Buat Kesalahan di Kantor? Lakukan 3 Hal Ini untuk Perbaiki

Liputan6.com, Jakarta – Memperbaiki nama dan diri dari kesalahan besar di tempat kerja bukanlah suatu hal yang mudah.

Terkadang presepsi yang begitu cepat membuat Anda lebih sulit untuk move on dari kesalahan yang ada. Akhirnya hal ini yang membuat Anda tidak betah, dan ingin segera cepat-cepat melarikan diri.

Namun ternyata hal ini tidak perlu terjadi, ternyata ada tiga hal yang dapat membantu Anda untuk memperbaiki diri dari kesalahan ini.

Mau tahu apa sajakah itu? Berikut dilansir dari laman CNBC, ada 3 hal yang harus segera dilakukan setelah mengacau di tempat kerja:

1. Menyadari kesalahan Anda secepat mungkin

Suatu kesalahan tidak akan pernah dapat dibenahi jika Anda sendiri tidak tahu kesalahan apa yang telah diperbuat. Untuk itu, hal yang pertama dan sangat penting untuk dilakukan yaitu selalu mawas diri, dan pekalah.

Jika memang ada suatu yang tidak beres, pikirkanlah kembali apa yang telah Anda lakukan, dan akuilah salah jika memang itu benar-benar salah.

Janganlah malu untuk segera meminta maaf kepada orang yang terkait dengan kesalahan yang dibuat. Ini akan membuat hati orang-orang yang telah telanjur kesal dengan Anda akan kembali luluh lagi.

Supaya Tak Stres, Hadapi Pekerjaan Kantor dengan Cara Ini

Liputan6.com, Jakarta – Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar pekerjaan tak membuat stres. Apalagi, jika pekerjaan tersebut harus diselesaikan dalam waktu bersamaan.

Agar pekerjaan yang menumpuk tak membuat panik atau pun stres, perlu menyederhanakan pekerjaan. Artinya, menata dan mengatur pekerjaan yang ada sesuai waktu dan energi.

Aturan Pribadi

Ambil secarik kertas, lalu tuliskan jadwal harian dan mingguan untuk diikuti yang mencakup pekerjaan, waktu untuk keluarga, dan kebutuhan untuk istirahat dan rileks. Buat aturan pribadi, seperti tak membawa urusan pekerjaan di kantor ke rumah.

Mendelegasikan Pekerjaan

Jika ada pekerjaan yang bisa didelegasikan ke rekan kerja lain atau dikerjakan bersama tim, maka hal itu perlu dilakukan. Untuk meningkatkan produktivitas kerja pun, tentu perlu ada rasa saling percaya antar rekan kerja dengan komitmen bersama yang kuat.

Mendahulukan Pekerjaan Penting

Pekerjaan penting dan mendesak perlu didahulukan. Setelah itu, atur prioritas untuk pekerjaan yang tak mendesak.

Slot Waktu Khusus

Buat rincian jadwal yang terdiri dari jam dan menit untuk tiap pekerjaan yang harus dilakukan. Luangkan waktu atau jeda untuk istirahat. Dengan istirahat maka produktivitas kerja bisa meningkat. Tubuh yang terlalu lelah dan dipaksa terus bekerja keras malah akan sering membuat kesalahan dan bakal memperlambat kinerja.

Catat Semua Hal Penting

Pentingnya mencatat adalah untuk meringankan tugas otak. Kalau kita hanya mengandalkan ingatan, maka otak rasanya akan “penuh” dan bisa menurunkan daya konsentrasi bekerja. Ada baiknya untuk memiliki buku khusus untuk mencatat semua hal penting. Berbagai hal yang menyangkut pekerjaan bisa kita catat untuk memudahkan mengatur prioritas. (Endah Wijayanti/Fimela.com)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pekerjaan dengan tingkat stres yang rendah tetapi bergaji tinggi mungkin adalah pekerjaan impian setiap orang. Namun, sebelum mendapatkan pekerjaan itu, tentu ada hal yang perlu dipersiapkan.

KPK Amankan 2 Koper Dokumen dari Kantor Menag

Senin 18 Maret 2019, 20:41 WIB

Foto News

Grandyos Zafna – detikNews

Jakarta detikNews – Penyidik KPK selesai menggeledah kantor Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dua koper hitam besar berisi barang dan dokumen hasil sitaan dibawa dari lokasi.

Penyidik KPK keluar gedung Kementerian Agama (Kemenag), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019) malam.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

KPK Selesai Geledah Kantor Menag, 2 Koper Hitam Dibawa

Jakarta – Penyidik KPK selesai menggeledah kantor Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dua koper hitam besar berisi barang dan dokumen hasil sitaan dibawa dari lokasi.

detikcom memantau suasana di Gedung Kementerian Agama (Kemenag), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019). Sekitar pukul 19.25 WIB terlihat ada sekitar 7 orang penyidik KPK keluar dari lift.

Para penyidik KPK ini melangkah cepat keluar dari gedung dengan membawa 2 unit koper warna hitam. Koper-koper ini dimasukkan ke dalam mobil.

KPK selesai menggeledah kantor MenagKPK selesai menggeledah kantor Menag Foto: Adhi Indra Prasetya/detikcom

Tidak ada pernyataan dari para penyidik KPK. Usai berkemas, mereka langsung masuk ke dalam 3 unit mobil yang telah terparkir dan meninggalkan lokasi.

Penggeledahan ini sendiri terkait kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag dengan tersangka anggota DPR yang juga eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy), Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, serta Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah sebelumnya menyatakan yang digeledah adalah ruang Menag Lukman Hakim Saifuddin, ruang Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan dan ruang Kepala Biro Kepegawaian Kemenag.

Dari ruang Menag, duit senilai ratusan juta rupiah disita. Selain itu, KPK juga menyita dokumen terkait hukuman disiplin terhadap pejabat Kemenag yang jadi salah seorang tersangka di kasus ini.

“Disita dari ruang Menteri Agama sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar dengan nilai ratusan juta rupiah,” kata Febri di gedung KPK, jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2019).

KPK selesai menggeledah kantor MenagKPK selesai menggeledah kantor Menag Foto: Adhi Indra Prasetya/detikcom

KPK mengamankan Rommy dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jumat (15/3). Rommy kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag pusat dan daerah.
Selain Rommy, KPK memang menetapkan 2 orang pejabat Kemenag sebagai tersangka. Keduanya adalah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. Adapun salah satu tersangka yang pernah dijatuhi hukuman disiplin adalah Haris Hasanuddin.

Diduga, Rommy menerima total Rp 300 juta untuk mengurus proses seleksi jabatan bagi Muafaq dan Haris Hasanuddin. KPK menyebut Muafaq diduga memberikan duit Rp 50 juta pada Jumat (15/3) kepada Rommy, sedangkan Haris diduga memberikan duit Rp 250 juta ke Rommy pada 6 Februari 2019.
(hri/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Romahurmuziy Ditangkap KPK, Pagar Kantor PPP Tertutup

Jakarta – DPP PPP bakal menggelar jumpa pers menyikapi operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Romahurmuziy. PPP saat ini menunggu keterangan resmi KPK.

Di kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakpus, tak terlihat aktivitas mencolok, Sabtu (16/3/2019). Terlihat sejumlah mobil parkir, tapi pagar ditutup. Wartawan belum diperbolehkan masuk ke halaman kantor DPP PPP.

“Kami menunggu KPK,” ujar Wakil Sekjen PPP M Arwani Thomafi saat dimintai konfirmasi.

KPK sudah memutuskan status Ketum PPP Romahurmuziy dan lima orang lainnya yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Pengumuman hasil gelar perkara akan disampaikan KPK siang ini.

Kantor DPP PPP Jl Diponegoro, Jakpus, Sabtu (16/3/2019)Kantor DPP PPP Jl Diponegoro, Jakpus, Sabtu (16/3/2019) Foto: Eva Safitri-detikcom

Selain memeriksa mereka yang diamankan dalam OTT, KPK juga melakukan klarifikasi terhadap Sekjen Kemenag. KPK menyebut OTT terkait dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag.

“Untuk Sekjen Kemenag, tadi malam datang ke KPK. Setelah klarifikasi selesai sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, yang bersangkutan telah meninggalkan gedung KPK,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Sabtu (16/3).

(fdn/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

OTT Romahurmuziy, KPK Sita Kunci Ruang Kantor Kemenag Gresik

Gresik – KPK juga menyambangi Kantor Kemenag di Kabupaten Gresik menyusul OTT KPK yang menjaring Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy). KPK menyita kunci di ruang kepala kantor, Muhammad Muafaq Wirahadi.

Salah satu penjaga Kantor Kemenag Kabupaten Gresik membenarkan jika ada penyidik KPK melakukan penggeledahan.

“Tadi ada tiga penyidik KPK, berpakaian biasa menggeledah,” katanya saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Jalan Jaksa Agung Suprapto No 39, Jumat(15/3/2019).
Ia juga menyebutkan jika ketiga penyidik KPK tersebut, sempat ditemui oleh salah satu pejabat Kepala Sub Bagian Humas Kemenag Jatim sekitar pukul 16.00 WIB.
“Tadi datang ditemui Kasubag Humas, sekitar pukul 16.00 WIB. Setengah Jam langsung balik, minta kunci ruang kantor Pak Kepala,” ujarnya.

Sebelumnya, diduga Muafaq Wirahadi juga ikut rombongan yang di bawah oleh KPK bersama Rommy dan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin. Mereka diterbangkan dari Terminal 1 Bandara Juanda sekitar pukul 16.40 WIB dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 693 menuju gedung KPK Jakarta.
(bdh/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sambil Membungkuk, Seungri Datangi Kantor Polisi

Liputan6.com, Jakarta Seungri Bigbang mendatangi Kantor Polisi Metro Seoul untuk menghadiri pemeriksaan. Seperti dilansir  SBS News, Seungri tiba dan turun dari mobil yang ditumpanginya dengan didampingi seseorang yang kemungkinan adalah pengacaranya.

Seungri tampak rapi mengenakan jas, celana, dasi, dan sepatu serba hitam serta kemeja berwarna putih.

Kedatangan Seungri di sana adalah untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus chat yang membuat ia dituduh menyediakan layanan pendamping seksual untuk klien bisnisnya. Ini adalah kedua kalinya Seungri hadir untuk melakukan pemeriksaan setelah sebelumnya pada 27 Februari ia melakukan hal yang sama secara sukarela.

Seungri sempat melayani pertanyaan para wartawan yang menantinya di halaman kantor polisi. Namun sebelumnya ia membungkukkan badannya 90 derajat beberapa detik. Sebelum berbicara, ia pun sempat menghela napas beberapa kali ketika wartawan bertanya padanya, ‘apakah ia akan membantah kasus ini?’

“Aku akan meminta maaf sekali lagi kepada semua orang disekitarku yang terluka dan dirugikan,” kata Seungri sambil membungkukkan badannya lagi.

Agar Karyawan Tidak Gampang Stres, Perusahaan Pelihara Kucing di Kantor

Liputan6.com, Jepang – Sebuah perusahaan di Jepang memiliki cara tak biasa untuk membantu karyawannya menghilangkan rasa stres di kantor. Perusahaan solusi internet ini sengaja memelihara kucing untuk menemani karyawannya bekerja.

Jika dilihat, kantor ini memang seperti tempat kerja lainnya. Hanya saja, ruangan kerja kantor ini dipenuhi dengan kucing.

Melansir Bright Side, Rabu (13/3/2019), manajer perusahaan tersebut awalnya prihatin dengan tingkat stres karyawannya. Dia tahu keberadaan hewan seperti kucing dapat membantu mengurangi kecemasan, maka dari itu dirinya memperbolehkan karyawan untuk mengadopsi kucing.

Kucing-kucing adopsi itu memang sengaja dipelihara di kantor sehingga memudahkan karyawan untuk melakukan kontak dengan mereka dan menyaksikan tingkah lucu hewan menggemaskan itu. Bahkan kamu akan menemukan kucing berlalu-lalang di meja kerja karyawan.

Hewan berbulu itu juga tak diberi ruangan khusus agar bisa membaur dengan karyawan. Dengan begitu, para karyawan tidak merasakan tekanan pekerjaan ketika melihat tingkah lucu kucing-kucing.

Hari Ini, KPK Datangi Empat Kantor DPP Parpol

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) akan mendatangi kantor DPP Partai Politik (Parpol) untuk berdiskusi terkait perbaikan dana bagi setiap partai.

“Kami akan duduk, tim KPK akan datang dan diskusi bersama unsur-unsur DPP di parpol,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 11 Maret 2019. 

Febri mengatakan, rencananya mulai hari ini, Selasa 12 Maret 2019 tim yang berada di bawah Deputi Penindakan ini akan mendatangi kantor-kantor DPP Parpol. Menurut Febri, ada empat DPP partai yang akan didatangi oleh KPK, yaitu DPP PKS, DPP Gerindra, DPP PDIP, dan DPP PKB.

“Perbaikan pendanaan ini bisa beberapa hal, pertama menghitung dana yang rasional dan realistis yang dibutuhkan oleh parpol dalam berkegiatan dan yang kedua, membahas aspek akuntabilitas dan keterbukaannya pada publik karena uang yang digunakan itu adalah uang dari masyarakat,” kata Febri.

Menurut Febri, tindakan menjemput bola yang dilakukan KPK ini demi meminimalisir tindak pidana korupsi. Sebab, berdasarkan kajian yang dilakukan KPK, salah satu akar persoalan korupsi politik bersumber dari aspek pendanaan.

“Dalam konteks itulah KPK mendekati dari perspektif pencegahan, selain upaya penindakan yang dilakukan selama ini,” kata Febri.

Temukan Granat Nanas, Sahrul Serahkan ke Kantor Polisi Pakai Plastik

Pangkalpinang – Sebuah granat jenis nanas ditemukan warga kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel) saat sedang menggali siring (parit). Granat tersebut diserahkan ke polisi dengan cara ditenteng dengan plastik oleh Sahrul (27).

“Benar, jadi Sahrul ini membawa granat ke mapolsek dengan cara ditenteng menggunakan plastik,” jelas Kapolsek Bukit Intan, Akp Adi Putra kepada detikcom, Senin (11/3/2019) malam usai menyisir lokasi penemuan granat.

Temukan Granat Nanas, Sahrul Serahkan ke Kantor Polisi Pakai PlastikFoto: Deni Wahyono

Granat jenis nanas tersebut ditemukan pada hari Minggu (10/3) sekitar pukul 13.00 WIB bersama tiga orang rekannya saat sedang membersihkan siring tak jauh dari permukiman warga.

“Granat ditemukan dalam posisi setengah di permukaan tanah, lalu dibawa pulang sore harinya. Karena banyak pertanyaan dari istri dan keluarga maka granat tersebut diserahkan ke kita malam ini,” ujarnya.

Temukan Granat Nanas, Sahrul Serahkan ke Kantor Polisi Pakai PlastikFoto: Deni Wahyono

Menurutnya, Sahrul nekat menenteng granat masuk ke Mapolsek Bukit Intan karena tidak tahu bahwa granat tersebut masih aktif.

“Petugas jaga mengetahui bahwa yang dibawa adalah granat, petugas meminta ke yang bersangkutan langsung meletakan granat tersebut di area parkir mapolsek,” urai Adi.

Tak berselang lama tim Gegana Brimob Polda Babel datang untuk disterilkan. Analisa pihak gegana, granat itu masih aktif dan tidak bisa dijinakkan dinsini.

“Granat jenis nanas tersebut langsung dibawa ke Mako Brimob Polda Babel, sementara untuk siapa pemilik granat belum diketahui,” tegasnya.

Usai mengamankan granat di halaman parkir, tim gegana, anggota polsek, Intelkam dan reskrim polres Pangkalpinang, Bangka Belitung langsung mendatangi TKP penemuan. Setelah hampir dua jam lamanya melakukan penyisiran di area penemuan, tim gabungan tidak menemukan adanya granat lain di TKP tersebut.

(knv/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>