Odriziola Senang Real Madrid Ditangani Solari

– Pemain Real Madrid, Alvaro Odriozola, mengucapkan rasa terima kasih kepada Santiago Solari yang memberinya kesempatan untuk membela Real Madrid. Bek berusia 22 tahun itu mulai bermain reguler sejak Los Blancos ditangani Solari.

Odriozola datang ke Real Madrid pada awal musim 2018-19. Ketika itu, Los Blancos masih ditangani Julen Lopetegui.

Namun, Odriozola hanya berstatus sebagai pelapis Dani Carvajal yang menjadi pilihan pertama. Cedera yang menimpa Carvajal membuat Odriozola dipercaya untuk menempati posisi bek kanan Real Madrid.

Kini, Odriozola sudah membuktikan dirinya dan berhasil merebut hati pelatih pengganti Lopetegui, Santiago Solari.

“Saya ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada Julen Lopetegui yang memboyong saya ke Real Madrid. Namun, saya tidak mendapat banyak kesempatan ketika ia menangani Real Madrid,” ujar Odriozola.

“Meskipun begitu, ia telah membuat saya menjadi lebih dewasa. Begitu Solari datang, ia memberi saya kepercayaan diri yang sangat tinggi.”

“Karena itu, saya juga berterima kasih kepada Santiago Solari. Saya merasa senang dan nyaman bermain untuknya.”

“Bermain untuk Real Madrid adalah impian yang menjadi kenyataan. Saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik,” ungkap Odriozola.

Sejauh musim 2018-19 bergulir, Alvaro Odriozola telah mencatatkan 11 penampilan dan menyumbang satu gol serta empat assist untuk Real Madrid.

Sumber: Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Berita video gelandang Real Madrid asal Kroasia, Luka Modric, meraih Ballon d’Or 2018 sekaligus mengakhiri dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam satu dekade terakhir.

Navas Resah Kehilangan Posisi di Real Madrid

Padahal, jika dilihat dari catatan kebobolannya, Navas menunjukkan angka yang lebih baik ketimbang Courtois. Dari tujuh pertandingan yang telah ia lakoni di semua kompetisi, kiper berumur 31 tahun itu hanya kebobolan tujuh gol saja.

Di sisi lain, Courtois yang telah melakoni 11 pertandingan sudah kebobolan 18 gol. Hal itu jelas membuat Navas gusar. Ia merasa, dengan statusnya sebagai pemenang Liga Champions tiga kali, tidak diperlakukan dengan adil.

“Saya berubah dari pemenang Liga Champions tiga kali menjadi tidak pernah bermain,” ujar sang pemain kepada El Chiringuito.

Ia pun sepertinya tak akan tampil dalam laga kontra Valencia di La Liga hari Minggu (2/12) nanti. Tidak seperti Julen Lopetegui, Solari tidak pernah menyatakan indikasi akan melakukan rotasi pada posisi kiper dalam beberapa pertandingan.

Sumber: Bola.net

Frustrasinya Keylor Navas

MadridKeylor Navas sedang menjalani periode terburuk dalam kariernya di Real Madrid. Navas akrab dengan bangku cadangan. Situasi yang membuatnya frustrasi.

Navas menjadi andalan utama di bawah mistar gawang Madrid usai direkrut dari Levante pada 2014. Selama empat musim pertama berkostum ‘putih’, Navas membantu Los Blancos memenangi tiga gelar juara Liga Champions berturut-turut dan sekali trofi La Liga.

Namun, nasib Navas berangsur-angsur berubah setelah Madrid mendaratkan Thibaut Courtois dari Chelsea pada musim panas lalu. Saat Madrid masih dilatih Julen Lopetegui di awal musim ini, Navas dan Courtois berbagi peran.

Kiper internasional Kosta Rika itu bermain di enam pertandingan Madrid, termasuk di dua laga pertama La Liga dan kompetisi Eropa. Sedangkan Courtois kemudian konsisten diturunkan di ajang liga.
Akan tetapi, sejak Lopetegui digantikan Santiago Solari, Navas cuma sekali dimainkan itupun di laga perdana sang pelatih saat melawan Melilla di Copa del Rey. Setelahnya, pesepakbola berusia 31 tahun itu terpinggirkan ke bangku cadangan untuk menegaskan status Courtois sebagai kiper nomor satu El Real.

