Jadi Sentra Produksi, Masyarakat Jatim Diminta Kawal RUU Pertembakauan

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat diminta ikut mengawal Rancangan Undang-undang (RUU) Pertembakauan. Ini terutama ditujukan kepada masyarakat produsen utama tembakau nasional di Jawa Timur. 

Ini diungkapkan Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun yang mengatakan jika Jawa Timur punya kepentingan atas RUU Pertembakauan karena memiliki kontribusi signifikan terhadap produksi tembakau nasional.

Sejumlah daerah di Jatim seperti Madura, Probolinggo, Pasuruan, Jember dan Banyuwangi merupakan penghasil tembakau. “Itu semua sudah meliputi 47 persen produksi tembakau nasional,” kata dia, Selasa (15/1/2019).

Inisiator RUU Pertembakauan itu menjelaskan, sebagian besar masyarakat di wilayah Probolinggo-Pasuruan berprofesi sebagai petani. Banyak petani di Probolinggo yang menekuni produksi tembakau.

Dia pun komitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan petani tembakau. Apalagi, petani tembakau sudah terbukti memiliki kontribusi besar bagi penerimaan negara.

“Sumbangan tembakau untuk penerimaan negara dalam bentuk cukai itu Rp 150 triliun, ditambah pajak sekitar Rp 200 triliun. Ini artinya lebih dari Rp 300 triliun untuk negara,” ujar dia.

Adapun dikatakan, saat ini penerimaan negara dari cukai dan pajak rokok dialokasikan untuk menutup defisit BPJS Kesehatan, gaji guru, tentara, perawat, dokter. Namun, sampai saat ini belum ada undang-undang yang secara khusus mengatur tembakau sebagai komoditas.

Misbakhun mengatakan, tembakau sebagai hasil produk pertanian agrikultura juga berpotensi mengalami jatuh harga. Karena itu, harus ada upaya menjaga tembakau sebagai komoditas.

Untuk itu pula Misbakhun akan mengusulkan agar dalam RUU Pertembakauan juga mengamanatkan pembentukan tim penentu harga. Pihak yang duduk dalam tim itu adalah unsur pemda, asosiasi petani tembakau dan pabrikan atau pengusaha rokok.

“Nanti akan dicarikan mekanisme penetapan harga tembakau sehingga stabil. Sering kali para tengkulak memesan tembakau terlebih dahulu tembakau sebelum dipanen sehungga harganya di tingkat petani jatuh,” katanya.

2 dari 2 halaman

Nasib Petani

Dia  mengharapkan jika kelak UU Pertembakauan berlaku maka akan bisa memberikan titik cerah bagi nasib petani. Sebab, melalui UU itu pula akan ada pengaturan tentang bagaimana petani bisa mendapatkan akses terhadap bibit dan sarana alat dan ketersediaan pengairan yang baik.

Dalam RUU Pertembakauan, katanya, juga akan ada klausul yang mewajibkan pemerintah melakukan penelitian agar tembakau bisa diolah menjadi produk selain rokok.

“Inilah salah satu UU yang diusulkan, termasuk di dalamnya adalah pabrikan lokal harus menyerap tembakau nasional sebesar 80 persen,” kata Misbakhun.

Vanessa Angel dan Fakta Baru yang Bisa Menyeretnya jadi Tersangka

Surabaya – Untuk pertama kalinya, Vanessa Angel kembali mendatangi Polda Jatim usai tertangkap basah terlibat dalam prostitusi online beberapa waktu lalu.

Vanessa tiba di Polda Jatim sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (14/1/2019) bersama kuasa hukum dan manajernya. Ia langsung menuju Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Saat tiba, Vanessa tak banyak bicara. Namun menurut keterangan polisi, wanita berusia 27 tahun itu tengah memenuhi wajib lapor dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Iya (wajib lapor), diperiksa juga,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Wajib Lapor, Vanessa Angel Kembali Datangi Polda Jatim

Setelah kurang lebih 9 jam berlalu, pemeriksaan lanjutan terhadap Vanessa akhirnya selesai digelar. Ia terpantau keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 19.00 WIB. Namun di sela pemeriksaan, Vanessa sempat keluar ruangan dan menuju bank untuk meminta rekening korannya.

Usai diperiksa, hanya senyum tipis yang menemani Vanessa. Kepada awak media, Vanessa mengaku menyerahkan seluruhnya pada penyidik dan kuasa hukumnya.

“Tadi saya udah diperiksa, selebihnya saya serahkan ke penyidik, dan selebihnya menyerahkan ke kuasa hukum saya,” ujar Vanessa.

Dari hasil pemeriksaan, status Vanessa yang semula masih saksi korban bisa saja dinaikkan menjadi tersangka. Polisi beralasan ada beberapa unsur yang dianggap dapat memberatkan Vanessa nantinya.

“Potensi yang memberatkan bakal menjadi tersangka bahwa kegiatan ini melibatkan yang bersangkutan secara aktif, mengupload foto dan gambarnya secara aktif, melakukan chatting tidak sesuai etika dan kesusilaan, yang ketiga yang bersangkutan tidak melakukannya satu dua kali, tapi banyak kali,” ungkap Barung.

Ditambahkan Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, hal ini juga diperkuat dengan hasil pantauan polisi terhadap rekening pribadi Vanessa.

“Yang jelas kami memandang bahwa dari transaksi keuangan yang sedang kita dalami dan keterlibatan dari aksi bisnis prostitusi online ini bahwa VA cukup terlibat, berperan dalam peristiwa ini, dan ini yang akan kami kuatkan dan dalami,” papar Yusep.

Kendati demikian, status Vanessa itu baru dapat ditetapkan setelah gelar perkara yang rencananya akan dilakukan pada hari Selasa (15/1).

“Mungkin besok lah, besok kita tunggu hasil dari kita gelar dulu,” katanya.

Sedangkan terkait 6 artis yang diduga kuat keterlibatannya dalam jaringan prostitusi ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengaku baru dua artis yang menerima surat pemanggilan dari polisi.

Yusep mengungkapkan dua artis yang dimaksud adalah yang berinisial RF dan FG. Mereka dijadwalkan akan hadir pada hari Kamis (17/1) nanti.

“Yang sudah konfirmasi soal pemanggilan 6 artis adalah inisial RF dan FG. Keluarganya menyampaikan akan hadir hari Kamis dan bahkan akan mengantarkan langsung sampai Polda Jatim,” ungkap Yusep.

Namun untuk artis-artis yang belum menerima surat pemanggilan polisi, polisi telah bekerjasama dengan pihak manajemen artis yang bersangkutan. Hal ini untuk mengantisipasi bilamana artis tersebut akan berpindah manajemen atau melarikan diri.

“Kita akan terus, akan komunikasi dengan pihak manajernya. Mungkin pihak manajemennya dengan berusaha mencari mungkin alamatnya, mereka belum berpindah,” paparnya.
(lll/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Segera Dilantik, Ini Harapan untuk Khofifah-Emil Dardak

Liputan6.com, Jakarta DPRD Jawa Timur berharap Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak mampu menorehkan prestasi membanggakan seperti yang telah dilakukan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di dua periode kepemimpinannya.

Soekarwo-Gus Ipul sendiri, akan segera menyelesaikan dua periode jabatannya sebagai gubernur dan wakil gubernur pada 12 Febuari 2019 mendatang. Selanjutnya, digantikan Khofifah-Emil setelah pelantikan tanggal 19 Febuari 2019 di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sebelum menyambut kehadiran Khofifah-Emil, DPRD Jawa Timur akan menyampaikan terima kasih kepada Soekarwo-Gus Ipul yang telah banyak menorehkan prestasi dan penghargaan. Termasuk Parasamya Purnakarya Nugraha hingga empat kali berturut-turut.

“Itu (Parasamya Purnakarya Nugraha) penghargaan prestisius yang cukup tinggi. Nah, diharapkan ke depan Bu Khofifah juga minimal sama prestasinya,” tegas Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Jawa Timur, Freddy Poernomo, Senin (14/1).

Jabatan yang akan diemban Khofifah-Emil, lanjutnya, bukan ‘hadiah’ tapi pilihan rakyat. “Bu Khofifah-Mas Emil ini pilihan rakyat, tentu kami menyambutnya dengan baik, positif, tanpa lagi melihat rivalitas. Selesai sudah. Tidak ada gubernurnya Golkar, gubernurnya koalisi, tapi gubernur Jatim,” tegas politikus Golkar tersebut.

2 dari 3 halaman

Hubungan Eksekutif dan Legislatif

Selain itu, Freddy berharap ke depan, Khofifah-Emil bisa membangun hubungan baik antara eksekutif dan legislatif seperti saat kepemimpinan Soekarwo-Gus Ipul. “Fraksi boleh beda di DPRD, tapi fraksi kita adalah fraksi Jatim. Bersama-sama kita berikan yang terbaik untuk Jatim,” jelasnya.

Menurut Freddy, sebagai mitra pemerintahan daerah, tidak ada istilah atasan dan bawahan. “Yang ada check and balances. Saling mengontrol dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah. Gubernur bisa mengontrol DPRD, DPRD juga bisa mengontrol gubernur,” tandas Freddy.

Reporter : Moch. Andriansyah

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Dapat Order dari 2 Pria di Singapura, Tarif Artis VA Tetap Rp 80 Juta

Liputan6.com, Jakarta – Artis VA, bintang Film Televisi (FTV) yang terlibat prostitusi online di Surabaya, ternyata juga pernah mendapatkan order dari dua lelaki di negara Singapura.

“VA difasilitasi enam muncikari saat dapat order di Singapura, termasuk muncikari ES dan T,” ujar Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim, Senin (14/1/2019) menjelaskan perihal muncikari artis VA.

Yusep menuturkan, penemuan baru tersebut didapat dari hasil pembuktian rekam jejak digital sinkronisasi dari percakapan artis VA dengan muncikari T dan ES.

“Data digital forensik sinkronisasi alibi fokus dari VA, muncikari ES dan muncikari T melalui chatting, rekening keuangan, dan tempat, VA dua kali menerima order di Singapura,” kata Yusep.

2 dari 4 halaman

Penghubung

Yusep mengatakan, selain mendapat order di Singapura, VA juga menerima order di Jakarta dan Surabaya. “Terima order di Singapura tarifnya sama saja dengan tarif di Jakarta dan Surabaya. Tarifnya Rp 80 juta,” ucap Yusep.

“Dari muncikari T nominalnya Rp 80 juta kemudian didistribusikan ke muncikari lainnya sebagai penghubung hingga sampai ke VA sebagai penerima order,” ujar Yusep.

Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim telah melakukan penangkapan artis inisial VA dan model majalah dewasa AS pada pukul 12.30 WIB, di salah satu hotel di Surabaya Jawa Timur, Sabtu (5/1/2019).

Dengan memasang tarif Rp 80 juta, VA diciduk di kamar Hotel di Surabaya, saat sedang melayani pelanggannya. Sedangkan artis AS mematok harga Rp 25 juta.

3 dari 4 halaman

Pengusaha

Kasubdit Syber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harisandi mengatakan, pria yang memesan VA adalah seorang pengusaha. Namun, ia enggan menyebutkan secara rinci soal pria yang dimaksud. “Ia pengusaha (yang memesan),” tutur Harisandi di Mapolda Jatim, Sabtu (5/1/2019) malam.

Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan, dua artis VA dan AS diciduk di dua kamar Hotel di Surabaya. Mereka terlihat sedang melayani pelanggannya. “Berbeda kamarnya, di salah satu hotel di Surabaya, sedang berhubungan badan. Ini masih proses penyidikan,” tutur Arman.

Arman mengatakan bahwa dalam penyelidikan oleh anggota Subdit Cyber Ditreskrimsus, tarif yang diterima kedua artis berbeda. Satu artis tarifnya Rp 80 juta, sedangkan satunya Rp 25 juta. “Ini sudah kami penyelidikan satu bulan, artis bolak-balik Jakarta-Surabaya,” kata Arman.

4 dari 4 halaman

Informasi Masyarakat

Arman juga menyebut bahwa yang digelandang ke Polda Jatim ada 6 orang. “Ya tadi kami on the spot (TKP) mengamankan empat orang saksi, dua artis, dua manajemen, satu tersangka yang diduga melaksanakan transaksi elektronik prostitusi,” ucap Arman.

Arman menegaskan, kasus ini bisa dibongkar bermula dari informasi masyarakat bahwa ada kegiatan transaksi prostitusi di wilayah hukum Polda Jatim. Transaksi prostitusi itu dilakukan oleh dua orang sementara sebagai korban dan ada empat saksi sementara satu muncikari. “Setelah itu, melakukan penyelidikan melalui media sosial,” ujar Arman.

Vanessa Angel Ada di Bawah Naungan Enam Muncikari

Surabaya – Dari hasil pendalaman yang dilakukan polisi, makin banyak fakta yang terkuak terkait prostitusi online yang melibatkan sejumlah artis, termasuk Vanessa Angel.

Setelah disebut bertarif Rp 80 juta dan berulang kali menerima order dan transfer dari jasa prostitusi yang diberikan, Vanessa belakangan juga diketahui ‘beroperasi’ di bawah naungan enam muncikari.

Seperti pernyataan Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan sebelumnya, Vanessa terlibat dalam prostitusi online sebanyak 15 kali.


Namun ternyata dalam 9 dari 15 kali transaksi tersebut, Vanessa difasilitasi oleh enam muncikari.

“Dari sembilan keterlibatan aksi prostitusi ini, VA ini difasilitasi oleh enam muncikari,” kata Yusep saat rilis di Mapolda Jatim, Senin (14/1/2019).

Ditambahkan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, dari 15 kali transaksi yang dilakukan Vanessa, sembilan di antaranya berlangsung di sejumlah tempat. Namun polisi hanya menyebut tiga kota, yaitu Singapura, Jakarta dan Surabaya.

“Ini didalami nanti hasilnya menentukan hasil daripada si VA karena hasil dari pendalaman ada 9 yang langsung dari 15 itu. Di Singapura dua kali, Jakarta enam kali Surabaya 1 kali,” ujar Luki.
(lll/lll)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polda Jatim: Artis VA 9 Kali Terima Order di Jakarta, Surabaya, dan Singapura

Liputan6.com, Jakarta – Tim digital forensik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) menemukan bukti baru hasil dari rekam jejak digital sinkronisasi dari percakapan artis VA dan dua muncikari T dan ES.

“VA dua kali menerima order di Singapura, 6 kali di Jakarta dan satu kali di Surabaya. Jadi sudah terbuka 9 kali order dari 15 kali order,” tutur Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim, Senin (14/1/2019).

Yusep menegaskan, bahwa selama 9 kali terma order tersebut, artis VA dijual oleh enam mucikari.

“Saat ini kami masih menangkap dua mucikari yaitu T dan ES, sementara sisanya yang empat orang masih DPO dan semoga segera ketangkap,” ujarnya.

Sebelumnya, Subdit Crime Ditreskrimsus Polda Jatim terus mengembangkan kasus prostitusi online artis VA dan AS. Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan polisi, rupanya omzet dari transaksi prostitusi online ini menembus Rp 2,8 miliar pertahun.

Dalam kasus tersebut Polda Jatim menahan dua tersangka yang bertindak sebagai muncikari yakni TN (28) dan ES (37). Rekening dari kedua tersangka ini sudah diblokir oleh petugas untuk mengetahui dari mana dana yang masuk, lalu dana itu keluar kemana. 

“Untuk menguatkan prostitusi online ini besar, penyidik mengambil data rekening koran dari tersangka. Ternyata transaksinya cukup besar Rp 2,8 miliar pertahun. Data itu dari perbankan,” tutur Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Kamis (10/1/2019). 

Polda Jatim akan terus kembangkan kasus prostitusi online yang melibatkan artis dan model majalah dewasa. Sehingga praktek prostitusi online bisa diungkap sampai tuntas.

2 dari 2 halaman

Telisik Rekening

Akhmad Yusep Gunawan menambahkan bahwa pihaknya bekerjasama dengan bank untuk menelisik data digital berupa rekening koran dari mucikari ES.

Dari fakta otentik itulah artis VA yang sudah diperiksa sebagai saksi selama 1×24 jam itu terbukti menerima tranfer dari mucikari ES.

“Dari rekening koran untuk inisial saksi VA ini telah mendapat kiriman transfer sebanyak 15 kali dari mucikari ES,” kata Yusep.

Yusep mengatakan, dari cacatan rekening koran yang bersangkutan artis VA telah mentranfer sebanyak delapan kali ke rekening muncikari ES. Artis VA menerima transfer dari muncikari ES selama satu tahun mulai dari 1 januari 2018 hingga 5 januari 2019.

Dari kedua tersangka mucikari itu akhirnya terbongkar prostitusi online terselubung yang diduga melibatkan 45 artis dan 100 model cantik.

“Inilah yang kami akan dalami peruntukkan tranfer muncikari ke VA,” ujar Yusep. 


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi Tunangan

Jakarta

Pemberitaan detikHOT diramaikan dengan kabar Aura Kasih yang hamil anak pertama. Ada juga Ustad Arifin Ilham yang kesehatannya kembali menurun.

Berikut selengkapnya 5 Berita Terpopuler Minggu Ini:

1. Kabar Bahagia! Aura Kasih Hamil Anak Pertama

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Instagram

Kabar bahagia kali ini datang dari Aura Kasih. Setelah menikah September 2018 di Bangkok, kini Aura Kasih, tengah mengandung anak pertamanya.

Hal tersebut dibagikan Aura dalam Instagram Storiesnya.

“Berita bahagia kehamilan saya harus dibagikan ke public…,” tulisnya dalam Instagram Storiesnya dilihat detikHOT, Kamis (10/1/2019).

2. Polisi Ungkap Nama Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Hilda Meilisa Rinanda

Polisi mengungkap beberapa nama artis yang diduga terlibat dalam prostitusi online artis. Keenamnya akan dipanggil mulai minggu depan.

“Karena ini sudah kita panggil. Tadi menyampaikan Kapolda sudah memanggil 6 orang lagi, jadi kita surat panggilan ini sifatnya adalah memanggil seseorang dengan identitas seseorang nama seseorang,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (11/1/2019).

Siapa saja?

“Ini yang pertama adalah ML itu Maulia Lestari. Kemudian BS itu Baby Shu. Fatya Ginanjarsari, kemudian Riri Febianti, Aldira Chena kemudian Tiara Permata Sari,” papar Barung.

3. Vicky Prasetyo Resmi Cerai dari Angel Lelga!

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Pool/Noel/DetikFoto.

Vicky Prasetyo dinyatakan telah resmi bercerai dengan artis Angel Lelga pada hari ini. Persidangan perceraiannya itu dilakukan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

“Ya alhamdullilah tadi sudah diputuskan ketuk palu sah maksudnya putusan sudah dibacakan sama ketua majelis putusannya. Ya sudah sah menurut agama dan negara,” ujar Vicky.

Dalam proses perceraiannya, Vicky menceritakan bahwa dia mengingat saat masih melakukan ijab kabul pada pernikahannya dengan Angel Lelga 1 tahun yang lalu.

4. Sebelum ke Malaysia, Ustad Arifin Ilham Titip Pesan Ini ke Anak

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Rachman Haryanto

Putra Ustad Arifin Ilham, Muhammad Alvin mengungkapkan sang ayah menitipkan pesan ke dirinya sebelum dirawat di Malaysia. Apa isi pesannya?

Alvin mengatakan, Arifin meminta dirinya untuk mempublikasikan dokumentasi sewaktu dirinya dijenguk oleh para ulama.

“Ada cerita di balik postingan terbaru di atas. Sehari sebelum ke Malaysia, saya yang temenin abi seharian,” kata Alvin di Instagram Stories, Jumat (11/1/2019).

5. Soal Hubungan dengan Irish Bella, Ammar Zoni: Ini Settingan Allah

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: (Noel/detikHOT)

Keputusan Ammar Zoni untuk melamar Irish Bella mengundang banyak pertanyaan, karena mereka belum lama ini mengumumkan kedekatannya yakni di awal tahun 2019 ini.

Lantas kapan sebenarnya mereka mulai dekat?

“Kenal sudah lama, sekedar kenal. Siapa nggak tahu Irish Bella. Tapi untuk ngobrol yang benar-benar itu 1 Desember,” ujar Ammar Zoni saat ditemui di lokasi syuting di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Minggu (13/1).

(dal/ken)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Polri: Kasus Narkoba Meningkat pada Pekan Kedua Januari 2019

Liputan6.com, Jakarta – Kasus kejahatan narkoba mulai menunjukkan peningkatan pada pekan kedua Januari 2019. Hal itu terungkap dari jumlah kasus yang ditangani Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dalam sepekan terakhir.

Padahal, di awal pekan Januari 2019, kejahatan narkoba sempat menurun. Hal itu tak lepas dari operasi yang gencar dilakukan kepolisian untuk menekan pasokan barang haram itu jelang pesta tahun baru.

“Jumlah tindak pidana narkoba pada minggu II Januari 2019 dibandingkan periode minggu ke I Januari 2019 menunjukkan kenaikan dari 368 kasus menjadi 787 Kasus (naik 113,86 persen),” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (13/1/2019).

Seirama, jumlah tersangka kasus narkoba yang diringkus juga lebih banyak sekitar dua kali lipat ketimbang pekan sebelumnya. Pekan ini, jumlah tersangka yang ditangkap sebanyak 1.015 orang.

“(Terdiri dari) bandar 12 orang, pengedar 497 orang, penyalahguna 505 orang, produsen 1 orang, WNA 1 orang. Sedangkan penanam dan yang ditindak tegas pada minggu kedua tidak ada,” tutur Eko.

Meski begitu, jumlah barang bukti yang disita dari 787 kasus itu mengalami penurunan. Barang bukti narkoba jenis ganja yang disita sebanyak 53.053,57 gram atau turun sekitar 83 persen dari pekan sebelumnya.

“Narkotika jenis sabu mengalami penurunan dari 74.290,98 gram menjadi 15.152,94 gram (turun 79,60 persen), jenis ekstasi mengalami kenaikan dari 2.377 butir menjadi 9.256 butir (naik 289,40 persen), tembakau gorilla mengalami kenaikan dari 15,5 gram menjadi 115,87 (naik 647,55 persen),” ungkap Eko.

Menurut Eko, barang bukti yang disita selama operasi pekan kedua itu setara dengan menyelamatkan 228.463 anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba.

2 dari 3 halaman

Polda Jatim Tertinggi

Lebih lanjut, pengungkapan kasus pada pekan kedua Januari 2019 didominasi oleh Polda Jawa Timur dengan 116 perkara, disusul Polda Metro Jaya dengan 80 perkara, dan Polda Sumatera Utara dengan 55 perkara.

“Hasil mapping pada minggu ke II bulan Januari 2019, jalur masuk narkotika jenis sabu diantisipasi via jalur laut yang berasal dari Tawau, Malaysia tujuan Indonesia melalui wilayah Kalimantan melalui Pulau Sebatik maupun Pulau Tarakan tujuan Kalimantan untuk pasokan wilayah Kalimantan dan Sulawesi,” ucap Eko.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Keluarga Tak Terima Uang dari Vanessa Angel

JakartaVanessa Angel sempat dikabarkan menjadi tulang punggung keluarga. Namun hal tersebut dibantah oleh sang nenek, Rosindah.

Dia menyebut keluarga tidak menerima uang dari Vanessa.

“Nggak. Bapaknya, saya nggak pernah terima duit dari dia,” ujar Rosindah dalam tayangan Silet, Minggu (13/1/2019).

Tak cuma itu, Rosindah mengungkapkan ketika hari raya Idul Fitri, dirinya mendapat uang sekitar Rp 200 ribu dari Vanessa. Setelah itu, dia tak pernah menerima uang.

“Lebaran juga saya cuma terima paling Rp 200 ribu,” katanya.

Rosindah mengungkapkan sosok Vanessa sendiri memang jauh dari keluarga. Dirinya memutuskan pergi dari rumah karena hubungan bersama pacar tak disetujui.

“Baik sih dia anaknya. Nurut kalau dulu. Tapi memang sudah lama nggak tinggal di sini waktu pertama pacaran orangtuanya nggak setuju. Semenjak itu dia lepas dari rumah,” ujar Rosindah.

Vanessa Angel jadi perbincangan setelah diciduk polisi dalam kasus dugaan prostitusi online pada Sabtu (5/1) lalu. Dirinya bakal menjalani pemeriksaan kembali di Polda Jatim pekan depan.

Tonton video ‘Dengarkan Lagu Menjemput Rezeki yang Viral karena Vanessa Angel’:

[Gambas:Video 20detik]

(nkn/dal)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Berebut Predikat Korban di Kasus Prostitusi Online Artis VA

Liputan6.com, Jakarta – Menjemput rezeki di Surabaya, artis VA justru dikejutkan oleh penggerebekan yang dilakukan Polda Jawa Timur di kamar hotel tempatnya beraktivitas, Sabtu 5 Januari 2019 siang. Polisi lalu mengembangkan kasus ini dan sejumlah temuan didapat.

Dua muncikari prostitusi ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan artis VA menjadi tersangka terkait kasus prostitusi tersebut.

Namun kini, nama-nama yang disebut justru mengaku menjadi korban.

Salah satunya, muncikari ES. Dia merasa menjadi korban dalam kasus prostitusi artis yang melibatkan VA dan AS. Dia pun membeberkan berbagai kejanggalan yang dirasakannya.

Melalui kuasa hukumnya, Franky Desima Waruwu, ES bercerita jika kasus tersebut bermula saat dirinya ditangkap di sebuah hotel di Surabaya pada 5 Januari lalu.

Pertama, sebelum ditangkap ES mengaku bertemu dengan seorang laki-laki di lobi hotel. Meski tak mau menyebut identitas laki-laki yang ditemuinya di lobi hotel, namun ES mengaku mengenalnya.

“Dia (ES), tidak menceritakan apa hubungan pria tersebut dengan kasus (prostitusi) ini,” ujarnya Jumat (11/1/2019) malam pada Merdeka.

Namun, setelah bertemu di lobi hotel, pria itu lalu meminta ES untuk masuk kamar yang telah tersedia. Kurang lebih lima menit setelah masuk kamar, ia pun ditangkap oleh polisi.

Kejanggalan kedua, tambahnya, soal transaksi keuangan, ES mengaku tidak mendapatkan keuntungan apapun dalam kasus ini. Sebab, dalam kasus ini rekeningnya hanya dipinjam oleh artis VA untuk bertransaksi dengan orang yang tak dikenalnya.

“Dia memang mendapatkan transfer sebesar Rp 40 juta. Oleh ES, uang itu ditransfer kembali ke VA sebesar Rp 35 juta. Yang Rp 5 juta katanya untuk biaya mobil. Jadi, rekeningnya itu dipinjam VA,” tambahnya.

Dikonfirmasi soal perputaran uang sebesar Rp 2,7 miliar di rekening ES, Franky menyatakan, uang itu merupakan uang hasil kerja ES sebagai seorang karyawan di perusahaan tambang batubara dan bisnis-bisnis yang dilakukannya bukan dari prostitusi artis.

“Uang itu didapat ES dari gaji dan bonus saat dia bekerja sebagai karyawan di perusahaan batubara,” ungkapnya.

Ilustrasi Pekerja Seks Komersial (PSK). (iStockphoto)

Lantas, bagaimana hubungannya antara ES, VA dengan pria hidung belang bernama Rian, Franky menyatakan, berdasarkan pengakuan ES, ia dengan VA adalah teman. Sedangkan dengan Rian, ia mengaku tidak mengenalnya secara langsung.

Namun Franky menjanjikan, akan terus mengorek keterangan dari ES, terkait dengan sosok Rian.

“Belum dapatkan keterangan sesungguhnya. Tapi akan koordinasi terus agar dapat mengungkapkan siapa betul-betul user tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, artis VA melalui Muhammad Zakir Rasyidin yang saat itu masih menjadi pengacaranya, juga membantah terperangkap dalam bisnis prostitusi.

“Sampai dengan malam ini klien kami masih satu kata, tidak pernah melakukan yang dituduhkan. Makanya itu yang menjadi alasan kenapa alasan kami dibebaskan,” kata dia di Jakarta Selatan, Senin, 7 Januari 2018.

Zakir menjelaskan, kliennya tidak pernah memasang tarif Rp 80 juta. Dia juga menampik kalau VA telah menerima down payment (DP) sebesar 30 persen.

“Tidak ada semua. VA tidak pernah menerimanya. Lagian percakapan negosiasi tidak ada,” ucap dia.

Zakir menjelaskan, kedatangannya kliennya ke Surabaya karena dipanggil oleh Siska, orang yang dituding sebagai muncikari.

“Dia ke sana karena ada panggilan dari saudara Siska untuk mengisi suatu acara. Cuma persoalannya dia berada pada tempat dan waktu yang salah,” jelas dia.

Artis VA merasa dijebak. Menurut Muhammad Zakir Rasyidin, kuasa hukum VA, ia menduga kuat orang yang menjebaknya adalah muncikari berinisial ES.

“Jadi klien kami dijebak. Patut diduga kalau yang menjebaknya itu si muncikari itu. Karena dia yang mengajak VA,” ucap Zakir.

“Yang dia tahu dia diundang secara mendadak, makanya VA bilang ke manajernya ada job mendadak yang langsung ditawarkan kepadanya,” ujar Jane Shalimar, sahabat artis VA, menimpali.

2 dari 3 halaman

Polisi Tetap Lanjutkan Penyidikan

Meski sejumlah pihak yang terkait kasus ini mengaku menjadi korban, Polda Jawa Timur tetap melanjutkan penyidikan kasus ini. Penyidik pun segera memanggil 5 artis lain yang berada dalam jaringan prostitusi online.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, kelima artis tersebut diduga kuat berada dalam jaringan yang sama dengan VA.

“Iya ada 5 artis yang terindikasi kuat masuk jaringan prostitusi online,” kata Luki kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Kelima artis tersebut adalah AC, TP, BS yang masuk dalam jaringan muncikari Tantri (TN). Sementara ML dan RF masuk jaringan muncikari Sisca (ES).

“Dalam waktu dekat kelimanya akan kami periksa,” tandas Luki.

Sebelumnya, Polda Jatim mengindikasi ada 45 nama artis yang masuk jaringan prostitusi online. Kasus ini terungkap saat polisi menangkap artis VA saat bertransaksi seksual dengan seorang pengusaha berinisial R.

Polda Jatim menetapkan dua muncikari sebagai tersangka kasus prostitusi online di Surabaya, Jawa Timur. Kasus ini melibatkan artis VA dan model AS.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera menuturkan, dua muncikari tersebut berinisial ES dan TM. Keduanya berperan sebagai muncikari asal Jakarta Selatan.

Barung menyatakan artis VA dan AS sebagai korban. ES dan TM sengaja mendatangkan korban ke Kota Pahlawan.

Artis VA dan AS sempat diperiksa 1×24 jam di Gedung Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. Ke depan, dua artis ini dikenakan wajib lapor.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: