Prabowo: Jadi Benteng Terakhir Ekonomi, BUMN Kita Justru Goyah

Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan membangun superholding sehingga menciptakan BUMN kelas dunia.

Hal ini disampaikan Jokowi untuk menjawab pertanyaan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat final, Sabtu (13/4/2019).

Jokowi menuturkan, pihaknya akan membangun holding-holding BUMN ke depan. Holding itu berkaitan dengan konstruksi, migas, dan berkaitan dengan pertanian, perkebunan serta perdagangan. Dengan membentuk holding BUMN itu nanti dibangun super holding.

“Saya kira ke depan kita akan membangun holding-holding BUMN baik holding yang berkaitan dengan konstruksi, karya berkaitan dengan migas. Holding berkaitan dengan pertanian, perkebunan, berkaitan dengan perdagangan lainnya. Akan ada holding di atasnya ada super holding,” ujar dia.

Lebih lanjut ia menuturkan, BUMN juga harus berani keluar sehingga dapat mengembangkan usahanya di luar negeri. Hal ini dengan membuka pasar, jaringan. Dengan begitu diharapkan swasta juga dapat ikuti BUMN. Selain itu ada holding diharapkan dapat lebih mudah mencari modal.

Jokowi menambahkan, saat ini BUMN juga sudah mengembangkan bisnis ke luar negeri dengan ekspor. Salah satunya dilakukan PT INKA, selain itu BUMN karya.

“Kita tahu sudah mulai perusahaan karya melakukan pekerjaan besar di Timur Tengah dengan kerjakan infrastruktur, perumahan. Dan juga pabrik INKA kita sudah ekspor kereta api ke Bangladesh tidak dalam jumlah sedikit,” kata dia.

Dengan begitu diharapkan juga dapat mendorong perusahaan lain termasuk swasta untuk mengembangkan usahanya di luar negeri. “Swasta ikut, namanya Indonesia in corporation dan itu kecil-kecil akan ikut belakangnya. Ekonomi kita jadi besar dengan apa yang disampaikan,” tutur dia.

Setelah Minum Jus dari Terapis, Wanita Ini Justru Alami Hal Tak Terduga

Wanita tersebut menjalani diet untuk menurunkan berat badan. Ia mengunjungi terapis untuk berkonsultasi. Setelah mendapatkan resep untuk melakukan diet jus, 3 minggu berselang ia dibawa ke rumah sakit.

Ia menderita beberapa gejala secara tak normal seperti mual dan muntah, sakit kepala, kehilangan energi, kelelahan, kelemahan otot, kram dan kejang.

Ia dirawat dirumah sakit selama beberapa hari dan memiliki berat badan kurang dari 40 kg setelah hanya mengonsum si jus saja. Wanita itu diyakini menderita hiponatremia atau “keracunan air”.

Hiponatremia adalah suatu kondisi di mana kandungan natrium dalam darah terlalu rendah, dan terlalu banyak mengonsumsi air disebut-sebut sebagai salah satu penyebabnya. Ini dapat menyebabkan sel-sel dalam tubuh membengkak.

Dulu Protes, Sekarang Dhani Justru Mendapat Hikmah ‘Tinggal’ di Medaeng

Surabaya – Pada awalnya Ahmad Dhani protes dengan kepindahannya dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Namun seiring berjalannya waktu, Dhani mengaku mendapat hikmahnya.

Ahmad Dhani mengaku mendapat hikmah dari pemindahan tersebut. Di Medaeng, Dhani mengaku lebih mudah mengatur strategi untuk berkampanye.

“Setiap hari saya menerima kunjungan dari relawan. Semua kampanye bisa diteruskan relawan. Alhamdulilah ada hikmahnya. Kalau saya di Cipinang nggak bisa ngapa-ngapain,” Kata Dhani usai menjalani sidang kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (2/4/2019).


Kampanye yang dimaksud Dhani yakni mempromosikan dirinya agar terpilih dalam Pileg 2019 yang akan berlangsung 17 April mendatang. Meski tengah mendekam di balik jeruji besi, Dhani tercatat sebagai Caleg Partai Gerindra untuk dapil I Jatim yakni Surabaya dan Sidoarjo.

“Semua yang kunjungi saya relawan. Justru sekarang saya dibantu oleh relawan bisa bertemu,” imbuh Dhani.

Meski tidak bisa turun langsung berkampanye menyapa warga, Dhani optimis bisa mendulang suara yang signifikan. Sehingga mengantarkan namanya menjadi seorang anggota legislatif periode 2019-2024.

“Kalau dari survei kita ya optimis sih. Karena relawan kita jalan,” pungkas Dhani.

Dhani pindah ke Rutan Medaeng sejak 7 Februari lalu. Pentolan band Dewa 19 itu dipindahkan karena harus menjalani sidang kasus pencemaran nama baik. Atau kasus ‘idiot’ terkait video viral yang ia buat pada Agustus 2018 lalu.
(sun/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Buat Startup, Saat Dapat Investasi Justru Harus Hati-hati

Jakarta – Creative Advisor Kreavi Anto Motulz mengatakan salah satu penyebab gugurnya startup sebelum berkembang adalah euforia saat mendapat investor.

“Ketika dapat investasi itu selebrasi jadi langsung sewa tempat besar, kantor keren trus langsung melihat start up stylenya gini langsung ganti padahal bisnis belum mulai,” kata Anto di hadapan ratusan startup di Thinkubator, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Padahal, imbuhnya, momen mendapatkan investor itu merupakan bentuk kepercayaan guna membuat startup itu semakin berdaya. Semisal merekrut tenaga ahli sesuai kebutuhan.

“Itu (investasi) ngutang padahal. Nah itu hati-hati. Jangan tiba-tiba dapat uang seolah-olah sukses padahal belum,” lanjut dia.

Oleh karena itu, dia pun menasehati agar uang pendanaan dari investor tersebut sebaiknya dimanfaatkan dengan saksama agar startup bisa bertahan dengan perencanaan sekian tahun ke depan.

“Biasanya startup itu ngukurnya 2 atau 3 tahun. Wah, misalnya, ada muncul startup ini seru, oke. Setahun tiga tahun tiba-tiba udahan. Itu namanya rintisan makanya tinggal manfaatkan momen struggling ini,” tambahnya.

Anto Motulz menjadi pembicara bersama Founder & CEO YOT Billy Boen dan Grab Venture Capital Aditi Sharma di sesi workshop Digital Branding to Get Investor.

(mul/fyk)

Jokowi Soal Survei Kompas: Hasil Survei Baik Justru Melemahkan Kita

Dikutip dari Harian Kompas Rabu (20/3/2019), berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas elektabilitas Jokowi dan Prabowo saat ini lebih tipis dibandingkan survei Litbang Kompas Oktober 2018.

Elektabilitas Jokowi dan Prabowo saat ini hanya selisih 11,8 persen. Jokowi-Maruf mendapat perolehan suara 49,2 persen, sedangkan Prabowo-Ma’ruf 37,4 persen. Sebanyak 13,4 persen masih merahasiakan pilihannya.

Metode pengumpulan pendapat menggunakan wawancara tatap muka sejak tanggal 22 Februari – 5 Maret. Survei ini diikuti 2.000 responden yang dipilih secara acak dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Tingkat kepercayaannya 95 persen dengan margin of error penelitian plus/minus 2,2 persen.

Sebelumnya pada Oktober 2018 lalu, Litbang Kompas juga telah merilis elektabilitas dua pasangan capres. Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebanyak 52,6 persen sedangkan Prabowo- Sandiaga Uno32,7 persen. Sebanyak 14,7 persen masih merahasiakan pilihannya. Saat itu, selisih suara keduanya masih 19,9 persen.

Jokowi: Hasil Survei yang Baik Justru Bisa Melemahkan

Jakarta – Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan hasil survei Litbang Kompas yang memposisikan dirinya unggul 11,8% dari rivalnya Prabowo Subianto jadi bahan evaluasi dan koreksi. Jokowi mengatakan justru hasil survei yang baik bisa melemahkan.

“Ya itu, justru kalau saya hasil yang baik justru bisa melemahkan kita. Justru menjadikan kita tidak waspada,” kata Jokowi ditemui wartawan di Sekretariat DPD PDIP DKI Jakarta, Jl Tenet Raya, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Jokowi mengatakan, hasil survei yang tidak baik lah yang justru bisa menjadi pemicu semangat timnya untuk bekerja lebih baik di lapangan. Apalagi, waktu pencoblosan terhitung tidak lebih dari sebulan lagi.
“Tetapi hasil survei yang tidak baik atau kecil malah mendorong, memicu seluruh relawan, kader untuk bekerja lebih militan lagi,” kata Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan ada banyak lembaga survei di Indonesia yang merilis tingkat elektabilitas sementara untuk Pilpres 2019. Semuanya jadi bahan masukan baginya, termasuk survei Litbang Kompas.

“Ya survei kan banyak sekali kan. Ada berapa? Mungkin ada lebih dari 10. Semuanya kita pakai untuk evaluasi, untuk koreksi, untuk memacu bekerja lebih baik lagi,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, semua hasil survei yang ada akan jadi bahan evaluasi. Hasil survei tersebut juga jadi pemicu semangat bekerja.

“Saya kira semua survei kita lihat sebagai bahan koreksi, sebagai bahan evaluasi untuk mendorong bekerja lebih baik lahi,” kata Jokowi.

Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019, sebulan sebelum hari pencoblosan. Survei digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden, yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Berikut ini hasil survei yang dirilis Litbang Kompas:

Jokowi-Ma’ruf Amin 49,2%
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 37,4%
Rahasia 13,4%.
(jor/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Niat Lihat Banjir, Aiptu Sujadi Justru Selamatkan 1 Keluarga di Tol Ngawi

Kediri – Aiptu Sujadi bersyukur bisa menyelamatkan satu keluarga terjebak banjir di tepi Tol Ngawi-Kertosono. Saat itu, anggota Satlantas Polres Kediri ini berniat melihat banjir yang merendam perkampungan di sekitar jalan tol yang dia lalui.

Bersama istri dan putranya, Aiptu Sujadi dalam perjalanan pulang ke Pare, Kediri dari rumah saudaranya di Ngawi, Kamis (7/3). Dia pun memilih melalui ruas Tol Ngawi-Kertosono agar cepat sampai di tujuan. Baru sekitar 5 Km dari pintu tol Ngawi, dia melihat banjir menggenangi kawasan di sekitar jalan tol.

Mobil yang saat itu dikemudikan putranya pun melambat ke bahu jalan tol. Aiptu Sujadi yang duduk di kursi depan sebelah kiri membuka kaca mobil untuk melihat langsung kondisi banjir. Sang istri, Nanda Sapto Wati mengabadikan banjir dengan kamera ponsel.


“Awalnya saya hanya mau lihat banjir dari Tol Ngawi. Saat membuka kaca, saya dengar ada suara orang minta tolong. Saat itu sekitar jam 4 sore (pukul 16.00 WIB),” kata Aiptu Sujadi saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/3/2019).

Tanpa berfikir panjang, Aiptu Sujadi pun mendatangi pria bertopi yang meminta pertolongan. Pria itu adalah Arif (47), korban banjir asal Dusun Sumberejo, Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Dia sedang menggendong keponakannya, Siva (5).

“Mereka mau menuju ke jalan tol karena kampung mereka sudah terendam banjir. Namun, bapak itu (Arif) tak bisa melalui pagar kawat berduri pembatas tol. Kalau anak itu diturunkan di balik pagar pembatas pasti tenggelam karena airnya dalam,” ujarnya.

Seorang pengguna tol lainnya juga berusaha memberi pertolongan. Namun, pria berkaus kuning itu tak bisa berenang. Tanpa melepas baju, Aiptu Sujadi pun melompat ke air untuk mengangkat tubuh Siva yang sudah menggigil kedinginan akibat 2 jam di tengah banjir.

“Saya melihat bapak ini sudah teriak putus asa, mungkin terlalu lelah di air. Saya tak pikir panjang karena ada anak kecil,” terangnya menjawab alasan dirinya tergerak menolong para korban.

Setelah mengangkat Siva ke tepi jalan tol, lanjut Aiptu Sujadi, dirinya kembali turun mengangkat Khamim (3). Balita laki-laki ini juga kedinginan sembari terus menangis ketakutan. Siva dan Khamim merupakan anak dari Fitroh (35), adik kandung Arif.

“Setelah kedua balita itu selamat, saya balik lagi nunggu ibunya menepi. Kawat berduri saya injak, atasnya ditarik pria itu (Arif) supaya perempuan itu bisa keluar. Kemudian kami bantu dengan tongkat sehingga mereka bisa naik ke atas,” ungkapnya.

Aksi penyelamatan korban banjir yang dilakukan Aiptu Sujadi ini diabadikan istrinya. Video tersebut lalu diposting di facebook di hari yang sama pukul 16.19 WIB. Video yang diposting Nanda itu menjadi viral di medsos.

Terdapat dua keluarga mengendarai 2 mobil yang berhenti di tepi jalan tol untuk memberikan pertolongan kepada korban. Salah satunya adalah Aiptu Sujadi dan keluarganya. Aksi heroik mereka berhasil menyelamatkan 2 anak balita, serta ibu dan paman dari balita tersebut. Keempat orang ini sempat terjebak banjir selama 2 jam.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tak Sesuai Prediksi, Rupiah Justru Melemah hingga 14.155 per Dolar AS

Liputan6.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Senin ini. Menurut analis, dengan sentimen yang ada seharusnya rupiah menguat.

Mengutip Bloomberg, Senin (4/3/2019), rupiah dibuka di angka 14.137 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.120 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.115 per dolar AS hingga 14.155 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah menguat 1,83 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jidsor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.149 per dolar AS. Posisi rupiah di awal pekan ini melemah jika dibandingkan dengan Jumat lalu yang ada di angka 14.111 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, pada hari ini rupiah justru diprediksi menguat.

“Setelah sebelumnya selama tiga hari berturut-turut rupiah melemah, mestinya rupiah ada potensi penguatan,” ujar Lana.

Perkembangan terakhir pembicaraan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China dikabarkan mendekati final, yang bisa mengakhiri ancaman pengenaan tarif 25 persen atas-barang-barang impor China ke AS senilai 200 miliar dolar AS.

Presiden Trump juga telah meminta China untuk segera mencabut tarif atas produk-produk pertanian AS.

Setelah sejak April 2018 lalu, isu perang dagang antara AS-China membuat ketidakpastian global. Bahkan badan dunia seperti IMF dan Bank Dunia memproyeksi turun pertumbuhan ekonomi global.

Menurut Lana, pasar menyambut positif potensi kesepakatan ini. Menurunnya ketidakpastian berpotensi membuat dolar AS melemah

Rupiah diperkirakan menguat menuju kisaran antara 14.090 per dolar AS sampai dengan 14.120 per dolar AS,” ujar Lana.

2 dari 3 halaman

BI Nilai Rupiah Masih Terlalu Murah

Sebelumnya, nilai tukar rupiah mengalami tren penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir ini. Namun meskipun sudah mengalami penguatan, Bank Indonesia (BI) melihat bahwa level saat ini masih murah atau undervalued.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ke depannya masih berpotensi untuk terus menguat.

“Nilai tukar rupiah ke depan akan bergerak stabil dan rupiah saat ini masih undervalued,” kata Perry pada Jumat 22 Februari 2019.

Perry mengungkapkan ada 4 faktor yang akan menjadi pendorong stabilitas rupiah di tahun ini. 


“Jadi ke depan stabilitas rupiahakan didukung oleh 4 hal, yakni masuknya aliran modal asing tambah suplai valas (valuta asing) dalam negeri ,kedua fundamental ekonomi lebih baik dari sisi pertumbuhan,inflasi rendah dan CAD yang juga menurun,” ujarnya.

Selain itu, kenaikkan suku bunga AS atau FFR yang dilakukan oleh The Fed tidak akan seagresif tahun lalu. Hal itu membuat posisi Rupiah semakin aman di pasar.

“Tentu saja ketiga FFR yang kan lebih rendah semula 3 kali, kemudian diturunkan 2 kali dan diperkirakan tahun ini hanya naik 1 kali FFR,” jelasnya.

Terakhir adalah mekanisme pasar yang dinilai semakin membaik.

“Keempat mekanisme pasar yang terus semakin baik, baik di swap, dan DNDF (Domestic Non Deliverable Forward),” tutupnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jawab ‘Ancaman’ Novel Bamukmin, Komisioner KPU Ungkit Hoax 7 Kontainer

Jakarta – Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menyebut masyarakat mengalami krisis kepercayaan dan menyebut akan membubarkan KPU jika tidak netral dalam pemilu. KPU mengatakan tudingan krisis kepercayaan tersebut tidak bijak.

“Tudingan krisis kepercayaan tidak bijak, karena hingga tingkat kepercayaan publik kepada penyelenggaraan pemilu terjaga,” ujar komisioner KPU Viryan Aziz kepada detikcom, Jumat (1/3/2019).

Menurut Viryan, saat ini yang terjadi banyak pihak berupaya mendelegitimasi pemilu dengan berita hoax. Salah satunya dengan adanya hoax 7 kontainer surat suara tercoblos yang sempat terjadi.

“Yang ada justru hoax pemilu yang berupaya mendelegitimasi pemilu, terbukti dengan hoax pemilu 7 kontainer surat suara sudah tercoblos, masa hoax pemilu delegitimasi pemilu lantas membuat krisis kepercayaan. Maknanya upaya membuat kabar bohong mendelegitimasi KPU tidak berhasil dilakukan,” kata Viryan.

Dia juga mengatakan perhitungan hasil pemilu dilakukan secara manual, sehingga tidak dimungkinkan adanya kecurangan memalui manipulasi IT. Selain itu, menurutnya perhitungan ini juga dilakukan secara terbuka yang disaksikan pengawas pemilu.

“Pemilu sejak 1955 sampai sekarang dilakukan secara manual, tidak mungkin IT bisa memanipulasi hasil pemilu karena Indonesia tidak menyelenggarakan pemilu elektronik. Yang dilakukan hanya publikasi hasil pemilu di TPS, kecamatan, dan sebagainya,” kata Viryan.

“Hasil pemilu dihitung dalam rapat pleno terbuka, rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan sampai dengan pusat. Rapat pleno dilakukan secara terbuka, diikuti saksi dari peserta pemilu, pengawas pemilu, pemantau dan masyarakat,” sambungnya.

Terkait adanya potensi kecurangan memalu kotak suara bila disimpan di kantor kecamatan. Viryan juga mengatakan tempat penyimpanan ini telah dilakukan sejak 1955 dan tidak menimbulkan masalah.

“Penyimpanan kotak suara di kantor kecamatan dilakukan sejak pemilu 1955 sampai sekarang, termasuk juga di pilkada. Penggunaan kantor kecamatan sudah berlangsung dan tidak ada masalah selama ini,” kata Viryan.

Sebelumnya, Novel Bamukmin meminta KPU netral sebagai penyelenggara Pemilu 2019. Dia menyebut KPU wajib dibubarkan jika tidak netral.

“Kita mendatangi KPU, tak lain tidak bukan tuntut keadilan. Betul? Siap tegakkan keadilan? Siap tegakkan persatuan? Takbir!” kata Novel di atas mobil komando di depan kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Novel juga mengklaim masyarakat saat ini sudah mengalami krisis kepercayaan. Oknum aparat, baik sipil maupun Polri, disebut Novel dipertanyakan netralitasnya.

(dwia/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alasan SBY Tunjuk AHY Jadi Penanggung Jawab Pemenangan Demokrat

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yufhoyono (SBY) menyerahkan tongkat komando kampanye pemenangan pemilu 2019 kepada putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengungkap  alasan mengapa SBY lebih memilih AHY ketimbang putra keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Dalam pemenangan pemilu SBY justru menugaskan Ibas dalam Komisi Pemenangan Pemilu (KPP). Sedangkan AHY, mendapat tugas pemenangan pemilu melalui jabatan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma).

Menurut Didik, ada pertimbangan lain hingga akhirnya SBY menunjuk AHY sebagai tonggak pemenangan pemilu. Alasannya, kata dia, AHY dianggap mampu mengatur strategi dan ritme.

“Mas AHY kan memang menjadi komisi pemenangan pemilu kita, itu tugasnya sangat berat dibanding tugas lain, karena harus menentukan strategi, mengatur ritme pertarungan dan bertanggung jawab terhadap rencana aksinya,” kata Didik saat dihubungi, Jumat (1/3/2019).

Didik juga mengungkap alasan kenapa bukan Ibas yang ditugaskan sebagai ketua pemenangan kampanye. Ibas, lanjutnya harus fokus pada pemenangannya sebagai caleg.

“Dan Mas Ibas sendiri strategi kampanye soal dapur Partai Demokrat sendiri, mereka berdua memang menjadi bagian magnet center, pada saatnya nanti Mas Ibas akan memperkuat Mas AHY,” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Fokus Pengobatan Ani Yudhoyono

Diketahui, SBY memang tengah fokus merawat sang istri Ani Yudhoyono yang sedang sakit kanker darah di Singapura. Terkait Persiapan menghadapi pemilu serentak 17 April nanti, SBY telah memberikan sejumlah pesan.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, surat dituliskan SBY, demi menjawab ketidakhadirannya dalam dua bulan terakhir sisa masa Pemilu 2019, karena harus mendampingi sang istri yang mengidap kanker darah.

“Karena sementara waktu, secara fisik tidak bisa menjalankan kampanye sampai 17 April, oleh karena itu beliau sampaikan pesan untuk memaksimalkan kerja-kerja Partai, DPP sampai ke tingkat ranting,” kata Hinca di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).


Reporter: Sania Mashabi

Saksikan video pilihan di bawah ini: