Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2019 Meningkat, Ini Langkah Awal Polri

Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Refdi Andri menyebut akan ada kenaikan jumlah pemudik saat hari raya Idul Fitri tahun 2019. Jumlah pemudik diprediksi naik 20%-30%.

“Kalau jumlah pemudik tahun ini pasti meningkat. Akan ada peningkatan (pemudik) kira-kira 20-30%. Tetapi perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan pemerintah juga sudah menjawab itu semua,” kata Irjen Refdi kepada wartawan di Gerbang Tol Bekasi Timur, Jawa Barat, Kamis (25/4/2019).

Dengan perkiraan jumlah pemudik yang bertambah, Refdi mengatakan pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan sejumlah evaluasi. Jalan tol hingga jalan arteri akan mendapat perhatian dari pihaknya.
“Justru itu langkah-langkah awal yang kita lakukan ini untuk melakukan peninjauan, analisa dan evaluasi terhadap jalan arteri dan jalan nasional itu juga menjadi penting. Karena bagaimanapun ini pilihan masyarakat kita,” ungkap Refdi.
Refdi berbicara soal puncak arus mudik maupun arus balik. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 31 Mei, 1 dan 2 Juni 2019.

“Kita perkirakan arus balik juga kita estimasi tanggal 7-8-9 masyarakat balik ke Jakarta. Biasanya H+1 masyarakat sudah bergerak, puncaknya tanggal 8-9 (Juni),” kata Refdi.

Diketahui, saat ini Korlantas Polri sedang melakukan peninjauan di sepanjang jalur Pantura selama tiga hari. Selain jalur Pantura, Korlantas Polri juga meninjau jalur ke arah Cirebon, Brebes, Purwokerto, Banjar, Tasikmalaya, Bandung dan kembali menuju Jakarta.
(sam/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPJS Ketenagakerjaan Incar Jumlah Peserta Aktif 34 Juta pada 2019

Sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan telah memfasilitasi pemberian kredit perumahan sebanyak 3.500 unit melalui program Manfaat Layanan Tambahan (MLT). Dalam program yang telah berjalan sejak 2017 ini, BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan sejumlah bank sebagai penyalur kreditnya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pihaknya memang terus mendorong peningkatan manfaat layanan bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan, salah satunya melalui program MLT.‎

“Jadi BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan manfaat dasar, termasuk manfaat layanan tambahan. Ini diberikan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan lebih satu tahun untuk mendapatkan kredit rumah,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Dia menjelaskan, program ini tidak hanya memberikan fasilitas KPR, tetapi juga pinjaman uang muka perumahan dan pinjaman renovasi rumah.

Bahkan BPJS Ketenagakerjaan juga membantu memfasilitas pemberian kredit konstruksi bagi pengembang. Adapun bank yang diajak kerjasama dalam program ini yaitu BTN, Bank Mandiri, BNI, BRI dan BJB.

“Tetapi saya tegaskan, bukan BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan kredit, tetapi bekerja sama dengan bank. Bank yang memberikan kredit kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan, sumber dananya dari BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia.

Hingga saat ini, lanjut Agus, BPJS Ketenagakerjaan dan bank mitranya telah menyalurkan kredit untuk 3.500 unit rumah.

Jumlah ini akan terus ditingkatkan agar semakin banyak para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang bisa memiliki hunian sendiri.

“Kita memang belum banyak, ada sekitar 3.500 unit rumah dengan total dana sekitar Rp 700 miliar yang sudah kita salurkan. Ini memang banyak kendala. Karena yang menentukan adalah pihak bank. Kita harus bekerja keras untuk membenahi itu supaya tersalurkan dengan baik, tetapi semua proses juga sesuai dengan ketentuan,” tandas dia.

Fahri Tantang Jumlah Massa Kampanye, TKN: Kami Tak Berkoar, Lihat Nanti!

Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menantang jumlah massa yang akan hadir di ‘Konser Putih Akbar’ Joko Widodo-Ma’ruf Amin akhir pekan nanti melebihi jumlah massa di kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pekan lalu. Timses Jokowi yakin massa yang datang ke acara Jokowi akan lebih banyak.

“Kami tidak banyak koar-koar, lihat faktanya nanti, yang jelas akan jauh lebih banyak,” ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Senin (8/4/2019).

Sementara itu, menurut Wakil Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma’ruf, Daniel Johan, kampanye terbuka tidak semata-mata bertanding soal jumlah massa yang hadir. Kampanye terbuka disebutnya soal mengedukasi masyarakat agar hadir dan mencoblos saat pelaksanaan pemilu 17 April mendatang.

“Sebagai media untuk mengedukasi masyarakat tentang pemilu dan demokrasi, tentang nasib bangsa yang ada di dalam pilihan rakyat,” kata Daniel secara terpisah.

Politikus PKB itu pun tak khawatir terhadap tantangan Fahri. Hal tersebut lantaran, kata Daniel, pendukung Jokowi dalam setiap kampanye membeludak hingga nyaris tak terbendung.

“Antusiasme rakyat terhadap Pak Jokowi juga sangat besar. Di semua daerah Pak Jokowi disambut dengan membludak, termasuk pada kampanye akbar nanti,” ucap Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Meski begitu, Daniel mengaku pihaknya tak mau jemawa. Ia menyebut jumlah massa yang hadir di kampanye terbuka bukan ukuran satu-satunya untuk memenangi pilpres.

“Kami tidak boleh sombong dan angkuh dengan hal ini, karena jumlah massa dalam kampanye terbuka bukan ukuran satu-satunya dalam memenangi pilpres, karena yang tidak hadir tapi memberikan doa dan dukungan dari rumah dan tempat mereka masing-masing untuk Pak Jokowi itu yang jauh lebih besar dan penting,” terang Daniel.

Sebelumnya diberitakan, Fahri Hamzah membanggakan jumlah massa yang hadir di kampanye akbar Prabowo pada Minggu (7/4). Ia lalu menantang pihak Jokowi untuk mengumpulkan massa yang lebih besar pada acara ‘Konser Putih Akbar‘ pada Sabtu (13/4) nanti.

“Berlomba saja nanti bikin yang lebih besar, ngapain bantah-bantah. Kan katanya mau konser, kan undang artis. Ya sudah, bikin saja sampai pol,” tantang Fahri.
(elz/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jumlah TPS di Kota Bandung Meningkat Dua Kali Lipat pada Pemilu 2019

Liputan6.com, Bandung – Ketua KPU Kota Bandung Suharti menyebutkan jumlah tempat pemungutan suara atau TPS di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Pemilu 2019 meningkat hampir dua kali lipat dibanding saat Pilkada 2018.

“Saat pilkada serentak tahun lalu, jumlah TPS di Kota Bandung hanya 4.000, saat Pilpres meningkat jadi 7.103 TPS,” kata Suharti, di sela-sela simulasi Pencoblosan dan Penghitungan Suara Pemilihan Umum Serentak 2019 di TPS 11 Jalan Situ Lembang, Kota Bandung, Rabu 3 April 2019 seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan, karena jumlah TPS mengalami peningkatan, maka jumlah petugas TPS di Kota Bandung juga bertambah dari 28.000 menjadi 49.000 orang pada Pemilu 2019.

Menurut dia, kesiapan dua minggu menjelang pemungutan suara Pemilu 2019 sudah mencapai 95 persen. KPU tinggal menunggu logistik untuk pemilih tunanetra atau template braille karena pengadaannya dilakukan oleh pemerintah pusat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengingatkan warga untuk tidak lengah terhadap berbagai hal yang dapat mengganggu pelaksanaan Pemilu 2019.

Bukan hanya menjelang hari pemungutan suara, dia juga mengajak warga untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan, saat pelaksanaan dan setelah pencoblosan.

“Dari pengalaman menggelar pesta demokrasi beberapa tahun belakangan, kita tahu kalau Bandung selalu aman dan kondusif. Meski demikian, kita jangan sampai lengah,” ujar Yana seusai menghadiri Simulasi Pencoblosan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019 di TPS 11 Jalan Situ Lembang, Kota Bandung.

Wakil Ketua BPN Tegaskan Belum Bahas Jumlah Kursi Menteri untuk Parpol

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani membenarkan pihaknya memang sudah membahas pembagian kekuasaan jika menang Pilpres 2019. Namun pembahasan itu, kata dia, belum sampai pada tahap pembagian porsi menteri.

“Salah satu yang dibicarakan tentu saja sharing kekuasaan presiden dan wakil presiden. Dan tentu saja masalah menteri dan itu sudah dibicarakan dalam arti kira-kira porsi partai koalisi itu apa dan bagaimana. Tetapi jumlahnya belum dibicarakan,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Menurut dia, saat ini BPN masih mempertimbangkan untuk mengatur ulang jumlah kementerian yang ada sekarang ini dan membantah sudah ada pembahasan soal bagi-bagi porsi menteri.

“Nama belum diomongin, jumlah pun belum diomongin. Karena kita mengerti kebutuhan pemerintahan ke depan akan disesuaikan dengan program kerja pemerintahan ke depan,” ungkap Muzani.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengaku telah membahas nama-nama calon menteri bersama capres Prabowo Subianto. Namun, adik kandung Prabowo itu masih merahasiakan nama-nama calon menteri tersebut.

“Dengan saya ada. Saya kira itu antara saya dengan kakak saya,” kata Hashim saat ditemui di Ayana Midplaza Hotel, JakartaPusat, Senin 1 April 2019.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mengungkapkan, Prabowo menyiapkan tujuh kursi menteri untuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan enam kursi untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara, jatah untuk Partai Demokrat dan Berkarya masih dalam pembahasan.

“Kita kan sudah sepakat dengan PAN, ada tujuh menteri untuk PAN, enam untuk PKS, partai lain masih diskusi. Itu sudah jelas. Demokrat belum definitif,” ungkap Hashim.

 

Reporter: Sania Mashabi

[Cek Fakta] Prabowo Pertanyakan Jumlah Amunisi Milik TNI, Faktanya?

Dari hasil penelusuran, PT Pindad salah satu produsen alat utama sistem pertahanan (Alutsista) milik negara menargetkan 360 juta butir amunisi.

Hal ini sebagaimana artikel yang dalam situs resmi PT Pindad, pindad.com dengan judul ‘Pindad Pacu Produksi Amunisi‘ yang dipublikasikan pada 11 Mei 2018 lalu.

Pada 2019 mendatang, PT Pindad bakal meningkatkan dua kali lipat kapasitas produksi amunisi. Seiring dengan lonjakan tersebut, industri pertahanan dalam negeri itu membutuhkan propelan lebih banyak.

“Tahun depan atau paling lambat awal 2020, Pindad akan meningkatkan kapasitas produksi maksimal sebanyak 4×90 juta butir. Dengan kapasitas 360 juta butir itu, kebutuhan propelan mencapai 500 ton,” kata Direktur Teknologi dan Pengembangan Pindad Ade Bagdja saat Seminar Nasional Propelan di Bandung, Selasa (8/5).

Menurutnya, untuk kebutuhan bubuk mesiu itu rencananya pemerintah akan membangun pabrik propelan sendiri. Nantinya, bahan pendorong amunisi itu disuplai PT Dahana sebagai produsen propelan. Selama ini, seluruh kebutuhan propelan itu dipenuhi produk impor.

Ade menjelaskan, nantinya pabrik propelan yang dibangun itu memiliki kapasitas 400 ton. Artinya, total propelan yang dihasilkan itu terserap habis Pindad. Sisanya, 100 ton lagi kebutuhan propelan itu tetap dipenuhi produk impor.

“Propelan ini komponen startegis untuk pembuatan amunisi. Apalagi, kebutuhan amunisi TNI selama ini mencapai 300 juta butir. Kita baru bisa memenuhi setengahnya,” ujarnya.

Sedangkan, Dirut PT Dahana Budi Antono mengakui pihaknya mendapat mandat dari pemerintah untuk memproduksi propelan. Untuk membikin propelan itu dibutuhkan senyawa utama nitroglycerin (NG) dan nitrocellulose (NC).

Sejauh ini, Dahana baru memiliki pabrik NG. Konsekuensinya, komponen NC masih diimpor dari luar negeri.”Pembuatan pabrik propelan itu masih dalam tahap FS (feasibility study). Kita pun masih belum mengetahui nilai investasi yang akan ditanamkan, masih dihitung,” sebutnya.

Sebagai produsen, Dahana menjalin nota kesepahaman. Isinya, Pindad sebagai offtaker propelan yang diproduksi. Rencananya, pabrik propelan itu dibangun di lahan milik Dahana.

Di Subang, lahan seluas 600 ha akan menjadi lokasi pabrik semua bahan peledak. Baik propelan maupun peledak komersil.Sementara itu, Kabalitbang Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Anne Kusmayati mengatakan pihaknya memiliki kebijakan berupa roadmap terkait pembuatan propelan. Pada 2017 lalu, Kemenhan sudah membangun pabrik NG.

“Kita baru bisa membangun pabrik NG itu dikarenakan keterbatasan anggaran. Pada 2018-2020, kita akan membangun pabrik bubuk mesiu. Powder itu dibutuhkan untuk produksi amunisi kecil. Ini pun nantinya akan meningkatkan pembuatan amunisi kaliber besar,” kata Anne.

Keberadaan pabrik propelan itu merupakan kebutuhan mendesak. Pasalnya, bubuk mesiu itu memiliki nilai strategis yang relatif tinggi. Bahan itulah yang menjadi pendorong untuk meluncurkan amunisi dan roket dalam sistem persenjataan.

Upaya pemerintah untuk membangun industri propelan di dalam negeri itu ditetapkan sebagai salah satu program prioritas di bidang pertahanan.

Selain itu, PT Pindad juga menargetkan memproduksi 600 juta amunisi setiap tahunnya. Hal ini sebagaimana artikel yang dimuat republika.co.id dengan judul ‘Pindad Targetkan Produksi 600 Juta Butir Amunisi per Tahun‘.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Perusahan penyedia peralatan pertahanan dan keamanan, PT Pindad (Persero), menargetkan dapat memproduksi 600 juta butir amunisi dalam satu tahun. Jumlah ini untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Dirut Pindad Abraham Mose mengatakan, PT Pindad tengah berupaya mengejar target tersebut. Pasalnya, sejauh ini Pindad hanya bisa menghasilkan amunisi 120 juta butir per tahun.

“Kami akan lakukan strategic partnership (kerja sama) untuk mendorong (produksi) sampai 500-600 juta butir per tahun. Untuk (kebutuhan) domestik dan ekspor. Belum lagi nanti kita ingin menyasar pasar sport,” kata Mose saat perayaan 35 tahun Pindad, di kantor Pindad Bandung, Kota Bandung, Ahad (29/4).

Ia mengatakan, selama ini pasar utama PT Pindad memenuhi kebutuhan TNI dan Polri yang masih belum mencukupi. Oleh karena itu, pada 2019 nanti kapasitas produksi bisa bertambah mencapai 290 juta butir.

Mose optimistis penambahan kapasitas produksi amunisi bisa tercapai. Sebab, ilklim industri manufaktur yang bergerak dalam Industri manufaktur dan alutsista berjalan baik.

“Indikatornya adalah kinerja perusahaan setiap tahun mengalami kenaikan. Tahun 2016, laba yang diraih dari seluruh produksi, termasuk kendaraan dan senjata, mencapai Rp 48 miliar. Lalu, pada 2017 labanya mencapai Rp 92 miliar. Tahun ini, target laba kita mencapai tiga digit,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, PT Pindad juga akan mengakselerasi serta memperkuat sektor industri dan militer. Sektor industri, yang awalnya menyumbang 30 persen pendapatan, didorong bisa mencapai 45-55 persen. Sementara itu, sektor militer juga dinaikan lagi agar dapat mendongkrak pendapatan Pindad secara keseluruhan.

“Pindad juga akan mengembangkan area komersial bernama Military Destination Park seluas 10 hektare. Di situ ada shooting range untuk komersial sehingga amunisi kita bisa dijual, lalu kami akan membangun rumah sakit tujuh lantai dan penginapan,” katanya.

Debat keempat Pilpres 2019 dengan tema Ideologi, Pertahanan dan Keamanan, Pemerintahan, serta Hubungan Internasional berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Jumlah Pengungsi Banjir Bandang Sentani Capai 11.156 Orang

Jakarta – Jumlah pengungsi yang terdampak banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua, mencapai 11.156 orang. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan pengungsi tersebar di sejumlah lokasi pengungsian di Jayapura.

“Ada juga yang mengungsi ke rumah-rumah warga yang tidak terkena banjir,” kata Kamal, seperti dilansir Antara, Kamis (21/3/2019).

11.156 warga yang terdampak mengungsi di 28 lokasi pengungsian. Titik pengungsian itu antara lain, di Kompleks BTN Bintang Timur 600 orang, Komplkes BTN Gajah mada 1.450 orang, Kompleks Doyo Baru tepatnya di Gereja Advent 153 orang, Kompleks Doyo Lama 1.373 orang, di Kompleks HIS 600 orang, Kompleks Sil 1.000 orang, Kompleks Gunung Merah 1.453 orang, di Kompleks Permata Hijau 120 orang, Kompleks Asrama Himles 50 orang, di Panti Jompo 23 orang.

Selain itu, di Rindam 220 orang, Kampung Netar 43 orang, Kompi D 108 orang, Puspenka 200 orang, Yayasan Abdi Nusantara 900 orang, dI Kerto Sari 182 orang, Sabron Yaro 45 orang, di BTN Efata 121 orang, Pasar Baru 250 orang, Gereja Soar pasar lama 69 orang, BTN Sosial 150 orang, Gereja Yahim 170 orang, Kehiran 300 orang, Toladan 111 orang, Stikes 150 orang, di Belakang Balai Desa Advent 75 orang, Posko Pengungsian Bas Youwe 25 orang, dan Posko pengungsian Puspenka Hawai 1.215 orang.

Jumlah belasan ribu pengungsi ini dicatat per Kamis (21/3). Kamal juga menyebutkan, sebanyak 375 rumah rusak berat, empat jembatan rusat berat, 4 bangunan ibadah rusak berat, 8 sekolah rusak berat dan sebanyak 104 rumah toko juga tak luput kena banjir dan rusak berat.

Sementara mengenai nilai kerugian material, Kamal mengaku belum melakukan penghitungan karena masih fokus dalam pencarian, evakuasi dan penanganan penyembuhan trauma pasca banjir bandang kepada para pengungsi.
(idn/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jumlah Korban Tewas Kapal Feri Tenggelam di Irak Jadi 71 Orang

Mosul – Korban kecelakaan Kapal Feri di Sungai Tigris, Mosul, Irak bertambah. Sebanyak 71 orang tewas.

Seperti dilansir AFP, Kamis (21/3/2019), kapal Feri yang tenggelam diduga kelebihan muatan. Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan merayakan hari pertama musim semi.

“Kapal itu tenggelam karena terlalu banyak penumpang, lebih dari seratus penumpang,” kata seorang pejabat keamanan lain di Mosul kepada AFP.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak, Mayor Jenderal Saad Maan mengatakan, 71 orang tewas termasuk 19 anak-anak. Sementara 55 orang berhasil diselamatkan.

Kapal itu penuh dengan pria, wanita dan anak-anak menyeberangi Tigris untuk pergi ke area piknik yang populer. Pihak berwenang telah memperingatkan orang-orang untuk berhati-hati setelah beberapa hari hujan lebat menyebabkan air dilepaskan melalui bendungan Mosul. Sehingga volume air sungai naik.
(idn/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Rekor-Rekor Jumlah Penonton di Penyisihan Grup Piala Presiden 2019

Duel Semen Padang kontra Mitra Kukar pada partai ketiga Grup B mencetak rekor penonton terminim di babak penyisihan Piala Presiden. Pertandingan yang dimenangkan Semen Padang dengan skor 2-0 itu hanya didatangi 233 penonton.

Jumlah penonton terminim kedua adalah partai PSM Makassar dengan Kalteng Putra (Grup E, 371 penonton), disusul oleh Madura United Vs Borneo FC (Grup D, 375 penonton), dan Persipura Jayapura Vs PSM (Grup E, 442 penonton).

Faktanya, dua tuan rumah Piala Presiden 2019, PSS di Grup D dan Persib di Grup A, yang pertandingan keduanya mencetak jumlah penonton, gagal melaju ke babak delapan besar Piala Presiden. Dari daftar penonton paling ramai, hanya Arema FC, tuan rumah Grup E, yang berhasil merebut satu tiket ke fase knock out dengan atribut peringkat kedua terbaik.

[Cek Fakta] Ma’ruf Amin Sebut Jumlah Pengangguran Terendah Dalam 20 Tahun

Dari hasil penelusuran, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia memang cenderung turun. Hal ini sebagaimana yang diberitakan Liputan6.com dengan judul ‘Tren Tingkat Pengangguran di RI Menurun‘.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka cenderung turun. Data terakhir menunjukkan, hingga Agustus 2018, tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,34 persen. Angka ini memang naik kalau dibandingkan Februari 2018 di posisi 5,13 persen.

Sedangkan dilihat dari Agustus 2012 cenderung merosot. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat 6 persen, kemudian pada Februari 2013 di posisi 5,88 persen. Kembali naik pada Agustus 2013 menjadi 6,17 persen. TPT kembali merosot menjadi 5,7 persen pada Februari 2014 dan Agustus 2014, TPT mencapai 5,04 persen.

TPT kembali turun mencapai 5,81 persen pada Februari 2015 dan Agustus 2015 kembali naik menjadi 6,18 persen.

Lalu pada Februari 2016, TPT turun menjadi 5,5 persen dan Agustus 2016 mencapai sebesar 5,6 persen. Angka TPT pun kembali turun menjadi 5,33 persen pada Februari 2017 dan Agustus 2017 sebesar 5,5 persen. Lalu TPT kembali merosot menjadi 5,13 persen pada Februari 2018 dan hingga Agustus 2018 naik menjadi 5,34 persen.

Adapun TPT ini merupakan persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Berdasarkan data BPS menunjukkan tingkat pengangguran mencapai 7 juta pengangguran hingga Agusttus 2018. Angka ini naik tipis dari periode Februari 2018 sebesar 6,87 juta. Kemudian pada Agustus 2017 sebesar 7,04 juta dan Februari 2017 sebesar 7,01 juta.

Pada Agustus 2016, tingkat pengguran mencapai 7,02 juta. Angka ini sama dengan Februari 2016 sebesar 7,02 juta. Angka tersebut turun dari posisi Agustus 2015, pengangguran mencapai 7,56 juta orang dan Februari 2015 sebesar 7,45 juta.

Pada Agustus 2014, tingkat pengangguran 7,24 juta dan Februari 2014 sebesar 7,15 juta. Sementara itu, Agustus 2013, tingkat pengangguran 7,41 juta dan Februari 2013 sebesar 7,24 juta. Agustus 2012, tingkat pengangguran sebesar 7,35 juta.

Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede menuturkan, turunnya tingkat pengangguran didukung sektor riil yang bergerak dapat menyerap tenaga kerja. Sektor riil tersebut bergerak didukung kebijakan stimus dan insentif fiskal pemerintah.

Akan tetapi, Josua mengingatkan kalau tingkat pengangguran terbuka trennya menurun, tetapi pengangguran juga tinggi di pedesaan ketimbang perkotaan.

Melihat data BPS menunjukkan, penduduk bekerja yang berdasarkan lapangan kerjanya yang alami penurunan dari sektor pertanian 0,89 persen, jasa lainnya 0,11 persen dan jasa pendidikan 0,05 persen, hingga Agustus 2018.

“Tingkat pengangguran di pedesaan cukup tinggi dari perkotaan. Indikasi juga ada migrasi dan dampak dari urbanisasi karena berkembangnya industri di pedesaan,” ujar Josua saat dihubungi Liputan6.com.

Berdasarkan data BPS, jumlah angkatan kerja terus meningkat. Penduduk yang termasuk angkatan kerja ini merupakan penduduk usia kerja (15 tahun lebih) yang bekerja atau punya pekerjaan tapi sementara tidak bekerja dan pengangguran.

Sedangkan bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan paling sedikit satu jam atau tidak terputus dalam seminggu lalu.

Kegiatan itu termasuk pola kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam usaha dan kegiatan ekonomi. 

Jumlah angkatan kerja Agustus 2012: mencapai 119,85 juta

Jumlah penduduk bekerja Agustus 2012: 112,50 juta

Jumlah angkatan kerja Februari 2013: 123,17 juta

Jumlah penduduk bekerja Februari 2013: mencapai 115,93 juta

Jumlah angkatan kerja Agustus 2013: 120,17 juta

Jumlah penduduk bekerja Agustus 2013 mencapai 112,76 juta

Jumlah angkatan kerja Februari 2014: mencapai 125,32 juta

Jumlah penduduk bekerja Februari 2014: mencapai 118,17 juta

Jumlah angkatan kerja Agustus 2014: mencapai 121,87 juta

Jumlah penduduk bekerja Agustus 2014:mencapai 114,63 juta

Jumlah angkatan kerja Februari 2015 :mencapai 128,30 juta

Jumlah penduduk bekerja Februari 2015: mencapai 120,85 juta

Jumlah angkatan kerja Agustus 2015: mencapai 122,38 juta

Jumlah penduduk bekerja Agustus 2015: mencapai 120,65 juta