Jet Airways Terancam Bangkrut, Gara-gara Perdana Menteri India?

Jakarta – Maskapai asal India, Jet Airways terancam gulung tikar. Beberapa hari lalu maskapai mengumumkan untuk menghentikan seluruh penerbangan domestik dan internasional.

Sejumlah kalangan menyebut runtuhnya Jet Airways ini juga merupakan salah Perdana Menteri India Narendra Modi. Kini Modi sedang maju lagi dalam pemilihan perdana menteri periode berikutnya.

Juru bicara kongres India, Sanjay Jha mengatakan bangkrutnya Jet Airways karena pemerintahan Modi tak mampu untuk menjaga stabilitas ekonomi di India.


“Faktanya Jet Airways runtuh karena pengelolaan ekonomi yang gagal,” ujar Sanjay dikutip dari Reuters, Jumat (19/4/2019).

Dia mengungkapkan pemerintahan Modi tak mampu menjaga kestabilan ekonomi dari tekanan ekonomi global dan turunnya harga minyak.

Juru bicara ekonomi pemerintahan Modi, Gopal Krishna Agarwal menjelaskan masalah Jet Airways terjadi murni karena manajemen perusahaan, bukan kesalahan pemerintah.

“Pemerintah tak bisa menjamin perusahaan swasta dan uang publik,” ujar Gopal.

Bangkrutnya Jet Airways ini justru membuka peluang untuk maskapai lain. Seperti maskapai berbiaya rendah SpiceJet yang berencana untuk menambah 27 pesawat dalam waktu dua minggu ke depan dan segera meluncurkan 24 penerbangan dari Mumbai dan Delhi.

“Industri penerbangan saat ini memiliki kekurangan layanan. Karena itu SpiceJet berkomitmen untuk memberikan kenyamanan pada penumpang,” ujar Chairman SpiceJet Ajay Singh.

Pada Kamis, saham SpiceJet ditutup naik 2,7%. Kemudian saham IndiGo, InterGlobe turun 1,7%. Sementara saham Jet Airways merosot hingga 31,5%. (kil/kil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *