Timses Jokowi Sebut Pentingnya Penguasaan Jawa untuk Kemenangan Pilpres

Liputan6.com, Jombang – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai, pentingnya penguasaan wilayah di Pulau Jawa untuk kemenangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Menurutnya, dengan menguasai Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, kemenangan Pilpres di depan mata.

“(Jawa Timur) Sangat penting. Pokoknya kalau menang Jatim, Jateng, Jabar, selesai. Tambah dikit misal Lampung, Kalimantan,” ucap Muhaimin di Jombang, Jawa Timur, Senin (18/3/2019).

Pria yang kerap disapa Cak Imin ini memastikan, mesin pemenangan PKB di Jawa Timur berjalan solid. Apalagi Jatim merupakan basis partai hijau itu.

Dia optimistis, pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi dan Ma’ruf Amin mengantongi 70 persen suara di sana.

“Jombang ini bisa sampai 80 persen solid. Jatim bisa sampai 70 persen. Target kita Jatim 70 persen,” ucapnya.

Kepercayaan Cak Imin bukan tanpa sebab, Jatim adalah markas Nahdlatul Ulama (NU). Ormas Islam besar itu, bakal mendukung Jokowi.

KPK Segel Ruangan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur

KPK menyatakan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS) yang menjadi tersangka kasus suap seleksi jabatan bersama Ketua Umum PPP Romahurmuziy, sebenarnya tidak lolos dalam tiga nama yang diajukan ke Menteri Agama. 

“HRS diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin sebelumnya,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Laode menuturkan, pada akhir tahun 2018 diumumkan seleksi secara terbuka melalui ‘Sistem Layanan Lelang Jabatan Calon Pejabat Pimpinan Tinggi’. Pada pengumuman tersebut, salah satu jabatan yang akan diisi adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

“Pengumuman juga dapat dibuka secara online di http:seleksijpt.kemenag.go.id. Selama proses seleksi, terdapat beberapa nama pendaftar untuk seleksi jabatan tersebut, termasuk HRS,” beber Wakil Ketua KPK itu.

Sedangkan, Muhammad Muafaq Wirahadi yang juga menjadi tersangka mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

“Diduga, terjadi komunikasi dan pertemuan antara HRS, MFQ dan RMY serta pihak lain. MFQ dan HRS diduga menghubungi RMY untuk mengurus proses lolos seleksi Jabatan di Kementerian Agama Rl,” kata Laode yang didampingi Jubir KPK Febri Diansyah.

Pada 6 Februari 2019, Haris diduga mendatangi rumah Romahurmuziy untuk menyerahkan uang Rp 250 juta terkait seleksi jabatan untuk Haris sesuai komitmen sebelumnya. Pada saat itulah diduga pemberian pertama terjadi.

Kemudian pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris tidak termasuk tiga nama yang akan diusulkan kepada Menteri Agama karena diduga pernah mendapat hukuman disiplin.

“Diduga terjadi kerja sama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi di Kemenag,” tambah Laode.

Doktrin Kiamat ‘Sihir’ Warga Empat Kota di Jawa Timur

Surabaya – Fatwa kiamat sudah dekat diduga tidak hanya menyihir puluhan warga di Ponorogo. Doktrin ini juga diyakini oleh banyak warga di Jember, Jombang dan Mojokerto.

Fatwa kiamat pertama kali mencuat di Ponorogo. Yakni setelah diketahui ada 52 warga Dusun Dukuh Krajan, Desa Watubonang, Kecamatan Badegan yang pindah ke Ponpes Miftahul Falahil Mubtadin di Kabupaten Malang.

Mereka diduga tersihir fatwa kiamat sudah dekat karena pergi dengan menjual harta benda seolah-olah kehidupan akan segera berakhir. Bahkan di Dusun tersebut diduga telah beredar 7 fatwa Thoriqoh Musa yang menyimpang. Mulai dari soal kiamat, huru-hara, kekeringan, bendera tauhid, foto anti gempa, larangan sekolah hingga hukuman untuk orang tua.

Ternyata, fatwa atau doktrin kiamat tidak hanya menyihir puluhan warga Ponorogo. Di beberapa kota seperti Jember, Jombang dan Mojokerto, fatwa tersebut juga diduga turut menuntun warga pergi Miftahul Falahil Mubtadin yang ada di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Di Jember, total ada 15 orang dari 8 KK di di Desa Umbulsari dan Gunungsari yang berangkat ke ponpes tersebut. Menurut Kades Umbulsari, Fauzi, sebelumnya 15 warga tersebut diajak Ustaz Mudasir untuk menjadi MUSA AS atau jemaah Thoriqoh Akmaliyah As- Sholihiyah yang kini dikenal sebagai Thoriqoh Musa. Di sana, thoriqoh tersebut sudah berjalan selama 2 tahun.

“Kemudian muncul desas-desus akan ada kiamat. Karena kebetulan ada saudara saya ikut aliran itu, dan menjual tanah miliknya, karena tidak berguna lagi jika kiamat,” kata Fauzi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/3).

Bahkan, ada seorang istri yang nekat akan meminta cerai pada sang suami lantaran ditinggal mondok ke Malang. Ia kesal karena sang suami mondok dengan menjual harta benda.

“Saya pasrah dunia habis (harta benda), pokok suami dan anak pulang. Tapi kalau terus bertahan, saya minta cerai,” ujar Rini dengan emosi saat dikonfirmasi wartawan.

Sedangkan di Mojokerto, pasutri Risky (25) dan Khurotul Aini (23) yang diduga sebagai jemaah Thoriqoh Musa atau MUSA AS. Mereka warga Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo. Ibu kandung Aini, Ninik Suwarni (59) mengatakan, putrinya itu berangkat pada Kamis (7/3) sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut dia, Aini berangkat bersama menantu dan teman dari menantunya, yaitu pasangan kekasih asal Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo. Suami istri itu diduga terpapar doktrin kiamat karena rela menjual harta benda seolah kehidupan akan segera berakhir dan tidak ada lagi masa depan.

“Kata dia ini sebentar lagi kiamat, kurang dua bulan entah bagaimana. Uang tak laku, saya heran uang kok tak laku,” kata Ninik kepada wartawan di rumahnya.

Jemaah Thoriqoh Musa atau Thoriqoh Akmaliyah As-sholihiyah mempunyai sosok pemimpin di Mojokerto. Yakni Muhammad Zainudin alias Udin (42). Ia merupakan warga Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Adik kandung Udin, Santi Umami (36) mengatakan, kakaknya sempat bertahun-tahun menuntut ilmu di Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin. Bapak empat anak itu juga meneruskan jejak almarhum bapaknya yang lama mengabdi kepada M Romli.

“SMA kelas satu kakak saya sudah mondok di sana. Berapa lama saya lupa,” kata Santi kepada wartawan di rumahnya, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Jumat (15/3).

Doktrin kiamat juga menyihir satu keluarga di Kabupaten Jombang. Bahkan keluarga ini nekat menjual rumah dan ternak sebagai bekal hidup di Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin pimpinan M Romli

Keluarga yang dimaksud yakni keluarga Khoirul Fatikin (50), warga Dusun Jemparing, Desa Pakel, Kecamatan Bareng, Jombang. Fatikin memboyong istri dan ketiga anaknya untuk tinggal di Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin sejak Februari 2019.

“Kalau dua anaknya sudah mondok di sana. Kakak dan istrinya menyusul pindah ke sana Februari kemarin, tanggalnya lupa. Kakak saya bilang akan ada tanda-tanda kiamat, makanya dia pindah ke pondok itu,” kata adik kandung Fatikin, Ahmad Burhanudin (34) kepada wartawan di rumahnya.
(sun/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pemilih Tambahan di Jawa Barat Bisa Tembus 100 Ribu Orang

Liputan6.com, Bandung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan jumlah pemilih tambahan di Jawa Barat mencapai 100 ribu orang. Total jumlah pemilih tersebut diketahui dari hasil laporan rekapitulasi daftar pemilih tambahan (DPTb) tahap pertama dan kedua dari 27 kabupaten dan kota di Jabar.

Menurut Ketua KPU Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok, hasil DPTb tahap pertama berjumlah 41 ribu orang. Sedangkan pada DPTb tahap kedua mencapai 68 ribu orang.

“Dari 27 kota dan kabupaten, ada empat DPTb yang cukup besar. Pertama Kota Bandung 10 ribu, kemudian Kabupaten Bogor sekitar 7.000-an, selanjutnya Sumedang 6.000. DPTb yang ada di kota kabupaten itu kemungkinanmahasiswa. Sumedang pasti mahasiswa di kawasan Jatinangor, Bogor pasti IPB atau beberapa perguruan tinggi lainnya, Kota Bandung mah jelas. Satu lagi Depok,” kata Rifqi di Bandung, Jumat (15/3/2019).

Dia menuturkan, untuk jumlah persis pemilih tambahan yang berstatus mahasiswa belum diketahui secara pasti. Dikarenakan KPU belum melakukan rekapitulasi terkait hal tersebut.

Rifqi mengaku jumlah pemilih untuk Pemilu 2019 di Jawa Barat masih dinamis angkanya. Hal itu disebabkan selain terdapat penambahan jumlah pemilih ada pula pemilih yang keluar menjadi penduduk provinsi lain.

“Angka pemilih keseluruhan masih tetap di 33.2 juta penduduk. Sampai tanggal 17 Maret 2019 mendatang, jumlahnya tidak akan kurang dari 33.2 juta dan tidak lebih dari 34 juta penduduk,” ujar Rifqi.

17 Maret 2019 atau Minggu lusa merupakan batas akhir pendaftaran pemilih tambahan di Jawa Barat. Namun diperkirakan, selama rentang waktu pendaftaran pemilih tambahan usai dilakukannya rekapitulasi 14 Maret 2019 kemarin, jumlahnya akan menembus 100 ribu.

Sebelum Ditangkap KPK, Ini Aktivitas Romahurmuziy di Jawa Timur

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan berita terkait penangkapan seorang ketua umum partai di Jawa Timur. Saat ini, yang bersangkutan masih diperiksa penyidik di markas Kepolisian Daerah Jatim.

“Sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo, kepada Liputan6.com, Jumat (15/3/2019).

Namun, Ketua KPK Agus Rahardjo tidak membenarkan maupun menampik ketum yang ditangkap itu adalah Romahurmuziy atau Romi.

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Achmad Baidowi, mengaku tak mengetahui kabar OTT KPK tersebut. “Saya belum tahu, saya lagi kunker,” ujar Baidowi, Jumat (15/3/2019).

Berita penangkapan ini pun, kata Baidowi, belum tersebar di kalangan internal PPP. “Belum dapat info, kalau ada kita sampaikan,” kata dia.

Baidowi pun meminta wartawan untuk bertanya langsung kepada Sekjen PPP Arsul Sani atau Waketum PPP Arwani Thomafi. Namun ketika dihubungi, keduanya tidak merespons.

PSS vs Persija: Dany Sebut 2 Keunggulan Super Elang Jawa

“Namun, kami semaksimal mungin pasti akan berusaha bagaimana caranya untuk bisa menang dan lolos ke babak selanjutnya. Kedua, mereka memiliki pemain cepat dan lincah. Namun, bagi saya sama saja karena kami akan menunjukkan kemampuan maksimal,” ujar Dany.

Persija saat ini masih fokus pada pemulihan kondisi fisik pemain yang baru menempuh perjalanan panjang dari Yangon, Myanmar. Pelatih Ivan Kolev diyakini bakal melakukan beberapa pergantian pemain agar tak berjudi dengan kondisi pemain.

Sumber: Bola.com

Tatap Kampanye Terbuka, BPN: Kami Bagi Tugas, Fokus di Pulau Jawa

JakartaKPU telah menetapkan kampanye terbuka pada 24 Maret-13 April 2019. Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Zulkifli Hasan menyebut timses sudah berbagi tugas di masa kampanye terbuka.

“Bagi-bagi tugas ya. Masing-masing, nggak bisa sama-sama. Kalau sama-sama kan nanti… ya, kita sendiri, mungkin Sandi sendiri, Pak Prabowo sendiri,” kata Zulkifli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Ketua Umum PAN itu mengatakan seluruh zona kampanye menjadi prioritias bagi BPN Prabowo-Sandiaga. Namun Zulkifli mengatakan, Pulau Jawa menjadi salah satu daerah yang menjadi fokus pemenangan.

“Semua dong disentuh. Kan dibagi. Tentu fokus utama Jawa ya, tapi bukan berarti daerah lain tidak. Semua dibagi,” ujar dia.

Apakah BPN optimistis bisa segera menyusul elektabilitas Jokowi-Ma’ruf? Zul menjawab diplomatis.

“Insyaallah. Kan sekarang orang tidak berani jawab kalau ditanya,” tutur Zulkifli.

Kampanye terbuka akan berlangsung pada 23 Maret-13 April 2019. Setelah itu, KPU menetapkan hari tenang hingga pelaksanaan pemungutan suara pada 17 April 2019.
(tsa/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Sebut Elektabilitas Jokowi Menurun di Jawa dan Sumatera

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani membenarkan adanya penurunan elektabilitas capres-cawapresnya yakni Jokowi dan Ma’ruf Amin. Penurunan itu terjadi di kawasan pulau Jawa dan Sumatera.

“Ya ada (penurunan), terutama di beberapa daerah Jawa di Sumatera, kemudian di wilayah tertentu di Jawa Barat juga ya. Itu memang ada,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3).

Arsul mengatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf tidak merosot jauh. Penurunan itu, lanjutnya hanya berada pada kisaran di bawah dua persen.

“Ada penurunan, tetapi juga tidak kemudian anjlok. Adalah beberapa point aja,” ungkapnya.

Sekjen PPP ini juga tidak merasa khawatir dengan penurunan elektabilitas tersebut. Pasalnya di beberapa wilayah elektabilitas Jokowi-Ma’ruf juga meningkat.

“Pada umumnya di Jawa Barat secara umum meningkat elektabilitas Pak Jokowi kalau komparasinya dengan 2014 gitu loh,” ujarnya.

“Kan 2014 di Jawa Barat kalah 20 poin kan itu kalau sekarang itu ada di daerah bahkan Pak Jokowi unggul tapi masih ada yang ketinggalan tapi saya kira pada kisaran tiga persen ke bawah,” sambungnya.

TKN, tambah Arsul, juga akan terus berusaha menaikkan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu. Salah satunya melalui cara micro canvasing dan micro targeting.

“Tentu antisipasinya kami terus melakukan kerja-kerja infantri dengan door to door di sisa waktu 30 hari,” ucapnya.

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

Waspada Fenomena MJO Bergerak dari Pulau Jawa ke Arah Timur

Liputan6.com, Ambon – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di belahan Indonesia bagian timur untuk mewaspadai fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berdampak berupa peningkatan curah hujan.

“Saat ini, MJO diprakirakan mulai bergerak merambat memasuki wilayah Indonesia bagian timur,” kata Kepala BMKG stasiun Ambon, Sunardi, Minggu (10/3/2019).

Hujan deras dengan intensitas tinggi masih akan terjadi sejak 8 Maret hingga18 Maret di wilayah Indonesia akibat fenomena MJO itu.

Ia mengatakan, pada periode 8-14 Maret 2019 diprakirakan potensi hujan lebat terkonsentrasi di sebagian wilayah pulau Jawa dan wilayah Indonesia Tengah dan lalu ke Timur.

Wilayah-wilayah tersebut antara lain, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat serta Papua.

Pada periode yang sama, diprediksikan akan terdapat beberapa sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi yang juga dapat meningkatkan potensi curah hujan meski cenderung memiliki waktu kejadian yang relatif lebih singkat.

Selain itu juga potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter diperkirakan terjadi di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Lombok, Selat Bali hingga Selat Lombok bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, dan Laut Jawa bagian timur.

Selain itu selat Makassar bagian selatan, Laut Sumbawa, Perairan Kepulauan Sangihe – Talaud, Laut Flores, Laut Banda, Perairan Barat Kepulauan Kei, Perairan Utara Kepulauan Tanimbar, Perairan Manokwari hingga Biak.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis terusan, akibat curah hujan tinggi.

“Bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, petir dan jalan licin,” katanya dilansir Antara.

MJO merupakan variabilitas antar-musim di wilayah tropis yang bergerak dari Barat ke Timur. Hal ini terjadi karena interaksi antar-atmosfer dan lautan.

MJO terdiri dari dua fase, yakni basah (konvektif) dan kering. Kedua fase itu menghasilkan perubahan yang bertolak belakang terhadap kondisi cuaca di daerah yang terdampak.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Selain pulau Jawa, BMKG juga memberi peringatan dini di berbagai wilayah Indonesia. Seperti angin kencang, hujan deras, dan gelombang laut.

Waspada Fenomena Hidrometeorologi Ancam Jawa Tengah

Liputan6.com, Semarang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah menyebut bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Klaten merupakan fenomena hidrometeorologi.

“Fenomene hidrometeorologi menyebabkan perubahan iklim yang berakibat perubahan curah hujan lebih dari 300 mm atau sangat tinggi,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jateng Sudaryanto di Semarang, Jumat (8/3/2019).

Berdasarkan data BPBD Jateng, bencana banjir melanda 17 desa di enam kecamatan di Kabupaten Klaten, sedangkan daerah terparah di tiga desa di Kecamatan Cawas.

Selain Kecamatan Cawas, kecamatan lain yang juga dilanda banjir adalah delapan desa di Kecamatan Bayat, dua desa di Kecamatan Wedi, dan masing-masing satu desa di Gantiwarno, Klaten Selatan dan TrucukMenurut dia, curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir di beberapa daerah saat ini sangat dipengaruhi oleh arah angin.

“Pada saat bencana itu, arah angin menuju ke selatan dan timur, maka yang kena wilayah Jateng bagian selatan dan timur, termasuk juga di wilayah Jawa Timur seperti Ngawi dan Madiun,” ujarnya dilansir Antara.

Saat ini informasi dari BMKG diketahui arah angin masih menuju timur dan salah satu wilayah yang akan dilewati adalah Nusa Tenggara Timur.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan fenomena hidrometeorologi akan kembali ke Jateng sehingga Sudaryanto meminta masyarakat terus berkoordinasi dengan sukarelawan bencana di wilayah setempat.

Di sisi lain, lanjut dia, penerapan ilmu titen perlu terus digiatkan, antara lain jika hujan dengan intensitas tinggi selama dua jam maka masyarakat siap-siap untuk mengungsi.

Sebagai langkah penanganan banjir Klaten, BPBD kabupaten/kota dan provinsi telah mendirikan posko banjir di wlayah yang terdapat banyak pengungsi.

Salah satunya di Kecamatan Cawas yang tercatat ada 14 kepala keluarga yang terdiri dari 40 jiwa yang mengungsi.

Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jateng juga telah didistribusikan seperti mi instan, beras, minyak dan bahan pangan pokok lainnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

simak video pilihan berikut: