Besok, Timses Gelar Lomba Pidato Humor Ala Ma’ruf Amin

Jakarta – Tim Sukses Presiden Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin atau Tim Kampanye Nasional (TKN) akan menyelenggarakan acara Go Relawan, Rabu (31/10) besok. Acara itu akan diramaikan dengan bazar dan perlombaan, termasuk lomba pidato humor ala Ma’ruf.

“Besok (31/10) kita akan melaunching program Go Relawan, ada berbagai macam perlombaan. Seperti kompetisi lagu cipta Jokowi. Besok kita akan ketemu pencipta lagu Bang Toyib, saya sudah minta Bang Toyib lebaran kali ini harus mencoblos Pak Jokowi,” kata Direktur Relawan TKN, Maman Imanul Haq di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi 46, sebagaimana keterangan pers yang diterima detikcom, Selasa (30/10/2018).

Maman juga mengatakan akan diadakan kompetisi lagu cipta Jokowi, lomba Vlog Infrastruktur, lomba Senam Dayung dan lomba Pidato Humor ala Kiai Maruf Amin dan lomba kanvasing posko. Terkait lomba vlog, Maman menjelaskan isu infrastuktur bertujuan untuk membantah pernyataan-pernyataan negatif kepada Presiden Jokowi.

“Kita akan katakan, Jokowi telah berhasil membawa Indonesia tinggal landas menjadi negara maju,” ujar Maman.

Terkait pidato humor ala Kiai Ma’ruf Amin, Maman menerangkan tujuannya untuk menunjukan sifat humoris Kiai Ma’ruf yang selama ini belum diketahui banyak pihak. Soalnya selama ini banyak yang menilai Ma’ruf adalah sosok yang tegang dan tak pernah tersenyum. Padahal menurutnya, Ma’ruf punya rasa humor yang bagus.

“Mohon maaf Pak Kiai Maruf Amin tidak bisa hadir, karena ada acara di Banyuwangi. Tapi nanti baik Pak Kiai maupun Pak Jokowi akan hadir di berbagai acara relawan,” ucap dia.

Selain bazar dan lomba, tambah Maman, pihaknya juga akan membagikan doorprize dan kaos kepada para relawan. Dia pun mengingatkan para relawan menghadiri acara di Surabaya pada tanggal 10 November 2018.

“Saya ditugaskan TKN untuk memobilisasi acara 10 November di Surabaya, seluruh relawan untuk bisa hadir. Kita tunjukan bahwa Indonesia milik bersama, Indonesia dibangun atas Kebhinekatunggal-ikaan, kita tidak dibeda-bedakan atas nama agama dan suku, kita tetap berjuang untuk nilai-nilai kemanusiaan demi Indonesia maju,” tutur dia.
(aud/dnu)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Malam-malam, Jokowi Blusukan Cek Harga Sembako di Pasar Bogor

Bogor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke pasar di Lawang Suryakancana, Bogor, Jawa Barat, malam ini. Jokowi ingin memastikan langsung harga kebutuhan bahan pokok di pasar.

Jokowi tiba di lokasi, Selasa (30/10/2018) pukul 22.00 WIB. Dia didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya.

Jokowi langsung menemui para pedagang di pasar dan menanyai harga.

“Ini berapa cabai sekilo bu?” tanya Jokowi.

Presiden Jokowi dan Wali Kota Bogor Bima Arya blusukan di pasar (Niken Purnamasari/detikcom)Presiden Jokowi dan Wali Kota Bogor Bima Arya blusukan di pasar (Niken Purnamasari/detikcom) Foto: Presiden Jokowi dan Wali Kota Bogor Bima Arya blusukan di pasar (Niken Purnamasari/detikcom)

“Rp 30 ribu pak. Sudah turun,” jawab salah satu pedagang.

Hampir sekitar 30 menit Jokowi berada di pasar dan mendatangi pedagang sayur bayam, tempe dan tahu. Dia juga membeli sayur dan buah seperti kemangi, tomat, alpukat, tempe dan mangga.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan dirinya mendengarkan setiap keluhan pada pedagang di pasar. Dia memberi contoh saat berkunjung ke salah satu pasar tradisional di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Presiden Jokowi dan Wali Kota Bogor Bima Arya blusukan di pasar (Niken Purnamasari/detikcom)Presiden Jokowi dan Wali Kota Bogor Bima Arya blusukan di pasar (Niken Purnamasari/detikcom) Foto: Presiden Jokowi dan Wali Kota Bogor Bima Arya blusukan di pasar (Niken Purnamasari/detikcom)

“Isu-isu bahan pokok naik. Ada yang datang ke pasar, harga bahan pokok naik. Inflasi biasanya 8-9 persen, sekarang inflasi di bawah 3,5 persen. Artinya harga itu terkendali. Dipikir saya nggak pernah keluar masuk pasar,” ujar Jokowi dalam sambutan di Kongres Wanita Katolik Republik Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10).

“Saya tanya pedagang. Saya mendengarkan keluhan. Kalau kita bisa mencari solusi, kita berikan. Terakhir saya masuk pasar di Semarang. Mbok-mbok saya tanya. Cabai agak naik (harganya). Tapi ya itu biasa harga cabai kadang naik, kadang turun,” lanjutnya.

(nkn/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Blusukan ke Pasar Bogor Malam Ini

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi blusukan ke Pasar Bogor di Jalan Roda, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018). Jokowi tiba pukul 21.55 WIB.

Dia mengenakan kemeja khasnya berwarna putih lengan panjang. Serta bawahan celana hitam. Jokowi didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Setiba di lokasi, Jokowi menjajaki sepanjang Pasar Bogor. Kepala Negara juga menanyakan harga cabai hingga bayam kepada pedagang.

“Ini harga bayam berapa seikat?” tanya Jokowi.

“Rp 2 ribu pak,” jawab pedagang.

Jokowi juga terlihat membeli dua ikat daun kemangi, bayam 10 ikat, cabai rawit 2 kg, cabai keriting 2 kg dan sawi.

“Saya beli cabai rawit 2 kilo, tolong dibungkus,” kata Jokowi.

Hingga saat ini, Jokowi masih mengelilingi Pasar Bogor sembari berbincang dengan pedagang.

Reporter: Titin Supriatin

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke posko Lion Air di Tanjung Priok. Ia mengecek proses pencarian korban dan bangkai pesawat Lion Air JT 610.

TKI Tuti Dieksekusi Saudi Tanpa Notifikasi

Jakarta – Terselip ironi di balik eksekusi mati terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) Tuti Tursilawati di Arab Saudi. Pemerintah Indonesia tidak mendapatkan notifikasi eksekusi mati Tuti dari Saudi.

“Satu hal yang sangat disayangkan oleh pemerintah Indonesia bahwa eksekusi mati terhadap Tuti Tursilawati dilakukan Kerajaan Arab Saudi tanpa notifikasi kepada perwakilan kita, baik KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Lalu M Iqbal saat jumpa pers di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Hingga akhirnya, TKI asal Majalengka itu dieksekusi di Kota Thaif pada Senin (29/10) waktu setempat. Pemerintah RI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Tuti.

TKI Tuti Dieksekusi Saudi Tanpa NotifikasiDirektur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu M Iqbal (Dok. Lalu M Iqbal)

Bagaimana perjalanan kasus Tuti sebelum dieksekusi? Pengadilan memvonis hukuman mati kepada Tuti pada 2011 atas kasus pembunuhan terhadap majikannya pada 2010. Melihat majikannya terkapar karena pukulannya, Tuti berusaha kabur dari rumah.
Selanjutnya, Tuti bertemu sekelompok pria, sekitar sembilan orang. Awalnya, pria-pria itu menjanjikan bantuan perjalanan Tuti ke Mekah, lepas dari rumah majikannya di Thaif. Namun ternyata Tuti dibawa ke rumah kosong, lalu mengalami pelecehan seksual.

Pemerintah RI tidak tinggal diam atas vonis mati Tuti. Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyurati Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud pada 2011 dan 2016.

“Kasus Tuti Tursilawati telah inkrah atau ditetapkan pengadilan pada tahun 2011. Namun pemerintah terus melakukan upaya untuk meringankan hukuman. Upaya yang dilakukan antara lain pendampingan kekonsuleran sejak tahun 2011 sampai tahun 2018,” papar Iqbal.

RI juga sudah mengajukan permohonan banding sebanyak 3 kali dan peninjauan kembali. Namun upaya tersebut kandas.

Selain itu, pemerintah memfasilitasi keluarga Tuti untuk bertemu di Arab Saudi. Setidaknya ada tiga kali pertemuan yang bisa difasilitasi Kemenlu.

Setelah eksekusi dijalankan, pihak keluarga disebut kaget mendengar kabar tersebut. Sebab, 10 hari sebelumnya, Tuti sempat melakukan video call dengan ibunya.

“Meskipun memang mereka sempat menyampaikan kekagetan karena baru tanggal 19 lalu, Tuti melakukan video call dengan ibunya menyampaikan kondisinya sehat dan tidak menyampaikan indikasi apa pun akan dilakukan eksekusi, bahkan tanggal 27 lalu, KJRI Jeddah melakukan komunikasi dengan Tuti dan Tuti menyampaikan dalam kondisi sehat,” papar Iqbal.

Indonesia sudah menghubungi Menlu Saudi terkait eksekusi mati Tuti. Indonesia melayangkan protes kepada Saudi.

“Karena itu, pemerintah Indonesia sudah sudah menyampaikan keprihatinan dan protes terhadap cara pemerintah Saudi melakukan eksekusi ini,” kata Iqbal.
(dkp/dnu)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Cek Hasil Evakuasi Lion Air JT 610

<!–

Follow detikcom Like Follow

–>

Selasa 30 Oktober 2018, 17:39 WIB

Foto News

Pradita Utama – detikNews

Jakarta detikNews – Presiden Joko Widodo mendatangi posko evakuasi di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jokowi melihat perkembangan hasil penyisiran pesawat Lion Air JT 610.

Di lokasi, Jokowi yang didampingi Kabasarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi dan Menhub Budi Karya Sumadi, melihat temuan hasil penyisiran, Selasa (30/10/2018).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Realisasi Investasi Kuartal III 2018 Turun Tipis Jadi Rp 173,8 Triliun

Sebelumnya, selama empat tahun, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) tengah menggenjot banyak proyek infrastruktur. Sayangnya banyaknya Proyek Strategis Nasional (PSN) belum mampu mendatangkan banyak investor.

Direktur Eksekutif Economic Action (ECONACT) Indonesia, Ronny P Sasmita, mengatakan upaya mendatangkan investasi langsung ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah Jokowi-JK di sisa masa jabatan.

“Dari sisi infrastruktur, memang banyak yang telah dikerjakan oleh pemerintah. Tapi infrastruktur ternyata bukan segala-galanya, infrastruktur yang menjadi andalan kita dalam mendapat status investment grade gagal mendatangkan banyak investasi,” papar Ronny kepada Liputan6.com, seperti ditulis Minggu 21 Oktober 2018.

Dia menuturkan, proyek infrastruktur saat ini justru menjadi proyek untuk menampung bahan-bahan baku dan bahan penolong dari impor. Salah satu indikatornya, semen di Indonesia masih kelebihan pasokan, padahal proyek infrastruktur merajalela.

“Jangan sampai proyek infrastruktur ini menjadi lahan bisnis bagi sales-sales bahan baku impor,” pesan Ronny.

Infrastruktur, kata Ronny, harusnya dimaksudkan untuk menguatkan kapasitas produksi nasional, tapi faktanya tak demikian.

“Ekspor kita melambat, bahkan neraca dagang acapkali defisit. Kalaupun bulan September neraca dagang positif, nyatanya karena pembatasan import. Ekspor kota tetap turun sekitar 6,5 persen,” ucap dia.

“Ini artinya bahwa infrastruktur tidak menjadi penggenjot produksi nasional. Faktanya ekspor kita turun, kontribusi industri terhadap PDB terus merosot,” pungkasnya.

Realisasi Investasi

Realisasi investasi pada semester I 2018 mencapai Rp 361 triliun atau 47,2 persen dari target 2018. Target investasi sekitar Rp 765 triliun pada 2018.

Dalam laporan 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK, faktor global berdampak pada sedikit penurunan penanaman modal asing (PMA). Namun, porsi investasi dalam negeri meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peran domestik makin kuat dengan pertumbuhan investasi 20,77 persen. Sedangkan PMA turun tipis 1,45 persen.

Hasil realisasi investasi itu antara lain dari PMA sekitar Rp 205 triliun pada semester I 2018 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 207 triliun pada semester I 2017. Sementara itu, PMDN tercatat mencapai Rp 157 triliun pada semester I 2018 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 130 triliun.

Investasi pun berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Tercatat kuartal II 2018 penyerapan tenaga kerja capai 289.843 orang dari periode kuartal I 2018 sebesar 201.239 orang.

Adapun investasi menurut negara asal terbesar masih dari Singapura sebesar 33 persen, kemudian Jepang 15,7 persen, China 8,8 persen, Korea Selatan 7,5 persen dan lainnya 35 persen.

Pencapaian dalam empat tahun pemerintahan Jokowi-JK juga diikuti dengan kemudahan berusaha. Ini sesuai komitmen pemerintah perbaiki kemudahan berusaha. Tercatat peringkat ease of doing business maik menjadi posisi 72 pada 2017 dari posisi 91 pada 2016.

Selain itu, Indonesia juga mendapatkan peringkat layak investasi dari tiga lembaga pemeringkat internasional sejak 2017.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mau jadi tuan tanah atau juragan kontrakan? Kenali dulu ciri-ciri lokasi investasi yang prospektif berikut ini.

Monako Belajar ke RI Cara Amankan Laut dari Kapal Maling Ikan

Nusa Dua – Louis Pierre Grimaldi atau Pangeran Albert II dari Monako mengakui prestasi Indonesia di bidang kemaritiman. Salah satunya upaya Indonesia sebagai negara kepulauan untuk memerangi illegal fishing alias para maling ikan.

“Konferensi Laut Dunia ini sangat penting bagi Indonesia karena anda merupakan negara maritim, memiliki 17 ribu pulau dan 70 persen di antaranya adalah perairan. Saya rasa memang perlu ada kepemimpinan baik dari negara besar seperti Indonesia ini, untuk menunjukkan arah kepada negara-negara lain mengenai manajemen dan memberikan contoh terbaik untuk penanganan masalah dan melindungi laut,” kata Pangeran Albert usai pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Senin (28/10/2018).

Albert menambahkan pihaknya sangat mendukung isu-isu kelautan yang diangkat dalam konferensi yang digelar pada 29-30 Oktober 2018 ini. Dia berharap konferensi ini membawa efek positif bagi pelestarian laut.

“Sangat luar biasa Indonesia mengambil tanggung jawab menjadi tuan rumah bagi konferensi ini. Saya yakin poin penting yang ditonjolkan dalam konferensi ini, mendorong kita untuk lebih memahami dan memberikan perlindungan terbaik bagi laut kita,” terangnya.
Untuk diketahui pertemuan bilateral itu digelar Jokowi dan Pangeran Albert II di sela Konferensi Laut Dunia atau Our Ocean Conference (OOC). Suasana pertemuan Pangeran Albert dan Jokowi terlihat cair.

Dalam pertemuan itu Menko bidang Kemaritiman luhut Pandjaitan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung turut mendampingi Jokowi.

(ams/ang)

Fakta-fakta Jatuhnya Lion JT 610 Hingga Saat ini

JakartaLion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Pesawat nahas itu jatuh setelah sempat meminta return to base atau kembali ke bandara usai 2 menit take off dari Bandara Soekarno-Hatta.

“Dua menit. Jadi 2 menit mungkin pilot merasakan ada hal yang perlu dia kembali landing dia minta izin kepada menara pengawas untuk melakukan pendaratan kembali ke Cengkareng,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (29/10/2018).

Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh itu berjenis Boeing 737 Max 8, yang baru dioperasikan pada Agustus 2018. Berikut fakta-fakta yang telah diketahui sejauh ini:

24 Kantong Jenazah Dibawa ke RS Polri

Jumlah kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang dikirim ke RS Polri terus bertambah. RS Polri akan berjaga selama 24 jam untuk menunggu kiriman kantong jenazah.

“Dari postmortem jenazah yang sudah dikirimkan 24 kantong jenazah,” kata Kepala RS Polri dr Musyafak dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/10/2018).

Pesawat Baru

Lion Air JT 610 dengan tujuan Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Bangka Belitung itu menggunakan pesawat berjenis Boeing 737 Max 8 dengan nomor registrasi PK-LQP. Pesawat tersebut beroperasi sejak 15 Agustus 2018.

“Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018. Pesawat dinyatakan laik operasi,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Senin (29/10).

Pilot Minta Return to Base 2 Menit Setelah Take Off

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan pesawat Lion Air JT 610, yang jatuh di perairan Karawang, minta return to base atau kembali ke bandara 2 menit setelah take off. Alasannya, pilot merasakan ada hal yang harus membuatnya kembali.

“Dua menit. Jadi 2 menit mungkin pilot merasakan ada hal yang perlu dia kembali landing dia minta izin kepada menara pengawas untuk melakukan pendaratan kembali ke Cengkareng,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (29/10/2018).

Namun dia tak mengetahui apa yang terjadi di pesawat saat sudah mengudara ke arah timur. Tapi dia mengatakan arah terbang tersebut sah-sah saja.

Pilot Lion Air JT 610 Bhavye Suneja juga sempat melaporkan masalah flight control pada ketinggian 1.700 kaki. Pilot meminta naik ketinggian.

Pencarian Dilakukan 24 Jam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan pencarian korban dan badan pesawat Lion Air JT 610 dilakukan 24 jam. Dia memastikan pemerintah bekerja keras dan cepat.

“Saya perintahkan agar malam ini tetap bekerja 24 jam menggunakan lampu untuk mempercepat pencarian, terutama badan pesawat yang sampai sekarang belum ditemukan meski lokasinya sudah, kurang-lebih sudah diketahui,” kata Jokowi dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/10).

Tim penyelam sendiri sudah dihentikan sementara saat menjelang malam karena kendala visibilitas. Pencarian dilanjutkan dengan peralatan seperti sonar dan lainnya.

ELT Pesawat Tak Terdeteksi

Sinyal dari emergency local transmitter (ELT) pesawat Lion Air JT 610 tersebut tak terdeteksi. ELT sendiri merupakan bagian standar dari peralatan darurat pesawat yang dipasang dalam kokpit atau bagian ekor pesawat. Alat tersebut memancarkan sinyal radio agar lokasi pesawat bisa diketahui sistem deteksi yang ada.

“Yang pasti, saat jatuh, beacon ELT pada pesawat tersebut tidak terpancar atau memancarkan sinyal destress. Sehingga jatuhnya pesawat tersebut tidak terpantau oleh Medium Earth Orbital Local User Terminal (MEO LUT) yang ada di kantor pusat Basarnas,” kata Kabasarnas Marsdya M Syaugi.

Pesawat Sempat Bermasalah

Meski baru, pesawat tersebut sempat bermasalah sebelum bertolak dari Denpasar ke Jakarta. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari situs flightradar24.com, pesawat ini bertolak pada pukul 22.21 Wita, padahal dijadwalkan take off pada pukul 19.30 Wita. Pesawat itu mendarat di Jakarta pada pukul 22.56 WIB.

“Pesawat ini terakhir terbang dari Denpasar menuju Cengkareng, dalam posisi dirilis untuk terbang. Memang ada ada laporan mengenai masalah teknis, dan masalah teknis ini sudah dikerjakan sesuai dengan prosedur maintenance yang dikeluarkan oleh pabrikan pesawat,” ujar Presdir Lion Air Edward Sirait dalam konferensi pers di bandara Soekarno-Hatta, Senin (29/10).

Meski demikian, Edward mengatakan pesawat dari Denpasar ke Jakarta dalam kondisi baik. Apabila ada masalah, lanjutnya, tidak mungkin pesawat itu diizinkan terbang.

JT 610 Melaju Sangat Kencang

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh setelah meminta kembali ke landasan atau return to base ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Saat itu, kecepatan pesawat tersebut 340 knot atau 629,68 kilometer per jam.

“(Kecepatan pesawat) kencang sekali, 340 knot,” kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (29/10/2018).

Berdasarkan sejumlah literasi mengenai penerbangan, 340 knot per jam masuk kategori cukup cepat untuk pesawat jenis Boeing 737 Max 8. Soerjanto tidak bisa memastikan apakah pilot Lion Air JT 610, Bhavye Suneja, sengaja meningkatkan kecepatan pesawat atau tidak.

“Kita nggak tahu, tapi kecepatan 340 knot,” ujarnya.

Diperkirakan Jatuh dari Ketinggian 3.000 Kaki

Serpihan-serpihan pesawat Lion Air JT 610 ditemukan di Laut Jawa kawasan utara Karawang, Jawa Barat. Itu karena pesawat jatuh ke permukaan laut dari ketinggian sekitar 3.000 kaki atau 914,4 meter.

“(Ketinggian) 3.000 feet itu menuju ke air entakannya lebih keras,” kata Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional (Basarnas), Brigjen Marinir Bambang Suryo Aji, dalam jumpa pers di kantor Basarnas, Jl Angkasa, Jakarta Pusat, Senin (29/10).

Bambang menjelaskan kerasnya entakan itu membuat bagian pesawat menjadi pecah berkeping-keping. Itu pulalah yang menyebabkan tubuh manusia menjadi dalam kondisi sedemikian rupa.

Pilot Punya 6.000 Jam Terbang

Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang dipiloti oleh Captain Bhavye Suneja. Dia punya lebih dari 6.000 jam terbang.

“Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan kopilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Senin (29/10).

Saksi Mengaku Tak Ada Suara Ledakan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menduga pesawat Lion JT 601 tidak meledak di udara sebelum terempas ke perairan. Budi mengatakan kondisi ini belum bisa disebut sebagai kesimpulan dan masih akan bertemu dengan beberapa pihak untuk mendiskusikan apa yang terjadi.

“Tampaknya tidak meledak karena ada beberapa saksi tidak mendengar ledakan, tapi melihat bahwa pesawat ini turun dari ketinggian hingga turun ke laut,” kata Budi dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (29/10/2018).

Serpihan ekor pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat yang telah ditemukan juga tampak tak terbakar.

“(Yang telah ditemukan) beberapa serpihan ekor pesawat yang ada logo kayak Lion. Hanya patahan (ekor) saja tidak ada seperti terbakar,” kata Dirops Pencarian dan Pertolongan Basarnas Brigjen Marinir Bambang Suryo Aji dalam jumpa pers di kantor Basarnas, Jl Angkasa, Jakarta Pusat.
(haf/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kejutan Mengharukan untuk 2 Siswa Pemanjat Tiang Bendera di Purwokerto

Aksi dua siswa pemanjat tiang bendera ini pun mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Yang mengejutkan, Senin, 29 Oktober 2018, sang Wabup berkunjung ke SMA Negeri 1 Purwokerto. Dia pun mendatangi langsung ruang kelas XII IPA 5, kelas Hibatullah Akbar Novianto.

Sadewo pun sempat berdialog dengan kedua siswa itu. Belakangan diketahui, Hibatul Akbar bercita-cita menjadi tentara dengan masuk Akademi Militer (Akmil). Adapun Priyatno ingin menjadi polisi dengan masuk Akademi Kepolisian atau Akpol.

“Semoga cita-cita mereka berdua dapat tercapai karena mempunyai keberanian yang luar biasa,” ujar Sadewo.

Dalam kesempatan itu, Sadewo juga menyerahkan tali asih sebagai wujud perhatian pemerintah daerah. Tak lupa, ia juga menitipkan salam dari Bupati Banyumas, Achmad Husein yang tak hadir langsung lantaran ada kepentingan yang tak bisa ditinggalkan.

Sadewo mengaku bangga atas tindakan cepat yang dilakukan oleh dua siswa ini. Walupun peristiwa ini tidak harus ditiru, Wabup menilai keberanian kedua siswa itu sangat membanggakan, sebagai bukti cintanya terhadap lambang negara.

“Selama ini di Banyumas baru pernah terjadi, saya menilai ini bukti keberanian pemuda Banyumas untuk memperjuangkan kehormatan bangsa dan negara. Saya bangga dengan mereka, semangat dan patriotismenya patut diteladani,” ucapnya.

Saat berbincang dengan Wabup Sadewo itu, Akbar yang juga anggota Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, mengaku bertindak spontan. Bahkan, ia pun tak sempat memikirkan keselamatannya sendiri.

Yang dia pikirkan adalah bagaimana meraih tali agar bendera bisa berkibar, usai rekannya gagal mencapai ujung tiang. Risiko tiang patah atau dia terjatuh benar-benar dikesampingkan.

“Saya tidak takut naik tiang bendera, cuma mendekati puncak sempat ngos-ngosan. Tetapi Alhamdulillah saya bisa menarik tali, dan upacara dapat dilanjutkan,” Akbar menuturkan.

Simak video pilihan berikut ini:

Joni, bocah NTT yang sempat viral karena memanjat tiang bendera saat 17 Agustus 2018 mendapat kiriman sepeda dari Presiden Jokowi.

Kapolda Jabar Minta Warga Patroli Cari Korban Lion Air di Pesisir Karawang

Jokowi belum akan memberikan sanksi ke Lion Air dalam waktu dekat. Ini menyusul insiden jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan JT 610 di Perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018).

“Kita belum bicara itu,” kata Jokowi usai menemui keluarga korban di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/10/2018).

Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah menemukan korban dan badan pesawat Lion Airyang diperkirakan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Oleh karena itu, dia memerintahkan Basarnas, TNI, Polri, dan Kementerian Perhubungan untuk segera mencari korban dan badan pesawat Lion Air meski hingga malam hari.

“Semuanya saya perintahkan kerja keras malam ini. Kita masih berurusan dengan pencarian korban yang ada di lapangan,” tegas Jokowi.