Jenazah Teridentifikasi, Keluarga Korban Lion Air JT 610 Gelar Doa Bersama

Liputan6.com, Jakarta Keluarga korban Lion Air JT610, Jannatun Cintya Dewi (24) menggelar doa bersama (istighatsah) dengan warga sejak Selasa, 30 Oktober 2018 kemarin. Meski saat itu keluarga belum mengetahui kondisi Cintya, namun mereka tetap berdoa agar keberadaannya segera ditemukan.

Menurut tetangga, Mochammad Nurhadi acara doa bersama sengaja dilakukan sebagaimana permintaan pihak keluarga untuk mendoakan keberadaan korban.

Meski, sejak hari pertama pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT610, pihak keluarga sudah mendapat kabar jika Jannatun Cintya Dewi merupakan salah satu penumpang pesawat tersebut.

“Hanya berdoa saja. Mudah-mudahan ada kabar baik atas keberadaan mbak Jannatun,” ungkap Nurhadi, Rabu (31/10/2018) malam.

Namun pada Rabu malam, pihak keluarga sudah mendapat informasi terkait identifikasi jenazah korban. Rencananya, jenazah akan disemayamkan di dekat rumah duka yang berjarak 500 meter.

“Saat ini, kami sedang menunggu kepulangan jenazah. Insya Allah besok pagi sekitar pukul 08.00 WIB, akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang tidak jauh dari rumah duka,” terangnya.

Jannatun Cintya Dewi (24) adalah warga Dusun Prumpon, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Anak sulung dari pasangan Bambang Supriadi dan Surtiyem merupakan salah satu staff Analis Kegiatan Usaha Hilir Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM.

Saat terjadinya insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin pagi, keluarga Korban sudah mendapat informasi dari Kementerian ESDM. Pada hari itu juga, Bambang Supriadi dan Surtiyem langsung menuju ke Jakarta untuk memastikan keberadaan Cintya.

Hingga kemarin malam, sanak keluarga dan tetangga korban terus berdatangan ke rumah duka. Mereka akan menunggu jenazah korban yang diberangkatkan dari Jakarta menuju Sidoarjo hari ini pukul 05.00 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *