Jelang Dialog Damai, Pertempuran Mematikan di Yaman Kembali Memanas

Liputan6.com, Hodeidah – Setidaknya 10 militan Houthi tewas di kota pelabuhan penting Yaman, Hodeidah, setelah koalisi Arab Saudi yang memerangi kelompok itu melancarkan rangkaian serangan terbaru pada akhir pekan ini.

Rangkaian pertempuran terbaru terjadi di tengah dorongan PBB untuk pembicaraan damai, demikian seperti dikutip dari The Gulf Times, Minggu (2/12/2018).

Seorang pejabat pro-pemerintah Yaman yang didukung oleh Arab Saudi mengatakan, pertempuran meletus di timur dan selatan kota Hodeidah yang berada di tepi Laut Merah pada Jumat 30 November.

Kelompok pemberontak Houthi di saluran televisi propaganda mereka juga menyebut adanya pertempuran tank antara pasukan mereka dengan tentara pro-pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Bentrokan tersebut terus terjadi hingga hari Sabtu 1 Desember, penduduk Hodeidah mengatakan kepada AFP melalui telepon.

Dalam keterangan lebih lanjut atas ketegangan baru, Arab Saudi mengatakan bahwa sebelumnya, kelompok Houthi meluncurkan “proyektil militer” yang menghantam sebuah rumah di wilayah Negeri Petrodollar.

Dua orang terluka akibat serangan proyektil Yaman yang menyasar ke Samtah, kata kantor berita Saudi SPA. Ini adalah konfirmasi pertama oleh Riyadh tentang serangan roket Yaman seperti itu sejak September 2018.

Kejadian itu diduga memicu Saudi melancarkan serangan balasan ke Hodeidah pada Jumat 30 November.

Kekerasan di Hodeidah terjadi setelah Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths berkunjung ke kota tersebut, untuk mendesak pembicaraan yang ditujukan guna mengakhiri perang yang telah mendorong Yaman ke ambang krisis kemanusiaan dan bencana kelaparan.

Pelabuhan Hodeidah yang saat ini dikuasai oleh Houthi, berfungsi sebagai pintu masuk untuk hampir semua impor dan bantuan kemanusiaan di negara itu. Namun, suplai impor dan bantuan kemanusiaan sangat tersendat, setelah koalisi Saudi memblokade kota tersebut sebagai bagian dari kampanye militer mereka untuk memerangi Houthi.

Sebuah koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, meluncurkan serangan untuk mengambil Hodeidah pada bulan Juni. Tetapi, Houthi telah menangguhkan serangan Saudi di tengah upaya diplomatik yang kuat untuk menuju gencatan senjata atau prospek perdamaian.

Simak video pilihan berikut:

Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa sekitar 17 juta warga Yaman akan dilanda kelaparan jika dunia tidak segera mengirimkan bantuan humaniter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *