Penjualan Baby Lobster di Cirebon Masih Marak

Liputan6.com, Cirebon – Praktek jual beli satwa laut ilegal jenis Baby Lobster masih marak terjadi. Terutama di sepanjang pantai selatan Jawa Barat.

Tercatat 9575 ekor Baby Lobster jenis mutiara dan pasir berhasil diamankan jajaran Dit Polairud Polda Jabar di awal tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9548 Baby Lobster jenis pasir dan 117 jenis mutiara.

“Penangkapannya hari Senin 14 Januari 2019 lalu di Desa Loji Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat,” kata Direktur Polairud Polda Jabar Kombes Pol Widi Handoko di Cirebon, Selasa (15/1/2019).

Dia mengungkapkan, penangkapan tersebut hasil dari pengembangan informasi yang diberikan oleh warga setempat. Jajaran Ditpolairud Polda Jabar menangkap dua pelaku yang diduga akan melakukan transaksi secara ilegal.

Kedua pelaku, diketahui akan melakukan transaksi Baby Lobster ke pengepul besar yang ada di Provinsi Banten. Dari hasil penangkapan tersebut, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 2,3 miliar.

“Baby Lobster merupakan salah satu satwa laut yang dilindungi pemerintah oleh karena itu banyak tangkap untuk di perjual belikan secara ilegal,” kata dia.

Dia mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, harga jual Baby Lobster dari nelayan Rp 15 ribu per ekor, kemudian dijual ke pengepul di Banten Rp 16 ribu per ekor. Dari pengepul di Banten, Baby Lobster dijual ke pengepul besar dengan harga bervariasi.

Untuk Baby Lobster jenis mutiara dijual Rp 300 ribu per ekor dan jenis pasir Rp 250 ribu per ekor. Atas perbuatannya, dua pelaku dijerat Pasal 88 UU RI no 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 2004 tentang perikanan Jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan dendan Rp 1,5 milyar.

“Baby Lobster dijual ke Jakarta maupun Jambi bahkan luar negeri. Kami akan kembangkan terus sejauh mana aktivitas jual beli baby lobster ilegal ini,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Lepas Liar

Dia mengatakan, pihaknya akan menyerahkan hasil tangkapan Baby Lobster ke Balai Karantinan Jawa Barat untuk segera dilepas liarkan.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh iming-iming keuntungan hasil ilegal fishing. Dia juga akan meningkatkan sinergi dengan seluruh lapisan masyarakat guna menekan praktek ilegal fishing.

“Dari tahun ke tahun Ilegal Fishing Baby Lobster yang paling sering kami tangani. Tahun lalu kami banyak ungkap kasus ini,” kata dia.

Kepala Stasiun Karantinan Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPKP) Cirebon Obing Hobir mengatakan, ribuan Baby Lobster tersebut akan segera dilepas liarkan. Namun, pihaknya masih melihat kondisi perairan di Jawa Barat.

Namun, pelepas liaran tersebut tidak berarti di perairan asal Baby Lobster diburu pengepul. Dia menyebutkan, perairan selatan Jawa Barat merupakan habitat terbesar Baby Lobster.

“Lihat sikon dan kondisi laut yang tenang baru kami lepas liarkan kemungkinan yang terdekat di Pangandaran ya,” kata dia.

Obing menyebutkan, Baby Lobster banyak diburu dan dijual ke sejumlah restauran di luar negeri. Vietnam merupakan salah satu negara tujuan ekspor Baby Lobster secara ilegal.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Tujuh Tersangka Pengeroyokan Haringga Duduk di Kursi Pesakitan Pekan Depan

Liputan6.com, Bandung Pengadilan Negeri (PN) Bandung akan menyidangkan para tersangka kasus pengeroyokan suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, Selasa (15/1/2019) pekan depan.

Ketujuh tersangka yakni Goni Abdulrahman (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Budiman (41), Cepi (20), Joko Susilo (32) dan Aldiansyah (21) akan menjalani sidang di PN Bandung.

“Sidangnya nanti hari selasa tanggal 15 Januari,” kata humas PN Bandung Wasdi Permana, Sabtu (12/1/2019).

Menurut Wasdi, ada tiga berkas yang diterima PN Bandung dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung terkait kasus pengeroyokan Haringga Sirla.

Berkas pertama bernomor No.11/Pid.B/2019/PN.Bdg tertulis nama tersangka Aditya Anggara, Dadang Supriatna, Goni Abdulrahman, Budiman dan Aldiansyah.

Sementara berkas lain dengan nomor No.10/Pid.B/2019/PN.Bdg dengan tersangka Joko Susilo. Berkas terakhir dengan nomor No.12/Pid.B/2019/PN.Bdg mencatat nama tersangka Cepi Gunawan.

“Majelis hakim yang akan menyidangkan ketuanya M. Basir SH,” kata Wasdi.

Menurut dia, ketujuh tersangka tersebut dikenakan dua pasal. Dakwaan pertama ketujuhnya dikenakan Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dan dakwaan kedua Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

Sebelumnya, Haringga tewas dikeroyok oknum Bobotoh saat laga Persib Bandung versus Persija Jakarta September 2018 lalu.

Sebanyak 14 orang tersangka yang ditangkap polisi. Dari ke-14 tersebut, 7 orang berusia dewasa sedangkan 7 lainnya dewasa. Pelaku anak sudah divonis dan mendapat hukuman berbeda-beda.

Saksikan video pilihan berikut ini:

PGRI Sedih Oknum Guru Jadi Tersangka Penyebar Hoax Surat Suara

Jakarta – Seorang oknum guru berinisial MIK ditetapkan polisi sebagai tersangka penyebar hoax tentang surat suara tercoblos. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengaku sedih atas kejadian tersebut.

“Yang pasti PGRI sangat menyayangkan, sedih dan kecewa karena hoax itu merusak sendi demokrasi, persatuan dan kesatuan bangsa. Kami berperang melawan hoax kepada siapa saja, sekaligus bahwa literasi digital itu penting bagi semua termasuk guru-guru,” kata Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi saat dihubungi detikcom, Jumat (11/1/2018).

Unifah belum memastikan apakah MIK merupakan anggota PGRI atau bukan. Meski begitu, dia mengimbau anggota PGRI dan guru-guru lainnya tak melakukan hal serupa karena bertentangan dengan kode etik organisasi guru tersebut.

Dia menyebut selama ini PGRI juga sudah memberikan pendidikan pada anggota mereka tentang aktivitas di media sosial. Selain itu dia mengingatkan agar para anggota PGRI tak terlibat politik praktis.

“Kita beberapa kali mengadakan litersi digital. Teman-teman ini lho, gunakan jarimu secara bijaksana. Jangan sesuatu yang belum benar kepastiannya ingin men-share dan saya berharap guru jangan terlibat pada politik praktis. PGRI menjaga sekali independensi itu,” ujarnya.

Unifah menjelaskan, organisasi guru termasuk PGRI mengatur hal itu dalam kode etik. Namun, PGRI tak bisa memberi sanksi jika ada anggotanya yang melanggar termasuk tersandung perbuatan melanggar hukum.

“Kalau itu adalah tanggung jawab pribadi. Sanksinya ya sanksi moral saja, jadi sanksi bagi dirinya sendiri. Kalau organisasi itu nanti dikira lebay atau apalah, yang pasti sanksi bagi dirinya sanksi moral,” ucapnya.

MIK diamankan tim Polda Metro Jaya di rumahnya di Cilegon pada 6 Januari. MIK diduga ikut menyebarkan hoax 7 kontainer surat suara tercoblos lewat akun Twitter.

“Dia (tersangka) perannya buat kalimat yang dibuat sendiri di akun Twitter. Barang bukti 1 lembar capture akun Twitter, nah ini, barbuknya, jadi di Twitter dia itu ada tulisan ini (menunjukkan lembar screenshot). Jadi ada ini Twitter dia ada @dahnilanzar di atasnya, ‘Harap ditindaklanjuti informasi berikut, di Tanjung Priok ada 7 kontainer yang berisi 80 juta surat suara yang sudah dicoblos. Ayo pada merapat, pasti dari Tiongkok’. Tapi di atas tulisan ini ada capture juga yang isinya viralkan, info dari sumber yang layak dipercaya dan seterusnya,” papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

MIK dalam pemeriksaan sementara tak bisa menjelaskan kebenaran informasi 7 kontainer surat suara tercoblos. Namun MIK tetap menyebarkannya lewat Twitter. Atas perbuatannya, MIK dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE serta Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
(abw/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Miris Penyebar Hoax, Dulu Dosen Kini Guru

Jakarta – Guru mestinya jadi sosok yang patut digugu dan ditiru. Namun, perbuatan tercela justru dilakukan seorang guru dari Cilegon, Banten

MIK (38) yang merupakan guru di SMP Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel (YPWKS), Kota Cilegon, malah menyebarkan hoax. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran hoax 7 kontainer surat suara tercoblos.

“Daripada pelaku ini dikenakan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 185 ayat 2 UU ITE juga kita sangkakan Pasal 14 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

MIK mengaku membuat sendiri posting-an di akun Twitter soal hoax 7 kontainer surat suara tercoblos. Screenshot posting-an di Twitter menjadi barang bukti polisi.

NIK ditangkap sekitar pukul 22.30 WIB, pada 6 Januari. Tersangka sempat terlacak di Majalengka, tapi akhirnya ditangkap di rumahnya di Cilegon.

“Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan membuat narasi kalimat posting-an di akun tersebut, dibuat sendiri yang bersangkutan dengan maksud memberi tahu tim paslon 02 tentang informasi tersebut,” kata Argo.

Tangan diikat, MIK tersangka penyebar hoax surat suara tercoblos.Tangan diikat, MIK tersangka penyebar hoax surat suara tercoblos. Foto: Lamhot Aritonang

Status tersangka penyebar hoax tak hanya disandang MIK. Sebelumnya, pengajar di Sumatera Utara yakni Himma Dewiyana Lubis juga menyandang status yang sama.

Himma ditetapkan sebagai tersangka penyebar hoax dan kebencian, yaitu bom Surabaya sebagai pengalihan isu terkait pilpres. Hoax itu ia tulis di akun Facebook-nya. Melalui handphone, ia menulis ujaran kebencian di rumahnya di Jalan Melinjo, LK VIII Komplek Johor Permai, Gedung Johor, Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), pada Mei 2018.

Himma yang menyebut bom Surabaya pengalihan isu pingsan usai dipamerkan di Polda Sumut.Himma yang menyebut bom Surabaya pengalihan isu pingsan usai dipamerkan di Polda Sumut. Foto: Erlangga Resi/detikcom

Sekitar pukul 15.00 WIB, ia menulis status Facebook yang mengomentari kasus bom Surabaya, yaitu:
Skenario pengalihan yang sempurna
#2019GantiPresiden.

Padahal bom Surabaya dilakukan teroris yang menyebabkan sedikitnya 25 orang tewas. Alih-alih memberikan simpati dan empati kepada para korban, ia malah menuding bom itu bagian dari setting pengalihan isu politik.

“Saya sangat menyesal, saya hanya mengkopi status orang lain dan menyebarkan kembali. Saya salah dan sangat menyesal,” ujar Himma sambil menangis saat ditangkap aparat dari Polda Sumut.

Himma sempat ditahan penyidik di Polda Sumut pada 20 Mei 2018 hingga 8 Juni 2018. Setelah itu, penahanannya ditangguhkan. Pada Rabu, 9 Januari 2019, Himma mulai diadili di PN Medan.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pidana melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE,” dakwa jaksa Tiorida Juliana Hutagaol.
(zak/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Piala Asia 2019: Korea Selatan Melaju ke Babak 16 Besar

Kirgizstan (3-5-2): 13-Kutman Kadyrberkov; 17-Daniel Tagoe, 3-Tamirlan Kozubaev, 2-Valerii Kichin; 18-Kairat Zhyrgalbek, 8-Aziz Sydykov (19-Vitalij Lux 70′), 9-Edgar Bernhardt (20-Bakhtiyar Duyshobekov 77′), 23-Akhlidin Israilov (7-Tursunali Rustamov 81′), 11-Bekzhan Sagynbaev; 21-Farhad Musabekov, 10-Mirlan Murzaev

Pelatih: Aleksandr Krestinin

Korea Selatan (4-2-3-1): 1-Kim Seung-gyu; 2-Lee Yong, 4-Kim Min-jae, 19-Kim Young-gwon, 14-Hong Chul; 6-Hwang In-beom, 5-Jung Woo-young; 11-Hwang Hee-chan, 13-Koo Ja-cheol (8-Joo Se-jong 63′), 17-Lee Chung-yong; 18-Hwang Ui-jo (9-Ji Dong-won 82′)

Pelatih: Paulo Bento

Striker Thailand Teerasil Dangda Merepotkan di Piala Asia 2019

Bawaslu Bogor Hentikan Laporan soal Kasus Pose Dua Jari Anies

JakartaBawaslu Bogor menghentikan laporan kasus pose dua jari yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Penanganan laporan dihentikan karena tidak memenuhi unsur pidana.

“Laporan yang dilaporkan yang diduga ada pelanggaran yang dilakukan oleh terlapor itu tidak memenuhi unsur, sehingga dianggap tidak memenuhi unsur pidana dan tidak dapat dilanjutkan dalam proses selanjutnya,” ujar Ketua Bawaslu Bogor Irvan Firmansyah saat dihubungi, Jumat (11/1/2019).

Irvan mengatakan Anies dianggap tidak terbukti melanggar Undang-undang 7 Tahun 2017 pasal 282 tentang Pemilu. Menurutnya, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tindakan Anies menguntungkan atau merugikan salah satu pihak.

“Ya pertimbangannya kan unsur pasalnya yang disangkakan 282 jo 547. Pasal 282 itu kan pejabat negara dilarang membuat keputusan atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon tertentu selama masa kampanye,” ujar Irvan.

“Berdasarkan hasil klarifikasi, baik keterangan pelapor maupun terlapor dan saksi-saksi, tidak ada yang bisa membuktikan bahwa terlapor ini telah membuat keputusan yang menguntungkan atau merugikan, jadi unsurnya tidak memenuhi,” sambugnya.

Selain itu, Irvan juga mengatakan Anies telah memberikan surat pemberitahuan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk menghadiri acara tersebut. Iravan juga menyatakan acara yang dihadiri Anies bukan sebuah kampanye.

“Berdasarkan keterangan Pak Anies itu bahwa sudah menyampaikan pemberitahuan akan menghadiri acar tersebut ke Kemendagri. Untuk cuti itu kan ketika menghadiri kampanye, nah sementara kegiatan itu adalah rapat internal partai Gerindra yang rutin dilakukan setiap tahun jadi bukan menghadiri kampanye,” tuturnya.

Sebelumnya, Anies dilaporkan kepada Bawaslu oleh Garda Nasional untuk Rakyat (GNR). GNR menilai gestur dua jari itu merupakan simbol kampanye karena dilakukan dalam acara Konferensi Nasional Gerindra.

Anies dilaporkan karena berpose salam dua jari saat mendapat kesempatan berdiri di podium Konferensi Nasional Gerindra di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).
(dwia/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Akal Bulus Kanjeng Sultan Kebumen Cabuli Gadis 17 Tahun

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen,” ucap Suparno, dalam

Tersangka pencabulan anak ini dijerat dengan pasal 81 UU RI Tahun 2016 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman paling singkat 5 tahun, serta paling lama 15 tahun.

Suparno menambahkan, penyidik juga masih mendalami kasus ini. Sebab, tak tertutup kemungkinan, gadis tersebut bukan satu-satunya korban Kanjeng Sultan.

Di luar kasus Kanjeng Sultan, Polres Kebumen saat ini juga tengah menangani dugaan pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh seorang nelayan, berinisial MJ (19), warga Desa Srati Kecamatan Ayah, Kebumen.

MJ diduga berupaya menyetubuhi gadis yang masih di bawah umur yang baru berusia 17 tahun, seorang warga Kecamatan Ayah. Percobaan persetubuhan itu terjadi di gudang mesin di Pantai Menganti pada Selasa (11/12/2018) sekira pukul 17.30 Wib.

“Saat itu tersangka menelpon korban, meminta untuk menjemputnya. Pada saat tiba di lokasi, kondisi sepi, tersangka menarik korban ke dalam gudang mesin,” ucap Suparno.

Tak terima anaknya dilecehkan, keluarga korban lapor polisi. Tersangka lantas ditangkap oleh Unit PPA Polres Kebumen pada Sabtu (05/01/2019) sekitar pukul 14.30 WIB di rumah orangtuanya di Desa Srati.

Kepada penyidik, tersangka sudah mengakui mencabuli korban, dengan meraba bagian sensitif tubuh korban. Polisi menjerat tersangka dengan pasal 285 jo 53 KUH Pidana Subsider Pasal 289 KUHPidana.

“Kami juga telah mengamankan sejumlah barang bukti pakaian milik korban untuk melengkapi proses penyidikan,” Suparno menambahkan.

Piala Asia 2019: Korea Selatan Menang Tipis atas Filipina

Dubai – Timnas Korea Selatan berusah payah menundukkan Timnas Filipina pada laga perdana Grup D Piala Asia 2019, di Rashid Al Maktoum Stadium, Uni Emirat Arab, Senin (7/1/2018). Korsel hanya menang tipis dengan skor 1-0. 

Gol tunggal kemenangan Timnas Korea Selatan dicetak melalui aksi Hwang Ui-jo pada menit ke-67. Meski menguasai penuh jalannya pertandingan, Korsel gagal menambah gol hingga pertandingan selesai. 

Filipina yang kurang diunggulkan pada pertandingan ini bermain sangat ulet dan rapi dalam bertahan. Penguasaan bola kedua tim juga sangat timpang. Korsel mampu mencatatkan penguasaan bola hingga 82 persen, sedangkan tim besutan Sven Goran Eriksson hanya 18 persen. 

Meski demikian, The Azkals bisa membuat para pemain Korsel frustrasi. Bahkan, Filipina juga masih mampu mencatat dua tendangan mengarah ke gawang. Di sisi lain, Korsel membukukan lima tembakan ke gawang. 

Namun, pertahanan rapat Filipina akhirnya jebol juga pada babak kedua.  

Sementara itu, pada pertandingan lain China juga bersusah payah meraih kemenangan 2-1 atas Kyrgistan di Khalifa bin Zayed Stadium, di Al Ain. Tim besutan Marcelo Lippi sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama, sebelum bangkit membalikkan kedudukan pada babak kedua. 

Kyrgistan berhasil mendominasi permainan pada babak pertama. Hasilnya, mereka mampu memecah kebuntuan pada menit ke-43 melalui Akhlidin Israilov. 

Tak mau kalah begitu saja, China menaikkan tempo permainan dan balik mendominasi pada babak kedua. Lima menit memasuki babak kedua, tepatnya menit ke-50 Kyrgistan melakukan kesalahan. Kiper mereka, Pavel Matiash membuat gol bunuh diri saat mengantisipasi bola serangan dari pemain China. 

Gol kemenangan yang ditunggu China datang pada menit ke-78. Gol tersebut dicetak Yu Dabao yang membuat China berhasil memenangi laga perdana di Grup D Piala Asia 2019

Highlights Piala Asia 2019, UEA Vs Bahrain 1-1

Jaksa Tolak Pleidoi Ahmad Dhani, Minta Hakim Vonis 2 Tahun Bui

Jakarta – Tim jaksa pada Kejari Jakarta Selatan (Jaksel) meminta majelis hakim memvonis musisi Ahmad Dhani 2 tahun penjara sesuai dengan tuntutan. Jaksa menepis pembelaan (pleidoi) Ahmad Dhani.

“Kami memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani dengan pidana penjara selama 2 tahun,” ujar jaksa Sarwoto membacakan replik atau tanggapan jaksa atas pleidoi dalam sidang Ahmad Dhani di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Senin (7/1/2019).

Jaksa ditegaskan Sarwoto menyatakan Ahmad Dhani memenuhi unsur perbuatan pidana yakni menyebarkan ujaran kebencian terkait SARA.

Jaksa menegaskan cuitan Dhani salah satunya “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu diludahi muka nya ADP” di akun @AHMADDHANIPRAST adalah ujaran kebencian.

Ancaman hukuman pidananya diatur Pasal 45A ayat 1 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Jaksa menolak seluruh pembelaan Ahmad Dhani.

“Kami menyatakan tetap pada tuntutan yang telah kami bacakan pada persidangan,” ujar Sarwoto.

Ahmad Dhani sebelumnya dalam pleidoi menyatakan kasusnya terkait politik, bukan hukum murni. Dhani mengatakan cuitannya di Twitter mengenai penista agama bukanlah ujaran kebencian, melainkan pendapat pribadi yang dipublikasikan.
(fdn/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

2 Cuitan Tengku Zul yang Berujung Dipolisikan

Jakarta – Wasekjen MUI Ustaz Tengku Zulkarnain dua kali dipolisikan karena cuitan di Twitter. Terkait pelaporan-pelaporan ke polisi tersebut, Tengku Zul tak mempermasalahkan dan mempersilakan saja.

Salah satu cuitan Tengku Zul yang berujung dipolisikan adalah terkait ‘surat suara tercoblos’. Relawan Jokowi Mania (Jo-Man) mempolisikan Tengku Zul atas tuduhan menyebarkan berita bohong.

Relawan Jo-Man menyertakan screenshot cuitan Zulkarnain dalam akun Twitter @ustadtengkuzul sebagai barang bukti. Cuitan tersebut sudah dihapus Zulkarnain. Berikut ini isi cuitan Zulkarnain yang dilaporkan:
7 kontainer surat suara Pemilu yang didatangkan dari China sudah tercoblos untuk pasangan nomor 01? (Menyebut salah satu stasiun TV, red). Nampaknya Pemilu sudah dirancang untuk curang? Kalau ngebet banget apa tidak sebaiknya buat surat suara permohonan agar capres yang lain mengundurkan diri saja? Siapa tahu mau.

Dilaporkan, Tengku Zul siap memenuhi panggilan polisi jika laporan Jokowi Mania diproses. Dia siap menjelaskan maksud tweet dia yang dianggap menyebarkan hoax tersebut.

“Nggak apa-apa, saya hadapi saja. Saya kan, artinya ada alamat, bukan akun palsu. Saya kapan ada panggilan, saya hadapi. Saya heran saja, kalau kita yang melapor, kok mereka-mereka nggak diproses. Ade Armando, Abu Janda, dilaporkan kok nggak diproses. Kok kita cepat banget,” ujar Tengku Zul, Jumat (4/1).

Cuitan Tengku Zul lain yang dianggap melanggar hukum adalah tentang foto kampanye Heriandi yang menggunakan aksara mandarin. Tengkul Zul dilaporkan oleh Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Heriandi Lim.

Heriandi menunjukkan cuitan Tengku Zulkarnain pada 2 Januari 2019 yang saat ini sudah tidak ada lagi di akun Twitternya. Berikut bunyi cuitannya:

Ini adalah Lembar Kampanye Calon Legislatif. Pertanyaannya, dari Negara Manakah Para Caleg Ini…? Jika iIni Benar Lembar Kampanye dari NKRI, bagaimana Perasaan Anda Semua…? Senang kah…? Atau jengkel…? Monggo…

Heriandi pun menjelaskan aksara mandarin di poster kampanyenya merupakan nama Tionghoanya sendiri. Alasan dia menggunakan aksara mandarin untuk menarik suara konstituennya yang kebanyakan merupakan Tionghoa.

Heriandi pun mempolisikan Tengku Zulkarnain karena dirasa telah mencemarkan nama baiknya dan menyebarkan ujaran kebencian. Dia mengaku sempat diperingatakan agar tidak melapor namun akhirnya tetap memilih datang ke Bareskrim agar Tengku Zulkarnain jera.

Tengku Zul kembali menanggapi santai mengenai pelaporannya. Dia mempersilakan saja Heriandi untuk menyampaikan pengaduan ke polisi.

“Nggak ada tanggapan. Silakan ngadu. Nggak ada tanggapan. Silakan saja,” kata Tengku Zulkarnain, Minggu (6/1).
(rna/fai)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>