Indra Sjafri Terkesan dengan Perubahan Kandang Bali United

Jakarta Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafriuntuk kali pertama kembali ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Stadion yang merupakan markas Bali United itu memiliki kenangan tersendiri buat pelatih asal Sumatra Barat tersebut.

Timnas Indonesia U-23 akan menantang Bali United pada laga yang digelar Minggu (17/3/2019). Laga bertajuk pertandingan uji coba ini menjadi yang terakhir sebelum pasukan Garuda Muda bertolak ke Hanoi, Vietnam.

Bali United bukan klub yang asing buat Indra Sjafri. Klub berjuluk Pasukan Tridatu itu pernah merasakan tangan dingin Indra Sjafri pada 2015-2016.

Saat itu, Indra Sjafri menandatangani kontrak berdurasi tiga musim. Namun, di pertengahan jalan PSSI memintanya menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19. Jadi, laga nanti sekaligus menjadi ajang reuni buat Indra Sjafri.

“Kondisi stadion jauh lebih bagus sekarang. Terutama, rumputnya juga lebih bagus,” kata Indra Sjafri kepada wartawan.

Indra Sjafri membawa 30 pemain untuk laga uji coba melawan Bali United. Kemungkinan besar, setelah laga itu dirinya akan mencoretk tujuh pemain dan membentuk skuat Timnas Indonesia U-23 yang bermaterikan 23 nama.

Berita video kepulangan Timnas Indonesia U-22 dari Kamboja dengan trofi Piala AFF 2019 dan semangat mereka kini untuk target yang sesungguhnya.

MU Punya Catatan Buruk, Solskjaer Sudah Gatal Tempur di Kandang Barcelona

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) akan menghadapi Barcelona di babak perempat final Liga Champions. Duel tersebut bakal dilangsungkan pada bulan April 2019.

Setan Merah, sebutan MU, memang sedang dalam rasa percaya diri tinggi setelah menyingkirkan tim kuat, Paris Saint-Germain (PSG). Sempat tertinggal 0-2 di Old Trafford, MU berhasil menang 3-1 pada leg kedua di kandang PSG.

Namun, di babak perempat final, MU tak boleh terlena dengan kemenangan atas PSG. Sebab, Barcelona bukanlah lawan sembarangan buat MU. Dari delapan pertemuan terakhir di kompetisi Eropa, MU hanya sekali mengalahkan Barcelona.

Bahkan, dalam dua pertemuan terakhir, keduanya di partai final Liga Champions, (2009, 2011) MU selalu menelan kekalahan dari Lionel Messi dan kawan-kawan.

Namun catatan buruk itu coba dihilangkan oleh manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer. Manajer MU berusia 46 tahun itu malah tidak sabar menghadapi Barcelona di Camp Nou.

Camp Nou merupakan tempat bersejarah untuk Solskjaer. Di kandang Barcelona itu, dia membawa MU menjuarai Liga Champions tahun 1999 setelah mengalahkan Bayern Munchen dengan skor 2-1.

“Ya, ini seperti takdir! Saya mendapatkan banyak pesan dari teman-teman saya dan mereka mengatakan jika tahun ini adalah tahun di mana kami akan sukses karena ini tepat 20 tahun setelah tahun trebel kami di mana seorang pemain bernomor punggung 20 memastikan gelar di laga final yang berlangsung di Nou Camp,” kata Solskjaer, dikutip dari situs resmi MU.

“Saya akan mengunjungi Nou Camp lagi. Itu adalah malam terbesar dalam sejarah sepakbola saat itu. Buat kami semua yang berada dalam skuad trebel itu saat itu, kami merasakan malam yang fantastis. Nou Camp adalah stadion yang luar biasa. Kami pernah menghadapi mereka di fase grup tahun itu. Saya percaya laga nanti akan menarik,” ujar manajer MU berkebangsaan Norwegia itu.

Ayam-Ayam Dituduh Bersekongkol Bunuh Rubah yang Menyelinap ke Kandang Mereka

Liputan6.com, Brittany – Bangkai seekor rubah muda ditemukan di peternakan ayam milik sebuah sekolah di Brittany, Prancis timur laut pekan lalu. Seorang siswa sekolah Le Gros Chêne menemukannya di pojokan.

“Di sana, di sudut itu, kami menemukan rubah mati,” kata Pascal Daniel, kepala peternakan tersebut kepada AFP.

Awalnya, penyebab matinya rubah itu misterius. Namun, petunjuk ada pada lehernya yang babak belur.

“Ada jejak serangan di lehernya, serangan tanpa ampun dari paruh tajam,” kata dia seperti dikutip dari BBC News, Rabu (13/3/2019).

Diduga kuat, rubah tersebut menjadi korban dari serangan ayam-ayam yang jadi mangsanya.

“Ada naluri melindungi diri dari kawanan ayam dan mereka menyerang rubah itu dengan paruh mereka,” tambah Daniel.

Kandang-kandang di area seluas lima hektar itu, yang total dihuni 6.000 ayam, dibiarkan terbuka pada siang hari. Kebanyakan ayam memilih menghabiskan waktu di luar — kecuali saat bertelur.

Insiden tak biasa itu terjadi setelah rubah menyelinap ke kandang berisi 3.000 ayam melalui pintu palka otomatis, yang dikendalikan cahaya, dan akan menutup kala senja.

Saat pintu otomatis tertutup, rubah yang diduga berusia sekitar 5 hingga 6 bulan, terjebak di dalam kandang.

Saat itu lah, hewan predator itu jadi bulan-bulanan. “Ayam-ayam, dalam skala masif, mendatanginya. Rubah mungkin panik menghadapi mangsanya dalam jumlah besar itu,” kata Daniel kepada surat kabar Ouest France.

Hewan karnivora tersebut tak berdaya dikeroyok ayam-ayam yang merasa terusik. “Mereka (ayam-ayam) bisa sangat gigih ketika bersatu.”

Kali terakhir rumah mendatangi kandang ayam di sekolah tersebut lebih dari setahun lalu. Namun, kala itu, ayam-ayam lah yang jadi korban predatornya.

Laga Kandang Terakhir Musim Reguler ABL, CLS Kalahkan Saigon Heat

SurabayaBTN CLS Knights Indonesia menutup laga kandang musim reguler dengan kemenangan. Menjamu Saigo Heat, CLS menang dramatis 90-91.

Meski sudah memastikan diri lolos ke babak playoff, CLS tetap bermain serius pada laga di GOR Kertajaya, Rabu (13/3/2019). Pasalnya ini adalah laga kandang terakhir mereka di musim reguler ASEAN Basketball League (ABL). Sayangnya, pelatih Brian Rowsom tak bisa ikut mendampingi karena skorsint satu gim.

CLS memulai dengan lambat di kuarter pertama ketika mereka tertinggal 0-7 dan lantas berbalik unggul 14-13. Saling kejar-mengejar skor terjadi di kuarter pertama hingga akhirnya CLS unggul tipis 23-22.

Masuk di kuarter kedua, CLS sempat tersendat perolehan poinnya hingga tertinggal 33-38. Tapi, CLS bangkit lewat dua kali free thrwo Darryl Watkins dan aksi lay-up Brandon Jawato di 32 detik tersisa untuk membawa CLS unggul 47-44. Heat sempat memperkecil ketertinggalan di paruh pertama lagi dengan 46-47.

Laga semakin berjalan ketat di kuarter ketiga ketika skor sama kuat 66-66. Masuk di kuarter keempat, kejar-mengejar angka kembali terjadi sebelum lay-up Douglas Herring Jr di sisa enam detik memberikan kemenangan 91-90 untuk CLS. Ini adalah kemenangan ke-14 CLS selama musim reguler.

Herring JR jadi pemain terbaik dengan torehan 20 poin, tujuh rebound, dan empat assist. Watkins menopang dengan 21 poin dan lima rebound, lalu Brandon Jawato (19 poin), Maxie Esho (17 pooin), dan Wong Wei Long (14 poin). Dari Heat ada De Angelo Hamilton yang menyumbangkan 27 angka disusul Kyle Barone dengan 21 angka.

“Pemain saya tidak pernah menyerah meski sempat tertinggal sembilan poin di akhir kuarter keempat. Saat time out di kuarter akhir 2 menit 40 detik, saya cuma bilang fokus saja ke defense apapun yang terjadi, nyatanya mereka memberikan best effort 100% dan comeback yang sangat luar biasa. Mungkin evaluasinya cuma di masalah konsistensi saja,” ujar asisten pelatih Koko Heru Setyonugroho dalam rilis kepada detikSport.

Selanjutnya CLS akan menyudahi kiprah mereka di regular season ini dengan bertandang ke markas Hongkong Eastern, Jumat (22/3/2019). CLS kini ada di posisi keempat klasemen dengan rekor 14-11 dan sudah mengoleksi empat kemenangan beruntun dari lima gim terakhir.

“Saya bangga dan speechless, ending yang sangat luar biasa menutup partai kandang musim ini. Ada dua pembuktian di sini, yang pertama Wong Wei Long yang saat bermain di Singapura mendapat cemooh dari publik di sana, nyatanya hari ini dia bermain luar biasa. Dua tembakan tiga angkanya mengangkat moral tim, selain itu pembuktian kedua untuk coach Koko, yang dulu juga kerap dikecam dan diremehkan. Dia berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai seorang pelatih muda yang hebat dengan strategi yang tidak mudah ditebak,” papar Christopher Tanuwidjaja selaku Managing Partner CLS Knights.

(mrp/ran)

Menilik Motif Pelaku Penganiayaan Bocah Merekam Aksi Sadisnya di Kandang Ayam

Liputan6.com, Pekanbaru – JH alias Irwan terlihat santai digiring petugas Polsek Tenayanraya, Kota Pekanbaru. Seperti tak ada rasa sesal dari wajah pria berdarah Nias itu terhadap penganiayaan sadis yang dilakukannya kepada bocah berusia 11 tahun inisial R.

Sesekali, pemuda berumur 21 tahun ini mendongakkan kepala melihat sejumlah wartawan yang menyorotnya dengan kamera. Dia pun lalu menundukkan kepala setelah sebo dipasangkan polisi bersenjata lengkap ke kepalanya.

Dari penjaga kandang ayam itu, polisi menyita sejumlah benda yang digunakan Irwan untuk menganiaya R. Mulai dari rantai, tali, sendok, sepotong bambu, termasuk telepon seluler android.

Menurut Kapolsek Tenayanraya Komisaris Hanafi, telepon pintar itu sering digunakan Irwan untuk merekam penganiayaan yang dilakukannya terhadap R. Irwan juga memotret R ketika diikat di kandang ayam.

“Sebelum dianiaya korban ditelanjangi, lalu direkam,” sebut Hanafi, Jumat petang, 8 Maret 2019.

Hingga kini, penyidik masih mendalami apa motif R merekam aksi kejamnya. Penyidik belum bisa memastikan apakah ada kepuasan dari Irwan ketika menganiaya R dan merekamnya.

Dari HP milik Irwan, petugas menemukan beberapa video penganiayaan.

Begitu juga dengan beberapa foto ketika R terikat di kandang, disuruh berdiri satu kaki, leher dirantai, dan tangan serta kaki diikat tali.

“Kalau dibilang gila tidak ya, pelaku ini normal, tidak ada gangguan kejiwaan,” ucap Hanafi.

Tekuk SPAL, Inter Milan Sukses Raih Tiga Poin di Kandang

Jakarta Inter Milan sukses kalahkan SPAL dengan skor 2-0 pada laga pekan ke-27 Serie A di Giuseppe Meazza, Minggu (10/3/2019). Gol kemenangan Inter Milan dicetak oleh Matteo Politano dan Roberto Gagliardini.

Inter Milan dan SPAL memulai laga dengan tempo yang tidak terlalu cepat. Nerazzurri bermain hati-hati untuk bisa meraih hasil positif pada laga tersebut.

Setelah mencoba untuk membangun serangan, Inter Milan mulai bermain terbuka untuk membuka celah di pertahanan SPAL. Nerazzurri melancarkan serangan untuk mencetak gol

Pada menit ke-31, Inter Milan membobol gawang SPAL melalui usaha Lautaro Martinez. Gol tersebut membuat pemain Nerazzurri melakukan selebrasi.

Namun, wasit pertandingan, Gianpaolo Calvarese, menghentikan laga untuk melihat proses gol Inter Milan ke gawang SPAL. Setelah terhenti selama tiga menit, Calvarese memutuskan untuk menganulir gol Martinez.

Inter Milan disebut melakukan handball sebelum gol terjadi. Skor kembali 0-0.

Pembatalan gol tersebut membuat mental para pemain Inter Milan sedikit menurun. Hal itu bertambah parah setelah Marcelo Brozovic mengalami cedera pada menit ke-41. Brozovic ditarik keluar dan digantikan Antonio Candreva.

Tidak ada gol pada paruh pertama pertandingan.

Memasuki babak kedua, Inter Milan mencoba mengembangkan permainan. Nerazzurri mulai percaya diri untuk menekan pertahanan SPAL.

Usaha Inter Milan untuk unggul membuahkan hasil pada menit ke-68. Matteo Politano mendapatkan peluang di dalam kotak penalti SPAL dan melepaskan tendangan yang bolanya gagal dihalau Emiliano Viviano.

Inter Milan menggandakan keunggulan pada menit ke-77 melalui gol yang diceak Roberto Gagliardini. Ia memanfaatkan umpan dari Cedric Soares.

Skor 2-0 untuk keunggulan Inter Milan bertahan hingga laga berakhir. Nerazzurri mengamankan poin dan menjaga peluang untuk finis di posisi empat besar.

Bocah yang Dikurung di Kandang Ayam Sempat Kabur ke Hutan

Liputan6.com, Pekanbaru- Kondisi bocah inisial R sejak dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini, Kota Pekanbaru, mulai membaik. Hari-harinya kini tak seperti dua bulan belakangan karena sudah bebas dari penganiayaan yang dilakukan JH alias Irwan.

Irwan sendiri sudah ditahan di Mapolsek Tenayanraya, sejak 5 Maret 2019. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap bocah 11 tahun, anak temannya itu, dan terancam hukuman 9 tahun penjara.

Menurut Kapolsek Tenayanraya Komisaris Hanafi, korban pernah berhasil melarikan diri dari kandang ayam tempat penganiayaan pada akhir Januari 2019. Korban masuk ke hutan lalu ditemukan warga sekitar yang diminta bantuan oleh pelaku untuk mencarinya.

Hanafi menjelaskan, korban lari karena sudah tidak tahan dengan perlakuan tersangka. Pasalnya sejak dititipkan oleh kedua orang tuanya pada awal Januari, pelaku mulai memukuli korban jika tak menuruti perintahnya.

“Kemudian sejak lari dan ditemukan lagi, pelaku makin sadis, korban diikat pakai rantai dan kaki serta tangan diikatkan ke kiri-kanan dinding kaki kandang ayam,” sebut Hanafi, Jumat (8/3/2019).

Rantai yang diikatkan ke leher korban itu dijadikan penyidik sebagai barang bukti. Begitu juga tali serta celana training yang digunakan pelaku saat pertama kali menyiksa korban di kandang ayam.

Ada juga sepotong bambu hijau disita penyidik sebagai barang bukti. Benda itu selalu digunakan pelaku memukul tangan, kaki, dada dan punggung korban setiap hari.

“Bahkan kemaluan korban juga tak luput dari penganiayaan,” ucap Hanafi.

Menanti Kehadiran Orang Tua Kandung Bocah yang Dikurung di Kandang Ayam

Liputan6.com, Pekanbaru – Sejak dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini, Kota Pekanbaru, orang tua bocah inisial R belum pernah menjenguk anaknya berumur 11 tahun itu. Penyidik kesulitan menghubungi orang tua korban penganiayaan itu karena tidak punya alat komunikasi.

“Orang tua korban ini bisa dibilang sulit ekonomi, salah satu cara penyidik akan mencarinya ke Duri, Kabupaten Bengkalis,” kata Kapolsek Tenayanraya Komisaris Hanafi, Jumat (8/3/2019).

Hanafi menjelaskan, pelaku dan orang tua korban dulunya pernah kerja bersama di kandang ayam Jalan Sawo Mati, Kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayanraya, tempat korban ditemukan terikat rantai.

Karena ayam di sana sudah panen, pelaku dan orang tua korban yang tak disebutkan identitasnya ini pergi mengadu peruntungan di sebuah kebun sawit di Duri, Bengkalis.

Lalu, pelaku pulang lagi ke Pekanbaru karena ada tawaran bekerja lagi di kandang ayam tersebut. “Korban lalu dititipkan ke pelaku, diminta menjaga karena sudah percaya,” terang Hanafi.

Sejak dititipkan, korban dan orang tuanya jarang berkomunikasi karena tidak punya telepon genggam. Pelaku juga diminta orang tua korban mendidik karena dinilai mampu.

“Kata pelaku niatnya memberi pelajaran tapi malah dipukuli, makanya korban sempat lari. Akhirnya ditemukan lagi di hutan oleh masyarakat, diserahkan lagi ke pelaku,” terang Hanafi.

Suara Rintihan dari Kandang Ayam Ungkap Tabir Penganiayaan Anak

Liputan6.com, Pekanbaru- JH alias Irwan sudah ditahan di Mapolsek Tenayanraya, Kota Pekanbaru. Pemuda 21 tahun itu merupakan pelaku penganiayaan terhadap bocah berusia 11 tahun inisial R yang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini, Kota Pekanbaru.

Bocah R mengalami penganiayaan di sekujur di tubuhnya, baik menggunakan benda tumpul maupun benda yang sudah dipanaskan. Di kepala korban juga terdapat penggumpalan darah.

Menurut Kapolsek Tenayanraya Komisaris Hanafi, korban pertama kali ditemukan Joko dan Pardimin ketika bekerja di sebuah rumah, Jalan Sawo Mati, RT 004 RW 007, Kelurahan Bencah Lesung, kecamatan tersebut. Saat itu keduanya mendengar rintihan anak kecil di kandang ayam pada Senin 4 Maret 2019.

Ketika pintu kandang dibuka, keduanya kaget melihat bocah R ada di dalam. Bocah itu tengah meringkuk lemas di sisi dalam kandang hingga dibopong keluar, lalu dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau.

Hanafi menjelaskan, antara korban dan pelaku memang tidak punya hubungan darah. Korban dititipkan orangtuanya kepada pelaku karena sebelumnya pernah bekerjasama dalam urusan pekerjaan.

“Orangtua korban kerja di Duri, korban dititipkan ke pelaku karena sudah saling kenal,” kata Hanafi, Rabu petang, (6/3/2019).

Dugaan sementara, penganiayaan yang dialami korban berlangsung sejak Januari 2019. Namun sejak kapan korban dikurung di kandang ayam, penyidik masih menggali keterangan dari pelaku serta saksi lainnya.

2 dari 2 halaman

Pelaku Sebut Beri Pelajaran

Pengakuan pelaku, korban diperlakukan keji dengan dalih memberi pelajaran. Korban disebut bandel dan jarang menuruti permintaan pelaku sehingga sering membuatnya emosi.

“Bisa saja itu alasan pelaku, karena informasi yang didapat korban orangnya penurut,” tegas Hanafi.

Kata pelaku, korban disiksa memakai kayu, sendok dipanaskan, ditendang, dibanting, dan dipukul. Badan korban tak ada yang luput dari kekerasan bahkan sampai ke kemaluannya.

“Namun sejauh ini tidak ada pelecehan seksual,” kata Hanafi.

Menurut Hanafi, pelaku ditangkap di RS Bhayangkara Polda Riau. Saat itu pelaku sedang duduk di kursi depan ruangan korban dirawat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal dengan 80 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Top 3 Berita Hari Ini: Cinta Terlarang Pria Paruh Baya dan Gadis Remaja di Kandang Ayam

Liputan6.com, Jember – Top 3 berita hari ini, kesepian ditinggal istri yang menjadi TKI membuat pria paru baya asal Jember, Jawa Timur ini tak bisa menahan nafsu syahwatnya. Lewat rayuan maut, dia berhasil menjebak gadis remaja 17 tahun yang tak lain adalah tetangganya sendiri. 

Mereka bahkan telah melakukan hubungan suami istri selama 5 bulan pada 2018 hingga sang gadis kini tengah hamil 7 bulan. Selain rumah korban, kandang ayam pun menjadi saksi dari aksi bejat tersangka.

Kisah serupa juga terjadi di Jember. Namun, keduanya adalah pasangan duda dan janda yang telah cukup umur. Hubungan antara keduanya telah berlangsung selama 1 tahun. 

Saat bertemu di sebuah hotel, keduanya lalu memadu kasih dan melakukan hubungan suami istri. Maksud hati ingin melanjutkan hubungan asmara itu ke tingkat yang lebih serius, pelaku mengajak korban untuk menikah dengannya.

Pertengkaran hingga berujung penganiayaan pun terjadi begitu korban menolak. 10 sabetan pisau dapur lalu dilayangkan ke tubuh pasangannya. 

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:

1. Kandang Ayam Jadi Saksi Cinta Terlarang Pria Paruh Baya dan Gadis Remaja

Ilustrasi pencabulan.

Menginjak usia nyaris kepala lima tak membuat seorang pria paruh baya asal Jember Jawa Timur, kekurangan akal menaklukkan gadis yang masih di bawah umur. Terlebih beberapa tahun kesepian, karena ditinggal isteri yang menjadi TKI ke luar negeri.

Dia adalah Agus Rohmad (46), warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Untuk mengusir kesepian, dia melirik anak gadis tetangganya yang sudah menginjak usia 17 tahun.

Mulai Maret hingga Oktober 2018, korban menjadi pemuas nafsu terdakwa. Hubungan itu dilakukan lebih sering, kadang berapa hari sekali atau seminggu dua kali. Usai melakukan perbuatan itu, baru terdakwa memberi uang antara Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. 

Selengkapnya…

2. Kisah Konyol Percintaan Duda dan Janda di Jember

Pelaku penganiyaan seorang janda diamankan petugas kepolisian. (Liputan6.com/ Dian Kurniawan)

Suara jeritan seorang perempuan dari salah satu kamar hotel sontak membuat heboh semua orang. Petugas hotel yang langsung mendatangi sumber suara, mendapati seorang perempuan tergeletak dengan tubuh penuh luka. Ini adalah kisah cinta duda dan janda di Jember yang berakhir dengan penganiayaan.

Keduanya masih bertetangga. Dari sanalah kemudian timbul benih-benih cinta hingga mereka mulai berpacaran. Di kamar sebuah hotel, kedua pasangan yang sama-sama kesepian itu, memadu kasih dan melakukan hubungan suami istri.  

Pelaku mengutarakan isi hatinya untuk mengajak korban menikah secara baik-baik, sesuai ketentuan agama. Namun niat baik tersangka ditolak korban. 

Selengkapnya…

3. Laporkan Jika Biaya Sertifikat Tanah Lebih dari Rp 150 Ribu

Kepala BPN ATR Garut Hayu Susilo (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Badan Pertanahan Nasional (BPN), Agraria, dan Tata Ruang Kabupaten Garut, Jawa Barat, menargetkan pembuatan sertifikat pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) hingga 61 ribu hingga akhir tahun ini.

Menurutnya, program sertfikat tanah berbiaya murah yang dikeluarkan Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mendapat respon positif dari masyarakat.

Hayu menyatakan, berdasarkan aturan, biaya pengajuan pembuatan sertifikat pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) hanya dikenakan biaya Rp 150 ribu, angka itu pun dikoordinasi pihak desa bukan lembaganya.

“Jika ada yang lebih (Rp 150 ribu), laporkan saja, aturan memang sebesar itu,” ujar Kepala BPN Garut Hayu Susilo.

Selengkapnya…

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: