Kemendag Temukan Penjualan Gula Rafinasi Secara Online

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan penjualan gula rafinasi melalui situs jual beli online. Penjualan tersebut melanggar aturan mengingat gula jenis ini tidak boleh diperdagangkan secara bebas lantaran bukan merupakan gula konsumsi.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggriono mengatakan, selama melakukan pengawasan, Kementerian Perdagangan menemukan penjualan gula rafinasi melalui situs online. Namun masih dalam jumlah yang kecil.

“Kami temukan selama pengawasan di pedagang-pedagang online, tidak dalam jumlah banyak mereka lakukan perdagangan, tetapi ini melanggar. Ini pedagang gula rafinasi ini kan dikhususkan untuk industri dan tidak seyogyanya di daftarkan di online,” ujar dia di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Menurut dia, dari hasil pengawasan tersebut, mayoritas dijual di wilayah Jawa, seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat. Untuk jumlahnya, Veri mengaku masih melakukan pendalaman terkait temuan ini.

“Jumlahnya belum bisa kami pastikan, tapi yang pasti yang melanggar industri penggunanya,” kata dia. 

“Jadi mereka beli dengan jumlah tertentu padahal industrinya hanya keburuhannya 10 ton misalnya, dia ajukan pembelian dengan 20 ton. Karena si industri rafinasinya hanya lihat base on dokumennya saja, tidak memeriksa berapa kebutuhan indsutri makanan dan minuman yang ditemukan,” lanjut Veri.

Sementara untuk sanksi, Veri menyatakan bahwa pedagang yang kedapatan menjual gula rafinasi ini secara bebas ke pasaran akan dikenakan sanksi mulai dari administrasi hingga pidana.

“Sudah diedarkan ke industri penggunanya. Ada mereknya dan itu sudah kita limpahkan ke Polri dan sudah dalam tingkat pengadilan. Saya lupa berapa merek itu,” tandas dia.

2 dari 3 halaman

60 Ribu Ton Gula Rafinasi Rembes ke Pasar

Sebelumnya, Kementrian perdagangan (kemendag) bersama Polri mengungkap kasus penggunaan gula rafinasi yang seharusnya diperuntukkan untuk industri. Gula rafinasitersebut diketahui telah dijual bebas di pasar untuk konsumsi umum.

Jumlah gula rafinasi yang dijual bebas atau bocor di pasaran tersebut mencapai 60 ribu ton. Penemuan tersebut di sejumlah daerah di Pulau Jawa, seperti Yogjakarta, Temanggung, hingga Purworejo.

“Pabrik ini melakukan sebagaimana mestinya, tapi oknum di pabrik ini ada kerjasama dengan tersangka yang kami tahan sekarang ini,” kata Kombes Pol Syahardiantono, Kabagpenum Mabes Polri, saat ditemui di lokasi pabrik PT Permata Dunia Samudera Utama (PDSU), di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, pada Kamis 20 September 2018. 


Di lokasi pabrik ini, Polri bersama Kemendag, menyita 360 ton gula rafinasi yang belum sempat beredar.

Modusnya, menambah jumlah pesanan dari Unit Dagang (UD) I.S dari 6 ribu ton, menjadi 60 ribu ton. Modus ini telah dilakukan sejak 2016.

“Sehingga kami mengejar sampai ke tempat ini, keterangan yang kami dapat dari tersangka, ada kerjasama,” terangnya.

Pihak kepolisian tengah menyelidiki adanya indikasi permainan dari petinggi PT PDSU, untuk meloloskan kecurangan dokumen.

“Kemungkinan ada tersangka lain, kami sudah keluarkan surat penangkapan. Inisialnya menyusul, akan kami sampaikan,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Diminta Jokowi, Mendikbud dan Mensos Bahas Pendidikan Kebencanaan

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi dan Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan tertutup. Pertemuan kedua menteri itu rupanya terkait pelatihan dan pendidikan kebencanaan sesuai dengan perintah Presiden Jokowi.

“Jadi ini pertemuan kami dengan Pak Mensos untuk menindaklanjuti pertama yaitu permintaan Presiden untuk ada pendidikan kebencanaan yang tersistem dengan baik di seluruh sekolah. Kemudian yang kedua rapat kabinet terbatas kemarin juga ditekankan kembali oleh presiden agar secepatnya direalisasi bahkan beliau memberi… akhir bulan ini harus sudah mulai ada langkah-langkah konkret terhadap masalah gerakan mitigasi bencana nasional,” kata Muhadjir di Gedung A Kemdikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Muhadjir memastikan semua jenjang pendidikan akan mendapatkan pendidikan kebencanaan. Maka itu Kemendikbud menyesuaikan dengan apa yang sudah dilakukan di Kemensos.

“Pak Mensos dengan saya membicarakan kolaborasi antara program yang ada di Kemensos yang memang selama ini sebagai kementerian utama yang masalah bencana ini adalah di Kemensos. Kita akan kerja sama tadi itu mengimplementasikan pendidikan kebencanaan di sekolah karena beliau memiliki tenaga instruktur dan tutor yang sangat banyak yaitu dari Tagana. Sementara Kemendikbud memiliki subjek yang bisa digarap, yaitu para siswa,” imbuh Muhadjir.

Agus Gumiwang memastikan Tagana siap menjadi tutor dalam pendidikan mitigasi bencana. Dia berharap program ini bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Sekitar ada 40 ribu Tagana. Tapi karena lokasi pembentukan Tagana per tahun itu ada batasannya tapi animo dari masyarat menjadi Tagana itu besar sekali maka kami bentuk apa yang disebut relawan Tagana dan apa yang disebut dengan sahabat Tagana. Nah, itu relawan Tagana dan sahabat tagana itu berbeda dengan Tagana inti karena Tagana inti diberikan suatu pelatihan yang sangat disiplin, ada silabusnya. Tapi relawan Tagana dan sahabat Tagana itu pendidikan dan latihannya itu relatif lebih elementer. Jumlah dari relawan Tagana dan sahabat Tagana sekarang sudah sekitar 65 ribu. Jadi total keluarga Tagana itu bisa sekitar 100 ribu seluruh Indonesia,” papar Agus.
(bag/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Impor Minyak Mentah Jadi Penyebab Utama Defisit Neraca Perdagangan

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2018 mengalami defisit sebesar USD 8,57 miliar. Angka defisit tersebut terbesar sejak tahun 1975.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Daerah Penghasil Migas Andang Bachtiar mengatakan, defisit neraca perdagangan Indonesia kali ini disebabkan oleh tingginya impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan BBM dalam negeri dan semakin turunnya produksi minyak mentah.

“Nilai impor minyak Indonesia meningkat dari USD 24,3 miliar pada 2017 menjadi USD 29,8 miliar pada 2018. Meningkatnya impor minyak mentah dan BBM menjadi penyebab utama defisit neraca perdagangan yang terburuk sepanjang berdirinya republik,” kata Andang dalam diskusi publik Outlook Energi dan Pertambangan Indonesia 2019, di Kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Pemerintah perlu dengan serius mengatasi defisit neraca perdagangan, terutama menekan laju impor. Sebab dia menilai, impor minyak Indonesia pada 2025 diproyeksikan dapat meningkat tiga kali lipat dibandingkan saat ini.

“Jadi ini pekerjaan rumah besar karena impor minyak kita 2025 dalam rencana energi nasional tiga kali lipat dari yang sekarang impor kita,” imbuhnya.

Dia berharap dengan berbagai kebijakan pemerintah saat ini, termasuk impementasi penerapan biodisel atau B20 dapat menekan impor. “Tapi harus terus menerus kita kawal kita teriakkan ini bagian yang mencederai dari makro ekonomi kita,” pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Transaksi Nonmigas Anjlok Jadi Penyebab Defisit Neraca Perdagangan

Sebelumnya, Ekonom Faisal Basri mengatakan, penyebab defisit neraca perdagangan Indonesia bukan berasal dari lonjakan bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi. Meski tercatat defisit minyak (minyak mentah dan BBM) melonjak 37 persen dari USD 14,6 miliar pada 2017 menjadi USD 20,0 miliar di 2018, namun itu bukan faktor penyebab utama defisit.

Sementara, jika meliputi gas, bahkan lonjakan defisit migas lebih tinggi lagi yaitu sebesar 44,2 persen. Dari USD 8,6 miliar tahun 2017 menjadi USD 12,4 miliar di 2018. 


“Tak kurang, Kepala Badan Pusat Statistik (Suhariyanto) pun mengatakan penyebab defisit perdagangan 2018 adalah defisit migas,” kata Faisal Basri dikutip dari halaman resminya, Rabu (16/1/2019).

Faisal menekankan, penyebab utama defisit neraca perdagangan Indonesia bukan berasal dari defisit migas. Menurutnya, jika ditelusuri lebih seksama, penyebab utama lonjakan defisit tersebut karena kemerosotan tajam pada transaksi perdagangan nonmigas.

Bahkan tak tanggung-tanggung, surplus perdagangan nonmigas, kata dia anjok sebesar 81,4 persen. Dari USD 20,4 miliar tahun 2017 menjadi hanya USD 3,8 miliar tahun 2018.

“Surplus perdagangan nonmigas yang terpangkas sangat dalam bukan disebabkan oleh penurunan ekspor superit terjadi tahun 2013. Pada tahun 2018, ekspor justru masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” sebut Faisal.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Pertamina Mulai Transisi Pengelolaan Blok Rokan

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) memulai masa transisi pengolahan Blok Rokan di Riau untuk menjaga tingkat produksi minyak. Transisi dilakukan sebelum Pertamina resmi ‎menjadi operator pasca kontrak Chevron Pacific Indonesia habis pada 2021.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan, perusahaan sudah membuat anak usaha untuk mengelola Blok Rokan pada 22 Desember 2018, serta menandatangani ketentuan dimulainya masa transisi dengan Chevron Pacific Indonesia.

‎”Jadi sudah terjadi penandatanganan transisi antara Pertamina dan Chevron,”‎ kata Dharmawan, saat menghadiri Workshop Media 2019, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Dia menyebutkan, dalam masa transisi Pertmina akan melakukan peremajaan ruas pipa Minas-Duri-Dumai, Balam-Bangko-Dumai. Pipa tersebut diganti lebih awal sebelum 2021, untuk menghindari penghentian kegiatan operasi saat Pertamina sudah menjadi operator.

Saat ini Pertamina sedang melakukan kajian untuk penggantian pipa, sehingga proyek tersebut bisa diesekusi pada tahun ini. Namun dia belum bisa menyebutkan investasinya.

“Harus diganti sebelum 2021 karena memang sudah harus diganti, tetapi kalau harus menunggu 2021 pipa itu bisa berhenti produksi harus dirawat,” tutur dia.

Dia melanjutkan, dalam masa transisi Pertamina juga melakukan pengeboran sumur di Blok Rokan. Hal ini untuk mempertahankan tingkat produksi minyak dari Blok Rokan yang menjadi andalan produksi nasional.

“Kedua adalah program pengeboran yang memungkinkan Pertamina partisipasi, ini tidak sederhanan karena secara legal masih dikelola Chevron‎,” tuturnya.

Menurut Dharmawan, dalam masa transisi akan dilakukan transfer pengetahuan pengelolaan Blok Rokan‎ dari pihak Chevron Pacific Indonesia.‎”Tindak lanjut komite dilakukan secara periodik, untuk mendesain rencana. Ini sebuah model sangat baik,” tandasnya.



2 dari 2 halaman

Pertamina Incar Beli 30 Ribu Barel Minyak Mentah Blok Cepu

PT Pertamina (Persero) terus melakukan negosiasi untuk meningkatkan penyerapan minyak bagian Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS). Negosiasi antara lain dilakukan kepada Exxon Mobile Limited selaku operator Blok Cepu.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, dari‎ seluruh produksi minyak Blok Cepu di atas 200 ribu barel per hari (bph), 180 ribu antaranya sudah dipasok ke dalam negeri.

Namun masih ada 30 ribu bph yang belum dijual ke dalam negeri.”180 ribuan sekian sudah ke domestik kan,” kata Djoko, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Menurut Djoko, saat ini sedang dilakukan negosiasi, agar 30 ribu bph minyak dari Blok Cepu yang sebelumnya diekspor, dapat dibeli Pertamina untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. “Tinggal 30 ribu kan lagi negosiasi. Siapa bilang batal,” tutur Djoko.

Penjualan minyak bagian KKKS ke [Pertamina]( 3867699 “”) diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018 Tentang Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri yang mulai berlaku pada 5 September 2018.

Pertamina telah sepakat melakukan pembelian minyak bagian PT Chevron Pacific Indonesia dari Blok Rokan sebanyak 2,5 juta barel per bulan.

Pertamina juga telah melakukan kesepakatan dengan KKKS lainnya seperti ; RH Petrogas Limited, PT SPR Langgak, PetroChina International Jabung Ltd, PT Bumi Siak Pusako, SAKA Pangkah Indonesia Ltd, PT Energi Mega Persada Tonga, Petronas Carigali Ketapang I Ltd, Husky CNOOC Madura Ltd dan PT Energi Mega Persada Tbk.

Seluruh upaya ini dapat mengurangi import minyak mentah dan kondensat sekitar 115.000 barrels per hari dan diharapkan dapat mengurangi pembelian impor menjadi 250 ribu barel per hari.

Diperiksa 13 Jam Lebih, Ratu Tisha Ditanya soal Kongres PSSI

Jakarta – Sekjen Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Ratu Tisha, akhirnya selesai diperiksa tim Satgas Anti Mafia Bola Polri di Polda Metro Jaya. Diperiksa lebih dari 13 jam, Tisha ditanya soal perannya di PSSI.

“Pemeriksaannya berjalan lancar. Secara garis besar, saya menjelaskan mengenai dasar penunjukan saya sebagai sekretaris jenderal berdasarkan kewenangan yang dipunya sesuai PSSI yang diatur di situ,” ujar Tisha, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Tisha sebelumnya diperiksa sejak Rabu (16/1) pukul 17.09 WIB. Baru pada pagi ini, sekitar pukul 06.34 WIB. Tisha yang tampak kelelahan, keluar dari ruang penyidik.

Tisha diperiksa terkait kasus dugaan pengaturan skor. Total sudah ada 11 tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor sepakbola Indonesia itu.

Selain soal perannya di PSSI, Tisha mengaku ditanya soal agenda kongres PSSI tahun 2018, terutama terkait pelaksanaan kongres organisasi sepakbola itu.

“Pelaksanaannya seperti apa, program kerja yang berjalan dengan lancar seperti apa di tahun 2018. Kami sampaikan juga hal tersebut akan disampaikan di Kongres 2019 jadi lebih lengkapnya kami akan sampaikan laporannya itu sih,” tuturnya.

Tisha mengatakan proses pemeriksaan berjalan dengan lancar. Meski tak ingat berapa pertanyaan yang diajukan kepadanya, namun Tisha mengaku tidak ada pertanyaan yang tak terjawab.

“Nggak terlalu ngitung saya berapa tepatnya. Tapi itu seputar kegiatan itu,” kata Tisha.

(mae/aan) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Satu Dari Tiga Pekerja PBB Klaim Alami Pelecehan Seksual

Jakarta

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sepertiga dari staf dan kontraktor-nya mengalami pelecehan seksual dalam dua tahun terakhir.

Poin UtamaPelecehanPoin utama:

• Lebih dari separuh yang mengalami pelecehan seksual mengatakan hal itu terjadi di kantor

• Hanya sepertiga dari mereka yang dilecehkan mengatakan bahwa mereka mengambil tindakan sesudahnya

• Dua dari tiga pelaku pelecehan adalah laki-laki

Survei daring, yang dilakukan oleh Deloitte pada bulan November, ini diikuti oleh 30.364 staf dari PBB dan agen-agennya -hanya 17 persen dari mereka yang memenuhi syarat.

Dalam sebuah surat kepada para stafnya, sekretaris jenderal PBB, Antonio Guterres menggambarkan tingkat respon itu “cukup rendah”.

“Ini memberi tahu saya dua hal: pertama, bahwa kita masih memiliki jalan panjang sebelum kita bisa membahas pelecehan seksual secara penuh dan terbuka; dan kedua, bahwa mungkin juga ada rasa ketidakpercayaan yang terus-menerus, persepsi tak ada aksi dan kurangnya akuntabilitas,” tulisnya.

Survei ini dilakukan di tengah gerakan #MeToo yang lebih luas di seluruh dunia melawan pelecehan dan kekerasan seksual.

Menurut laporan itu, 21,7 persen responden mengatakan mereka menjadi korban seksual atau lelucon ofensif; 14,2 persen menerima komentar ofensif tentang penampilan, tubuh atau kegiatan seksual mereka; dan 13 persen menjadi target dari perbuatan tak menyenangkan untuk menarik mereka ke dalam diskusi tentang masalah seksual.

Sekitar 10,9 persen dari responden disuguhi gerakan atau penggunaan bahasa tubuh yang bersifat seksual, yang membuat mereka malu atau tersinggung; dan 10,1 persen disentuh dengan cara yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

Antonio Guterres mengakui secara publik perlunya PBB untuk menangani isu pelecehan.AntonioGuterres mengakui secara publik perlunya PBB untuk menangani isu pelecehan.

Reuters: Pierre Albouy, file photo

Lebih dari setengah dari mereka yang mengalami pelecehan seksual mengatakan hal itu terjadi di lingkungan kantor, sementara 17,1 persen mengatakan hal itu terjadi di sebuah acara sosial terkait pekerjaan.

Menurut survey itu, dua dari tiga pelaku pelecehan adalah laki-laki.

Hanya satu dari tiga orang yang mengatakan bahwa mereka mengambil tindakan setelah mengalami pelecehan seksual tersebut.

Guterres mengatakan laporan itu berisi, “beberapa statistik dan bukti serius tentang apa yang perlu diubah untuk menjadikan tempat kerja yang bebas pelecehan menjadi nyata bagi kita semua”.

“Sebagai organisasi yang didirikan atas dasar kesetaraan, martabat, dan hak asasi manusia, kita harus memimpin dengan memberi contoh dan menetapkan standar,” katanya.

PBB telah berusaha meningkatkan transparansi dan memperbaiki cara organisasinya dalam menangani dengan tuduhan seperti itu selama beberapa tahun terakhir setelah muncul serangkaian eksploitasi seksual dan tuduhan pelecehan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Afrika.

Kepala badan PBB untuk HIV dan AIDS juga mengundurkan diri pada bulan Juni, 6 bulan sebelum masa tugasnya berakhir, setelah sebuah panel independen mengatakan “kepemimpinannya yang buruk” menoleransi “sebuah budaya pelecehan, termasuk pelecehan seksual, intimidasi, perundungan, dan penyalahgunaan kekuasaan”.

Reuters

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.


(mae/mae)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polda Metro Jaya: Polisi Serius Ungkap Kasus Novel Baswedan

Liputan6.com, Jakarta – Polda Metro Jaya menyatakan, pihaknya sangat serius mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pada 11 April 2017. Untuk mengungkap kasus ini bukan hanya internal polisi saja, tapi juga melibatkan instansi lain.

“Dari instansi eksternal ada Ombudsman RI, Kompolnas, Komnas HAM dan masyarakat. Kemudian dari internal, ada Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, dan Profesi dan Pengamanan (Propam). Semuanya sudah bekerja. Polisi serius untuk mengungkap siapa pelakunya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan ini, Komnas HAM memberikan rekomendasi terhadap Polri. Rekomendasi itu pun diterima Polri, dan akhirnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian membentuk tim satuan tugas dalam penyidikan kasus Novel.

“Tim itu terdiri dari KPK, pakar dan penyidik,” jelas Argo.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi pertama kalinya pada Senin 14 Januari 2019. Rapat itu dihadiri seluruh orang yang tergabung dalam tim. 

“Penyidik memaparkan apa yang sudah dilakukan mulai dari metode induktif, olah TKP, mendapatkan saksi, mendapat petunjuk itu sudah dipaparkan tim penyidik Polda Metro Jaya,” ungkap Argo.

Ia berharap, masyarakat juga ikut berpartisipasi untuk menyelesaikan kasus penyerangan air keras terhadap Novel Baswedan. Dia berharap, masyarakat bisa memberikan informasi jika mengetahui hal tersebut.

“Kita sudah ada call center yang sudah kita buat di nomor 081398844474. Itu bagian transparasi pihak kepolisan untuk kasus Novel Baswedan. Masyarakat tahu silakan laporkan, jadi kita serius mengungkap pelaku,” pungkas Argo.

2 dari 3 halaman

Tim Gabungan

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengeluarkan surat perintah pembentukan tim gabungan penyidikan untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Bahwa itu benar Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah Polri dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jumat 11 Januari 2019.

Rekomendasi Komnas HAM itu diserahkan ke Polri pada 21 Desember 2018. Hampir sebulan setelah diterima, Kapolri Tito kemudian meneken tanda tangan pembentukan tim gabungan tersebut pada 8 Januari 2019.

“Yaitu untuk membentuk tim gabungan yang terdiri atas kepolisian, KPK, tokoh masyarakat, pakar, dan pihak lain yang dibutuhkan paling lambat 30 hari setelah rekomendasi diterima,” jelas Iqbal.

Dalam surat bernomor sgas/3/I/HUK.6.6/2019 itu, Kapolri memimpin langsung tim. Ada 65 nama gabungan komponen Polri dan masyarakat yang tercantum dalam daftar tim gabungan untuk penyidikan kasus Novel.



Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mengenang Syeh Kramat Jati Sang Singo Barong

Liputan6.com, Semarang – Ribuan orang menghadiri kegiatan Haul Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 15 Januari 2019, malam. Habib Hasan juga dikenal dengan nama Syekh Kramat Jati atau Singo Barong.

Kegiatan puncak haul ulama besar itu sampai menutup ujung Jalan Tentara Pelajar Semarang atau daerah Pasar Kambing besok harinya. Sejumlah ulama karismatik hadir, seperti Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dan beberapa ulama dari Timur Tengah, di antaranya dari Damaskus (Suriah) dan Beirut (Libanon).

Para ulama dari Timur Tengah itu pun bergantian diminta memberikan tausiah yang diterjemahkan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Habib Luthfi bin Yahya. Deretan pejabat yang terlihat hadir antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan terlihat pula mantan Panglima TNI Jenderal (Pur) Gatot Nurmantyo.

Habib Hasan bin Thoha yang juga menantu Hamengku Buwono II itu lahir dari pasangan Habib Thoha bin Muhammad al-Qadhi bin Yahya dengan Syarifah Fatimah binti Husain bin Abu Bakar bin Abdullah Al-Aydrus.

Ulama besar itu wafat di Semarang dan dimakamkan di depan pengimaman Masjid Al Hidayah di Jalan Duku, Lamper Kidul, Semarang, yang juga menjadi tempat penyelenggaraan haul.

Dalam tausiahnya, Habib Luthfi bin Yahya mengingatkan Indonesia bukan hanya negara yang kaya sumber daya alam dengan kesuburannya, melainkan juga kaya ulama.

“Di Pulau Jawa saja, paling ujung ada makam Syekh Maulana Al Bantani. Ditarik terus ke Cirebon, tokoh-tokoh dan ulama Indonesia memagari sampai wilayah Banyuwangi,” katanya, dilansir Antara.

‘Pagar’ ulama tersebut, kata dia, bukan sembarangan, tetapi sesuatu yang sangat bernilai, apalagi sebagian besar ulama al Maghribi dimakamkan di Pulau Jawa. Buktinya, kata Habib Luthfi, para ulama yang sudah wafat itu pun masih bisa mempersatukan umat, memajukan ekonomi, dan sebagainya di tempatnya dimakamkan.

“Mereka ini meski sudah meninggal, masih bisa mempersatukan umat untuk datang berziarah, memunculkan sumber ekonomi, dan sebagainya. Kita ini yang masih hidup apa tidak malu?” katanya.

Habib Luthfi mengajak umat untuk meneladani nilai-nilai yang telah diwariskan ulama terdahulu, serta tidak mudah terpecah belah, apalagi terprovokasi “hoaks”.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul Habib Hasan bin Thoha, Iswar Aminuddin, menambahkan banyak kegiatan sebagai rangkaian acara, mulai kirab Merah Putih, khataman, pembacaan Dalailul Khoirot, dan barzanji. Harapannya masyarakat, khususnya di Kota Semarang, menjadi paham sejarah perjuangan Habib Hasan bin Thoha dan meneladani nilai-nilai yang diwariskan.

2 dari 3 halaman

Kisah Syekh Kramat Jati Singo Barong

Seperti dilansir Al-Mihrab, Habib Hasan bin Thoha bin Yahya lahir di kota Inat (Hadramaut), dari pasangan Habib Thoha bin Yahya dengan Syarifah Aisyah binti Abdullah Al-Idrus. Beliau mendapat pendidikan langsung dari kedua orangtuanya sampai hafal Alquran sebelum usia tujuh tahun. Sebelum menginjak dewasa, dia telah banyak hafal kitab-kitab.

Di samping belajar ilmu syariat, Habib Hasan juga belajar tasawuf kepada para ulama. Di antara guru beliau adalah Habib Umar bin Smith dan Quthbil Ghouts Al Habib Alwi bin Abdullah Bafaqih. Denga ilmu yang tinggi, dakwah Habib Hasan diterima khalayak umum maupun khusus. Fatwa-fatwanya banyak didengar oleh pembesar kerajaan waktu itu.

Pada waktu muda, setelah mendapat izin dari gurunya untuk berdakwah dan mengajar, Habib Hasan ke Afrika di Tonja, Maroko dan sekitarnya, kemudian ke daerah Habsyah, Somalia terus ke India dan Penang Malaysia untuk menemui ayahnya.

Setelah tinggal beberapa waktu di Penang, dia mendapat izin dari ayahnya untuk ke Indonesia meneruskan dakwahnya. Habib Hasan pertama kali masuk ke Palembang kemudian ke Banten. Pada saat tinggal di Banten, dia diangkat oleh Sultan Rofiudin, atau Sultan Banten yang terakhir waktu itu menjadi Mufti Besar.

Di Banten tidak hanya mengajar dan berdakwah, dia juga bersama-sama dengan pejuang Banten dan Cirebon mengusir penjajah Belanda. Walaupun Sultan Rofi’udin telah ditangkap dan dibuang ke Surabaya oleh Belanda, tetapi Habib Hasan yang telah menyatukan kekuatan pasukan Banten dan Cirebon tetap gigih mengadakan perlawanan.

Setelah itu, Habib Hasan meneruskan dakwahnya lagi ke Pekalongan, Jawa Tengah. Di Pekalongan dia mendirikan pesantren dan masjid di desa Keputran dan tinggal di Desa Ngledok. Pondok Pesantren itu terletak di pinggir sungai.

Sebelumnya, arah sungai mengalir dari arah selatan Kuripan mengalir ke tengah kota menikung sebelum tutupan kereta api. Namun, dengan keistimewan yang dimiliki Habib Hasan, aliran sungai itu dipindah ke barat yang keberadaannya seperti sampai sekarang.

Pengaruh Habib Hasan mulai dari Banten sampai Semarang sangat besar. Tidak mengherankan bila Belanda selalu mengincar dan mengawasinya. Pada tahun 1206 H/1785 M, terjadilah sebuah pertempuran sengit di Pekalongan. Dengan kegigihan dan semangat yang dimiliki Habib Hasan dengan santri dan pasukannya, Belanda kewalahan.

Akhirnya Habib Hasan bersama pasukan dan santrinya mengungsi ke Kaliwungu, Kendal, tinggal di suatu daerah yang sekarang dikenal dengan Desa Kramat. Atas perjuangan, kearifan, serta keluasan ilmu Habib Hasan, Sultan Hamengkubuwono ke II kagum dan menjadikannya menantu. Daerah yang ditempati juga mendapat perlindungan sultan.

Habib Hasan tinggal bersama sahabatnya bernama Kyai Asy’ari seorang ulama besar yang menjadi cikal bakal pendiri pesantren di wilayah Kaliwungu (Kendal ), guna bahu-membahu mensyiarkan Islam. Masa tua hingga wafatnya, Habib Hasan tinggal di Semarang tepatnya di daerah Perdikan atau Jomblang yang merupakan pemberian dari Sultan HB II.

3 dari 3 halaman

Cegah Adu Domba

Rumah Habib Hasan terbuka 24 jam dan dijadikan tumpuan umat untuk memecahkan segala permasalahan yang mereka hadapi. Dua pesan utama dakwahnya, pertama cinta kepada Nabi Muhammmad beserta keluarganya yang dijadikan pintu kecintaan kepada Allah. Kedua, kecintaan kepada kedua orangtua dan guru.

Habib Hasan adalah seorang yang lemah lembut dan berakhlak mulia tetapi sangat keras dalam berpegang teguh kepada agama. Dia tidak pernah mendahulukan kepentingan pribadinya.

Banyak amal rahasia yang dilakukan oleh Habib Hasan setiap malamnya. Sehabis salat malam, Habib Hasan berkeliling membagikan beras, jagung dan juga uang ke rumah-rumah fakir miskin, anak-anak yatim, dan janda-janda tua. Dia sangat menghargai generasi muda dan menghormati orang yang lebih dituakan.

Habib Hasan dikenal sebagai seorang yang ahli menghentikan segala perpecahan dan fitnah antar golongan dan suku. Sehingga aksi adu domba yang dilakukan pihak penjajah gagal. Dia juga menguasai beberapa bahasa dengan fasih dan benar.

Habib Hasan wafat di Semarang dan dimakamkan di depan pengimaman Masjid Al Hidayah Taman Duku Lamper Kidul Semarang. Hingga saat ini, banyak orang yang yang datang berziarah di makamnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Berbentuk Salib, Koridor Jalan Jenderal Sudirman Solo Menuai Perdebatan

Solo – Penataan koridor Jalan Jenderal Sudirman, Solo, jadi perdebatan di media sosial. Pasalnya, banyak orang beranggapan motif batu pada koridor itu menyerupai bentuk salib, simbol agama Kristen.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo membantah hal tersebut. Bahkan, Wali Kota yang akrab disapa Rudy itu langsung menuju lokasi yang dianggap menyerupai salib tersebut.

“Kalau saya menggambar salib di jalan, saya melecehkan agama saya sendiri. Salib itu benda sakral yang dihormati umat Kristen dan Katolik. Pasti saya akan diprotes umat Kristen dan Katolik,” ujar dia seperti dikutip Solopos.com.

Ia menambahkan penataan motif tersebut merupakan perencanaan konsultan perencana dan bukan dari Wali Kota Solo. Menurutnya, apabila salib digunakan sebagai motif jalan raya tentunya ia melecehkan agamanya sendiri.

“Justru kalau saya membuat gambar salib Katolik di jalan, saya tidak paham mengenai iman Katolik itu sendiri. Tidak ada salib ditaruh di bawah pasti di atas semua,” ujarnya.

Ia menambahkan apabila salib digambar di jalan itu perbuatan bodoh dan melecehkan agama. Dia tak mempersoalkan perdebatan di media sosial. Niat awal penataan Jalan Jenderal Sudirman adalah baik, tanpa niat buruk sedikit pun.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, komentar mengenai paving koridor Jensud yang dinilai menyerupai gambar salib ada di unggahan akun Instagram @pariwisatasolo yang diklaim merupakan akun resmi Dinas Pariwisata Solo. Unggahan itu diunggah ulang (repost) oleh akun @jelajahsolo.

Ada dua foto koridor Jensud, khususnya di depan Balai Kota Solo, yang diunggah akun @pariwisatasolo, Senin (14/1/2019). Kedua foto diambil dari ketinggian. Akun @pariwisatasolo memberi judul unggahan itu “Wajah Baru Kota Solo”.

Baca juga berita Solopos.com lainnya.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Jurus Pemerintah Tekan Impor Migas

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan terus berupaya untuk menekan impor terutama impor di sektor minyak dan gas (migas).

Meskipun demikian, dia mengakui impor migas Indonesia masih cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari impor minyak PT Pertamina yang tumbuh 13,5 persen.

“Jadi kita lihat beberapa langkah yang sudah kita lakukan memberikan dampak. Namun kelihatan bahwa impor kita masih cukup besar di beberapa kategori tadi, yang minyak, karena dalam catatan kita seperti Pertamina masih impornya growth-nya 13,5 persen,” kata dia, saat ditemui, di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Dia mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk menekan impor migas yakni dengan terus mendorong implementasi B20.

“Kalau kita lihat instrumen yang kita lakukan untuk memperbaiki defisit neraca pembayaran, current account defisit (CAD) dan neraca perdagangan itu adalah dengan beberapa langkah yang sudah dilakukan. B20 karena dari sisi migas kita mencoba mengurangi dari sisi defisitnya,” ujar dia.

Pemerintah juga tentu akan mendorong Pertamina untuk terus mengimplementasikan kebijakan B20. Dengan demikian diharapkan impor migas dapat terus ditekan.

“Jadi impor minyak kita mungkin perlu melihat dari Pertamina implementasi dari B20. Sehingga dia bisa menekan dari sisi kebutuhan impor minyak itu. Dan sudah menggunakan biodiesel,” kata dia.


Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Di Atas Target, Penerimaan Migas 2018 Capai Rp 228 Triliun

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi (migas) hingga akhir Desember 2018 mencapai Rp 228 triliun. Angka ini setara dengan 182 persen dari target yang ditetapkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

“Penerimaan migas Rp 228 triliun atau 182 persen dari target APBN 2018,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, dalam konferensi pers, di Kantornya, Jakarta, Jumat 11 Januari 2019.

Djoko merincikan, dari total penerimaan tersebut sebanyak 72 persen atau Rp 163,4 triliun diperoleh dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara 28 persen sisanya atau Rp 64,7 triliun, merupakan pemasukan dari PPh Migas.

“Penerimaan migas lebih besar dari target APBN 2018. untuk PNPB Rp 163,4 triliun PPh Rp 64,7 triliun,” imbuhnya.

Dengan pencapaian ini pihaknya optimistis kinerja sektor migas ke depan akan lebih baik. Dengan begitu, penerimaan di sektor migas dapat meningkat dari tahun 2018.


Saksikan video pilihan di bawah ini: