Ketika Pemuda Jadi Relawan dan Menghempas Hedonisme

Menyandang nama Ahmad Yani, salah seorang jenderal berpengaruh kala pemerintahan Presiden-Wakil Presiden pertama Indonesia Sukarno-Hatta, Yan punya segudang prestasi.

Tidak hanya berhasil mendapat predikat IPK 4,00 selama masa kuliah, dia juga mendirikan Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ) Makassar sekaligus pendiri Komunitas Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin (KPAY FM), Pendiri KPA WILPALA serta KPA IPA.

Selanjutnya, Sikola Cindekia Pesisir, Komunitas Jumat Sedekah Makassar, inisiator Relawan Pendidikan Sulsel, serta pengurus Perhimpunan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Makassar.

“Saya bersama rekan-rekan seperjuangan masih terus mendedikasikan ilmu pendidikan kepada anak-anak jalanan di Makassar dengan mengajar berhitung, membaca dan lainnya. Sejauh ini, anak-anak senang dan kami berharap mereka tidak lagi dijalanan bekerja di masa usia sekolah,” papar dia.

Ahmad Yani bertutur pengalaman ketika membuka ruang kelas dinamai ‘Sekolah Kolong’ atau belajar di bawah rumah panggung di Kecamatan Tompu Bulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Daerah ini sulit diakses dan masuk desa terpencil. Anak-anak disana bersama sebagian orang tuanya ikut belajar secara antusias. Bersama rekannya berjibaku mengajarkan mereka membaca, menulis hingga berhitung. Seiring waktu berjalan, sekolah ini pun meredup.

Hal itu dikarenakan kesibukan tenaga pengajar serta tidak adanya Sumber Daya Manusia mengajarkan mereka secara berkesinambungan. Harapan awalnya Sekolah Kolong bisa mendorong pemerintah setempat ikut andil serta berperan didalamnya.

Sedangkan di Pulau Langkae tiga, daerah terluar Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), dirinya pernah mengajar disana. Daerah itu jauh dari keramaian kota, anak pulau setempat cukup senang dengan kehadiran tim pengajar dari Makassar.

“Dulu anak-anak tidak bersekolah disana, karena tidak ada sekolah. Kalaupun ada sekolah di pulau lain jauh dari lokasi itu. Kami datang mengajarkan seadanya apa yang kami tahu dan mereka sangat suka. Mungkin saja sekarang sudah ada sekolah disana,” tutur pemuda pencinta alam ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Presiden Jokowi membacakan puisi bertajuk ‘Sumpah Abadi’ karya Dewi Lestari.

PBB Kritik Prabowo yang Ngaku Tak Cari Kekayaan

Jakarta – Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono mengkritik pernyataan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang mengaku dirinya dan Sandiaga Uno maju Pilpres bukan mencari kekayaan melainkan bekerja untuk rakyat. Menurut Sukmo setiap capres-cawapres yang maju tak pernah mengaku dirinya mencari kekayaan saat maju Pilpres.

“Apa yang disampaikan oleh Capres Prabowo bahwa dia tidak akan cari kekayaan sesuatu yang sangat normatif dan tidak istimewa, semua capres dan cawapres dalam visi dan misinya tidak ada yang bilang akan cari kekayaan. Bahkaan sejak era reformasi tidak ada pejabat negara yang pidatonya mengatakan akan menjabat untuk mencari kekayaan,” kata Sukmo, dalam keterangannya, Senin (29/10/2018).

Menurut Sukmo seharusnya Prabowo membicarakan hal lainnya saat berkampanye dibandingkan hal remeh temeh. Hal itu karena pasangan capres cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin dinilai lebih unggul.

“Incumbent sudah unggul dalam hampir semua lembaga survey, sangat sulit untuk menang Prabowo jika isue-nya hal hal yang remeh temeh begini. Tim kamnas Prabowo-Sandi harus cerdas membrefing capresnya di setiap waktu jangan dengan asal-asalan,” ungkapnya.

Sebelumnya, capres nomor urut 02, Prabowo Subianto bersaksi ke relawan Rhoma Irama. Prabowo berikrar dirinya dan Sandiaga Uno maju pilpres bukan mencari kekayaan melainkan bekerja untuk rakyat.

“Saya bersaksi di atas saudara-saudara, di hadapan para Kiayi, para ulama, para habib, saya tidak ada niat sedikitpun mencari kekayaan dari jabatan yang saudara berikan ini,” kata Prabowo Subianto saat sambutan dihadapan ratusan relawan Rhoma Irama di Soneta Record, Jalan Tole Iskandar, Sukamaju, Cilodong, Depok, Minggu (28/10/2018).

Prabowo mengatakan bahwa dirinya dan Sandiaga Uno hanya alat untuk rakyat Indonesia dan bangsa Indonesia yang harus ada di depan rakyat.

“Kami menganggap diri kami alat saudara-saudara sekalian, wakil saudara-saudara sekalian. kami adalah hanya untuk melaksanakan tugas yang saudara-saudara dan rakyat-rakyat indonesia berikan kepada kami,” kata Prabowo.
(yld/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kisah Pemuda Suku Kamoro, Tinggal di Gorong-gorong Hingga Bergelar Doktor

Leo Tumuka mengajak dan memotivasi generasi muda Papua terutama dari Suku Kamoro, Mimika untuk harus sekolah agar mereka bisa sukses meraih impian di masa depan.

 Sebagai doktor pertama di kalangan Suku Kamoro, Leo Tumuka mengaku memikul tanggung jawab besar bagaimana memotivasi anak-anak Kamoro yang lain supaya lebih banyak lagi yang berhasil dalam pendidikannya.

Keterlibatan berbagai komponen baik pemerintah, perusahaan, LPMAK maupun gereja, diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak lagi generasi muda Kamoro yang cerdas untuk bisa mengelola sumber daya alam yang berkelimpahan di Mimika,” harapnya.

“Kemanapun saya pergi, saya selalu mengingatkan masyarakat saya untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Kalau semakin banyak orang cerdas maka kita tidak akan susah membangun daerah. Yang bisa mengelola kekayaan alam yang berlimpah ini hanya orang-orang yang pintar. Bagaimana mau pintar, kalau tidak mau bersekolah,” kata Leo Tumuka.

Hingga kini Leo Tumuka masih sering diminta oleh LPMAK melalui Yayasan Binterbusy Semarang untuk memberikan motivasi kepada anak-anak Papua yang sedang menempuh pendidikan di Kota Semarang.

Leo juga terlibat di Yayasan Yuamako untuk membantu pendidikan anak-anak lima desa Daskam yang terkena dampak langsung pembuatan tailing PT Freeport yaitu Koperapoka, Nayaro, Nawaripi, Tipuka, dan Ayuka.

Saat ini terdapat 460-an anak lima desa Daskam yang mendapatkan beasiswa pendidikan di berbagai lembaga studi mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi.

 Ia juga berharap generasi muda Mimika, terutama dari Suku Kamoro mengambil peran aktif dalam membangun masyarakat dan daerahnya agar bisa lebih maju.

“Para pemuda tidak bisa hanya berpangku tangan menunggu bantuan dari pemerintah atau pihak lain. Sekarang bukan lagi zaman kita bersantai, tapi pemuda harus bekerja keras dan bangkit bersama saudara-saudara yang lain untuk membangun masyarakat,” ajak Leo.

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-80 tahun ini, Leo Tumuka berpesan agar para pemuda Indonesia terus menggelorakan semangat persatuan dan persatuan dengan mengenyampingkan berbagai perbedaaan adat-istiadat, budaya, agama, suku dan golongan.

“Tantangan kita dewasa ini semakin berat, terutama bagaimana menjadikan perbedaan itu sebagai ramhat untuk kita saling memperteguh dan memperkuat jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Mari kita bersama-sama mengambil peran aktif untuk membangun bangsa dan masyarakat kita agar menjadi bangsa yang makmur, dimana masyarakatnya bisa hidup rukun, damai, adil dan beradab,” harap Leo Tumuka.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Dalam sambutannya, Jokowi mengajak seluruh santri untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan semangat sumpah pemuda.

Erick Thohir dan Sandiaga Uno Tak Lagi Kongkow Bareng

Liputan6.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengaku masih tetap bersahabat dengan Erick Thohir, meski keduanya berbeda arah politik di Pilpres 2019. Erick saat ini dipercaya sebagai Ketua Tim Pemenangan Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sedangkan Sandiaga Uno, maju sebagai calon pendamping Prabowo dalam Pilpres 2019 mendatang. Pasangan ini menjadi rival dari Jokowi-Ma’ruf Amin.

Meski mengaku masih menjalin persahabatan, keduanya sudah tidak lagi kongkow bareng. Hal ini disampaikan Sandi usai menghadiri acara seminar bertema Milenial Fest di Djakarta Theater, Jakarta.

“Kongkow sudah agak jarang ya, tapi paling tidak kita bersahabat. Posisi kita berbeda, tugas kita berbeda tapi alhamdulillah tidak mengubah persahabatan kita,” kata Sandi, Minggu (28/10/2018).

Tak hanya Sandi, Erick Thohir pun juga hadir sebagai pembicara di acara tersebut. Keduanya bahkan sempat bertemu saat menunggu giliran berbicara di atas panggung.

“Tadi kita berpelukan cipika-cipiki,” ucap Sandiaga.

Saat Prabowo dan Jokowi Tepis Fitnah

Jakarta – Ada kesamaan antara capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bicara di depan pendukungnya hari ini. Keduanya sama-sama menepis fitnah yang mereka rasakan.

Jokowi juga bicara soal isu miring kepada dirinya saat menghadiri Apel Siaga Pemenangan Partai NasDem Jawa Timur di Surabaya, Minggu (28/10/2018). Jokowi meminta kepada para kader NasDem untuk memberikan jawaban atas isu yang menyangkut dirinya yang berkembang di masyarakat.

“Berkaitan dengan antek asing, Presiden Jokowi antek asing benar ndak? Ndak perlu saya sampaikan. Jadi ada blok besar namanya Blok Mahakam yang dikelola Prancis dan Jepang, sekarang 100 persen di Pertamina. Kedua blok besar Blok Rokan juga diserahkan 100 persen (ke) Pertamina. Ada Freeport sudah head agreement bahwa kita akan mendapatkan 51,2 persen yang sebelumnya 9,3 persen. Pertanyaannya adalah antek asingnya di mana? Ini harus bisa dijelaskan oleh bapak, ibu, saudara-saudari sekalian,” kata Jokowi.

Tak hanya itu, lanjut Jokowi, ada juga isu soal dirinya yang membuka dan membebaskan lebih dari 10 juta tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Dia menegaskan hal itu adalah kabar bohong alias hoax.

Jokowi juga menyinggung soal isu dirinya yang disebut sebagai anggota PKI. Dia mengatakan, dirinya lahir pada tahun 1961, sementara PKI bubar pada tahun 1965. Sehingga tidak mungkin di usianya yang masih balita disebut sebagai kader PKI.

“Coba, saya lahir tahun 1961, PKI 1965 umur saya 4 tahun, nggak ada PKI balita, nggak ada. Masa ada PKI balita? Tahun 1955 DN Aidit pidato, di dekat dia ada saya (sambil lihatin foto) coba gambarnya kok ya persis? Saya lahir saja belum, inilah yang saya sampaikan cara seperti ini politik sontoloyo,” ucapnya.

Di lokasi lain, Prabowo juga menepis fitnah kepadanya. Ketum Partai Gerindra itu mengaku kerap dituduh mendukung khilafah.

“Sedikit sedikit ulama dibilang radikal, anti Pancasila. Loh saya dari kecil sumpah saya untuk membela Pancasila dan NKRI, eh saya malah dibilang ngedukung khilafah, ISIS dan lain sebagainya,” kata Prabowo saat menghadiri deklarasi relawan Rhoma Irama, di Soneta Record, Jalan Tole Iskandar, Sukamaju, Cilodong, Depok, Minggu (28/10/2018).

Prabowo mengatakan bahwa suasana sekarang penuh curiga, saling fitnah, dan saling menuduh. Selama ini, dia merasa menjadi korban kecurangan dan fitnah.

“Saya bilang, orang sudah mulai fitnah, ada niat niat yang biasalah. Jangankan pesta Pilpres, sepak bola antarkecamatan aja ada curang curangnya, nah kita ini yang dikit dikit di-prittt, yang sana enggak,” Jelas Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengimbau pendukungnya untuk tetap tenang. Dia mengibaratkan situasi ini seperti saat Nabi Muhammad dihina tetapi tetap sabar.

“Saya anjurkan jajaran kita tenang, sejuk, jangan terpancing, jangan mudah dibikin marah. Saya kira baginda nabi besar kita juga dihina tapi beliau sabar,” imbuhnya.
(imk/dhn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Relawan Ini Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019

Liputan6.com, Jakarta Pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin kembali mendapat mendapat dukungan dari berbagai kalangan relawan.

Kali ini, relawan doa untuk Jokowi-Ma’ruf Amin atau Dojo Amin mendeklarasikan dukungan untuk capres-cawapres nomor urut 01 itu.

“Kami Dojo Amin menyatakan dan mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai calon presiden dan wakil presiden,” kata Ketua Umum Relawan Dojo Amin, Benny Pasaribu saat acara deklarasi di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Minggu (28/10/2018).

Relawan Dojo Amin, kata Benny, siap bekerja dengan cara beradab dan bermartabat untuk merebut simpati masyarakat agar mereka mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Para relawan ini menilai kinerja jokowi selama memimpin empat tahun, telah terbukti mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membangun peradaban bangsa serta mewujudkan kemajuan ekonomi.

“Kami memenangkan Jokowi tanpa isu SARA, hoaks, dan ujaran kebencian. Karena bertentangan dengan undang-undang yang berlaku,” ucap Benny.

Makna di Balik Kaus Cokelat dan Salam Jempol Jokowi

Jakarta – Salam jempol dan kaus cokelat bertuliskan 01 diperkenalkan Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Rakernas Tim Kampanye Nasional (TKN). Apa makna di baliknya?

Rakerna Tim TKN digelar di Gedung Empire, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10). Kedatangan Jokowi membuat heboh peserta Rakernas dan menjadi sasaran salaman hingga foto selfie.

Mengenai warna cokelat yang dipilih untuk kaosnya, Jokowi menjawab karena warna cokelat adalah warna ‘netral’. Dia pun memilih sendiri warna dan desain dari kaos tersebut.

“Ya supaya netral kepada semuanya. Kaus sendiri dong, masak kaus siapa,” kata Jokowi.

Salam jempol juga untuk pertama kalinya diperkenalkan Jokowi kepada para pendukungnya. Dia mencontohkan langsung salam jempol itu di hadapan tim kampanyenya.

“Hari ini dalam Rakernas Pak Jokowi sengaja pakai baju coklat. Coklat itu cocok dan melekat. Salamnya yang diperkenalkan adalah salam jempol,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto di Hotel Empire, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10).

Saat perkenalan oleh Jokowi itu, media massa memang tidak sempat mengikuti. Sebab sesi tersebut dilakukan secara tertutup dari awak media.

Hasto menjelaskan maksud dari Salam Jempol tersebut. Dia mengatakan, jempol itu rule of thumb yang berarti bersifat cepat dalam mengambil keputusan. Jempol juga dapat dimaknai sebagai angka satu untuk Indonesia Maju.

“Ini salam penuh sentuhan persaudaraan, bagaikan elemen utama untuk memenangkan, di mana ada parpol dan ada relawan, yang menyatu, semua berjuang untuk kebaikan,” kata Hasto.

Dikatakan Hasto, hal itu juga menggambarkan narasi kebaikan politik santun, tanpa politik kebohongan, yang ditegaskan oleh Jokowi. “Dan inilah yang terus kami sosialisasikan dan disertai dengan semangat turun ke masyarakat,” katanya.
(rna/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ragam Ekspresi Gustika Hatta, Cucu sang Proklamator

<!–

Follow detikcom Like Follow

–>

Minggu 28 Oktober 2018, 21:09 WIB

Foto News

Rengga Sancaya – detikNews

Jakarta detikNews – Nama Gustika Jusuf Hatta mendadak jadi perbincangan. Bukan semata karena dia cucu Bung Hatta, melainkan lantaran dia protes nama sang eyang dicatut.

Gustika adalah anak Halida Hatta dan Gary Rachman Makmun Jusuf. Halida merupakan putri bungsu Mohammad Hatta (Bung Hatta) dan Rachmi Rahim.  (Foto: Sudrajat/detikcom)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

  • KPK Sita 2 Mobil di Rumah Anak Bupati Cirebon

    DETIKNEWS | Minggu 28 Oktober 2018, 20:25 WIB Giliran rumah Satria Robi Saputra, anak Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra, yang digeledah personel KPK. Di rumah tersebut, KPK menyita dua unit mobil.

  • Ngevlog di Titik Awal Sumpah Pemuda Dicetuskan

    DETIKNEWS | Minggu 28 Oktober 2018, 19:22 WIB Gedung Keramat 106 dijadikan salah satu tempat penyelenggaraan Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928. Pada tahun 1973 Gedung Kramat 106 dijadikan museum oleh Pemerintah DKI Jakarta dengan nama Gedung Sumpah Pemuda, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tahun 1974.Pada 16 Agustus 1979 pengelolaan Gedung Sumpah Pemuda diserahkan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan dikeluarkannya SK Mendikbud, Gedung Sumpah Pemuda dijadikan UPT di lingkungan Dirjen Kebudayaan dengan nama Museum Sumpah pemuda. Yuk, intip gimana isinya!

  • Foto News

    Salam Metal Puan di Hari Sumpah Pemuda

    DETIKPHOTO | Minggu 28 Oktober 2018, 18:01 WIB Menteri PMK Puan Maharani hadir dalam acara puncak Hari Sumpah Pemuda ke-90. Disana Puan terlihat memberikan salam metal.

  • Rommy: PPP Akan All Out Menangkan Jokowi

    DETIKNEWS | Minggu 28 Oktober 2018, 18:03 WIB “PPP akan menggerakkan semua struktur dan caleg di semua daerah untuk all out kampanye pemenangan Pak Jokowi,” kata Rommy.

Timses Jokowi Yakin Menangi Pilpres di Sumbar, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta – Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf mengakui Sumatera Barat merupakan lumbung suara yang penting. Pada Pilpres 2014, pasangan Jokowi-JK kalah telak dari Prabowo-Hatta dengan perolehan suara 23,08 persen melawan 76,92 persen.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto yakin kisah tersebut tak akan terulang di Pilpres 2019. Sebab, isu sentimen agama tak mempan karena Ketua MUI Ma’ruf Amin menjadi cawapres.

“Karena tidak ada lagi persoalan yang terkait agama,” kata Hasto di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10/2018).

Kekuatan kepala daerah juga dipercaya bakal mengubah peta suara di Sumatera Barat. 10 kepala daerah di tanah Minang mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi karena pemerintah memberikan perhatian pembangunan seperti di provinsi lainnya.

“Inilah yang membuat optimisme bahwa di Sumatera Barat akan terjadi perubahan peta Pilpres ke depan untuk Jokowi-Ma’ruf,” kata Sekjen PDI Perjuangan itu.

Maka dari itu, TKN Jokowi-Ma’ruf berani menargetkan perolehan suara nasional 70 persen. Sebab, pemetaan suara telah berubah dari empat tahun lalu.

“Makanya dari bawah kami berani menargetkan (total suara se-Indonesia) 70 persen,” tegas Hasto.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Presiden Jokowi menghadiri puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatra Barat.

Ada di Heli Jatuh, Ini Bos Leicester City Vichai Srivaddhanaprabha

<!–

Follow detikcom Like Follow

–>

Minggu 28 Oktober 2018, 20:03 WIB

Foto News

Dok. Reuters – detikNews

Leicester detikNews – Kondisi Bos Leicester City Vichai Srivaddhanaprabha masih misterius usai disebut ada dalam helikopter yang jatuh pada Sabtu (27/10) malam. Ini foto-foto Vichai

Kecelakaan helikopter yang ditumpangi Vichai Srivaddhanaprabha terjadi pada Sabtu (27/10) malam waktu setempat (Foto: Dok. Reuters)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

  • Ngevlog di Titik Awal Sumpah Pemuda Dicetuskan

    DETIKNEWS | Minggu 28 Oktober 2018, 19:22 WIB Gedung Keramat 106 dijadikan salah satu tempat penyelenggaraan Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928. Pada tahun 1973 Gedung Kramat 106 dijadikan museum oleh Pemerintah DKI Jakarta dengan nama Gedung Sumpah Pemuda, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto tahun 1974.Pada 16 Agustus 1979 pengelolaan Gedung Sumpah Pemuda diserahkan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan dikeluarkannya SK Mendikbud, Gedung Sumpah Pemuda dijadikan UPT di lingkungan Dirjen Kebudayaan dengan nama Museum Sumpah pemuda. Yuk, intip gimana isinya!

  • Foto News

    Salam Metal Puan di Hari Sumpah Pemuda

    DETIKPHOTO | Minggu 28 Oktober 2018, 18:01 WIB Menteri PMK Puan Maharani hadir dalam acara puncak Hari Sumpah Pemuda ke-90. Disana Puan terlihat memberikan salam metal.

  • Rommy: PPP Akan All Out Menangkan Jokowi

    DETIKNEWS | Minggu 28 Oktober 2018, 18:03 WIB “PPP akan menggerakkan semua struktur dan caleg di semua daerah untuk all out kampanye pemenangan Pak Jokowi,” kata Rommy.

  • Foto News

    Aksi Perupa di Hari Sumpah Pemuda

    DETIKPHOTO | Minggu 28 Oktober 2018, 17:49 WIB 200 pelukis hadir di acara ‘Jejak Pahlawan Dalam Goresan Perupa’ di Tugu Proklamasi. Mereka menumpahkan emosinya ke dalam kanvas.