Suasana Adem saat Jokowi Besuk Ustaz Arifin Ilham

detikFlash

Presiden Joko Widodo menyempatkan diri membesuk Ustaz Arifin Ilham di RSCM Kencana. Pertemuan walau berlangsung singkat namun terasa penuh kehangatan.

Embed Video

Isfari Hikmat – 20DETIK
Rabu, 09 Jan 2019 18:58 WIB

5 Tempat yang Wajib Didatangi di Busan, Kota Terbesar Kedua di Korea Selatan

4. Jembatan Gwangan

Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Korea Selatan. Pada malam harinya, lebih dari 10.000 lampu menerangi jembatan ini. Jembatan ini tidak kosong, justru di sepanjangnya jembatan Gwangan menyediakan sejumlah bar dan restoran dengan menu yang bervariasi, seperti jajanan ataupun makanan berat.

5. Pasar Ikan Jagalchi

Pasar ikan Jagalchi bukan pasar ikan biasa. Pasar ini menawarkan kebudayaan lokal dan sajian seafood khas Korea yang menarik.

Penjajanya menawarkan variasi makanan yang sudah dimasak maupun yang belum, seperti cumi-cumi, gurita, kepiting, kerang, dan lain-lain. Tak lupa, di sini juga terdapat gerai makanan yang menjual jajanan khas dan minuman tradisional Korea Selatan.

(Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Presiden Jokowi berkunjung ke Korea Selatan kunjungan ini sangat istimewa karean dismbut presiden Korea Selatan Moon Jae-in beserta Ibu Negara Korea Selatan Kim Jung-sook di istana Changdeok. Istana yang tekag berusia 600 tahun dan tercatat sebagai w…

Tim Jokowi Minta SBY Tegur Andi Arief Soal Hoax ‘Surat Suara Tercoblos’

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta Ketum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegur kadernya, Andi Arief. Permintaan ini terkait dengan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos.

“Kita meminta kepada Partai Demokrat khususnya Pak SBY untuk merespons masalah ini. Paling tidak menegur terhadap kadernya. Andi Arief itu memang sangat intens melakukan komunikasi di medsos dan memang sangat dekat dengan SBY,” kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi, Irfan Pulungan.

Hal tersebut disampaikannya dalam jumpa pers Direktorat Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019). Andi Arief sendiri sudah dilaporkan oleh Timses Jokowi karena diduga menyebarkan hoax adanya 7 kontainer surat suara yang telah dicoblos.

“Kami berharap ada semacam teguran yang dilakukan oleh Partai Demokrat atau SBY terhadap masalah ini. Saudara Andi Arief yang men-tweet masalah itu kami menyesalkan dan menyayangkan dia tidak melakukan klarifikasi terhadap masalah itu,” kata Irfan.
Times Jokowi pun menduga ada maksud tertentu dari tweet Andi Arief soal hoax tersebut. Irfan kemudian menyinggung soal isu mengenai adanya pihak yang ingin mendelegitimasi KPU.

“Ini patut diduga apakah ini ada kesengajaan yang dibiarkan, agar opini publik, publik bertanya-tanya terhadap masalah ini. Kita tidak menginginkan adanya delegitimasi pemilu terhadap masalah ini,” tuturnya.

Tim Jokowi Minta SBY Tegur Andi Arief Soal Hoax 'Surat Suara Tercoblos'Foto: Direktorat Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf. (Lisye/detikcom).

“Jangan ada pikiran dan keinginan dari kelompok tertentu untuk bagaimana menggagalkan pemilu ini. Kita harus mendorong bersama memerangi persoalan hoax dan berita bohong yang terjadi ini,” sambung Irfan.

Dia juga meminta Andi Arief untuk kooperatif dalam menghadapi buntut tweet yang ia cuitkan. Irfan meminta agar Wasekjen Demokrat itu bersedia datang bila dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“Jika Andi Arief menganggap tidak menyebarkan hoax seharusnya jantan apabila dia dipanggil polisi untuk diminta keterangan. Saya meminta Andi Arief ini membantu proses penegakan hukum. Kami meminta pihak kepolisian agar memeriksa Andi Arief,” sebutnya.

Sementara itu, menurut Wakil Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf, Pasang Haro Rajaguguk, terjadi kegaduhan di media sosial akibat cuitan Andi Arief. Untuk itu, SBY dimintanya turut bertanggung jawab atas tindakan kadernya tersebut.

“Di medsos terjadi kegaduhan itu sangat berpengaruh termasuk dari hasil tersebut. Kami berharap ketua umum Demokrat menegur Andi Arief. Harus berani menegur atau memang SBY takut?” tutur Pasang dalam kesempatan yang sama.

Seperti diketahui, Direktorat Hukum dan Advokasi TKN melaporkan Andi Arief ke Bareskrim Polri. Andi dilaporkan atas dugaan kejahatan terkait pemilihan umum, penyebaran berita bohong (hoax), pencemaran nama baik melalui media elektronik, dan penghinaan.

Andi Arief pun telah bereaksi dengan melaporkan 5 orang dari kubu Jokowi, termasuk Irfan Pulungan. Andi melaporkan mereka atas tuduhan penyebaran berita bohong atau hoax melalui media elektronik dan pencemaran nama baik.

Dalam kasus hoax 7 kontainer surat suara tercoblos itu, polisi telah menangkap tersangka yang diduga menjadi kreator dan penyebarnya. Tersangka yang ditangkap itu adalah Bagus Bawana Putra yang disebut-sebut merupakan relawan Prabowo Subianto, yakni Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Subianto.
(elz/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alvin Faiz Ungkap Hubungan Baik Ustaz Arifin Ilham dengan Jokowi

Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi menjenguk ustaz Arifin Ilham yang sedang dirawat di RSCM, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019). Melalui Instagram, Presiden Jokowi mengunggah potret kebersamaannya dengan Ustaz Arifin Ilham. Ia pun mengajak warganet untuk mendoakan kesembuhan sang ulama. Namun, seorang warganet mengomentari unggahan tersebut dengan sedikiti menyindir.

“Menjenguk orang yang dulunya menjelek-jelekkan beliau. Terbuat dari apa sih hati presiden kayak gini??? heran,” tulis @chandrautama_ dengan emotikon hati dalam Instagram Stories-nya. Entah apa maksud dari kalimat ini, namun sepertinya terkait dengan Ustaz Arifin ilham.

Kontan saja hal ini membuat anak sulung Ustaz Arifin Ilham, Alvin Faiz terpancing emosi. Tak terima, ia meminta agar warganet itu mengirimkan bukti atas tuduhan yang disebutkannya. Alvin Faiz juga menceritakan jika ayahnya dengan Jokowi memiliki hubungan yang baik sejak lama.

Tak tanggung-tanggung, ia juga menunjukkan sejumlah potret kebersamaan sang ayah tercinta dengan Presiden Jokowi yang diambil beberapa waktu silam.

“Mungkin pada belum tahu kalau abi saya dan Pak Jokowi itu sudah lama akrab sejak dulu,” tulis Alvin.

“Saya masih ingat betul minggu lalu ayah saya cerita langsung ke saya dalam keadaan sakit, kalau abi itu dekat dengan Pak Jokowi,” ungkapnya. 

“Di situ abi juga terus mengingatkan bahwa siapapun pemimpinnya, kita harus hormati dan taat. Jika ada salah, ingatkan dengan cara yang benar dan baik,” sambung anak sulung Ustaz Arifin Ilham ini. 

Sri Mulyani Sebut Pembangunan Infrastruktur Jokowi Melanjutkan SBY

Jakarta – Gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama memimpin pemerintahan kabinet kerja tidak lepas dari peran Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintahan kabinet kerja gencar membangun infrastruktur karena sudah ada rancangannya semasa SBY masih menjadi presiden.

Dengan kata lain, kata Sri Mulyani pembangunan infrastruktur di era Jokowi merupakan langkah lanjutan dari pemerintahan sebelumnya.“Di zaman SBY juga punya blue print konektivitas, di zaman Pak Jokowi itu melanjutkan sebetulnya,” kata Sri Mulyani dalam acara outlook perekonomian Indonesia 2019 di Jakarta kemarin, ditulis Rabu (9/1/2019).

Menurut Sri Mulyani, gencarnya pembangunan infrastruktur di zaman pemerintahan Jokowi juga demi mengejar ketertinggalan jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga menjadi fondasi bagi pemerintahan kabinet kerja yang pada 2019 fokus dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Jadi isntrumen APBN, fiskal kita mendorong dan ikut membantu prioritas pembangunan nasional fokusnya SDM, namun infrastruktur tidak berarti berhenti, yang sudah dilakukan 4 tahun itu untuk kejar ketertinggalan kita dibandingkan ASEAN,” kata dia.

“Anda seirng ke Singapura, Thailand, Bangkok, Malaysia, wah kita kalah. Di Bangkok punya sentral station kayak di New York, kalau kita buat MRT saja lihat lah,” tambahnya.

Oleh karena itu, Sri Mulyani mengungkapkan, pada saat kabinet kerja mulai menjalankan pemerintahan maka hal yang pertama dilakukan untuk membangun infrastruktur yang sempat tertunda realisasinya ini dengan merumuskan berbagai skema demi mewujudkan blue print yang sudah ada sebelumnya.

“Itu dengan APBN juga APBD serta KPBU yang gunakan BUMN plus private sector, baik menggunakan loan maupun equity fianancing. Itu yang dilakukan instrumen fiskal kita mensukseskan prioritas nasional,” ujar Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini. (hek/hns)

Momen Ustaz Arifin Ilham Tunjukkan Video Berkuda ke Prabowo

Rabu 09 Januari 2019, 17:18 WIB

Foto News

Pool – detikNews

Jakarta detikNews – Capres Prabowo Subianto menjenguk Ustaz Arifin Ilham di RSCM. Keakraban terlihat saat Ustaz Arifin Ilham menunjukkan video berkuda. Ini foto-fotonya

Prabowo tiba di RSCM pada pukul 16.26 WIB. Dia sempat menyapa beberapa orang dan langsung masuk ke ruang perawatan. 

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Bandara Kertajati Masih Sepi, Menhub dan Kang Emil Putar Otak

Majalengka – Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat masih sepi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Mei 2018. Mengatasi kondisi tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil putar otak.

Keduanya hari ini melakukan pertemuan di Bandara Kertajati membahas solusi mengatasi masalah tersebut. Langkah yang dilakukan dengan memanfaatkan penerbangan umroh dan haji dari bandara terbesar kedua di Indonesia itu.

“Makanya kami hari ini kumpulkan para stakeholder untuk membuat suatu langkah langkah yang konkret, katakan umroh Jawa Barat akan kita kumpulkan di sini,” kata Budi Karya di Bandara Kertajati, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).


Bahkan, lanjutnya, aktivitas kargo juga akan dipusatkan di bandara tersebut khususnya untuk industri yang ada di Jawa Barat.

“Karena industri yang ada di Jawa Barat itu sangat masif sekali. Kita tahu ke beberapa negara, Jepang, China, Korea itu angkutannya banyak sekali,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, pria yang akrab disapa Kang Emil mengatakan, pihaknya akan fokus mempromosikan Bandara Kertajati, yaitu untuk umroh, pariwisata dan pengiriman barang.

“Satu promosi umroh karena ada 600 ribuan warga Jawa Barat per tahun yang punya rezeki umroh, tapi kebanyakan ke Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta),” sebutnya.

Kedua, lanjut Emil, adalah pariwisata. Tidak jauh dari Bandara Kertajati, menurutnya banyak tempat wisata yang bisa memancing orang datang. Itu akan dipromosikan. Terlebih minggu depan akan mulai ada penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta ke Bandara Kertajati.

“Ada penerbangan dari Jakarta mulai minggu depan kan, sehingga orang Jakarta yang lagi bete (bosan) mungkin di Jakarta, tinggal ke Halim datang ke sini, bisa naik bukit, danau dan lain sebagainya,” paparnya.

Yang ketiga adalah kargo, seperti yang dikatakan Budi Karya, yaitu akan difokuskan di Bandara Kertajati.

“Kombinasi umroh, pariwisata dan bisnis barang, itu target di 6 bulan ini. Kalau kompak, saya yakin bandara ini dalam hitungan 6 bulan akan ramai dengan kegiatan ekonomi,” tambahnya. (dna/dna)

[Cek Fakta] Bank Dunia Kritik Jokowi soal Pembangunan Infrastruktur?

Liputan6.com, Jakarta – Sebuah pernyataan Bank Dunia yang dianggap mengkritik pembangunan infrastruktur di pemerintahan Jokowi menjadi perbincangan di dunia maya. Bahkan pembangunan infrastruktur yang dibangun Jokowi disebut-sebut dapat membuat bangkrut Indonesia.

Dalam laporannya yang berjudul Infrastructure Sector Assesment Program edisi Juni 2018, Bank Dunia dikabarkan memberikan sorotan dan kritik pada pembangunan infrastruktur pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hal ini seperti yang diberitakan situs berita asiasatu.online dengan judul berita ‘WARNING! BANK DUNIA : INFRASTRUKTUR JOKOWI BISA BIKIN INDONESIA BANGKRUT!‘. Berita ini ditayangkan pada Jumat 4 Januari 2019 lalu dan menyebar di Facebook. 

Bank Dunia memberikan sorotan pada pembangunan infrastruktur pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Salah satu sorotan mereka berikan terkait penugasan yang diberikan pemerintahan Jokowi terhadap BUMN dalam pembangunan infrastruktur.

Bank Dunia menyatakan untuk menjalankan penugasan yang diberikan, tak jarang pemerintah memberikan keistimewaan kepada perusahaan pelat merah.

Keistimewaan diberikan dalam beberapa bentuk. Pertama, pemberian suntikan modal dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN). Tercatat, pada 2015 lalu pemerintah memberikan suntikan modal Rp41,4 triliun untuk 36 BUMN, yang setengah di antaranya digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Pada 2016, suntikan modal dinaikkan menjadi Rp53,98 triliun yang 83 persen di antaranya untuk pembangunan infrastruktur. Selain suntikan modal, BUMN juga sering diberikan akses yang lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman dari bank BUMN tanpa uji kelayakan yang jelas dengan suku bunga rendah.

Bank Dunia dalam laporan tersebut menyatakan pemberian penugasan dan insentif tersebut telah menimbulkan masalah. Masalah berkaitan dengan peningkatan jumlah utang BUMN.

Untuk menjalankan penugasan dan membiayai pembangunan infrastruktur, BUMN yang tidak mempunyai dana operasional harus mencari pinjaman. Data Bank Dunia, tingkat utang tujuh BUMN infrastruktur yang ditugaskan pemerintah membangun infrastruktur, pada September 2017 lalu mencapai Rp 200 triliun.

Jumlah utang BUMN tersebut naik tiga kali lipat dari tiga tahun sebelumnya atau sebelum mendapatkan penugasan. Utang berpotensi bertambah terus kalau mereka tetap menjalankan penugasan.

Masalah lain, berkurangnya kesempatan investasi sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur. Bank Dunia menyatakan suntikan modal, insentif dan kemudahan yang diberikan kepada BUMN dalam menjalankan penugasan telah membuat perusahaan pelat merah di atas angin dalam tender dan lelang proyek infrastruktur.

Fasilitas tersebut telah mengurangi daya saing sektor swasta terhadap BUMN, sehingga membatasi kesempatan mereka untuk dapat memenangkan proyek.

Selain penugasan BUMN, Bank Dunia juga memberikan perhatian kepada pelaksanaan pembangunan infrastruktur dengan skema pemerintah badan usaha (KPBU). Bank Dunia dalam laporan setebal 344 halaman tersebut menyatakan sebenarnya pemerintah melalui Perpres Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur sudah membuat kemajuan yang bagus dalam menetapkan institusi, instrumen dan proses agar proyek berskema KPBU bisa dijalankan.

Dengan kemajuan tersebut, selama 2015 sampai dengan 2017, 13 proyek berskema KPBU dengan nilai total investasi US$8,94 miliar berhasil dijalankan. Tapi menurut mereka, masih ada sejumlah hambatan yang harus diselesaikan pemerintah agar skema tersebut bisa ditingkatkan.

Salah satu hambatan berkaitan dengan kualitas persiapan proyek. Mereka menilai kemauan dan kapasitas yang dimiliki oleh agen pemerintah dalam merencanakan proyek masih kurang.

Permasalahan tersebut diperparah oleh keengganan Bappenas dalam menolak setiap proposal yang perencanaannya masih kurang tersebut. Selain kualitas persiapan, mereka juga menyoroti buruknya manajemen koordinasi dalam pelaksanaan proyek berskema KPBU.

Dalam pemberian dukungan kepada sektor swasta yang ingin masuk ke dalam proyek berskema KPBU, koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait cukup lemah. Untuk pemberian dukungan berbentuk dana dukungan tunai infrastruktur (Viability Gap Fund) maupun pembayaran layanan ketersediaan (availibility payment) misalnya, sering instansi yang terlibat banyak dan memiliki suara berbeda.

VGF dan Instrumen AP diatur serta dikelola oleh direktorat jenderal yang berbeda di dalam Kemenkeu, dan juga Kementerian Dalam Negeri (Depdagri). Sedangkan ketentuan jaminan untuk dukungan tersebut dikelola terutama oleh PT PII.

Jawab Netizen, Alvin Cerita Kedekatan Abi Arifin Ilham dengan Jokowi

Jakarta – Anak Ustaz Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz, menceritakan soal keakraban sang ayah dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ustaz Arifin Ilham juga selalu berpesan untuk menghormati pemimpin.

Hal itu diceritakan Alvin lewat Instagram Story, Rabu (9/1/2019). Alvin awalnya menjawab pertanyaan netizen soal dia tidak mengunggah foto saat Jokowi menjenguk Ustaz Arifin Ilham pagi tadi.

Alvin mengaku mulanya tidak mengunggah foto itu karena dia sedang tidak mendampingi sang ayah. Dia menegaskan hal itu tidak terkait pilihan politik. Lewat Instagram Story, Alvin juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa dari Jokowi.

Alvin mempertanyakan kapan sang ayah menjelek-jelekkan Jokowi dan meminta bukti. Dia kemudian menceritakan kedekatan Ustaz Arifin Ilham dan Jokowi.

“Mungkin pada belum tahu kalau abi saya dan Pak Jokowi itu sudah lama akrab sejak dulu,” tulis Alvin.

Jokowi jenguk Ustaz Arifin Ilham / Jokowi jenguk Ustaz Arifin Ilham / Foto: Biro Pers Setpres

Saat sakit, Ustaz Arifin Ilham ternyata pernah bicara tentang Jokowi ke Alvin. Dia lalu mengulang perkataan sang ayah.

“Saya masih ingat betul minggu lalu ayah saya cerita langsung ke saya dalam keadaan sakit, kalau abi itu dekat dengan Pak Jokowi,” ungkapnya.

“Di situ abi juga terus mengingatkan bahwa siapapun pemimpinnya, kita harus hormati dan taat. Jika ada salah, ingatkan dengan cara yang benar dan baik,” sambung Alvin.

Jawab Netizen, Alvin Cerita Kedekatan Abi Arifin Ilham dengan JokowiFoto: Instagram Story Alvin, anak Ustaz Arifin Ilham (Instagram @alvin_411)

Alvin menuturkan Jokowi kerap mengonsumsi air Azzikra. Dia menegaskan perbedaan pilihan politik tidak berpengaruh pada sikap saling menyayangi.

“Berbeda pilihan bukan menjadi alasan untuk kita tidak saling menyayangi,” tutupnya.

(imk/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPU: Penyampaian Visi Misi Capres Tetap Ada di Tiap Debat

Jakarta – KPU memastikan tetap ada penyampaian visi misi pasangan capres cawapres di tiap debat. Nantinya tiap paslon capres-cawapres sendiri yang akan menyampaikan visi misi tersebut.

“Penyampaian visi misi akan ada dalam setiap debat dan untuk visi misi yang khusus pada hari ini kita berikan kesempatan pada masing-masing paslon dan tidak difasilitasi KPU,” kata Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik, di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Evi mengatakan yang dibatalkan adalah penyampaian sosialisasi secara khusus yang rencananya digelar pada tanggal 9, KPU menyerahkannya pada masing-masing calon untuk menggelar sendiri. Namun di dalam segmen pertama tiap debat KPU memastikan tetap ada penyampaian visi misi yang disampaikan capres cawapres.

Ia menyebut penyampaian visi misi di tiap segmen pertama masing-masing debat disesuaikan dengan tema yang ada. Dengan demikian tiap paslon dapat memperdalam visi misi lawannya masing-masing.

“Ya sebenarnya sosialisasi KPU tetap sosialisasi, tapi bentuknya beda. Kita tidak ada membaatalkan tapi kasih kesempatan ke masing-masing paslon untuk sampaikan visi misi. Jangan kira debat ini nggak ada visi misi justru yang didebatkan visi misi debat ini untuk memperdalam bagaimana visi misi paslon sebenarnya jangan dibedakan gitu,” ungkapnya.

Secara terpisah, Komisioner KPU Pramono Ubaid memastikan penyampaian visi misi yang dibatalkan yang rencananya digelar hari ini (9/1) karena tak ada kesepakatan antar kubu Jokowi-Ma’ruf Amin dan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Pramono penyampaian visi misi di tiap segmen pertama setiap debat sudah cukup memadai.

“Dalam acara debat kandidat pada tanggal 17/1/2019 nanti, segmen pertama akan diisi khusus dengan penyampaian Visi-Misi Kedua Paslon dalam bidang Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. Dan penyampaian itu dilakukan oleh Paslon secara langsung. Tidak boleh diwakilkan kepada siapapun,” ujar Pramono saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, KPU membatalkan pemaparan visi-misi yang tadinya akan dilakukan pada 9 Januari 2019. Hal ini karena ada perbedaan pendapat antara kubu Jokowi-Ma’ruf dengan kubu Prabowo-Sandiaga.
(yld/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>