3 Keseruan Jokowi dan Atta Halilintar di Istana Bogor

Dalam video yang diunggah Atta dalam salah satu konten YouTubenya, Jokowi tidak hanya memperlihatkan bangunan megah bergaya kolonial yang telah berumur 200 tahun lebih itu.

Dia juga mengungkapkan kebiasannya yang lebih suka tidur di paviliun kecil dibanding di dalam Istana.

“Ya kecil, ruangannya kayak rumah biasa. Kalau di sini kan besar gitu,” ungkap Jokowi.

Baca Komentar Warganet di Media Sosial

Jokowi juga membeberkan kebiasaannya ketika membaca komentar warganet di media sosial.

“Karena di situlah banyak masukan, banyak hal yang perlu kita koreksi, banyak hal yang perlu kita evaluasi,” ujar Jokowi.

Jokowi mengaku menggunakan ponsel dan membaca tanggapan masyarakat di sela kesibukannya ketika melakukan perjalanan dari Bogor ke Jakarta yang memakan waktu 1 jam.

Dari semua komentar yang dibacanya, Jokowi mengaku tak pernah merasa sakit hati.

“Enggak ada, enggak ada sakit hati. Ya sekeras apa pun komentar-komentar itu ya kita terima. Ya itulah masyarakat kita,” ucapnya.

Kawal Suara, Timses Jokowi Luncurkan Aplikasi Jamin Relawan

Liputan6.com, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf meluncurkan aplikasi ‘Jamin Relawan’. Aplikasi ini untuk mengawal suara dan memperlihatkan transparansi proses pemilu.

“Kami namakan Jamin Relawan. Jokowi-Amin Relawan. Ini aplikasi di Google Play, android supaya kan android cukup familiar di masyarakat,” kata Arya di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Menurutnya, aplikasi ini adalah cara TKN Jokowi-Ma’ruf memberi kesempatan bagi relawan dan masyarakat untuk melakukan pengawalan suara yang mereka lihat di setiap TPS. Selain untuk smartphone, aplikasi ini juga dapat diakses melalui versi laman internetnya.

Nantinya, akan ada tiga fitur utama dalam aplikasi ini. Yaitu ambil suara, laporan, dan notifikasi.

“Ambil suara adalah ambil jadi pemilihan kandidat. Kemudian mengirimkan ke server kita. Kalau sudah terkirim maka langsung ada notifikasi bahwa laporan sudah terkirim,” tutur Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf ini.

Jokowi Optimistis Perolehan Suaranya di Sumut Capai 65 Persen

Liputan6.com, Medan – Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bersilaturahmi dengan pendukungnya sekaligus kampanye di Gedung Olah Raga (GOR) Jalan Pancing/Williem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) Jumat malam (5/4/2019). Dia pun menargetkan perolehan suara di Sumut pada Pilpres 2019 lebih besar dari tahun 2014.

“Saya yakin, Sumut menjadi lambung suara bagi kami (Jokowi-Ma’ruf),” ucap Jokowi.

Dia menyebut, pada Pilpres 2014 Jokowi-Jusuf Kalla menang dengan perolehan 55 persen suara di Sumut. Dia optimistis bersama cawapres Ma’ruf Amin mampu memperoleh lebih dari 65 persen suara di Sumut.

“Sanggup, sanggup, sanggup,” teriak Jokowi di hadapan ribuan pendukungnya. Mendengar pernyataan Jokowi, para pendukung juga menjawab dengan kata-kata yang sama, “Sanggup, sanggup, sanggup.”

Jokowi juga mengimbau dan mengajak masyarakat yang hadir di acara tersebut untuk berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan mencoblos gambar menggunakan baju putih pada 17 April 2019.

“Ajak keluarga, ajak saudara-saudara kita, teman-teman kita, berbondong-bondong ke TPS, jangan ada ‎libur dulu. Kalau mau libur, datang dulu ke TPS untuk nyoblos, datang jam 8 pagi, datang jam 9 untuk menyoblos,” ucap dia.

Jokowi juga meminta kepada masyarakat untuk aktif memantau TPS-TPS agar tidak terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

“Datang ke TPS berbondong-bondong pakai baju putih. Yang mau dicoblos baju, apa? Ya, baju warna putih. Sudah tahu semuanya,” sebut Jokowi.

Prabowo Ingin Menang Selisih 25 Persen dari Jokowi

Sementara, Presiden Gerak Indonesia Muhammad Budi Djatmiko dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia mengaku bangga mendukung Prabowo sebagai presiden. Sujatmiko pun menyampaikan aspirasi untuk perguruan tinggi kepada Prabowo jika terpilih kelak.

Pertama, kata dia, APBN untuk perguruan tinggi swasta di Indonesia masih kurang cukup. Sementara, porsi dana negara untuk perguruan tinggi negeri lebih besar sebanyak 7,5 persen. Padahal, indikator-indikator pengukuran bagi perguruan tinggi swasta maupun negeri sama saja. Kemudian, anggaran riset perguruan tinggi swasta juga masih kecil.

“Tentu saya mohon agar jika Allah berkehendak Prabowo presiden, mohon anggaran perguruan tinggi swasta ditingkatkan,” ucap Budi.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

Kenalkan Menantu, Jokowi Ingin Pertebal Kemenangan di Sumut

Medan – Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) memasang target kemenangan minimal 65 persen di Sumatera Utara untuk Pilpres 2019, dari yang semula 55 persen pada 2014. Jokowi yakin target tersebut tercapai karena menantunya, Bobby Nasution putra Sumut.

“Saya sudah punya anak di sini, (namanya) Bobby Nasution. Awas kalau tidak nambah, awas kalau tidak nambah,” kata Jokowi saat kampanye di GOR Dispora, Medan, Sumut, Jumat (5/4/2019).

Bobby turut dikenalkan oleh Jokowi. Jokowi menyebut, akan menelepon timses di Sumut untuk memonitor hasil Pilpres.

“Kini hitung-hitungan kita di atas 65 persen itu bukan barang yang sulit, itu barang yang mudah kalau kita bekerja tinggal waktu 13 hari bekerja keras. Jangan sampai ada isu-isu fitnah, hoax, kabar bohong semua harus berani melawan, merespons, siap?” ujar Jokowi.

Jokowi turut mengenalkan 3 kartu saktinya di hadapan pendukung: KIP Kuliah, Kartu Pra-Kerja, dan Kartu Sembako Murah. Program ini mulai berlaku tahun 2020 jika Jokowi terpilih.

Di akhir pidatonya, Jokowi mengajak pendukung tidak golput. Jokowi mengajak untuk mendukung nomor 01.

“Terakhir, tanggal 17 April, ajak keluarga, saudara, teman-teman sekampung, kita berbondong-bondong ke TPS, setuju?” ucap Jokowi.

“Tanggal 17, kalau bisa berbondong-bondong pakai baju putih, setuju? Karena yang dicoblos bajunya putih,” pungkas Jokowi.
(dkp/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sengatan Matahari Membakar Semangat Pendukung Jokowi di Cirebon

Dia menyebutkan, para relawan membagikan ratusan kaos kepada kaum millenial dan emak-emak. Ditengah bagi-bagi kaos, para relawan juga menggelar sosialisasi.

“Sembari bagi kaos kami juga sosialisasi terutama mencegah kampanye hitam, hoax dan ujaran kebencian. Kaos ini semuanya dari anggota dan pengurus mas karena relawan kami diluar struktural tim sukses,” kata Ketua 234 Sc Cirebon Hendi Fajar Nugroho.

Dia berharap, gerakan relawan 234 Sc tersebut dapat membantu meningkatkan elektabilitas pasangan capres nomor urut 01. Selain memberikan dukungan, Hendi memastikan akan memberikan 5000 suara untuk pasangan Capres 01.

Suara tersebut dari pengurus dan anggota komunitas 234 SC yang ada di Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).

“Secara kinerja Pak Jokowi kami akui bagus dan kami merasakan manfaatnya seperti Bandara, Tol Cipali. Ke depan bangun Tol Cisumdawu hingga Pelabuhan Pattimbang. Selain itu ini juga bentuk loyalitas kami kepada ketua umum kami masa Abi Soerjo Soemarno,” kata dia.

Dia mengatakan, baru tahun ini 234 Sc memberikan sikap politik secara terbuka mendukung pasangan capres. Sebelumnya, organisasi yang digandrungi anak muda itu mengaku tak pernah turun langsung dalam gerakan politik.

Ketua Koordinator Relawan 234 Sc Jawa Barat Muhammad Kazi menyebutkan tak hanya dukungan dari pengurus dan anggota saja. Relawan yang sudah terbentuk di Jawa Barat tersebut akan berusaha memberikan 1 juta suara dari hasil sosialisasi mereka ke masyarakat.

“Kami juga akan menyumbang 10 ribu suara untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Jumlah dari pengurus dan anggota se Jawa Barat belum dengan keluarga mereka,” ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Jokowi mempromosikan 3 kartu andalan saat kampanye terbuka di Cirebon

Bila Terpilih Prabowo-Sandi Tertarik Gaet Mantan Menteri Jokowi

Gunungkidul – Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menyebut tidak anti terhadap menteri kabinet Jokowi. Bahkan tidak menutup kemungkinan pemerintahan Prabowo-Sandi menggaet menteri eks kabinet kerja bila terpilih nanti.

“Kita sampaikan bahwa the best and brightness sons and daughters, tokoh-tokoh yang luar biasa memiliki komitmennya seperti Bu Sri (Mulyani), Pak Chatib Basri atau Menteri Keuangan lain yang profesional dan tidak terlihat terafiliasi politik kemana kita beri kesempatan (masuk kabinet Prabowo-Sandi),” ujar Sandiaga saat ditemui di Lapangan Demang Wonopawiro, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Jumat (5/4/2019).

“Dan itu salah satu fokus kita untuk memberi ruang kepada yang terbaik bagi republik,” imbuhnya.

Sandi melanjutkan, pemerintahan Prabowo-Sandi nantinya tidak akan anti terhadap menteri-menteri yang saat ini berada di kabinet kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Bahkan, Sandi menyebut tidak menutup kemungkinan menteri-menteri tersebut akan dibajak ke kabinet pemerintahan Prabowo-Sandi nantinya.

“Termasuk mantan menteri Pak Jokowi, siapapun itu selama mereka memiliki prestasi dan tentunya memiliki tata kelola yang baik, budi pekerti akan kita rangkul untuk kemajuan bangsa kita,” katanya.

Sebelumnya Sandiaga mengapresiasi penghargaan yang diterima Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan terbaik se-Asia Pasifik tahun 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia, atau penghargaan itu yang ketiga kali sejak tahun 2017.

“Saya ucapkan selamat ke ibu Sri (Mulyani) dan tentunya kita apresiasi setiap penghargaan ke Menteri Keuangan dari dunia internasional,” ujar Sandiaga saat ditemui di Lapangan Demang Wonopawiro, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Jumat (5/4/2019).

Menurut Sandiaga, hal itu selaras dengan konsep pemerintahan yang diusung Prabowo-Sandi jika menang dalam pilpres tanggal 17 April 2019.

“Bu Sri memiliki keharusan untuk punya pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas. Bu Sri akan jauh lebih cemerlang bersama Prabowo-Sandi, karena kami jelas akan mereformasi secara struktural, dan itu dibutuhkan pemerintah yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas,” katanya.

(bgk/bgs)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN: Masuk ke Basis Jokowi di Solo Kesalahan Terbesar Prabowo-Sandi

Jakarta – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan militansi pendukung paslon 01 di Tegal dan Brebes membuktikan basis suara di Jawa Tengah masih kuat. Sehingga, TKN menganggap strategi kubu rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno duduki Jateng salah besar.

“Masuk Jawa Tengah dan langsung menusuk basis pertahanan Jokowi di Solo Raya adalah kesalahan terbesar Prabowo-Sandi,” kata Hasto dalam siaran pers, seperti dikutip Antara, Jumat (5/4/2019).

Militansi masyarakat Tegal yang disampaikan Hasto yakni ketika pendukung rela hujan-hujanan saat kampanye akbar Jokowi pada Kamis (4/4) kemarin. Jokowi pun menyampaikan orasinya di bawah guyuran hujan bersama warga Tegal.

Hasto mengatakan arus bawah Jokowi-Ma’ruf bergerak masif dan militan sesuai prinsip ‘becik ketitik olo ketoro, dan menang tanpa ngasorake’ yang artinya yang baik akan terlihat, yang buruk juga akan terlihat, dan menang tanpa merendahkan.

Lebih lanjut, dalam momentum politik, militansi pendukung capres dan cawapres 01, dinilai Hasto mengejutkan kubu 02. Dukungan pendukung Ma’ruf Amin melalui MUI dan NU ternyata juga sangat signifikan, bersama PKB dan PPP.

Hasto juga menguraikan survei internal TKN yang menunjukkan daya penetrasi Jokowi-Ma’ruf di Jawa Barat dengan dukungan PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, Hanura, PKPI, PBB, dan PSI bersama para tokoh dan relawan, mendapat hasil jauh lebih besar.

“Pada akhirnya, karakter pemimpinlah yang menyebabkan mengapa elektoral Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin terus meningkat. Terlebih setelah deklarasi Putih adalah Kita, cermin tidak hanya baju Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin yang berwarna putih, namun juga cermin bahwa politik itu diisi hal-hal baik. Semakin mereka (pendukung paslon 02) menebar hoax dan fitnah, semakin besar prosentase kemenangan Paslon 01,” ujar Hasto.
(idn/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Setelah Sadikin, Ma’ruf Amin Sebut Jokowi Bantu Kelompok Jamila, Apa Itu?

Liputan6.com, Bogor – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menyebut program Kartu Indonesia Sehat yang digulirkan Jokowi terbukti mampu membantu kelompok masyarakat menengah ke bawah yang disebutnya dengan Sadikin. Tak hanya kelompok Sadikin, kali ini Ma’ruf juga menyebut kelompok Jamila.

“Tahu apa itu Sadikin? Sakit sedikit miskin. Jamila tahu? Jadi miskin lagi,” kata Ma’ruf Amin saat berkampanye terbuka di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019).

Menurut Ma’ruf Amin, Sadikin dan Jamila adalah kelompok masyarakat yang tidak miskin. Namun begitu terserang penyakit berat seperti paru-paru, jantung hingga penyakit yang mewajibkan cuci darah, kelompok itu mendadak menjadi miskin.

“Berkat Kartu Indonesia Sehat, tidak perlu jadi Sadikin atau Jamila karena (pengobatan) dibiayai pemerintah,” kata Ma’ruf seperti dilansir Antara.

Ma’ruf Amin mengatakan, Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah salah satu program yang akan dilanjutkan dan ditingkatkan kapasitasnya jika Jokowi dan dirinya terpilih pada Pilpres 2019.

Forum Kebangsaan Lintas Agama Tulungagung Doa Bersama Dukung Jokowi

Tulungagung – Puluhan anggota Forum Kebangsaan Tulungagung dari lintas agama dan aliran kepercayaan menggelar doa bersama. Mereka berdoa untuk kemenangan Capres Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Ketua Forum Kebangsaan Tulungagung Ahmad Royan mengatakan, doa bersama tersebut diikuti oleh puluhan perwakilan dari sejumlah agama. Seperti Islam, Kristen, Katolik, Konghucu serta aliran kepercayaan lainnya. Secara bergiliran para tokoh agama memanjatkan doa untuk kedamaian bangsa dan kemenangan calon yang didukung.

“Mudah-mudahan Pemilu 2019 berjalan lancar dan damai. Sekaligus meneguhkan persatuan kesatuan dalam bingkai NKRI,” kata Royan, Jumat (5/4/2019) sore.

Forum Kebangsaan mengakui keberhasilan Jokowi di berbagai bidang dalam memimpin Indonesia sejak 2014 lalu. Selain itu, Jokowi juga dinilai mampu menjaga kedamaian di Tanah Air yang terdiri dari banyak suku, ras maupun agama.

“Kedamaian di Negara Indonesia ini bisa dilanjutkan di bawah kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf, untuk itu kami bersatu padu untuk memenangkan nomor urut 01,” imbuhnya.

Dengan dukungan dan kerjasama secara masif dari berbagai kalangan, pihaknya optimis Jokowi-Ma’ruf akan menang. Bahkan ia menargetkan suara petahana akan mencapai 65 persen.
(sun/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>