Timses Targetkan Jokowi-Ma’ruf Amin Menang 70 Persen di Jatim

Liputan6.com, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menargetkan 70 persen suara di Jawa Timur.

Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan partai pengusung seperti PPP dan PKB guna meningkatkan suara di Jatim, terutama di daerah-daerah dimana suara Jokowi-Jusuf Kalla rendah pada saat Pilpres 2014.

“Jawa Timur sudah ditargetkan 70 persen,” ucap Hasto di Jl. Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (19/11/2018).

Ia menjelaskan, konsolidasi dengan PPP dan PKB ini akan terus dilakukan secara khusus bersama Ma’ruf Amin. 

Hal ini dianggapnya dapat memperluas basis pemilih Jokowi, terutama di daerah-daerah pemilu 2014 lalu yang selisih banding dengan Prabowo. Menurutnya, TKN harus bekerja untuk memperkuat apresiasi rakyat terhadap kepemimpinan Paslon 01 nanti.

“Maka di situ nanti PKB dan PPP bersama Ma’ruf Amin akan memperkuat daerah-daerah seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatera Barat dan berbagai daerah lainnya seperti Aceh,” lanjut Hasto.

Komnas Perempuan: Ada 421 Kebijakan Diskriminatif, 333 ke Perempuan

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Azriana Manalu menuturkan hasil diskusi Komnas Perempuan bersama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Grace menganggap banyak terdapat kebijakan yang mendiskriminasi perempuan, dan Komnas Perempuan setuju akan hal itu.

Azriana mengatakan, Komnas Perempuan pun sudah menyampaikan perihal kebijakan diskriminatif ini sejak tahun 2009.

“Terakhir disampaikan pada Agustus, ada 421 kebijakan diskriminatif, bentuknya 56 persen perda. Lainnya surat edaran, keputusan kepala daerah dari tingkat kelurahan sampai desa. Dan 333 dari 421 itu menyasar perempuan,” jelas Azriana di Kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta, Senin (19/11/2018).

Ia mengatakan, beberapa bentuk dari diskriminasi ini ialah aturan jam malam, pembatasan waria untuk bekerja, aturan berbusana, dan prostitusi.

Azriana menjelaskan, aturan jam malam ini membatasi perempuan yang memang beraktivitas di malam hari karena tuntutan pekerjaan. Misalnya, mereka yang bekerja di instansi pemerintah untuk melayani publik 24 jam, atau pedagang kecil yang memang berjualan di malam hari.

Perempuan yang penghasilan di malam hari terancam kehilangan mata pencarian,” ucap Azriana.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ratusan perempuan di Yogyakarta deklarikan dukungan untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hasto PDIP: Blusukan Jokowi ke Pasar Untuk Buktikan Harga Stabil

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, aksi blusukan Jokowi ke pasar bukan untuk menyaingi calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno yang belakangan ini juga turut blusukan ke pasar.

Menurut Hasto, Blusukan Jokowi punya arti penting dari sekedar menjawab aksi Sandiaga Uno. Dia mengatakan kunjungan Jokowi ke pasar untuk memastikan persepsi salah akan harga, dimana ini berkaitan dengan inflasi yang sebenarnya terkendali. 

“Rekam jejak kepemimpinan Pak Jokowi sejak menjadi wali kota, kemudian guberbmur, kemudian presiden, beliau sangat detail dengan melihat seluruh komponen-komponen yang memaju inflasi. Karena inflasi ini menjadi beban bagi rakyat miskin, dan kemudian berpenghasilan tetap,kemudian pensiunan kelas bawah,” tukas Hasto di Jl. Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (19/11/2018).

Menurut dia, dengan pengecekan secara langsung, Jokowi pun menemukan bahwa harga ternyata relatif stabil.

“Untuk mereka yang mengatakan kemiskinan kita meningkat, itu kan sebagai sebuah upaya-upaya politik, tetapi setelah dilakukan pengecekan dilapangan itu harga-harga relatif stabil,” lanjut dia. 

Sementara itu, Juru Bicara Timses Jokowi-Ma’ruf lainnya, Lena Maryana Mukti juga mengatakan, Jokowi memang sudah selalu turun langsung ke masyarakat untuk melihat keadaan, jauh sebelum Sandi melakukannya.

Debat Soal Gorengan Harga Sembako

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sedih setiap hal menjadi bahan ‘gorengan’ di tahun politik, termasuk harga sembako. Pernyataan Jokowi ini didebat timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Sedih juga kita, kalau sudah masuk ke tahun-tahun politik, apa pun ‘digoreng’. Harga sembako ‘digoreng’. Saya pribadi saja, Presiden Jokowi itu PKI. Coba dilihat di medsos. PKI itu dibubarkan tahun 65-66, saya lahir tahun 61. Umur saya berarti baru 4 tahun. Nggak ada PKI balita,” ujar Jokowi di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11/2018).

Jokowi mengaku kerap memperhatikan harga-harga saban hari. Para menteri dan kepala lembaga terkait biasanya langsung dipanggil ketika Jokowi melihat ada kenaikan bahan pokok. Dia memerintahkan untuk digelar operasi pasar.

“Kalau harga naik sedikit, Rp 100 perak saja, pasti detik itu juga saya akan telepon Kepala Bulog, akan saya telepon Menteri Perdagangan, saya telepon Menteri Pertanian. Hati-hati, harus ada operasi pasar untuk mengendalikan ini,” katanya.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Jokowi tidak menutup mata dengan kondisi di lapangan. BPN menilai tidak fair jika keluhan warga justru disebut politisasi.

“Jangan sampai Pak Jokowi menyatakan yang disampaikan masyarakat itu politisasi. Kan kasihan masyarakat. Mereka mengeluh, tapi Pak Jokowi menutup mata dan bilang ini politisasi. Kan nggak fair ya. Seharusnya koreksi dan bekerja lebih keras lagi,” ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan.

Andre menjelaskan selama ini Prabowo-Sandiaga kerap menerima keluhan dari masyarakat soal harga bahan pokok. Hal itu, sebut dia, yang menjadi dasar program perbaikan ekonomi Prabowo-Sandiaga.

Menurut Andre, Jokowi harus bekerja lebih keras. Sebab, saat ini kinerja Jokowi untuk mengendalikan harga sembako belum dirasakan.

“Faktanya masyarakat mengeluh kan. Berarti kan kinerjanya nggak dirasakan masyarakat,” tutur politikus Gerindra itu.

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf membela Jokowi. Tim Prabowo disarankan sering berkunjung ke pasar.

“Sebaiknya tim Prabowo-Sandi turun ke pasar-pasar, memastikan bahwa harga sembako terkendali dan terjangkau oleh ibu-ibu rumah tangga. Jangan hanya ngomong saja,” kata juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan.

“Terus kalau harganya terjangkau, jangan buat pengakuan aneh-aneh dengan menyebut uang Rp 100 ribu hanya dapat bawang-cabai,” lanjut dia.
(idh/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Saat Jokowi Dihampiri dan Dipeluk Nenek di Lamongan

Lamongan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharian melakukan kunjungan kerja ke Lamongan dan Sidoarjo, Jawa Timur. Saat kunjungannya di Lamongan, Jokowi dihampiri seorang nenek yang langsung memeluknya.

Peristiwa tersebut terjadi tidak jauh dari Universitas Muhamadiyah Lamongan, Jawa Timur, Senin (19/11/2018). Saat turun dari mobil, Jokowi langsung dihampiri si nenek.

Si nenek sempat berbincang dengan Jokowi. Dia menggunakan bahasa Jawa kromo inggil saat berdialog dengan Jokowi.

Nenek tersebut menangis di hadapan Jokowi. Jokowi pun dipeluk si nenek.

Presiden Jokowi dipeluk seorang nenek di Lamongan, Jatim, Senin (19/11/2018)Presiden Jokowi dipeluk seorang nenek di Lamongan, Jatim, Senin (19/11/2018) Foto: Dok. BPMI

“Nggih, nggih, nggih,” ujar Jokowi sambil mengangguk mengamini omongan si nenek.

Nenek tersebut tidak lama kemudian melepaskan pekukannya. Jokowi kembali melanjutkan aktivitas kenegaraannya yakni meresmikan Masjid Kampus Muhammadiyah Lamongan hingga inspeksi ke Pasar Induk Sidoharjo.

(dkp/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Timses: Persepsi Warga Aceh dan Sumbar Terhadap Jokowi Masih Buruk

Hasto menegaskan, sejak awal masa kampanye, Jokowi tidak setuju bila tim pemenangannya berkampanye dengan memasang baliho. Jokowi ingin timmnya langsung turun menemui masyarakat. 

“Pak Jokowi tidak setuju kampanye dengan memasang baliho, di pohon-pohon. Pak Jokowi menginginkan kita turun di tengah rakyat, semuanya itu dilakukan. Basis yang kami datangi kemarin, buktinya bergerak,” jelas dia.

Hasto mengatakan para anggota TKD walaupun tanpa perlu dilantik, telah memiliki legalitas sebagai tim kampanye. Mereka juga telah memiliki SK.

“Sehingga tanpa pelantikan pun sudah legal secara UU mewakili pasangan calon dan melakukan tugas-tugas kampanye sesuai dengan UU,” kata dia.

Reporter: Hari Ariyanti

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Kisruh kasus hukum Baiq Nuril yang jadi perhatian turut membuat Presiden Jokowi ikut berkomentar.

Disebut Dipelintir, Ini Pidato Grace Natalie Soal Perda Syariah

Jakarta – Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie merasa pidatonya soal perda syariah dipelintir hingga jadi kontroversi dan dipolisikan. Mari melihat lagi pidato Grace.

Pernyataan Grace soal Perda syariah disampaikan saat berpidato di HUT ke-4 PSI yang bertajuk Festival 11 di Indonesian Convention Exhibition (ICE), Banten, Minggu (11/11/2018). Sesuai acara, pidato Grace Natalie bertema ‘Muda Menangkan Indonesia’. Acara ini dihadiri Joko Widodo dan Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir.

Sikap PSI yang menolak Perda Syariah adalah satu dari tiga misi PSI bila masuk ke DPR. Misi pertama adalah melindungi pemimpin reformis dan misi kedua yaitu menghentikan praktik pemborosan dan kebocoran anggaran di parlemen.

“Misi ketiga, PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung Perda-perda Injil atau Perda-perda Syariah. Tidak boleh ada lagi penutupan rumah ibadah secara paksa,” kata Grace Natalie.

Berikut pidato lengkap Grace Natalie di HUT ke-4 PSI:

Assalamu Alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua.

Bro and Sis, pengurus, kader, caleg, anggota, dan simpatisan Partai Solidaritas Indonesia.

Kita beruntung karena malam ini, Bro Joko Widodo, calon presiden PSI, hadir bersama kita. Mohon izin Pak Jokowi untuk menyebut atau menyapa dengan Bro Joko Widodo karena semua di sini dipanggil dengan sebutan demikian.

Selamat datang Sis Diana Geovannie. Sis Diana, yang kini sedang dalam masa penyembuhan, sejak awal ikut berjuang bersama dan menciptakan mars dan himne PSI yang begitu indah. Terima kasih, Sis.

Pidato saya malam ini adalah tentang “Yang Muda Yang Menangkan Indonesia”. Pada awalnya adalah kaum muda. Sejarah Republik ini, dimulai ketika kaum muda bangkit bergerak. Pada usia 29 tahun, Soekarno muda menyampaikan pleidoi ‘Indonesia Menggugat’. “Orang tidak bisa membunuh semangat…” begitu kata Bung Karno di hadapan para hakim Kolonial. Pidato monumental yang mengharumkan nama Soekarno di kalangan pergerakan, dan kemudian didaulat menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia di usia 44 tahun.

Jauh sebelum itu, Raden Ajeng Kartini menuliskan pikirannya yang jernih dan tercerahkan dalam usia kurang dari 20 tahun. Mei ’98, anak-anak muda turun ke jalan, menuntut diakhirinya Orde Baru yang korup dan otoriter. Beberapa mati ditembak, lainnya hilang diculik.

Kisah kepahlawanan kaum muda juga muncul dalam bentuk cinta yang keras kepala.

Mei 1998, di tengah kerusuhan rasial tanah air, Hariyanto Arbi — yang malam hari ini hadir bersama kita — terus berjuang membela merah putih di Hong Kong. Meskipun di tanah tumpah darah yang ia cintai dengan sepenuh hati, sanak saudara tak jelas kabarnya — dan setiap saat bisa menjadi korban sasaran amuk massa.

Tapi Bro Hariyanto Arbi yang berumur 26 tahun saat itu, bertahan, tetap bertanding dan akhirnya mempersembahkan Piala Thomas bagi Indonesia. Yang muda, yang menangkan Indonesia.

Grace Natalie dan Presiden Jokowi / Grace Natalie dan Presiden Jokowi / Foto: dok. Grace Natalie

Modern day hero datang dari anak-anak muda yang mengharumkan Indonesia di pentas dunia. Nadiem Makarim, di usia 26 tahun menciptakan terobosan kreatif mengatasi problem transportasi kronis Jakarta. Inovasinya: Go-Jek — setiap hari dinikmati jutaan users. Prodigy bernama Joey Alexander, pada usia 12 tahun menjadi nomine termuda sepanjang sejarah Grammy Awards. Remaja 19 tahun, bernama Rich Brian, sukses Go International dan kini tampil reguler di panggung pertunjukan musik hip-hop Amerika. Bro and Sis, merekalah pahlawan muda yang menangkan Indonesia!

73 tahun setelah merdeka, Indonesia menghadapi dua tantangan serius. Jajak pendapat Saiful Mujani Research and Consulting SMRC, memperlihatkan: Partai Politik dan DPR adalah lembaga yang paling tidak dipercaya oleh publik. Korupsi yang merajalela membuat kepercayaan masyarakat mencapai titik terendah. Tantangan kedua adalah meluasnya sektarianisme yang menyuburkan sikap dan tindakan intoleransi. Hampir 6 dari 10 orang Indonesia tidak bersedia dipimpin oleh orang yang berbeda keyakinan. Survei memperlihatkan, intoleransi politik kita selama tiga tahun terakhir memburuk.

Bro and Sis, ini sama sekali bukan soal kekuasaan, bukan soal siapa harus memimpin, sama sekali bukan, tapi ini soal rasa keadilan. Kesetaraan di depan hukum. bahwa tidak ada seorang pun yang didiskriminasi karena warna kulit atau keyakinannya!

Bro Jokowi, Bro and Sis yang muda dan akan memenangkan Indonesia. Politik kita terancam oleh sebuah jalan buntu. Kalau terus berlanjut, sebagaimana terjadi di Suriah dan Irak, akan mendorong orang berpaling pada ideologi kekerasan. Karena mereka menganggap demokrasi hanya menghasilkan politisi korup.

Empat tahun lalu PSI berdiri. Partai ini adalah resultante dari refleksi panjang kami atas keadaan bangsa, yang menurut kami berada pada titik kritis. Pada satu sisi, kami anak-anak muda, melihat persatuan nasional terancam oleh Korupsi dan Intoleransi. Namun pada saat lain kami melihat sebuah harapan.

Titik terang itu bernama Joko Widodo. Seorang presiden, yang mendobrak tradisi kekuasaan yang selama ini didominasi elite politik lama. Sama seperti kebanyakan dari kita, Bro Jokowi melewatkan masa kecil dalam suasana prihatin. Tapi berkat kejujuran, kerja keras, dan kemauan untuk belajar, beliau bisa menduduki jabatan tertinggi negeri ini. Itulah Indonesian Dreams, siapa pun kamu, apa pun latar belakangmu, akan punya kesempatan yang sama untuk menjadi apa yang kamu cita-citakan, asal kamu mau belajar dan bekerja keras!

Bro and Sis, yang mungkin sedang frustasi karena hidup pas-pasan atau bahkan kekurangan, jangan putus asa. Ingatlah bahwa mimpi Indonesia itu nyata. Kita lihat buktinya duduk bersama kita di sini. Jangan pernah merasa bahwa kalian tidak punya masa depan. Bahwa kalian tidak penting dan tidak punya tempat di negeri ini. Saya ingin katakan, kalian semua penting dan berharga. Dalam Pemilihan Umum 2019 nanti, akan ada 75 juta anak muda, berusia 17 sampai 35 tahun, yang mempunyai hak untuk memilih. Artinya 40 persen suara akan ditentukan kaum muda.

Bro Jokowi. Bro and Sis, generasi muda yang akan menangkan Indonesia. PSI lahir dari kesadaran bahwa kita, kaum muda harus melibatkan diri dalam percakapan nasional, untuk memastikan suara kita didengar. Agar arah kebijakan politik sesuai dengan harapan kita kaum muda.

Presiden Jokowi sedang membangun dasar-dasar yang kokoh bagi persatuan dan kemajuan Indonesia. Pembangunan infrastruktur akan mendorong kemajuan ekonomi, sambil mengurangi hambatan geografis, membuat kita semakin dekat satu sama lain. Pembangunan Indonesia bagian timur adalah statement yang jelas bahwa masyarakat di sana tidak diabaikan, tidak ditinggalkan.

Bro Jokowi yang saya hormati, Bro and Sis pewaris sah negeri ini. Kekayaan terbesar Indonesia sesungguhnya bukan bersumber dari tambang minyak, batubara, atau kekayaan alam lain. Kekayaan terbesar bangsa ini terletak pada para anak muda yang akan menentukan arah negeri.

Grace Natalie Saat Menghadiri Sidang Uji Materi UU Pemilu / Grace Natalie Saat Menghadiri Sidang Uji Materi UU Pemilu / Foto: Grandyos Zafna

Bro and Sis yang saya banggakan, dan akan memenangkan Indonesia. Jika kelak diberi amanat oleh rakyat untuk duduk di parlemen, ada tiga misi yang akan dijalankan PSI.

Misi pertama adalah memproteksi para pemimpin reformis di tingkat nasional dan lokal dari gangguan para politisi hitam. PSI akan menjaga Pak Jokowi di DPR, menjaga Kang Ridwan Kamil di Jawa Barat, menjaga Pak Nurdin Abdullah di Sulawesi Selatan, menjaga Ibu Risma di Surabaya.

Misi kedua, PSI ingin menghentikan praktik pemborosan dan kebocoran anggaran di parlemen. Tidak boleh lagi ada sepeser pun uang rakyat yang bisa dihambur-hamburkan dan dikorupsi.

Misi ketiga, PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah pernah mendukung Perda-perda Injil atau Perda-perda Syariah! Tidak boleh ada lagi penutupan rumah ibadah secara paksa!

Bro and Sis, yang akan memenangkan Indonesia. PSI sadar bahwa tujuan akhir dari politik adalah untuk menciptakan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah ketika warga merasa kebutuhan mereka terpenuhi. Dulu kebutuhan primer kita hanya sandang, pangan, dan papan, tapi kini kebutuhan utama meluas.

Bro Jokowi merespons perubahan itu dengan melaksanakan Program Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat. Menunjukkan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia abad-21, selain lingkungan yang lestari dan hubungan yang baik antarmanusia.

Bro Jokowi, Bro and Sis yang akan memenangkan Indonesia. Ada perbedaan utama antara generasi optimis dengan politisi lama. Politisi zaman old melihat orang atau negara lain sebagai ancaman. Karena itu mereka sering pidato aneh-aneh: akan menyetop seluruh impor-lah, bahaya asing-lah.

Politik gaya lama adalah politik yang gemar menyebar ketakutan. Politisi genderuwo, kata Bro Jokowi. Biasanya para genderuwo ini satu geng dengan politisi sontoloyo. Politisi yang sukanya menyebar isu SARA dan hoax. Kita bukan mereka.

Grace Natalie saat bertemu dengan penyebar hoax foto syur / Grace Natalie saat bertemu dengan penyebar hoax foto syur / Foto: Grandyos Zafna

Politik PSI adalah politik yang optimis, politik yang cerdas, politik yang kreatif, politik kegembiraan. Kita adalah generasi optimis yang melihat orang atau negara lain sebagai kesempatan, atau peluang untuk bekerjasama, berkolaborasi.

Kita selalu berpikir bagaimana agar fashion Indonesia bisa diterima di Paris, musik Indonesia digandrungi di New York, dan animasi kita diputar di bioskop-bioskop dunia. Itulah perbedaan generasi muda optimis dengan para sontoloyo dan genderuwo!

Bro Jokowi, Bro and Sis yang akan memenangkan Indonesia. Tidak ada jalan yang mudah, tapi malam ini saya bisa merasakan atmosfer kemenangan. Saya merasakan energi yang kuat, tekad dari Bro and Sis semua: anak-anak muda yang akan menangkan Indonesia!

Pada 17 April nanti, kita akan merebut masa depan. Tunjukkan diri kalian: wajah Boyolali, Aceh, Pekalongan, muka Singkawang, Ambon, Papua. Kalianlah wajah pemenang, wajah Indonesia.

Dengan langkah mantab, pergilah ke bilik suara. Kita tuntaskan tugas politik kita: menangkan 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Menangkan 11 Partai Solidaritas Indonesia. Kita muda, kita yang akan memenangkan Indonesia. Muda menangkan Indonesia

Indonesia! (dijawab) Menang!
Jokowi-PSI! (dijawab) Menang, Menang, Menang!
Wasalamu’alaikum Wr Wb
(imk/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo-Sandi Mau Samakan Tarif Pajak RI dengan Singapura

Jakarta – Saat ini, tarif pajak penghasilan (PPh) badan di Indonesia mencapai 25%. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tarif pajak yang dikenakan di negara lain, seperti Singapura.

Hal tersebut pun sering dikeluhkan oleh pengusaha. Menyikapi hal tersebut, pasangan Prabowo-Sandiaga pun berencana menurunkan tarif pajak Indonesia, minimal setara dengan Singapura. Tujuannya agar Indonesia bisa kompetitif.

Demikian disampaikan oleh ekonom senior yang juga Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo saat berbincang dengan CNBC Indonesia, seperti dikutip detikFinance, Senin (19/11/2018).

“Ini salah satu target kita dalam beberapa tahun. Penurunan akan dilakukan secara gradual,” kata Dradjad.

Selain itu, Prabowo-Sandiaga pun akan menaikkan nominal batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) yang saat ini di angka Rp 4,5 juta per bulan, serta menurunkan tarif PPh 21 Orang Pribadi.

“Selain keuntungan tax base bisa meningkat, kita bisa makin kompetitif. Kue ekonomi bisa semakin besar,” ujarnya.

Intinya, kebijakan perpajakan di era Prabowo-Sanidaga dijamin tidak akan memberatkan, terutama kepada para pelaku perusahaan digital dan perusahaan rintisan.

“Bagian dari sistem pajak yang kontraproduktif terhadap perekonomian, tidak akan ada lagi. Tak ada lagi yang memberatkan,” kata Dradjad.

Dradjad sendiri menganggap rezim perpajakan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu memberatkan dan tidak kompetitif jika dibandingkan tarif yang dikenakan di negara lain. Ini dianggap menjadi salah satu penyebab basis pajak yang dimiliki otoritas pajak terbatas, dan membuat investor pikir dua kali sebelum berinvestasi di Indonesia.

Menurut dia, permasalahan utama yang saat ini dihadapi pemerintah adalah persoalan tingkat kepatuhan para pembayar pajak, yang masih rendah. Hal itu tergambar jelas dalam tax ratio atau rasio pendapatan pajak terhadap PDB yang mengukur formula kinerja perpajakan dengan membandingkan penerimaan pajak dari PDB dalam waktu tertentu.

Semakin rendah tax ratio, maka semakin rendah pula kepatuhan wajib pajak dalam negeri. Selain itu, kemampuan pemerintah untuk menggali sumber penerimaan pajak dari berbagai sektor belum optimal.

Direktorat Jenderal Pajak, kata Dradjad, saat ini memang sedang berbenah melalui perbaikan sistem informasi teknologi di internal otoritas pajak. Namun, hal itu dianggap belum cukup.

“Itu tidak akan maksimal untuk perbaiki tax base. Kami ingin menurunkan tarif pajak,” ujar Dradjad.

(eds/ang)

Dukungan Buat Baiq Nuril yang Tak Putus

Jakarta – Dukungan untuk terpidana kasus perekaman percakapan mesum, Baiq Nuril belum putus. Perjuangan Nuril melawan hasil putusan PN Mataram dimulai hari ini.

Nuril bersama kuasa hukumnya akan melaporkan eks Kepsek M di SMAN 7 Mataram ke polisi dengan pasal pencabulan siang nanti.

“Jadi rencana teman-teman tim hukum akan melaporkan tindak asusila yang sudah dilakukan oleh kepala sekolah sebagaimana terdapat dalam salinan putusan kemarin itu untuk dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Barat. Jam 9 atau 10 siang (nanti)” kata Kuasa Hukum Nuril, Joko Sumadi saat dihubungi detikcom, Minggu (18/11/2018) malam.

Joko mengatakan pelaporan balik terhadap M karena masifnya dukungan dari masyarakat untuk menuntut keadilan. Pelaporan ini juga disebut sebagai pembuktian bahwa Nuril adalah korban.

“Desakan dari masyarakat menginginkan ini sebenarnya akar masalahnya dari kepala sekolah kenapa tak dilaporkan, akhirnya oke kita akan laporkan,” lanjut Joko.

Di kasus ini, awalnya Nuril divonis bebas oleh PN Mataram. Tapi oleh MA, Nuril divonis bersalah dan dihukum 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

Dari situ, dukungan buat Nuril bermunculan. Warga menggalang dana untuk Nuril agar lolos dari denda Rp 500 juta.

Penggalangan dana itu dibuat di kitabisa.com/saveibunuril. Hingga Minggu (19/11/2018) pukul 05.54 WIB sudah terkumpul Rp 298 juta.

Komisi III DPR yang membawahkan bidang hukum juga membela Bu Nuril di kasus ini. DPR menilai kasus Nuril yang dihukum 6 bulan penjara MA menjadi bahan berbenah pengadilan.

“Kami menaruh perhatian terhadap kasus Nuril dan berharap Nuril mendapatkan keadilan yang diharapkannya. Selain itu kasus Nuril menunjukkan bahwa reformasi hukum yang telah diupayakan Jokowi selama ini masih perlu waktu untuk terus dibenahi,” kata anggota Komisi III F-PKB Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Jumat (16/11).

Komnas Perempuan mengecam MA yang memvonis Nuril 6 bulan penjara. Menurut Komnas Perempuan, vonis terhadap Nuril tidak pas karena dianggap sebagai korban pelecehan seksual.

“Atas kondisi itu Komnas Perempuan memberikan perhatian serius pada pelecehan seksual yang dialami BN (Baiq Nuril) dan upayanya membela diri. Komnas Perempuan telah memberikan keterangan sebagai Ahli dalam persidangan kasus ini di Pengadian Negeri (PN) Mataram, yang telah memutus bebas BN dari dakwaan melakukan pelanggaran UU ITE, yang saat ini telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung,” ucap komisioner Komnas HAM, Yunianti Chuzaifah.

Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga ikut bersuara di kasus Bu Nuril. Dia menganggap vonis hukuman kepada Nuril mencederai rasa keadilan di masyarakat.

“Dia merekam semua itu kan supaya terhindar dari fitnah. Dia punya anak yang masih menyusu, punya suami. Atasannya yang selalu menggoda, kok malah Bu Nuril yang dihukum. Ini mencederai rasa keadilan masyarakat,” kata Cak Imin Sabtu (17/11).

Dukungan buat Nuri juga sampai ke tanah Sulawesi Selatan. Pemuda dan mahasiswa di Makassar menggelar aksi solidaritas membela Nuril. Peserta aksi meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membebaskan Nuril.

“Presiden harus memberikan sikap, memberikan amnesti ke ibu Nuril dan menyelamatkan dia dari kriminalisasi,” kata Humas solidaritas aksi, Azis Duppa.

Aksi Solidaritas Makassar untuk Ibu Nuril digelar di Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard, Makassar, pada Minggu (18/11) pagi. Aksi digelar dengan menuliskan tanda tangan sebagai pembelaan kepada Nuril. Ada juga berbagai tulisan yang berisi pembelaan terhadap Nuril.
(idn/jor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>