#RommyJumatanDimana Jadi Trending Topic di Tengah Kabar OTT KPK

JakartaKetua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) dikabarkan kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Netizen di Twitter dengan cepat bereaksi, bikin #RommyJumatanDimana jadi trending topic.

Dari pantauan detikINET, Jumat (15/3/2019) siang WIB, tagar #RommyJumatanDimana bercokol sebagai topik yang sedang ramai dibahas netizen di Twitter wilayah Indonesia.

Sejauh ini sudah ada tak kurang dari 5.737 cuitan yang mengusung #RommyJumatanDimana. Isinya tentu saja membahas dugaan OTT kepada Rommy tersebut dengan beraneka ragam komentar.

“Buka twitter eh yang jadi trending no 1 #RommyJumatanDimana,” kata seorang netizen.

“Mantap KPK #RommyJumatanDimana,” sebut netizen berbeda, mengusung tagar serupa.

“Jumat hari berkah.. Eh… Malah kena OTT #RommyJumatanDimana,” demikian cuitan lain.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rommy kabarnya terkena OTT di Surabaya, Jawa Timur. Lokasi penangkapan disebut berada di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Surabaya. Ia dilaporkan sedang berada di Mapolda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan awal.

(krs/asj)

Polisi Cek Kabar Suara Ledakan di Sibolga Sumut

Jakarta

Polisi mengecek kabar terjadinya ledakan di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). Belum diketahui asal suara dentuman di permukiman warga tersebut.

“Belum dapat data valid, belum pasti. Masih di tempat kejadian perkara, masih cek dulu,” ujar Wakapolda Sumut, Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, saat dimintai konfirmasi, Selasa (12/3/2019).

Polisi masih berada di lokasi kejadian. Beredar kabar lewat media sosial suara dentuman diduga ledakan berada di di Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga.

Sementara itu Kapolres Sibolga, AKBP Edwin Hariandja belum dapat dimintai konfirmasi. “Telepon nanti saja,” katanya lewat pesan singkat.


(fdn/tor)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Awal Mula Viralnya Kabar Bocah 12 Tahun Rawat Ayah Penderita Tumor Otak Seorang Diri

Liputan6.com, Jakarta – Iraningsih Achsien yang akrab disapa Iin tak pernah menyangka unggahan spontan di Snapgram tentang Yuda yang merawat Iwan, bapaknya yang menderita tumor otak, bakal viral di media sosial. Bahkan, ia menyebut cerita tentang bocah 12 tahun itu belakangan berkembang jadi liar.

Kepada Liputan6.com, Iin mengaku Yuda dan bapaknya sudah lama menjadi pasien yang dirawat Rumah Teduh, organisasi nirlaba yang fokus menyediakan tempat singgah bagi pasien tak mampu yang sedang berobat di rumah sakit rujukan.

Iwan, kata Iin, bahkan sudah menjalani operasi untuk mengangkat tumornya di rumah sakit daerah, tetapi masih dalam tahap pengobatan. “Kan masih ada radiasi, dan lain-lain,” kata Iin, Senin malam, 11 Maret 2019.

Selama pengobatan itu, Iwan dan Yuda bolak-balik berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Setidaknya dalam tiga bulan terakhir. Selama itu, Yuda lah yang mengantarkan bapaknya berobat, sedangkan sang adik diasuh oleh kakak bapaknya karena masih balita.

“Yuda itu anak kedua. Ada kakaknya, katanya sudah bekerja, tapi beda kota. Jadi praktis, yang ngurus bapaknya itu ya Yuda sendirian,” kata Iin.

Semalam sebelum kisah Yuda diunggah di Snapgram, Iwan yang sedang beristirahat di Rumah Teduh tiba-tiba anfal. Yuda yang melihat bapaknya kesakitan karena dampak tumor otak yang diidapnya pun panik dan menangis hingga tengah malam. Baru subuh, lanjut Iin, Yuda berani menggedor kamar relawan yang langsung mengantarkan Iwan ke IGD.

“Mungkin karena tak kuat menanggung beban, saat itulah Yuda menangis. Apalagi, tumpuan harapannya selama ini ya bapaknya. Lihat bapaknya kejang-kejang semalaman, tentunya Yuda tak kuat,” ujar Iin.

Kemlu Terima Kabar Resmi Maskapai Ada WNI Jadi Korban Ethiopian Airlines

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan telah mendapat kabar resmi dari pihak maskapai Ethiopian Arilines soal adanya seorang WNI yang jadi korban di pesawat yang jatuh hari ini. Namun, identitas WNI tersebut belum disebutkan.

“KBRI Addis Ababa telah mendapatkan informasi dari kantor Ethiopian Airlines bahwa terdapat 1 WNI yang menjadi korban dari kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines yang menuju Nairobi dari Addis Ababa,” kata juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir, Minggu (10/3/2019).

“Saat ini Kemlu dan KBRI Addis Ababa sedang mengkonfirmasi identitas dari korban WNI tersebut,” sambungnya.


Sebelumnya, pesawat Ethiopian Airlines tujuan Nairobi, Kenya jatuh setelah 6 menit lepas landas dari Bandara Bole di Addis Ababa, Ethiopia. 149 orang penumpang dan 8 orang kru diperkirakan tewas akibat peristiwa itu.

“CEO grup yang berada di lokasi kecelakaan sekarang menyesal untuk mengkonfirmasi bahwa tidak ada yang selamat,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang mengkonfirmasi jumlah korban tewas sebagaimana dilansir dari AFP.

Sementara itu, seperti dilansir dari Reuters, CEO Ethiopian Airlines mengatakan penerbangan pesawat Ethiopian Airlines ET 302 itu mengangkut penumpang yang berasal lebih dari 30 negara.

Daftar kewarganegaraan penumpang Ethiopian Airlines yang jatuhDaftar kewarganegaraan penumpang Ethiopian Airlines yang jatuh (Foto: dok. Twitter Ethiopian Airlines)

Dia merinci pesawat nahas itu mengangkut 32 warga Kenya, 18 warga Kanada, 8 warga Ethiopia, 8 warga Italia, 8 warga China, 8 warga AS, 7 warga Inggris, 7 warga Perancis, 6 warga Mesir, 5 warga Belanda, 4 warga India, 4 warga Slovakia, 3 warga Austria, 3 warga Swedia, 3 warga Rusia, 2 warga Maroko, 2 warga Spanyol, 2 warga Polandia, dan dua warga Israel.

Sementara itu, ada 11 negara yang seorang warganya turut menjadi korban, yaitu Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda, Yaman, dan Indonesia. Namun belum ada informasi soal data identitas korban.

Pesawat tersebut berjenis Boeing 737 MAX 8 yang sama jenisnya dengan pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat 2018 lalu. Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab pesawat Ethiopian Airlines tersebut jatuh.
(haf/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kemlu Cek Kabar WNI Korban Tewas Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan terus berkomunikasi dengan otoritas di Ethiopia terkait jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines. Kemlu juga mengecek informasi soal adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang jadi korban.

“Kemlu bersama perwakilan RI di sekitar lokasi kejadian masih terus berkomunikasi dengan otoritas setempat untuk mendapatkan informasi yang sevalid mungkin mengenai kemungkinan adanya korban WNI,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, Minggu (10/3/2019).

Iqbal belum bisa memastikan soal identitas WNI yang disebut menjadi salah satu korban tewas tersebut. Dia masih menunggu informasi lebih valid dari perwakilan RI setempat.

Pesawat Ethiopian Airlines tujuan Nairobi, Kenya sebelumnya jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Bole di Addis Ababa, Ethiopia. 149 orang penumpang dan 8 orang kru diperkirakan tewas akibat peristiwa itu.

“CEO grup yang berada di lokasi kecelakaan sekarang menyesal untuk mengkonfirmasi bahwa tidak ada yang selamat,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang mengkonfirmasi jumlah korban tewas sebagaimana dilansir dari AFP.

Sementara itu, seperti dilansir dari Reuters, CEO Ethiopian Airlines mengatakan penerbangan pesawat Ethiopian Airlines ET 302 itu mengangkut penumpang yang berasal lebih dari 30 negara.

Dia merinci pesawat nahas itu mengangkut 32 warga Kenya, 18 warga Kanada, 8 warga Ethiopia, 8 warga Italia, 8 warga China, 8 warga AS, 7 warga Inggris, 7 warga Perancis, 6 warga Mesir, 5 warga Belanda, 4 warga India, 4 warga Slovakia, 3 warga Austria, 3 warga Swedia, 3 warga Rusia, 2 warga Maroko, 2 warga Spanyol, 2 warga Polandia, dan dua warga Israel.

Sementara itu, ada 11 negara yang seorang warganya turut menjadi korban, yaitu Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda, Yaman, dan Indonesia. Namun belum ada informasi soal data identitas korban.
(haf/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Marak Berita Hoax dan kabar Fitnah, Jokowi: Lawan!

Bandung – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) meminta para Alumni Jabar Ngahiji untuk berani melawan kabar hoax, fitnah yang bisa merusak persatuan bangsa.

“Jangan sampai berita-berita hoax, kabar fitnah, cara tidak beretika, cara tidak bertata krama kita jadi kelihatan tidak bersaudara,” kata Jokowi di Monumen Perjuangan, Bandung, Minggu (10/3/2019).

Alumni Jabar Ngahiji merupakan kumpulan para alumni perguruan tinggi, SMA/SMK se-Jawa Barat yang mendeklarasikan dukungannya terhadap capres dan cawapres nomor 01.
Para alumni Jabar Ngahiji, kata Jokowi, merupakan kumpulan para intelektual yang berani menyuarakan kebenaran jika itu benar dan berkata salah jika itu salah. Bahkan, dirinya mengaku siap dikoreksi jika memang ada kesalahan.

Menurut dia, dari sikap yang berani menyuarakan fakta bisa menjadi pelajaran yang baik ke depannya. Apalagi, kata dia, kabar bohong tidak hanya bertebaran di media sosial, tetapi sudah sampai rumah ke rumah (door to door).

“Ini bahaya sekali bagi persatuan dan kesatuan kita sebagai negara besar, harus kita perangi, harus kita lawan, jangan diam,” ujar Jokowi.

Jokowi menceritakan, sudah banyak isu yang bertebaran di masyarakat lapisan bawah bahwa akan ada penghapusan azan hingga pendidikan agama jika dirinya melanjutkan tongkat kepemimpinan di periode selanjutnya.

Berdasarkan survei, kata Jokowi, ada sekitar 9 juta masyarakat yang mempercayai kabar tersebut. Jika didiamkan begitu saja maka jumlah masyarakat yang percaya akan bertambah.

“Harus kita lawan ini, jawabannya seperti bapak ibu teriakkan, lawan. Jangan diam, sebagai intelektual jangan diam atas proses demokrasi yang tidak betul seperti itu harus dilawan,” ungkap dia.
(hek/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kala Pemred Obor Rakyat dan Andi Arief Saling Tanya Kabar

Jakarta – Pimpinan redaksi tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono tengah menjalani program cuti bersyarat. Setiyardi mengaku saling bertukar kabar dengan kader Partai Demokrat (PD) Andi Arief.

“Saya dan Andi Arief baru berbincang lewat telpon. Kami saling bertanya kabar. Saling mendoakan,” tulis Setiyardi melalui akun Facebook-nya, Jumat (8/3/2019).

Dalam posting-an tersebut, Setiyardi juga menyertakan foto hasil uji laboratorium Andi Arief dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta. Posting-an itu mendapat sejumlah respons dari pengguna Facebook lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM sempat menyatakan tidak mencabut cuti bersyarat Setiyardi. Namun, Setiyardi memiliki kewajiban menaati syarat umum dan khusus.

“Syarat umum dimaksud adalah tidak melakukan pelanggaran hukum dan syarat khusus adalah tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan keresahan dalam masyarakat, tidak melaksanakan kewajiban lapor kepada Bapas, tidak mengikuti atau mematuhi program pembimbingan yang ditetapkan Bapas,” papar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) dan Protokol Ditjen Pas Ade Kusmanto dalam keterangannya, Jumat (8/3).

Ade mengatakan petugas pembimbing kemasyarakatan Bapas Jakarta Timur sempat mendatangi Setiyardi di kediamannya. Saat itu, petugas mengingatkan Setiyardi agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Sebab, beredar kabar bila Setiyardi hendak menghadiri peluncuran tabloid ‘Obor Rakyat’ yang direncanakan digelar hari ini.

“Setelah kunjungan rumah, Setiyardi datang ke Bapas Jakarta Timur Utara untuk melakukan kewajiban lapor dan pada saat itu diingatkan kembali perihal kewajiban dan larangan sebagai klien dalam menanggapi kondisi sosial masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang akan menimbulkan keresahan dalam masyarakat, karena apabila dilanggar maka petugas pembimbing kemasyarakatan Bapas dapat mengusulkan pencabutan cuti bersyarat klien,” ujar Ade.
(zak/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tanpa Penyegaran, Apa Kabar Toyota Kijang Innova?

“Dari lima ribuan unit, perbandingan diesel dan bensin itu seimbang. Jadi konsumen diesel itu alasannya ketangguhan mesin, lalu torsi. Lalu yang pembeli mesin bensin punya pertimbangan sendiri dari mesin bensinnya,” ujarnya.

Hanya menghadirkan varian Venturer pada 2017, Kijang innova telah cukup lama tak mengalami perubahan. Meski demikian Anton mengatakan, pihaknya belum bisa memberi informasi kapan model baru Kijang Innova akan dihadirkan.

“Jadi mengenai produk, tahun ini, atau kapan, saya belum bisa komentar,” tuturnya.