Ini Lokasi Nobar Debat Capres yang Digelar Tim Jokowi dan Prabowo

Liputan6.com, Jakarta – Debat Capres kedua dengan isu energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup, akan digelar malam ini di Hotel Sultan, Jakarta. Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya menyediakan 100 undangan untuk masing-masing pendukung pasangan calon nomor urut 01 dan 02. Solusinya, masing-masing tim menggelar nonton bareng atau nobar.

Misalnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, menggelar nobar di kawasan Parkir Timur Senayan, sesuai dengan tempat yang disediakan.

Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, Minggu (17/2/20119), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menggelar nobar di basecampnya, di Jalan Wahid Hasyim. Nobar dihadiri langsung Ketua Umum PSI Grace Natalie, diselingi diskusi dengan Direktur SMRC Sirajuddin Abbas, Jubir PSI Mikhail Gorbachev, Jubir PSI Dara Nasution, dan Pengamat Lingkungan Hidup Agus Sari.

Para relawan pun tak mau ketinggalan. Alumni SMA pendukung Jokowi-Maruf se Jakarta juga menggelar nobar, termasuk Alumni Pangudi Luhur yang digelar di Avenue off The Stars Kemang Village. Kemudian disusul dengan Alumi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang menggelar nobar di BERMVDA Coffe Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan.

2 dari 3 halaman

Nobar BPN Prabowo

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, juga menyediakan tempat nobar, yaitu di kantornya di jalan Kertanegara VI (Samping Rumah Pak Prabowo), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Beberapa koordinator dan relawan turut hadir disana.

Kemudian, juga dilakukan di Media Center Prabowo-Sandi, serta di Parkir Timur Senayan yang diinisiasi oleh Direktorat Relawan Prabowo-Sandi.

Para relawan paslon 02 juga tak mau ketinggalan. Mereka yang tergabung dalam Gerakan Millenials Indonesia (GMI), menggelar nobar di jalan Panjang RT 15/RW 07, Kedoya Utara, Jakarta Barat.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sebelum Temui Prabowo, Hashim Hingga Dahnil Kumpul di Rumah Pemenangan

Jakarta – Sejumlah tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkumpul di Kertanegara, Jakarta Selatan. Mereka berkumpul untuk briefing persiapan debat capres Prabowo.

Pantauan detikcom, sejumlah Anggota BPN berkumpul seperti mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandiaga Hashim Djojohadikusumo, dan jubir BPN Dahnil Anzhar Simanjuntak, sudah mulai berkumpul di Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi di Jalan Kertanegara No 36, Jakarta Selatan, Minggu (17/2/2019). Rumah pemenangan ini bersebelahan dengan kediaman Prabowo.

Selain itu, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, jubir BPN Muhammad Kholid, Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan. Ada pula sejumlah tokoh agama seperti ustaz Haikal Hassan dan Al-Khathath juga ikut berkumpul di rumah pemenangan Prabowo-Sandi.

Sebelum Bertemu Prabowo, BPN Kumpul di Rumah PemenanganFoto: Zunita Amalia Putri/detikcom

Jubir BPN Muhammad Kholir mengatakan perkumpulan ini hanya sebatas briefing antar BPN sebelum debat capres dimulai. Prabowo sendiri diketahui masih berada di dalam rumahnya.

“Ini hanya tim BPN yang kumpul di sini, hanya ngumpul-ngumpul sebelum debat,” ucap Kholid di lokasi.

Selain itu, jubir BPN Rahayu Saraswati juga mengatakan BPN berkumpul untuk melakukan briefing sebelum debat capres. “Ini mau briefing aja di dalem,” kata Rahayu.

Sebelumnya, dijadwalkan Prabowo akan bertemu dengan tim BPN Prabowo-Sandi sebelum debat. Mereka juga akan melangsungkan salat maghrib berjamaah dan mengiring capres Prabowo ke lokasi debat.

“Temen-temen BPN besok akan berkumpul di Kertanegara sekitar jam 1 siang, bertemu dengan Pak Prabowo. Pak Prabowo berdiskusi dengan teman-teman BPN mulai jam 1 siang,” kata jubir BPN, Andre Rosiade kepada wartawan, Minggu (17/2)
(zap/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Pakai Data Menteri, Prabowo Libatkan Pakar di Debat Kedua

Jakarta – Debat Pilpres 2019 antar-capres tinggal menghitung jam. Baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto mempersiapkan diri dengan cara masing-masing.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengatakan Jokowi mengandalkan timsesnya untuk persiapan debat. Soal data yang akan dipakai merupakan data-data dari menteri yang berkaitan dengan tema debat.

“Pak Jokowi dalam persiapannya melibatkan Tim Kampanye Nasional (TKN) baik dari segi teknis maupun secara substansi. Kami juga di TKN banyak yang memiliki keahlian pada tema-tema tersebut,” ujar jubir TKN, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Minggu (17/2/2019).

“Tentu data-data yang dipergunakan dari para menteri-menteri terkait di bidangnya. Secara substansi capaian-capaian keberhasilan pembangunan ini dari para menteri-menteri terkait,” imbuh Ace.

Senada dengan Ace, anggota TKN, Achmad Baidowi atau Awiek, mengatakan Jokowi memakai data-data dari kementerian sesuai tema debat. Tema debat kedua sendiri seputar energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

“Ya dari masing-masing bidang kami mintakan masukan. Khususnya data-data dari kementerian terkait untuk menopang informasi dan pengetahuan. Jadi tidak hanya teori yang dipaparkan, tapi juga praktik di lapangan,” ucap Awiek.

Awiek berharap Jokowi tidak hanya terpaku pada wacana dan data statistik belaka tapi juga bisa mengeksplorasi pengalaman saat menjalankan kebijakan energi, pangan, SDA dan infrastruktur di debat nanti. Karena, sebut dia, banyak hal yang belum dibaca oleh publik. “Contoh tentang infrastruktur itu tidak hanya jalan tol tapi juga pelabuhan, bandara dan tak kalah penting infrastruktur desa maupun kelurahan. Bahkan kelurahan dibantu melalui dana kelurahan untuk pembangunan infrastrukturnya,” ucap Awiek.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menyebut capres mereka sudah menguasai tema debat. Akan tetapi, masukan dari luar diakui BPN juga diperlukan.

Lalu, siapa saja yang dilibatkan Prabowo dalam diskusi? Anggota Direktorat Advokasi BPN, Habiburokhman, menyebutkan sejumlah nama pakar yang terlibat.

“Untuk update data dan situasi kondisi terbaru kami memang melibatkan banyak pakar, di antaranya Sudirman Said, Ichsanudin Noorsy dan juga tokoh senior seperti Fuad Bawazier, Burhanudin Abdullah dll,” ucap Habiburokhman.


(gbr/ibh) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bantah Sewa Indomatrik, BPN Prabowo Singgung Hasil Pilgub DKI

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah menyewa lembaga survei Indomatrik untuk menguntungkan pihaknya. Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga juga tak mempersoalkan pimpinan Indomatrik, Husin Yazid yang pernah bermasalah di Pilpres 2014 bersama lembaga survei Pusat Studi Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

“Saya ingin tegaskan Indomatrik tidak ada hubungan sama sekali dengan BPN Prabowo-Sandi. Karena kami tidak menyewa jasa konsultan atau lembaga survei dari eksternal karena kami menggunakan dari Internal,” kata Andre Rosiade kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Indomatrik sendiri diketahui tak masuk dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). Pihak Persepi menyoroti soal Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid yang pernah bermasalah di Pilpres 2014. Saat itu Yazid merupakan Direktur Eksekutif Puskaptis, lembaga survei yang dituding manipulatif karena hasil quick countnya memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa, meleset dari real count KPU yang memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla.


Akibatnya, Puskaptis dikeluarkan dari keanggotaan Persepi. Puskaptis juga dilaporkan ke pihak kepolisian. Kini nama Yazid kembali diperbincangkan sebab hasil survei Indomatrik juga berbeda dengan banyak lembaga survei lainnya. Jelang Pilpres 2019, Indomatrik menyebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin hanya terpaut tipis dari Prabowo-Sandiaga Uno, tak sampai 4%.

BPN Prabowo-Sandiaga Uno tak mempermasalahkan track record Yazid di Pilpres 2014. Andre Rosiade mengungkit soal Indomatrik yang hasil surveinya di Pilgub DKI 2017 sesuai, Anies Baswedan-Sandiaga mengalahkan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

“Mengenai hasil survei yang meleset di Pilpres 2014, kita juga tahu lembaga-lembaga survei yang sekarang menyatakan Pak Jokowi unggul 20% adalah lembaga-lembaga survei yang menyatakan Ahok juga unggul di 2017,” tuturnya.

Andre pun menyebut lembaga-lembaga survei yang hasilnya menunjukkan keunggulan Jokowi sebagai partisan.

“Ternyata mereka semua juga meleset. Sedangkan Indomatrik waktu Pilkada 2017 prediksinya tepat bahwa Anies dan Sandi akan menang, termasuk hasil quick count nya di Pilkada DKI Indomatrik juga tepat. Ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga survei pendukung Jokowi juga pernah salah,” sebut Andre.

Bantah Sewa Indomatrik, BPN Prabowo Singgung Hasil Pilgub DKIFoto: Husin Yazid. (Dok detikcom).

Meski mengaku tak membela Indomatrik, ia kembali mengungkit soal hasil lembaga survei itu yang bisa sesuai dengan real count KPU di Pilgub DKI. Andre juga menyebut salah satu tokoh riset pemilu yang berpindah dari satu lembaga ke lembaga survei lainnya.

“Dan yang publik harus ketahui bahwa lembaga survei yang menyatakan Jokowi menang ini sama dengan lembaga-lembaga survei yang menyatakan Ahok menang,” ujar politikus Gerindra itu.

“Saya tidak ingin membela Indomatrik tapi saya ingin kita objektif saja. Bahwa lembaga-lembaga survei yang menyatakan Pak Jokowi unggul 20% ini adalah lembaga2-lembaga yang sama menyatakan Ahok unggul 20% juga dan faktanya Ahok kalah dan yang benar ini adalah Indomatrik. Saya rasa enggak ada masalah ya. Dulu juga Saiful Mujani ada di LSI sekarang ada SMRC, kan enggak ada masalah,” tambah Andre.

Yazid juga sudah membantah Indomatrik berafiliasi dengan Prabowo-Sandiaga. Senada dengan Andre, Yazid juga menyinggung hasil Pilgub DKI Jakarta 2017.

“Ada 7-9 lembaga survei yang menjadi konsultannya Ahok terdiri dari Lembaga Survei Indonesia, Indikator, Indo Barometer, Charta Politika, SMRC, Vox Populi, dan lainnya yang mengatakan 6 bulan sebelum pilkada sampai H-1 sebelum pencoblosan mengatakan Ahok menang. Dan LSI Denny JA mengatakan Agus menang. Dan tidak terbukti. Apakah ini abal-abal? Apakah ini bisa dipercaya oleh masyarakat?” ungkap Yazid, Sabtu (16/2).

TKN Jokowi-Ma’ruf meragukan kredibilitas hasil suevi ini. Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menuding Puskaptis dan Indomatrik sama-sama bersamalah.

“Antara Puskaptis dan Indomatrik sama saja. Kedua-duanya memiliki rekam jejak bermasalah. Lembaga survei ini seperti ini dapat membodohi rakyat dengan tujuan penggiringan opini dengan motif bisnis. Publik perlu kritis terhadap hasil survei dari lembaga survei yang partisan. Lihat dulu track record lembaga survei tersebut. Sandingkan dengan hasil lembaga survei yang lain. Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik,” urai Ace.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jubir Gedung Putih Ditanyai Soal Dugaan Intervensi Rusia dalam Pilpres AS

Washington DC – Sekretaris Pers yang juga juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, mengakui dirinya telah ditanyai oleh penyidik pada kantor Penasihat Khusus Robert Mueller. Hal itu menjadi bagian dari penyelidikan dugaan keterkaitan antara tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Rusia.

Diketahui bahwa Mueller hingga kini masih terus menyelidiki dugaan intervensi Rusia dalam pilpres AS tahun 2016 yang dimenangkan oleh Trump.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (16/2/2019), pengakuan Sanders soal ditanya penyidik kantor Mueller itu pertama kali dilaporkan oleh CNN pada Jumat (15/2) waktu setempat.

“Presiden mendorong saya, sama seperti yang dia lakukan terhadap semua orang dalam pemerintahan, untuk bekerja sama secara penuh dengan Penasihat Khusus. Saya senang untuk secara sukarela duduk bersama mereka (penyidik-red),” ucap Sanders kepada CNN.
Tidak disebut lebih lanjut oleh Sanders soal kapan dia ditanyai penyidik kantor Mueller. Namun laporan menyebut wanita berusia 36 tahun itu ditanyai pada waktu bersamaan saat penyidik kantor Mueller menanyai John Kelly, yang menjabat Kepala Staf Gedung Putih sebelum mundur pada Desember 2018.

Diketahui bahwa Sanders mulai menjabat sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih sejak Juli 2017. Sebelumnya dia bergabung tim kampanye Trump dalam pilpres 2016 sebagai salah satu penasihat.

Badan-badan intelijen AS menyatakan Rusia mencampuri pilpres tahun 2016 dalam upaya menguntungkan Trump dan merugikan rivalnya, Hillary Clinton, capres dari Partai Demokrat.

Mueller sebagai Penasihat Khusus menghabiskan waktu 20 bulan terakhir untuk menyelidiki dugaan intervensi Rusia dalam pilpres 2016 dan dugaan kolusi antara tim kampanye Trump dengan Rusia. Semakin lama penyelidikan Mueller itu semakin memfokuskan pada Trump dan orang-orang dekatnya.

Terlebih diketahui bahwa Mueller juga menyelidiki dugaan yang menyebut Trump berupaya menghalang-halangi penyelidikan kasus ini.

Otoritas Rusia sendiri telah berulang kali menyangkal melakukan intervensi dalam pilpres AS. Sedangkan Trump yang kerap menyebut penyelidikan kantor Mueller sebagai ‘witch hunt‘, telah membantah semua tuduhan.

(nvc/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Sebut Pidato Prabowo Klise, BPN Bicara Pemimpin Seperti Bung Karno

TKN Sebut Pidato Prabowo Klise, BPN Bicara Pemimpin Seperti Bung Karno (Foto: instagram @faldomaldini)

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menilai pidato kebangsaan capres Prabowo Subianto klise dan tanpa solusi. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menanggapi hal tersebut dan bicara soal pemimpin yang membangun kesadaran kolektif anak bangsa seperti Bung Karno.

“Pemimpin itu tugasnya menggugah, membakar semangat. Generating, menggerakan kesadaran publik. Konsepnya harus bisa diresapi oleh publik. Seperti Bung Karno, menggugah kesadaran. Inggris kita linggis, Amerika kita setrika. Hadir setiap katanya di batas sadar kolektif. Kita akan semakin disegani dunia bila pemimpin republik ini mampu menggerakan kesadaran publik internasional dengan pidatonya. Masalah kita itu memang tidak sadar kalau kita bermasalah, nah pidato Mas Prabowo itu jelas solusinya,” kata jubir BPN, Faldo Maldini, kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Faldo lalu menyinggung soal data beras yang tumpang tindih dan adu mulut menteri dan Kepala Bulog. Menurut Faldo, ada kekacauan dalam konsepsi bernegara di Indonesia.

“Kalau tim petahana anggap klise, yo aku rapopo. Masalah kita itu klise semua di Republik ini. Data beras saja masih tumpang tindih sejak negara ini merdeka, masa menteri adu mulut sama Kabulog. Bilangnya saling kontrol, jangan sampai Mendagri ikut dikontrol pula sama Menpora. Ini kan sudah kacau konsepsi bernegaranya,” ucapnya.

Faldo juga menanggapi soal pidato Prabowo yang dinilai tak menghadirkan solusi terhadap permasalahan bangsa Indonesia. Menurut dia, pemerintah yang seharusnya memfasilitasi lahirnya gagasan dari setiap elemen bangsa.

“Kalau mau solusi yang teknis, kita kumpulkan ahli-ahli adu ilmu, NGO adu gagasan, milenial diskusi, negara fasilitasi jadi kebijakan yang berkualitas. Jadi, jangan anggap semua solusi itu ada di pemerintah. Petahana hari ini tidak seperti yang dulu lagi, yang mau lima puluh kali makan sama pedagang buat cari solusi. Seorang pemimpin yang sadar pentingnya partisipasi dalam merumuskan solusi,” ujarnya.

Sebelumnnya, TKN Jokowi-Ma’ruf menilai pidato kebangsaan yang disampaikan oleh capres Prabowo Subianto klise dan tidak menawarkan solusi. Materi pidato yang dipaparkan Prabowo di Semarang, Jawa Tengah juga disebut minim susbtansi.

“Pidato kebangsaan Prabowo di Semarang kembali mempertontonkan seperti biasa: penuh retorika, klise dan tanpa solusi. Prabowo menyampaikan akan menurunkan harga pangan tapi tak menjelaskan bagaimana cara menurunkan harga pangannya tersebut. Apa yang disampaikannya tidak ada substansi yang mendalam dan solutif,” kata jubir TKN, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan.
(knv/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi Nilai Pidato Kebangsaan Prabowo Klise dan Tanpa Solusi

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menilai pidato kebangsaan yang disampaikan oleh capres Prabowo Subianto klise dan tidak menawarkan solusi. Materi pidato yang dipaparkan Prabowo di Semarang, Jawa Tengah juga disebut minim substansi.

“Pidato kebangsaan Prabowo di Semarang kembali mempertontonkan seperti biasa: penuh retorika, klise dan tanpa solusi. Prabowo menyampaikan akan menurunkan harga pangan tapi tak menjelaskan bagaimana cara menurunkan harga pangannya tersebut. Apa yang disampaikannya tidak ada substansi yang mendalam dan solutif,” kata jubir TKN, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Ace kemudian menyoroti isi pidato Prabowo tentang uang Indonesia yang lebih banyak beredar di luar negeri. Secara tidak langsung, menurut Ace, Prabowo sedang memuji kinerja Jokowi atas program tax amnesty.

“Prabowo mengatakan uang Indonesia banyak ke luar negeri tapi mengakui adanya program yang spektakuler dari Pak Jokowi tentang tax amnesty,” imbuh dia.

Hal lain yang disorot Ace adalah keinginan Prabowo untuk menurunkan harga pangan. Menurut Ace, tindakan nyata justru sudah dilakukan Jokowi dengan membuat harga stabil dalam empat tahun pemerintahannya.

“Prabowo mengatakan soal harga pangan akan dia turunkan, tapi tak jelaskan bagaimana cara menurunkannya. Padahal pemerintahan Jokowi telah mampu menstabilkan harga dengan sangat baik yang terbukti dengan angka inflasi yang sangat rendah selama 4 tahun terakhir ini,” papar dia.

Ace lalu menyinggung soal strategi firehood of falsehood. Bagi Ace, pidato Prabowo seolah-olah paradoks sebab di awal menyatakan tidak pesimis tetapi di bagian akhir pidato, Prabowo menyinggung soal negara hancur.

“Substasinya lebih banyak menyampaikan kecemasan seperti membenarkan strategi firehood of falsehood dengan mengatakan bahwa Indonesia seperti badan yang sakit. Padahal apa yang dikatakannya sakit, tak jelas. Apanya yang sakit? Semua baik-baik saja,” tuturnya.

“Apalagi di saat pidato penutupan Prabowo mengatakan lebih baik hancur daripada dijajah kembali? Ini sebuah paradoks. Di awal mengatakan tidak pesimis, tetapi di akhir bilang hancur. Ini mengulangi kembali narasi pesimismenya,” sambungnya.

Karena itu, Ace menegaskan tak ada hal yang baru dari pidato kebangsaan Prabowo. Menurut Ace, Prabowo justru kembali memperlihatkan kecemasan kepada rakyat.

“Dari apa yang disampaikan Prabowo dalam pidato kebangsaannya, tidak ada yang baru. Tak ada tawaran program yang konkret dan solutif. Kembali mempertontonkan kecemasan untuk meraih simpati. Tapi gagal memberikan tawaran yang dapat meyakinkan rakyat,” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan pidato kebangsaannya tentang swasembada energi pangan dan air. Prabowo berbicara tentang badan Republik Indonesia yang disebutnya tengah sakit.

“Saudara-saudara sekalian, kita tadi mendengarkan masukan-masukan, temuan-temuan tentang kondisi yang dihadapi oleh bangsa kita saat ini dan sudah berapa kali saya sampaikan bahwa kalau kita ingin dengan jujur, dengan realistis, dengan berani untuk meneliti diri kita sendiri, meneliti badan kita sendiri,” kata Prabowo di Semarang, Jumat (15/2/2019).

Prabowo juga bicara banyak hal mengenai kondisi bangsa. Mantan Danjen Kopassus ini berjanji mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada.

“Demikian yang ingin saya sampaikan, para pakar rela berjuang dengan keahlian masing-masing, kita akan mencari solusi-solusi dari masalah-masalah kesulitan-kesulitan bangsa kita. Insyaallah kita akan mencapai, kita yakin Indonesia menang,” kata Prabowo.
(knv/aud)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Salat Jumat di Semarang, TKN-BPN Saling Serang

Jakarta – Ibadah Salat Jumat capres Prabowo Subianto di Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman menjadi perbincangan dua kutub politik di Pilpres 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) saling melempar serangan mengenai topik tersebut.

Saling serang antar timses itu bermula dari isu penolakan dari Takmir Masjid terkait rencana Salat Jumat Prabowo di Masjid Agung Semarang. Alasannya salat Jumat Prabowo itu dinilai mempolitisir ibadah dan memakai masjid untuk kepentingan politik. Politisasi itu dapat dilihat dari upaya menyebar pamflet ke masyarakat agar ikut salat Jumat bersama Prabowo Subianto di masjid tersebut.

Namun hal itu dibantah oleh Ketua Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail. Ia mengaku tidak melarang Prabowo, hanya keberatan karena adanya pamflet yang dipasang di sekitar Masjid Kauman.

“Kami hanya merasa keberatan adanya pamflet ajakan salat Jumat bersama Prabowo di Masjid Kauman. Artinya keberatan kami salat dijadikan ajang kampanye atau dipolitisasi,” ujar Hanief saat ditemui di kediamannya di Semarang, Kamis (14/2/2019).

BPN juga sudah menegaskan mereka tidak mencetak pamflet ajakan salat Jumat bareng Prabowo di Masjid Agung Kauman Semarang. BPN mencurigai adanya operasi politik.

“Atas nama BPN, kami jelaskan bahwa yang membuat pamflet ajakan salat Jumat di Masjid Kuman bukanlah pihak kami. Track record kami jelas, sama sekali tidak pernah mempolitisasi aktivitas ibadah seperti memaksakan Pak Prabowo jadi imam salat dan memundurkan posisi sajadah imam agar bisa disorot kamera,” kata anggota Direktorat Advokasi BPN, Habiburokhman, kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

“Sebaliknya, adanya pamflet tersebut membuat kami curiga ada operasi politik yang bertujuan menghalangi Pak Prabowo berinteraksi dengan masyarakat Semarang,” sebut Habiburokhman.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh jubir BPN, Andre Rosiade. Dia menegaskan tidak ada kegiatan perpolitikan di kegiatan salat Jumat Prabowo.

“Saya nggak ingin berprasangka buruk. Ini soal miskomunikasi. Kami nggak ingin perkeruh suasana, karena besok insyaallah Pak Prabowo tetap akan di sana salat Jumat, lalu pihak takmir masjid juga sudah menjelaskan, mereka nggak larang Pak Prabowo, lalu sudah tegas akan menerima Pak Prabowo,” ujar jubir BPN, Andre Rosiade, saat dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Andre bahkan menyinggung Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi-lah yang sering memasukkan unsur politis di setiap salat Jumat. Dia juga mengatakan, setiap Jokowi salat, selalu ada saf yang sengaja dikosongkan untuk area fotografer memotret kegiatannya beribadah. Baginya, Prabowo bukan tipikal orang yang seperti itu.

“Sekali lagi, besok agenda Pak Prabowo itu agenda pribadi, hanya datang untuk salat Jumat tanpa memberikan kata sambutan, baik sebelum maupun sesudah salat Jumat. Kedua, Pak Prabowo juga nggak akan meminta tempat duduk khusus dan Pak Prabwoo juga nggak minta saf dimundurkan agar kamerawan bisa mengambil foto Pak Prabowo. Kan kalau Pak Jokowi safnya minta dimundurkan tuh, kami tidak melakukan hal itu. Jadi nggak ada prasangka itu dan kami berhusnuzan saja, karena insyaallah masalahnya sudah selesai,” ucapnya.

Tak berhenti di situ, Andre juga menduga takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail sebagai anggota tim kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin. Andre mengatakan dia mengetahui status Hanif itu dari media sosial.

“Dan yang juga ingin teman-teman menilai, ketua takmir masjid, kalau tidak salah, baca di media sosial, beliau anggota pemenangan Jokowi-Ma’ruf,” ucap Andre di Hotel Ibis Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf pun menepis pernyataan Andre. TKN menegaskan Jokowi tidak pernah mempolitisasi kegiatan ibadahnya.

“Pak Jokowi tidak pernah mempolitisasi salat atau rumah ibadah. Tidak seperti Prabowo, yang mempolitisasi salat Jumat hari ini, sehingga dilarang Bawaslu dan takmir masjid,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

Politikus Golkar ini menambahkan, saf salat yang dimundurkan justru untuk membuat salat jemaah tetap khusyuk. Menurutnya, hal itu tak melanggar tata tertib salat.

“Saf dimundurkan justru untuk membuat salat jamaah di saf tersebut tetap khusyuk, dan itu tidak melanggar tata tertib salat,” ujar Ace.

Selain itu, tanggapan juga muncul dari Sekjen PSI Raja Juli Antoni (Toni). Toni menghadiri Sidang Tanwir Muhammadiyah yang dibuka Presiden Joko Widodo dan sempat salat Jumat bersama. Dia bersyukur tak ada pamflet pengumuman Jokowi Salat Jumat di Bengkulu.

“Pagi ini saya menghadiri Sidang Tanwir Muhammadiyah yang dibuka secara resmi oleh Bapak Presiden RI, Joko Widodo. Setelah itu saya ikut rombongan Pak Jokowi salat Jumat di Masjid Raya Baitul ‘Izzah Provinsi Bengkulu,” ujar Toni dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).
(knv/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Penjelasan Indopos Soal ‘Ahok Gantikan Ma’ruf?’ yang Disoal TKN

Jakarta – Pemberitaan koran ‘Indopos’ berjudul ‘Ahok Gantikan Ma’ruf Amin?’ dilaporkan ke Dewan Pers oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Pemimpin redaksi (Pemred) Indopos, Juni Armanto, memberikan penjelasan mengenai berita tersebut.

Juni mengatakan bila isu yang diangkat dalam artikel berita judul tersebut berangkat dari isu viral di media sosial (medsos). Upaya konfirmasi pun disebut Juni sudah dilakukan dapur redaksi Indopos pada dua kubu yaitu TKN Jokowi-Ma’ruf dan BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Itu kan awalnya infografis itu viral di medsos terus diangkat ke koran dengan konfirmasi ke jubir TKN Pak Ace (Ace Hasan Syadzily) dan PDIP Bu Eva (Eva Kusuma Sundari), ada juga dari Gerindra Habiburokhman, terus angle lainnya pengamat yang mengatakan bahwa infografis itu prematur,” ucap Juni saat dimintai konfirmasi, Jumat (15/2/2019).

Juni memperkirakan bila yang dipermasalahkan adalah infografis yang mendampingi artikel berita dengan judul tersebut. “Jadi prediksi kita yang dipermasalahkan di infografis itu diambil dari medsos, kami ingin memaparkan bahwa ini tuh infografis hoax gitu,” imbuh Juni.

Menurut Juni, Ace dan Eva yang saat itu dimintai tanggapan mengenai isu yang beredar di medsos itu sudah membantah. Setelah berita itu muncul pun, Juni mengaku sudah berkomunikasi dengan TKN Jokowi-Ma’ruf.

“Pada dasarnya Indopos membuka pintu selebar-lebarnya kepada TKN untuk klarifikasi. Sebelumnya saya sudah komunikasi baik dengn pihak TKN melalui timnya Pak Erick Thohir, Ibu Ratna,” kata Juni.

Meski demikian kini setelah Indopos dilaporkan ke Dewan Pers maka pihaknya akan menghadapinya. Dia berharap ada solusi terbaik.

“Untuk pelaporan Dewan Pers, kita akan hadapi. Semoga melalui Dewan Pers semuanya bisa berjalan dengan clear dan ada solusi terbaik,” sebut Juni.

Sebelumnya TKN Jokowi-Ma’ruf yang diwakili Direktur Hukum dan Advokasi-nya, Ade Irfan Pulungan, melaporkan Indopos ke Dewan Pers. Ade Irfan menyebut berita yang muncul di Indopos itu merugikan Jokowi-Ma’ruf.

“Berita ini kami anggap sebuah fitnah, fitnah besar kepada paslon kami. Kenapa? Pemilunya saja belum terjadi. Pemilu belum terjadi tapi sudah diberitakan,” kata Ade Irfan.

“Mereka mengangkat ini (berita) dari sebuah rumor di medsos. Dari artinya ada percakapan di medsos, medsos itu kan tingkat kebenarannya masih kita ragukan. Ya ini berita ini dan ilustrasi ini merugikan sangat merugikan pasangan calon nomor 01 karena Indopos menggiring opini pemilih publik untuk percaya tentang hal ini, ini luar biasa fitnahnya, kami datang ke Dewan Pers untuk memproses hal ini,” imbuh Ade Irfan.

(dhn/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Tepis BPN Prabowo: Jokowi Tak Pernah Politisasi Salat

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyinggung capres Joko Widodo (Jokowi) kerap memasukkan unsur politis di setiap salat Jumat. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menepisnya.

“Pak Jokowi tidak pernah mempolitisasi salat atau rumah ibadah. Tidak seperti Prabowo yang mempolitisasi salat Jumat hari ini sehingga dilarang Bawaslu dan takmir masjid,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

TKN menjawab terkait beberapa momen Jokowi saat salat yang dipotret. TKN menegaskan tidak ada mobilisasi juru foto untuk mengabadikan momen Jokowi salat.
Politikus Golkar ini menambahkan, saf salat yang dimundurkan justru untuk membuat salat jemaah tetap khusyuk. Menurutnya, hal itu tak melanggar tata tertib salat.

Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily.Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily. (Foto: dok. pribadi)

“Saf dimundurkan justru untuk membuat salat jamaah di saf tersebut tetap khusyuk, dan itu tidak melanggar tata tertib salat,” ujar Ace.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi menegaskan tidak akan ada kegiatan perpolitikan di kegiatan salat Jumat hari ini. Menurut BPN, justru Jokowi-lah yang sering memasukkan unsur politis di setiap salat Jumat.

“Sekali lagi, besok agenda Pak Prabowo itu agenda pribadi, hanya datang untuk salat Jumat tanpa memberikan kata sambutan, baik sebelum maupun sesudah salat Jumat. Kedua, Pak Prabowo juga nggak akan meminta tempat duduk khusus dan Pak Prabwoo juga nggak minta saf dimundurkan agar kamerawan bisa mengambil foto Pak Prabowo. Kan kalau Pak Jokowi safnya minta dimundurkan tuh, kami tidak melakukan hal itu. Jadi nggak ada prasangka itu dan kami berhusnuzan saja, karena Insyaallah masalahnya sudah selesai,” ujar jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, saat dihubungi, Kamis (14/2).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(azr/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>