Bandara New Yogyakarta Mulai Beroperasi Sebagian pada April 2019

Liputan6.com, Jakarta Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) atau yang bisa dikenal sebagai Bandara Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berjalan sesuai target dan akan mulai beroperasi mulai April 2019, dengan status operasional sebagian. Selanjutnya NYIA akan selesai dibangun pada Desember 2019 dan mulai beroperasi penuh mulai Januari 2020.

Bandara NYIA nantinya akan menjadi salah satu Bandara terbesar di Indonesia, dengan kapasitas penumpang 14 juta orang per tahun atau delapan kali lipat lebih banyak dibanding kapasitas bandara Adi Sucipto Yogyakarta yang sebesar 1,7 juta penumpang per tahun.

“Selain itu, panjang landasannya mencapai 3.250 m. Runway ini akan mampu melayani hingga jenis pesawat komersil terbesar di dunia sekalipun, seperti Airbus A-380 ataupun Boeing 747 dan 777,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo di Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri telah memasukkan bandara ini dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2016.

Setelah itu, pemerintah semakin memperlihatkan keseriusan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan bandara ini dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Bandara di Kabupaten Kulon Progo DIY.

Pada tahap operasional sebagian mulai April nanti, proyek bandara bagian airside telah tuntas 100 persen. Sedangkan penyelesaian area landslide, khususnya fasilitas pendukung seperti lahan parkir,dilakukan secara paralel sampai bandara ini dapat beroperasi secara penuh.

2 dari 2 halaman

Akses

Selain itu, pemerintah juga mempermudah akses masyarakat menuju bandara NYIA dengan membangun underpass Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS).

Basic design pembangunannya sepanjang 1.100 meter telah selesai, sementara pembangunan konstruksi sendiri sudah dimulai sejak November 2018,” kata Wahyu.

Pembangunan underpass ini dilakukan oleh PT WIKA (Persero) sebagai kontraktor pelaksana pekerjaan yang ditunjuk oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Target pekerjaan underpass JJLS hingga April 2019 adalah interface 1 akses barat, interface akses gedung terminal, dan interface 3 akses timur.

Selain underpass, secara paralel Pemerintah juga menyiapkan beberapa infrastruktur pendukung lain seperti Kereta Api Bandara rute Yogyakarta-NYIA, mobile tower Airnav, ketersediaan air dan listrik.

Ma’ruf Amin Siap Debat Pilpres Tanpa Kisi-Kisi

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden Ma’ruf Amin menyatakan, dirinya tak masalah jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak memberikan kisi-kisi saat debat Pilpres 2019 berikutnya nanti.

“Kita siap saja apa yang jadi keputusan KPU. Kita akan menerima ikuti bentuknya seperti apa,” ucap Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Riyadlul Huda Ngamprah, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1/2019).

Sehingga, lanjut dia, itu bukan masalah untuk dirinya dan juga Jokowi.

“Ya kalau sudah menjadi keputusan, harus siap,” ungkap Ma’ruf.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menegaskan, dari awal bukan pihaknya yang meminta adanya kisi-kisi tersebut.

“Pada prinsipnya kami sangat siap dengan format apapun. Kita tahu juga bahwa dalam format debat yang pertama, siapa yang mengusulkan soal kisi-kisi. Yang jelas bukan kami,” ungkap Ace.

2 dari 2 halaman

Siap Format Apa pun

Menurut dia, pasangan nomor urut 01, sangat siap dengan format apapun. Pihaknya akan selalu ingin mengeksplorasi lebih jauh tentang kedalaman visi misi dan program-program.

“Kita bisa lihat kemarin debat yang pertama, justru paslon 01 yang paling orisinil, paling siap, dan paling konkret di dalam perdebatan debat Pertama itu. Jadi tidak benar kalau di sosmed dikatakan kita yang mencontek,” pungkasnya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ma’ruf Amin Akui Pernah Usulkan Pembebasan Baasyir Lewat Grasi

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin membenarkan pernah mengusulkan agar pemerintah membebaskan Abu Bakar Baasyir yang dipenjara karena kasus terorisme.

“Betul, memang saya pernah mengusulkan. Cuma pada waktu itu, secara teknis masih akan ditempuh grasi. Tapi keluarganya tidak mau meminta grasi, sehingga sulit untuk dibebaskan. Tapi kemudian sekarang sudah ditemukan lagi alasannya, yaitu demi kemanusiaan,” ucap Ma’ruf usai melakukan silaturahmi dengan ulama se-Bandung Raya, di Pondok Pesantren Riyadlul Huda Ngamprah, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1/2019).

Dia bersyukur dengan langkah Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang membebaskan Baasyir. Apalagi, narapidana kasus teroris itu sudah lanjut usia.

“Ya saya bersyukur sekali itu. Karena memang saya bilang beliau sudah tua, sudah uzur kan seharusnya memang bisa dibebaskan,” ungkap Ma’ruf.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir dilakukan demi alasan dan atas dasar pertimbangan kemanusiaan.

“Yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya Beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan,” kata Jokowi usai meninjau Rusun Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Desa Nglampangsari, Cilawu, Garut, Jumat 18 Januari 2019.

Presiden yang menugaskan kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra untuk mengupayakan pembebasan Baasyir juga membenarkan bahwa kondisi kesehatan Baasyir yang menurun menjadi pertimbangan utama. Meski begitu, ia menegaskan ada banyak pertimbangan lain yang diperhatikan.

“Iya, termasuk kondisi kesehatan, masuk dalam pertimbangan itu. Ini pertimbangan yang panjang. Pertimbangan dari sisi keamanan dengan Kapolri, dengan pakar, terakhir dengan Pak Yusril. Tapi prosesnya nanti dengan Kapolri,” ujar Jokowi seperti dikutip Antara.

Kepala Negara mengatakan, keputusan untuk membebaskan Baasyir tidak muncul tiba-tiba atau melalui pertimbangan yang singkat.

“Sudah pertimbangan lama. Sudah sejak awal tahun yang lalu. Pertimbangan lama Kapolri, kita, Menko Polhukam, dan dengan pakar-pakar. Terakhir dengan Pak Prof Yusril Ihza Mahendra,” jelas Jokowi.

2 dari 3 halaman

Bebas Pekan Depan?

Anggota Tim Pengacara Muslim, Mahendra Datta mengatakan, Abu Bakar Baasyir akan bebas pada pekan depan. Perkiraan waktu itu disampaikan oleh Yusril Ihza Mahendra, sebagai utusan Presiden Jokowi, kepada TPM.

“Insyaallah menurut janji Yusril atau Presiden, dalam waktu minggu depan. Caranya belum disampaikan, berbagai cara wewenang pemerintah,” kata Mahendra dalam jumpa pers di kantornya, Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1/2019).

Menurut dia, Abu Bakar Baasyir bisa kembali menghirup udara bebas berkat perjuangan panjang. Sejak tiga tahun lalu, Mahendra dan tim kerap bersurat kepada Menhan Ryamizard.

“Kami tiga tahun lalu sudah berkirim surat, ditanggapi Menhan Ryamizard bahwa dia mendukung pembebasan Baasyir,” ujar Mahendra.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kubu Prabowo Sudah Jelaskan Persekusi Nelayan, TKN Jokowi Tetap Tuding Hoax

Jakarta – Cerita cawapres Sandiaga Uno soal adanya nelayan di Karawang yang dipersekusi berbuntut panjang. Meski sudah sudah diklarifikasi timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin tetap menuding hoax.

“Pernyataan Sandiaga Uno tersebut ternyata dibantah oleh Bupati Kerawang, yakni Cellica Nurrachadiana yang mengatakan bahwa pernyataan Sandiaga Uno tentang persekusi dan kriminalisasi nelayan yang bernama Najib tersebut adalah tidak benar dan sangat menyesatkan, bahkan Najib sendiri bukanlah nelayan maupun anggota kelompok nelayan di Karawang,” kata Anggota TKN Inas Nasrullah Zubir dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/1/2019).

Seperti dilansir Antara, pernyataan Cellica yang membantah Sandiaga disampaikan pada Jumat (18/1) lalu. Cellica menegaskan bahwa aksi persekusi nelayan di Pantai Pasir Putih, Cimalaya tidak benar. Sementara itu, Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya menyatakan Najib, nelayan yang disebut Sandiaga memang pernah melaporkan kasus penganiayaan ke Polsek Cimalaya.

Sementara itu, Slamet mengatakan Najib statusnya sebagai terlapor dalam kasus penambangan pasir dan penebangan pohon mangrove di Cimalaya. Polisi juga sudah melakukan pemanggilan kepada Najib, tapi yang bersangkutan belum memenuhi panggilan polisi tersebut.

“Sekali saya tegaskan, tidak ada aksi persekusi. Tidak ada juga kriminalisasi. Kalau yang dikaitkan dengan Najib, saat ini kami masih menangani kasusnya, dan penanganannya ditangani secara profesional,” kata Slamet seperti dilansir Antara.

Kembali ke Inas. Ketua DPP Hanura itu menyebut Sandiaga mengolah cerita Najib menjadi hoax untuk menyudutkan pemerintah. Serangan Sandiaga itu dinilai Inas merugikan partai koalisinya sendiri, karena Bupati Karawang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat, Kabupaten Karawang.

“Upaya hantem kromo Sandiaga Uno dalam memproduksi hoax, tidak lagi memandang lawan atau kawan sehingga seringkali merugikan partai-partai koalisi di kubu Prabowo Sandi, tapi sayangnya Sandiaga Uno tidak perduli kepada eksistensi partai-partai pendukungnya menjelang pileg dan pilpres 2019 ini, karena yang penting bagi dia adalah meraih kemenangan dengan segala cara,” tuturnya.

Sebelumnya, Kubu Prabowo-Sandiaga sudah membeberkan kasus nelayan di Karawang yang disebut dipersekusi. Advokat Senopati 08 PPRI yang menyatakan diri sebagai penasihat hukum Nazibulloh (Najib) memberikan klarifikasi melalui konferensi pers yang difasilitasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Advokat Senopati 08 PPRI menyatakan peristiwa persekusi itu benar-benar terjadi dan sudah dilaporkan ke kepolisian pada 27 September 2018, dengan bukti nomor laporan polisi LP/B-101/IX/2018/Jabar/Res.Krw/Sek.Cma dan surat tanda bukti laporan (STBL) nomor STBL/B101/IX/2018/Sek.Cma. Soal pemukulan yang diakui dialaminya, Najib menyatakan tak tahu alasan jelasnya.

“Yang dialami saudara Nazibulloh, warga masyarakat nelayan Pasir Putih, Cilamaya dalam dugaan tindak pidana penganiayaan atau persekusi itu dilontarkan dalam debat. Esok harinya beberapa media nasional dan lokal membantah apa yang dinyatakan cawapres nomor 02, itu disebut hoax atau berita tidak benar,” kata Ketua Umum Advokat Senopati 08 PPRI Zaenal Abidin .

Dalam konferensi pers itu, Najib juga angkat bicara melalui sambungan telepon. Najib mengatakan tak tahu mengapa dianiaya.

“Saya nggak tahu alasannya dipukul. Alasannya pasirnya nggak boleh dipindah aja. (Dipukul) di muka sama di belakang dan tangan itu terkilir dipelintir. Yang mukul satu (orang), yang megangin satu,” ujarnya dalam sambungan telepon di acara konferensi pers di Posko Direktorat Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1).

Najib mengaku memang belum terdaftar sebagai petani mangrove binaan Pemkab Karawang. Selain sebagai petani mangrove, ia juga berprofesi sebagai nelayan.

“Memang dari dulu kami itu kelompok tapi nggak diakuin karena ada kelompok pengawas masyarakat. Kami nggak tahu gimana cara bikin kelompok yang resmi,” tutur Najib.
(idn/imk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Jokowi Kerap Dengar Lagu Metallica Sebelum Kerja di Jakarta

Bogor – Hampir setiap hari, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perjalanan dari Istana Kepresidenan Bogor menuju Jakarta untuk bekerja. Selama perjalanan, Jokowi rupanya kerap mendengar lagu Metallica hingga Guns N Roses untuk mengusir penat.

“Saya kalau di mobil dari Bogor ke Jakarta punya waktu satu jam. Biasanya saya pakai dengerin Metallica, kemudian dengerin Guns N Roses, Lamb of God, Queen. Ya, kita sudah kebawa sejak muda,” ujar Jokowi dalam acara #NebengBoy yang ditayangkan di akun YouTube Boy William, seperti dilihat detikcom, Minggu (20/1/2019).

Jokowi dalam acara #NebengBoyJokowi dalam acara #NebengBoy (Foto: Instagram Boy William)

Kegemaran mendengar musik-musik rock hingga metal sudah dilakukan Jokowi sejak muda. Waktu senggangnya di mobil RI-1 juga dimanfaatkannya membaca berita sampai memperhatikan media sosial.

“Dari Bogor ke Jakarta sambil baca media sosial, berita online,” kata Jokowi kepada Boy.

Kepada Boy, Jokowi mengungkapkan bercita-cita menjadi Paskibraka dan pengusaha mebel. Boy balik bertanya kepada Jokowi, apakah merasa jenuh menjadi presiden. Apa jawaban Jokowi?

“Nggak. Selalu saya syukuri dalam kesulitan apa pun, masalah apa pun, problem apa pun. Saya nggak pernah ngeluh. Mensyukuri, cari solusi dan jalan keluar dari problem yang ada,” ungkap Jokowi.
(dkp/imk) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Data dan Fakta Tarif Tol Trans Jawa Berlaku Mulai Senin

Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan mengenakan tarif tol di sejumlah ruas tol Trans Jawa yang baru dibuka. Penetapan tarif dilakukan mulai Senin, 21 Januari 2019 pukul 00.00 WIB.

“Pada 21 Januari tol yang diresmikan 20 Desember 2018 lalu akan mulai dikenakan tarif,” kata Corporate Secretary Jasa Marga Agus Setiawan kepada detikFinance.

Tol-tol yang mulai dikenakan tarif ini adalah yang sudah diresmikan Presiden Jokowi sekaligus tujuh ruas dalam satu hari beberapa waktu lalu. Sejak diresmikan dan dibuka untuk mendukung arus kendaraan libur Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu, tol ini masih dibebaskan tarifnya.

Sejumlah ruas tol yang akan dikenakan tarif tersebut antara lain Pemalang-Batang, Batang-Semarang (segmen Pasekaran-SS Krapyak), Semarang-Solo (segmen Salatiga-Kartasura), Ngawi-Kertosono-Kediri (segmen Wilangan-Kertosono), Gempol-Pasuruan (segmen Pasuruan-Grati), dan Surabaya-Gempol (seksi relokasi Porong-Gempol).

“21 Januari 2019, pukul 00.00 mulai diberlakukan tarif pada jalan tol baru Trans Jawa setelah satu bulan dioperasikan tanpa tarif,” ujar Agus.

(fdl/zlf)

Sebulan Diresmikan Jokowi, Tol Pemalang-Batang Sudah Retak

Jakarta – Ruas jalan Tol Pemalang-Batang KM 321 menuju Kabupaten Batang mengalami keretakan. Bahkan pondasi penahan ruas tol kanan-kirinya juga mengalami longsor.

PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), anak usaha PT Waskita Toll Road menyatakan kerusakan yang terjadi pada kemiringan/kelandaian (slope) jalan tol diakibatkan curah hujan yang tinggi dan membuat air meluap hingga menggerus jalan.

Retaknya jalan tol ini sendiri terjadi pada 16 Januari lalu. Keretakan terjadi di satu Titik Ruas jalan Tol Pemalang Batang tepatnya di KM 321 jalur A.

Seperti diketahui, ruas Tol Pemalang-Batang ini belum lama diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2018 lalu. Ruas tol ini menjadi bagian dari Tol Trans Jawa. Berikut informasi selengkapnya.

(fdl/zlf)

Nggak Tahu Soal Nikah, Ernest Sarankan Ahok Jadi Komika Saja

Jakarta – Pada 24 Januari 2019 mendatang, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan dapat menghirup udara bebas selepas bebas dari penjara. Sebagai salah satu artis yang terang-terangan memberikan dukungannya pada Ahok, Ernest Prakasa merasa senang dengan kabar tersebut.

“Selamat menempuh kebebasan, buat Pak Ahok, kita tunggu apakah kembali berkiprah di politik dan kembali membuat heboh. Tapi ya serulah menyambut gembira dan sukacita bebasnya Pak Ahok,” kata Ernest ditemui di Kasablanka, Jakarta Selatan.

Meski mengaku akan menyambut dengan senang hati bila Ahok bakal kembali berkiprah di pemerintahan, namun Ernest Prakasa mengerti apabila Ahok ingin beristirahat dari kancah politik. Ia bahkan menyarankan Ahok agar menjadi komika seperti dirinya.

“Gue rasa beberapa tahun terakhir cukup melelahkan buat beliau. Smeoga ketika keluar bisa istirahat, bisa menikmati hidup dululah, atau jadi stand up comedy-an ajalah” ungkapnya.

Bila bisa berandai-andai, Ernest mengungkapkan keinginannya agar Ahok dapat mendapatkan kursi di kabinet yang baru. Sebab ia melihat sosok mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai sosok yang mampu menjalankan tugas tersebut.

“Kalau Pak Ahok masih dipercaya sama Pak Jokowi, misalnya, atau siapapun presidennya nanti, sebenarnya beliau sebagai birokrat yang berpengalaman. Gue rasa ada aja posisi untuk dia karena dia pernah menjadi kepala daerah,” tutur Ernest.

“Misalnya di DKI dia terkenal membenahi birokrasi, apakah menjadi Menteri Aparatur Negara misalnya. Mungkin nanti presidennya yang lebih tahu,” sambungnya.

Disinggung mengenai isu Ahok akan menikah setelah keluar dari penjara, sutradara dan pemain ‘Cek Toko Sebelah’ ini mengaku enggan berkomentar.

“Gosip-gosipnya mau menikah juga, nggak tahulah,” ucap Ernest menanggapi kabar Ahok akan menikah 15 Februari ini dengan Puput Nastiti Devi.
(srs/kmb)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Tanda Tanya Tanggal Pasti Bebasnya Ba’asyir

Jakarta – Tim Pengacara Muslim (TPM) menyatakan pembebasan tanpa syarat untuk Abu Bakar Ba’asyir ditargetkan selesai pekan depan. Namun belum ada kepastian terkait tanggal pasti bebasnya Ba’asyir.

“Menurut Yusril harus selesai minggu depan, lepas tanpa syarat. Tanggal belum ditentukan,” ujar Ketua Dewan Pembina TPM Mahendradatta,saat dihubungi detikcom, Sabtu (19/1/2019).

Mahendradatta mengatakan Presiden Joko Widodo telah menyetujui pembebasan Ba’asyir. Sehingga menurutnya Direktora Jendral Pemasyarakatan (Ditjen PAS) tidak perlu lagi menambahkan syarat di luar kebijakan atau keputusan yang telah diputuskan Jokowi.
“Ya tentunya karena ini adalah kebijakan Presiden RI yang sudah disetujui Menkumham dan Kapolri, ada baiknya Dirjen PAS menunjukkan loyalitasnya. Tidak perlu kreatif menambah syarat macam-macam di luar kebijakan pejabat-pejabat tinggi itu,” ujar Mahendradatta.

Ba’asyi sendiri kini berusia 80 tahun. Dia divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam sidang yang digelar Juni 2011. Dia dinyatakan terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer kelompok teroris yang mengadakan latihan bersenjata di Provinsi Aceh.

Pembebasan Ba’asyir ini awalnya disampaikan oleh Yusril Ihza Mahendra. Dia menyatakan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir akan bebas pekan depan dan telah disetujui Presiden Joko Widodo atas alasan kemanusiaan.

“Pembebasan Ba’asyir akan dilakukan pekan depan untuk membereskan administrasi pidananya di LP. Ba’asyir sendiri minta waktu setidaknya tiga hari untuk membereskan barang-barangnya yang ada di sel penjara. Setelah bebas, Ba’asyir akan pulang ke Solo dan akan tinggal di rumah anaknya, Abdul Rahim,” kata Yusril seperti unggahan di Facebook-nya, Jumat (18/1).

Presiden Jokowi juga telah menyatakan mengizinkan pembebasan terhadap terpidana Ba’asyir. Alasannya, faktor kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan kondisi kesehatan Ba’asyir.

“Faktor kemanusiaan. Artinya, beliau sudah sepuh. Ya faktor kemanusiaan. Termasuk kondisi kesehatan,” kata Jokowi di Pondok Pesantren Darul Arqam, Jl Ciledug, Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019).
(dwia/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Penyebar Hoax Ijazah Palsu Jokowi Terancam 3 Tahun Bui

Jakarta – Polisi menangkap Umar Kholid Harahap (28) yang diduga menyebarkan kabar bohong (hoax) Presiden Joko Widodo (Jokowi) berijazah palsu. Atas perbuatannya, Umar terancam pidana 3 tahun penjara.

“Betul, tersangka adalah ditangkap dan saat ini masih diperiksa,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (19/1/2019).

Umar disangkakan pasal berlapis yakni Pasal 14 ayat 2, Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946, dan/atau Pasal 207 KUHP. Dari ketiga pasal tersebut, ancaman hukuman paling tinggi ada di Pasal 14 ayat 2 UU 1/1946.


Bunyinya sebagai berikut:

Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Polisi menangkap Umar pada Sabtu (19/1) dini hari pukul 00.30 WIB di kediamannya, Bekasi Timur, Jawa Barat.

Umar menyebarkan hoax ijazah Jokowi palsu lewat akun media sosial Facebook miliknya. Umar beralibi membuat posting-an untuk mencari tahu kebenaran soal ijazah Jokowi palsu.

Kepala SMAN 6 Surakarta memastikan ijazah Jokowi asliKepala SMAN 6 Surakarta memastikan ijazah Jokowi asli (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

“Yang bersangkutan sengaja menyebarkan berita hoax dengan menggunakan akun FB-nya. (Motif) untuk mengetahui kebenaran tentang berita ijazah tersebut,” ujar Dedi.

Sama seperti pernyataan pihak sekolah, Dedi menyatakan ijazah Jokowi asli. “Ijazah Pak Jokowi adalah asli, sesuai penjelasan sekolah,” ucap Dedi.

Umar tidak ditahan. Dia diperiksa di Direktorat Siber Bareskrim Polri. Penyidik menyita beberapa barang bukti dari tersangka, antara lain satu ponsel beserta dua buah SIM card, satu akun Facebook, dan e-mail milik tersangka. Untuk memperkuat alat bukti penyidikan, polisi melakukan tahapan digital forensik terhadap barang bukti yang disita.

Sebelumnya, ijazah SMA Jokowi dituding palsu lantaran tertulis lulus pada 1980. Netizen menganggap SMAN 6 Surakarta tempat Jokowi bersekolah baru berdiri pada 1986. Sementara di ijazah Jokowi tertuliskan SMPP. SMPP adalah Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan yang merupakan cikal bakal SMAN 6 Surakarta.

Kepala SMAN 6 Surakarta, Agung Wijayanto, mengatakan Jokowi merupakan siswa SMPP. Dia memastikan ijazah Jokowi tersebut asli.

“Iya benar ijazahnya asli. Cuma memang capnya berbeda, tulisannya SMPP (SMA 6),” kata Agung saat ditemui detikcom di SMAN 6 Surakarta, Kamis (17/1).
(jbr/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>