi kunci untuk menghindari pemborosan. Meskipun kamu sedang mencoba atasi rasa sedih atau stres, usahakan untuk membeli barang-barang yang kamu rasa penting.

2. Window shopping

Window shopping juga bisa dijadikan alternatif untuk mengamankan isi dompet, lho. Cara ini dianggap manjur karena dengan melihat-lihat barang yang dipanjang, suasana hatimu juga akan berangsur-angsur membaik. Apalagi kamu melihat orang di sekitarmu yang terlihat bahagia. Dengan itu, mereka akan menularkan virus positif kepada dirimu yang sedang down.

3. Wisata kuliner

Selain berbelanja barang-barang, kamu juga bisa berwisata kuliner. Jika dirasa sudah cukup berbelanja, kamu bisa mampir ke restoran ataupun kafe yang menyediakan makanan ringan yang unik. Makanan atau minuman manis seperti coklat bisa membuat suasana hati sekaligus perut menjadi bahagia kembali.

4. Hindari mengunjungi tempat yang punya kenangan buruk

Selain 3 kiat ampuh di atas, kamu juga perlu menghindari tempat-tempat yang mengingatkan pada kenangan buruk. Misalnya, jangan pergi ke toko baju yang pegawainya menyebalkan. Pergilah ke butik atau tempat lain yang belum pernah kamu kunjungi agar kamu mendapat pengalaman berbelanja yang baru.