Di Mojokerto, Prabowo Dapat Masukan dari Aliansi Ulama dan Cendekiawan

Mojokerto – Selama 2 jam lebih di Pondok Pesantren (PP) Riyadlul Jannah, Mojokerto, Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto ternyata berdiskusi dengan aliansi ulama dan cendekiawan. Para ulama dan kaum intelektual pun memberikan sejumlah amanah kepada Capres nomor urut 2 tersebut. Apa saja?

Pertemuan antara Prabowo dengan dengan para ulama dan cendekiawan di kantor pusat PP Riyadlul Jannah, Kecamatan Pacet berlangsung pukul 20.00-22.16 WIB. Selama dua jam lebih, Ketum Partai Gerindra itu berdiskusi dengan Aliansi Ulama Madura, Aliansi Ulama Tapal Kuda, Aliansi Profesor dan Rektorat, Dzuriah NU, serta habaib dari seluruh Indonesia.

Sayangnya, Prabowo enggan memberikan waktu kepada wartawan untuk mewawancarainya. Dari kediaman Pengasuh PP Riyadlul Jannah, Prabowo bergegas masuk ke dalam mobilnya.

Humas PP Riyadlul Jannah sekaligus Ketua Panitia Penyambutan Prabowo, Muhammad Yusuf Misbah mengatakan, dalam pertemuan kali ini, Prabowo banyak mendapat masukan dari para ulama dan cendekiawan. Salah satunya Prabowo diharapkan mampu mengharmoniskan perbedaan yang ada di Bangsa Indonesia jika terpilih sebagai Presiden pada Pilpres 2019.

“Karena saat ini sangat terasa adanya pengkotak-kotakan, khususnya dalam kita beragama. Kemudian kotak mengkotak antar suku bangsa. Ini yang tidak diinginkan. Persatuan dan kesatuan Republik Indonesia yang paling utama,” kata Yusuf kepada wartawan di lokasi, Sabtu (23/2/2019), malam.

Selain diamanahi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, lanjut Yusuf, Prabowo juga diminta untuk membuktikan kecintaannya terhadap para ulama. Hal itu untuk menampik tudingan yang selama ini mengarah ke Prabowo, yaitu tidak suka dengan ulama.

“Insyaallah Pak Prabowo juga sudah komitmen nanti jika diamanahi menjadi pemimpin, beliau tidak akan meninggalkan ulama. Bahkan beliau akan terus datang bersilaturahmi di tempatnya para ulama,” terangnya.

(rvk/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Anggota Polisi Ditusuk Saat Buru Pelaku Kejahatan di Palembang

Jakarta – Anggota Subdit III Jatanras Polda Sumatra Selatan, Briptu Agus (26), dikeroyok preman saat mengejar pelaku penusukan. Akibatnya, Agus mengalami tiga luka tusuk.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa penusukan terjadi di kawasan Tangga Buntung kota Palembang, pukul 17.30 WIB. Agus ditusuk setelah pelaku mengetahui jika dia adalah polisi.

“Tadi sore (23/2) anggota sedang penyelidikan pelaku penusukan dan menyebabkan si korban meninggal. Saat berpapasan itu si pelaku ini curiga dan langsung kabur,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustan Alpiani di Bhayangkara, Minggu (24/2/2019).

Melihat si pelaku kabur, Briptu Agus pun langsung melakukan pengejaran. Nahas dia malah dijebak dan masuk ke daerah preman tempat pelaku biasa nongkrong.

“Pas sampai di lokasi pelaku langsung teriak dan Briptu Agus dikeroyok. Ada 15-20 orang pelakunya dan tiga pelaku melakukan penusukan dengan senjata tajam, pisau,” kata Yustan.

Dalam kondisi luka tusuk di punggung, Briptu Agus berusaha menyelamatkan diri. Agus diselamatkan oleh anggota lain yang ikut memantau penangkapan pelaku dari kejauhan.

“Anggota lain ada dan langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara. Saya lihat tiga luka tusuk di punggung Briptu Agus dan kondisinya saat ini sudah membaik dan dalam perawatan,” kata Yustan.

“Pelaku ada empat yang kami tangkap. Satu ditindak tegas karena melakukan perlawanan (ditembak) saat ditangkap. Sisanya masih dikejar,” imbuhnya.

Adapun keempat palaku yakni Heriyadi, Khoiri dan Ajit. Sementara satu pelaku lain yakni Agung, yang tidak lain adalah pelaku penusukan tahun 2018 lalu dan menyebabkan korban, Refi Saputra.
(yld/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Samawi Soal Puisi Neno Warisman: Pilpres Bukan Perang Badar!

Jakarta – Sekjen Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) Aminuddin Maruf menilai puisi yang dibacakan Neno Warisman di acara Munajat 212 di Monas secara tidak langsung menganggap bahwa para alim ulama, habaib dan pendukung Jokowi adalah orang musyrik. Sebab ia menilai Neno Warisman keliru mengibaratkan dengan perang badar.

“Ya puisi yang dibacakan Neno Warisman itu kan doa yang nabi Muhammad panjatkan saat perang badar antara islam dengan orang musyrik,” ujar Aminuddin dalam keterangan pada Sabtu (23/2/2019).

Amin menilai situasi politik pilpres 2019 tidak bisa disamakan dengan perang badar pada masa nabi muhammad SAW. Karena Pilpres semua kontestannya semuanya beragama islam.


“Ya konteksnya doa nabi tersebut dalam perang badar yaitu perang antara pasukan muslim melawan pasukan musyrik yang jumlahnya 3 kali lebih banyak. Jadi konteksnya sangat berbeda jauh dengan Pilpres,”ungkapnya.

Amin yang juga sekretaris direktorat penggalangan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf ini menilai kelompok pendukung pasangan Prabowo-Sandi selalu menyamakan konteks politik Pilpres sama dengan perang badar pada zaman nabi.

“Pendukung pasangan Prabowo-Sandi sudah mulai kehabisan akal untuk menemukan strategi. Sehingga segala cara dipakai, dan salah satunya dengan doa Neno Warisman tersebut menuduh para kiai, ulama dan pendukung pasangan 01 bukanlah orang muslim,” ujar Amin.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman, membacakan ‘Puisi Munajat 212’. Potongan video saat Neno membacakan puisi itu ramai dibagikan di media sosial.

Berikut ini isi potongan puisi dari video yang beredar:

jangan, jangan Engkau tinggalkan kami
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sebelumnya mengatakan video yang tersebar di media sosial itu sebagai potongan doa. Fahri menilai doa itu tidak menyebutkan siapa pihak yang didoakan untuk menang. Ia menyebut doa sebagai senjata dan rintihan hati. Sementara itu, peserta Munajat 212 mengamini apa yang didoakan Neno Warisman

“Setahu saya, dia nggak sebut nama Prabowo. Kan nggak bisa diperjelas. Namanya doa, itu private pada dasarnya,” kata Fahri saat dihubungi, Jumat (22/2).
(yld/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bawaslu Jateng Rekomendasikan Sanksi untuk 35 Kepala Daerah

Liputan6.com, Semarang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah merekomendasikan pemberian sanksi kepada 35 kepala daerah yang mengikuti deklarasi dukungan pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Bawaslu menilai, hal itu melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Kami merekomendasikan Kementerian Dalam Negeri agar memberikan sanksi kepada 35 kepala daerah di Provinsi Jateng, termasuk Gubernur Ganjar Pranowo,” kata Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Jateng Sri Wahyu Ananingsih di Semarang, Sabtu (23/2/2019).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi, klarifikasi, pengumpulan data dan bukti, serta keterangan para saksi, Bawaslu Jateng tidak menemukan pelanggaran administrasi sebagai kepala daerah, namun dukungan yang mengatasnamakan kepala daerah se-Jateng menjadi pelanggaran etika.

Jabatan kepala daerah, kata dia, adalah unsur penyelenggara pemerintahan daerah dan oleh karena itu sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah nama jabatan kepala daerah seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan daerah semata, serta tidak untuk kepentingan politik salah satu golongan atau kelompok.

“Para kepala daerah yang menjadi terlapor itu memiliki sikap politik yang pada dasarnya merupakan hak pribadi, tapi karena jabatan kepala daerah itu melekat dalam dirinya, maka tidak sepatutnya jika sikap politik tersebut disampaikan ke publik dan dilakukan secara bersama-sama,” ujar Sri Wahyu.

Selain itu, pernyataan dukungan kepada salah satu pasangan calon presiden, menurut Bawaslu merupakan tindakan yang mengandung unsur keberpihakan kepada salah satu kandidat sehingga melanggar sebagai kepala daerah untuk memenuhi kewajiban yang sebaik-baiknya dan seadil adilnya sebagaimana sumpah/janji sebagai kepala daerah.

“Pertemuan kepala daerah se-Jateng itu juga terbukti sebagai bentuk kampanye, dibuktikan surat adanya surat tanda terima pemberitahuan (STTP) yang dikeluarkan oleh Polda Jateng untuk kegiatan tersebut,” tutur Sri Wahyu Ananingsih seperti dikutip Antara.

2 dari 3 halaman

35 Kepala Daerah

Berikut nama-nama kepala daerah se-Jateng yang direkomendasikan Bawaslu Jateng mendapat sanksi dari Kemendagri, yaitu Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Muhammad Tamzil (Bupati Kudus), Yuli Hastuti (Wakil Bupati Purworejo), Suyono (Wakil Bupati Batang), Wihaji (Bupati Batang), Martono (Wakil Bupati Pemalang), Junaedi (Bupati Pemalang).

Kemudian Dyah Hayuning Pratiwi (Plt.Bupati Purbalingga), Zaenal Arifin (Bupati Kabupaten Magelang), Sumarni (Bupati Grobogan), Narjo (Wakil Bupati Brebes), Sadewo Tri Listiono (Wakil Bupati Banyumas), Ahmad Husein (Bupati Banyumas), FX.Hadi Rudyatmo (Wali Kota Surakarta), Sabilillah Ardie (Wakil Bupati Kabupaten Tegal).

Berikutnya, Umi Azizah (Bupati Kabupaten Tegal), Munjirin (Bupati Kabupaten Semarang), Ngesti Nugraha (Wakil Bupati Kabupaten Semarang), Windarti Agustina (Wakil Wali Kota Magelang), Arini Harimurti (Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan).

Selanjutnya, Mudasir (Bupati Kabupaten Pekalongan), Joko Sutopo (Bupati Wonogiri), Tatto Suwarto Pamuji (Bupati Cilacap), Saiful Arifin (Wakil Bupati Pati), Haryanto (Bupati Pati), Sri Mulyani (Bupati Klaten), Yuliatmono (Bupati Karanganyar), Rober Cristanto (Wakil Bupati Karanganyar), HM Natsir (Bupati Demak), Joko Sutanto (Wakil Bupati Demak), Purwadi (Wakil Bupati Sukoharjo), Hevearita Gunaryati Rahayu (Wakil Wali Kota Semarang), Yazid Mahfudz (Bupati Kebumen), Eko Purnomo (Bupati Wonosobo), serta Agus Subagiyo (Wakil Bupati Wonosobo).

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Penjelasan Kemenag Soal Pemecatan Dosen Bercadar di IAIN Bukittinggi

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Agama membenarkan adanya dosen bercadar bernama Hayati Syafri yang  diberhentikan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun demikian, Kemenag membantah diberhentikannya karena penampilannya yang bercadar.

“Hayati Syafri diberhentikan sebagai ASN karena melanggar disiplin pegawai,” kata Kasubbag Tata Usaha dan Humas Itjen Kementerian Agama Nurul Badruttamam kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (23/2/2019). 

Dia mengatakan pemberhentian Hayati sebagai ASN dosen Bahasa Inggris di IAIN Bukuttinggi itu sesuai data rekam jejak kehadiran secara elektronik melalui data sidik jari di kepegawaian kampus terkait.

“Berdasarkan hasil audit Itjen, ditemukan bukti valid bahwa selama tahun 2017 Hayati Syafri terbukti secara elektronik tidak masuk kerja selama 67 hari kerja,” kata dia.

Atas dasar itu, Nurul membantah jika pemberhentian Hayati dari ASN karena persoalan cadar. Akan tetapi, pemberhentian itu terjadi karena pertimbangan alasan kedisiplinan.

2 dari 2 halaman

Mengacu Regulasi PNS

Dia mengaku, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Pasal 3 ayat 11 dan 17. Dalam regulasi itu PNS yang tidak masuk kerja secara akumulatif minimal 46 hari kerja, tanpa keterangan yang sah dalam satu tahun, harus diberikan hukuman disiplin berat berupa diberhentikan secara hormat/tidak hormat.

Hayati, lanjut dia, juga terbukti sering meninggalkan ruang kerja dan tidak melaksanakan tugas lainnya pada 2018, seperti sebagai penasihat akademik dan memberikan bimbingan skripsi kepada mahasiswa. 

“Itu merupakan pelanggaran yang harus dikenai hukuman disiplin berat, yaitu diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. Jika ada keberatan, Hayati Syafri masih mempunyai hak untuk banding ke Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) ataupun ke PTUN,” kata Nurul.  

