Jokowi Ajak Pendukung Datang ke TPS dengan Baju Putih

Malang – Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) mengajak pendukungnya untuk datang ke TPS pada 17 April mendatang dengan menggunakan kostum putih. Jokowi mengatakan, kostum putih sudah menjadi ciri khas dirinya bersama Cawapres Ma’ruf Amin.

“Marilah kita mengajak saudara-saudara kita, teman-teman kita, kawan-kawan kita, semua tetangga kita, untuk 17 April nantinya untuk menuju ke TPS, jangan biarkan 1 orang pun golput,” kata Jokowi ke pendukungnya di GOR Ken Arok, Jalan Mayjen Sungkono, Malang, Jawa Timur, Senin (25/3/2019).

“Ajak mereka semuanya ke TPS memakai baju putih, memakai baju putih, karena yang akan dicoblos itu bajunya juga putih. Karena putih adalah kita, kita adalah baju putih,” lanjutnya.

Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin di surat suara Pilpres 2019Foto Jokowi dan Ma’ruf Amin di surat suara Pilpres 2019 Foto: dok. Ist

Jokowi tidak mau kostum putih yang sudah menjadi ciri khasnya sejak awal Pilpres 2019 diklaim orang lain.

“Ini nanti (khas baju putih) diambil yang lain. Kita sudah baju putih sejak awal, (malah) dipakai yang lain, enak saja,” ujarnya.

Jokowi lalu mengungkit raihan suaranya di wilayah Malang Raya pada Pilpres 2014 lalu. Malang Raya meliputi Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang.

“Pilpres 2014 hasil kita di Malang Raya ini kurang lebih 61 persen,” tuturnya.

Berangkat dari raihan itu, Jokowi menargetkan tim suksesnya di Malang Raya untuk memenangkannya hingga 70 persen suara.

“Minimal 70 persen, setuju? Minimal, minimal, minimal, saya bilang minimal. Nanti kalau tanggal 17 April sore sudah ada hasilnya saya akan telepon ke sini, (saya tanya) ‘berapa hasilnya?’,” imbuhnya.

“Hati-hati Pak Ketua saya telepon, (saya tanya) ‘berapa hasilnya? ‘, sesuai target atau tidak. Tapi kalau melihat antusias pada malam hari ini saya meyakini kalau 70 persen pasti kita raih. Negosiasinya kayak begini 70 persen nggak dapat kebangetan,” ucapnya.
(nvl/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Sebut 4,5 Tahun Diserang Fitnah, Fadli Zon: Halusinasi

Jakarta – Sambil pidato berapi-api di Yogyakarta, capres Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah 4,5 tahun diserang fitnah dan akan melawan fitnah tersebut. Klaim Jokowi dianggap Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo, Fadli Zon halusinasi.

“Harusnya ditanya ke Pak Jokowi yang yang diserang hoax bagian mana, yang mau dilawan siapa. Jadi saya kira ini halusinasi kayaknya,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Menurut Fadli, justru yang diserang fitnah selama ini adalah Prabowo. Ia mempertanyakan mengapa Jokowi memberi pernyataan sebaliknya.
“Jadi yang saya tahu, yang diserang itu Pak Prabowo selama ini, yang difitnah itu Pak Prabowo, yang diintimidasi adalah pihak kami, yang dikriminalisasi adalah pihak kami. Kok jadi ke bolak-balik begitu?” tanya politikus Gerindra ini.
Pidato Jokowi mengenai serangan fitnah sebelumnya disampaikan di depan pendukungnya dalam acara deklarasi Alumni Jogja Satukan Indonesia. Jokowi akan melawan fitnah yang menyerang dirinya itu.

“Saya sebetulnya sudah diam 4,5 tahun, difitnah-fitnah saya diam, dihujat saya diam, tetapi hari ini di Yogya saya sampaikan saya akan lawan! Ingat sekali lagi, akan saya lawan! bukan untuk diri saya, tapi ini untuk negara,” kata Jokowi di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Sabtu (23/3).
(azr/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Diprediksi Menang di Survei Charta Politika, TKN: Target Kami 70%

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin merasa bersyukur dengan hasil survei Charta Politika yang memprediksi kemenangan pasangan nomor urut 01 itu. Meski demikian, TKN menargetkan meraih suara hingga 70%.

“Kami bersyukur. Alhamdulillah atas keunggulan Pak Jokowi dalam survei ini. Tentu saja hasil survei ini membuat kami tidak puas karena target kami menang mutlak. Setidak-tidaknya mampu mencapai 70%,” kata Wakil Sekretaris TKN Ahmad Rofiq kepada wartawan, Senin (25/3/2019).

Rofiq mengatakan pihaknya akan memaksimalkan upaya pemenangan. Para kader partai koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf disebutnya akan terus berusaha melipatgandakan dukungan dari masyarakat dengan sosialisasi 3 ‘kartu sakti’ Jokowi.
“Akan banyak hal yang terjadi di masyarakat. Setelah Pak Jokowi menyampaikan akan melawan fitnah, melawan hoax, melawan ketidakbenaran. Ini akan membuat rakyat berbalik memberikan dukungan penuh. Rakyat akhirnya tahu kalau Pak Jokowi selama ini dikuyo-kuyo (dizalimi) oleh pihak sebelah,” jelas politikus Partai Perindo itu.
Sementara itu, juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily mengatakan pihaknya tidak akan terlena dengan hasil survei Charta Politika. Menurutnya, akan banyak hal yang bisa terjadi dalam sisa masa kampanye, termasuk suara undecided voters.

“Masih adanya undecided voters dalam survei Charta Politika itu harus kami pastikan bahwa yang undecided tersebut kita harapkan bisa memilih kami. Yang kedua, kami berharap juga masyarakat tidak melalukan golput ya. Karena potensi golput itu bisa saja merugikan bagi proses demokrasi kita,” ujar Ace di gedung DPR, Senayan, Jakarta, hari ini.

Meskipun demikian, Ace yakin pilpres kali ini akan dimenangkan oleh Jokowi-Ma’ruf dan menargetkan hingga 70 persen suara. Politikus Golkar ini menginginkan kemenangan besar karena melihat dukungan kepada Jokowi juga lebih besar dari Pilpres 2014.

“Sekali lagi, bagi kami survei yang memenangkan kami itu harus menjadi cambuk buat kami agar kami tetap waspada, kami harus tetap kerja keras agar tren kenaikan kemenangan ini terus kami rawat dan terus kami tingkatkan,” jelas Ace.

Sebelumnya, lembaga survei Charta Politika memprediksi Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menang atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dalam survei tersebut, dilihat dari hasil sebelumnya, tren elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres mengalami peningkatan.

Survei itu dilaksanakan pada tanggal 1-9 Maret 2019. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 2.000 responden di 34 provinsi. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,19% dan tingkat kepercayaan 95%.

Periode Maret 2019, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 53,6% sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat angka 35,4%. Sebanyak 11% responden tidak tahu atau tidak menjawab. Charta Politika lantas melakukan ekstrapolasi sebagai prediksi akhir Pilpres 2019.

“Dengan perolehan elektabilitas tersebut di atas, ketika dilakukan ekstrapolasi maka menghasilkan perolehan suara Joko Widodo-Ma’ruf Amin dipilih oleh (60,2%) mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (39,8%),” tulis Charta Politika dalam rilisnya.
(azr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Survei Charta Politika: Jokowi Kuasai Jawa, Prabowo Kuat di Sumatera

Jakarta – Charta Politika mengeluarkan hasil survei terbaru terkait Pilpres 2019 berdasarkan pemetaan kekuatan pasangan capres-cawapres. Hasilnya, Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul di 7 dari 9 wilayah yang menjadi sampel.

“Dari segi wilayah, Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul di hampir semua wilayah, kecuali di wilayah Sumatera di mana Pranowo Subianto-Sandiaga Uno unggul,” kata Direktur Eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya di kantor Charta Politica, Jalan Cisanggiri III, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Survei ini dilaksanakan pada tanggal 1-9 Maret 2019. Survei dilaksanakan dengan wawancara tatap muka pada 2.000 responden di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,19 % dan tingkat kepercayaan 95 %.

Dalam survei itu, Prabowo-Sandi memperoleh suara 48,3 persen di Sumatera sedangkan Jokowi-Ma’ruf meraih 43,3 persen. Yunarto menyebut kekuatan terbesar Prabowo di Sumatera ada di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.

“Daerah tempur ada di Sumut, Jambi, Bengkulu, dan Babel,” ujarnya.

Terkait kekuatan di Jawa, Jokowi masih kuat di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Perolehan suara Jokowi-Ma’ruf di wilayah itu mencapai 68 persen.

Berikut hasil survei Charta Politika terkait pilpres berdasarkan pembagian wilayah:

Sumatera:

Jokowi-Ma’ruf 43,3
Prabowo-Sandiaga 48,3
Tidak menjawab 8,5

DKI Jakarta & Banten:

Jokowi-Ma’ruf 44,2
Prabowo-Sandiaga 40,0
Tidak menjawab 15,8

Jawa Barat

Jokowi-Ma’ruf 47,4
Prabowo-Sandiaga 42,3
Tidak menjawab 10.3

Jawa Tengah & DIY

Jokowi-Ma’ruf 68,1
Prabowo-Sandiaga 18,4
Tidak menjawab 13,4

Jawa Timur:

Jokowi-Ma’ruf 56,9
Prabowo-Sandiaga 30,9
Tidak menjawab 12,2

Bali, NTB & NTT:

Jokowi-Ma’ruf 64,5
Prabowo-Sandiaga 28,2
Tidak menjawab 7,3

Kalimantan:

Jokowi-Ma’ruf 58,4
Prabowo-Sandiaga 32,8
Tidak menjawab 8,8

Sulawesi:

Jokowi-Ma’ruf 53,6
Prabowo-Sandiaga 33,6
Tidak menjawab 12,9

Maluku & Papua:

Jokowi-Ma’ruf 57,1
Prabowo-Sandiaga 32,9
Tidak menjawab 10.0
(abw/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bawaslu Ingatkan Jokowi dan Prabowo Kampanye Sesuai Aturan

Jakarta – Bawaslu menemukan pelanggaran dalam kampanye akbar hari pertama Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Bawaslu meminta kedua paslon menaati peraturan.

“Kami minta kepada semua peserta pemilu harus sesuai semuanya sama peraturan yang berlaku,” ujar anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar saat dihubungi, Senin (25/3/2019).

Firtz mengatakan aturan yang harus ditaati kedua paslon di antaranya terkait dengan materi kampanye. Selain itu, dia juga mengatakan paslon harus memperhatikan tata cara rapat umum atau kampanye akbar.
“Sama dengan materi dan penyampaian tata cara di rapat umum,” kata Fritz.

Sebelumnya, Fritz mengatakan terdapat pelanggaran yang dilakukan kedua paslon, namun ia tidak merinci pelanggaran apa yang dilakukan masing-masing palson. Dia menyebutkan salah satu pelanggarannya yaitu dengan pelibatan anak dalam kampanye.

“Misalnya masih ada anak-anak di dalam kampanye, padahal itu kan tidak sesuai dengan komitmen kita,” kata Fritz.

Selain itu, pelanggaran lain dengan adanya penggunaan fasilitas negara. Serta adanya ASN yang hadir saat kampanye dan kesalahan dalam penggunaan alat peraga kampanye.

“Kemudian masih ada penggunaan fasilitas negara, di mana ada beberapa pejabat yang menggunakan atau mobil pemerintah,” kata Fritz.
(dwia/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kampanye di Banyuwangi, Jokowi Disambut Koor Simpatisan dan Relawan

Banyuwangi – Calon Presiden nomer urut 01 Joko Widodo menggelar kampanye di Banyuwangi. Tiba di Banyuwangi, Jokowi langsung menggelar pertemuan dengan simpatisan dan kader partai pendukung dan pengusung di Banyuwangi.

Jokowi tiba di Taman Blambangan Banyuwangi sekira pukul 10.20 WIB, Senin (25/3/2019). Relawan dan simpatisan Capres nomer urut 01 ini kemudian di sambut oleh ratusan penari gandrung. Tak hanya itu, Jokowi langsung diberikan ikat kepala khas Banyuwangi (Udeng) oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Jokowi kemudian diserbu oleh masyarakat yang ingin mengabadikan momen bersama Jokowi.
“Jokowi.. Jokowi..,” koor para simpatisan partai juga relawan saat Jokowi masuk ke area RTH Taman Blambangan Banyuwangi.
Jokowi kemudian bergabung dengan kegiatan komunitas Relawan Pengusaha Muda Nasional Untuk Jokowi Maruf Amin (Repnas) dalam acara Ngopi Jokowi, Ngobrol Inspiratif Bareng Ir. Joko Widodo dalam tema “Kisah Inspiratif Jokowi dalam Bisnis Mebel sampai memajukan negeri”.
(iwd/iwd) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Kampanye Tertutup di Malang Malam Ini

Sementara Ahmad Wanedi, Ketua Tim Sukses Kota Malang mengatakan, kehadiran Jokowi di Malang sebagai obat bagi relawan. Karena beberapa kali kegiatan yang dijadwalkan gagal hadir.

“Karena memang begitu padatnya kegiatan Pak Jokowi. Kehadirannya ini menjadi penghibur kita semua dan penyemangat kita,” kata dia.

Wanedi juga meminta maaf kepada masyarakat Malang Raya, jika kehadiran massa Jokowi dan Ma’ruf Amin akan memacetkan jalanan. Panitia akan berkoordinasi dengan pihak keamanan agar acara berjalan sesuai yang diharapkan.

“Kami sebenarnya memberikan tempat di dalam. Kami ingin menunjukkan ini pestanya rakyat, taat sesuai aturan yang ditetapkan,” kata dia.

Acara kampanye tertutup rencananya juga akan diisi hiburan Inul Daratista dan OM New Kendedes.

 

Reporter: Darmadi Sasongko

Sumber: Merdeka

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Joko Widodo melakukan kampanye terbuka pertamanya di Banten. Diarak menggunakan delman, Jokowi disambut ribuan pendukugnya.

Beda Narasi Jokowi vs Prabowo di Kampanye Akbar Perdana

Jakarta – Kampanye akbar perdana telah selesai dilaksanakan pada Minggu (25/3). Kedua capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto menampilkan gaya berorasi yang berbeda. Jokowi tampil dengan konsep tidak banyak menyampaikan program dalam orasi kampanyenya, sedangkan Prabowo mengeluarkan seluruh program yang ditawarkan kepada masyarakat.

Jokowi mengawali kampanye terbukanya di wilayah Serang, Banten. Tanpa basa-basi Jokowi langsung berbicara keluh kesahnya selama 4,5 tahun menjabat di depan para peserta. Mulai dari difitnah, dihina dampai direndahkan.

“Saya langsung to the point. Saya ini sudah empat setengah tahun dihina, dicaci maki, difitnah-fitnah, dicela habis-habisan direndahkan. Apa yang saya lakukan, diam saya nggak menjawab. Tapi saat ini saya perlu menjawab mengenai isu itu,” ucapnya.


Lalu, Jokowi memberikan alasan dirinya memilih Ma’ruf Amin yang saat ini menjadi wakilnya. Ma’ruf kata Jokowi merupakan ulama besar dan mengerti banyak dalam dunia ekonomi.

“Pak KH Ma’ruf Amin adalah ulama besar dan intelektual. Beliau tahu berbicara ekonomi syariah, start up, unicorn, beliau tahu bicara decacorn, pinter, cerdas,” ucapnya.

Di kampanye pertama, Jokowi memang menekankan suasana kegembiraan di jalanan. Ia menginginkan masyarakat bergembira dalam menyambut demokrasi.

Sedangkan Prabowo memulai kampanyenya dengan penuh rasa semangat. Prabowo lebih terkesan menyampaikan pesan di depan pendukungnya. Dalam orasinya Prabowo berjanji akan mewujudkan pemerintah yang bersih dari korupsi.

“Koalisi kita insyaallah begitu dapat mandat dari rakyat kita akan membentuk pemerintah yang bersih dari korupsi dan bersih dari koruptor-koruptor, saudara-saudara,” ujar Prabowo dalam kampanye akbar di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3/2019).

Prabowo kemudian memaparkan caranya untuk membentuk pemerintahan yang bersih. Salah satunya, dia akan meminta para pejabat untuk bersumpah dan meneken perjanjian untuk tidak korupsi.

“Saya akan minta mereka bersumpah melalui agama masing-masing dengan kitab sucinya masing-masing dan saya minta mereka tanda tangan nanti perjanjian-perjanjian bahwa mereka tidak akan memperkaya dirinya atau keluarganya atau kroninya selama mereka menjabat dalam jabatan publik,” tuturnya.

Mantan Danjen Kopassus ini meyakini jika Indonesia benar-benar bersih, maka lavel Indonesia akan setara dengan Malaysia dan Vietnam bahkan bisa melebihi.

“Bangsa kita kalau dipimpin oleh pemerintah yang kuat bersih dan tidak ada koruptornya kita benar-benar bisa cepat kita cepat nanti kita akan sama dengan Malaysia kita akan lebih baik mungkin dari Vietnam dan Thailand,” jelasnya.

Prabowo menegaskan pihaknya akan bekerja secara penuh untuk memperbaiki ekonomi rakyat. Ia menyelipkan suatu janji dalam kampanye untuk tidak melakukan impor kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa.

“Saya dengan tim kami Koalisi Indonesia Adil Makmur bertekad membentuk pemerintah yang akan membela rakyat Indonesia. Kami tidak izinkan impor kecuali dalam keadaan yang sangat, sangat, sangat terpaksa,” paparnya.

(eva/dnu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Sebut MRT Fase Kedua dan Ketiga Akan Dikerjakan Paralel

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut pembangunan transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) fase kedua Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Kota Tua dikerjakan secara paralel dengan fase ketiga East-West. Rute MRT fase ketiga yaitu Kalideres-Ujung Menteng.

Hal tersebut dikatakan Jokowi usai meresmikan MRT fase pertama rute Bundaran HI-Lebak Bulus. Peresmian dilakukan di Kawasan Bunderan HI Jakarta Pusat.

“Segera ini akan kita lanjutkan fase ke utara. Fase yang kedua dan paralel nanti dengan east west-nya, barat timurnya akan kita juga kerjakan dengan beriringan,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin dalam 10 tahun kedepan proyek MRT telah tebangun hingga 231 kilometer. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan anggaran Rp 571 triliun untuk pembangunan transportasi berbasis rel ini.

“Anggarannya hampir Rp 571 (triliun) termasuk penataan ruang, termasuk penataan permukiman, termasuk juga masalah yang berkaitan dengan irigasi, dengan drainase di dalam kota,” jelas Jokowi.

Jokowi berharap dengan dioperasikannya proyek MRT ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Sebab, transportasi di Jakarta dan sekitarnya telah terintegrasi.

“Harapan kita itu, ke bandara gak usah bawa mobil, menyebabkan macet bisa naik MRT turun di dukuh atas pindah ke kereta bandara, moda yang terintegrasi inilah yang teruuuus kita otak atik agar segera bisa tersambung terintegrasi betul,” tutur dia.

Relawan Jokowi: Tak Mudah Menang di Banten, Bak Madrid vs Barcelona

Jakarta – Kelompok relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, Rumah Kerja Banten, menilai memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Banten tidak mudah. Ini ibarat laga El Clasico di sepakbola Spanyol.

Kelompok relawan pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Bravo-5, meminta seluruh warga Banten untuk menggunakan hak pilih dalam Pilpres 2019. Ketua Umum Bravo-5 Jenderal Purnawirawan Fahrul Razi mengajak warga Banten untuk kompak memilih pasangan nomor urut 01 itu.

“Warga Banten , Jangan golput!, ayo gunakan hak pilih dan mari kita menangkan pasangan Jokowi-KH Maruf Amin,” ujar Fahrul dalam keterangan pers, Senin (25/3/2019).


Jokowi, jelas Fahrul adalah calon terbaik. Mengingat rekam jejak dan capaian selama pemerintahan Jokowi yang sudah berjalan 4,5 tahun.

“Sudah terbukti , memberi bukti bukan janji-janji,” ucapnya.

Sementara, Penanggung jawab Rumah Kerja Banten Handi, siap untuk menangkan Jokowi-Ma’ruf. Terlebih lagi Ma’ruf adalah warga Banten, sangat disayangkan menurutnya jika sesama warga Banten tak mencoblosnya.

“Memang tidak mudah untuk menang di Banten, pasti akan sengit ibarat sepak bola Real Madrid vs Barcelona lah ya, tapi ini soal harga diri bagi warga Banten yang tidak akan membiarkan putra daerahnya dikalahkan dikandang sendiri,” jelasnya.

Arah itu disampaikan di depan masyarakat dalam rangka kampanye terbuka. Bravo-5 menggelar acara “Banten 01 Bae”. Acara ini diisi oleh sejumlah seni dan kebudayaan. Fahrul mengatakan digelarnya acara ini guna membangunkan semangat warga Banten untuk memilih Jokowi.

“Semangatnya tentu mengajak warga banten jatuhkan pilihan pada 01 dan alhamdulillah, ini bukti Kami bekerja untuk pemenangan 01,” katanya.

(eva/dnu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>