Pasangan Muda di Bandung Viral karena Kena Tegur CCTV

Liputan6.com, Jakarta Sebuah rekaman closed-circuit television (CCTV) yang memperlihatkan sepasang muda-mudi tengah berboncengan naik sepeda motor viral di media sosial.

Hal itu tak terlepas dari pelanggaran dan ungkapan yang dilontarkan petugas Dinas Perhubungan saat menegur pasangan tersebut.

Terlihat dari video tersebut, pasangan yang tak diketahui namanya itu awalnya berhenti di zebra cross. Setelah ditegur, pengendara motor lantas memundurkan kendaraannya dan berhenti di tempat seharusnya.

Tak hanya itu, petugas juga memberikan perhatian kepada pemudi yang menjadi penumpang karena tak menggunakan helm. Bahkan, beberapa sindiran diberikan karena pengendara tak peduli akan keselamatan penumpangnya.

Dengan jelas, petugas meminta pemudi tersebut turun dan mencari kendaraan lain.

Duh! Mahasiswa Diamankan karena Ngaku Pilot di Bandara Soetta

Jakarta – Seorang pria diamankan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) karena mengaku sebagai pilot. Si pria diketahui berstatus mahasiswa.

Pria itu bernama Alvin Aditya Darmawan. Usianya, berdasarkan data di kartu identitas, yaitu 18 tahun. Alvin merupakan warga Serang, Banten.

Cerita penangkapan Alvin bermula dari aksinya pada Jumat (22/3) lalu. Alvin check in di Terminal 3. Saat check in, dia mengaku sebagai pilot maskapai pelat merah. Dia juga memakai atribut maskapai tersebut.
Namun seorang pilot yang sedang off, dan mengantar keluarganya, curiga dengan cara berpakaian Alvin. Pilot bernama Andre Gema itu lalu menanyai Alvin.

“Karena kecurigaan tersebut Capt Andregema bersama Avsec Gapura yang bertugas di SCP 2 atas nama Saudara Pitriana melakukan pemeriksaan terhadap Saudara. Alvin Aditya Darmawan dengan berinteraksi secara verbal kepada oknum tersebut dengan bertanya akan terbang ke mana? Kerja di Garuda sebagai apa?” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (24/3/2019).

Alvin tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan jelas. Dia pun diperiksa lebih jauh. Dalam pemeriksaan, ketahuan bahwa ID Card pilot yang dikenakannya palsu.

“Pukul 13.21 WIB Saudara Alvin Aditya Darmawan dibawa oleh pihak Satreskrim Polresta Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ujar Argo.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa motif pelaku berpakaian seperti seorang Pilot karena terobsesi untuk menjadi Pilot Garuda Indonesia dan yang bersangkutan pernah ikut tes, namun gagal,” imbuhnya.

Pihak Garuda Indonesia sudah dihubungi soal kasus ini namun belum berkomentar.
(tor/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

6 Honorer Dipecat karena Pamer Stiker Prabowo, Ma’ruf Amin: Kan Ada Aturan

Serang – Sebanyak enam guru honorer di SMA 9 Kronjo dipecat karena pose dan pamer stiker Prabowo di dalam sekolah. Langkah pemecatan ini langsung diambil oleh Pemprov Banten karena melanggar aturan politik praktis di sekolah. Apa kata cawapres Ma’ruf Amin?

“Kalau memang itu melangar aturan, kan ada aturannya,” kata Ma’ruf Amin kepada wartawan singkat di Hotel Le Dian, Kota Serang, Banten, Sabtu (23/3/2019).

Sebelumnya, 6 guru honorer di SMA 9 Kronjo dipecat karena pamer stiker dan pose dua jari di sekolah sambil memakai pakaian kedinasan berlambang Pemprov Banten. Pemecatan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Banten atas alasan larangan politik praktis di dalam sekolah.
Keenam guru honorer ini ada yang telah mengajar 2 sampai 10 tahun di SMA 9 Kronjo. Ada guru matematika sampai olah raga. Sementara, untuk mengganti kekosongan, pihak Dinas Pendidikan melalui kantor cabang di Tangerang akan mencari guru pengganti.

“Iya (dipecat), diputuskan kepala dinas pendidikan sebagai tenaga pengajar,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Baten Komarudin saat dikonfirmasi detikcom di Serang, Banten, Kamis (21/3) lalu.

Bawaslu Banten dibantu oleh Panwascam sendiri sudah melakukan pemeriksaan kepada honorer tersebut atas inisial AR, HN, KY, MK, SH, dan SA.

“Sudah dipanggil semuanya hadir. Intinya sudah diperiksa. dan mereka mengakui bahwa mereka ada dalam foto itu, mereka guru di sekoilah tersebut,” kata Komisioner Bawaslu Banten Badrul Munir terpisah.
(bri/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pacarnya Jadi Botak karena Kanker, Kisah Kesetiaan Mahasiswa Ini Viral

Jakarta – Cinta memang sejatinya tak memandang fisik dan selalu berada di sisi pasangan ketika yang dicintainya sakit. Seperti dilakukan oleh mahasiswa asal Filipina ini yang jadi viral karena tindakan manisnya untuk sang pacar yang sakit kanker.

Kesetiaan pria bernama Gab Sta Ana pada pacarnya, Maxine Blanco ini bikin hati banyak netizen meleleh. Gab pun mencuri atensi setelah berbagi foto-foto bersama Maxine di Facebook yang memperlihatkan bagaimana ia benar-benar mencintai kekasihnya.

Maxine kini tengah berjuang melawan kanker. Penampilannya pun tak seperti dahulu lagi karena kemotrapi yang dijalaninya membuat kepala Maxine menjadi botak. Meskipun secara fisik Maxine telah berubah, itu tak menyurutkan cinta Gab yang selalu setia mendampinginya.

Pada unggahan yang telah disukai 70 ribu lebih, mahasiswa Sto.Tomas ini mengungkapkan bagaimana perjalanan cintanya dengan sang kekasih dan bagaimana hubungan mereka diuji ketika Maxine didiagnosis dengan penyakit tersebut. Gab dan Maxine telah menjalin hubungan asmara selama enam tahun sejak keduanya duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Pacarnya Jadi Botak karena Kanker, Kisah Kesetiaan Mahasiswa Ini Viral Gab Sta Ana dan pacarnya, Maxine Blanco. Foto: Dok. Facebook Gab Sta Ana

“Aku bertemu dengannya saat berada di kelas 8. Percaya padaku, ini adalah cinta pada pandangan pertama,” tulis Gab.

Banyak netizen merasa tersentuh atas pengorbanan cinta Gab yang tetap setia meski Maxine menderita penyakit. Beberapa dari mereka juga berharap bisa mendapatkan pasangan sebaik dan setulus Gab.

“Saya benar-benar terinspirasi oleh kisahmu. Lanjutkan menyebarkan cinta dan getaran yang positif. Semoga Tuhan selalu memberkatimu,” komentar netizen Rey Dela pada unggahan Gab yang telah dibagikan 97 ribu lebih itu

Pacarnya Jadi Botak karena Kanker, Kisah Kesetiaan Mahasiswa Ini Viral Gab Sta Ana dan pacarnya, Maxine Blanco. Foto: Dok. Facebook Gab Sta Ana

Gab yang berulang tahun pada Jumat (22/3) ini pun tentu sangat berharap kesembuhan untuk Maxine, yang akan berusia 20 tahun pada minggu depan.

“Harapan saya untuk ulang tahun saya dan ulang tahun Maxine adalah untuk umur yang panjang sehingga saya dapat menunjukkan cinta saya kepadanya lebih lama. Rasanya kisah kami harus berlanjut lebih lama,” kata Gab kepada Inquirer Libre.

(agm/eny)


Benarkah Juventus Tak Berani ke AS karena Kasus Ronaldo?

JakartaJuventus diberitakan tidak berani menggelar tur pramusim ke Amerika Serikat karena Cristiano Ronaldo sedang dililit kasus tuduhan pemerkosaan. Benarkah begitu?

The New York Times beberapa waktu melaporkan, Juventus kemungkinan tidak akan menggelar pramusim ke AS pada musim panas mendatang. Padahal, Bianconeri biasanya berlaga di ajang International Champions Cup edisi Negeri Paman Sam.

Untuk musim panas nanti, Juventus dikabarkan memilih tur ke Asia. Kabarnya, keputusan itu diambil karena Ronaldo sedang terlilit kasus tuduhan pemerkosaan pada wanita AS bernama Kathryn Mayorga.

Demi menghindari risiko Ronaldo diciduk kepolisian, Juventus pun memilih menghindari AS. Tur ke Asia disebut menjadi opsi Si Nyonya Tua.

Laporan terbaru mengatakan, tujuan Juventus memilih tur ke Asia rupanya bukan karena menghindari AS akibat kasus Ronaldo. Raksasa Serie A itu disebut ingin ganti suasana pramusim.

Press Associaton Sport, sebagaimana dilansir Eurosport, menulis keputusan Juventus tidak ke AS tidak punya kaitan dengan kasus yang melilit Ronaldo. Manajemen klub disebut ingin berganti suasana karena ingin melebarkan ekspansinya ke kawasan timur, khususnya Asia.

Dalam empat musim terakhir, Juventus tiga kali menggelar pramusim di AS. Hanya pada 2016 mereka menyambangi Australia, yang masih dalam zona Asia.

(yna/nds)

Rommy yang Merasa Disasar karena Follower Media Sosial

JakartaRomahurmuziy menutupi pergelangan tangannya yang terborgol dengan buku. Mantan Ketua Umum PPP yang karib disapa Rommy itu menilai dirinya sendiri sebagai sosok yang paling dicari. Oleh siapa?

“Apa yang saya lakukan tidak ada urusannya dengan PPP, tetapi tentu apa yang saya lakukan ini, salah satunya karena posisi saya yang memang salah satu most wanted, yang kira-kira kalau kemudian dilakukan operasi, dipilih ketua umum dengan follower terbesar di medsos. Begitulah kira-kira,” kata Rommy sesaat sebelum menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).

Hal itu disampaikan Rommy tiba-tiba setelah menyemangati seluruh kader dan fungsionaris PPP. Dia juga meminta maaf kepada seluruh kader PPP atas apa yang dialaminya.

Rommy dijerat KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Dia diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.
Total duit suap yang disebut KPK sebesar Rp 300 juta diduga dimaksudkan agar Rommy membantu proses seleksi keduanya untuk jabatan yang saat ini diduduki. Belakangan, keduanya diberhentikan dari posisinya oleh Kemenag.

KPK pada hari ini menyebut telah mengambil contoh suara Rommy untuk kepentingan penyidikan dan proses pembuktian. Biasanya, hal itu dilakukan KPK lantaran telah melakukan penyadapan sebelumnya.

Selain itu, Muafaq dan Haris telah diambil sampel suaranya sebelumnya. “Nanti pengambilan contoh suara akan menjadi salah satu poin pembuktian di proses persidangan lebih lanjut. Karena KPK sudah memiliki bukti yang kuat sebelumnya tentang adanya komunikasi-komunikasi atau pertemuan yang membicarakan terkait dengan, misalnya, pengisian jabatan atau terkait dengan dugaan aliran dana atau hal-hal lain yang relevan,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.
(rna/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kartika Affandi: Perempuan Jangan Menangis karena Lelaki

Liputan6.com, Jakarta – Di usia 80-an, Kartika Affandi, pelukis sekaligus anak dari maestro lukis Affandi, masih bisa melakukan berbagai pekerjaan. Melewati hari-hari di masa tua, nenek yang akrab disapa mami ini bahkan masih memiliki tanggung jawab surat-menyurat untuk Museum Affandi.

Dalam wawancara eksklusif bersama Liputan6.com, di sela kampanye “Move Right” di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019, Kartika memberi pesan bahwa perempuan haruslah mandiri, tidak bergantung pada orang lain, terutama laki-laki.

“Jangan selalu menyalahkan orang lain. Kalau kita bisa melakukan sendiri, maka lakukanlah. Tidak boleh cengeng,” ungkap Kartika Affandi

Juga, ketimbang menangis karena lelaki, Kartika ingin para perempuan melakukan sesuatu yang lebih baik. “Jangan sekali-kali menangis karena laki-laki. Karena laki-laki bersenang-senang. Kalau kita nangis, rugi kita,” katanya semangat.

Pelukis yang bercita-cita mendirikan panti jompo khusus perempuan ini melihat pemudi zaman sekarang lebih mandiri dibandingkan perempuan generasinya dulu. Ia berharap, perempuan sekarang bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi banyak orang.

Do something! Berbuatlah sesuatu yang kamu juga senang. Membuat apapun. Apa yang disenangi. Jadi, cintailah apa yang kau senangi” pungkas Kartika Affandi(Fairuz Fildzah)

Simak video pilihan di bawah ini:

Seorang pelukis asal Jerman menggabungkan teknik melukis dengan seni fotografi. Hal ini yang akhirnya membuat dirinya dikenal sebagai pelukis terkenal

Hazard Puji Zidane: Karena Dia Saya Bermain Sepakbola

BrusselEden Hazard kembali melontarkan pujian untuk pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. Pemain Chelsea itu mengaku terinspirasi bermain sepakbola karenanya.

Hal itu diutarakan Hazard, jelang pertandingan Timnas Belgia vs Rusia di Kualifikasi Piala Eropa 2020. Pemain berusia 28 tahun itu diminta membandingkan Zidane dengan Roberto Martinez, pelatihnya di Belgia.

Dalam pernyataannya, Hazard mengaku terinspirasi bermain sepakbola karena Zidane. Sementara dari segi prestasi, ia memilih Martinez, yang mengantar Belgia finis ketiga di Piala Dunia 2018.

“Saya punya banyak respek untuk Zidane. Dia idola saya. Terima kasih kepadanya, sebab membuat saya mulai bermain sepakbola,” kata Hazard, seperi dilansir Marca.

“Tapi untuk kemenangan yang sudah diraih dengan Martinez, ya saya pilih dia,” sambungnya.

Hazard sendiri sedang dikaitkan dengan Real Madrid. Kapten Belgia itu sudah lama diincar Los Blancos dan Zidane.

Musim ini, Hazard kembali dirumorkan pindah ke Santiago Bernabeu. Madrid sendiri sudah melayangkan penawaran ke The Blues, namun ditolak.

(yna/rin)

Ronaldo Didenda Rp 320 Juta karena Selebrasi Selangkangan

NyonCristiano Ronaldo menerima konsekuensi atas selebrasi selangkangan saat Juventus mendepak Atletico Madrid. Ronaldo didenda sebesar 20 ribu euro (Rp 320 juta).

Pada awal pekan ini, UEFA mendakwa superstar sepakbola Portugal itu dengan tindakan tidak senonoh. Selebrasi tersebut dilakukan Ronaldo saat mencetak gol ketiganya ke gawang Atletico dalam kemenangan Juve 3-0 di leg II babak 16 besar Liga Champions.

Meski mendapatkan denda besar, superstar sepakbola Portugal itu bisa bernapas lega karena lolos dari ancaman hukuman skorsing. Dengan begini, Ronaldo bebas untuk tampil membela Bianconeri saat menghadapi Ajax Amsterdam di perempatfinal.


Hukuman yang diterima Ronaldo sesungguhnya tidak mengejutkan. Sanksi tersebut sama persis dengan yang diterima pelatih Atletico Diego Simeone. Demikian dilansir Football Italia.

Simeone lebih dahulu melakukan selebrasi gol provokatif dengan memegang selangkangannya ketika Atletico menang 2-0 atas Juventus di leg pertama. Ronaldo diduga membalas kubu Atletico dengan perayaan gol serupa.

Ronaldo tidak dibawa Juventus ketika dikalahkan Genoa dalam laga terakhir Liga Italia sebelum jeda internasional. Kekalahan tersebut mengakhiri rekor tidak terkalahkan Si Nyonya Tua dalam 27 pertandingan di musim 2018/19.

Pemain terbaik dunia lima kali itu akan memimpin timnas Portugal memulai perjuangannya lolos ke Piala Eropa 2020. Selecao das Quinas akan menghadapi Ukraina dan Serbia di dua laga kualifikasi pertama. (rin/nds)


Pelaku Penembakan di Utrecht Pernah Ditangkap karena Terkait ISIS

Amsterdam – Gokmen Tanis, pria kelahiran Turki yang menjadi tersangka penembakan di Utrecht, Belanda diketahui pernah pergi ke Chechnya untuk bertempur. Saat berada di sana, Tanis ditangkap karena keterlibatan dengan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Tanis (37) melepas tembakan di dalam sebuah trem di Utrecht pada Senin (18/3) waktu setempat. Aksi brutalnya itu menewaskan tiga orang dan melukai lima orang lainnya.

Seperti dilaporkan BBC dan dilansir media Turki, Hurriyet Daily News, Selasa (19/3/2019), Tanis pernah pergi ke Chechnya yang ada di Rusia ‘untuk bertempur’. Informasi itu disampaikan seorang pengusaha Turki yang enggan disebut namanya, seperti dikutip BBC.


Sejumlah kelompok jihad, termasuk yang menyatakan sumpah setia dengan ISIS, diketahui beroperasi sejak lama di wilayah tersebut.

“Dia (Tanis-red) pernah ditangkap atas dugaan keterkaitan dengan ISIL (nama lain ISIS) beberapa tahun lalu dan kemudian dibebaskan,” ujar pengusaha Turki yang kini tinggal di Belanda itu. Tidak dijelaskan lebih lanjut berapa lama dia ditahan.

Laporan The Telegraph secara terpisah menyebutkan bahwa Tanis memiliki catatan kriminal sebelumnya. Disebutkan bahwa dia pernah divonis bersalah atas percobaan pembunuhan tahun 2013 lalu, setelah melepas tembakan ke sebuah gedung apartemen setempat.

Dua pekan lalu, Tanis baru saja disidang atas tuduhan pemerkosaan tahun 2017. Beberapa waktu lalu, Tanis juga pernah ditangkap karena berupaya mencuri sebuah kendaraan, kemudian mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan meludahi polisi.

Sebelumnya diberitakan bahwa ayah Tanis, Mehmet, memberikan komentar tegas atas aksi brutal putranya. Mehmet menegaskan bahwa putranya harus dihukum jika terbukti bersalah.

Laporan media menyebut keluarga Gokmen berasal dari Yozgat, Turki tengah. Mehmet menyebut dirinya kehilangan kontak dengan putranya setelah kembali ke Turki tahun 2008 usai bercerai dari istrinya. Mantan istrinya tetap tinggal di Belanda bersama Tanis. Mehmet menuturkan dirinya telah menikah lagi dan kini bermukim di provinsi Kayseri, Turki tengah.

“Saya tak ada dialog, tak ada kontak dengan putra saya selama 11 tahun. Kami tak pernah berbicara satu sama lain sejak 2008. Dia tidak punya perilaku agresif — namun 11 tahun telah berlalu. Apa yang terjadi, apa yang telah dialaminya? Saya tidak tahu apa-apa,” ujar Mehmet kepada DHA.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>