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:  

 

Berharap Diperhatikan, Janda-janda Cianjur Dukung Jokowi-Ma’ruf

JakartaRelawan Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) menggelar deklarasi bersama warga Cianjur, Jawa Barat. GNR membagikan rencana program ‘Janda di Nafkahi Negara’, puluhan janda lansia yang hadir sepakat untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres mendatang.

Salah satu warga kampung Lembur Sawah, Kecamatan Cugenang, Cianjur Siti Hafsari (62) mengatakan, dirinya berharap program tersebut bisa memberikan harapan baru buat janda-janda lansia yang sudah tidak mampu lagi bekerja. Ia mengaku merasa malu menjadi beban anak-anaknya selama ini.

“Anak saya hanya buruh tani, dia juga harus menghidupi keluarganya. Kalau saya mau jajan, malu kalau minta terus ke anak. Saya berharap betul program ini ada,” ucap Siti, dalam keterangan yang diterima detikcom dari GNR, Minggu (24/2/2019).

Hal serupa dinyatakan Siti Habsoh (58). Menurutnya program itu dapat menunjukan kepedulian Jokowi pada rakyat.
“Jika ini dijalankan, pak Jokowi memberikan bukti bisa memanusiakan kami yang sudah hidup sendiri. Kami berharap janji ini bisa ditepati jika pak Jokowi menang,” Ujarnya.

Deklarasi GNR bersama warga Cianjur di fasilitasi oleh Kopi Politik Syndicate (KPS), yang sejauh ini terus merangkul beberapa elemen masyarakat untuk mendukung Jokowi-KH Maruf Amin. Direktur KPS, Indra Budiman mengatakan pihaknya terus menggalang element masyarakat untuk memenangkan Jokowi.

“Kita rangkul semua dalam satu wadah KPS dan usulan program Janda Dinafkahi Negara semoga membawa kesejahteraan bagi para janda-janda yang ada di Indonesia,” Kata Indra.
(yld/yld)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tak Perlu Panik, Ini Cara Mudah Dapet Tiket Kereta Api untuk Mudik!

Liputan6.com, Jakarta Mudik Lebaran tinggal menghitung bulan. Namun, jika kamu mudik menggunakan kereta api tentu perlu persiapan membeli tiket dari jauh-jauh hari. Yap, moda transportasi ini masih menjadi primadona untuk pulang ke kampung halaman.

Dengan harga yang terjangkau, menggunakan moda transportasi itu dinilai sudah sangat nyaman dan aman. Terlebih PT KAI selalu berbenah dari segi kualitas dan kenyaman untuk para penumpang.

Namun demikian, Anda juga perlu mengikuti beberapa tips berikut agar mudik Lebaran menggunakan kereta api menjadi lebih aman, tenang, nyaman dan anti panik.

Beli online

Zaman serba digital saat ini dinilai lebih memudahkan dalam membeli sesuatu, termasuk berburu tiket kereta api secara online. Salah satu caranya ialah memesan melalui aplikasi Pegipegi.

Pegipegi memberikan kemudahan Anda dan keluarga untuk memesan tiket kereta api untuk mudik tahun ini. Terlebih lagi, Anda bisa memesannya kapan saja dan dimana saja tanpa harus datang ke gerai tiket kereta api. Cukup gunakan smartphone, pilih rute mudik yang kamu pilih, lalu bayar. Semudah itu Anda mendapatkan tiket untuk mudik.

Menariknya, bakal ada diskon sampai Rp 30 ribu untuk setiap pemesanan tiket kereta api mudik di Pegipegi. Catat agar tidak kehabisan, periode diskon akan berlangsung pada 25 Februari – 12 Maret 2019. Tak hanya diskon, melalui Pegipegi rute kereta mudik pun sangat lengkap. Jadi, mudik Anda dan keluarga pasti tenang. Anda bisa mengecek promo kereta mudik Pegipegi di sini.

Bawa barang seperlunya

Sudah tidak zaman mudik lebaran membawa dus banyak-banyak ke dalam kereta api. Jika memang mengharuskan membawa barang lebih banyak, kamu bisa kok gunakan layanan jasa antar paket.

Di samping lebih praktis, kamu tidak direpotkan dengan membawa barang yang banyak saat mudik naik kereta api. Walaupun harus membayar lebih, setidaknya perjalanan kamu dan keluarga jadi lebih lancar dan nggak khawatir bawaan hilang dicuri orang karena sudah diantarkan sampai ke rumah di kampung halaman.

Siapkan gadget agar tidak bosan

Saat mudik lebaran naik kereta api tentu akan memakan waktu yang cukup lama karena perjalanan jauh. Namun, tidak ada salahnya kamu menyiapkan gadget kamu agar tidak bosan.

Lagi pula, saat ini, kereta api Indonesia melengkapi setiap tempat duduk memiliki stop kontak. Jadi, kamu tak perlu khawatir kehabisan daya saat mudik.

Tak lupa, isi kuota kamu biar bisa tetap internetan, dengar streaming-an musik, atau main game mobile kesukaanmu sepanjang perjalanan.

Pakai baju senyaman mungkin

Biasanya saat musim mudik telah tiba, stasiun kereta akan dipenuhi oleh banyak orang. Nah, memakai baju yang nyaman adalah hal yang mutlak dalam situasi tersebut.

Kalaupun kamu nyaman menggunakan celana pendek, pakai saja. Intinya, buatlah busana kamu senyaman mungkin agar perjalananmu lebih tenang, nggak khawatir resah gara-gara salah kostum. Jangan lupa sediakan jaket kalau naik kereta api kelas eksekutif karena hawa di dalam gerbong biasanya sangat dingin di malam hari.

Mentaati peraturan di kereta api

Fasilitas dari PT KAI terhadap kereta api Indonesia sudah sangat nyaman. Maka dari itu, tidak ada salahnya kamu menjaga fasilitas itu demi kenyamanan setiap penumpang. Misalnya merokok. Jangan sampai Anda merokok di dalam gerbong kereta api. Jika melanggar, kamu akan diturunkan di stasiun terdekat.

Itulah lima tips mudik nyaman dan aman naik kereta api sampai ke kampung halaman. Selain hal-hal di atas, jangan lupa berdoa sebelum berangkat dan waspada terhadap barang bawaan sepanjang perjalanan. Semoga kamu selamat sampai tujuan, bertemu kembali dengan keluarga tercinta.

Kalau sudah begitu, catat tanggal pembelian tiket kereta mudik Anda agar tidak kehabisan.

Mau mudik anti panik? Pegipegi yuk!


(*)

Novel Bamukmin Tepis Tuduhan Tak Mau Mundur dari Caleg PBB karena Rugi

Jakarta – Novel Bamukmin membantah Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer yang mengatakan Bamukmin masih berstatus sebagai caleg dan rugi jika mundur dari pencalegan PBB. Menurut Novel hal itu sangat tidak berdasar.

“Sampai saat ini sudah jelas dari semenjak Rakornas PBB tanggal 27 Januari 2019 yang telah memutuskan bahwa DPP PBB mendukung 01 maka hari itu juga saya sudah resmi secara lisan berikrar bahwa saya bukan caleg dari PBB lagi,” ungkap Novel kepada detikcom, Sabtu (23/2/2019).

Novel mengaku belum mengundurkan diri secara administrasi, ia baru menyatakan secara lisan. Novel mengaku baru akan mengurus pengunduran diri sebagai caleg usai pemilu.
“Adapun secara adminitrasi memang saya belum mengundurkan diri dari pencalegan karena menghindarkan spekulasi antara kena sanksi atau tidak dari KPU dan secara adminitrasi saya akan urus pengunduran resmi secara tertulis dari caleg PBB setelah selesai pemilu,” ungkapnya.
Sebelumnya Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer mengatakan hingga kini Novel Bamukmin masih berstatus sebagai caleg. Kepada Ferry, Novel mengaku rugi jika mundur dari pencalegan PBB.

“Yang jelas sampai sekarang Novel masih tetap caleg PBB. Belum mengundurkan diri atau membuat surat pemunduran diri belum ada. Dan dia sendiri kemarin saya minta mundur dia bilang, ‘Rugi, Bang, kalau saya mundur’,” kata Ferry di Rumah Aspirasi, Jl Proklamasi, Menteng, Jakpus, Sabtu (23/2/2019).

Dia pun meminta Novel serius membesarkan PBB. Menurut Ferry, saat ini Novel sudah bisa menerima keputusan PBB yang mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.
(yld/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Melestarikan Kentongan, Alarm Ampuh untuk Desa-Desa Rawan Bencana

Liputan6.com, Banjarnegara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah, meminta masyarakat di wilayah setempat untuk memanfaatkan alat komunikasi tradisional kentongan sebagai alat peringatan dini bencana.

“Masyarakat agar memanfaatkan kentongan terutama mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana tanah longsor,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arief Rahman di Banjarnegara, Sabtu (23/2/2019).

Dia menyatakan hal tersebut mengingat sebagian wilayah di Kabupaten Banjarnegara merupakan daerah rawan longsor terutama saat curah hujan sedang tinggi.

Dia menambahkan, kentongan merupakan kearifan lokal yang patut dijaga karena efektif digunakan di wilayah perdesaan. “Kentongan adalah kearifan lokal yang perlu terus dilestarikan karena cukup efektif menjadi peringatan dini bencana di desa-desa,” katanya dilansir Antara.

Dia mengatakan sebagian desa di Banjarnegara sudah lama menggunakan kentongan sebagai sarana komunikasi. “Bukan cuma untuk penanda terjadinya bencana bisa juga untuk pencurian, kebakaran, dan lain sebagainya, namun penggunaan kentongan perlu lebih diintensifkan lagi,” katanya.

Dosen Mitigasi Bencana Geologi, Jurusan Teknik Geologi Universitas Jenderal Soedirman Indra Permanajati mengingatkan pentingnya memanfaatkan kentongan sebagai sarana komunikasi peringatan dini bencana bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah rawan bencana.

“Kentongan atau alat-alat tradisi lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu strategi mitigasi bencana berbasis kearifan lokal,” katanya.

Indra menjelaskan salah satu strategi dalam mitigasi bencana alam adalah percepatan informasi bencana.

“Seringkali mitigasi bencana kurang optimal karena kurangnya komunikasi yang baik. Hal ini bisa terjadi jika disuatu daerah rawan bencana tidak ada alat yang mendeteksi bahaya atau sudah ada alatnya namun bencananya tidak terdeteksi karena merupakan bencana yang tidak terduga penyebabnya,” katanya.

Dia menambahkan, bunyi kentongan bisa dibedakan dari nada suaranya untuk memperjelas kondisi yang sedang dihadapi, seperti ancaman longsor. “Bahkan jika perlu nada suara kentongan masing-masing kondisi dapat diseragamkan secara nasional,” katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Temui Penghuni Apartemen se-Jakarta, M Taufik Puji Anies Pro-rakyat

Jakarta – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengadakan pertemuan dengan perwakilan penghuni apartemen se-Jakarta. Dia mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di pihak warga yang bersengketa dengan pengembang terkait mahalnya iuran pengelolaan lingkungan (IPL).

“Anda (pengelola) berhadapan dengan Gubernur yang tidak punya urusan dengan pengembang manapun juga,” kata M Taufik di Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

Mendengar perkataan tersebut, para perwakilan penghuni apartemen bertepuk tangan. Kepada mereka, M Taufik meminta bantuan untuk mengawasi penerapan Pergub DKI Nomor 132/ 2018 tentang Pembinaan, Pengelolaan Rumah Susun Milik di mana pengurus lingkungan berasal diisi oleh orang yang benar-benar menghuni apartemen dan bukan bagian dari pengembang.

“Bersyukur akhirnya isi Pergubnya saya kira sebagian besar berpihak pada kita. Kalau sudah begini, kita dalam posisi yang menang. Pengembang nggak mungkin lawan pemerintah. Pengembang banyak masalahnya. IMB belum, IPL belum. PPJB dipajak sama kita. Perlu diketahui,” ujar Taufik.

Taufik meminta para penghuni apartemen agar segera rapat, membentuk pengurus lingkungan. Namun Taufik berpesan agar orang-orang yang dipilih sebagai pengurus benar-benar pro-penghuni.

“Pilih warga yang berpihak ke bapak, ibu. Jangan yang kelakuannya sama seperti yang lalu. Pengalaman saya di Rasuna Said, mereka pilih pengurus, kelakuannya sama dengan yang sebelumnya, akhirnya mereka rapatkan lagi. Sekarang masalahnya sudah selesai,” terang Taufik.

Selain warga, Taufik menjelaskan pengawasan penerapan pergub akan dilakukan Satpol PP.

“Nanti dikontrol satpol. Saat buat rapat anggota, kasih reportnya ke kita, nanti kita kawal. Ini Pak Gubernur yang merespon keluhan masyarakat. Berjuang itu ada proses yang harus dilakui. Alhamdulillah prosesnya dilalui dan hasilnya menggembirakan,” ungkap Taufik.

Taufik pun meminta para penghuni melaporkan jika ada tindakan intimidasi dari pengembang apartemen. “Kalau pengembang mau mengintimidasi bapak-ibu, mereka sama dengan mengintimidasi pemerintah. Karena ini ada pergubnya,” ucap Taufik.

(aud/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>