Cerita Perjuangan Rebut 51% Saham Freeport, Jokowi: Dipikir Mudah

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali bercerita perjuangan merebut 51% saham PT Freeport Indonesia. Jokowi mengatakan tak mudah merebut 51% saham Freeport yang harus ditempuh dalam waktu 4 tahun.

Menurut Jokowi, perjuangan yang tidak mudah dalam merebut 51% saham PT Freeport Indonesia perlu disampaikan untuk meluruskan isu-isu miring yang menyebut dirinya antek asing.

Jokowi meminta isu-isu miring seperti ini harus dijelaskan dan ditangkis.

“Jangan dibolak-balik seperti itu. Dipikir merebut 51 % saham Freeport selama 4 tahun itu mudah? Sangat sulit sekali, sangat sulit sekali,” ujar Jokowi, dalam pidatonya di acara deklarasi alumni sejumlah universitas yang mendukung Jokowi di plaza tenggara GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).
Selain itu, Jokowi juga menjelaskan tentang pencapaian di Blok migas Rokan dan Mahakam. Menurut Jokowi kedua blok tersebut sekarang sudah kembali ke Indonesia dan akan digarap Pertamina

“Saya ingin menyampaikan, yang namanya Blok Mahakam 100 % dikelola Pertamina yang sebelumnya dikelola Jepang dan Prancis. Kemudian yang namanya Chevron, itu 100 persen dimenangkan Pertamina,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (hns/dnu)

Pidato Berapi-api Jokowi: Negara Punah Hingga Tuduhan Antek Asing

Jakarta – Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di depan para alumni sejumlah universitas. Dengan penuh semangat Jokowi menegaskan bahwa dia tak ingin Indonesia bubar dan punah.

“Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis, jangan sampai ada pesimisme di antara kita. Jangan sampai ada yang bilang Indonesia bubar, nggak ada! Jangan sampai ada yang bilang Indonesia punah, tidak ada! Tidak ada, tidak ada, saya katakan tidak ada,” ujar Jokowi dalam acara deklarasi alumni sejumlah universitas di Plaza Tenggara GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Capres petahana Jokowi berpidato dengan berapi-api di hadapan alumni sejumlah universitas.Capres petahana Jokowi berpidato dengan berapi-api di hadapan alumni sejumlah universitas. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Capres nomor urut 01 itu jengkel terhadap narasi-narasi yang justru membangun pesimisme. Jokowi menekankan semua pihak untuk membangun optimisme.

“Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis. Saya kadang jengkel dan marah untuk hal-hal seperti itu. Bagaimana negara sebesar Indonesia ini, kita tidak bangun optimisme, kita tidak bangun optimisme, kita tidak bangun optimisme?” ujar Jokowi.

“Sesulit apa pun rintangan itu, sesulit apa pun rintangan itu, sesulit apa pun hambatan itu, kita harus bersama-sama membangun negara ini!” kata dia.

Jokowi juga menyampaikan sejumlah topik dengan berapi-api. Dia begitu semangat saat menepis tudingan yang menyebut dia antek asing.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan pemerintah saat ini sudah bekerja prorakyat. Buktinya, pemerintah berhasil mengambil alih Blok Mahakam dan merebut 51 % saham PT Freeport Indonesia.

“Presiden Jokowi isu-isunya banyak di bawah. Mungkin di sini tidak ada, tetapi Presiden Jokowi diisukan antek asing, antek asing, antek asing. Saya ingin menyampaikan, yang namanya Blok Mahakam 100 persen dikelola Pertamina yang sebelumnya dikelola Jepang dan Prancis,” tegas Jokowi.

Jokowi meminta isu-isu miring seperti antek asing harus dijelaskan dan ditangkis. Ia lalu menyinggung soal sulitnya pemerintah merebut saham Freeport.

“Jangan dibolak-balik seperti itu. Dipikir merebut 51 persen saham Freeport selama 4 tahun itu mudah? Sangat sulit sekali, sangat sulit sekali,”

Di acara deklarasi dukungan alumni sejumlah universitas ini Menhub Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko PMK Puan Maharani dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko serta penyanyi Adhie MS, turut hadir. Setelah deklarasi, Jokowi mendapatkan jaket kerja dari para alumni universitas.
(zak/idn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Survei Index Research: 5 Partai Melenggang Mulus ke Parlemen

Liputan6.com, Jakarta – Lembaga penelitian Indonesia Elections and Strategic (Index) Research merilis hasil surveinya yang dilakukan 17-28 Desember 2018 lalu. Salah satu temuan yang disoroti adalah posisi partai-partai politik yang diprediksi lolos di Pemilu 2019.

Direktur Eksekutif Index Research Vivin Sri Wahyuni mengatakan, hanya lima partai yang suaranya aman. Partai-partai itu adalah, PDIP dengan raihan 25,7 persen, Gerindra 14,7 persen, Golkar 9,8 persen, PKB 7,5 persen, dan Demokrat 4,6 persen.

“PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, dan Demokrat, berada dalam posisi aman melewati ambang batas atau parliamentary threshold sebesar 4 persen,” ucap Vivin dalam keterangannya, Sabtu (12/1/2019).

Ada pula partai yang suaranya masih di bawah ambang batas, namun punya peluang untuk mendongrak perolehan. Misalnya saja NasDem dengan 3,5 persen, PPP 3,3 persen, PKS 3,2 persen, PAN 2,6 persen, PSI 2,3 persen, dan Perindo 2,2 persen.

“Enam parpol lainnya masih berpeluang untuk dapat menembus ambang batas, dengan memperhitungkan margin of error,” jelasnya.

2 dari 2 halaman

Tak Lolos

Sisa partai lain seperti, Hanura 1 persen, PBB 0,9 persen, Berkarya 0,8 persen, PKPI 0,4 persen, dan Garuda 0,1 persen, diprediksi tak lolos ke senayan.

“Hampir dapat dipastikan gagal mengirimkan wakil ke Senayan,” kata Vivin.

Dia menambahkan, semua partai masih bisa merebut segmen yang masih belum menentukan pilihan. Porsi kelompok ini 17,4 persen dari total pemilih.

Survei ini dilakukan dengan 1.200 responden. Metode yang digunakan yakni, multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen, dan dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Saksikan video pilihan di bawah ini 

Kasus Novel Baswedan Diprediksi Akan Muncul di Debat Pilpres Perdana

Liputan6.com, Jakarta Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Gun Gun Heryanto memprediksi kasus dugaan penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan ke dalam debat perdana Pilpres 17 Januari mendatang.

“Saya melihat akan ada isu Novel Baswedan, prediksi saya, pada panggung perdebatan besok,” kata Gun Gun di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

Dia menuturkan, sikap Kepolisian yang membentuk tim gabungan penyidikan untuk mengungkap kasus Novel, sebagaimana rekomendasi Komnas HAM, akan menjadi celah. Khususnya untuk menyerang Jokowi-Ma’ruf.

“Itu pasti yang dikapitalisasi adalah timing kritik terhadap kubu Pak Jokowi adalah kenapa kemarin-kemarin enggak. Kalau melakukan kapitalisasi pasti di situ,” ungkap Gun Gun.

Meski demikian, masih kata dia, apapun yang dilakukan petahana untuk kasus Novel Baswedan, pasti akan selalu menuai kritik.

“Kalau dibandingkan dengan melakukan sesuatu dan tidak melakukan sesuatu, pasti akan mengambil posisi opsi melakukan sesuatu, meskipun orang akan mengkritiknya karena ini menghadapi debat,” jelasnya. 

2 dari 3 halaman

Berprasangka Baik

Sementara itu, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil enggan berpikiran negatif, bila langkah Kepolisian, politis. Apalagi dilakukan jelang debat.

“Kita berprasangka baik ajalah, bahwa itu memang ada niat untuk menyelesaikan sebelum pemilu ini, atau sebelum menjelang Pileg dan Pilpres. Jadi saya berprasangka baik aja,” kata Nasir saat dihubungi merdeka.com.

Pria yang duduk sebagai Anggota Komisi III DPR RI ini, menuturkan, semuanya akan terjawab dari usaha pihak Kepolisian, untuk menyelesaikan kasus dugaan penyerangan tersebut.

“Misalnya dalam bulan ini sudah terungkap, itu akan dinilai polisi bekerja tanpa muatan politis,” jelas Nasir.

3 dari 3 halaman

Bentuk Tim

Sebelumnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian akhirnya mengeluarkan surat perintah pembentukan tim gabungan penyidikan untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Bahwa itu benar Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah Polri dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri.

Rekomendasi Komnas HAM itu diserahkan ke Polri pada 21 Desember 2018. Hampir sebulan setelah diterima, Kapolri Tito kemudian meneken tanda tangan pembentukan tim gabungan tersebut pada 8 Januari 2019.

“Yaitu untuk membentuk tim gabungan yang terdiri atas kepolisian, KPK, tokoh masyarakat, pakar, dan pihak lain yang dibutuhkan paling lambat 30 hari setelah rekomendasi diterima,” jelas Iqbal.

Dalam surat bernomor sgas/3/I/HUK.6.6/2019 itu, Kapolri memimpin langsung tim. Ada 65 nama gabungan komponen Polri dan masyarakat yang tercantum dalam daftar tim gabungan untuk penyidikan kasus Novel.

Sementara, koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriani menilai, diangkatnya kasus Novel oleh Prabowo-Sandi, hanya untuk mendulang suara pada Pilpres 2019.

“Itu menunjukkan bahwa isu ini dipakai hanya untuk mendulang suara, mendulang dukungan dari publik,” kata Yati di kantornya.

Dia menuturkan, seharusnya capres-cawapres jika ingin menyelesaikan kasus Novel tidak hanya pada momentum debat. Melainkan dapat menjelaskan langkahnya untuk menyelesaikan kasus Novel.

“Ada hal yang harus diselesaikan secara jelas secara rinci spesifik apa yang akan dilakukan dalam penyelesaian kasus ini,” jelas Yati.


Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

Bantuan Rp 50 Juta bagi Perbaikan Rumah Terdampak Tsunami Selat Sunda

Liputan6.com, Jakarta – Akibat tsunami yang menghantam kawasan Selat Sunda, Sabtu 22 Desember 2018 malam, 437 orang meninggal dunia dan dan 14.059 luka-luka. Tidak hanya korban luka, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat ribuan rumah serta fasilitas umum juga rusak parah diterjang tsuami.

Untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait bencana tsunami yang dipicu erupsi dan longsoran material Gunung Anak Krakatau tersebut, telah digelar rapat koordinasi yang dipimpin Plt Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK Sony Harry B Harmadi, Jumat, 11 Januari 2019.

“Upaya percepatan dalam penanganan bencana harus terus dilakukan, khususnya terpenuhinya kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” ungkap Sony di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, Sabtu (12/1/2019).

Sony juga meminta, kepala daerah di daerah terdampak bencana itu untuk menyiapkan lahan sebagai lokasi untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang hancur akibat tsunami Selat Sunda.

“Segera bangun rumah tetap di Lampung Selatan dan Pandeglang, juga untuk rumah sementara karena akan dilakukan kajian,” kata Sony yang mengutip instruksi Presiden Jokowi.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menetapkan akan memberikan bantuan stimulan untuk rumah rusak berat per unit sebesar Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, sedangkan untuk rumah yang mengalami rusak ringan akibat tunami Selat Sunda sebesar Rp 10 juta.

Turut hadir dalam rapat tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung dan Provinsi Banten, Bupati Lamsel, Bupati Pandeglang, serta lembaga dan instansi terkait lainnya.

2 dari 3 halaman

Kesiapsiagaan Pemerintah Atasi Bencana

Sony menambahkan, Presiden Jokowi juga menginstruksikan penataan ruangan di kawasan rawan bencana untuk mengurangi risiko apabila terjadi bencana.

“Selain itu, kita juga perlu menyiapkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” katanya pula.

Dalam pertemuan itu, ditegaskan bahwa pemerintah melalui koordinasi dengan Kemenko PMK terus meningkatkan kesiapsiagaan atas risiko kemungkinan terjadi bencana susulan akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Mengingat ancaman bencana di Selat Sunda bisa datang setiap saat.

Kesiapsiagaan bencana itu, meliputi sosialisasi bencana, layanan di pengungsian, termasuk persiapan pembangunan hunian sementara atau sewa rumah.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ini Asal Sepeda Jokowi Saat Hadiri Deklarasi Dukungan Alumni UI

Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 01 Jokowi hadir dalam acara Deklarasi Alumni UI untuk Jokowi-Ma’ruf Amin. Mantan Gubernr DKI itu datang dengan bersepeda sebelum naik ke atas panggung. Kedatangannya pun langsung disambut dengan sorakan meriah dari para peserta.

Ketua Gerakan Alumni UI untuk Jokowi-Amin, Fajar Soeharto mengatakan, apa yang dilakukan Jokowi tersebut memang sudah direncanakannya.

“Kita ingin unik tentu saja, misalnya kita ingin sampaikan juga kita ingin konsen dengan alam, maka sepeda kita pilih daripada kendaraan yang lain,” kata Fajar di Plaza Tenggara, Komplek GBK, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Sepeda yang digunakan Jokowi 100 persen buatan Indonesia dan terbuat dari bambu.

Ia mengatakan, sepeda tersebut berasal dari pengrajin di Temanggung, Jawa Tengah, bernama Singgih Susilo Kartono, seorang lulusan Universitas ITB. Sepeda ini pun sudah dipasarkan secara internasional.

Setelah Jokowi naik panggung, musisi kondang, Addie MS selaku konduktor paduan suara langsung memimpin ribuan peserta yang hadir untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. 

Acara lalu dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh alumni Universitas Indonesia, Lala Karmela. 

“Kami lihat Indonesia maju pesat di berbagai bidang berkat kerja keras Bapak Joko Widodo. Demi Indonesia, kami alumni UI dan semua yang hadir di sini menyatakan dukungan kami kepada calon presiden dan calon wakil presiden Indonesia periode 2019-2024, Jokowi-Amin,” ungkap Lala.

2 dari 2 halaman

Ribuan Peserta  

Fajar mengatakan, acara deklarasi ini dihadiri oleh ribuan peserta dari 18 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, serta organisasi masyarakat. Para peserta pun datang atas inisiatif mereka karena kepeduliannya bersama.

Fajar berujar, acara deklarasi ini dirasakannya bagai sebuah reuni besar dimana para peserta saling berkenalan dan berteman di dalamnya.

“Kurang lebih 9 ribu orang. Sekitar siang tadi kita dapat hitungan sekitar 7 ribu sampai hampir 8 ribu, padahal waktu itu masih macet sampai ujung sana,” jelas Fajar.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Saat Eks Menteri Kabinet Kerja Nyanyi Jangan Lagi Pilih Jokowi

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar nonton bareng (nobar) debat Pemilihan Presiden 2014. Di acara itu relawan emak-emak ikut menyaksikan tayangan ulang debat tersebut.

Usai nobar, Direktur Relawan Prabowo-Sandi Ferry Mursyidan Baldan menyanyikan lagu salam dua jari. Dinyanyiannya itu, Ferry yang merupakan eks Menteri Kabinet Kerja era Jokowi-JK bilang jangan pilih Jokowi.

“Ada sebuah pengabaian yang kemudian memperlihatkan bahwa negeri ini ya kan dibiarkan punya masalah ynag sedemikian rupa dan tanpa ada penanganan dari pemerintah, maka saya bilang. Saya ingat nyanyain ini, nyanyian dua jari nih, ‘salam dua jari, jangan lagi pilih Jokowi’,” kata Ferry di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/1/2018).

Ferry mengatakan alasannya nyanyi ‘Jangan pilih Jokowi’ karena merasa banyak janji yang belum terealisasi. Apalagi dia pernah ada di dalam pemerintahan Jokowi, sehingga paham betul janji mana yang tak dijalankan.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Siane Indriani sebelumnya mengatakan acara nobar ini bisa menjadi bahan evaluasi capres-cawapresnya nanti. Sebab, menurutnya, materi debat Pemilu 2019 tak beda berjauh dengan 5 tahun lalu.

“Saya sempat bicara dengan teman-teman kayaknya kalau diulang lagi tuh kayaknya Pak Prabowo itu hanya mengulang yang kemarin. Jadi makanya ketika kemarin kita melihat persiapan yang tidak terlalu serius, saya pikir karena Pak Prabowo sudah terbiasa, jadi tidak ada beban sama sekali,” kata Indriani.
(idn/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Fokus Berlatih Konten, TKN: Wajar, Minim Pengalaman

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan sang capres-cawapres fokus berdiskusi dengan ahli menghadapi debat capres-cawapres pertama di 17 April 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin memaklumi hal tersebut.

“Wajar, Prabowo-Sandi perlu banyak latihan jawab soal dan diskusi dengan ahli karena pengalaman mereka yang minim dalam tema debat I,” kata juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/1/2019).

Tema debat perdana meliputi topik hukum, HAM, terorisme, dan korupsi. Menurut Ace, Prabowo perlu banyak persiapan menjawab isu HAM yang terkait dengan dirinya. Selain itu, Ace memprediksi Prabowo-Sandiaga juga bakal kesulitan dalam isu-isu tema debat lainnya.
“Jadi, Prabowo perlu banyak dilatih menjawab isu-isu HAM yang terkait dengan dirinya. Selain itu, kemungkinan besar, Prabowo-Sandi juga kesulitan dalam isu-isu hukum dan regulasi,” ujar politikus Golkar itu.
Hal ini, kata Ace, berbeda dengan Jokowi dan Ma’ruf. Menurut dia, pengalaman Jokowi yang mumpuni di berbagai level pemerintahan jadi bekal yang cukup untuk menjawab isu dalam debat perdana.

“Jokowi punya pengalaman yang panjang terkait dengan reformasi hukum dan regulasi. Pengalaman menjadi wali kota, gubernur, dan 4 tahun di pemerintahan menjadi bekal yang cukup menjawab isu-isu hukum,” kata Ace.

“Demikian pula dengan Kiai Ma’ruf Amin yang memang terbiasa berdebat dalam forum di kalangan ulama seperti bahtsul masail, yang membahas tentang berbagai persoalan aktual keislaman dalam hukum Islam atau fikih. Beliau memiliki kemampuan ilmu mantik yang sangat mumpuni,” imbuh dia.

Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Prabowo-Sandiaga tak memoles penampilan untuk debat capres-cawapres. Dahnil menyebut sang capres-cawapres memilih fokus berdiskusi dengan ahli mengenai tema debat.

Ace berharap Prabowo-Sandi bisa cepat belajar. Selain itu, dia juga mendoakan para ahli yang membimbing Prabowo-Sandi tak frustrasi.

“Jadi, kita anggap saja diskusi dengan ahli itu semacam les bimbingan belajar untuk menjawab soal. Semoga saja ahlinya tidak frustasi,” tutur Ace.
(tsa/hri)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>