Mantan Menkeu Sebut Utang di Rezim Jokowi Enggak Jelas!

detikFlash

Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier menyinggung soal utang pemerintah. Fuad mengatakan, penggunaan utang di era pemerintah Jokowi saat ini tidak jelas pemanfaatannya.

Embed Video

Dwi Putri Aulia – 20DETIK
Rabu, 30 Jan 2019 20:50 WIB

Timses Capres-Cawapres Sepakat Perubahan Teknis Debat Kedua

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima mengapresiasi teknis debat kedua calon Presiden yang akan diselenggarakan pada 17 Februari. Menurutnya, debat capres bertemakan energi, lingkungan hidup, dan sumber daya alam yang akan berlangsung di Hotel Sultan itu lebih fleksibel.

Usai menghadiri rapat pleno dengan Komisi Pemilihan Umum bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sand dan Hotel Sultan, Aria mengatakan perubahan teknis pada debat capres nanti ada di segmen 4 dan 5.

“Ada sedikit beda di segmen empat dan lima, lebih cair karena moderator tidak seperti terikat (waktu) setiap kandidat akan diberikan lebih,” kata Aria di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Politisi PDIP itu mengatakan meski segmen 4 dan 5 lebih bebas, namun tidak ada penambahan durasi. Setiap segmentasi tetap berdurasi 15 menit.

Perbaikan teknis seperti ini menurut Aria akan menimbulkan efek positif bagi peserta debat capres. Sebab kandidat akan leluasa melontarkan pertanyaan atau menanggapi argumentasi lawan.

“Saya kira itu supaya lebih hidup lebih cair dan Paslon juga akan lebih (leluasa) menyampaikan jawaban pertanyaan dan suasana debatnya akan muncul,” tukasnya.

2 dari 2 halaman

BPN Setuju

Selaras dengan TKN, dari kubu Paslon 02, Priyo Budi Santoso juga setuju dengan perubahan teknis pada debat kedua. Yang intinya, pihak BPN menginginkan nuansa debat serta originalitas gagasan calon Presiden dapat dinilai oleh masyarakat.

“Tentu kami sepakat segmen 4 lebih cair,” kata Priyo.

Perubahan teknis debat kali ini merupakan perbaikan dari debat pertama pada 17 Januari dengan tema penegakan hukum, HAM, korupsi, dan teroris.

Debat pertama mendapat kritik karena gagasan kandidat capres-cawapres dianggap tidak orisinil. Terlebih kisi-kisi pertanyaan terlebih dahulu diberikan KPU kepada dua paslon seminggu sebelum debat dimulai. Selain itu pengaturan durasi juga dianggap membatasi kandidat.


Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan berikut ini:

BPN: Kami Punya Survei yang Bikin Gembira, Ada Angin Perubahan

Jakarta – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso, menegaskan tak terpengaruh dengan survei LSI Denny JA. BPN mengaku punya survei internal yang hasilnya menggemberikan.

“Kami punya survei sendiri kami gembira dengan survei yang kami dapatkan habis debat. Nggak kami umumkan tapi ada angin perubahan yang nggak bisa dibendung,” ujar Priyo kepada wartawan usai mengikui rapat bersama KPU dan TKN membahas persiapaan debat capres kedua di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Priyo menjelaskan sedikit bocoran survei internal. Prabowo di wilayah Jabar, Banten, DKI Jakarta dan DIY diklaim Priyo unggul.

Sedangkan di Jateng, Priyo menyebut survei internal menunjukkan posisi Prabowo-Sandiaga masih di bawah Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Sumatera insyaallah kami unggul kecuali Lampung dan zona lain. Indonesia Timur Pak Jokowi masih banyak unggul, di Sulut sebagian NTT, tapi zona lain di Sulawesi Selatan kami unggul mutlak,” papar Priyo.

LSI Denny JA merilis hasil survei setelah debat capres-cawapres perdana.

Sebelum debat
Jokowi-Ma’ruf: 54,2 persen
Prabowo-Sandiaga: 30,6 persen
Rahasia: 15,2 persen

Sesudah debat
Jokowi-Ma’ruf: 54,8 pesen
Prabowo-Sandiaga: 31 persen
Rahasia: 14,2 persen
(fdn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Buni Yani akan Dieksekusi, TKN Jokowi: Yang Jantan Saja

Jakarta – Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Aria Bima, meminta Buni Yani bersikap kesatria soal eksekusi pada Jumat, 1 Februari. Aria menegaskan penegakan hukum bukanlah kriminalisasi.

“Ahok juga sudah berani. Yang jantan saja, nggak usaah terlalu cengeng. Semua orang sudah mempertangggungjawabkan tindakannya, nggak usah terlalu didramatisasi menjadi (menyebut) pemerintahan yang otoritarian, yang seolah-olah dizalimi,” ujar Aria Bima usai mengkuti rapat bersama KPU juga BPN membahas persiapan debat capres kedua di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Penegakan hukum ditegaskan Aria Bima tidak bisa diintervensi mulai dari penanganan laporan, penetapan tersangka hingga putusan di pengadilan. Aria Bima lantas menyebut Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok yang sudah menjalani hukuman.

“Termasuk Ahok kan sudah masuk penjara kan. Jangan ada desain begini lo akan mencaci maki pemilu itu sebagai arena panggung untuk saling hujat dan mencaci, fitnah sampai ada proses pelanggaran yang akhirnya setelah pelanggaran itu ditindaklanjuti, kita ngomong kriminalisasi,” paparnya.

Buni Yani sebelumnya mengakui sudah menerima salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Dengan diterimanya salinan putusan itu, Buni Yani menyebut kasusnya telah inkrah.

“Dua hari yang lalu saya sudah mendapatkan panggilan dari Kejaksaan Negeri Depok, akan dilakukan eksekusi. Saya masuk penjara tanggal 1 Februari, hari Jumat lusa,” kata Buni Yani saat memberikan sambutan di acara ‘Aksi Solidaritas Ahmad Dhani’ di kantor DPP Gerindra, Jl RM Harsono, Rabu (30/1).

Kasus yang menjerat Buni Yani bermula saat ia mengunggah potongan video Ahok ketika masih menjabat Gubernur DKI menjadi 30 detik pada 6 Oktober 2016. Padahal video asli pidato Ahok berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik.
(fdn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Masih Ungguli Prabowo di Survei LSI, TKN: Makin Semangat Kerja

JakartaSurvei LSI Denny JA terbaru tentang elektabilitas capres-cawapres pascadebat menyatakan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengaku bersyukur.

“Alhamdulillah. Survei LSI menambah semangat kerja, khususnya dalam 70-an hari terakhir ini kerja darat,” kata Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma’ruf, Meutya Hafid kepada wartawan, Rabu (30/1/2019).

Meutya mengatakan TKN Jokowi-Ma’ruf akan terus bekerja keras. Ia ingin Jokowi-Ma’ruf tak hanya sekadar menang Pilpres 2019.
“Meski demikian, kami tetap kerja terus karena tetap penilaian akhir nanti ada pada 17 April, dan tentu kita ingin Pak Jokowi tidak hanya menang, namun menang mayoritas dengan presentasi yang baik,” sebut politikus Golkar itu.

Pascadebat pertama capres-cawapres pada 17 Januari lalu, elektabilitas Jokowi dan Prabowo sama-sama mengalami kenaikan. Namun, Jokowi tetap unggul.

Elektabilitas Jokowi naik 0,6% sehingga menjadi 54,8%. Sementara Prabowi naik 0,4% sehingga menjadi 31%. Sebanyak 14,2% responden belum menentukan pilihan.

Selain itu, Meutya juga mengomentari soal rilis LSI Denny JA yang menyatakan Jokowi menang 5-1 atas Prabowo di debat perdana. Ia yakin Jokowi tampil lebih maksimal di debat kedua Pilpres 2019. Tema debat adalah energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam.

“Ini juga menambah semangat dalam mempersiapkan debat kedua nanti. Kami cukup percaya diri bahwa debat kedua nanti Pak Jokowi dapat unggul kembali, terutama karena topik-topiknya yang beliau betul kuasai,” ucap Meutya.
(tsa/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pria Berlumpur Disebut Sandiwara, BPN: TKN Jokowi Terbiasa Pencitraan

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin yakin Ilyas Daeng Ila, pria berlumpur yang ditemui Sandiaga Uno, merupakan bagian dari sandiwara. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku tak heran dengan tudingan itu.

“Mungkin karena selama empat tahun lebih mereka terbiasa di alam politik pencitraan, sehingga tidak mudah percaya dunia realitas. Mungkin dirasa aneh buat mereka jika ada rakyat kecil yang mencintai pemimpinnya dengan tulus,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin kepada wartawan, Rabu (30/1/2019).

Suhud mengatakan Prabowo-Sandi tak terbiasa dengan pencitraan. Sang jagoan, kata dia, fokus menggalang dukungan masyarakat.

“Kampanye secara maraton mendatangi seribu titik massa seperti yang dilakukan Pak Sandi perlu stamina dan daya tahan tinggi. Kami penantang tidak terbiasa bermain dengan politik citra. Sebab yang kami perlukan adalah dukungan nyata rakyat,” ujarnya.
BPN Prabowo-Sandi, sebut Suhud, pun tak mau memperpanjang tudingan TKN itu. Dia yakin pilpres mendatang bakal jadi pembuktian dukungan masyarakat untuk sang jagoan.

“Kami tidak ambil pusing mereka percaya atau tidak. Yang terpenting bagi kami adalah adanya dukungan mayoritas rakyat Indonesia di 17 April 2019 mendatang. Di situ pembuktiannya,” ucap Suhud.

Ilyas Daeng Ila, pria berlumpur yang Sandiaga Uno, menyatakan pertemuan dirinya dengan cawapres nomor urut 02 itu tak dibuat-buat. Menurutnya, perjumpaan itu benar-benar spontan.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin mengaku tak percaya dengan bantahan Ilyas Daeng Ila, pria berlumpur yang ditemui Sandiaga Uno di lokasi banjir di Makassar. Menurut TKN, Sandiaga telah banyak melakukan sandiwara politik.

“Banyak fakta dan track record bahwa seluruh gerakan politik Sandiaga ya, sandiwara belaka. Sangat tidak alami dan tidak orisinal,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding.
(tsa/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cak Imin Minta Jatah 10 Menteri, Presiden PKS: 30 Juga Boleh

Liputan6.com, Jakarta – Presiden PKS Sohibul Iman menanggapi omongan  Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang meminta jatah 10 kursi menteri jika Jokowi menang Pilpres 2019. Dia menilai setiap partai berhak meminta kursi.

“Silakan saja setiap partai berhak silakan saja. Minta 30 juga berhak,” kata Sohibul di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Dia menjelaskan, permintaan jatah menteri yang berhak menentukan adakah pemimpinnya nanti. “Iya makanya. Kan nanti punya kursinya kan Presidennya,” kata Sohibul.

Sebelumnya Cak Imin meminta doa agar bisa mendapatkan jatah 10 kursi menteri jika capres petahana Presiden Joko Widodo menang Pilpres 2019.

“Hari ini menteri dari kita Empat. Menpora dan lain-lain mudah mudahan menteri 10,” kata Cak Imin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

“Kalau menteri NU 10 terutama menteri keuangan suapaya ekonomi bisa lebih cepat makmur sejahtera,” sambungnya.

Dia juga minta didoakan agar bisa terus memperjuangkan ekonomi berbasis keumatan. Sehingga bisa menaikan taraf hidup masyarakat NU.

“2019 Ke depan umat Islam santri-santri warga NU sudah harus naik kelas menjadi masyarakat makmur ekonominya,” ungkapnya.


Reporter: Intan Umbari Prihatin

Saksikan video pilihan di bawah ini:

BPN Prabowo ke TKN Jokowi: Kami Tak Pernah Bully Jan Ethes!

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah tudingan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang menganggap pihaknya membully Jan Ethes, cucu capres petahana itu. BPN menyebut TKN Jokowi-Ma’ruf Amin berlebihan.

“Kami tidak pernah mem-bully Jan Ethes apalagi anti-anak kecil. Itu pernyataan yang berlebihan dan asal bunyi saja dari TKN Jokowi,” kata juru bicara BPN, Andre Rosiade kepada wartawan, Rabu (30/1/2019).

Andre menjelaskan, BPN Prabowo-Sandi hanya menyoal pernyataan Ketua Tim Cakra 19, Andi Widjajanto, yang menyebut Jan Ethes sebagai keunggulan Jokowi. Ia meminta TKN tak bermain peran seolah korban.
“Kami ini mengomentari pernyataan Saudara Andi Widjajanto. Kan dia yang bilang kalau Jan Ethes ini keunggulan dan semacamnya,” ujarnya.

“Jadi kami imbau TKN ini jangan bermain playing victim,” imbuh Andre.

Lebih lanjut, Andre mengatakan soal Jan Ethes itu baru benar-benar jadi perhatian BPN setelah ada pernyataan dari Andi. Karena itu, lanjut dia, BPN meminta Bawaslu melakukan pemeriksaan terhadap Andi.

“Kami kan baru benar-benar memerhatikan setelah Mas Andi bicara. Ternyata iya juga memang Pak Jokowi masif membawa Jan Ethes. Ini kan mengonfirmasi pernyataan Mas Andi. Kami lalu meminta Bawaslu lewat jalur resmi memeriksa,” tutur politikus Partai Gerindra itu.

“Jangan maling teriak maling gitu dong. Kok sekarang tertangkap basah, tapi meneriaki orang lain,” kata Andre.

Sebelumnya, juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily menganggap BPN telah mem-bully Jan Ethes. Menurut Ace, BPN paham persis bahwa Jan Ethes jadi magnet yang tidak dimiliki Prabowo ataupun Sandi. Dia menilai BPN tidak punya hal-hal humanis.

“BPN Prabowo ternyata tidak ramah anak-anak karena telah melakukan praktik bullying politik pada balita. Ini menunjukkan mereka sudah mulai kalap. Apa pun yang terkait dengan Pak Jokowi di-bully, termasuk Jan Ethes,” kata Ace.
(tsa/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Rizal Ramli Sebut Menkeu SPG Bank Dunia, Kemenkeu: Ngawur

Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyebut Menteri Keuangan (Menkeu) SPG Bank Dunia. Kementerian Keuangan pun buka suara merespons pernyataan itu.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nufransa Wira Sakti mengatakan, pernyataan itu ngawur dan enggan memberi komentar lebih lanjut.

“Ngawur. Saya tidak memberikan komentar dari penyebar hoax,” katanya kepada detikFinance lewat pesan singkat, Rabu (30/1/2019).


Pernyataan Sri Mulyani sebagai SPG Bank Dunia muncul dalam acara diskusi publik ‘Jokowi Raja Impor?’ di Kantor Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Sebelum mengkritik Menkeu, Rizal Ramli memaparkan jumlah utang baru pemerintah. Dia bilang, utang baru pemerintah setiap harinya Rp 1,24 triliun.

“Ini pemerintah satu hari utang baru Rp 1,24 triliun, satu hari lho, masih ada nih berapa bulan lagi, 100 hari lagi, kaliin aja tuh. Jadi pemerintah ini prioritasnya bikin seneng petani di Thailand, Vietnam, petani garam di Australia, yang kasih utang ke Indonesia, bunganya 8,5% paling tinggi di kawasan Asia Pasifik, negara lain yang bikin surat utang bunganya hanya 5-6%. Jadi investor internasional senang banget dengan Menkeu SPG Bank Dunia ini,” ujar Rizal.

Sehingga, kata Rizal, uang negara bisa habis untuk membayar utang. Belum lagi dengan bunganya. Padahal, uang sebesar itu mestinya digunakan untuk membuat lahan baru yang bisa memperkerjakan para petani Indonesia.

“Coba bayangkan itu prioritasnya, utang setiap hari bayar bunganya berapa, padahal kalo kita pake itu bikin sawah ladang tebu, ladang jagung jutaan rakyat kita bekerja,” tutupnya. (hns/hns)

TPM Sebut Ba’asyir Tak Layak Ditahan, Moeldoko: Aspek Hukum Harus Dipenuhi

Jakarta – Tim Pengacara Muslim (TPM) dan anggota tim dokter Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyebut Abu Bakar Ba’asyir sudah tak pantas berada di tahanan, seperti yang direkomendasikan oleh dokter di RSCM Kencana, Jakarta Pusat. Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan, Ba’asyir harus memenuhi persyaratan.

“Itu tidak bisa diputuskan dari sepihak. Ada faktor yang memanuhi persyaratan semuanya. Bukan hanya dari sisi kesehatan tapi juga aspek hukumnya seperti apa. Pasti dari sisi aspek kemanusiaan Pak Jokowi punya concern ya. Tapi tinjauan dari aspek yang lainnya seperti apa. Harus dipenuhi dong,” kata Moeldoko.

Pernyataan tersebut disampaikan Moeldoko kepada wartawan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (30/1/2019). Dia menghadiri Rakornas Satpol PP dan Satlinmas bersama Mendagri Tjahjo Kumolo.
“Saya sudah mengatakan kalau sudah hal prinsip bernegara tidak bisa dinegosiasikan,” ucapnya.

Moeldoko menyatakan, untuk bisa bebas dari tahanan Ba’asyir harus memenuhi seluruh persyaratan. Salah satunya menandatangani surat ikrar setia kepada NKRI.

“Iya itu sebagai persyaratan yang diharuskan. Sesuatu yang dipersyaratkan. Ya itu ikutin,” jelasnya.

Ba’asyir menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di RSCM Kencana pada Selasa (29/1) kemarin. Anggota tim dokter MER-C memaparkan kondisi kesehatan Abu Bakar Ba’asyir yang disebutnya mengalami gangguan vena.

“Ada penyumbatan vena kedua kakinya, juga osteoarthritis pada lutut dan sudah tipis bantalannya,” kata dr. Meaty usai mendampingi pemeriksaan Ba’asyir. Menurutnya, kondisi pergelangan kaki Ba’asyir juga terganggu karena mengalami pembengkakan.

Dengan kondisi ini, dr. Meaty berpendapat Ba’asyir seharusnya tak lagi berada di tahanan untuk memudahkan penanganan medis atas kondisi kesehatannya.

“Jadi menurut kami dari pihak medis ustaz Abu, ustaz Abu memang dengan umur segini juga harusnya sudah home care,” imbuhnya.
(hri/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>