Kubu Jokowi Anggap Gugatan Forum Tunanetra ke Komnas HAM Tak Layak

Jakarta – Forum Tunanetra Menggugat akan melaporkan cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin ke Komnas HAM terkait ucapan ‘budek-buta’. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mengatakan Ma’ruf tidak layak dilaporkan.

“Saya kira memang kiai Ma’ruf tidak layak untuk dilaporkan atau diprotes oleh sebagain teman-teman dari difabel,” ujar Wakil Ketua TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, saat dihubungi, Rabu (14/11/2018).

Karding mengatakan kalimat ‘budek-buta’ yang diucapkan Ma’ruf sengaja dibuat untuk kepentingan politik oleh pihak lawan. Dia berharap Forum Tunanetra tidak terpengaruh oleh hal tersebut.

“Saya harap teman-teman difabel tidak terpengaruh karena itu framing, ini memang sengaja diolah secara politik oleh pihak di sebelah agar menjadi sentimen. Seakan-akan kiai Ma’ruf tidak sensitif terhadap difabel, kiai Ma’aruf sangat sensitif, sebagai kiai sangat paham, sangat mengerti soal itu. Cuma memang barang ini pernyataan ini diframing sekian rupa supaya akhirnya memberi dampak berpengaruh,” kata Karding,” kata Karding.

Menurutanya, Ma’ruf tidak berniat menyinggung perasaan kaum difabel. Karding mengatakan kalimat tersebut digunakan Ma’ruf sebagai kiasan untuk orang-orang yang tidak mengakui hasil kerja Jokowi.

“Karena memang nyata bahwa kiai Ma’ruf tidak ada maksud untuk itu, nggak ada sama sekali. Itu bahasa kiasan yang menunjukan bahwa ini ada orang-orang yang nggak mau mengakui dan obyektif, serta jujur terhadap hasil-hasil pembangunan yang dilakukan pak Jokowi selama 4 tahun,” kata Karding.

“Maksud kiai Ma’ruf baik bahwa warga masyrakat dianggap untuk obyektif. Kira-kira beginilah kalau bahasa Al Quran itu, jangan sampai kebencaianmu terahadap seseorang menghilangkan prilaku adilmu terahadap dirinya, jadi kita harus obyektif kita hatrus jujur kita harus apa adanya,” sambungnya.

Forum Tunanetra Menggugat mengultimatum cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin terkait ucapan ‘budek-buta’. Ma’ruf menolak minta maaf karena merasa tak mengarahkan ucapannya ke persoalan fisik.

Penggerak Forum Tunanetra Menggugat Suhendar mengatakan tidak bisa memaksakan adanya permintaan maaf dari Ma’ruf Amin. Namun dia menegaskan diksi ‘budek-buta’ yang digunakan Ma’ruf Amin menyinggung perasaan kaum difabel.

“Banyak diksi lain yang bisa digunakan. Ada kata yang lebih menyejukkan kan. Kenapa tidak menggunakan kata tidak melihat atau tidak mendengar. Diksi ini yang menyinggung kaum difabel,” kata Suhendar kepada wartawan, Rabu (14/11/2018).

Suhendar mengatakan Ma’ruf masih punya tiga hari untuk meminta maaf sejak penyataan sikap Forum Tunanetra Menggugat, Senin (12/11) lalu. Bila tidak ada pemintaan maaf, dia menegaskan akan melaporkan Ma’ruf Amin kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komnas HAM.
(dwia/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pemasang ‘Disuruh Pusat’, Siapa Kreator Poster Raja Jokowi?

Jakarta – Sutradara penyebaran poster dan stiker bergambar petahana Joko Widodo dengan kostum raja Jawa masih menjadi misteri. Pemasang atribut ‘Raja Jokowi’ sendiri mengatakan pemasangan dilakukan atas perintah pusat, siapakah kreator tersebut?.

“Sudah ada, yang masang sudah ketahuan, yang pasang di lapangan ketahuan. Sudah ada, yang pasang di lapangan ketahuan, yang masang bertemu kita. Kita tanya, ‘Kamu itu pasang gimana?’. (Dijawab) ‘Disuruh dari pusat’,” ungkap Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto saat dihubungi, Rabu (14/11/2018).

PDIP sendiri sudah melakukan beberapa penelusuran terkait pemasangan atribut ‘Raja Jokowi’ tersebut. Namun, pemasang poster dan stiker ‘Raja Jokowi’ mengaku hanya pesuruh yang ditugaskan untuk memasang.

Pemasang tidak bisa memberi jawaban yang jelas, terkait siapa ‘pihak pusat’ yang menyuruhnya. Pemasang hanya mengaku mendapatkan upah Rp 5.000 setiap pemasangan atribut.

“Itu kan masang poster-stiker dikasih uang. Setiap satu poster ada yang Rp 10 ribu, ada yang Rp 5.000, Rp 25 ribu. Itu kan ada ribuan,” sebut Bambang.

Mereka juga mengaku sempat dikumpulkan beberapa waktu lalu untuk briefing pemasangan. Mereka lalu diminta memberikan alamat untuk dikirimkan atribut ‘Raja Jokowi’, dan diminta untuk membantu memasang atribut tersebut.

“Kita tanya, ini (poster dan stiker) dari mana? (Pemasang mengaku): saya dulu diundang sama senior saya di Hotel Siliwangi Semarang. Di sana ada beberapa orang, kita di-briefing,” sebut Bambang.

“Diminta alamat, diminta bantu pasang. Suatu waktu datang barangnya,” sambung Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jateng Jokowi-Ma’ruf itu.

Tak hanya itu, PDIP berhasil mengetahui adanya gudang yang disiapkan untuk menyimpan stok dari atribut ‘Raja Jokowi’. Setidaknya gudang tersebar di tiga daerah di Jateng.

“Di situ di gudang. Ada juga yang sudah siap pasang tapi belum terpasang. Ada di Magelang, Banyumas, Bumiayu. Ini bukan orang PDIP,” terang Bambang.

Atribut peraga kampanye (APK) bergambar ‘Raja Jokowi’ diketahui tersebar di Jawa Tengah. Desain poster-poster dan stiker tersebut serupa, yakni bergambar Jokowi mengenakan mahkota khas raja Jawa dan terdapat logo kepala banteng PDIP.

Pada kesempatan terpisah, Bambang mengatakan poster rontek ‘Raja Jokowi’ berjumlah sekitar 85 ribu yang terpasang di Jateng. Di setiap desa terdapat rata-rata 10 lembar. Diperkirakan pihak pembuat harus mengeluarkan dana besar untuk proyek ini.

“Sekali pasang, yang memasang dapat Rp 5 ribu, plus bambu dan tali Rp 10 ribu. Itu angka gede, belum percetakannya, pengangkutannya, dan lain lain. Melibatkan uang besar, tidak kurang Rp 3,5 miliar sampai Rp 4 miliar,” ungkap Bambang saat ditemui di Semarang, Rabu (14/11).

PDIP saat ini memutuskan menurunkan poster tersebut, meskipun di poster itu terdapat logo PDIP namun PDIP tidak merasa mencetak dan mengeluarkannya. Selain itu, gambar Jokowi berpakaian raja dinilai justru merendahkan karena Jokowi adalah calon presiden yang maju melalui pemilihan umum.
(dwia/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Nuril Perekam Perilaku Mesum Kepsek Minta Dibebaskan Jokowi

Jakarta – Baiq Nuril, dihukum Mahkamah Agung (MA) 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta karena merekam perbincangan mesum kepala sekolahnya. Nuril pun memohon dirinya dibebaskan ke Presiden Jokowi.

Permohonan agar dibebaskan ke Jokowi ditulis Baiq Nuril lewat secarik surat. Surat itu ditulis Nuril dan anaknya.

Berikut isi surat Baiq Nuril dan anaknya yang diperoleh detikcom, dari pengacara Nuril, Joko Jumadi, Kamis (15/11/2018).

14/11/2018
Kepada Bapak Presiden Jokowi

Saya minta keadilan. Saya mohon kepada bapak presiden bebaskan saya dari jeratan hukum yang sedang saya alami. Saya tidak bersalah, saya minta keadilan yang seadil-adilnya.

Hormat Saya

BQ. Nuril Maknun

Anak Nuril juga mengirim surat ke Jokowi. Berikut isinya:

Kepada Bapak Jokowi

Jangan suruh ibu saya sekolah lagi

Dari Rafi

Kasus M dengan Baiq Nuril terjadi pada tahun 2012 lalu. Kasus ini mulai mencuat ke publik tahun 2016 lalu.

M yang kala itu menjabat Kepsek SMAN7 Mataram, memperkarakan Baiq Nuril yang saat itu berposisi sebagai staf honorer TU bagian keuangan di sekolah yang sama.

Baiq Nuril dilaporkan karena merekam percakapan dirinya dengan M melalui sambungan ponsel. Kepsek M waktu itu bercerita tentang hubungan badannya dengan wanita lain yang merupakan atasan Baiq Nuril di bagian keuangan SMAN 7 Mataram. Kasus lalu berlanjut ke penyidikan hingga ke persidangan.

Di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, pada Juli 2017, Nuril divonis bebas. Di tingkat kasasi, majelis kasasi MA yang diketuai hakim agung Sri Murwahyuni, dengan anggota majelis hakim agung Maruap Dohmatiga Pasaribu dan hakim agung Eddy Army, memvonis Nuril 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta. Kasasi itu diketok pada 26 September 2018 lalu.

(rvk/dwia)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

LSI Denny JA: Jokowi-Ma’ruf Unggul di Segmen Pemilih yang Dengarkan Ulama

Liputan6.com, Jakarta – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis temuan terbaru survei nasional November terkait Ulama dan Efek Elektoralnya. Hasilnya, 51.7 persen pemilih menyatakan, mereka mendengar himbauan dari tokoh agama.

Dari 51,7 persen pemilih yang mendengarkan ulama, sebanyak 58,7 persen memilih pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, sementara 29,3 persen memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Sementara bagi pemilih yang lebih mendengarkan profesi lain selain ulama, sebanyak 57,3 persen memilih Jokowi, 31,6 persen memilih Prabowo,” kata peneliti LSI Denny JA, Ikrama di Kantor LSI, Jakarta Timur, Rabu (14/11/2018).

Sementara itu, terdapat lima ulama yang paling didengar imbauannya oleh masyarakat, yakni Ustaz Abdul Somad, Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Yusuf Mansur, AA Gym dan Rizieq Shihab.

Ikrama menjelaskan, dari mereka yang menyatakan mendengar himbauan Ustaz Abdul Somad (30.2 persen), sebesar 54.3 persen menyatakan akan memilih Prabowo-Sandi, sebesar 38.6 persen menyatakan akan memilih pasangan Jokowi-Maruf.

Sementara dari pemilih yang mendengar imbauan Ustaz Arifin Ilham (25.9 persen), sebesar 48.7 persen menyatakan akan memilih pasangan Jokowi-Maruf. Dan sebesar 45.7 persen menyatakan akan memilih pasangan Prabowo-Sandi.

Untuk pemilih yang mendengar imbauan Ustaz Yusuf Mansur (24.9 persen), sebesar 49.0 persen menyatakan akan memilih pasangan Jokowi-Maruf, dan sebesar 44.4 persen menyatakan akan memilih pasangan Prabowo-Sandi.

Kemudian bagi pemilih yang menyatakan mendengar imbauan Ustad Aa Gym (23.5 persen), sebesar 49.2 persen menyatakan akan memilih pasangan Jokowi-Maruf, dan 46.2 persen akan memilih pasangan Prabowo-Sandi.

Di segmen pemilih yang menyatakan imbauan Habib Rizieq berpengaruh (17.0 persen), sebesar 63.0 persen menyatakan akan memilih pasangan Prabowo-Sandi, dan hanya sebesar 31.5 persen yang menyatakan akan memilih pasangan Jokowi-Maruf.

Ketika Kaesang Jadi Tukang Foto Ibu-ibu dengan Menlu

Jakarta – Video putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep mengabadikan momen warga bersama Menlu Retno LP Marsudi viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita dan ibu-ibu memberikan HP ke Kaesang.

Kaesang langsung mengambil HP yang diberikan. Dia lalu mengabadikan momen warga bersama Retno.

Video tersebut di-posting akun Twitter @PapahPutri2 pada Rabu (14/11/2018). Namun, tidak dijelaskan di mana peristiwa itu terjadi.

“Anak presiden biasanya orang-orang pada berebut minta poto, eh yang ini malah dimintai untuk foto orang lain. Luar biasa tukang pisang ini. Eh Mas Kaesang. Tidak mentang-mentang anak presiden. Salut,” tulis @PapahPutri2 seperti dilihat detikcom, Rabu (14/11/2018).

Kaesang juga sudah merespons video tersebut. “Ya karena nggak ada yang mau foto sama saya,” kata Kaesang melalui aku Twitter @kaesangp.

(zak/rvk) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Temui Wapres AS di Singapura, Bahas Keamanan hingga Bencana

JakartaPresiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence. Pertemuan itu membicarakan soal kerja sama di bidang penanganan bencana, ekonomi dan keamanan.

Dalam siaran pers yang diterima detikcom, dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, pertemuan itu berlangsung di sela-sela pelaksanaan KTT ke-33 ASEAN. Pertemuan berlangsung di Suntec Convention Centre, Singapura, Rabu (14/11/2018).

Pada kesempatan ini Presiden didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Amerika membahas kerja sama dalam tiga bidang. Pertama, kerja sama dalam membangun masyarakat yang majemuk. Kedua, kerja sama soal ekonomi dan ketiga, kerja sama soal menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan, antara lain adalah kolaborasi untuk pengembangan Indo Pasifik.

Terkait hal ini, Jokowi menyampaikan beberapa prinsip dan mengatakan bahwa Indonesia akan menyampaikan konsep Indo Pasifik di pertemuan East Asia Summit (EAS).

“Kita juga sudah bicara dengan AS dan dari konsep yang ada, saya kira kita bisa sinergikan kerja sama atau konsep kita,” ujar Retno.

(rvk/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 Berita Hari Ini: Penampilan Menantu Jokowi Saat ke Mal Bikin Pangling, Seperti Apa?

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang penampilan menantu Jokowi, Selvi Ananda kembali menjadi sorotan. Baru-baru ini Selvi terlihat berjalan di salah satu mal di Jakarta. Bersama dengan sang suami yang merupakan putra sulung Presiden Jokowi, perempuan bewajah ayu ini tampak bersahaja dengan pakaian jauh dari kesan mewah.

Di foto yang diunggah akun Instagram @m.bahrunnajach sekitar dua hari lalu, sembari menggendong anak semata wayangnya, Jan Ethes Srinarendra, Selvi terlihat memakai celana fit tubuh berwarna hitam dan atasan motif kotak-kotak.

Selain menantu Jokowi, zodiak masih menjadi perhatian pembaca. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini zodiak mengupas tentang 3 zodiak yang paling tak mengenal lelah, salah satunya, Aries.

Sisi positif dari tanpa mengenal lelah, Aries bukan tentang membuang-buang waktu. Mereka menjalani hidup sepenuhnya dan tidak takut memulai hal-hal yang orang lain mungkin takut untuk mencoba.

Cinta Laura pun tak lepas jadi perhatian. Kali ini terkait dengan makanan yang dihindari oleh Cinta. Untuk menjaga tubuhnya tetap ideal, ia menghindari makanan yang mengandung santan.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Yuk, simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

Penampilan Menantu Jokowi Saat ke Mal Bikin Pangling, Seperti Apa?

Berstatus sebagai menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi setelah menerima pinangan Gibran Rakabimung Raka pada Juni 2015 lalu, Selvi Ananda terlihat beberapa kali aktif dalam agenda keluarga Presiden.

Walau tak selalu muncul, ibu satu anak ini acap kali menarik perhatian saat berada dalam jarak pandang publik. Apalagi terlepas dari statusnya, Putri Solo 2009 ini sering kali berpenampilan sederhana.

Selanjutnya…

3 Zodiak Paling Tak Mengenal Lelah

Setiap zodiak tentu memiliki ciri dan karakter masing-masing. Ada di antara mereka dengan pribadi yang tenang, namun beberapa lainnya dikenal karena tidak kenal lelah.

Menurut astrolog, bersikap ulet bukanlah hal yang buruk. Zodiak-zodiak dengan karakter yang tiada henti dalam melakukan beberapa hal tidak lain untuk mencegah diselimuti oleh sisi gelapnya.

Selanjutnya…

Punya Tubuh Ideal, Ini Makanan yang Dihindari Cinta Laura

Semua perempuan tentunya ingin memiliki tubuh yang indah dan sehat. Banyak juga yang ingin punya tubuh bugar dan seksi seperti Cinta Laura. Namun, tidak semua kaum hawa dianugerahi tubuh tinggi dan langsing bak seorang model.

Cinta Laura beruntung mendapatkan itu semua. Perempuan blasteran Jerman ini selalu terlihat stunning dengan outfit yang dipakainya. Tentu tak mudah untuk mencapai body goals seperti Cinta Laura. Di antaranya dengan menjalankan pola hidup sehat, rutin berolahraga dan menjaga pola makan.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini:

PDIP Bongkar Gudang ‘Raja Jokowi’

Jakarta – Sutradara penyebaran poster dan stiker bergambar petahana Joko Widodo dengan kostum raja Jawa masih menjadi misteri. Meski begitu, PDIP sudah menelusuri soal pemasangan atribut ‘Raja Jokowi’ itu.

Atribut peraga kampanye (APK) bergambar ‘Raja Jokowi‘ diketahui tersebar di Jawa Tengah. Desain poster-poster dan stiker yang tersebar itu serupa, yakni gambar Jokowi mengenakan mahkota khas raja Jawa dan terdapat logo kepala banteng PDIP.

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto menyatakan pihaknya sudah bertemu dan orang-orang yang memasang atribut ‘Raja Jokowi’. Namun mereka bukan lah dalang di balik penyebarannya.

Orang-orang yang memasang poster dan stiker ‘Raja Jokowi’ mengaku hanya menjadi pesuruh. Hanya saja PDIP belum bisa mendapat identitas aktor penyebar ‘Raja Jokowi’.

“Sudah ada, yang masang sudah ketahuan, yang pasang di lapangan ketahuan. Sudah ada, yang pasang di lapangan ketahuan, yang masang bertemu kita. Kita tanya, ‘Kamu itu pasang gimana?’. (Dijawab) ‘Disuruh dari pusat’,” ungkap Bambang saat dihubungi, Rabu (14/11/2018).

Saat ditanya siapa yang ‘pihak pusat’ itu, pemasang tidak bisa memberi jawaban yang jelas. Pemasang mengaku mendapat upah mulai dari Rp 5 ribu setiap pemasangan atribut.

“Itu kan masang poster, stiker dikasih uang. Setiap satu poster ada yang Rp 10 ribu, ada yang Rp 5 ribu, Rp 25 ribu. Itu kan ada ribuan,” sebut Bambang.

PDIP Bongkar Gudang 'Raja Jokowi'Foto: Bambang Wuryanto. (Agung Pambudhy/detikcom).

Pihak pemasang ini mengaku mendapat arahan dari pihak tertentu, namun identitasnya belum diketahui. Mereka juga bahkan sempat dikumpulkan beberapa waktu lalu untuk briefing pemasangan.

“Kita tanya, ini (poster dan stiker) dari mana? (Pemasang mengaku): saya dulu diundang sama senior saya di Hotel Siliwangi Semarang. Di sana ada beberapa orang, kita dibriefing,” sebut Bambang.

Orang-orang yang dikumpulkan itu lalu diminta memberikan alamat. Mereka, kata Bambang, diminta untuk membantu memasang atribut ‘Raja Jokowi’ saat sudah dikirim.

“Diminta alamat, diminta bantu pasang. Suatu waktu datang barangnya,” kata Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jateng Jokowi-Ma’ruf itu.

Tak hanya itu, PDIP berhasil mengetahui adanya gudang yang disiapkan untuk menyimpan stok dari atribut ‘Raja Jokowi’. Setidaknya gudang tersebar di 3 daerah di Jateng.

“Di situ di gudang. Ada juga yang sudah siap pasang tapi belum terpasang. Ada di Magelang, Banyumas, Bumiayu. Ini bukan orang PDIP,” terang Bambang.

Dalam kesempatan terpisah, Bambang menyebut poster rontek ‘Raja Jokowi’ berjumlah sekitar 85 ribu yang terpasang di Jateng. Di setiap desa terdapat rata-rata 10 lembar. Bambang pun memperkirakan pihak pembuat harus mengeluarkan dana besar untuk proyek ini.

“Sekali pasang, yang memasang dapat Rp 5 ribu, plus bambu dan tali Rp 10 ribu. Itu angka gede, belum percetakannya, pengangkutannya, dan lain lain. Melibatkan uang besar, tidak kurang Rp 3,5 miliar sampai Rp 4 miliar,” ungkap Bambang saat ditemui di Semarang, Rabu (14/11).

Bambang mengakui itu sebagai analisis yang subjektif. Namun jika benar terjadi maka pembuat atau pemilik poster merupakan orang kaya. Bambang menyebut dua kemungkinan pemasangnya adalah kubu lawan atau pendukung yang tidak mengerti soal berorganisasi. Namun ia tak menyebut kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

PDIP Bongkar Gudang 'Raja Jokowi'Foto: Ribuan poster Jokowi dicopoti kader PDIP. (Rinto Heksantoro/detikcom).

“Tentu yang punya gawe itu orang yang punya duit. Kalau pendukung Jokowi, maaf, pemahaman organisasinya rendah, pemahaman budayanya rendah. Tapi kalau lawan, dia jago, punya kecerdasan luar biasa, karena kalau keliru menurunkan (poster), isu tersebar PDIP turunkan gambar Jokowi, cari sensasi,” beber Wakil Ketua Komisi I DPR itu.

PDIP memutuskan menurunkan poster tersebut karena tidak merasa mencetak dan mengeluarkannya, meskipun di poster itu ada logo PDIP. Selain itu gambar Jokowi berpakaian raja justru merendahkan karena Jokowi adalah calon presiden yang maju melalui pemilihan umum.

“Ini merendahkan kecerdasan. Ini era demokrasi, pejabat politik, ini sebagai capres, artinya kalau kemudian dikatakan raja, raja kan tidak dipilih, harusnya dipilih, elektoral. Ini merendahkan kecerdasan PDIP,” tegas Bambang.

Sementara itu Ketua DPC PDIP Banyumas Budhi Setiawan mendapat informasi dari koordinator pemasangan atribut ‘Raja Jokowi’ untuk wilayah Banyumas. Sejumlah hal ditemukan dari pengakuan itu.

“Namanya Anggit sama Ade. Mereka berasal dari Bumiayu dan basecampnya di Ajibarang buat nampung itu. Kemarin dicek katanya semua sudah didistribusikan. Saya minta untuk di hentikan pemasangannya,” ucap Budhi.

Selain di Ajibarang, poster ‘Raja Jokowi’ tersebut juga ada di di daerah Kalibagor, Purwokerto. Meski demikian dia mengaku tidak mengetahui pasti di mana lokasinya.

“Gudang yang di Banyumas sudah kosong dan sudah didistribusikan. Tapi katanya di daerah Kalibagor, Purwokerto masih ada lumayan. Nah itu saya tidak tahu (lokasinya), saya hanya memberikan informasi itu saja,” ujarnya.
(elz/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ranking Ulama Versi LSI Denny JA

JakartaLingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei soal ulama yang punya pengaruh elektoral. Ranking ulama yang dibuat juga didasarkan pada besarnya pengaruh ulama tersebut sehingga imbauannya diikuti masyarakat.

Secara berurutan, lima ulama yang paling punya pengaruh elektoral adalah Ustaz Abdul Somad, Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Yusuf Mansur, Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), dan Habib Rizieq Syihab.

Hasil survei menunjukkan, masyarakat masih lebih mendengarkan ulama dibandingkan tokoh dari profesi lain.

“Data utama bahwa tokoh agama atau ulama yang paling berpengaruh, di antara profesi lain, dengan pertanyaan mana yang paling didengar imbauan oleh Bapak/Ibu? Hasilnya mayoritas memilih tokoh agama untuk didengar imbauannya sebesar 51,7 persen,” kata peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman, dalam paparan di kantor LSI Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/11/2018).

Survei dilakukan pada 10-19 Oktober 2018. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error sebesar kurang-lebih 2,8 persen.

Tokoh agama dipilih karena identitas keilmuannya yang dijadikan panutan bagi publik sehingga menjadi referensi publik dalam memilih sesuatu. LSI membuat kriteria dari tingkat popularitas hingga pengaruh ulama tersebut.

“Kami akan memunculkan lima tokoh di survei kami yang berdasarkan kriteria kami, yaitu dikenal di atas 40 persen, disukai di atas 50 persen, dan terakhir didengar imbauannya di atas 15 persen,” tutur Ikrima.

Berikut ranking ulama versi survei LSI Denny JA:

1. Ustaz Abdul Somad (UAS)
Mengikuti imbauannya: 30,2 persen
Pernah mendengar: 59,3 persen
Suka: 82, 5 persen

2. Ustaz Arifin Ilham
Mengikuti imbauannya: 25,9 persen
Pernah mendengar: 41,2 persen
Suka: 84,4 persen

3. Ustaz Yusuf Mansur
Mengikuti imbauannya: 24,9 persen
Pernah mendengar; 57,2 persen
Suka: 84,9 persen

4. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)
Mengikuti imbauannya: 23,5 persen
Pernah mendengar: 69,3 persen
Suka: 79,7 persen

5. Habib Rizieq Syihab
Mengikuti imbauannya; 17,0 persen
Pernah mendengar: 53,4 persen
Suka: 52,9 persen

Survei ini menunjukkan pengaruh Habib Rizieq Syihab yang merosot. Hal ini disebabkan beberapa hal, salah satunya karena persoalan hukum yang dihadapi Imam Besar FPI ini.

“Jadi kemerosotan ini karena beberapa hal, yaitu sudah tidak lagi di Indonesia dan mungkin dicitrakan bermasalah secara hukum, kemudian memiliki resistensi kepada beberapa kelompok tertentu,” kata Ikrama.

Jika dibanding dengan 2016, persentase pengaruh terhadap kesukaan dan imbauan Habib Rizieq semakin merosot.

Di luar lima ulama itu, ada nama Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais. Amien punya tingkat popularitas yang tinggi tidak bisa mempengaruhi suara pemilih di Pilpres 2019 karena yang menyatakan akan mendengarkan imbauan Amien hanya di angka 9,4 persen.

“Amien Rais adalah salah satu tokoh agama yang paling sering muncul ke publik dengan berbagai aksi dan komentarnya. Secara popularitas, Amien Rais adalah tokoh agama yang paling dikenal. Mereka yang mengaku mengenal Amien sebesar 83,1 persen, namun dari angka tersebut, hanya 57,2 persen yang menyatakan suka dengan sosok Amien,” kata Ikrama.

LSI menjelaskan pemilih kelima ulama ini akan berpengaruh terhadap pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Lalu bagaimana pengaruh elektoral ulama ini di Pilpres 2019?

“Sekarang kita tahu ulama yang pengaruh terpaparkan ada 5, kami ngin polarisasi mereka, hasilnya Jokowi-Ma’ruf unggul di pemilih yang mendengarkan imbauan Ustaz Arifin Ilham, Yusuf Mansur, dan Aa Gym. Kalau Prabowo-Sandi unggul di pemilih yang dengar imbauan UAS dan HRS,” ujar Ikrama.
(jbr/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>