Jelang Debat Capres Kedua, KSP Gelar Diskusi soal Lingkungan

Jakarta – Kantor Staf Presiden menggelar diskusi bertema ‘Langkah Berani Pulihkan Lingkungan’ bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti. Apakah diskusi ini digelar disesuaikan dengan tema debat capres mendatang?

“Kebetulan kita bicaranya 4 tahun pemerintahan. 4 tahun pemerintahan itu kemarin diakhiri pada Oktober 2018 lalu. Penyampaian informasi kan terus menerus. Bahwasanya ini dekat dengan pelaksanaan pemilu ya itu memang sudah jadwal yang ada. Tapi bukan berarti oh ada pemilu terus kita takut menyampaikan, ya jangan. Wong itu tugas kita kok,” kata Kepala Staf Presiden, Moeldoko, di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Menurut Moeldoko, diskusi ini sebagai promosi untuk menyampaikan kepada publik apa saja capaian pemerintah. Moeldoko mengatakan penyampaian capaian pemerintah kepada masyarakat memang sudah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Yang pasti promosi. Kita pemerintah punya tanggung jawab untuk mempromosikan, dalam arti menyampaikan kepada masyarakat, kepada publik atas apa yang telah kami lakukan. Maksudnya kami itu apa yang telah pemerintah lakukan. Itu masyarakat punya hak untuk mendapatkan informasi. Kita juga punya kewajiban untuk men-deliver, menyampaikan berbagai informasi apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah,” jelas Moeldoko.

Moeldoko mengatakan lewat forum-forum diskusi ini kementerian/lembaga menyampaikan capaian-capaian pemerintah. Moeldoko mengaku tidak ingin rakyat nantinya bertanya soal kinerja pemerintah.

“Melalui berbagai forum-forum inilah kita melalui berbagai kementerian/lembaga menyebar ke mana-mana. Ini udah perintah presiden untuk segera menyampaikan kepada publik bahwa kami telah melakukan ini, ini, ini. Jangan nanti dibilang oleh masyarakat, ‘mana nih pemerintah nggak ada kerjanya’,” imbuhnya.

Soal apakah data-data dari KLHK dan KKP akan digunakan Jokowi sebagai amunisi dalam debat, Moeldoko tak menjawab secara gamblang. Moeldoko menuturkan bisa diserahkan ke Jokowi bisa juga tidak.

“Bisa juga, bisa ndak. Bisa juga karena itu memang data-data yang memang dilakukan beliau (Jokowi). Bisa nggak karena ada pilihan-pilihan kata, pilihan-pilihan apa yang menurut beliau ada hal kunci yang bisa disampaikan pada debat nanti kan. Tidak semuanya terpublik dalam konteks debat ya. Tapi dalam konteks kalau capaian, ya, kami sampaikan,” pungkasnya.

Rencananya debat kedua akan digelar pada 17 Februari 2019. Debat akan mengusung tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup.
(azr/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *