Fakta-Fakta Unik Gerai Starbucks Terbesar se-Asia Tenggara yang Baru Buka di Bali

Liputan6.com, Jakarta – Menghadirkan pengalaman tak semata minum kopi, Starbucks membuka gerai terbaru Starbucks Reserve Dewata secara resmi pada Sabtu, 12 Januari 2019. Store di Jl.Sunset Road no. 77 Badung, Bali ini diklaim sebagai yang terbesar se-Asia Tenggara.

Berdiri di lahan seluas 1.850 kaki persegi, gerai ini terdiri dari dua lantai dengan area duduk outdoor, baik di atas maupun di bawah. Tak hanya soal ukuran, terdapat deretan fakta menarik lain seputar Starbucks Reserve Dewata. Berikut beberapa di antaranya yang telah dirangkum Liputan6.com.

Memungkinkan Anda tahu perjalanan kopi

Tak semata datang dan memesan kopi, di sini Anda bisa tahu bagaimana proses awal kopi ditanam hingga terhidang di cangkir Anda dengan mengikuti coffee journey. Anda akan diajak berkeliling gerai, mulai dari mampir di kebun kopi berukuran 10×10 meter di dekat pintu masuk, sampai melihat pertumbuhan tanaman kopi di tiap usia.

Interior hasil kolaborasi Starbucks dengan seniman asal Jawa dan Bali

Tak semata bangunan simetris dengan kesan modern seperti kebanyakan gerai Starbucks, sentuhan karya seniman lokal bakal Anda dapati di Starbucks Reserve Dewata. Tersebar di beberapa titik, Anda bisa melihat gambaran ombak Bali di muka gerai dan karya yang tergantung di atas reserve bar.

Mural kayu setinggi sembilan meter yang merupakan penggambaran enam daerah penghasil kopi pun bisa dilihat di dekat tangga. Bahkan, tata letak gerai ini menggambarkan rumah tinggal di Bali yang dikenal luas dan antar-ruangannya terhubung.

Logonya berbeda dari kebanyakan gerai Starbucks

Walau logo Starbucks sudah sangat familiar, namun Starbucks Reserve Dewata tak memakainya sebagai identitas. Sebagai ganti, store yang masuk dalam 185 gerai terbaik Starbucks di seluruh dunia ini memakai bunga lotus yang merupakan simbol Dewi Laksmi sebagai sumber kemakmuran, kesuburan, dan keindahan.

Punya menu khusus

Terdapat dua menu khusus yang hanya bisa Anda jumpai di Starbucks Reserve Dewata. Mereka adalah lavender latte dan cool berry tea. Sementara lavender latte memberi rasa unik dengan aroma lavender yang kendara, cool berry tea siap memberi kesegaran sejak tegukan pertama.

Gerai yang mengurangi penggunaan plastik

Sebagai bentuk nyata komitmen Starbucks untuk maju selaras dengan alam, Anthony Cottan, Director Starbucks Indonesia menyebut, penggunaan plastik, khususnya sedotan, akan dikurangi di gerai Starbucks Reserve Dewata.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kiprah 6 Mantan Ratu Kecantikan Indonesia dengan Profesi Tak Biasa

Liputan6.com, Jakarta – Sederet perempuan yang tak hanya cantik, tetapi juga cerdas telah terpilih mewakili Indonesia untuk mengikuti kompetisi kecantikan tingkat dunia. Namun sebelumnya, Ratu Kecantikan ini harus berjuang untuk mendapatkan gelar sebagai Puteri Indonesia, Miss Indonesia, dan lainnya.

Di masa jaya, mereka menjalankan tugas sebagai Ratu Kecantikan di dalam juga luar negeri. Namun tak jarang, usai menyerahkan mahkota kemenangan pada penerus, mereka menggeluti profesi yang tidak biasa.

Lantas, prosesi tak biasa apa saja yang ditekuni para mantan Ratu Kecantikan Indonesia ini? Yuk, simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

1. Agni Pratistha

Agni Pratistha yang kala itu mewakili Jawa Tengah, berhasil menyandang gelar Puteri Indonesia 2006. Ia mengungguli Ananda dari Kalimantan Selatan damn Rahma Landy dari DKI Jakarta 5 dan melenggang ke Miss Universe 2007 di Meksiko.

Usai menjalankan tugas sebagai Puteri Indonesia, Agni masih memerankan beberapa film layar lebar dan meneruskan hobi lari. Saat ini, ibu dari dua putra ini menjadi pendiri dari ARK Motion Images, sebuah perusahaan yang memusatkan pada video hiburan online yakni film pendek dan film berseri.

2. Bernika Irnadianis Ifada

Puteri Indonesia 2000 diraih oleh Bernika Irnadianis Ifada dari DKI Jakarta 3. Kemenangan Bernika kala itu ditandai dengan penyerahan mahkota oleh pemenang sebelumnya, Puteri Indonesia 1996 Alya Rohali.

Usai bertugas sebagai Ratu Kecantikan, Bernika sempat terjun di dunia pertelevisian sebelum mengikuti kontes, juga menjalankan bisnis kecantikan. Kini, ia menjadi salah satu dosen di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bogor, Jawa Barat.

2 dari 3 halaman

3. Venna Melinda

Venna Melinda dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 1994 silam. Kala itu, ia mengalahkan wakil Sumatera Utara, Irma Rahmayani Lubis dan wakil Sumatera Selatan, Valentina Tohir.

Usai kontes kecantikan, Venna masih aktif di dunia hiburan Tanah Air. Ia juga menjadi anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat dapil Jawa Timur periode 2009-2014 dan 2014-2018. Kini, ia pindah ke Partai Nasdem dan kembali mencalonkan diri pada Pemili 2019.

4. Kristania Virginia Besouw

Kristania Virginia Besouw merupakan Miss Indonesia 2006. Atas kemenangan tersebut, ia mengikuti Miss World 2006 yang diselenggarakan di Polandia dan kala itu, Kristania masuk 24 besar.

Pada 2007, Kristy, begitu ia akrab disapa menikah dengan Frank Piay dan tinggal di Amerika Serikat. Tak hanya menjadi warga negara AS, ia juga bergabung dengan US Army sejak 2014-2018.

3 dari 3 halaman

5. Anindya Kusuma Putri

Anindya Kusuma Putri sebagai wakil Jawa Tengah berhasil menyabet gelar Puteri Indonesia 2015. Ia pun mewakili Indonesia ke Miss Universe 2015 dan masuk posisi 15 besar.

Lepas sebagai Ratu Kecantikan, ia tampil di beberapa acara petualangan. Saat ini, Anindya Kusuma Putri berprofesi sebagai Juru Bicara Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia.

6. Susanty Manuhutu

Susanty Manuhutu meraih gelar Puteri Indonesia 1995. Skill komunikasinya pun kian terasah dan membawa Susanty pada beragam profesi. Ia sempat terjun sebagai reporter di salah satu stasiun televisi.

Kemudian, ia melangkah ke industri migas di 1999. Saat ini, Susanty Manuhutu bekerja sebagai juru bicara di salah satu perusahan minyak multinasional.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Cerita di Balik Penemuan Jasad Wanita di Pemakaman Umum Serang

Liputan6.com, Serang – Wanita berinisial T (43) ditemukan tewas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kawasan Kelurahan Banjarsari, Serang, Banten, pada 10 Januari 2019. Warga sekitar pun heboh.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Polres Serang Kota, wanita T adalah korban pembunuhan. Korban diketahui merupakan ibu tiga orang anak. Penyelidikan pun dilakukan.

Polisi berhasil menangkap Anton (23), pria asal Cikeusik, Pandeglang yang mengomntrak rumah di Tambora, Jakarta Barat. Anton diduga kuat sebagai kekasih gelap korban dan pelaku pembunuhan.

Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Ifan Dittira mengatakan, pelaku berkenalan dengan korban di dalam angkot jurusan Pakupatan-Cikande, dan saling bertukar nomor handphone, pada Kamis, 3 Januari 2019.

Malamnya, Anton menggoda Tia dan janjian bertemu di Cikande Asem, Kabupaten Serang, pada Jumat, 4 Januari 2019. Keduanya lalu menaiki angkot menuju Serang Kota dan turun di lokasi kejadian.

Pelaku mengaku sempat bercinta dengan korban di makam. Usai berhubungan badan, pelaku Anton bicara jujur ke korban, bahwa dia tidak bekerja dan tinggal di kontrakkan.

Seketika korban marah, lantaran merasa tertipu dan sudah mau berhubungan intim. Anton tersinggung, kemudian mencekik dan membunuh korban.

“Korban berteriak marah. Pelaku panik dan pelaku mencekik korban. Mayat korban ditemukan dan di bagian leher terdapat tali tambang dan tangan di ikat oleh kain,” kata AKP Ifan Dittira, Selasa (15/01/2019).

Anton ditangkap pada 15 Januari 2019, pukul 02.00 WIB dini hari. Saat hendak ditangkap, Anton sempat melarikan diri. Timah panas pun bersarang di kaki kanannya.

“Kami lakukan pembuntutan sebelum ditangkap. Pelaku diancam pidana 20 tahun, dikenakan pasal 339 KUHAP,” jelasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Cerita Tentang Pembunuhan Dukun Santet 1998-1999 yang Terlupakan

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah saat ini masih mempunyai pekerjaan rumah yang cukup besar yakni dalam menangani kasus pelanggaran HAM berat. Salah satu pengusutan HAM berat yang sampai kini belum tuntas dan hampir terlupakan yakni peristiwa pembunuhan dukun santet tahun 1998-1999.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pun kembali membuka kasus ini. Karena, pada tahun 2015 pihaknya telah membentuk tim ad hoc hingga hingga saat ini untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Komnas HAM telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan (SPDP) kepada Jaksa Agung selaku penyidik tertanggal 22 Maret 2016,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

Beka menjelaskan, kasus ini diawali dengan perburuan dan pembunuhan terhadap orang yang diduga melakukan santet atau praktik ilmu hitam. Hal ini dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap isu tertentu di beberapa wilayah Jawa Timur.

“Sebelum terjadinya kekerasan dengan isu dukun santet, masyarakat terkondisikan dengan kekerasan dan penjarahan toko-toko yang sebelumnya berawal dan unjuk rasa untuk menurunkan harga karena kesulitan ekonomi. Situasi ini membuat masyarakat sangat sensitif terhadap isu yang menyebar,” jelasnya.

Setelah itu, berkembang isu bahwa pembunuh dalam peristiwa ini dilakukan oleh warga sipil dan oknum asing yang disebut ninja.

“Hasilnya, korban bukan merupakan dukun santet atau orang yang memiliki kesaktian seperti yang dituduhkan, melainkan orang yang memiliki pengaruh khusus di masyarakat seperti pemuka agama,” ujarnya.

Beka menilai, adanya pelambatan penanganan dari para aparat. Padahal, sudah ada koordinasi antar aparat di tingkatan wilayah hingga ke tingkat pusat yang menghasilkan beberapa kebijakan.

“Adanya kesan pembiaran karena kami menemukan fakta bahwa aparat mengetahui situasi dan menerima laporan, tetapi terlambat mengambil tindakan atau tidak menindak secara efektif,” ungkapnya.

Berdasarkan kesimpulan tersebut, tim telah menyerahkan laporan kepada Jaksa Agung RI sebagai Penyidik Pelanggaran HAM Berat untuk dilakukan penyidikan.

2 dari 3 halaman

Rekomendasi untuk Jokowi

Selain itu, Komnas HAM telah merekomendasikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan permintaan maaf terhadap para korban atas peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu.

“Kami juga merekomendasikan presiden menetapkan secara khusus perencanaan program nasional pemulihan yang perwujudannya dapat terukur,” ucapnya.

“Kemudian, memerintahkan segenap kementerian maupun instansi pemerintah daerah untuk mengalokasikan kemampuan finansial, prosedur, dan administratif yang dimiliki untuk mendukung upaya-upaya pemuliharı korban,” sambungnya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tangkal Perpecahan, Mahfud MD Gagas Gerakan Suluh Kebangsaan

Surabaya – Situasi nasional menjelang pemilu 17 April 2019 semakin memanas. Berangkat dari hal itu, beberapa tokoh nasional yang dimotori Mahfud MD kemudian mencetuskan Gerakan Suluh Kebangsaan. Dari gerakan ini, ia menyerukan agar masyarakat memaknai pemilu sebagai pesta demokrasi yang menyenangkan bukan sebaliknya.

“Gerakan ini berangkat dari keprihatinan melihat perkembangan kebangsaan kita menjelang pesta politik tahun 2019 apa keprihatinan itu. Pemilu itu kan pesta kalau pesta Harusnya kan menyenangkan tidak ada pesta itu susah tidak ada namanya pesta itu berantem bertengkar,” kata Mahfud saat berbincang-bincang dengan puluhan awak media di Surabaya, Selasa (15/1/2019).

Mahfud melanjutkan, jika pemilu dimulai dengan pertengkaran maka kemungkinan besar akan juga menghasilkan yang tidak baik. Karena sejatinya pemilu itu memilih pemimpin.

“Silakan mencari pemimpin bersama, silakan dicari calon yang terbaik. Tapi setelah pemilu selesai maka pemimpin itu akan menjadi pemimpin bersama. Pemilu itu hanya 5 tahun sekali. Sedangkan kita bersaudara untuk selamanya,” ujarnya.

Gerakan Suluh Kebangsaan yang dimotori Mahfud MD dan tokoh-tokoh nasional akan mengadakan jelajah kebangsaan. Jelajah itu meliputi hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia.

“Rombongan kami akan mengunjungi kota-kota besar. Yogyakarta sudah, Jakarta sudah dan besok Surabaya. Sesudah itu akan ke Medan, Makassar Pekanbaru dan sebagainya untuk berkeliling menyampaikan seruan-seruan di setiap kota,” kata Mahfud.

“Topiknya akan berbeda-beda dari kota ke kota. Kita akan lebih menyapa masyarakat ke bawah di setiap kota yang disinggahi,” lanjutnya.

Sedangkan untuk di Pulau Jawa, Gerakan Suluh Kebangsaan akan mengadakan Jelajah Kebangsaan pada tanggal 23 sampai 29 Januari 2019. Acara perjalanan itu akan dilakukan dengan naik kereta api dari Merak sampai Banyuwangi.

“Di stasiun-stasiun tertentu kita akan turun bertemu dengan rakyat dan mendatangkan tokoh-tokoh lokal misalnya kami berangkat dari Merak siapa di situ tokoh lokalnya lalu kita bertemu dan diskusi dalam suasana kebersamaan,” beber mantan Ketua MK itu.
(rvk/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pengedar Ganja 103 Kg, Divonis Hukuman Mati

Liputan6.com, Tangerang Gunawan alias Batak (53) terdakwa penerima daun kering ganja asal Aceh seberat 103 kilogram, divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (15/1/2019).

Gunawan tertangkap basah telah menerima ganja seberat 103 kilogram dari Aceh yang dikirim melalui agen pengiriman barang.

Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Sobrani Binzar mengatakan, hal tersebut sesuai dengan tuntutan yang ditimpakan kepada Gunawan pada sidang tuntutan.

“Telah diputus vonis atas nama batak dengan pidana mati. Yang mana sebelumnya dituntut dengan pidana mati kemudian dengan adanya pleidoi, kemudian hari ini putusan oleh Majelis Hakim,” jelas Sobrani di PN Tangerang.

Namun, dalam vonis yang dijatuhkan tersebut, terdakwa Gunawan alias Batak belum inkrah dan mengajukan banding melalui kuasa hukumnya.

Dikesempatan yang sama, kuasa hukum Gunawan Abel Marbun mengatakan dirinya merasa keberatan atas vonis majelis hakim karena tak sesuai fakta di lapangan.

“Langkah-langkah hukum kita adalah banding, karena fakta-fakta dipersidangan dan majelis hakim selalu mengesampingkan fakta-fakta di lapangan,” terang Abel.

Dimana, kata Abel, Gunawan dikenakan pasal 114 ayat 2 juncto 132 ayat 1 Undang-undang Narkotika nomor 35 tahun 2009. Padahal menurut Abel, fakta di lapangan, Gunawan hanya menerima dan menyimpan 103 kilogram ganja dari Aceh.

“Dalam pasal 114 ayat 2 dimana itu unsurnya sudah jelas menawar untuk dijual. Kalau memang dia menawar untuk dijual, siapa pembeli dan diserahkan kepada siapa?” kata Abel.

2 dari 3 halaman

Residivis

Namun, dia juga mengatakan tidak ada fakta untuk meringankan hukuman Abel selaku penerima barang haram tersebut. Sebab, diketahui Batak alias Gunawan merupakan residivis pada kasus serupa yang telah divonis empat tahun masa kurungan pada tahun 2012 silam.

“Tidak ada yang meringankan karena dia kan residivis jelas di situ unsurnya. Kalau residivis itu kan perkara pertama dan hanya empat tahun jelas,” terang Abel.

Sebelumnya, terungkapnya kasus penyeludupan itu, bermula dari pengiriman paket mencurigakan melalui kantor pos dari Aceh menuju Ciputat, Kota Tangerang Selatan, pada Juli 2018.

Saat di tempat terdakwa yang beralamat di jalan Menjangan, kelurahan Pondok Ranji Ciputat, Tangerang Selatan, petugas dari Badan narkotika Nasional RI menciduk pelaku, berikut barang bukti 104 kardus berisi ganja.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Penjualan Baby Lobster di Cirebon Masih Marak

Liputan6.com, Cirebon – Praktek jual beli satwa laut ilegal jenis Baby Lobster masih marak terjadi. Terutama di sepanjang pantai selatan Jawa Barat.

Tercatat 9575 ekor Baby Lobster jenis mutiara dan pasir berhasil diamankan jajaran Dit Polairud Polda Jabar di awal tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9548 Baby Lobster jenis pasir dan 117 jenis mutiara.

“Penangkapannya hari Senin 14 Januari 2019 lalu di Desa Loji Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat,” kata Direktur Polairud Polda Jabar Kombes Pol Widi Handoko di Cirebon, Selasa (15/1/2019).

Dia mengungkapkan, penangkapan tersebut hasil dari pengembangan informasi yang diberikan oleh warga setempat. Jajaran Ditpolairud Polda Jabar menangkap dua pelaku yang diduga akan melakukan transaksi secara ilegal.

Kedua pelaku, diketahui akan melakukan transaksi Baby Lobster ke pengepul besar yang ada di Provinsi Banten. Dari hasil penangkapan tersebut, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 2,3 miliar.

“Baby Lobster merupakan salah satu satwa laut yang dilindungi pemerintah oleh karena itu banyak tangkap untuk di perjual belikan secara ilegal,” kata dia.

Dia mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, harga jual Baby Lobster dari nelayan Rp 15 ribu per ekor, kemudian dijual ke pengepul di Banten Rp 16 ribu per ekor. Dari pengepul di Banten, Baby Lobster dijual ke pengepul besar dengan harga bervariasi.

Untuk Baby Lobster jenis mutiara dijual Rp 300 ribu per ekor dan jenis pasir Rp 250 ribu per ekor. Atas perbuatannya, dua pelaku dijerat Pasal 88 UU RI no 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 2004 tentang perikanan Jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan dendan Rp 1,5 milyar.

“Baby Lobster dijual ke Jakarta maupun Jambi bahkan luar negeri. Kami akan kembangkan terus sejauh mana aktivitas jual beli baby lobster ilegal ini,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Lepas Liar

Dia mengatakan, pihaknya akan menyerahkan hasil tangkapan Baby Lobster ke Balai Karantinan Jawa Barat untuk segera dilepas liarkan.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh iming-iming keuntungan hasil ilegal fishing. Dia juga akan meningkatkan sinergi dengan seluruh lapisan masyarakat guna menekan praktek ilegal fishing.

“Dari tahun ke tahun Ilegal Fishing Baby Lobster yang paling sering kami tangani. Tahun lalu kami banyak ungkap kasus ini,” kata dia.

Kepala Stasiun Karantinan Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPKP) Cirebon Obing Hobir mengatakan, ribuan Baby Lobster tersebut akan segera dilepas liarkan. Namun, pihaknya masih melihat kondisi perairan di Jawa Barat.

Namun, pelepas liaran tersebut tidak berarti di perairan asal Baby Lobster diburu pengepul. Dia menyebutkan, perairan selatan Jawa Barat merupakan habitat terbesar Baby Lobster.

“Lihat sikon dan kondisi laut yang tenang baru kami lepas liarkan kemungkinan yang terdekat di Pangandaran ya,” kata dia.

Obing menyebutkan, Baby Lobster banyak diburu dan dijual ke sejumlah restauran di luar negeri. Vietnam merupakan salah satu negara tujuan ekspor Baby Lobster secara ilegal.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Angka Kemiskinan Kembali Turun, Ini Kata Menko Darmin

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Indonesia pada September 2018 mencapai 25,26 juta orang atau sebesar 9,66 persen. Angka ini menurun 0,28 juta orang dibandingkan Maret 2018.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, menurunnya angka kemiskinan ini tidak lepas dari campur tangan pemerintah. Di mana, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sepanjang 2018 mulai dari dana bantuan sosial hingga dana desa.

“Itu hasil hitungan. Hasil hitungan bukan kita yang hitung. Dengan pengeluaran pemerintah bantuan sosial apapun itu kombinasinya bagus hasilnya. sehingga tingkat kemiskinannya turun. Bayangkan kalau naik?,” kata dia di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Dia mengaku optimis tingkat kemiskinan ke depan dapat kembali ditekan. Sebab, pemerintah tidak akan mengubah berbagai kebijakan yang sudah dijalankan. Termasuk juga konektifitas terhadap pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan.

“(Penurunan akan berlanjut?) Kenapa tidak, emangnya kita mendadak mengubah kebijakan kita secara drastis kan enggak. Mungkin malah ke depan kalau infrastruktur itu sebenarnya apalagi kalau lihat infrastruktur strategis saja yang ada itu yang selesai sampai akhir tahun 2019 itu mungkin ya 50-60 persen masih jalan dia tidak berarti belum dimulai yang lain. sudah mulai tapi infrastruktur itu kan proyeknya 3 tahun 4 tahun,” jelas dia.

“Intinya tingkat kemiskinan sudah turun seberapa besar. Sudah bisa jawab lah mana yang disebakan oleh infrastruktur dan bansos,” dia menambahkan.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada September 2018 sebesar 9,66 persen menurun 0,16 persen poin dibandingkan Maret 2018.

Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan persentase penduduk miskin pada periode Maret hingga September 2018 di daerah perkotaan mengalami penurunan sebesar 13,1 ribu orang. Sedangkan penduduk miskin di pedesaan tercatat turun sebesar 261,1 ribu orang.

“Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 7,02 persen menjadi 6,89 persen. Sementara di pedesaan turun dari 13,20 persen menjadi 13,10 persen,” katanya.

Sementara itu, apabila melihat persentase dari jumlah penduduk miskin berdasarkan kepulauan pada September 2018, terlihat bahwa penduduk miskin terbesar berada di wilayah Pulau Maluku dan Papua yaitu sebesar 20,94 persen. Sedangkan persentase penduduk terendah berada di Pulau Kalimantan, yaitu 5,98 persen.

“Dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa sebanyak 13,19 juta orang sedanhkan jumlah pennduduk miskim terendah berada di Pulau Kalimantan 0,97 juta orang,” dia menandaskan.

Jalani Operasi Obesitas, Ini Kabar Terbaru Titi Wati

Liputan6.com, Palangka Raya – Titi Wati, warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah, perempuan obesitas yang memiliki bobot hingga 350 kilogram masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus.

Setelah dimasukkan ke RSUD, Titi Wati pun mulai menjalani diet ketat. Hal ini sangat diperlukan agar ia bisa menjalani operasi bariatrik. Operasi tersebut merupakan operasi pemotongan usus lambung.

Dengan begitu, diharapkan berat badan Titi Wati hingga 15-20 kg dalam sebulan. Nantinya, volume lambung Titi Wati akan berkurang hingga 50 persen.

Usai menjalani diet ketat, Titi Wati pun menjalani dioperasi hari ini. Dokter dari RS Sanglah, Bali juga khusus didatangkan untuk membantu operasi.

Dokter pun sudah siap melakukan operasi. Keluarga juga mendampingi Titi Wati jelang operasi.

Berikut 3 fakta dari keluarga Titi Wati jelang operasi Titi Wati yang dihimpun Liputan6.com:

2 dari 5 halaman

1. Keluarga Menemani Operasi Hari Ini

Suasana haru terlihat pagi ini, Selasa (15/1/2019) di kamar Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Dorrys Sylvanus Palangka Raya menjelang operasi bedah digestif terhadap Titi Wati (37), pasien obesitas yang mempunyai berat 350 kilogram.

Sejumlah keluarga seperti Faedy (suami), Herlina (anak), keponakan dan kakak kandung Titi Wati tampak menangis saat keluar dari ruangan, meninggalkan Titi Wati yang hendak masuk ruang operasi.

Titi Wati sekitar pukul 07.00 WIB telah dipindahkan dari ruang Aldeweis kamar Nomor 25 yang telah ditempatinya selama 4 hari ini ke ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS), tempat ia akan dioperasi bedah digestif. Operasi dimulai pada pukul 10.00 WIB dan ditangani oleh delapan dokter bedah yang datang langsung dari Bali.

3 dari 5 halaman

2. Suami Mendampingi

Menurut Faedy (54), suami Titi Wati, keluarga menangis terharu karena akhirnya Titi Wati bisa dioperasi dengan bantuan banyak pihak.

“Operasi ini kan bagi kami baru pertama kali, jadi batin kami bergejolak antara sedih dan senang,” ujarnya.

Pria asal Pacitan, Jawa Timur, ini berharap agar operasi yang dilakukan tim dokter bisa berjalan dengan baik.

“Kami mohon doa semua pihak agar operasi istri saya bisa berjalan lancar,” katanya.

4 dari 5 halaman

3. Motivasi dari Ibu Gubernur

Faedy, suami Titi Wati yang berprofesi sebagai pencari kayu di hutan itu mengaku biaya berobat dan operasi sudah ditanggung oleh pemerintah dan pihak lain secara pribadi.

“Bahkan baru saja Ibu Gubernur (Yulistri Ivo Azhary, istri Gubernur Kalteng Sugianto Sabran) juga menjenguk istri saya,” kata Faedy.

usai melihat kondisi pasien Titi Wati, Yulistri Ivo Azhary mengatakan kedatangannya ke rumah sakit Dorrys Sylvanus adalah dalam rangka memberikan motivasi dan kekuatan kepada Titi Wati sebelum menjalani proses operasi.

“Karena yang namanya operasi tentu pasien agak panik,” ujarnya.

Ia juga meminta agar pihak rumah sakit Dorrys Sylvanus agar selalu memberikan informasi perkembangan pasien ini kepada gubernur dan dirinya.

“Supaya kalau ada apa-apa kita siap bantu,” katanya.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jalani Uji Laik, Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Tersambung Penuh

Liputan6.com, Jakarta Setelah beroperasi secara fungsional pada periode libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah-Tebing Tinggi) menjalani uji laik pada tanggal 10 dan 11 Januari 2019. Uji laik ini merupakan kewajiban sebelum suatu ruas tol resmi beroperasi penuh.

Uji laik ini dilakukan sejumlah unsur terkait antara lain dari Ditjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Balai II Pengelola Transportasi Darat Medan, dan Korlantas.

“Meskipun ada beberapa hal kecil yang perlu disempurnakan yaitu perbaikan rounding, saluran air dan penambahan rumput di lereng jalan tol. Dan ini akan diselesaikan dalam waktu kurang dari dua minggu,” ujar Direktur Utama PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT) Agus Suharjanto, Selasa (15/1/2019).

“Mudah-mudahan izin laik fungsi dan operasional segera kita dapatkan,” sambung dia.

Terbentang sepanjang 9,3 kilometer, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah-Tebing Tinggi) merupakan seksi terakhir ruas Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang telah selesai pembangunannya pada Desember 2018 lalu.

Sementara Seksi 2-6 (Kualanamu-Sei Rampah) telah dioperasikan sejak Oktober 2017 dan Seksi 1 (Tanjung Morawa-Parbarakan) telah dioperasikan sejak Agustus 2018. Keseluruhan ruas tol ini dikelola oleh PT JMKT yang merupakan kelompok usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Diharapkan, dalam Triwulan I 2019 ini, Seksi 7 (Sei Rampah-Tebing Tinggi) dapat beroperasi penuh. Jika sudah dapat beroperasi penuh, keberadaan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dinilai dapat mempersingkat flat waktu tempuh Medan-Tebing Tinggi, dari 2-3 jam menjadi sekitar 1 jam.

Selain itu, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi juga diperkirakan bisa memperlancar arus transportasi dan logistik antara Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke, dan Kawasan Pariwisata Danau Toba.

2 dari 2 halaman

Waskita Karya Targetkan Jual 5 Ruas Tol pada 2019

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) akan menawarkan 18 ruas tol miliknya kepada investor. Pada 2019, lima ruas tol ditargetkan bisa dijual kepada pihak swasta.

Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, I Gusti Ngurah Putra mengatakan, langkah bisnis perseroan dengan menjual ruas tol sebagai salah satu langkah untuk menjaga keuangan Waskita Karya tetap sehat. Selain itu, bisnis utama dari Waskita sebenarnya yaitu sebagai kontraktor, bukan operator tol.‎

“Kami bicara institusi keuangan selalu bicara, bagaimana me-maintenance keuangan Waskita tetap sehat. Kalau divestasi enggak jalan, Waskita tak mampu lagi investasi karena strategi awal Waskita masuk tol bukan sebagian operator tol tapi developer maka Waskita terus me-leverage asetnya bukan sebagai operator,” ujar dia di Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Namun, Putra belum bisa memastikan ruas tol mana saja yang akan dijual terlebih dulu. Menurut dia, ruas tol yang ditawarkan akan diprirotaskan pada tol yang sudah selesai pembangunannya.

“Terutama sudah operasi, sudah serah terima, sudah 100 persen, supaya tidak ada dispute. Kapan realisasinya saya juga enggak tahu,” kata dia. 

Sementara itu, Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan menyatakan, pada tahun ini setidaknya ada 5 ruas tol yang dijual kepada investor. Untuk ruas tolnya, akan diserahkan kepada investor ingin membeli ruas tol yang mana sesuai dengan minat dan perhitungan bisnisnya.

“Kalau target cash belum bisa bicara. Tapi divestasi tahun ini targetnya 5 ruas tol yang ingin kita capai, kalau bisa lebih itu kita harapkan,” tandas dia.

Adapun 18 ruas tol Waskita Karya antara lain Depok-Antasari,‎ Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu,‎ Bogor-Ciawi-Sukabumi, Pemalang-Batang, Tol Krian Legundi-Bunder, ‎Kayu Agung-Palembang-Betung,‎ Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Medan-Kualanamu-Tebinggi Tinggi.

Selain itu, ada Tol Pejagan-Pemalang, Pasuruan-Probolinggo, Jakarta-Cikampek Elevated, Probolinggo-Banyuwangi, Cimanggis -Cibitung, Cibitung-Cilincing, Kanci-Pejagan, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Semarang-Batang.