Viral Dul Nangis Nyanyi ‘Cinta Kan Membawamu’, Ternyata Bukan untuk Ahmad Dhani

Jakarta – Video Dul Jaelani yang menangis saat membawakan ‘Cinta Kan Membawamu’ dalam konser ‘Dewa 19’, di Malaysia sempat viral. Banyak yang menyebut tangisan itu wujud kesedihan Dul terhadap nasib sang ayah, Ahmad Dhani di penjara.

Namun siapa sangka. Ternyata faktanya bukan itu.

“Waktu saya bawa ‘Cinta Kan Membawamu’, saya menangis sebenarnya bukan menangis karena ayah saya, saya menangisi mantan saya,” ujar Dul saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019).

Kata Dul, penghayatan yang dilakukan para penyanyi wajar terjadi. Hal itu pun berlaku pada tangisan Mulan Jameela yang pecah dalam acara penangguhan penahanan Ahmad Dhani.

“Oh nangis, nggak lihat aku. Ya namanya seniman kan menghayati wajar lah ya, kayak saya di KL nangis karena menghayati,” ujarnya.

“Ya jadi itu saya rasa hal yang wajar untuk seniman yang menghayati,” ungkapnya.

Dul Jaelani dan Mulan Jameela tampil bersama Al Ghazali dalam acara Gempita Indonesia (Gelar Musik Pencipta Lagu Indonesia) Episode Ahmad Dhani.

Dalam acara tersebut, sebanyak 300 alumni Trisakti menandatangani petisi untuk penangguhan penahanan bagi Ahmad Dhani.
(hnh/nkn)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

6 Honorer Dipecat karena Pamer Stiker Prabowo, Ma’ruf Amin: Kan Ada Aturan

Serang – Sebanyak enam guru honorer di SMA 9 Kronjo dipecat karena pose dan pamer stiker Prabowo di dalam sekolah. Langkah pemecatan ini langsung diambil oleh Pemprov Banten karena melanggar aturan politik praktis di sekolah. Apa kata cawapres Ma’ruf Amin?

“Kalau memang itu melangar aturan, kan ada aturannya,” kata Ma’ruf Amin kepada wartawan singkat di Hotel Le Dian, Kota Serang, Banten, Sabtu (23/3/2019).

Sebelumnya, 6 guru honorer di SMA 9 Kronjo dipecat karena pamer stiker dan pose dua jari di sekolah sambil memakai pakaian kedinasan berlambang Pemprov Banten. Pemecatan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Banten atas alasan larangan politik praktis di dalam sekolah.
Keenam guru honorer ini ada yang telah mengajar 2 sampai 10 tahun di SMA 9 Kronjo. Ada guru matematika sampai olah raga. Sementara, untuk mengganti kekosongan, pihak Dinas Pendidikan melalui kantor cabang di Tangerang akan mencari guru pengganti.

“Iya (dipecat), diputuskan kepala dinas pendidikan sebagai tenaga pengajar,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Baten Komarudin saat dikonfirmasi detikcom di Serang, Banten, Kamis (21/3) lalu.

Bawaslu Banten dibantu oleh Panwascam sendiri sudah melakukan pemeriksaan kepada honorer tersebut atas inisial AR, HN, KY, MK, SH, dan SA.

“Sudah dipanggil semuanya hadir. Intinya sudah diperiksa. dan mereka mengakui bahwa mereka ada dalam foto itu, mereka guru di sekoilah tersebut,” kata Komisioner Bawaslu Banten Badrul Munir terpisah.
(bri/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Anies Tepis Rotasi Jabatan Politis, NasDem DKI: Dia Kan Pejabat Politik

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menolak kebijakan rotasi jabatan disebut politis. Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menganggap hal tersebut tidak tepat karena menganggap Anies sebagai gubernur melalui proses politik.

“Sudahlah Pak Anies kadang-kadang juga aneh. Ya semuanya politis lah, dia kan pejabat poltik. Dia kan mengeluarkan kebijakan berstatemen kan itu semua poltis. Jadi gimana sih ngerti atau kagak,” kata Bestari kepada detikcom, Jumat (8/3/2019).

Bestari mengatakan Anies menjabat sebagai gubernur berbeda dengan TNI atau Polri yang merupakan pejabat karir. Dia menilai semua kebijakan Anies berhubungan dengan politik.

“Emang dia pejabat politik atau pejabat politik atau karir? Segala macam kegiatan, itu kegiatan politis. Udah pasti politis, Jawab saja, ‘saya kan memang pejabat politik’,” sebut Bestari.

Bestari sendiri setuju adanya pansus jual-beli jabatan jika memang ditemukan fakta di lapangan. Dia berjanji akan turun langsung untuk ikut dalam pansus tersebut.

“Kita lihat nanti kan masuk ke fraksi. Kalau misal ini jadi, nanti saya akan turun,” ucapnya.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta saat ini sedang mengkaji pembentukan pansus untuk menyelidiki dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Anies meminta agar para anggota dewan tidak berpikir politis terkait kebijakan rotasi jabatan.

“Ya, dewan boleh melakukan apa saja yang memang menjadi wewenangnya. Kita hargai dan kita pun juga menjalankan proses itu dengan mengikuti tata kelola yang benar, yang baik, dan saya malah mengajak kepada semua, jangan mengikuti cara berpikir politis dalam setiap pergantian di birokrasi,” ujar Anies di Jalan RS Fatmawati di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (8/3).

Dia pun membantah tuduhan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi yang menyebut rotasi jabatan itu mengandung unsur politis. Anies menilai orang yang menganggap rotasi ini politis adalah politisi saja.

“Ini berbeda dengan politisi yang ganti-ganti orang di partai. Kalau politisi ganti-ganti orang di partai ya, karena ada afiliasi. Orang yang terbiasa mengganti orang karena kepentingan, melihat pergantian karena proses rotasi dan mutasi yang normal jadi berpikirnya politis,” katanya.

(fdu/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Desak-desakan Naik KRL, Fahri Hamzah: Ya ini Kan Musim Kampanye

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore tadi desak-desakan naik KRL saat pulang ke Bogor, Jawa Barat, usai melaksanakan sejumlah agenda kerja. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai apa yang dilakukan Jokowi ini konteksnya kampanye.

Fahri mengatakan, meski desak-desakan dengan penumpang KRL, Jokowi dia yakini aman. Sebab Paspampres pasti melakukan pengamanan maksimal terhadap kepala negara.

“Pasti aman. Semua perjalanan presiden itu ada UU dan aturannya. Ada protokolernya. Kalau dilanggar bisa kena hukum. Dalam keadaan cuti pun pengamanan maksimal. Terbuka dan tertutup,” kata Fahri kepada detikcom, Rabu (6/3/2019) malam.
Meski demikian, Fahri memandang aksi Jokowi naik KRL tersebut tak lebih dari sekadar pencitraan jelang Pilpres 2019. “Ini konteksnya kampanye seperti Pak sandi masuk pasar,” ujarnya.
“Ya ini kan musim kampanye. Hampir 5 tahun tinggal di Bogor kan baru sekarang (naik KRL-red),” sambung Fahri.

Ada masyarakat yang berpandangan aksi Jokowi ini bagus untuk kampanye agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Namun menurut Fahri, jika transportasi umum sudah baik, masyarakat secara otomatis akan pindah tanpa disuruh.

“Transportasi umum itu kalau ada dan nyaman orang otomatis pindah. Tapi kalau desakan kayak gitu siapa yang mau pindah kecuali untuk media,” ucapnya.
(hri/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kantong Plastik Berbayar Tingkatkan Kesadaran Akan Bahaya Limbah

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga menyampaikan dukungannya terhadap penerapan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG).

Dibanding dibiarkan tercecer menjadi limbah, dia mengatakan, Kementerian PUPR sudah berinisiatif mengolah kantong plastik sebagai bahan campuran aspal.

“Kami sangat mendukung. Kalau dulu saya di Balitbang (Kementerian PUPR) sudah proses kantong plastik dicacah bisa dicampur aspal dan perkuat campuran aspal. Istilahnya aspal plastik,” jelas dia di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Untuk diketahui, beberapa toko ritel modern yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) menyatakan akan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar mulai Jumat 1 Maret 2019 ini.

Danis melanjutkan, kantong plastik tetap tergolong sebagai benda yang tak aman bagi lingkungan. “Kalau secara klasifikasi barang tak aman bagi lingkungan seperti ember dan botol mineral, plastik kresek ini nomor 7,” sebutnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat agar lebih memilih membawa tentengan sendiri seperti goodybag saat berbelanja daripada membeli kantong plastik.

“Masalahnya bukan berbayar atau tidak, utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bagaiman kurangi sampah plastik. Dengan bayar kan jadi mikir, lain kali saya bawa goodybag atau apa lah,” pungkas dia.

2 dari 3 halaman

Mulai 1 Maret, Konsumen Bayar Kantong Plastik Minimal Rp 200 di Toko Ritel

Semua toko ritel modern akan menerapkan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) mulai Jumat 1 Maret 2019.

Beberapa toko ritel tersebut di antaranya adalah Alfamart, Ramayana, SuperIndo, LotteMart, Informa, Electronic City, Matahari, AlfaMidi, Papaya, Yogya, Borma dan retail lainnya yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo).

Ketua Umum Aprindo, Roy Mande menyebutkan, pihaknya sebagai asosiasi resmi yang menaungi usaha ritel di Indonesia mengambil langkah tersebut sebagai salah satu upaya mendukung visi pemerintah pada 2025  yakni bisa mengurangi 30 persen sampah dan menangani sampah sebesar 70 persen termasuk sampah plastik. 

“Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Aprindo menyatakan komitmen bersama untuk mengurangi kantong belanja plastik sekali pakai (kresek) di semua gerai-gerainya. Salah satu caranya adalah dengan kembali menerapkan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) secara bertahap mulai 1 Maret 2019,” kata Roy dalam acara konferensi pers di Kuningan, Jakarta, Kamis (28/2/2019). 


Dia menegaskan, membuat kantong plastik menjadi barang dagangan adalah langkah nyata dari peritel modern untuk mengajak masyarakat agar menjadi lebih bijak dalam menggunakan kantong belanja plastik sekaligus menanggulangi dampak negatif lingkungan akibat sampah plastik di Indonesia.

Konsumen yang ingin menggunakan kantong plastik sekali pakai atau kresek akan dikenakan biaya tambahan sebesar minimal Rp 200 per lembarnya.

“Konsumen akan kita sarankan untuk menggunakan tas belanja pakai ulang yang juga disediakan di tiap gerai ritel modern,” tambahnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Alasan SBY Tunjuk AHY Jadi Penanggung Jawab Pemenangan Demokrat

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yufhoyono (SBY) menyerahkan tongkat komando kampanye pemenangan pemilu 2019 kepada putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengungkap  alasan mengapa SBY lebih memilih AHY ketimbang putra keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Dalam pemenangan pemilu SBY justru menugaskan Ibas dalam Komisi Pemenangan Pemilu (KPP). Sedangkan AHY, mendapat tugas pemenangan pemilu melalui jabatan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma).

Menurut Didik, ada pertimbangan lain hingga akhirnya SBY menunjuk AHY sebagai tonggak pemenangan pemilu. Alasannya, kata dia, AHY dianggap mampu mengatur strategi dan ritme.

“Mas AHY kan memang menjadi komisi pemenangan pemilu kita, itu tugasnya sangat berat dibanding tugas lain, karena harus menentukan strategi, mengatur ritme pertarungan dan bertanggung jawab terhadap rencana aksinya,” kata Didik saat dihubungi, Jumat (1/3/2019).

Didik juga mengungkap alasan kenapa bukan Ibas yang ditugaskan sebagai ketua pemenangan kampanye. Ibas, lanjutnya harus fokus pada pemenangannya sebagai caleg.

“Dan Mas Ibas sendiri strategi kampanye soal dapur Partai Demokrat sendiri, mereka berdua memang menjadi bagian magnet center, pada saatnya nanti Mas Ibas akan memperkuat Mas AHY,” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Fokus Pengobatan Ani Yudhoyono

Diketahui, SBY memang tengah fokus merawat sang istri Ani Yudhoyono yang sedang sakit kanker darah di Singapura. Terkait Persiapan menghadapi pemilu serentak 17 April nanti, SBY telah memberikan sejumlah pesan.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, surat dituliskan SBY, demi menjawab ketidakhadirannya dalam dua bulan terakhir sisa masa Pemilu 2019, karena harus mendampingi sang istri yang mengidap kanker darah.

“Karena sementara waktu, secara fisik tidak bisa menjalankan kampanye sampai 17 April, oleh karena itu beliau sampaikan pesan untuk memaksimalkan kerja-kerja Partai, DPP sampai ke tingkat ranting,” kata Hinca di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).


Reporter: Sania Mashabi

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jejak Tudingan Mobil Camry yang Bikin Mahfud Polisikan Kakek Kampret

Jakarta – Mahfud Md mempolisikan akun twitter Kakak Kampret @KakekKampret_ soal tuduhan mobil Camry. Mantan Ketua MK menilai cuitan Kakek Kampret sudah bentuk fitnah, bukan kritik lagi.

Kasus bermula saat @KakekKampret_ membuat cuitan dengan dimention ke @Mohmahfudmd, pada 27 Februari 2019, yaitu:

Saudara mahfud @mohmahfudmd apa bener Mobil Camry punya anda Plat B 1 MMD adalah setoran dari pengusaha besi kerawang ex cabub PDIP. Jika bener atas dasar apa pemberian itu kakek sekedar bertanya (ditambah dua emoticon tertawa-red)

Cuitan itu tidak digubris. Lalu @KakekKampret_ kembali mencuit:

Saudara mahfud @mohmahfudmd kenapa anda ga jawab pertanyaan kakek ini. Apa bener Toyota Camry B 1 MMD dari pengusan besi karawang, mantan ex cabub karawang dari PDIP..? saudar mahpud jawab lah (ditambah dua emotical tertawa-red)

Mahfud Md tidak terima dituduh hal demikian dan melaporkan ke Polres Klaten.

“Laporan terkait hoaks yang menyangkut saya. Dan ini bagi saya yang begini-begini ini tidak bisa dibiarin. Kalau diskusi publik tidak masalah tapi kalau menyangkut harkat pribadi harus diselesaikan lewat polisi,” kata Mahfud Md di Polres Klaten, Jumat (1/3/2019).

Usai melapor, Mahfud Md menjelaskan asal-usul mobilnya.

“Saya beli mobil itu tahun 2013, tiga hari sebelum saya pensiun dari MK, karena mobil saya akan ditarik oleh negara. Saya tarik uang saya untuk membeli mobil cash. Kenapa dikaitkan dengan pilbup yang terjadi tahun 2015, tidak ada hubungannya,” ujar dia.

Lalu Mahfud kembali bercuit di Twitter menjawab banyak pertanyaan warganet.

Sudah lapor, giliran Kakek untuk menyelesaikan sendiri. Saya akan ikuti terus

Tidak berapa lama, akun @raffie aqmal mengomentari sikap Mahfud Md, yaitu:

Zaman SBY paling aman bagi rakyat Indonesia. Zaman sekarang cuma bertanya saja d laporin dan yang laporinnya pendukung petahana langsung diproses. Jikalah yang laporin kubu oposisi walaupun itu penghinaan dan penyebar hoax, pastilah MANGKRAK..! Di sini saya belajar bahwa rezim ini… (ejaan sudah disesuaikan-red).

Mendapati komentar di atas, Mahfud Md mencoba menjelaskan yaitu pelaporannya tidak terkait pemilu.

Bung Raffie, ini tak ada kaitannya dengan Pemilu. Ini soal tudingan secara insinuatif bahwa saya pernah menerima setoran mobil dari seseorang. Saya tak tahu dan tak ingin tahu, dia itu pendukung siapa. Cuitannya sampai dua kali dengan sangat insinuatif (ejaan sudah disesuaikan-red).

Wakil Ketua MPR Zaenal Maarif pernah digelandang ke pengadilan karena pengaduan Pak SBY. Eggy Sujana juga dihukum setelah diadukan. Masak, dibilang tak ada (Zaman SBY tidak ada pelaporan-red). Hukum tetaplah hukum. Setiap hari saya dikritik oleh banyak akun tapi tak pernah saya laporkan karena hanya beda pendapat. Kalau memfitnah, beda.

Akun Ahmad Rohiman @kangimanow memention dengan simpati:

Saya turut sedih pak atas fitnah itu…

Mahfud lalu menjawab:

Mas Rohimin, tiap hr sy dpt banyak kritik terbuka ka ka. Tp sy tak pernah mengadu. Yg Kakek Kampret ini beda, dia memfitnah dan nyebar hoax. Tak bisalah dia mengelak dgn alasan hanya “bertanya”. Bertanya, kok lewat fitnah terbuka? Kalau betul bertanya, kan bisa lewat DM Twitter.

(asp/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sinopsis Sinetron SCTV Cinta Buta Episode Jumat 1 Maret 2019: Aulia Makin Dekat dengan Reyhan

Liputan6.com, Jakarta Cinta Buta makin bikin baper. Dokter kasih tahu Rama cuma menderita luka luar. mungkin pingsan karena benturan saja. Fathin terharu banget dan peluk. Fathin berterima kasih pada rama.. rama lega karena fathin nggak papa. Fathin makin baper.

Saat itu Angga yang baru selesai parkir mobil. Angga mikir jangan-jangan fathin mau bilang ke rama untuk cek apakah dia anak rama? Ini bisa gawat.., rama bisa benar benar curiga fathin anaknya… 

Sementara di episode Cinta Buta yang sama. Reyhan berterima kasih sekali pada Aulia yang mau datang dan mengakrabkan diri dengan orangtuanya.. Aulia senyum dan genggam tangan Reyhan dan bilang, kan dia mau buktiin ke Reyhan dia serius mau menjalin hubungan dengannya.

Aslan pulang dengan galau. Diia kaget lihat Melly ada di rumahnya. Didi ternyata yang mengundang. Didi perlakukan Melly kayak calon mantu. Aslan bawa banyak barang kebutuhan buat rumah.

Dan, apa yang terjadi di Cinta Buta selanjutnya…



2 dari 2 halaman

Jangan Ganggu

Melly bicara sama didi.  minta didi jangan larang aslan… ini kan impiannya aslan.. aslan selama ini susah dapet project. Sampe harus jadi taksi online… sekarang kesempatan itu datang… masa dilarang??

Di jalan angga berusaha ajak fathin bicara. Tapi fathin sibuk dengan pikirannya soal rama dan gimana harapannya sebagai anak rama makin besar… angga terus ajak bicara. Fathin malah jadi kurang ajar dan suruh angga jangan ganggu dia lagi mikir.

BNN Cek Jenis Peluru yang Tembus Dada Akbar Korban Salah Tembak

Palembang – Akbar Putra mengaku sebagai korban salah tembak saat petugas gabungan menggelar razia, tadi malam, di Palembang, Sumatera Selatan. BNN akan mengecek jenis peluru yang bersarang di dada akbar.

“Kami memang melepas tembakan saat razia tadi malam. Tapi itu pun tembakan peringatan,” terang Kapala BNN Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan saat dikonfirmasi, Jumat (1/3/2019).

Lebih lanjut, Jhon Turman menyebut jika tembakan dilepas karena petugas sudah terdesak. Mereka diserang dan dilempar batu oleh sekelompok pemuda di lokasi Jalan Teratai, Sukarame. Petugas BNN Sumatera Selatan terpaksa melepas tembakan karena tim diserang dan dilempari batu.

“Kami sama Satpol PP baru mau masuk aja udah diserang, dilempari batu sama kayu. Saya juga ada di lokasi memimpin langsung. Usia mereka masih muda, ya antara 16-20 tahun,” kata Jhon.

“Saya pikir kalau ditembak ke depan pasti selesai. Akhinya tembakan peringatan ke atas sambil kami pun mundur, nggak ada cara lain selain mundur,” katanya.

Meskipun begitu, Jhon menganggap wajar ada warga yang tertembak. Sebab, lokasi kanan-kiri merupakan tembok tinggi dan dimungkinkan terjadi pantulan peluru.

“Bisa jadi itu pantulan peluru, nanti kami cek. Kalau dari peluru anggota saya kan bisa di cek. Saya katakan mohon maaf kepada adik-adik tadi malam. Apa yang kami lakukan adalah salah satu upaya memberantas narkoba,” tutup Jhon.

Untuk diketahui, korban tertembak saat BNNP Sumsel dan Satpol PP menggelar razia narkoba di Jalan Teratai, Kampung Baru, Kamis (28/2) malam. Lokasi itu dikenal sebagai kawasan prostitusi di Palembang. Korban mengalami luka tembak di dada kiri dan kini menjalani perawatan di RS Myria.

(ras/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi Sindir Sandiaga: Keluarga Besar Tak Support, Pertanda Buruk!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyindir Sandiaga Uno. Ini menyusul keluarga besarnya, Keluarga Uno mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf.

“Saya heran Sandiaga bisa-bisanya tidak didukung satu keluarganya sendiri. Katanya politik dimulai dari lingkaran paling dekat, dimulai dari keluarga dan teman terdekat,” ungkap Wakil Ketua Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Pria yang akrab disapa Toni ini menyoroti ikatan alumni sekolah Sandiaga, Pangudi Luhur Jakarta, yang juga mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia juga menilai dukungan Keluarga Uno itu bisa menjadi pertanda buruk bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran mantan Wagub DKI tersebut tak bisa mengkonsolidasikan dukungan keluarga sendiri.


Toni pun menduga Sandiaga akan kesulitan meraih dukungan masyarakat. Ini mengingat, sebutnya, mengambil hati keluarga sendiri saja tidak bisa.

“Pertanda apa bila teman sesama SMA Saja tidak mendukung, keluarga besar saja tidak mensupport?” ucap Toni.

“Pasti itu pertanda buruk. Orang paling dekat saja menolak, apalagi orang yang jauh,” lanjut Sekjen PSI tersebut.

Soal dukungan Keluarga Uno, Toni memberikan apresiasi. Dukungan itu menurutnya akan menambah amunisi kemenangan bagi pasangan calon nomor urut 01 itu.

“Segala bentuk dukungan kami sukuri. Pasti berkontribusi untuk pemenangan Jokowi-Makruf. Kami ucapkan terima kasih,” sebut Toni.

BPN Prabowo-Sandiaga Anggap Dukungan Hanya Sandiwara

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga kemudian angkat suara soal dukungan itu. Menurut BPN, dukungan keluarga Uno di Gorontalo itu tak mewakili keluarga Uno seluruhnya. Lagipula, BPN meyakini, dukungan keluarga Uno ke Jokowi hanyalah sandiwara semata.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa kepada wartawan.

“Saya tahu mereka terikat dengan acting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahu lah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.
(elz/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>