Di Atas Ranjang RS Sardjito, Pasien Patah Kaki Nyoblos

Seharusnya, Agus dan 160 pasien rawat inap beserta keluarga lain yang sudah memiliki formulir A5 dijadwalkan mencobolos pukul 12.00 WIB. Namun, karena surat suara dari TPS di sekitar RS Sardjito habis, tim Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mlati, Sleman, harus mencari dari TPS lain yang sedikit lebih jauh.

Baru pada pukul 15.30, tim PPK datang membawa 41 surat suara yang bisa digunakan untuk pasien, keluarga, dan tenaga terdidik di RS Sardjito.

“Ini kami dapatkan 41 surat suara untuk memilih calon presiden dan wakil presiden dari Desa Sendangadi, Mlati, Sleman,” kata Ketua PPK Mlati, Sleman, Edi Maulana, di depan Klinik Permata Hati RS Sardjito.

Agus pun tak mempermasalahkan hanya bisa memilih presiden dan wakil presiden. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Selain Agus, pasien rawat inap dan keluarga pasien juga bisa menggunakan hak suaranya. Dokter residen, bidan, dan perawat RS Sardjito juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyoblos. 

Cerita Petugas KPU 13 Jam Berjalan Kaki demi Distribusi Logistik Pemilu

Liputan6.com, Gorontalo – Menjelang hari pemungutan suara Pemilu pada 17 April 2019, KPU Bone Bolango mendistribusikan logistik Pemilu ke Kecamatan Pinogu. Berbeda dengan lokasi lain yang proses pendistribusiannya bisa diakses dengan kendaraan bermotor, lokasi Kecamatan Pinogu hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.

Maklum, wilayah yang dikenal sebagai penghasil kopi tersebut berada di tengah hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW). Kondisi jalan menuju ke Pinogu cukup sulit dilewati.

“Lokasi memang jauh dan terpencil dengan medan yang sulit sehingga kita tempuh dengan berjalan kaki,” kata Sofyan Rahmola, anggota KPU provinsi Gorontalo, usai melepas tim distribusi logistik Pemilu 2019 ke Kecamatan Pinogu pada Minggu pagi, 14 April 2019.

Ia menjelaskan sebanyak 24 orang dilibatkan untuk membantu mengangkut seluruh logistik pemilu 2019 ke kecematan tersebut. Mereka akan berjalan kaki selama 13 jam menyusuri hutan hingga tiba di kecamatan Pinogu.

“Ada warga yang memikul satu kotak, ada yang dua kotak, bahkan ada warga yang memikul sampai empat kotak,” Sofyan menjelaskan.

Ia mengatakan pihaknya sebenarnya bisa mengunakan jasa ojek motor untuk mendistribusikan logistik Pemilu 2019 tersebut. Namun, hal itu memiliki risiko mengingat lokasi jalan yang terjal dan berbahaya sehingga justru akan membuat logistik pemilu yang diangkut berpotensi rusak dan terjatuh.

“Kita harus menjaga logitsik pemilu maka diputuskan dengan berjalan kaki,” dia menegaskan.

Memikul Surat Suara ke Desa Pinogu, Jalan Kaki 14 Jam dan Melintasi Hutan

Kecamatan Pinogu memiliki jumlah pemilih sebanyak 1.462 jiwa. Kecamatan Pinogu terdiri 5 Desa terdiri Desa Pinogu, Bangio, Dataran Hijau, Tilonggibila serta Pinogu Permai.

Komisioner Provinsi Gorontalo Sophian Rahmola mengemukakan, sesuai petunjuk teknis (Juknis) pendistribusian surat suara dan logistik Pemilu 2019 dimulai dari daerah terjauh.

Kecamatan Pinogu merupakan salah satu kecamatan terjauh di Provinsi Gorontalo.

“Jadi hari ini dilakukan distribusi surat suara ke Kecamatan Pinogu,” kata Sophian Rahmola ketika melepas distribusi logistik di Kabupaten Bone Bolango.

Mantan Ketua KPU Gorontalo Utara (Gorut) menjelaskan, untuk pengiriman logistik ke Pinogu menggunakan 24 orang warga pinogu, yang kesehariannya dikenal dengan sebutan kijang (tukang pikul).

“Logistik yang dikirim ada 53 kota. Terdiri 40 Kotak untuk TPS dan 13 kotak PPK. Jumlah TPS di Kecamatan Pinogu ada sebanyak 8 TPS,” ujar Sophian Rahmola.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Akun pertama yang dilaporkan atas nama Muhamad Adrian yang menyebarkan berita bohong kertas suara telah tercoblos.

Melihat Para ‘Kijang’ Jalan Kaki 13 Km Bawa Kotak Suara Pemilu

Minggu 14 April 2019, 11:28 WIB

Ajiz Halid – detikNews

Gorontalo detikNews – Gorontalo yang sangat luas tidak menghalangi KPU setempat mengirim kertas suara ke seluruh penjuru. Surat suara itu dibawa oleh para ‘kijang’.

Sebutan ‘kijang’ dialamatkan ke para pemikul kotak suara di Gorontalo.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Jalan Kaki 13 Jam, Begini Susahnya Kirim Surat Suara ke Ujung Gorontalo

Gorontalo – Logistik Pemilihan Umum 2019, mulai didistribusikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone Bolango, Gorontalo ke pedalaman. Salah satunya ke Kecamatan Pinogo yang merupakan daerah terpencil dan terjauh.

Butuh 13 jam jalan kaki yang harus dilalui pengirim logistik. Bahkan barang logistik harus dipikul oleh si pengirim. Anggota Komisioner KPU Provinsi Gorontalo, Sophan Rahmola menyatakan untuk kabupaten Bone Bolango pendistribusian kertas suara dan kotak suara dilaksanakan Minggu pagi untuk daerah terpencil dan terjauh.

“Hari ini kita melepaskan logistik pemilu menuju Kecamatan Pinogo Kabupaten Bone Bolango yang medannya cukup parah dan terjal. Hampir 13 jam jalan kaki logistik ini akan dibawa oleh warga yang kita sewa jasa pikulnya. Ada 40 kotak untuk TPS. 13 kotak kosong untuk rekapituasi tingkkat PPK dan kertas suara,” kata Anggota Komisiner KPU Provinsi Gorontalo, Sophan Rahmola, pada detikcom Minggu (14/4/2019).

Dia menjelaskan, di Kecamatan Pinogu ada 5 desa yang terpencil yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat. Logistik Pemilu juga tidak bisa dibawa dengan menggunakan ojek motor.

“Kita telah putuskan harus jalan kaki. Dan ini sudah sering dilakukan saat ada pesta demokrasi atau pemilu. Jalan kaki bisa sampai 13 jam. Dan logistik ini langusng ke kantor PPK dan sudah ada gudang yang dipersiapkan,” ucap Rahmola.

Dia menambahkan ada 24 orang jasa pikul atau kijang yang disewa. Setiap orang ada yang memikul 2 kotak dan ada yang 4 kotak.

“Tadi kita sudah cek ke BMKG bahwa cuaca cerah, dan kemungkinan logistik ini sampai malam di PPK Pinogu,” lanjut Rahmola.
(rvk/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sempat Melawan, Polisi Tembak Kaki Pemutilasi Mayat dalam Koper

Surabaya – Pelaku mutilasi mayat dalam koper, AJ dan AS ditembak kaki kirinya.

Mereka diketahui melarikan diri saat hendak ditangkap. Kini, keduanya harus berjalan dengan pincang.

“Mau melarikan diri waktu itu,” kata Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela kepada detikcom di Surabaya, Minggu (14/4/2019).

Leo mengatakan penembakan kaki ini sebenarnya tidak seberapa jika dibanding dengan perbuatan keduanya. Leo menyebut, jika dibuat peringkat, kejahatan pembunuhan dengan mutilasi ini menduduki peringkat tertinggi.

“Itu kan pelaku sadis sekali, mutilasi itu kan kejahatan pembunuhan yang mungkin kalau dibikin gradenya, grade tertinggi. Dia melakukan dengan sangat sadis,” imbuh Leo.

Rabu (3/4), warga Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar, digegerkan penemuan mayat dalam koper dibuang di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar. Korban menjadi korban mutilasi lantaran dalam koper berwarna hitam tersebut tidak ditemukan kepala korban.

Menginjak 9 hari, tepatnya Jumat (12/4) kepala mayat dalam koper Budi Hartanto (28) ditemukan. Itu setelah polisi menangkap dua pelaku pembunuhan dan mutilasi, AJ dan AS, Kamis (11/4). Kepala tersebut ditemukan di pinggir Sungai Karanggondang tersangkut ranting bambu.

Polisi juga menemukan motor korban di rumah eksekutor mutilasi, AS di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. AS ditangkap di Jakarta saat melarikan diri. Sedangkan AJ diamankan di rumahnya Jalan Merak Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jumat (12/4).
(hil/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cium Kaki Presiden, Paus Fransiskus Desak Sudan Selatan Jaga Perdamaian

Cium Kaki Presiden, Paus Fransiskus Desak Sudan Selatan Jaga Perdamaian Paus Fransiskus berlutut dan mencium kaki Presiden Sudan Selatan Salva Kiir. (Foto: Vatican Media/­Handout via REUTERS)

VatikanPaus Fransiskus berlutut dan mencium kaki Presiden Salva Kiir. Paus mendesak Sudan Selatan untuk menjaga perdamaian dan tidak perang saudara.

“Aku memintamu untuk menjaga perdamaian. Saya bertanya dengan hati saya, mari kita maju. Akan ada banyak masalah tetapi mereka tidak akan mengalahkan kita. Atasi masalah Anda,” ujar Paus Fransiskus di Vatikan seperti dilansir Reuters, Jumat (12/4/2019).

Selain Salva Kiir, para pemimpin di Sudan Selatan tampak terpana melihat gestur Paus Fransiskus berlutut dan mencium kaki. Dalam pertemuan ini, Paus Fransiskus juga memberikan nasihatnya.

“Akan ada pergulatan, perselisihan di antara kamu, tetapi pertahankan di dalammu, di dalam kantor, untuk berbicara,” kata Paus Fransiskus.

Sudan, yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, dan bagian selatan yang sebagian besar beragama Kristen berperang selama beberapa dekade sebelum Sudan Selatan merdeka pada 2011. Sudan Selatan terjun ke perang saudara dua tahun kemudian setelah Kiir, seorang Dinka, menembakkan Machar, dari kelompok etnis Nuer, dari wakil kepresidenan.

Sekitar 400.000 orang tewas dan lebih dari sepertiga dari 12 juta orang di negara itu, memicu krisis pengungsi terburuk di Afrika sejak genosida Rwanda 1994.
(dkp/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jejak Kaki di Jasad Wanita Hamil di Tol Jagorawi

Liputan6.com, Jakarta – Tim forensik RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, telah memeriksa jenazah perempuan yang ditemukan sekitar Taman Kota Tol Jagorawi, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur. Dari hasil pemeriksaan, selain perempuan itu tengah hamil, ditemukan juga bekas jejak kaki di tubuhnya.

“Kami duga pembunuhan, karena ada luka-kuka di dahi kiri itu, kami duga bekas benda tumpul karena lukanya remek gitu, bukan karena benda tajam bukan ditusuk atau golok bukan. Tapi sementara kami duga itu adalah karena benda tumpul,” kata Kapolsek Makasar, Kompol Lindang Lumban di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/4/2019).

“(Lalu) Ada bekas kaki mungkin ditekan-tekan ya. Jadi bukan di injak-injak, ini ada bekas kaki yang ditekan kali ya, kaki aja bukan pakai sendal, karena ada bekas jari kaki jadi kayaknya nggak pakai alas kaki,” sambungnya.

Selanjutnya, ia menduga kalau mayat yang belum diketahui identitasnya itu dibuang di sekitar Taman Kota Tol Jagorawi.

“Kemungkinan ini dibuang, TKP nya bukan di situ ada dugaan dibuang,” pungkasnya.

Pertama di Indonesia, Label Alas Kaki Ini Kolaborasi Bareng Hello Kitty

Liputan6.com, Jakarta – Siapa yang tidak mengenal Hello Kitty, salah satu karakter ikonik yang jadi favorit anak-anak hingga orang dewasa. Tokoh kucing menggemaskan ini hadir dengan ciri khas pita merah muda di kepala.

Karakter Hello Kitty yang begitu mendunia membuat label fashion tertarik untuk berkolaborasi dengan membuat edisi spesial. Satu di antaranya adalah Melissa, brand alas kaki yang populer dengan bahan PVC.

Kolaborasi ini merupakan kali pertama hadir di Tanah Air. Ada pun penggabungan karakter Hello Kitty bersama desain untuk dari Melissa hadir dengan sub-brand Melissa, yakni Mel dan Mini Melissa yang diperuntukan bagi remaja juga anak-anak.

“Melissa telah berkolaborasi dengan banyak nama terkenal dalam fashion, desain, dan musik, seperti Jean Paul Gaultier, Disney, Jason Wu, Vivienne Westwood, dan lainnya. Kali ini kami sangat bangga bisa berkolaborasi dengan pop icon Hello Kitty, yang sudah mendunia,” ungkap Brand Manager Melissa Indonesia, Eltine, dalam siaran pers yang diterima Fimela.com.

Demi Bertemu Jokowi, Pendukung di Batam ini Rela Berjalan Kaki 1,5 Km

Sementara itu, kemacetan menuju lokasi acara sudah mulai terjadi di Simpang Kepri Mal yang berjarak sekitar 4 km.

Para pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin bahkan terpaksa memakirkan kendaraannya di ruko yang berjarak sekitar 1,5 km dari lokasi acara dan melanjutkan dengan berjalan kaki.

Salah satu pendukung paslon nomor 01 bernama Royan mengatakan, dia rela berjalan kaki demi melihat idolanya.

“Saya ini penggemar Jokowi dari dulu. Kalau jalan segini sih enggak ada apa-apanya,” katanya.¬†