Kembali Erupsi, Luncuran Awan Panas Gunung Merapi Makin Jauh

Liputan6.com, Yogyakarta – Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan empat kali guguran lava pijar pada Minggu dengan jarak luncur 250-1.000 meter. Hal ini berdasarkan keterangan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dari keterangan resminya menyebutkan, berdasarkan pengamatan melalui CCTV mulai pukul 00:00-06:00 WIB, empat kali guguran lava pijar Gunung Merapi itu mengarah ke hulu Kali Gendol.

Selain guguran lava, pada periode tersebut tercatat 15 kali gempa guguran dengan amplitudo 4 hingga 65 mm selama 13 hingga 100 detik, dan 2 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-12 mm selama 8-15 detik.

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 70 meter di atas puncak kawah.

Dilansir Antara, angin di gunung itu bertiup lemah ke arah tenggara. Suhu udaranya 17-20.2 derajat celsius dan kelembapan udaranya 66-87 persen dan tekanan udara 567-706 mmHg.

Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

Simak video pilihan berikut ini:

Warga bersama TNI memperbaiki jalur evakuasi guna mengantisipasi erupsi Gunung Merapi yang bisa kapan saja terjadi.

Tak Hanya Murah, Kenali Lebih Jauh Industri Fast Fashion

Dampak yang ditimbulkan dari industri Fast Fashion sangatlah besar. Tekanan untuk mengurangi biaya dan mempercepat waktu produksi, memiliki arti bahwa lingkungan produksi juga pasti menyempit.

Dampak negatif dari Fast Fashion, termasuk di dalamnya penggunaan pewarna tekstil yang murah dan berbahaya. Penggunaan pewarna yang berbahaya tersebut, membuat industri mode menjadi industri pencemar air bersih terbesar kedua secara global setelah industri pertanian.

Tekstil yang murah juga meningkatkan dampak yang ditimbulkan oleh Fast Fashion. Poliester adalah salah satu jenis kain paling populer yang berasal dari bahan bakar fosil. Kain tersebut memiliki kontribusi terhadap pemanasan global dan dapat melepaskan serat mikro yang menambah tingkat plastik di lautan ketika dicuci.

Namun tak hanya bahan poliester, “bahan alami” pun dapat menjadi masalah pada skala tuntutan Fast Fashion. Bahan katun membutuhkan air dan pestisida dalam jumlah yang banyak, khususnya pada negara-negara berkembang.

Hal ini meningkatkan risiko kekeringan, menciptakan tekanan besar pada sumber air, masalah pada kualitas tanah, serta berbagai masalah lingkungan lainnya.

Persaingan dalam lingkup sumber daya antara perusahaan dan komunitas lokal juga menjadi salah satu masalah tersendiri. Kecepatan permintaan yang konstan berarti bahwa ada tekanan lain yang meningkat pada masalah lingkungan. Contohnya pembukaan lahan, keanekaragaman hayati, serta kualitas tanah yang menurun hingga memiliki risiko kekeringan.

Selain itu, pengolahan bahan kulit juga memiliki dampak bagi lingkungan. Itu karena, ada 300kg bahan kimia yang digunakan untuk setiap 900kg penyamakan kulit binatang.

Sejalan dengan cepatnya proses produksi pakaian, juga berarti bahwa ada semakin banyak pakaian yang telah dibuang oleh konsumen. Selain adanya biaya lingkungan yang ditimbulkan oleh Fast Fashion, ada juga biaya manusia.

Fast Fashion memiliki dampak kepada para pekerja garmen yang diketahui bekerja di lingkungan yang berbahaya dengan upah yang rendah dan tanpa ada kebijakan hak asasi manusia.

Jika dilihat lebih jauh ke bawah, ada pula petani yang mungkin bekerja dengan bahan kimia beracun. Tentu saja hal tersebut memiliki dampak yang buruk pada kesehatan fisik dan mental mereka, sebuah permasalahan yang disorot oleh film dokumenter “The True Cost”.

Namun, tak hanya manusia dan lingkungan, hewan juga terkena dampak dari adanya Fast Fashion. Selain pewarna berbahaya yang dibuang pada saluran air, serat mikro yang terdapat di dalamnya juga dapat dicerna oleh kehidupan laut.

Ketika produk hewani seperti kulit dan bulu digunakan, kesejahteraan hewan juga turut berisiko. Sebuah skandal yang terungkap belakangan ini, menyatakan bahwa bulu asli, termasuk bulu kucing, sebenarnya telah ditukar dengan bulu palsu dan dijual kepada pembeli misterius di Inggris.

Namun kebenarannya adalah, ada begitu banyak bulu asli di peternakan yang diproduksi dengan kondisi yang mengerikan. Kondisi tersebut membuat bahan baku bulu menjadi lebih murah untuk dibeli dan diproduksi apabila dibandingkan dengan bulu palsu.

Pada akhirnya, produk Fast Fashion dapat memengaruhi konsumen itu sendiri. Mendorong budaya “mudah membuang pakaian” sebagai akibat dari kualitas produk yang rendah dan kecepatan produksi mode tren terbaru.

Fast Fashion secara tidak langsung membuat kita percaya bahwa kita harus berbelanja dengan lebih sering dan lebih banyak lagi agar tetap bisa mengikuti arus tren yang ada. Hal itu pun akan menimbulkan sikap kebutuhan sekaligus ketidakpuasan secara konstan dan bergantian.

Tren ini juga menuai kritik atas alasan hak kekayaan intelektual. Para desainer juga menyatakan bahwa desain mereka secara ilegal diproduksi ulang oleh para peretail.

Grace Natalie: Quick Count Pilpres Sulit Meleset Jauh

Jakarta – Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie bicara soal hasil hitung cepat (quick count) dari beberapa lembaga survei pada Pemilihan Presiden 2019. Menurutnya, hasil hitung cepat itu tidak jauh berbeda dengan hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Tapi buat kami quick count itu sebenarnya akurasinya sangat tinggi,” ujar Grace di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).

Dikatakan Grace, jika dilihat dari metodologi perhitungan, hasil dari hitung cepat tidak berbeda dengan penghitungan suara yang dilakukan KPU. Kalaupun berbeda, menurut Grace hanya, berbeda nol koma hingga satu persen.
“Quick count kalau kita lihat berdasarkan metodologi paling jauh dia melesetnya 1 persen. Bahkan kalau dari pemilu sebelumnya sampai 0,1 atau 0,2 persen saja,” kata Grace.
Namun, Grace masih menunggu penghitungan resmi dari KPU. “Kita tentu akan menunggu hasil penghitungan real count yang resmi dari KPU,” kata dia.

Namun, dia kembali menegaskan hasil hitung cepat sudah memberikan gambaran kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Dengan demikian, hasil dari KPU nantinya tidak akan beda jauh dengan hasil dari mayoritas lembaga survei saat ini.

“Tapi quick count seharusnya sudah bisa memberikan gambaran. Tapi kalau meleset sampai cukup jauh rasanya sulit ya,” tuturnya.
(idh/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

7 Potret Lawas Pemilu Pertama di Indonesia, Tak Jauh Beda dengan Sekarang

Liputan6.com, Jakarta – Pada Rabu (17/4/2019), menjadi hari pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia. Pagi tadi dengan serentak warga Tanah Air telah menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. Dalam hitungan bulan, seluruh rakyat Indonesia akan mengetahui siapakah Presiden dan Wakil Presiden yang akan memimpin Indonesia 5 tahun ke depan.

Menilik sejarah tentang pemilihan umum, mungkin banyak yang belum tahu bahwa pemilu pertama kali dilakukan pada 1955. Pemilihan umum ini pertama kali dilakukan usai Indonesia merdeka. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1953, pemilu dilaksanakan dalam rangka memilih anggota-anggota parlemen (DPR) dan Konstituante (sejenis MPR).

Digelar di penghujung September 1955, pemilu pertama di Indonesia nampaknya tak berbeda jauh dengan pemilu yang saat ini dijalani. Rakyat akan diberikan surat suara dan akan dipersilahkan masuk ke bilik pemungutan suara untuk mencoblos surat suara.

Lantas, apa kalian penasaran seperti apa potret pemilu pertama di Indonesia tersebut? Dikutip dari berbagai sumber, berikut foto-fotonya.

Kata-kata Romantis Buat Pacar yang Jauh di Sana, LDR Bukan Masalah

Jarak Tidak Ada Artinya

“Jarak bukanlah penghalang saat seseorang berarti segalanya”. – Tom McNeal

Ujian yang harus dilewati dua orang yang saling mencintai itu bermacam-macam, salah satunya jarak yang memisahkan mereka. Namun, hal itu tak akan terasa jika kamu telah mencintainya dengan sepenuh hati, seseorang yang sangat berarti dan selalu mengisi hari-harimu.

Kata kata romantis buat pacar yang jauh di sana ini pas banget buat menggambarkan jalinan cinta kamu dengan pasangan yang sedang hangat-hangatnya. Jarak yang memisahkan tidak menjadi penghalang ketika dua orang sudah berkomitmen untuk saling menjaga dan mencintai.

Cinta Butuh Perjuangan

“Tak ada cinta yang hebat tanpa adanya perjuangan yang hebat pula”. – Piash

Setiap tahapan kehidupan yang kamu jalani pastilah membutuhkan perjuangan. Begitu halnya dengan jalinan cinta yang sedang kamu jalani dengan dirinya. Seiring bertambahnya usia pacaran, kemungkinan kalian akan semakin banyak menemukan cobaan.

Terlebih cinta jarak jauh yang sedang kamu jalani saat ini. Dua orang yang saling dekat saja rentan mengalami salah paham, apalagi kamu yang sedang menjalani LDR. Tapi, justru dari situlah kamu benar-benar bisa merasakan perjuangan cinta yang sesungguhnya.

Cinta Sejati

”Cinta sejati bukan berarti tak terpisahkan. Tak mengapa terpisah, asalkan tidak ada yang berubah”. – Wayne Dyer

Pasangan yang memiliki cinta sejati itu bukanlah mereka yang tidak terpisahkan. Selama kamu dan pasangan masih sama-sama berjuang dan memiliki tujuan yang sama, dengan sendirinya kamu akan merasakan keagungan dari cinta sejati itu sendiri.

Cinta sejati juga bukan sekadar kata-kata, tetapi juga butuh pembuktian. Salah satunya dengan berjuang mempertahankan komitmen yang telah dibangun. Caranya dengan saling percaya dan menjaga komunikasi agar hubungan jarak jauh yang kalian jalani berjalan dengan baik.

Arti Jatuh Cinta dan Mencintai Ternyata Jauh Berbeda

Liputan6.com, Jakarta – Jatuh cinta bisa menjadi momen yang sering kita anggap unik. Itu karena datangnya yang secara tiba-tiba, sangat membahagiakan bahkan mengkhawatirkan di waktu yang sama. Setelah jatuh cinta, apakah kita akan otomatis mencintai?

Kita mungkin sering menganggap bahwa jatuh cinta dan mencintai sebagai hal yang sama. Sekilas tak pernah ada perbedaan di antara keduanya. Namun ternyata, antara jatuh cinta dan benar-benar cinta sebenarnya memiliki banyak perbedaan.

Dilansir dari Fimela, 31 Maret 2019, seseorang bisa dengan mudah jatuh cinta. Tapi, hanya sedikit orang yang mau dan mampu mempertahankan cinta tersebut setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan orang yang dicintainya.

Saat Anda jatuh cinta, Anda ingin memiliki dan dimiliki. Tapi ketika hati Anda tulus mencintai, melihatnya bahagia tanpa harus memilikinya sudah membuat Anda merasa cukup. Cinta yang sesungguhnya bukan semata-mata hasrat ingin memiliki dan dimiliki.

Cinta sejati adalah cinta yang kehadirannya sangat berarti di hidup Anda tanpa menuntutnya untuk menjadi milk Anda. Mereka yang sedang jatuh cinta biasanya akan membuatnya lebih sering meminta, minta diperhatikan, minta mendapat balasan cinta yang sama besar bahkan lebih besar dan meminta agar orang yang dicintainya selalu ada di sisinya.

Di sisi lain, ketika seseorang mencintai dengan tulus, ia akan lebih banyak memberi tanpa meminta. Saat memberi, seseorang yang cintanya tulus tak akan meminta balasan atas apa yang telah ia berikan.

Jatuh cinta membuat emosi seseorang meladak-ledak tanpa bisa dikendalikan dengan baik. Sebaliknya, mereka yang sungguh-sungguh mencintai, emosinya bisa diatur dengan sangat baik. Seseorang yang tulus mencintai tak akan emosi ketika cintanya tak terbalas.

Emosi orang yang sungguh mencintai pun tak pernah kelewat batas. Mencintai dengan sungguh-sungguh membuat Anda selalu ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Mencintai seseorang dengan tulus juga mengajarkan Anda untuk mencintai dan menghargai diri Anda sendiri dulu.

Cinta yang sesungguhnya adalah ketika cinta itu membuat Anda maupun membuatnya bahagia. Bukan sebaliknya, di mana diri Anda dan dirinya justru menderita karenanya.  (Mimi Rohmitriasih/Fimela.com)

Saksikan video pilhan di bawah ini:

Edmilson dan Karine de Souza berhasil buat warganet terharu karena kisah cinta mereka yang tidak memandang fisik namun berasal dari hati setelah foto pertunangan mereka diunggah oleh Daniel Panisson Fotografias di Facebook.

Mengenal Lebih Jauh Istri Sandiaga Uno, Nur Asia

Rupanya, Nur Asia Uno juga menjadi sosok di balik penampilan tampan Sandiaga Uno. Nur Asia menjadi fashion stylish bagi sang suami. Selama ini, Sandiaga dikenal dengan seseorang yang kerap tampil modis meski usianya sudah tidak lagi muda.

” Saya yang mendandani pasangan. Sandi kan sibuk kerja, dan memang anak saya yang nomor satu juga nurun sifatnya gak suka belanja. Katanya bikin pusing. Jadi semua saya atur mulai dari sepatu sampai baju,” kata Nur Asia.

Meski begitu, ia mengaku tidak berkiblat pada desainer tertentu. Nur Asia hanya menyesuaikan dengan selera pribadinya.

Di antara berbagai gaya fashion, Nur Asia mengaku paling suka menata penampilan Sandiaga dengan gaya klasik. Selain mudah, gaya klasik juga takkan pernah lekang oleh waktu.

Nur Asia juga mengungkapkan hampir sebagian besar gaya busana Sandiaga berasal dari hasil mendesain baju sendiri. Seorang tukang jahit telah sejak lama menjadi langganannya.

Walau memakan waktu cukup lama, Nur Asia mengaku cara ini lebih efektif karena busana dapat disesuaikan dengan selera yang diiginkan.

” Saya lebih senang bikin sendiri karena lebih bebas. Desain sendiri, saya suruh tukang jahit seperti apa modelnya,” kata dia.

Namun, ia menampik jika semua pakaian sang suami dari hasil menjahit sendiri. Karena saat terpepet waktu, maka Nur Asia akan membelikan pakaian ready to wear atau siap pakai untuk sang suami.

AS Memulai Program Rudal Jarak Jauh Pasca-Keluar dari Perjanjian Nuklir Perang Dingin

Liputan6.com, Washington DC – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah mulai membuat bagian-bagian rudal jelajah baru yang diluncurkan di darat, guna mengantisipasi berakhirnya perjanjian perang dingin yang melarang senjata tersebut.

Sebelumnya, pemerintahan Donald Trump menyatakan pada 1 Februari lalu, bahwa pihaknya tidak lagi terikat oleh perjanjian Nuklir Jangka Menengah (INF), dan akan mundur sepenuhnya pada Agustus nanti.

Keputusan itu, sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Selasa (12/3/2019), merujuk pada penempatan rudal baru milik Rusia yang dikeluhkan AS selama lebih dari enam tahun, dan dituding sebagai pelanggaran perjanjian.

Sebulan setelah Amerika Serikat menyatakan keluar dari perjanjian era Perang Dingin itu, Presiden Rusia Vladimir Putin turut menangguhkan kewajiban serupa.

Michelle Baldanza, seorang juru bicara Pentagon, mengatakan pada hari Senin bahwa fabrikasi telah dimulai pada komponen-komponen untuk rudal jelajah peluncur darat (GLCM) yang baru, yang pertama kali dilaporkan oleh majalah Aviation Week.

Ini adalah pertama kalinya AS membuat senjata seperti itu sejak 1980-an ketika rudal jelajah dikerahkan di Eropa, menyusul ketegangan meningkat terhadap rudal SS-20 buatan Soviet.

Baldanza mengatakan bahwa dalam menanggapi pelanggaran Rusia terhadap perjanjian tersebut, kementerian pertahanan AS memulai “penelitian dan pengembangan yang sesuai dengan perjanjian rudal konvensional yang diluncurkan di akhir 2017”.

Dia menekankan bahwa rudal yang tengah diusahakan itu adalah konvensional, bukan nuklir.

Baldanza menambahkan bahwa karena AS sebelumnya telah mengamati perjanjian INF, maka pekerjaan penelitian berada pada tahap awal. Tetapi, ketika kini Gedung Putih tidak terikat oleh kewajiban INF, maka hal tersebut bergerak maju ke arah upaya pembangunan.

Dia mengatakan Amerika Serikat telah mulai membuat “komponen untuk mendukung pengujian pengembangan sistem ini”, menambahkan bahwa pekerjaan tersebut “tidak akan konsisten dengan kewajiban kami di bawah perjanjian”.

“Penelitian dan pengembangan ini dirancang untuk dapat diralat, jika Rusia kembali ke kepatuhan penuh dan dapat diverifikasi sebelum kami menarik diri dari perjanjian pada Agustus 2019,” kata Baldanza.

Simak video pilihan berikut: 

Ini penampakan torpedo nuklir Posseidon milik Rusia yang konon bisa memicu tsunami mematikan (Ministry of Defence of the Russian Federation)

Belum Terbang Jauh, Boeing MAX 8 Kembali Jatuh

Jakarta – Pesawat berjenis Boeing 737 MAX 8 kembali jatuh. Setelah pada Oktober 2018 lalu pesawat MAX 8 milik Lion Air jatuh di Karawang, Jawa Barat, kali ini pesawat MAX 8 yang digunakan Ethiopian Airlines jatuh di Addis Ababa, Ethiopia.

Dilansir Reuters, Minggu (10/3/2019), Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines dengan nomor registrasi ET-AVJ ini awalnya dilaporkan hilang kontak setelah 6 menit lepas landas dari Bole Airport di Addis Ababa pada pukul 8.38 waktu setempat.

Pesawat itu disebut sempat mengalami unstable vertical speed atau kecepatan vertikal yang tak stabil. Namun, belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan itu.

Kecepatan vertikal yang tak stabil itu tercatat oleh situs Flightradar24. Situs pemantau perjalanan pesawat ini juga mengatakan pesawat tersebut pertama kali terbang pada Oktober 2018.

“Data dari jaringan Flightradar24 ADS-B menunjukkan bahwa kecepatan vertikal tidak stabil setelah lepas landas,” kata organisasi pelacakan penerbangan yang berbasis di Swedia itu.

Lokasi pesawat Ethiopian Airlines jatuhLokasi pesawat Ethiopian Airlines jatuh (Foto: REUTERS/Tiksa Negeri)

Sebanyak 149 penumpang dan 8 awak kabin dinyatakan tewas. Terlihat juga serpihan serta sejumlah benda yang diduga milik penumpang berserakan di lokasi kecelakaan. TV Pemerintah Ethiopia menyatakan para penumpang di dalam pesawat itu berasal dari 33 negara.

“CEO grup yang berada di lokasi kecelakaan sekarang menyesal untuk mengkonfirmasi bahwa tidak ada yang selamat,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang mengkonfirmasi jumlah korban tewas sebagaimana dilansir dari AFP.

Pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh itu merupakan jenis yang sama dengan yang dipakai maskapai RI, Lion Air, yang jatuh Oktober 2018. Pesawat Lion Air kode registrasi PK-LQP itu disebut hanya terbang kurang lebih 13 menit sebelum terhempas ke lautan dan tak pernah sampai ke tujuannya, Pangkalpinang.

Sebelum kecelakaan, pesawat yang dipiloti Bhavye Suneja sempat meminta balik lagi ke bandara semula alias return to base. Lembaga pelayanan navigasi penerbangan AirNav membukakan jalan. Namun, pada pukul 06.32 WIB, pesawat itu hilang kontak di perairan Karawang.

“Betul bahwa pesawat Lion JT 610 mengalami lost contact. Kami telah meneruskan informasi kepada tim SAR,” kata Humas Airnav Indonesia, Yohanes Sirait, kepada detikcom, Senin (29/10/2018).

Lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat pada Oktober 2018Lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat pada Oktober 2018 (Foto: Pradita Utama)

Pesawat itu dinyatakan hilang kontak dan jatuh dari ketinggian 3.000 kaki di perairan Karawang. Ada 189 orang yang berada di dalam pesawat dan seluruhnya dinyatakan tewas.

Lion Air PK-LQP yang berjenis Boeing 737 MAX 8 ini adalah pesawat anyar dan baru masuk Lion Air pada Agustus 2018. Pesawat itu telah mengantongi 800 jam terbang.
(haf/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Klaim Prabowo-Sandi Kalah di Jabar, BPN: Jauh Panggang dari Api

JakartaCawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin menyebut pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kalah di Jawa Barat sehingga kompak turun di Jabar hari ini. BPN Prabowo Subianto Sandiaga Uno menilai pernyataan Ma’ruf itu mengada-ngada.

“Bisa saja Pak Kiyai Ma’ruf memang sangat mengharapkan agar Jabar ini, tetapi maaf, jauh panggang dari api. Insyaallah kalau Jawa Barat masih merupakan basis utama keunggulan Prabowo Sandi yang sulit untuk dikejar,” kata Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso saat dihubungi, Sabtu (9/3/2019).

Ia mengatakan, berdasarkan survei internal BPN, Prabowo-Sandi masih jauh lebih unggul dibandingkan paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Bahkan menurut Priyo, Prabowo-Sandi unggul 20 persen daripada Jokowi-Ma’ruf.


“Kita kalau di Jabar telak. Saya katakan bedanya dengan mereka itu kita diatas 20 persen. Jadi harapan boleh saya (kira) pak Kiyai Ma’ruf berharap, tapi mohon maaf harapan tinggal harapan, tapi jauh panggang daripada api,” ungkap Sekjen Partai Berkarya itu.

Prabowo-Sandi Kampanye di Jabar, Ma’ruf Amin: Mereka Sudah Kalah

Sebelumnya, Ma’ruf Amin turut mengomentari kampanye pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jawa Barat. Ia menilai Prabowo-Sandi merasa khawatir karena suara mereka kalah di Jawa Barat.

“Mereka yang khawatir, makanya dikira sudah aman, balik lagi. Karena dulu mereka merasa menang, sekarang sudah kalah di Jawa Barat,” kata Kiai Ma’ruf di Medan, Sumatera Utara, Sabtu siang.
(yld/bar)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>