Kado dari Sang Bunda Jadi Penanda Jasad Terapung di Selat Malaka

Ayah Faisal, Efendi ditemui di RS Bhayangkara menjelaskan, awalnya tak percaya jasad yang diperlihatkan petugas merupakan anak tertuanya.

Efendi mengaku dua kali melihat jasad untuk memastikannya setelah tiga kali bolak-balik ke rumah sakit itu.

“Kami berharapnya tidak, tapi ya beginilah,” Efendi menahan tangis.

Efendi melanjutkan, pakaian dan celana jasad yang diperlihatkan petugas sangat cocok dengan foto terakhir kiriman Faisal sebelum pulang. Ada merek suatu produk di baju bagian tengah yang dipakai Faisal.

“Lalu ikat pinggang, itu ibunya yang belikan ketika berangkat ke Malaysia satu setengah tahun lalu,” cerita Efendi.

Cerita Efendi, anaknya di Malaysia berangkat dari Tanjung Balai secara resmi. Ada paspor serta kelengkapan imigrasi lainnya untuk mengais rezeki di negeri jiran.

“Bekerja sebagai buruh bangunan, tidak menetap begitu kerjanya karena dibawa orang,” ucap Efendi.

Selama mengadu peruntungan di Malaysia, Efendi menyebut Faisal tidak pernah pulang. Faisal lalu disusul oleh adik laki-lakinya ke sana dan sama-sama bekerja.

“Untuk adiknya masih di sana, belum pulang. Sudah komunikasi dan memberitahukan tentang kejadian ini ke adiknya,” kata Efendi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tim Basarnas Riau berhasil mengevakuasi sembilan jenazah dari perairan Selat Malaka. Diduga jenazah adalah korban kapal tenggelam yang membawa tki dari Malaysia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *