Kapitra Mau Jemput Habib Rizieq, BPN: Sia-sia, Ketemu Jokowi Saja Tak Mau

Jakarta – Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eggi Sudjana, tertawa mendengar janji caleg PDIP Kapitra Ampera menjemput Habib Rizieq Syihab jika Joko Widodo (Jokowi) dinyatakan menang Pilpres 2019. Apa sebabnya?

“Hahaha.. Saya ketawa dulu. Kenapa? Ada dua hal. Pertama, Habib Rizieq sudah terang benderang menyatakan Kapitra bukan lawyer-nya. Jadi sia-sia. Kalau Habib mau, Habib nggak tahu diri dong? Dia udah ngomong kalau Kapitra bukan lawyer-nya,” kata Eggi saat dihubungi, Senin (22/4/2019) malam.

Eggi menilai janji Kapitra hanya cari sensasi. Dia menganggap Kapitra sedang mencari panggung karena sudah tak dianggap Rizieq dan komunitas 212.


Alasan kedua Eggi tertawa ialah karena menyatakan Jokowi menang berdasar hitung cepat (quick count). Menurutnya, ukuran yang sah ialah saat KPU sudah menyampaikan hasil penghitungan suara nanti.

“Kedua, itu sangat prematur menyatakan Jokowi menang lewat quick count. Ukuran sah suara itu bukan quick count, tapi dari KPU tanggal 22 Mei. Jadi dia sudah jelas konstelasi panggungnya. Ingin diaku lagi, pengen diaku Habib Rizieq,” tuturnya.

Eggi yang juga pengacara Rizieq mengatakan Imam Besar FPI itu akan menolak uluran tangan Kapitra. Eggi mengaku dirinya sendiri merasa tak punya wewenang untuk menjemput Rizieq.

Menurutnya, yang berwenang yakni Prabowo jika nanti sudah dinyatakan menang. Eggi menyebut Rizieq pun menolak bertemu Jokowi saat capres petahana itu umrah beberapa waktu lalu.

“Jangankan Kapitra, kemarin Jokowi umrah saja tidak mau Habib (bertemu). Apalagi Kapitra yang sudah tak dianggap,” katanya.

“Bukan kewenangan saya untuk begitu-gitu. Yang berwenang itu Pak Prabowo jika nanti jadi presiden, punya kewenangan diskresi. Kalau saya apa, nggak ada artinya. Cuma lawyer-nya aja,” sambungnya.

Sebelumnya, Kapitra berjanji menjemput Rizieq jika Jokowi dinyatakan menang dalam Pilpres 2019. Kapitra berharap Habib Rizieq segera pulang.

“Nuansa kebatinan Habib Rizieq, saya pikir tentu ada kekecewaan kalau Prabowo-Sandi yang kalah. Karena apa? Karena Prabowo telah memberikan sebuah janji akan menjemput dan akan memulangkan Habib Rizieq,” ujar Kapitra di Posko Pemenangan Jokowi, Jl Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

“Dan saya juga lebih dulu membangun kesepakatan dengan partai saya maupun dengan kelompok Pak Jokowi. Kalau Pak Jokowi menang, saya harus jemput Habib Rizieq dan peluang untuk Habib Rizieq ada pada saya dan kelompok di TKN ini ya. Saya akan jemput, nanti,” imbuh Kapitra yang pernah menjadi pengacara Habib Rizieq.
(jbr/aik)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kapitra Janji Jemput Habib Rizieq, PA 212: Bullshit, Cari Sensasi!

Jakarta – Caleg PDIP Kapitra Ampera berjanji menjemput Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab apabila Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dinyatakan menang di Pilpres 2019. Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut Kapitra hanya ingin mencari sensasi.

“Nggak usah lah, apalagi dia kubu sono, mau ini-ini Habib Rizieq pulang, nggak usah. Nggak perlu dia, kita juga bisa kok. Nggak perlu capek-capek omong kosong, bullshit aja dia kemudian merespons, dia mau memulangkan Habib Rizieq. Mana bisa, orang seperti itu cuma cari sensasi saja, ya karena dia galau dia nggak menang dan sebagainya, kita nggak ngerti juga,” kata Sekretaris PA 212 Bernard Abdul Jabbar saat dihubungi, Senin (22/4/2019).

Bernard mengatakan pihaknya tak pernah mempercayai omongan Kapitra. Bernard menegaskan mempunyai sikap sendiri.

“Mulut Kapitra, mulutnya, sejuta persen kita nggak pernah percaya, kita sudah punya sikap kok,” ujar dia.

Bernard juga mempertanyakan alasan Kapitra ingin menjemput Habib Rizieq di Mekah. Selama ini, menurut Bernard, Kapitra selalu menyerang Habib Rizieq, PA 212 dan GNPF.

“Kalau pun Habib Rizieq mau dijemput, apa kepentingan, urusan dia jemput? Selama ini dia nyerang Habib Rizieq, 212, nyerang GNPF dan sebagainya,” imbuh dia.

Dia lalu menyampaikan pesan Habib Rizieq terkait Pemilu 2019. Kata Bernard, Habib Rizieq menyoroti sejumlah kecurangan yang terjadi saat penghitungan suara.

“Dia (Prabowo) mau sudah mau jemput kok kalau dia menang, dia berjanji, dia langsung berangkat, Habib Rizieq pulang, walaupun kita lihat ada kekhawatiran dari Habib Rizieq terhadap kecurangan yang terjadi saat ini, ada prihatin terhadap massifnya kecurangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapitra mengaku sudah berkomunikasi dengan orang-orang yang dekat dengan Habib Rizieq. Ia berharap Habib Rizieq bisa merayakan Idul Fitri di Tanah Air.

“Maka nanti kita lihat setelah 22 Mei, Insyaallah mudah-mudahan Habib Rizieq bisa Lebaran di Indonesia,” kata Kapitra di Posko Pemenangan Jokowi, Jl Cemara, Menteng, Jakarta Pusat.
(knv/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kartini Masa Kini, Jemput Rezeki Jadi Sopir Perahu Danau Rawa Pening

Liputan6.com, Semarang – Seorang wanita paruh baya di kawasan Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah rela mengemban risiko besar menjadi sopir perahu. Dia menjadi contoh kartini masa kini dalam menjemput rezeki untuk keluarga.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (22/4/2019), selain mengurus suami dan dua anaknya, Siti Kartini mencari tambahan rezeki dengan menjadi sopir perahu.

Bagi wisatawan, naik perahu amat penting agar bisa menikmati hamparan danau seluas 2.670 hektare, yang di kelilingi tiga gunung, yakni Gunung Merbabu, GunungTelomoyo dan Gunung Ungaran.

Untuk dapat menikmati keindahan Rawa Pening dari jantung danau, Siti mematok ongkos sewa perahu sebesar Rp 60 ribu.  

Meski kadang penghasilan yang didapat melebihi target, risiko yang harus ditanggung cukup besar terutama ketika angin bertiup kencang. Sudah sejak 7 tahun lalu Siti menjadi pengemudi perahu untuk kebutuhan hidup sehari-hari.  

Siti berharap kerja kerasnya bisa membuahkan hasil dengan menyekolahkan kedua anaknya sampai ke perguruan tinggi.

KPU Kota Cirebon Jemput Bola Mengatasi Kekurangan Logistik Pemilu

Selain surat suara pengganti untuk DPD RI, KPU Kota Cirebon menurut Didi juga belum menerima formulir C3 atau formulir untuk pendamping pemilih.

“Kalau formulir C7 atau formulir DPT baru kami terima hari ini tadi pagi,” ungkap Didi.

Formulir C7 baru sampai di gudang logistik KPU Kota Cirebon pada pukul 09.30 WIB hari ini. Dia mengatakan, sebelumnya telah mengutus staf KPU untuk mengambil langsung formulir ke percetakan di Bandung.

Belum lengkapnya logistik pemilu membuat pengiriman ke PPK mengalami hambatan.

“Semula rencana kami H-4 sudah terdistribusi,” ungkap Didi.

Dia mengaku, hingga H-2, baru dua kecamatan yang didistribusi logistik pemilu, yaitu Kecamatan Kejaksan dan Lemahwungkuk.

“Itu juga belum dinyatakan lengkap,” sambung Didi.

Kendati demikian, Didi mengaku tetap yakin pelaksanaan pemilu di Kota Cirebon bisa berjalan dengan lancar.

Dia akan berupaya untuk terus menanggulangi dan mencari jalan keluar dari sejumlah kekurangan yang ada saat ini.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Umat Tionghoa Cirebon juga melaksanakan tradisi ziarah kubur ke makam leluhur yang diberi nama Ceng Beng

Sandiaga: Kampanye 8 Bulan, Masyarakat Antusias Jemput Perubahan

Tangerang – Cawapres Sandiaga Uno menyebut masa kampanye Pilpres 2019 menyedot antusias warga untuk perubahan. Dia mengatakan masyarakat menginginkan perubahan lapangan kerja.

“Ini rangkaian terakhir dari kampanye selama hampir 8 bulan, alhamdulillah masyarakat semakin antusias menjemput perubahan, perbaikan ekonomi. Kami hadir di kota Tangerang sebagai penutup dan di sini masyarakat ingin perubahan lapangan kerja lebih berpihak ke rakyat, lapangan pekerjaan yang disediakan anak muda,” kata Sandiaga di Alun-alun Kota Tangerang, Banten sekitar pukul 09.00 WIB, Sabtu (13/4/2019).

Sandiaga juga bicara soal program OK OCE yang menurutnya sudah membuka peluang usaha kepada masyarakat. Sektor industri di Tangerang dinilai bisa meningkatkan lapangan kerja sampai 15 juta.

“Di sini juga basis OK OCE yang paling aktif, di mana gerakan ekonomi OK OCE sudah buka peluang usaha yang belum punya membuka wirausaha dan sudah memilik usaha meningkatkan penghasilannya,” ujarnya.

“Sementara kita juga akan hadirkan terobosan-terobosan agar industri tumbuh berkembangan di Tangerang terutama industri yang bisa tingkatkan nilai tambah lapangan kerja industri yang bisa untuk membuka 15 juta lapangan kerja baru. Kami yakin strategi tersebut Prabowo-Sandi bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi 6 persen di dua tahun pertama,” lanjutnya.

Mantan Wagub DKI ini juga menyinggung fenomena perubahan politik semasa kampanye Pilpres 2019. Dia bercerita ketika mendapat banyak sumbangan dari warga untuk biaya kampanye.

“Ini luar biasa masyarakat di sini menginginkan perubahan, bukan hanya hadir di sini tapi juga memberikan sumbangan dalam bentuk uang, mereka sebetulnya mereka tidak punya terlalu banyak, tapi mereka menyisihkan dari yang mereka miliki untuk berjuang bersama. Ini fenomena yang lain dari pada yang lain. Biasanya politis yang bagi-bagi amplop sampai ratusan ribu amplop, ini yang kami mendapat uang dan amplop dari masyarakat. Ini adalah fenomena yang semakin menebalkan keyakinan kami bawah masyarakat menginginkan perubahan,” kata Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan soal rencananya menurunkan tarif listrik jika menang Pilpres 2019. Dia menargetkan tarif listrik bisa turun 20 persen dalam 5 tahun.

“Tentunya tarif listrik kita bisa turunkan 20 persen 5 tahun bersama Prabowo Sandi kita akan mengelola sektor primernya. Dengan pengelola sektor primer yang lebih baik listrik akan mau lebih hadirkan tarif yang lebih murah bagi masyarakat khususnya menengah ke bawah,” kata dia.
(idn/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi Jemput Paksa dan Jebloskan Guru Cabul di Kota Malang ke Penjara

Liputan6.com, Malang – IS, guru sekolah dasar di Kota Malang, Jawa Timur, tertunduk dan menangis sesenggukan. Sesekali mulutnya tampak komat-kamit merapal doa. Pria berusia 59 tahun ini akhirnya ditahan Polres Malang Kota dengan sangkaan guru cabul.

Pihak kepolisian harus menjemput paksa tersangka guru cabul ini di rumahnya sejak Jumat, 23 Maret 2019. Sebab sudah dua kali tak memenuhi panggilan pemeriksaan dengan alasan sakit asam lambung.

“Kami sudah mencoba kooperatif dan persuasif, tapi tetap saja tersangka tidak memenuhi panggilan itu,” kata Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna di Malang, Rabu, 27 Maret 2019.

Guru pelajaran olahraga yang sudah masuk masa pensiun itu dilaporkan oleh dua orang tua siswa sejak pertengahan Februari silam. Total ada 20 saksi mulai dari siswa, orang tua, perwakilan sekolah sampai komite sekolah.

Pemeriksaan polisi, aksi bejat itu dilakukan tersangka di ruang unit kegiatan sekolah maupun perpustakaan. Tidak hanya menggerayangi alat kelamin korban, tersangka juga mengeluarkan kemaluannya sendiri. Korban yang melapor itu masih duduk di bangku kelas 3 dan 5 SD.

Perbuatan itu terjadi pada Desember 2018 silam. Meski baru dua yang berani lapor ke polisi, diduga ada banyak korbannya. Kepada polisi, IS mengaku khilaf dan lupa sudah berapa banyak berbuat seperti itu kepada muridnya.

“Kami duga ada banyak korbannya, kalau tersangka ya mengelak tuduhan itu,” ujar Komang.

Tidak ada indikasi ada kelainan pada guru yang kini dimutasi ke Dinas Pendidikan Kota Malang itu. Diketahui, pria berstatus pegawai negeri itu sudah 14 tahun menduda. Polisi membuka diri kepada para korban guru IS lainnya jika ingin melapor.

Demi Ikut Pemilu 2019, Ribuan Warga Badung Bali Lakukan Perekaman E-KTP

Liputan6.com, Bali – Demi menyalurkan hak pilihnya, ratusan warga Kabupaten Badung, Bali, rela mengantre untuk perekaman E-KTP. Sedikitnya ada 2.000 penduduk Kabupaten Badung yang belum melakukan perekaman.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (27/2/2019), untuk mempercepat proses perekaman dan pencetakan E-KTP, Pemkab Badung melakukan sistem jemput bola lewat program kampung gisa (Gerakan Indonesia Administrasi Kependudukan).

Perekaman dilakukan terhadap warga yang bertambah usia dan mereka yang data kependudukannya sempat diblokir lantaran hingga akhir 2018 belum melakukan perekaman.

Proses perekaman dan pencetakan E-KTP warga menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Badung Bali agar masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya saat pemilu 2019 mendatang. (Rio Audhitama Sihombing) 

Minat Warga Pasaman Barat Jadi Pengawas TPS Pemilu 2019, Tinggi

Liputan6.com, Simpang Empat – Minat masyarakat menjadi pengawas tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), cukup tinggi.

Salah satunya, dapat dilihat saat penerimaan calon pengawas TPS di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia. Sekitar 65 orang pelamar mendaftar, sementara hanya ada 49 orang yang akan diterima.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Anton Junaidi mengungkapkan soal minat masyarakat cukup tinggi menjadi pengawas TPS itu.

Menurut dia, tingginya partisipasi pendaftar juga dampak dari kegiatan jemput bola ke kampung dan sosialiasi menggunakan pengeras suara yang dilakukan oleh petugas panwaslu kecamatan beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, wilayah kerjanya Kecamatan Sasak, butuh 49 pengawas TPS.

“Seluruh berkas pelamar sudah berada ditangan petugas dan memasuki tahapan seleksi administrasi. Setelah lulus seleksi administrasi petugas akan melakukan wawancara,” ujar Anton di Simpang Empat, Minggu (24/2/2019), seperti dilansir Antara.

2 dari 3 halaman

Sambut Baik

Anton pun menyambut baik tingginya jumlah pelamar pengawas TPS. Sebab, kata dia, hal itu tentu sangat baik dalam rangka menyukseskan pemungutan suara pada 17 April 2019 nanti.

Setelah seleksi pengawas TPS akan mendapatkan pendidikan dan bimbingan teknis dan pelantikan oleh komisioner Bawaslu.

“Pembekalan bagi pengawas sangat perlu dalam rangka mengawasi TPS dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu,” ujar Anton.

Ia juga berharap nantinya petugas yang lulus dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Jaga independensi dan jika ada kecurangan segera laporkan. Mari sukseskan Pemilu nanti,” ucap Anton.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Luhut Sindir Prabowo Soal Harga Telur, BPN: Nggak Ada yang Mustahil

Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyindir soal sosok yang mau menurunkan harga beras hingga telur dalam kurun 100 hari. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyindir balik Luhut.

“Makanya nggak bisa asal kerja. Nggak bisa tuh, cuma kerja, kerja, kerja saja. Kita tuh harus kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas. Kalau cuma asal kerja ya, nggak terarah,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).

Semboyan ‘kerja, kerja, kerja’ merupakan ciri khas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Andre, Jokowi bekerja tanpa kreativitas.
“Kerja harus mikir dikit. Kalau nggak mikir ya, nggak ada kreativitas,” ujarnya.

Andre mengatakan penurunan harga beras hingga telur dalam kurun 100 hari tak mustahil. Ia menyebut Sandiaga pernah berhasil menjaga stabilitas harga telur di DKI Jakarta saat menjabat sebagai wakil gubernur.

“Nggak ada yang mustahil. Semuanya bisa dilakukan asal pemerintah mau kerja keras. Dulu Sandi sudah pernah melakukan hal itu di DKI Jakarta. Ingat nggak, ketika di beberapa tempat harga telur di atas Rp 30 ribu, tapi Jakarta bisa tetap Rp 19 ribu per kilo. Waktu itu Sandi melakukan terobosan jemput bola. Bahwa rantai distribusi itu dari produsen telur itu dibikin distribusi sederhana, transparan, dan berkeadilan sehingga harga terjaga,” ucap Andre.

“Nah, itu akan kita adopsi supaya bisa berjalan di seluruh Indonesia. Di Jakarta kami buktinya mampu. Makanya, ini lho jangan asal kerja,” imbuh dia.

Sebelumnya, Luhut menyinggung tokoh yang berjanji akan turunkan harga beras hingga telur dalam waktu 100 hari. Dia menilai justru yang terpenting adalah titik keseimbangan.

Luhut mengatakan, jika harga bahan pangan dipaksa untuk diturunkan, maka nasib petani dan peternak justru akan tertekan. “Orang bilang mau nurunin beras, beras diturunin beras, gula diturunin, telur murah, lah petaninya? Kalau berasnya terlalu murah ya costnya ada,” ujar Luhut di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta.

Janji itu disampaikan capres nomor Urut 02 Prabowo Subianto. Dia berjanji akan menurunkan harga telur di program 100 hari kerja jika terpilih jadi Presiden 2019-2024.

Hal itu diutarakannya di hadapan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta’lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API).

“Kita akan bekerja untuk emak-emak semuanya. Insyaallah kalau hitungan saya harga daging, harga telur, harga ayam, bisa kita turunin dalam 100 hari pertama. Harga beras saya juga feeling hitungan saya bisa kita turunkan,” tegas Prabowo di Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Bogor, Jumat (8/2).
(tsa/elz)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Isu Liar Gestur Karding Dikaitkan Gaya Jokowi Pegang Kuping

Jakarta – Foto Wakil Ketua Tim Kampamye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding yang menggunakan handy talkie (HT) di lokasi debat capres kedua jadi perdebatan. Penggunaan HT itu dikaitkan dengan Jokowi yang memegang telinga dan diisukan memakai earpiece atau alat penyuara telinga. Seperti apa penjelasannya?

Perdebatan soal earpiace dan HT itu ramai di media sosial. Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menilai sebaiknya isu tersebut segera diluruskan.

“Kami tidak ingin ini menjadi isu dan fitnah kepada Pak Jokowi bahwa beliau pakai wireless earphone untuk mendengar jawaban. BPN nggak ingin ini jadi fitnah ke Pak Jokowi. Saya sarankan TKN supaya segera mengklarifikasi ini, supaya tidak jadi fitnah dan isu liar. Masak, incumbent pakai sontekan,” kata Andre Rosiade, Senin (18/2/2019).


Dalam tuduhan yang beredar, Jokowi dianggap memakai earpiece yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dua arah. Selain itu, ada yang mengkaitkannya dengan pulpen yang dipakai Jokowi.

Jokowi menepis tuduhan itu dan menganggapnya fitnah tak bermutu. “Ya, jadi jangan membuat isu fitnah-fitnah yang nggak bermutu lah,” tutur Jokowi kepada wartawan, Senin (18/2).

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, lalu membantah tuduhan adanya penggunaan earpiece itu. Dia juga menjawab tuduhan yang dilontarkan kepadanya soal penggunaan HT.

Karding menjelaskan soal penggunaan HT semalam di debat. Menurutnya ia memerlukan HT karena mendapat tugas dari Ketua TKN Erick Tohir untuk menjadi liaison officer (LO) bagi tamu dan kerabat Jokowi. Ia pun menunjukkan HT yang dipakainya semalam.

“Saya dapat tugas dari Pak Erick untuk menjemput tamu, termasuk paslon yang hadir. Saya jemput ketika turun dari mobil dan mengantar ke ruang transit dan ada hadir Pramono, Pak Moeldoko, Mas Bobby, Kahiyang, Ibu Iriana, Kiai Ma’ruf dan istri, dan ada ajudan,” jelas Karding di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/2).

Selain diperlukan karena tugasnya sebagai LO kerabat Jokowi, Karding mengatakan, HT digunakan sebagai alat bantu untuknya berkomunikasi dengan timses Jokowi-Ma’ruf lainnya yang ada di lokasi debat. Ini terkait masalah teknis pendukung Jokowi-Ma’ruf yang menonton di dalam ruangan.

“Saya gunakan ini (HT) sebagai koordinator support debat, misalnya tim hore, peserta siapa yang urus, dan lain-lain. Jadi ada 10-an orang yang gunakan HT, termasuk saya, temarsuk Pak Aria Bima, Kirana (caleg PDIP Kirana Larasati), dan beberapa LO dari parpol kita. Jadi saya makainya itu,” kata Karding.

“Saya pakai di sini (HT ditaruh di pinggang dan tali headset-nya ditaruh di kuping). Saya pegang 1, Pak Aria pegang 1. Ini sama sekali tak tersambung dengan Pak Jokowi. Jadi banyak teman-teman BPN (Badan Pemenangan Nasional) dan pendukung Prabowo tahu. Jadi kerjaan saya kemarin jadi EO. Jadi sama sekali nggak ada (terhubung ke Jokowi),” sambung dia.

Dikatakan politikus PKB ini, sang petahana tidak menggunakan alat komunikasi apa pun kecuali pemasangan mik atau pengeras suara oleh panitia debat. Karding juga meminta pihak-pihak yang mencurigai Jokowi untuk memeriksa rekaman kamera CCTV di lokasi debat bila masih tidak percaya.

“Yang saya pahami, saya tak melihat ada pemasangan alat tertentu di tubuh Pak Presiden sebelum ke debat. Ada dipasang oleh panitia yaitu microphone untuk suara seperti kita mau talkshow,” tuturnya.

“Yang dilakukan Pak Jokowi di dalam itu hanya bercengkerama dengan Pak Kiai Ma’ruf, Pak Erick, Pak Pramono, Pak Moeldoko, Bu Iriana dan beliau berdoa, saya ada fotonya, lalu ke kamar kecil lalu ke panggung. Jadi nggak ada pemasangan apapun saya saksikan sendiri,” lanjut Karding.

Sementara itu, KPU menegaskan tidak ada penggunaan alat bantu dalam debat. Baik capres Jokowi maupun Prabowo.

“Capres 01 dan 02 tidak ada yang menggunakan alat bantu, jadi clear seperti itu,” ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi detikcom, Senin (18/2). Wahyu ditanya soal isu Jokowi memakai earpiece saat debat semalam.
(idh/nvl)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>