Salat Jumat Pertama Usai Teror Masjid, Ini Kata Imam New Zealand

Christchurch

Ribuan orang berkumpul di Hagley Park, dekat masjid Al-Noor di Kota Christchurch, Selandia, menandai hari berkabung nasional untuk para korban serangan bersenjata yang menewaskan 50 orang.

Empati dan simpati ditunjukkan warga Kota Christchurch dengan memasang antara lain berupa spanduk atas keluarga korban dan juga bagi umat Islam di kota itu.

Seorang pria warga Kota Christchurch, Selandia Baru, membentangkan poster yang isinya menunjukkan empatinya atas kejadian serangan bersenjata di dua masjid di Christchurch yang menewaskan 50 orang warga Muslim setempat.

Sebagian warga itu juga melakukan gerakan solidaritas dengan bergandengan tangan untuk menunjukkan semangat kebersamaan serta memberikan perlindungan kepada umat Islam yang sedang berduka.

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern bergabung dengan ribuan warga yang berdukacita di dekat masjid Al-Noor, satu dari dua tempat ibadah yang menjadi sasaran penembakan pada Jumat lalu.

Dalam pidato yang ditujukan kepada komunitas Muslim, ia berkata: “Selandia Baru berduka bersama Anda, kita adalah satu.”

Masjid-masjid di seluruh negeri diharapkan membuka pintu bagi pengunjung, dan masyarakat akan membentuk rantai manusia di beberapa masjid sebagai aksi simbolis perlindungan dan solidaritas.

Sebelumnya, Ardern mendorong sebanyak mungkin warga Selandia Baru untuk memanfaatkan hari ini untuk berhenti sejenak dan merenung.

“Saya tahu banyak warga Selandia Baru ingin menandai sepekan yang telah berlalu sejak serangan teroris dan mendukung komunitas Muslim seiring mereka kembali ke masjid,” ujarnya.

“Apa yang kita renungkan selama pengheningan akan berbeda-beda. Semua orang harus melakukan apa yang terasa pas bagi mereka, di manapun mereka berada di rumah, di tempat kerja, di sekolah.”

Satu kampanye media sosial meminta perempuan non-Muslim di Selandia baru mengenakan kerudung untuk sehari.

Di Kota Wellington, Selandia Baru, warga kota itu menunjukkan sikap ikut bergabung di depan masjid di kawasan Kilbirnie. Sebagian warga itu mengenakan kerudung sebagai bentuk rasa berkabung.

Zaid Mustafa (kiri), 13 tahun, dan ibunya Salwa Mustafa (kanan) tak kuasa menahan tangis dalam jumpa pers, 22 Maret, setelah ayahnya Khalid Mustafa, 44 tahun, dan kakaknya Hamza (15 tahun) ditembak hingga tewas oleh pelaku serangan di dua masjid.

Penghormatan terhadap korban serangan bersenjata di Kota Christchurch, terlihat dalam gundukan karangan bunga, poster, dan catatan yang ditempel warga kota itu di Masjid Jamia di Hamilton.

Imam Gamal Fouda, yang memimpin salat Jumat, mengatakan bahwa si penembak “melukai hati jutaan orang di seluruh dunia”.

“Hari ini, dari tempat yang sama, saya menyaksikan cinta dan kasih sayang,” ujarnya.

“Kami terluka, tapi kami tidak putus asa. Kami hidup, kami bersama, dan kami bertekad untuk tidak membiarkan siapapun memecah-belah kami.”

Seorang pria Muslim (kanan) dan pria setempat melakukan semacam ucapan empati dengan melalui tradisi ‘hongi’, berupa sentuhan hidung, di sela-sela hari perkabungan nasional di Taman Hagley di KOta Chrischurch, Jumat (22/03).

Panggilan salat bagi Muslim, atau azan, disiarkan di televisi dan radio nasional pada pukul 13:30 waktu setempat (07:30 WIB) dan diikuti dengan dua-menit hening.

Siaran tersebut didahului dengan pidato dari Ardern, yang berkata: “Menurut Nabi Muhammad… orang-orang yang beriman dalam kebaikan, kasih sayang, dan simpati mereka bagaikan satu tubuh. Ketika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakan sakit.”

Anak muda terlihat menangis saat salat Jumat di Masjid Jami di Hamilton, sepekan setelah serangan masjid di Kota Christchurch, yang menewaskan 50 orang.

Di Hagley Park, umat Muslim di Kuta Christchurch melakukan salat jumat pertama sepekan setelah serangan di dua masjid di kota itu. Di tempat yang sama, ribuan orang berkumpul untuk menandai hari berkabung nasional untuk para korban.

Tiga warga Muslim ikut menghadiri acara berkabung nasional di Hagley Park, yang juga dihadiri ribuan warga setempat dengan latar agama dan etnis yang berbeda.

Imam Gamal Fouda, yang memimpin salat Jumat, mengatakan bahwa si penembak “melukai hati jutaan orang di seluruh dunia”.

“Hari ini, dari tempat yang sama, saya menyaksikan cinta dan kasih sayang,” ujarnya.

“Kami terluka, tapi kami tidak putus asa. Kami hidup, kami bersama, dan kami bertekad untuk tidak membiarkan siapapun memecah-belah kami.”

BBC News Indonesia


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Komunitas Muslim Indonesia di Melbourne Gelar Doa Bersama Usai Salat Jumat

Melbourne

Tepat sepekan lalu (15/03), seorang penembak berkebangsaan Australia mendatangi Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru dan melakukan serangan sesaat sebelum shalat Jumat dimulai.

Penyerangan tersebut menewaskan 50 orang, termasuk satu warga Indonesia, yakni Lilik Abdul Hamid yang bekerja sebagai salah satu teknisi perawatan Air New Zealand.

Korban tewas banyak ditemukan di dalam Masjid Al Noor, sementara puluhan jemaah lainnya mengalami luka tembak dan beberapa di antaranya sempat mengalami kondisi kritis.

Hari ini (22/03), shalat Jumat digelar di lapangan Hagley Park, tepat di depan Masjid Al Noor yang berjalan dengan penuh haru dengan dihadiri ribuah jemaah.

Untuk pertama kalinya azan dan shalat Jumat disiarkan secara langsung oleh TV dan radio New Zealand, saluran media publik di Selandia Baru, termasuk di Australia oleh ABC News.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern ikut hadir dalam shalat Jumat bersama dengan warga dari beragam latar belakang dan agama untuk menunjukkan rasa belasungkawa dan solidaritas.

“Hati kita hancur namun kita tidak hancur. Kita hidup. Kita bersatu, kita bertekad tak membiarkan siapapun memecah belah kita,” kata Gamal Fouda, khatib sekaligus imam Masjid Al Noor yang selamat dari penembakan.

Christchurch mourns in two minute silence
Shalat Jumat digelar di lapangan dekat masjid yang menjadi lokasi penembakan di Christchruch, Selandia Baru dan disiarkan langsung di televisi nasional. (ABC News )

Tonton video dari suasana shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru di sini.

‘Menyatukan kita semua’

Komunitas Muslim di Selandia Baru dan Australia telah mengatakan tidak merasa takut setelah peristiwa penembakan dan penyerangan di Masjid Al Noor.

Kepada Erwin Renaldi dari ABC Indonesia, komunitas Muslim di negara Victoria yang tergabung dalam Indonesian Muslim Community in Victoria (IMCV) mengatakan aksi teror tersebut justru membuat umat Muslim, khususnya asal Indonesia untuk bersatu.

“Ini justru semakin menguatkan untuk menyatukan kita semua, tapi tetap extra vigilant [berhati-hati dengan kemungkinan mara bahaya]” ujar Teguh Iskanto, Presiden IMCV.

“Yang paling penting sebagai Muslim di perantauan adalah tugas kita untuk membenarkan informasi yang salah soal Islam dan selalu berbuat baik kepada siapapun, agama apapun.”

IMCV menggelar shalat Jumat di pusat komunitas di kawasan Springvale, tepatnya di Edinburgh Hall dan koordinator shalat Jumat mengatakan jemaah yang hadir diperkirakan mencapai 125 orang dan tidak hanya umat Muslim asal Indonesia.

“Tidak ada persiapan khusus, termasuk tidak ada keamanan spesial karena kita menggelar shalat di gedung pemerintah,” ujar Awad Attamimi, koordinator shalat Jumat.

“Kami tadi juga mendoakan untuk para korban di Christchurch.”

Umat Islam sedang mendengarkan khutbah Jumat
Setiap hari Jumat, KJRI Melbourne menggelar shalat Jumat yang memudahkan pekerja dari perkantoran yang berada di sekitar pusat kota Melbourne dan St Kilda Road. (Foto: ABC News, Erwin Renaldi)

Shalat Jumat juga digelar di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne yang berada di kawasan Queens Road, pusat kota Melbourne, seperti biasanya.

Kebanyakan jamaah yang hadir adalah pekerja kantoran dari kantor-kantor yang berada dekat KJRI.

Dua hari setelah terjadi penembakan, Masjid Westall milik komunitas Muslim Indonesia di Melbourne bersama 20 masjid lainnya di negara bagian Victoria menggelar acara ‘Mosque Open Day’.

300 warga lokal, kebanyakan yang tinggal di sekitar Masjid Westall datang untuk menunjukkan rasa duka dan dukungan bagi komunitas Muslim Indonesia serta melihat langsung seperti apa umat Muslim beribadah.

Mereka berkesempatan juga mencicipi masakan Indonesia, beberapa pengunjung perempuan mencoba menggunakan kerudung, dan beberapa di antaranya meminta Al Quran.

Ikuti berita-berita dari komunitas warga Indonesia di Australia hanya di ABC Indonesia.

<!–

–>
(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketegangan Lintas Benua Pascateror di Salat Jumat

Jakarta – Ketegangan diplomatik terjadi antara Australia dan Turki setelah terjadinya teror di Christchurch, Selandia Baru. Dua negara di benua berbeda itu bersitegang akibat pernyataan Presiden Turki Recep Erdogan.

Erdogan sebelumnya menyatakan siapa pun yang masuk ke Turki dengan sentimen anti-Islam akan dipulangkan ke negara asalnya dalam peti jenazah. Dia merujuk ke ribuan personel pasukan Australia dan Selandia Baru (Anzac) yang tewas setelah mengalami kekalahan dalam Perang Dunia I di Gallipoli, Turki.

Pernyataan Erdogan itu dilontarkan saat menanggapi aksi teror di dua masjid di Christchurch, New Zealand. Dilansir Reuters, Rabu (20/3/2019), Erdogan sempat menyatakan Turki akan membuat si pelaku teror mendapat ganjaran jika New Zealand tidak bisa melakukannya. Komentar itu disampaikan Erdogan dalam kampanye di Istanbul pada akhir pekan lalu.

Presiden Erdogan menilai serangan terhadap jemaah masjid di Selandia Baru merupakan bagian dari serangan lebih luas terhadap Turki. Presiden Turki yang berkampanye menjelang pemilu lokal akhir bulan ini menegaskan penembakan jemaah masjid jadi bukti meningkatnya kebencian dan prasangka terhadap Islam.

Video aksi teror di New Zealand bahkan dipertontonkan via layar besar dalam kampanye Erdogan pada Sabtu (16/3). Erdogan diketahui tengah berupaya meningkatkan dukungan untuk Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpinnya menjelang pemilu daerah pada 21 Maret besok.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pun lantas mengecam pernyataan Erdogan tersebut. Dia telah memanggil Dubes Turki di Canberra Korhan Karako, tapi tidak puas atas penjelasan sang dubes.

“Saya tidak dapat menerima alasan yang disampaikan terkait pernyataan itu,” ujar PM Morrison seusai pertemuannya dengan Dubes Karako, Rabu (20/3/2019).

PM Morrison menegaskan pihaknya meminta pernyataan itu ditarik kembali dan TV pemerintah Turki meluruskan kesalahan interpretasi kebijakan Australia. Jika tidak dipenuhi, kata Morrison, pihaknya akan mengambil tindakan lebih lanjut.

“Saya menunggu apa tanggapan pemerintah Turki sebelum mengambil tindakan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern mengutus Menlu New Zealand Winston Peters ke Turki. Menlu Peters akan meminta klarifikasi langsung kepada Presiden Erdogan soal komentarnya terkait aksi teror di dua masjid di Christchurch.

PM Ardern menegaskan Menlu Peters, yang juga menjabat Wakil PM New Zealand, akan meminta klarifikasi mendesak kepada Erdogan soal komentarnya tersebut.

“Wakil Perdana Menteri kita akan menghadapi komentar-komentar itu di Turki,” ujar PM Ardern kepada wartawan setempat. “Dia akan ke sana untuk meluruskan semuanya, berhadapan langsung,” tegasnya.
(knv/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketegangan Lintas Benua Pasca Teror di Salat Jumat

Jakarta – Ketegangan diplomatik terjadi antara Australia dan Turki setelah terjadinya teror di di Christchurch, Selandia Baru. Dua negara di benua berbeda itu bersitegang akibat pernyataan dari Presiden Tukri Recep Erdogan.

Erdogan sebelumnya menyatakan siapa pun yang masuk ke Turki dengan sentimen anti Islam akan dipulangkan ke negara asalnya dalam peti jenazah. Dia merujuk ke ribuan pasukan Australia dan Selandia Baru (Anzac) yang tewas setelah mengalami kekalahan dalam Perang Dunia I di Gallipoli, Turki.

Pernyataan Erdogan itu dilontarkan saat menanggapi aksi teror di dua masjid di Christchurch, New Zealand. Dilansir Reuters, Rabu (20/3/2019), Erdogan sempat menyatakan bahwa Turki akan membuat si pelaku teror mendapat ganjaran jika New Zealand tidak bisa melakukannya. Komentar itu disampaikan Erdogan dalam kampanye di Istanbul pada akhir pekan lalu.

Presiden Erdogan menilai serangan terhadap jamaah masjid di Selandia Baru merupakan bagian dari serangan lebih luas terhadap Turki. Presiden Turki yang berkampanye menjelang pemilu lokal akhir bulan ini menegaskan penembakan jamaah masjid jadi bukti meningkatnya kebencian dan prasangka terhadap Islam.

Video aksi teror di New Zealand bahkan dipertontonkan via layar besar dalam kampanye Erdogan pada Sabtu (16/3) lalu. Erdogan diketahui tengah berupaya meningkatkan dukungan untuk Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpinnya menjelang pemilu daerah pada 21 Maret besok.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pun lantas mengecam pernyataan Erdogan tersebut. Dia telah memanggil Dubes Turki di Canberra Korhan Karako namun tidak puas dengan penjelasan sang dubes.

“Saya tidak dapat menerima alasan yang disampaikan terkait pernyataan itu,” ujar PM Morrison usai pertemuannya dengan Dubes Karako, Rabu (20/3/2019).

PM Morrison menegaskan pihaknya meminta pernyataan itu ditarik kembali dan TV pemerintah Turki meluruskan kesalahan interpretasi kebijakan Australia. Jika tidak dipenuhi, kata Morrison, pihaknya akan mengambil tindakan lebih lanjut.

“Saya menunggu apa tanggapan Pemerintah Turki sebelum mengambil tindakan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern mengutus Menlu New Zealand, Winston Peters ke Turki. Menlu Peters akan meminta klarifikasi langsung dari Presiden Erdogan soal komentarnya terkait aksi teror di dua masjid di Christchurch.

PM Ardern menegaskan Menlu Peters yang juga menjabat Wakil PM New Zealand akan meminta klarifikasi mendesak dari Erdogan soal komentarnya tersebut.

“Wakil Perdana Menteri kita akan menghadapi komentar-komentar itu di Turki,” ujar PM Ardern kepada wartawan setempat. “Dia akan ke sana untuk meluruskan semuanya, berhadapan langsung,” tegasnya.
(knv/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bentuk Solidaritas, Geng Motor di Selandia Baru Akan Amankan Salat Jumat

Liputan6.com, Waikato – Setelah serangan teroris yang melanda dua masjid di Christchurch, anggota geng di Selandia Baru menawarkan dukungan mereka kepada komunitas Muslim di Negeri Kiwi.

Perwakilan dari geng motor Selandia Baru bernama Mongrel Mob dan Black Power mengatakan, mereka bersedia membela masjid di komunitas masing-masing untuk mencegah serangan teroris lainnya, demikian seperti dikutip dari TVNZ, Rabu (20/3/2019).

Sonny Fatu, Presiden Mongrel Mob di Waikato –cabang terbesar negara itu– menyebut bahwa mereka ingin menunjukkan solidaritas dan dukungan mereka untuk komunitas Muslim.

“Kami memiliki saudara dan saudari Muslim di dalam organisasi kami, kami memiliki anggota keluarga yang beragama Islam. Kami prihatin dengan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Tapi itu bukan hanya tentang itu. Itu juga, tentang apa semua ini? Apakah ini tentang kulit coklat? Siapa tahu? Kita semua rentan, itu adalah bagian yang menakutkan dari itu semua. Pada saat-saat seperti ini kita perlu bersatu.”

Fatu mengatakan bahwa The Mongrel Mob berencana untuk berjaga di Masjid Jami Hamilton pada hari Jumat, selama ibadah solat di sana.

Presiden Asosiasi Muslim Waikato, Selandia Baru membuka tangan selebar-lebarnya dan ingin agar anggota geng datang ke masjid dan bergabung dengan mereka, tidak hanya berdiri di luar.

Anggota seumur hidup Black Power, Dennis O’Reilly mengatakan, berbagai geng di seluruh negeri menawarkan dukungan mereka kepada komunitas muslim lokal.

“Kami sangat tertarik bahwa di mana orang telah menawarkan diri (untuk mendukung),” kata O’Reilly.

“Terlebih, karena mereka tidak ada yang suka melihat wanita dan anak-anak ditembak dan terluka, terutama ketika mereka sedang berdoa. Sehingga, semua itu membat orang-orang mulai menyatu, orang-orang merasa empati, dan timbul keinginan untuk melindungi dan mendukung.”

Simak video pilihan berikut:

Suku Maori Selandia Baru menampilkan tarian Haka untuk menghormati korban penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Cerita Pilu Penembakan Salat Jumat di Selandia Baru

JakartaPenembakan brutal yang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, New Zealand (Selandia Baru), menewaskan sedikitnya 49 orang. Saksi mengaku sempat mendengar kurang lebih 50 kali suara tembakan saat aksi keji itu terjadi.

Pelaku saat itu memasuki masjid dan langsung menembaki jemaah yang tak hendak menjalankan salat Jumat.

Melansir ABC Australia, Jumat (15/3/2019), saksi mata atas nama Ahmad Al-Mahmoud mengatakan pelaku penembakan mengenakan pakaian semi militer, pakai helm, dan melepaskan tembakan secara membabi-buta di dalam masjid.

“Dia pegang senjata besar. Banyak sekali peluru. Dia tiba-tiba muncul dan menembaki semua orang di dalam masjid,” ujar Ahmad Al-Mahmoud kepada media setempat.
Menurut dia, jemaah berusaha menyelamatkan diri dengan cara memecahkan pintu untuk bisa keluar dari sana. Dia mengaku mendengar sedikitnya 40 kali tembakan.

Seorang jemaah yang menggunakan kursi roda, Farid Ahmed, menjelaskan kepada media setempat peristiwa terjadi ketika khutbah baru akan dimulai.

“Tiba-tiba penembakan terjadi. Dimulai dari ruang utama. Saya berada di sisi samping, jadi tak sempat melihat siapa yang menembak. Tapi saya melihat sejumlah jamaah berlarian ke arah saya berada,” ujarnya.

“Saya melihat ada yang sudah berdarah badannya, berlari tertatih-tatih. Saat itu saya sadari situasinya serius,” tambah Farid.

Farid Ahmed berusaha melarikan diri dan berhasil mencapai mobilnya di parkiran. Dari situ dia kembali mendengar tembakan selama sekitar enam menit lamanya.

“Saya berada di kursi roda, tak bisa ke mana-mana. Dia melakukan pembantaian di dalam masjid,” kata Ahmed.

Saksi lainnya, Ramzan Ali, yang berada di dalam masjid saat kejadian, mengaku dirinya orang terakhir yang keluar dari tempat ruang salat.

“Imam saat itu memberikan khutbah Jumat, sekitar pukul 13.42 [waktu setempat]. Senjata mulai menyalak dan dia masuk lantas menembak membabi-buta,” paparnya.

“Saya tak melihat orangnya langsung karena sedang tengkurap dan berpikir jika saya berdiri akan kena tembakan. Saya orang terakhir yang keluar dari masjid dan melihat di lantai banyak sekali tubuh tergeletak,” kata Ramzan.

WNI Turut Jadi Korban Tembak

Dua orang WNI ayah-anak yang baru sekitar 2 bulan tinggal di New Zealand turut menjadi korban luka dalam penembakan tersebut. Sang ayah yang bernama Zulfirmansyah dilaporkan ada dalam kondisi kritis dengan banyak luka tembak.

Istri Zulfirmansyah, mengungkap kondisi yang dialami suami dan anaknya melalui media sosial Facebook.

“Suami saya dan putra saya keduanya masih hidup, tetapi terluka. Keduanya ditembak dalam serangan hari ini di Linwood Islamic Center di Christchurch, Selandia Baru (di mana kami baru saja pindah 2 bulan lalu),” tulis nama akun A*** M**** seperti dikutip detikcom dari akun Facebook-nya yang bisa dibaca oleh publik, Jumat (15/3).

“Suamiku, Jul, tertembak di banyak tempat dan mengalami kebocoran di paru-parunya (dari apa yang saya dengar) meskipun saya belum melihatnya sejak dia dioperasi,” imbuhnya.

Dia menyebut putranya mengalami luka tembak di kaki dan punggung. Selain itu, putranya juga disebut mengalami trauma akibat kejadian itu.

“Baru-baru ini saya disatukan dengan putra saya, yang memiliki luka tembak di kaki dan punggung. Dia trauma, tetapi kita semua hidup. Terima kasih atas doa dan perhatian kalian,” tuturnya.

detikcom telah coba menghubunginya lewat FB Messenger, namun yang bersangkutan menyatakan masih sibuk dan tidak mau memberi komentar dulu.

No comment right now. It is not a good time… kami lagi sibuk,” jawabnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/3).
(rna/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ramai-ramai Mengutuk Pembantaian Salat Jumat di New Zealand

JakartaPenembakan massal di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru menjadi duka bagi dunia kemanusiaan. Kecaman keras pun datang dari sejumlah tokoh Tanah Air.

Aksi penembakan brutal itu setidaknya menyebabkan 49 orang meninggal dunia. Pihak Kepolisian Selandia Baru juga sudah menangkap empat orang pelaku yang terdiri tiga laki-laki dan satu perempuan.

Selain itu, polisi menemukan bahan peledak yang dipasang di kendaraan sebagai bagian dari serangan itu. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyebut insiden ini sebagai kejadian yang terkelam karena belum pernah terjadi sebelumnya.

Jacinda Ardern, mengecam keras penembakan brutal tersebut. PM Adern menyebut penembakan brutal ini sebagai serangan teroris.

“Sudah jelas bahwa ini sekarang hanya bisa disebut sebagai sebuah serangan teroris,” ucap PM Ardern dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters, Jumat (15/3).

Ramai-ramai Mengutuk Pembantaian Salat Jumat di New ZealandFoto: Reuters

Pelaku penembakan brutal itu juga sempat menayangkan aksi brutalnya via layanan live streaming di internet. Video live streaming berdurasi 17 menit itu telah dihapus dari internet oleh otoritas terkait.

Seperti dilansir media lokal Selandia Baru, The New Zealand Herald, Jumat (15/3), dalam live streaming itu, pelaku menyebut namanya sebagai Brenton Tarrant. Nama itu mengarah kepada seorang pria kulit putih berusia 28 tahun kelahiran Australia.

Dubes RI untuk Selandia Baru di Wellington, Tantowi Yahya, menyatakan ada 2 WNI yang turut menjadi korban luka dalam serangan itu. Tantowi menyebut insiden itu membuat sejumlah WNI panik.

“Informasi terbaru, ada 2 WNI yang menjadi korban,” kata Tantowi Yahya saat dihubungi detikcom, Jumat (15/3).

Kecaman lalu datang dari sejumlah tokoh Tanah Air. Kecaman pertama datang dari Wapres Jusuf Kalla.

JK mengaku terkejut atas terjadinya tragedi penembakan itu. Dia menilai penembakan tersebut terorganisir.

“Kita di samping tentu kita doakan juga mengutuk. Itu pelakunya yang menurut kabar tidak beberapa orang mungkin 4 orang. Berarti ini suatu upaya yang sangat terorganisir, sangat direncanakan dengan baik. Apalagi dia membawa kamera sendiri, live streaming,” kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Presiden Jokowi juga mengutuk aksi penembakan tersebut. Jokowi menyampaikan duka mendalam kepada para korban kejadian penembakan itu.

“Terlepas siapa pelakunya, kita sangat mengecam keras aksi ini. Dan kita pemerintah Indonesia sampaikan duka mendalam kepada korban yang ada dari korban aksi tersebut. Dan tim perlindungan WNI sedang menuju ke lokasi,” kata Jokowi di Doloksanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Ramai-ramai Mengutuk Pembantaian Salat Jumat di New ZealandFoto: BBC World

Capres Prabowo Subianto juga berbelasungkawa atas insiden penembakan di dua masjid Selandia Baru. Prabowo menyebut penembakan itu sebagai tindakan biadab.

“Innalillaahi wa’innailaihiraaji’un. Saya dan keluarga besar @Gerindra turut berduka cita dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya kepada para keluarga korban dan rakyat Selandia Baru atas kejadian biadab yang terjadi di masjid kota Christchurch,” kata Prabowo melalui akun Twitternya @Prabowo.

“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni segala dosa para korban dan menjadikannya mati syahid. Aamiin,” imbuhnya.

PBNU turut mengutuk aksi biadab tersebut. PBNU menyatakan penembakan itu perbuatan yang mencoreng sisi kemanusiaan.

“Namun siapa pun dan apa pun motifnya, itu tindakan biadab. Tindakan yang bukan hanya sangat tidak berperikemanusiaan dan jauh dari nilai agama, namun juga jauh dari akal sehat manusia itu sendiri. Dunia layak mengutuknya,” kata Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas, dalam keterangan tertulis.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh PP Muhammadiyah. Penembakan itu dinilai sebagai aksi terorisme yang menjadi musuh agama dan kemanusiaan.

“Terorisme itu musuh agama dan kemanusiaan. Karena itu siapa pun pelaku teror, ia adalah musuh agama dan kemanusiaan,” kata Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Maneger Nasution, dalam keterangan tertulis.

Sedangkan cawapres Ma’ruf Amin kaget atas penembakan dalam masjid di Selandia Baru. Dia juga mengutuk tindakan keji itu.

“Saya kira (kejadian di) Selandia Baru itu kita betul-betul kaget, masih ada upaya merusak tatanan kemanusiaan, orang lagi salat kok ditembak? Saya mengutuk perbuatan itu. Karena itu, kita harus waspada terhadap kelompok teroris,” kata Ma’ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).

Tak hanya Ma’ruf, ,antan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga mengecam penembakan brutal di dua masjid di Selandia Baru.. Ahok pun mengajak semua pihak mendoakan para korban insiden tersebut.

“Mari kita berdoa untuk para korban penembakan teroris di New Zealand. Kebencian dan kejahatan tidak akan pernah menang sampai kapan pun. #prayfornewzealand” tulis Ahok lewat akun Instagram-nya, seperti dilihat detikcom.

Kecaman keras juga muncul dari FPI. Organisasi dengan pimpinan Habib Rizieq itu meminta pelaku dihukum qishas.

“FPI mengecam keras tindakan terorisme tersebut. Jelas sekali bahwa sang teroris telah merencanakan secara matang tindakan pembantaian terhadap jemaah yang sedang menunaikan ibadah di dalam masjid,” kata Sekretaris Umum FPI, Munarman, dalam keterangan tertulisnya.

Untaian doa juga mengalir deras dari sejumlah tokoh di Indonesia termasuk Wakil Ketua Umum DMI, Syafruddin. Dia menyampaikan bela sungkawa terhadap para korban dan meminta umat muslim tetap tenang.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun, atas nama pribadi dan Dewan Masjid Indonesia saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya bagi seluruh umat muslim yang menjadi korban penembakan brutal di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood Selandia Baru usai menjalankan salat Jumat,” kata Wakil Ketua Umum DMI, Syafruddin, dalam keterangannya, Jumat (15/3/2019).

Permintaan agar umat muslim Indonesia tetap kondusif juga datang dari MUI. Semua pihak diimbau untuk menjaga persaudaran antar elemen bangsa.

“Serta mengajak umat Islam dan bangsa Indonesia untuk menjaga kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara serta meningkatkan persudaraan keislaman (ukhuwwah islamiyah), persudaraan kebangsaan (ukhuwwah wathaniyah) dan (ukhuwwah basyariyah),” “MUI berduka cita atas wafatnya puluhan jamaah sholat Jumat di dua Masjid di Christchurch, NZ dan mengutuk atas terorisme yang dilakukan,” ujar Sekretaris komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh.

(knv/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sinopsis Sinetron SCTV Orang Ketiga Episode Jumat 15 Maret 2019: Afifah Sedih Indi Tak Urus Obat Nek Wiwiek

Liputan6.com, Jakarta Makin seru cerita Orang Ketiga. Nek Wiwiek di kamar. Afifah dan Rangga datangi neneknya Rangga. Afifah tanya ke Nek Wiwiek agar Nek Wiwiek bisa jawab dengan kedipan mata.

Satu kali ya. Dua kali tidak. Afifah tanya Nek Wiwiek, apa Indi nggak kasih obat ke Nek Wiwiek. Jreng! Nek Wiwiek tampak melotot geram ketika nama Indi disebut. Afifah tuntun Nek Wiwiek. Ternyata nek wiwik kedip 1 kali. Jreng! afifah kaget. 

Sementara di Orang Ketiga juga, Aris dan rossy jalan-jalan ke taman. Tampak mesra. Tapi lalu Aris lihat kupu kupu. Jreng! Aris gemetar… nggak lama kemudian, petir menyambar dan hujan turun. Aris kaget banget. Terpaku kehujanan. Rossy ajak Aris sama-sama berteduh.

Tapi Aris yang basah kena hujan jadi kayak keinget dan trauma lagi.

Dan, keseruan Orang Ketiga terus berlanjut…

Afifah dan Rangga melakukan terapi untuk Nek Wiwiek. Di ruang tengah, Kiara juga ikutan. Riris walau gengsi juga bantu. Rangga terharu. Bik Nanik juga ada di sana. Bik Nanik malah teringat, si Ujang itu kan juga bisa urut. Di kampung dulu kalau orang stroke sering pijit ama dia.

Bik Nanik berniat mau telepon Ujang dan minta Ujang datang. Ujang datang. Bik Nanik sambut. Minta Ujang pijit nenek majikannya. Ujang minta uang karena memang dia butuh. Bik Nanik kasih uang dari Rangga. Ujang masuk ke ruangan Nek Wiwiek diantar Bik Nanik. Jreng! 

Sinopsis Sinetron SCTV Cinta Suci Episode Jumat 15 Maret 2019: Cleo Menabrak Trotoar Jalan

Liputan6.com, Jakarta Episode Cinta Suci malam ini, Cleo terus melajukan mobilnya dengan kencang, Zian masih mengejar. Marcell yang ada di belakang mereka tampak panik. Dia takut terjadi yang tidak-tidak. Sampai kemudian Cleo menabrak trotoar jalan.

Sementara itu di tempat kecelakaan, Cleo tampak pingsan dan tak sadarkan diri dengan kondisi beberapa bagian tubuhnya yang terluka. Beberapa warga yang kebetulan ada disitu berhamburan ke TKP.

Sementara itu di Cinta Suci kali ini juga dikisahkan Suci kaget banget dengar kabar soal Cleo. Dia jadi bingung harus bagaimana sekarang tapi Marcell menenangkan dia bilang sudah siapkan semuanya. Dia tahu apa yang harus dia lakukan.

Lantas, Sandy sampai di kantor polisi, dia menanyakan progres penyelidikan kecelakaan yang menimpa kakaknya, Marcell. Polisi bilang  mereka sulit menemukan pelakunya.

Ikuti terus keseruan drama Cinta Suci...