Lelang Barang-barang Jokowi di Jatim, TKN Targetkan Raup Rp 3 M

Surabaya – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin melelang sejumlah barang yang pernah dipakai capres nomor urut 01 ini di Surabaya. TKN Jokowi menargetkan meraup Rp 3 miliar dari hasil lelang untuk dana kampanye.

“Targetnya semaksimal mungkin. Untuk Jatim kan cukup besar biayanya. Harapan kita kalau kita bisa dapat maksimal bisa di atas Rp 2-3 miliar ya bagus itu. Kalau bisa 3 bagus,” ujar Bendahara TKN Jokowi-Ma’ruf, Wahyu Sakti Trenggono di Hotel Shangri-la Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/3/2019).

Ada sejumlah barang yang dilelang, antara lain jaket, motor, hingga sepatu. Ada juga lukisan bergambar Jokowi. Acara penggalangan dana melalui lelang sebelumnya pernah dilakukan di Jakarta, yang saat itu dihadiri langsung Jokowi.


Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Erick Thohir menanggapi sejumlah pihak yang menyebut TKN kekurangan amunisi untuk Kampanye, hingga melakukan lelang. Menurutnya, jika pihaknya kehabisan amunisi, kampanye tak akan berjalan terus hingga saat ini.

“Ya saya rasa begini, kalau memang kita kehabisan amunisi buktinya kita jalan terus bagus acaranya luar biasa. Ya kalau memang ada pihak-pihak yang mungkin, biasakan zaman sekarang senang hoax kena fitnah ya biarkan saja akan Allah SWT maha tahu,” ujar Erick.

Erick menilai dalam lelang ini akan terlihat bagaimana kontribusi masyarakat untuk aktif dalam pesta demokrasi.

“Yang pasti kontribusi masyarakat terus kita tingkatkan karena memang itu berarti beliau dipercaya oleh masyarakat dan filosofi kita sebagai bangsa kan gotong royong jadi hal-hal yang positif,” imbuhnya. <!–

–>
(hil/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Banser Hendak Laporkan Tirto.id, Polda Jatim Arahkan ke Dewan Pers

Surabaya – Satkorwil Banser Jawa Timur mendatangi Mapolda Jawa Timur sebagai respons atas meme yang diunggah akun Twitter Tirto.id yang dianggap melecehkan Nahdlatul Ulama (NU). Polda Jatim kemudian mengarahkan Banser Jatim untuk mengadukan masalah tersebut ke Dewan Pers.

Persoalan ini diawali saat akun Twitter milik Tirto.id mengunggah meme yang menggambarkan Cawapres Sandiaga Uno dan Cawapres Ma’ruf Amin. Tulisan yang ada di meme itu dinilai oleh Asisten Divisi Kerja Sama Satkorwil Banser Jatim Abdul Rosyid mengandung ujaran kebencian dan menyudutkan NU.

“Sebenarnya ini guyonan tapi guyonan ya ini melecehkan. Sandiaga Uno yang mengatakan kami akan hapuskan UN. Pak Tirto dengan gaya memenya menyampaikan ‘eh kirain hapus NU’. Kemudian, Ma’ruf Amin, zina bisa dilegalisir, Pak Tirto menjawab ‘ok guys jangan lupa ke depannya sedia kondom dan cap tiga jari yes’. Ini kan pelecehan terhadap nama besar KH Ma’ruf Amin dan juga institusi NU,” kata Rosyid usai di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (18/3/2019).

Menurut Rasyid, boleh saja setiap orang berbeda pandangan dan berbeda pendapat. Namun dia menyarankan agar antara satu dan yang lain saling menghormati. Sehingga tidak ada fitnah hingga ujaran kebencian. Dia juga ingin agar momentum Pilpres gak menjadi ajang saling membenci dan menyebarkan hoaks hingga fitnah.

Sementara itu, Rosyid menambahkan pihak Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menyarankan Rosyid untuk mengadu ke Dewan Pers. Hal ini karena konten tersebut diunggah oleh akun dari media massa. Perlu untuk diketahui, merujuk pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, setiap aduan terhadap media massa diselesaikan lewat Dewan Pers.

“Laporan diterima tapi ada catatan karena ini kan media online jadi ada persyaratan yang harus dipenuhi. Saya lapor saja kita ingatkan mungkin Tirto.id ini gurau meski sudah dihapus tapi rekam jejak digitalnya masih ada nyebar,” katanya.

Meski pihak Tirto.id telah mengapus meme dan meminta maaf, Rasyid menganggap hal ini masih belum cukup. Dia meminta semua pihak lebih berhati-hati dan bijak menggunakan bermedia sosial, apalagi tentang ujaran kebencian, SARA, hoaks dan fitnah.

“Permasalahannya gini, sekarang kalau orang sudah nonjok orang kan sudah dilaksanakan tindak pidana. Permintaan NU sudah dimaafkan, tapi kan ada syaratnya temui Ma’ruf Amin temui PBNU. Karena ini nggak hanya menyangkut Ma’ruf Amin tapi NU secara organisasi,” tuturnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Pimpinan Redaksi Tirto.id, Sapto Anggoro mengatakan pihaknya mengaku khilaf atas terunggahnya meme tersebut di Twitter.

“Saya selaku penanggung jawab Tirto memahami kekecewaan warga Nadliyin, tak terkecuali teman-teman Banser di Jatim dan Seluruh nusantara. Sejujurnya, tirto khilaf dengan meme yang ada di akun twitter, dan itu tidak ada di web tirto.id,” kata Sapto melalui pesan singkatnya kepada detikcom, Senin (18/3).
(nvl/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PPP Jatim Usulkan Khofifah Sebagai Calon Ketum

Surabaya – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar Musnaker untuk memutuskan pengganti Romahurmuziy sebagai ketua umum. Selain Suharso, DPW PPP Jatim sudah punya kandidat lain yang akan diusulkan.

Ketua DPW PPP Jatim Musyafa Noer mengaku akan mengusulkan nama Khofifah Indar Parawansa pada Musnaker nanti. Musyafa mengaku memiliki beberapa pertimbangan untuk mengusulkan nama Khofifah.

“Tapi untuk PPP Jatim memahami kondisi yang dirasakan dan yang terjadi di internal partai, sehingga Jatim juga mengusulkan nama-nama alternatif di antaranya ibu Khofifah Indar Parawansa,” kata Musyafa saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Senin (18/3/2019).

Musyafa menambahkan Khofifah merupakan kader asli dari partai berlambang Kabah ini. Selain itu, Khofifah juga diketahui memiliki kemampuan yang baik dalam memimpin.
Namun, sayangnya Khofifah kini sudah tak masuk dalam struktural partai. Meski demikian, Musyafa mengatakan Khofifah tetap bisa dicalonkan dalam konferensi luar biasa yang digelar partainya.

“(Khofifah) Nah itu kan kader tulen PPP. Sejak dulu PPP, akhirnya PPP juga sudah paham. Cuma masalahnya bu Khofifah sekarang itu ndak masuk dalam struktur partai, cuma untuk mengabdi sementara Plt itu juga ada berbagai kendala,” ungkapnya.

Selain Khofifah, Musyafa juga mengusulkan nama Suharso dari pihak internal. Semenyara Khofifah tetap bisa dicalonkan dari pihak eksternal.

“Nanti kalau untuk musnaker luar biasa ini nama bu Khofifah ini sudah diusulkan oleh PPP Jawa Timur dan Pak Suharso. Jadi kalau dari internal Pak Suharso eksternal bu Khofifah,” lanjut Musyafa.

Tak hanya itu, Musyafa mengungkapkan dalam AD ART PPP, sebenarnya jika posisi ketum kosong, seharusnya nama-nama wakil ketum yang harusnya maju. Namun, beberapa wakil ketum mengaku memang belum siap.

“Sesuai dengan AD ART ketika ketua umum berhalangan maka penggantinya adalah dari para wakil ketua umum, tapi setelah dalam forum rapat ditawarkan dari sekian banyak wakil ketua umum tidak ada yang siap mungkin tidak ada yang siap itu karena banyak faktor mungkin karena faktor yang bersangkutan juga nyaleg, berkonsentrasi di dapilnya,” paparnya.

Untuk itu, Musyafa menerangkan plt ketum ada dari susunan petinggi partai yang lainnya. Dia mengatakan ketum yang baru harus lekas terpilih agar tak terjadi lagi kekosongan ketua umum lantaran Pemilu sudah kurang dari 30 hari lagi.

“Jangan sampai struktur Ketua Umum Pusat atau DPP itu mengalami kekosongan ketua umum karena kita sama-sama tahu ketua umum PPP lagi kena musibah beberapa hari yang lalu,” pungkasnya.
(hil/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKD Jatim: Kiai Ma’ruf Tak Terduga, Visinya Bagus

Surabaya – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin memuji penampilan cawapres Ma’ruf Amin dalam debat cawapres Pilpres 2019. Dia mengatakan Ma’ruf mampu menyampaikan dengan baik visinya.

“Bagus, Kiai Ma’ruf Amin yang tidak diduga seperti orang-orang sebelumnya (tampil baik). Memang ritmenya agak kurang. Kalah di ritme saja. Tapi kalau dari segi visinya cukup bagus,” kata Machfud kepada awak media di The Square Balleoom ICBC Center, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Minggu (17/3/2019).

Dia mengatakan Ma’ruf tampil baik karena sudah seorang santri terbiasa dengan budaya debat.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur Irjen Pol (Purn) Machfud ArifinKetua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)

“Tapi yang jelas Pak Kiai Ma’ruf orang santri itu biasa debat baik bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia sudah terlatih debat. Cuma sekali lagi mungkin ritmenya sudah tidak bisa seperti orang yang usia 50-an,” lanjutnya.
Machfud menilai debat cawapres kali ini memang tidak seramai debat sebelumnya yang diikuti capres. Meski demikian, debat cawapres tetap penting dan akan untuk selalu ramai dikomentari di masing-masing kubu.

“Yang ramai itu bukan di debatnya cawapres ini. Tapi yang nanggapi masing-masing di udara (online) nantinya terus. Kemudian ada juga nanti pihak-pihak komentator masing-masing seolah-olah ini unggul semuanya masing-masing punya versi baik dari pihak 01 maupun 02. Itu yang meramaikan pascadebat,” tandas mantan Kapolda Jatim itu.

Dari pantauan detikcom, acara nobar tersebut dihadiri ratusan para pendukung dan pimpinan dari partai koalisi Indonesia Kerja di Jatim. Berbeda dengan konsep sebelumnya, konsep dalam nobar tersebut banyak menghadirkan berbagai pakar dan dosen dari berbagai universitas di Jatim untuk membedah debat cawapres itu.
(jbr/jbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jejak Kepala Kemenag Jatim yang Diamankan KPK Bersama Ketum PPP Rommy

Surabaya – Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin ikut diamankan KPK dalam OTT Ketum PPP Romahurmuziy di Hotel Bumi Surabaya. Seperti apa latar belakang Haris sampai akhirnya menjadi tersangka KPK?

Dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Haris menjabat sebagai orang nomer satu di Kanwil Kemenag Jatim sejak 5 Maret 2019 lalu. Sebelumnya, Haris yang juga menantu Roziki, Ketua Timses Khofifah-Emil dalam Pilgub Jatim 2019, hanya menjabat sebagai Pjs (pejabat sementara) sejak Oktober 2018.

“Sudah definitif tanggal 5 Maret lalu, 10 hari berarti sampai sekarang,” kata Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama, Markus, kepada wartawan, Jumat (15/3/2019) kemarin.


Sayangnya, baru 10 hari menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jatim, Haris tersandung masalah dengan KPK. Karir Haris pun sebenarnya terbilang melesat. Sebelum menjabat sebagai Pj Kakanwil, dia sempat menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik, kemudian Kemenag Kota Surabaya.

Hari ini, selain Ketum PPP Romahurmuziy (RMY), KPK juga menetapkan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS) dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ)sebagai tersangka dalam kasus seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Haris disebutkan pernah menyetor duit Rp 250 juta ke Rommy.

Jejak Kepala Kemenag Jatim yang Diamankan KPK Bersama Ketum PPP RommyFoto: Istimewa

“Pada 6 Februari 2019, HRS diduga mendatangi rumah RMY untuk menyerahkan uang Rp 250 juta terkait seleksi jabatan untuk HRS sesuai komitmen sebelumnya. Pada saat inilah diduga pemberian pertama terjadi,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Laode mengatakan kasus ini bermula ketika Kementerian Agama Jatim membuka lelang jabatan pada 2018. MFQ disebutkan mendaftar posisi untuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan HRS mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Wilayah Agama Provinsi Jawa Timur.

Dalam kasus tersebut, MFQ dan HRS diduga menemui Rommy dan pihak lain untuk mengurus proses lulus seleksi jabatan. Namun, pada Februari 2019, HRS justru tak tercantum untuk diusulkan ke Menag.

“Pada sekitar pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama HRS tidak termasuk 3 nama yang akan diusulkan ke Menteri Agama RI. Diduga terjadi kerja sama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama RI tersebut,” tutur Laode.

Pada Maret 2019, Haris kemudian dilantik Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Setelah itu, Laode juga menyebut ada transaksi Rp 50 juta ke Rommy.

“Selanjutnya, pada 12 Maret 2019, MFQ berkomunikasi HRS untuk dipertemukan dengan RMY. Tanggal 15 Maret 2019, MFQ, HRS, dan AHB bertemu dengan RMY untuk penyerahan uang Rp 50 juta terkait kepentingan seleksi jabatan MFQ,” katanya. <!–

–>
(bdh/sun)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPK: Kakanwil Kemenag Jatim Pernah Setor Rp 250 Juta ke Romahurmuziy

JakartaKPK menetapkan Ketum PPP Romahurmuziy (RMY), Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ), dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS) sebagai tersangka dalam kasus seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Haris disebutkan pernah menyetor duit Rp 250 juta ke Rommy.

“Pada 6 Februari 2019, HRS diduga mendatangi rumah RMY untuk menyerahkan uang Rp 250 juta terkait seleksi jabatan untuk HRS sesuai komitmen sebelumnya. Pada saat inilah diduga pemberian pertama terjadi,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Laode mengatakan kasus ini bermula ketika Kementerian Agama Jatim membuka lelang pada jabatan pada tahun 2018. MFQ disebutkan mendaftar posisi untuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan HRS mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Wilayah Agama provinsi Jawa Timur.

Dalam kasus tersebut, MFQ dan HRS diduga menemui Rommy dan pihak lain untuk mengurus proses lulus seleksi jabatan. Namun pada Februari 2019, HRS justru tak tercantum untuk diusulkan ke Menag.

“Pada sekitar pertengahan Februari 2019 pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama HRS tidak termasuk 3 nama yang akan diusulkan ke Menteri Agama RI. Diduga terjadi kerjasama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama RI tersebut,” tutur Laode.

Maret 2019, Haris kemudian dilantik oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Setelah itu, Laode juga menyebut ada transaksi Rp 50 juta ke Rommy.

“Selanjutnya, pada 12 maret 2019, MFQ berkomunikasi HRS untuk dipertemukan dengan RMY. Tanggal 15 Maret 2019, MFQ, HRS, dan AHB bertemu dengan RMY untuk penyerahan uang Rp50 juta terkait kepentingan seleksi jabatan MFQ,” katanya.
(idn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kena OTT KPK, Kakanwil Kemenag Jatim Dilantik Menag 5 Maret 2019

Jakarta – Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanudin ikut ditangkap KPK dalam OTT yang melibatkan Ketum PPP Romahurmuziy. Haris baru saja dilantik Menag Lukman Hakim Saifudin pada 5 Maret 2019.

Merujuk pada keterangan di situs Kemenag, Haris dilantik langsung oleh Lukman pada 5 Maret di kantor Kemenag pusat, Jumat (15/3/2019). Ada 14 pejabat eselon yang turut dilantik.

Kepada pejabat yang dilantik, Lukman berpesan untuk selalu memegang teguh integritas dan menjauhi segala bentuk penyimpangan-penyimpangan.

Dalam kesempatan itu, Lukman juga meminta Pejabat Eselon I dan II untuk senantiasa mengejawantahkan tiga mantra yang telah dikukuhkan, yaitu: moderasi beragama, selalu menjaga kebersamaan umat, dan melakukan integrasi data. “Kepada saudara yang baru saja dilantik, Saya titipkan untuk senantiasa menjaga nama baik Kementerian Agama,” pesan Lukman.

Belum juga bulan berganti, Haris tersandung kasus. Dia ditangkap penyidik KPK dalam kasus pengisian jabatan.

Kepala Humas dan Informasi Kemenag Mastuki kepada detikcom mengatakan untuk pejabat eselon II, pengisian jabatan melalui persetujuan Menteri Agama. Namun, menurutnya, nama-nama yang masuk ke Menteri pasti sudah memenuhi syarat.

“Oh iya, untuk eselon II terutama itu memang persetujuan Menag, setelah proses yang tadi dilakukan secara terbuka, transparan, Pak Menteri menetapkan mana yang memenuhi syarat. Yang masuk Menag kan pasti sudah memenuhi syarat,” ujar Mastuki.
(fjp/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Haris yang Diduga Ikut Di-OTT KPK Baru 10 Hari Jabat Kakanwil Kemenag Jatim

Surabaya – Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin diduga ikut diamankan dalam OTT KPK bersama dengan Ketum PPP Romahirmuzy di Surabaya. Saat diamankan KPK, ternyata Haris baru 10 hari menjabat sebagai Kakanwil.

Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama, Markus saat dikonfirmasi terkait status Haris Hasanudin sebagai Kakanwil mengatakan, jika Haris menjabat secara denitif sejak 5 Maret 2019 lalu.

“Sudah definitif tanggal 5 Maret lalu, 10 hari berarti sampai sekarang. Pjnya mulai Oktober 2018,” kata Markus, Jumat (5/3/2019).
Saat ditanya apakah sudah mengetahui tentang penangkapan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin oleh KPK, Makrus mengaku jika pihaknya masih menunggu keterangan resmi KPK.

Haris yang Diduga Ikut Di-OTT KPK Baru 10 Hari Jabat Kakanwil Kemenag JatimKakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin (pakao masker)/Foto: Istimewa

“Ada informasi resmi dari KPK. Nah secara kelembagaan, tapi kami belum bisa membuktikan apakah beliau betul ditangkap atau tidak. KPK sudah menyampaikan atau tidak, kami masih belum tahu. Nanti kan ada surat resmi ke kita,” ungkap Markus.

Sebelum ditangkap oleh KPK, Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin menurut Markus terlihat mengikuti acara olahraga dan kerja bakti di Kantor Kanwil Kemenag Jatim Jalan Raya Juanda Lama Sidoarjo.

“Pagi tadi kegiatannya mengikuti olahraga di Kanwil Kemenag Jatim. Setelah itu saya tidak tahu, terakhir jam 11 tidak bisa dihubungi. Makanya kita sedang mencari informasi,” kata Markus.

Markus juga mengakui, jika pihaknya sudah mencoba menghubungi Haris Hasanudin menjelang sore hari sebelum dikabarkan dibawa oleh penyidik KPK.

“Tadi pukul 14.30 WIB saya kontak sudah lost telponnya,” tandas Markus.

Sementara, dari informasi yang dihimpun, Selain Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, ada 5 orang lainnya ikut diamankan KPK. Dari 5 orang yang diamankan KPK, dua orang yakni Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudi dan Kepala Kemenag Kabupaten Gresik Muh Muafaq Wirahadi
(bdh/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kakanwil Kemenag Jatim Diduga Ikut Diamankan KPK, Keluarga Putus Kontak

Surabaya – Kakanwil Kemenag Jatim diduga ikut diamankan KPK bersama Ketum PPP Romahurmuziy. Hingga kini keluarganya belum bisa menghubungi Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin.

Mertua Haris yang juga merupakan Ketua Jaringan Kiai Santi Nasional (JKSN) untuk Jokowi-Ma’ruf, M Roziqi mengatakan hingga kini belum bisa menghubungi menantunya.

“Oh iya kalau itu menantu saya. Saya sendiri sampai sekarang kan komunikasi belum bisa,” kata Roziqi saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (15/3/2019).


Roziqi yang sempat menjadi Ketua Tim Pemenangan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini menambahkan dirinya tak mengetahui informasi terkait tertangkapnya Haris. Karena sejauh ini belum ada informasi dari KPK.

“Salah tanya kalau sama saya, saya kan ndak tahu apa-apa,” imbuhnya.

Saat ditanya terkait kapan terakhir berkomunikasi dengan Haris, Roziqi menambahkan dirinya memang jarang berkomunikasi.

“Komunikasi kapan ya? Saya jarang komunikasi kan sudah berkeluarga sendiri,” pungkasnya.
(hil/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketua DPW PPP Jatim Ungkap Kronologi Penangkapan Rommy

Surabaya – Ketua DPW PPP Jatim Musyafa Noer membeberkan kronologi penangkapan Ketum PPP Romahurmuziy oleh KPK. Musyafa juga mengatakan jika selama 2 hari ini Rommy tengah ada kegiatan di Jatim.

“(Penangkapan) Bukan di Sidoarjo, itu salah beritanya, jadi perjalanan konsolidasi Rommy ke Jatim itu dua hari mulai hari Rabu dan Kamis. Rabu di Malang raya, Kamis di Blitar dan kabupaten Kediri,” ungkap Musyafa saat dihubungi di Surabaya, Jumat (15/3/2019).

Usai melakukan sejumlah kegiatan di Blitar jelas Musyafa, semalam Rommy menginap di Hotel Bumi Surabaya. Dia juga mengatakan peristiwa penangkapan Rommy sekitar pukul 08.00 WIB.


“Kemudian tadi malam, bermalam di Surabaya di Hotel Bumi Surabaya. Peristiwanya (penangkapan KPK) tadi pagi sekitar jam 8,” tambah Musyafa.

Dari kabar yang beredar, Rommy diketahui ditangkap bersama salah seorang pegawai Kemenang. Namun, Musyafa mengaku belum mengetahuinya. Karena saat penangkapan Rommy, dia tidak sedang berada di hotel.

“Waktu itu saya belum datang. Karena saya tidur di rumah tidak di hotel. Bukan PJ, kakanwil sekarang itu kan sudah definitif. Dan saya gak tahu, gak ketemu tadi pagi,” imbuhnya.

Sementara hingga kini, Musyafa mengaku belum bisa menghubungi Rommy. Dia mengatakan seluruh handphone Rommy tidak aktif.

“Oh Iya. Sudah benar (Rommy ditangkap) karena saya kontak juga ndak bisa. Karena handphonenya sudah dirampas semua. Off semua sehingga tidak bisa kami hubungi,” pungkasnya.

Saksikan juga video ‘Ketum PPP Romahurmuziy Ditangkap KPK’:

[Gambas:Video 20detik]

(bdh/bdh) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>