SBY Instruksikan Kader PD Tak Terlibat Hal Bertentangan Konstitusi

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan seluruh pengurus partai dan kadernya tidak terlibat segala kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi.

Instruksi itu disampaikan SBY melalui surat yang ditujukan kepada Sekjen PD Hinca Pandjaitan, Ketua Dewan Pembina PD EE Mangindaan, Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin, dan Waketum PD Syarief Hasan. Instruksi itu juga ditembuskan kepada Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Surat yang berisi empat poin itu dibenarkan Syarief Hasan. “Ya (benar, surat dikirimkan SBY),” ujar Syarief Hasan dihubungi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (18/4/2019).
Berikut isi surat SBY tersebut:

1. Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan (tension) dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya instruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di tanah air.

2. Memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD.

3. Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama.

4. Demikian untuk diindahkan dan dilaksanakan.
(jbr/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Yusril Minta Kader PBB Kawal Terus Suara dan Tak Terpengaruh Quick Count

Jakarta – Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra meminta kepada kadernya untuk melakukan pengawasan perhitungan suara. Selain itu, mereka tidak boleh terlalu percaya kepada hitung cepat sehingga mengendorkan pengawasan.

“Selama proses pencoblosan sampai dengan penghitungan akhir hasil pemilu, lakukan pengawasan yang seksama. Kumpulkan semua data sehingga menjadi bukti yang akurat. Jangan sampai terjadi kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu,” ucap Yusril dalam keterangannya, Rabu (17/7/2019).

“Jangan mudah terpengaruh kepada hasil perhitungan cepat atau quick count yang diumumkan melalui media. Quick count berpotensi membuat kita patah semangat, lalu lalai dan tidak lagi melakukan pengawasan,” ujarnya.

Mereka harus terus awasi proses penghitungan dari TPS sampai rekapitulasi di KPU. Sehingga, tidak ada kecurangan atau manipulasi data perolehan suara.
“Hasil Quick Count berpotensi dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan kecurangan. Apapun hasil Quick count jangan membuat para Caleg dan Aktivis PBB terpengaruh,” ucap Yusril.

Yusril menyebut hasil perhitungan resmi berasal dari KPU. Jangan sampai hasil resmi hanya menjadi pendukung bahkan mengikuti hitung cepat.

“Hasil akhir pemilu adalah hasil yang secara resmi diumumkan KPU. Jangan sampai hasil akhir Pemilu justru hanya mengikuti dan melegitimasi hasil quick count,” ucap Yusril
(aik/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pesan Terakhir AHY Kepada Kader Demokrat Jelang Masa Tenang

Liputan6.com, Surabaya – Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pesan terakhir kepada kadernya menjelang masa tenang hari ini, Minggu, (14/4/2019).

Dihadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Demokrat, AHY menyampaikan, partai berlambang mercy ini optimistis dengan militansi kader di lapangan. Dengan militansi itu, maka Partai Demokrat bisa sukses dalam Pileg 2019 dengan menempatkan kader-kadernya di parlemen.

“Saya juga dapat laporan dari DPD tentang bangkitnya semangat kader untuk menang di pemilu ini, hasil enggak pernah mengkhianati usaha. Semoga hasil suara mencapai target yang kita harapkan,” kata AHY di Surabaya, Sabtu (13/4/2019).

Atas dasar itu, jika bisa sukses dalam Pileg 2019, AHY menegaskan Partai Demokrat bakal membidik untuk menjadi peserta dalam Pilpres 2024, lima tahun mendatang.

“Siap bertarung untuk 2024?” tanya AHY kepada ribuan kader dan simpatisan Demokrat yang hadir. Mereka pun serempa menjawab, “Siap,”.

AHY juga mengajak para kader untuk tidak golput pada Pemilu 17 Mei 2019. Demokrat ingin mendapat suara signifikan agar pada Pemilu 2024 mendatang bisa jadi partai pemenang.

“Untuk itu, saya ingatkan untuk bertarung 2024, kita harus menang di 2019 dengan gemilang. Jangan golput,” kata putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Penemu Surat Suara Tercoblos di Malaysia Kader PD, Aktif di Relawan PADI

Jakarta – Penemuan surat suara tercoblos mayoritas 01 di Selangor, Malaysia, bikin geger. Dalam salah satu video yang beredar, salah satu penemu surat suara tercoblos 01 menyatakan ingin ada perubahan di Indonesia.

Pria tersebut mengaku bernama Brem dan juga selaku kader Partai Demokrat (PD) yang mendukung capres Prabowo Subianto di Pilpres 2019. DPP PD membenarkan Brem adalah kadernya.

“Saya barusan komunikasi dengan Lukmanul Hakim, Ketua DPLN Partai Demokrat di Malaysia. Memang benar Brem kader Partai Demokrat, tapi dia sekaligus terlibat dalam relawan PADI Malaysia. Jadi dia kader Demokrat karena BPN Prabowo-Sandi juga ada di sana yang terdiri dari Demokrat, PAN, PKS, dan Gerindra. Brem ini kader Demokrat, tapi dia terlibat aktif di relawan PADI Malaysia. Dia ini orang Flores,” ujar Ketua DPP PD Jansen Sitindaon kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).

Penemu Surat Suara Tercoblos di Malaysia Kader PD dan Relawan PADIFoto: Ketua DPP PD Jansen Sitindaon (Dok Pribadi)

Selain kader PD, kata Jansen, Brem aktif di relawan PADI (Prabowo-Sandi) Malaysia. Seperti diketahui, Brem sempat menyebut ingin memenangkan Prabowo dan menghentikan upaya kecurangan dalam Pemilu.

Meme yang menyebut penggerebekan surat suara di Malaysia kemudian beredar dan menyebut hal itu hanyalah rekayasa alias settingan. Terkait persoalan itu, Jansen meminta Bawaslu dan KPU segera mendalami kasus surat suara tercoblos ketimbang terus menjadi polemik.

“Rasanya Bawaslu sudah menyampaikan video itu benar. Terkait persoalan apakah itu settingan atau rekayasa, dari informasi yang kami terima, Panwaslu Malaysia ikut melakukan penggerebekan. Untuk itu, karena ini Pemilu bersama, bagusnya memang karena berita ini sudah menyebar ke mana-mana, ketimbang terus berpolemik, segera saja Bawaslu dan KPU terbang ke Malaysia mendalami persoalan ini ketimbang kita-kita yang di Indonesia berpolemik,” kata Jansen.
Mengenai hal ini, Bawaslu bersama komisioner KPU mengecek langsung surat suara tercoblos di Malaysia. Bawaslu akan mengecek temuan kantong plastik berisi surat suara tercoblos di dua lokasi di Malaysia.

“Pertama akan kami konfirmasi, selidiki, investigasi bersama KPU. Besok akan berangkat dari Bawaslu dan KPU tentang satu hal, surat suara disimpan di mana? Apa surat suara benar-benar dicetak KPU? Siapa melakukan (pencoblosan surat suara), dan lain-lain. Kami pastikan lagi dalam klarifikasi dan investigasi,” ujar anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin dalam jumpa pers di gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (11/4).

Di Malaysia, Bawaslu dan KPU akan mengklarifikasi langsung kepada Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur. Temuan surat suara tercoblos sebelumnya diadukan ke Panwaslu oleh relawan PADI.
(dkp/fdu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jurus Kader Golkar Jelang Pilpres: Mangkir hingga Membelot

Solo – Beberapa hari menjelang pencoblosan, Partai Golkar diterpa isu miring. Kader Golkar dinilai tidak solid mendukung paslon 01 Jokowi-Ma’ruf.

Setelah Erwin Aksa yang membelot untuk mendukung Prabowo-Sandi, kini giliran kader di daerah yang juga ikut-ikutan mendukung paslon 02. Mereka adalah kader DPD Golkar Kabupaten Wonosobo.

Alhasil, Ketua DPD Golkar Wonosobo, Triana Widodo, dipecat dari posisinya. Dia dianggap memimpin pembelotan kader dan pengurus untuk mendukung Prabowo-Sandi.

“Saya menerima putusan tentang pemberhentian sebagai ketua DPD Partai Golkar Wonosobo karena memang melanggar AD / ART. Itu menjadi konsekuensi. Tetapi saya tetap menjadi kader Partai Golkar,” ujarnya didampingi seluruh PK dan Pindes Golkar Wonosobo di rumahnya, Senin (8/4/2019) malam.

Meski dicopot sebagai ketua, Triana mengaku tetap akan memenangkan Golkar dalam Pileg nanti. Dia menargetkan meraih sembilan kursi di DPRD Wonosobo.

“Saya tetap menjadi kader Partai Golkar ini hanya beda pandangan tentang pemilihan presiden. Untuk itu saya minta kader Partai Golkar di Wonosobo tetap solid,” tuturnya.

Ketidaksolidan juga ditunjukkan oleh DPD Golkar Kabupaten Sragen yang tidak hadir dalam kampanye akbar Jokowi di Solo. Mereka berdalih tidak mendapatkan undangan untuk menghadiri acara di Stadion Sriwedari kemarin.

“Iya tadi tidak hadir. Memang kami tidak mendapatkan undangan untuk menghadiri itu,” kata Ketua DPD Golkar Sragen, Agus Fatchur Rahman, saat dihubungi detikcom, Rabu (9/4).

Namun dia menepis isu yang mengabarkan bahwa DPD Golkar Sragen enggan mendukung Jokowi-Ma’ruf. Dia memastikan masih mengikuti instruksi pusat.

“Kami struktural organisasi tetap patuh dengan pusat. Ngaco kalau ada kabar kami mendukung 02,”ujar Agus.

Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono menambahkan, Golkar akan mengambil langkah tegas bila ada kader yang tidak mematuhi instruksi partai untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf. Menurut Agung, kader itu akan menerima sanksi diberhentikan dari pengurusan partai atau dipecat.

“Ya, kami sudah tegaskan, jikalau ada kader-kader Partai Golkar, apalagi pimpinan partai, apakah ada tulisan, maka sanksinya adalah diberhentikan di dalam arti tertentu atau diberhentikan sebagai pengurus,” ucap Agung, Selasa (9/4).

Ketua Umum Partai Golkar menepis anggapan banyak kader yang tidak mendukung Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Golkar menegaskan tetap solid memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Partai Golkar sangat solid. Karena hari ini kita lihat Pak JK (Jusuf Kalla) ada, Pak Agung (Agung Laksono) ada, Pak Ical (Abu Rizal Bakrie) kemudian kebetulan ada acara keluarga tapi Partai Golkar itu solid,” ucap Airlangga Hartarto seusai kampanye akbar Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (9/4).

Dia mengatakan partainya berkomitmen memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Dia menilai kemenangan itu untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

“Untuk itu semua, Partai Golkar, bersama Pak Jokowi, akan berdiri di garis terdepan. Kita harus mengantarkan generasi baru Indonesia untuk meraih kehidupan yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang,” ujarnya.
(bai/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandiaga Hadiahi Kader PPP yang Ikut Gabung Kampanye di Gunungkidul

Gunungkidul – Hari ini Sandiaga melakukan safari kampanye lintas pulau. Setelah melakukan kampanye di Balikpapan, Sandi berkampanye di Gunungkidul, DIY. Di Gunungkidul kampanye Sandi disambut ribuan pendukung partai koalisi dan sejumlah orang beratribut PPP.

Kedatangan Sandi di Lapangan Demang Wonopawiro, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul disambut rintik hujan. Hal itu tidak menyurutkan ribuan pendukungnya untuk hadir ke lokasi acara.

Pantauan detikcom, pukul 16.16 WIB, hujan dengan intensitas sedang masih mengguyur lokasi kampanye. Mengenakan kaus warna biru dipadu celana krem dan sneakers hitam, Sandi tampil berkopiah di atas panggung.

Tak hanya pendukung dari partai koalisi, tampak pula kelompok pendukung dari partai PPP yang secara resmi berada di koalisi Jokowi-Amin. Sandiaga sempat maju untuk menyapa pendukungnya tersebut. Bahkan, dia memberikan kopiah yang dipakainya kepada satu dari puluhan pendukung PPP yang hadir.

“Dapat kopiah khas Kutai, dan ini saya mau saya hadiahkan ke salah satu teman (pendukung PPP yang datang ke lokasi kampanye terbuka),” kata Sandiaga di hadapan ribuan pendukung, Jumat (5/4/2019).

Sandi Hadiahi Kader PPP yang Ikut Gabung Kampanye di GunungkidulSandiaga kampanye di Gunungkidul (Foto: Pradito R Pertana/detikcom)

Setelah memberikan kopiah tersebut Sandiaga mengambil sebuah blangkon dan mengenakannya. Di tengah guyuran hujan yang semakin deras, Sandiaga meminta pendukungnya untuk tetap semangat mengikuti kampanye di lapangan tersebut.

“Kalau hujannya masih air tidak apa-apa, dan yang penting jangan lupa tanggal 17 April ke TPS, Tusuk Prabowo Sandi,” ujarnya disambut sorak sorai pendukungnya.

Selain itu, tampak pula Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi DIY, Dharma Setiawan; politisi Partai Demokrat, Roy Suryo; politisi Partai Berkarya, Titiek Suharto; Ketua DPD Partai Demokrat DIY, Heri Sebayang; dan Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi.
(mbr/mbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kader PDIP Disebut Banyak Tinggalkan Jokowi, BPN: Tanda Kemenangan Prabowo

Jakarta – Mantan Wagub Jawa Tengah, Rustriningsih, menyebut banyak kader PDIP yang meninggalkan capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai hal itu tanda kemenangan kubu 02.

“Bergabungnya Bu Rustriningsih dan sejumlah kader PDIP Jateng menjadi tanda-tanda kemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019,” kata jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Suhud Alynuddin, saat dihubungi, Selasa (2/4/2019).

Suhud mengakui Jawa Tengah merupakan basis suara dari pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun, jika Jateng bisa dikuasai kubu 02, dia yakin Prabowo-Sandi bisa menang Pilpres 2019.

“Apabila kami bisa menguasai Jateng atau setidaknya draw, maka kami bisa pastikan insyaallah kami akan memenangkan kontestasi Pilpres ini,” jelasnya.

Dukungan dari Rustriningsih dan kader PDIP yang membelot menurutnya memudahkan meraup suara di Jateng. Apalagi, elektabilitas di kandang ‘Banteng’ itu menurutnya sudah makin ketat.

“Saat ini jarak elektabilitas di Jateng semakin dekat. Kami yakin saat pencoblosan akan imbang atau bahkan kami bisa unggul tipis,” kata Suhud.

Sebelumnya diberitakan, Rustriningsih mengklaim ada banyak kader PDIP yang kini meninggalkan Jokowi. Hal tersebut dia ungkapkan dalam kampanye terbuka kemenangan Prabowo-Sandiaga yang dihadiri oleh Titiek Soeharto di Lapangan Kemiri, Purworejo, Selasa (2/4).

Rustriningsih tak mengungkap detail soal kader PDIP yang meninggalkan Jokowi, yang kini berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Namun, menurutnya, banyak kader PDIP yang mendukung Prabowo-Sandiaga lantaran merasa tak nyaman.

“Apa pun akal sehat harus dipelihara, iman harus disepuhkan, nah itulah termasuk yang ditempuh teman-teman yang lama di PDIP kemudian merasa gerah kemudian tidak lagi di situ. Ya jumlahnya, yang jelas makin banyak yang meninggalkan (Jokowi). Ya banyak di antara teman-teman lama di PDIP sekarang bersama-sama saya mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” beber Rustriningsih.
(idn/abw)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

AHY ke Kader PD: Terus Gaspol, Jangan Injak Rem!

Jakarta – Pelaksanaan Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memerintahkan agar kader partai terus bergerak.

“Terus gaspol. 14 hari lagi, jangan injak rem,” kata AHY di hadapan sejumlah kader Partai Demokrat di kawasan Gronggong, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jabar, Selasa (2/4/2019) malam.

AHY meminta kader Partai Demokrat terus menjalankan strategi door to door. AHY tak menampik masyarakat Indonesia semakin kritis terhadap persoalan yang ada. Pendekatan yang ramah, yang bisa merebut hati rakyat, menurut AHY penting untuk dilakukan para kader.
“Ketuk pintu sebanyak-banyaknya, ngopi-ngopi sebanyak-banyaknya dengan masyarakat. Dapatkan simpatinya,” ucapnya.
Tak hanya berbicara soal langkah Partai Demokrat menjelang pelaksanaan pemilu, AHY juga membicarakan soal strategi Partai Demokrat pada pemilu kali ini. “Kita menjalankan double track strategy. Track pertama memenangkan legislatif, agar semakin banyak di parlemen. Kemudian, track kedua menyukseskan pilpres, memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno,” kata AHY.

AHY berharap Partai Demokrat bisa meraih suara lebih banyak dibandingkan dengan pileg tahun 2014 lalu. AHY tak menampik untuk bisa memenangkan parlemen tidaklah mudah.

“Kalau dari survei-survei itu PDI Perjuangan dan Gerindra selalu di atas. Karena mereka memiliki tokoh yang diusung pada pilpres. Kendati tak punya capres, kami tetap berjuang,” ucapnya.
(bbn/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

AHY ke Kader PD: Terus Gas Pol, Jangan Injak Rem!

Jakarta – Pelaksanaan Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memerintahkan kader partai terus bergerak.

“Terus gas pol, 14 hari lagi, jangan injak rem,” kata AHY di hadapan sejumlah kader Partai Demokrat di kawasan Gronggong, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jabar, Selasa (2/4/2019) malam.

AHY meminta kader Partai Demokrat terus menjalankan strategi door to door. AHY tak menampik masyarakat Indonesia semakin kritis terhadap persoalan yang ada. Pendekatan yang ramah, yang bisa merebut hati rakyat, menurut AHY, penting dilakukan para kader.
“Ketuk pintu sebanyak-banyaknya, ngopi-ngopi sebanyak-banyaknya dengan masyarakat. Dapatkan simpatinya,” ucapnya.
Bukan hanya berbicara tentang langkah Partai Demokrat menjelang pelaksanaan pemilu, AHY juga membicarakan soal strategi Partai Demokrat pada pemilu kali ini. “Kita menjalankan double track strategy. Track pertama memenangkan legislatif, agar semakin banyak di parlemen. Kemudian track kedua menyukseskan pilpres, memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno,” kata AHY.

AHY berharap Partai Demokrat bisa meraih suara lebih banyak dibanding pada pileg tahun 2014. AHY tak menampik, memenangkan parlemen tidaklah mudah.

“Kalau dari survei-survei itu, PDI Perjuangan dan Gerindra selalu di atas. Karena mereka memiliki tokoh yang diusung pada pilpres. Kendati tak punya capres, kami tetap berjuang,” ucapnya.
(bbn/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Rustriningsih Sebut Kader PDIP Tinggalkan Jokowi, Ini Kata Hasto

Jakarta – Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih menyebut banyak kader PDIP yang meninggalkan Jokowi. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku tidak heran dengan pernyataan Rustriningsih tersebut.

“Ya sejak dulu Ibu Rustriningsih menyatakan seperti itu. Beliau dulu sudah mendapatkan kesempatan luar biasa, sebagai bupati, sebagai wagub, tetapi kemudian ketika politik keluarga dikedepankan,” kata Hasto kepada wartawan di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).

“Ya akhirnya kita melihat mana yang mengikuti Bu Rustriningsih dan mana yang politik kebenaran itu. Tapi PDIP tetap kokoh berdiri karena kami setia pada jalan kerakyatan itu,” lanjut dia.


Rustriningsih menyebut alasan kader PDIP memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi lantaran merasa tidak nyaman lagi dalam partai berlambang banteng moncong putih itu. Jumlah kader yang meninggalkan PDIP pun menurut Rustri juga semakin banyak.

Kembali pada Hasto, ia menyebut Rustriningsih selalu mengambil jalan berbeda dengan PDIP sejak pilkada serentak. Dia meminta saat ini masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan kabar hoaks atau bohong.

“Jadi selama ini sejak pilkada lalu ibu Rustriningsih mengambil jalan yang berbeda dan kita bisa ambil hasilnya, rakyat mengikuti politik kebenaran. Rakyat mengikuti politik yang mengedepankan peradaban Indonesia yang baik, bukan mengikuti mereka yang menyebarkan hoaks dan fitnah,” jelas dia.

Rustriningsih sebelumnya menghadiri kampanye terbuka mendukung Prabowo-Sandiaga di Purworejo, Jawa Tengah, hari ini. Selain ikut berorasi, mantan politisi PDIP itu juga mengatakan bahwa semakin banyak kader PDIP yang meninggalkan Jokowi.

“Apapun akal sehat harus dipelihara, iman harus disepuhkan, nah itulah termasuk yang ditempuh teman-teman yang lama di PDIP kemudian merasa gerah kemudian tidak lagi di situ. Ya jumlahnya, yang jelas makin banyak yang meninggalkan (Jokowi). Ya banyak di antara teman-teman lama di PDIP sekarang bersama-sama saya mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” kata Rustriningsih ketika ditemui detikcom saat menghadiri kampanye terbuka untuk pasangan 02 di lapangan Kemiri, Purworejo, Selasa (2/4).
(fai/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>