“Aku berangkat dari memenangi tiga Liga Champions berturut-turut sampai tidak bermain,” kata Navas kepada El Chiringuito, yang dilansir Marca.

Navas tidak sendiri. Isco dan Marco Asensio juga menerima nasib serupa di era Solari.

(rin/yna)


Santiago Solari Mendapat Tekanan di Real Madrid

– Santiago Solari mulai merasa tekanan yang luar biasa sebagai pelatih Real Madrid setelah kalah dari Eibar. Kekalahan tersebut menjadi kekalahan pertama Solari sejak menjadi pelatih Los Blancos menggantikan Julen Lopetegui.

Real Madrid kalah dengan skor 0-3 dari Eibar. Hal itu menjadi hasil yang mengejutkan karena Solari sempat mengantarkan Real Madrid tampil impresif.

Namun, Solari mengaku tak terpaku dengan kekakalahan tersebut dan hanya ingin fokus untuk menyiapkan timnya menghadapi laga berikutnya.

“Eibar merupakan lawan yang sulit, namun semuanya sudah selesai. Kami sudah mengevaluasi penampilan dan siap meningkatkan performa,” ujar Solari.

“Kami menang pada empat laga sebelumnya. Namun, kami tidak bisa bergantung dari catatan kemenangan saja. Kami akan mencoba memperbaiki penampilan saat menghadapi AS Roma.”

“Kami tak boleh terpaku dengan kekalahan tersebut. Real Madrid adalah klub yang besar, wajar kalau kalah membuat kami menjadi sorotan.” “Menjadi pelatih di Real Madrid tidak akan membuat hidup Anda tenang. Setiap hari terasa seperti menjalani tes,” ungkap Solari.

Real Madrid akan menghadapi AS Roma di Liga Champions. Pada pertemuan pertama di Santiago Bernabeu, Real Madrid menang dengan skor 3-0.

Sumber: Bola.com

Caretaker Real Madrid, Santiago Solari ternyata penggemar berat Lionel Messi

Santiago Solari Pandang Zinedine Zidane sebagai Legenda Real Madrid

– Pelatih Real Madrid, Santiago Solari, menolak dibandingkan dengan Zinedine Zidane. Menurutnya, Zidane adalah sosok legenda yang di Los Blancos.

Solari menjadi pelatih Real Madrid menggantikan Julen Lopetegui yang dinilai gagal menjadi suksesos Zidane. Baru sebentar menangani tim, Solari sudah digadang-gadang memiliki kemiripan dengan Zidane.

Anggapan tersebut pun ditolak oleh Solari yang masih merasa belum memiliki prestasi untuk dibanggakan.

“Zidane tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun. Dia adalah legenda di Real Madrid, baik itu sebagai pelatih atau pun pemain,” ujar Solari.

“Saya hanya menjadi pemain yang beruntung karena pernah memiliki kesempatan bermain bersama dirinya. Kami pernah berjuang bersama.”

“Saya tak memiliki data, tetapi saya yakin kalau Zidane adalah pelatih tersukses di Real Madrid. Saya sangat menghormatinya.”

“Saya sangat bersyukur karena bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih Real Madrid,” ungkap Solari.

Sebelum menangani skuat utama Real Madrid, Solari merupakan pelatih Castilla. Solari sudah menjadi staf pelatih di Real Madrid sejak 2013.

Sumber: Bola.com

Santiago Solari Merupakan Penggemar Lionel Messi

Modric Bicara Kans Real Madrid Juara Liga Champions 4 Kali Beruntun

Liputan6.com, Madrid – Gelandang Real Madrid, Luka Modric, masih optimistis dengan peluang menjadi juara Liga Champions musim ini. Modric menganggap El Real salah satu kandidat juara.

“Tidak ada yang mustahil dalam sepak bola,” kata Modric, seperti dilansir Goal.

Real Madrid memang menjalani awal yang lambat musim ini. Baik di Liga Spanyol maupun Liga Champions, Los Blancos tampil kurang meyakinkan.

Pergantian pelatih pun dilakukan, Julen Lopetegui, yang baru masuk awal musim ini dipecat. Posisinya digantikan Santiago Solari, yang sebelumnya melatih Castilla, tim muda Real Madrid.

Modric percaya dengan mentalitas dan pengalaman menang skuat Real Madrid. Pemain Timnas Kroasia ini menilai hal itu memberi manfaat baik bagi klub ibu kota Spanyol tersebut.

“Di atas segalanya untuk Real Madrid, seperti yang telah kami buktikan dalam tiga tahun terakhir, mencapai yang tak terpikirkan,” tutur mantan pemain Tottenham Hotspur ini.

4 Tujuan Zinedine Zidane Setelah Mundur dari Real Madrid

Respons Menohok pada Maradona Usai Kritik Solari

Buenos AiresDiego Maradona memprediksi Santiago Solari tak akan bertahan lama melatih Real Madrid. Paman Solari, Jorge Solari, memberikan respons tajam kepada sang legenda.

Solari baru saja melepas statusnya sebagai caretaker Madrid. Menyusul penunjukan dirinya sebagai pelatih tetap El Real, menggantikan Julen Lopetegui yang belum lama ini diberhentikan.

Di bawah arahan Solari, Los Blancos tampil menjanjikan. Empat pertandingan telah dilewati dan seluruhnya berakhir dengan kemenangan, bahkan Madrid cuma kemasukan dua gol saja.

Meski demikian, Maradona tetap tidak yakin pada kemampuan Solari. Solari masih kurang berpengalaman untuk menangani tim sebesar Madrid.

Sementara itu, Maradona sendiri mulai meniti karier sebagai pelatih pada 1994. Pria yang kini berusia 58 tahun itu belum pernah sekalipun membesut tim top Eropa, dan kini tercatat menangani klub Meksiko, Dorados. Sorotan utama pada karier melatih Maradona ketika mengarsiteki Argentina pada 2008-2010. Namun, di Piala Dunia delapan tahun lalu Argentina hanya sampai perempatfinal usai digasak Jerman.

Jorge Solari menilai kritik Maradona kurang tepat. Terlebih karena Maradona bukan pelatih kelas dunia.

“Menjadi seorang pelatih adalah sesuatu yang istimewa. Beberapa dari mereka memiliki sejarah yang besar dan Santi lebih berpengalaman dari beberapa pelatih lain,” Jorge Solari mengungkapkan kepada Radio Villa Trinidad.

“Dia sudah bermain di River Plate, dia menjadi juara di Madrid, dia berkarier di Inter [Milan], dan kembali sebagai seorang pemenang,” lanjut eks pemain di era 6- hingga 70an itu.

“Santi mempunyai jam terbang lebih besar daripada Maradona sebagai pelatih, dan Diego memiliki pengalaman yang bagus, normal, juga buruk. Tidak perlu mendiskreditkan dia, tapi sebagai pelatih dia toh tidak begitu berhasil.”

“Diego itu orangnya ekspresif dan eksplosif, tapi dia sudah melakukan banyak hal di dalam sepakbola sebagai pemain yang tidak dilakukan pemain manapun, jadi Anda harus mengormati pendapat dia dan kemudian lihat saja apa yang terjadi,” Jorge Solari menambahkan.
(rin/ran)


Gelandang Real Madrid: Pemecatan Lopetegui Tidak Adil

Liputan6.com, Madrid – Gelandang Real Madrid, Marco Asensio, merasa pemecatan Julen Lopetegui tidak adil. Asensio merasa Lopetegui belum mendapat kesempatan yang cukup.

Lopetegui dipecat oleh Real Madrid dua minggu lalu. Lopetegui hanya empat bulan menangani Los Blancos setelah dia diberhentikan dari jabatan pelatih Timnas Spanyol sebelum Piala Dunia 2018 bergulir.

Posisi Lopetegui sekarang digantikan Santiago Solari, yang sebelumnya menukangi Castilla, tim muda Real Madrid. Asensio berpendapat Lopetegui hanya tidak beruntung.

“Sepak bola sedikit tidak adil bagi Julen (Lopetegui). Di saat-saat penting ini, kami tidak berhasil, atau tidak beruntung, saya tidak tahu harus menyebutnya apa,” jelas Asensio, seperti dilansir Tribal Football.

Asensio menganggap Lopetegui selalu memberikan yang terbaik bersama jajaran stafnya. Namun, tekanan di Real Madrid begitu tinggi sehingga kariernya singkat di Santiago Bernabeu.

Pantaskah Solari Jadi Pelatih Permanen Real Madrid?

Liputan6.com, Jakarta- Real Madrid akhirnya memutuskan mempermanenkan Santiago Solari sebagai pelatih kepala Los Blancos. Solari langsung mendapat kontrak hingga 2021 setelah dinilai sukses ketika menjadi caretaker.

Solari menggantikan posisi Julen Lopetegui yang dipecat akibat rentetan hasil buruk yang didapat Real Madrid. Solari awalnya hanya menjadi pelatih sementara mulai pertengahan Oktober lalu. 

Di tangan Solari, Real Madrid meraih hasil memuaskan. Gareth Bale dan kawan-kawan meraih empat kemenangan beruntun di berbagai ajang yang diikuti. Teranyar, tim ibukota Spanyol membungkam Celta Vigo dengan skor 4-2 dalam laga pekan ke-12 La Liga, 11 November lalu.

Rentetan hasil positif ini membuat Real Madrid kembali masuk dalam perburuan gelar La Liga musim ini. Saat ini, anak asuh Solari yang berada di peringkat keenam hanya terpaut empat poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen.

Prestasi apik tersebut membuat petinggi Real Madrid akhirnya memutuskan mempermanenkan Solari yang sebelumnya merupakan pelatih tim Casilla.

Tak hanya prestasi bagus, Solari terbukti membuat para pemain bergairah lagi. Pria Argentina itu juga disukai para penggawa Real Madrid.

“Solari merupakan mantan pemain Real Madrid dan tahu banyak tentang sepak bola. Dia juga membawa perubahan bagi tim ini, kami harap itu bisa terus terjadi,” ujar penyerang Real Madrid, Karim Benzema.

“Mengapa kami tidak bisa berada bersama Solari sampai akhir? Dia menjalankan tugasnya dengan baik,” ucap Benzema seperti dikutip dari situs resmi Real Madrid pekan lalu.

Antonio Conte Kembali Melatih pada Musim Depan

– Mantan manajer Chelsea, Antonio Conte, memastikan baru mau kembali menangani klub pada musim 2019-20. Conte tak mau mengambil alih klub pada tengah musim karena tak memiliki kesempatan untuk menyiapkan dan beradaptasi dengan klub tersebut.

Conte disebut akan menjadi penerus Julen Lopetegui sebagai pelatih Real Madrid. Namun, rencana tersebut tak terealisasi setelah Los Blancos menunjuk Santiago Solari.

Conte mengakui kalau ia enggan menangani klub pada tengah kompetisi. Conte akan menunggu hingga musim 2018-19 berakhir dan baru mempertimbangkan tawaran yang ia miliki.

“Untuk pelatih seperti saya, lebih baik menunggu hingga Juni mendatang. Saya tak mau terburu-buru untuk menangani klub karena hasilnya tidak akan maksimal,” ujar Conte.

“Saya akan menunggu dan menikmati sepak bola sebagai penonton,” ungkap Conte.

Keputusan tersebut dipengaruhi kontraknya bersama Chelsea. Saat ini, The Blues masih memiliki utang kepada Conte sebesar 11,3 juta pounds karena sejatinya kontrak Conte di klub tersebut baru berakhir pada Juni 2019.

Chelsea masih memiliki kewajiban untuk membayar gaji Conte hingga Juni 2019, selama ia belum mendapat pekerjaan baru untuk menangani sebuah klub.

Selain Real Madrid, Antonio Conte juga disebut berpeluang untuk menjadi pelatih AC Milan menggantikan Gennaro Gattuso pada musim mendatang.

Sumber: Bola.com

Chelsea menginginkan Frank Lampard menjadi staf pelatih jika Antonio Conte hengkang.