Kasus Mayat dalam Drum, Ekonomi Jadi Motif Tindak Kriminal Terbesar

Jakarta – Masyarakat Klapanunggal, Kabupaten Bogor sempat heboh dengan penemuan mayat dalam drum. Mayat tersebut diketahui bernama Abdullah Fitri Setiawan atau kerap disapa Dufi. Investigasi kemudian menyatakan pasutri Nurhadi-Sari sebagai tersangka pembunuh mayat dalam drum di Bogor.

Dalam wawancara dengan 20Detik, Nurhadi mengatakan motif ekonomi sebagai dorongan utama melakukan pembunuhan. Nurhadi menginginkan mobil korban untuk membayar hutang. Sari ikut terlibat dalam pembunuhan mantan wartawan tersebut.

“Ekonomi, atau disebut instrumental hingga kini masih menjadi motif yang mendominasi tindakan kriminal. Pelaku mengingkan barang berharga atau harta kekayaan milik korban,” kata psikolog forensik Reza Indragizi pada detikHealth, Jumat (30/11/2018). Menurut Reza, tindak kriminal secara teori bisa dicegah termasuk yang bermotif instrumental. Namun hal ini sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaku umumnya sudah merasa sangat terdesak hingga merasa harus merampas harta yang bukan miliknya.

Sebagai manusia biasa, pelaku umumnya merasa bersalah dengan tindakannya yang berakibat buruk bagi orang di sekitar korban. Menyikapi hal ini, penegak hukum jangan sampai bersimpati pada pelaku. Terdakwa kasus kriminal tetap harus menerima sanksi sesuai hukum dan aturan yang berlaku, meski telah minta maaf pada keluarga korban.

[Gambas:Video 20detik]

(Rosmha Widiyani/up)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *