Kasus Pilot Lapor Sinyal Pan-pan: Kena Laser hingga Mesin Terbakar

Jakarta – Pilot Lion Air PK-LQP disebut mengeluarkan sinyal pan-pan saat terbang dengan rute Denpasar-Jakarta, pada malam sebelum pesawat itu jatuh. Ada beberapa kasus serupa di mana pilot melaporkan sinyal pan-pan, di antaranya karena sinar laser hingga baling-baling lepas.

Sinyal pan-pan dalam dunia penerbangan menandakan kondisi urgensi. Seperti dikutip dari Aeronautical Information Manual yang diterbitkan Federal Aviation Administration dari Departemen Transportasi AS, ada prosedur saat pilot menghadapi kondisi distress (kesulitan) atau urgency (keadaan mendesak). Saat menghadapi kondisi tersebut, pilot dapat memperoleh bantuan dengan mengontak fasilitas air traffic.

Pada Maret 2017, pesawat Regional Express (REX) terbang dari Albury menuju Sydney. Namun dalam perjalanan, salah satu baling-baling tersebut lepas.

Dilansir news.com.au, sang pilot mampu mengendalikan pesawat dengan tenang meski baling-balingnya lepas. Dia juga melaporkan ‘pan-pan’ ke ATC Sydney sebelum melakukan pendaratan. Empat hari kemudian, baling-baling pesawat itu ditemukan di semak-semak pada barat daya Sydney.

Setahun sebelumnya yakni pada Februari 2016, pesawat Virgin Atlantic yang sedianya menuju New York, Amerika Serikat (AS) kembali ke Bandara Heathrow, London. Dilansir BBC saat itu, pilot memilih kembali ke Heathrow karena ‘diserang’ sinar laser yang mengenai matanya. Telegraph menulis bahwa sang pilot melaporkan ‘pan, pan, pan’ kepada ATC sebelum kembali ke London.

Sinyal ‘pan-pan’ juga pernah dilaporkan pilot Qantas pada November 2010. Saat itu pesawat Qantas QF 32 dalam penerbangan dari Singapura menuju Sydney, Australia.

Pesawat itu membawa 5 kru, 24 kru kabin, dan 440 penumpang dengan pesawat A380. Dikutip dari laporan Biro Keselamatan Transportasi Australia (Australian Transport Safety Bureau/ATSB), 4 menit setelah pesawat itu lepas landas, kru pesawat mendengar ‘suara ledakan’. Pesawat itu terbang pada ketinggian 7.000 kaki di atas laut.

Rupanya salah satu mesinnya terbakar. Pilot pesawat tersebut, Capt. Richard de Crespigny menceritakan apa yang terjadi saat itu dalam bukunya berjudul ‘QF32: From the author of Fly!: Life Lessons from the Cockpit of QF32’

“Pan, pan, pan Qantas 32 engine failure maintaining 7400, and current heading,” kata Capt de Crespigny kepada ATC Singapura sebelum kembali ke Bandara Changi, Singapura, seperti dikutip dari bukunya.

Terkait sinyal pan-pan yang disampaikan oleh pilot Lion Air PK-LQP Denpasar-Jakarta pada Minggu (28/10), belum ada keterangan resmi soal apa penyebab pilot tersebut memberi sinyal. Namun, seorang pilot pesawat lain yang mendekat ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, setelah pesawat Lion Air PK-LQP lepas landas memberi kesaksian. Pilot itu mengaku diminta berputar-putar di atas bandara dan mendengarkan percakapan radio antara pilot Lion Air PK-LQP dan petugas ATC.

“Karena ada sinyal ‘pan-pan’, kami diminta menunda (pendaratan), mengitari bandara di udara,” kata pilot yang meminta namanya tidak disebutkan tersebut dalam laporan eksklusif Reuters.

“Pesawat Lion Air tersebut minta kembali ke Bali 5 menit setelah lepas landas, tapi kemudian pilot itu mengatakan masalah sudah teratasi dan dia tetap terbang ke Jakarta,” sambungnya.

Pesawat Lion Air PK-LQP itu kemudian mendarat di Jakarta pada pukul 22.55 WIB. Keesokan harinya, pesawat Lion Air PK-LQP itu dipakai untuk terbang dengan rute Jakarta-Pangkalpinang, tapi kemudian jatuh di perairan Karawang.

Kepada Reuters, juru bicara Lion Air menolak berkomentar saat ditanya soal sinyal ‘pan-pan’ tersebut dengan alasan penyelidikan masih berjalan. Sebelumnya, Presdir Lion Air Edward Sirait sudah membenarkan bahwa pesawat PK-LQP sempat bermasalah saat terbang Denpasar-Jakarta, namun sudah teratasi.
(bag/imk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *