Kata Jokowi dan Prabowo soal Pemberantasan Korupsi

JakartaPresiden Jokowi dengan capres Prabowo Subianto punya pandangan berbeda soal korupsi di Tanah Air. Prabowo menyebut korupsi di Indonesia seperti kanker stadium 4, namun Jokowi mengatakan sebaliknya.

“Dari yang terjelek se-ASEAN, sekarang naik menjadi CPI ke angka 37, ini patut disyukuri. Jangan sampai ada yang bilang korupsi kita stadium 4, tidak ada,” kata Jokowi seusai Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2018 di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Jokowi menuturkan, dalam melihat pemberantasan korupsi harus bersandar pada data-data. Di mana corruption perception index (CPI) atau indeks persepsi korupsi membaik pada tahun 2018 di angka 37.

Namun, Jokowi menyadari, dalam upaya pemberantasan korupsi tak hanya cukup terhadap aspek pencegaha. Capres petahana itu menegaskan, penegakan hukum tindak pidana korupsi juga harus dilakukan konsisten.

“Tapi membangun sistem dan membangun sistem pencegahan perlu juga dilakukan dua-duanya, perlu beriringan,” jelasnya.

Menurut Prabowo, maraknya korupsi di Tanah Air menjadi penyebab kemiskinan. Ketum Partai Gerindra itu berpendapat kasus korupsi di Indonesia sudah sangat parah karena sampai melibatkan kepala daerah bahwa hakim.

“Isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi, yang menurut pendapat saya sudah seperti kanker stadium empat,” kata Prabowo saat menjadi pembicara utama dalam acara ‘The World in 2019 Gala Dinner’ di Hotel Grand Hyatt, Singapura, Selasa (27/11/2018).

Capres nomor 02 itu mengatakan, hal mendesak yang perlu dilakukan adalah melakukan reformasi birokrasi. Selain itu, sambung Prabowo, pemberantasan korupsi bisa maksimal dengan membentuk pemerintahan bersih dan antikorupsi.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah untuk membentuk sebuah tim anak bangsa yang terbaik dan paling cerdas dengan integritas tinggi untuk melakukan reformasi dan membentuk pemerintahan yang bersih dan antikorupsi,” papar Prabowo.

Prabowo juga menegaskan, untuk menciptakan pemerintahan bebas korupsi, butuh kepemimpinan yang tegas. “Seorang pemimpin harus bertanggung jawab, tim yang disusun harus benar benar bisa dikendalikan,” paparnya.
(zak/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *