TKN: Jateng Basis PDIP, Pendukung Jokowi Tak Akan ke Prabowo

Sementara itu, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto akan menyapa masyarakat dalam kampanye terbuka di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu 10 April 2019. 

Pantauan di lokasi, massa mulai berbondong-bondong mendatangi Stadion Sriwedari. Mulai dari relawan, ibu-ibu, dan kelompok masyarakat lainnya. Sejumlah pendukung datang menggunakan bus ke lokasi acara.

Tak hanya itu, acara kampanye dimanfaatkan para pedagang untuk menjual aksesoris Prabowo-Sandiaga. Mereka menggelar dagangannya di luar stadion. Mulai dari pin garuda merah, topi, kaos dan stiker 02.

Sementara gambaran di dalam stadion, basis massa 02 kompak membawa bendera dukungan. Antara lain lambang Partai Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat. Panggung orasi juga di desain wajah Prabowo-Sandi bertuliskan Indonesia Menang berwarna merah putih.

Sebagian pendukung pun ada yang duduk di atas stadion untuk melihat kedatangan Prabowo. Kemudian ada yang menggelar tiker di atas rumput sembari menunggu kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Sementara, puluhan aparat keamanan turut mengamankan lokasi kampanye. Di antaranya personel kepolisian yang dibantu para barisan keamanan dari para relawan Prabowo-Sandi.

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

5 Menu Sarapan Khas Jateng Ini Pernah Dinikmati Ganjar Pranowo

Jakarta – Jabatan utama Ganjar Pranowo memang sebagai Gubernur Jawa Tengah, tapi ia juga dikenal sebagai foodies. Berbagai menu sarapan khas pernah dicoba.

Aneka penjaja makanan di Jawa Tengah pernah disambanginya untuki santapan . Ada sop ikan hingga sepiring kupat tahu khas Jateng. Berikut ini beberapa menu sarapan tradisional pilihan Ganjar Pranowo.

1. Sop Ikan Bu Endut

5 Menu Sarapan Khas Jateng Ini Pernah Dicoba Ganjar PranowoFoto: instagram @ganjar_pranowo

Sop ikan jadi menu sarapan Ganjar Pranowo saat di Semarang. Di kedai sop ikan Bu Endut ini ada sop ikan dengan sambal hijau yang segar.
Makin lengkap lagi sop ikan dinikmati dengan kerupuk, bakwan, ati ampela goreng dan lauk lainnya. “Sopnya sueeeger dengan sambal hijau,” kata Ganjar pada postingan instagramnya.

Baca juga : Ini 5 Rekomendasi Tempat Makan Pilihan Ganjar Pranowo

2. Nasi Megono

5 Menu Sarapan Khas Jateng Ini Pernah Dicoba Ganjar PranowoFoto: instagram @ganjar_pranowo

Saat mengunjungi Batang, Ganjar menyempatkan sarapan sepiring nasi megono. Ditemani sang Bupati Batang, Ganjar menyantap nasi khas ini di rumah makan Fatimah.

Sebelum makan, Ganjar sempat menjelaskan tentang nasi megono yang disajikan dengan lauk olahan nangka atau gori. Ia juga menyantap nasi dengan ikan bandeng dan cumi-cumi.

3. Soto Jon Wen

5 Menu Sarapan Khas Jateng Ini Pernah Dicoba Ganjar PranowoFoto: instagram @ganjar_pranowo

Ganjar dikenal juga memiliki hobi gowes alias sepedaan. Ia sering keliling wilayah Semarang mengendarai sepeda di akhir pekan. Nah, kadang setelah sepedaan ia mampir makan sarapan.

Seperti kedai soto Jon Wen yang disambangi Ganjar dan sang istri. Soto ini terbilang kuliner legendaris dengan menu utama soto ayam. Ganjar menikmati soto dengan sepotong tempe goreng.

4. Tahu Pojok Magelang

5 Menu Sarapan Khas Jateng Ini Pernah Dicoba Ganjar PranowoFoto: instagram @ganjar_pranowo

Menu sarapan yang dipilih Ganjar saat berada di Magelang adalah kupat tahu pojok. Makanan di kedai sederhana ini sudah ada sejak 1942, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Menu andalannya adalah seporsi kupat tahu dengan irisan bakwan dan tauge yang diguyur bumbu kacang yang cair. Ganjar menyantap kupat tahu ini usai mengikuti Borobudur Marathon. Saat makan kupat tahu, pasangan minuman paling pas yakni segelas jeruk peras yang kaya akan vitamin C.

Baca juga : Aksi Ganjar Pranowo Saat Berburu Tengkleng hingga Ngulek Sambel

5. Pecel Madiun di Solo

5 Menu Sarapan Khas Jateng Ini Pernah Dicoba Ganjar PranowoFoto: instagram @ganjar_pranowo

Madiun memang masuk wilayah Jawa Timur tapi pecel yang satu ini adanya di Solo. Ganjar juga pernah mampir ke kedai pecel yang lokasinya di dekat rumah Jokowi di Solo.

Warung pecel yang berlokasi di Jalan Adi Sumarmo ini menyediakan seporsi nasi pecel lengkap dengan aneka gorengan dan mlanding. Pada Februari 2019 lalu, Ganjar menyantap pecel ini sebagai menu sarapan. (dvs/odi)

Nasib Jokowi-Ma’ruf Ada di Jateng

Kemudian Jokowi pun meminta kepada pendukung dan relawan supaya pada Pilpres kali ini perolehan suaranya bisa mencapai di atas 90 persen. “Saya tidak ragu jika seperti ini, saya tidak ragu. Insyaalah apa yang kita sepakati sore hari ini akan terjadi,” harapnya.

Untuk itu, ia pun menginginkan kepada para pendukungnya untuk kerja keras di sisa waktu delapan hari menjelang Pilpres 17 April 2019. Jokowi pun berharap kerja keras para pendukungnya tidak hanya di Solo tapi juga di daerah lain.

“Solo juga, Sragen juga harus sama. Karanganyar sama, Sukoharjo sama, Klaten sama, Boyolali sama dan sekitarnya seperti Purwodadi dan Salatiga harus sama,” ujarnya.

Menurut Jokowi, perolehan suara di wilayah Jawa Tengah sangat menentukan untuk menang dan tidaknya pasangan capres nomor urut 01. Hal ini disebabkan tambahan presentase di Jawa Tengah akan digunakan untuk menutup di daerah lain.

“Nah, oleh sebab itu kita harus bekerja keras untuk bisa menang,” tandasnya.

Simak video pilihan berikut:

Jokowi: Jateng akan Tentukan Menang Tidaknya Kita

SoloCalon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kemenangan tebal di Jawa Tengah. Dia mengatakan, kemenangan di Jateng akan dipakai untuk menutup suara di wilayah lain.

Jokowi menyebut kemenangan di Jateng juga akan sangat menentukan di tingkat nasional. Untuk itu, kemenangan di Jateng harus besar.

“Hati-hati, Jawa Tengah akan sangat menentukan menang dan tidaknya kita. Karena tambahan persentase elektabilitas akan kita pakai untuk tempat lain,” kata Jokowi dalam kampanye akbar di Lapangan Stadion Sriwedari, Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (9/4/2019).

Untuk itu, dia meminta para pendukungnya untuk bekerja keras memenangkan dirinya dan KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024.

“Nah, oleh sebab itu kita harus kerja keras. Siap? Tunjuk jari. Siap?” kata Jokowi.

“Siap!” jawab ribuan pendukungnya.

Untuk Jateng, Jokowi mengatakan di Pilpres 2014 lalu dirinya meraih kemenangan sebesar 66 persen. Namun, melihat antusiasme pendukung dalam kampanyenya kali ini dirinya menargetkan kemenangan di atas 70 persen.

“Perlu saya ingatkan bahwa Pilpres 2014 di Provinsi Jawa Tengah kita mendapatkan 66%. Tapi melihat antusias, militansi sore hari ini saya tidak mau lagi 66 persen. Mininal 70 persen, setuju? Nanti kalau dapatnya 75 boleh, 80 boleh, 85 boleh, 90 boleh,” kata Jokowi.

“Saya kalau jadinya kompak gini jangan-jangan dapatnya gede banget nanti. Siap semuanya? Angkat jari!” imbuh Jokowi disambut acungan jari telunjuk para pendukungnya.
(jor/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Baliho Jokowi di Jateng Dicoret ‘PKI’ dan ‘Banci’, TKN: Tindakan Pengecut!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin berang dengan coretan cat semprot pada sejumlah alat peraga kampanye capres-cawapres junjungannya itu di Brebes, Jawa Tengah (Jateng). Coretan pada alat peraga kampanye Jokowi-Ma’ruf itu bertuliskan ‘PKI’ dan ‘banci’.

“Tindakan yang pengecut!” kata juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Selasa (9/4/2019).

Ace menyayangkan aksi pencoretan oleh orang yang tidak bertanggungjawab itu. Menurutnya, tak sepantasnya tindakan itu dilakukan di pesta demokrasi ini.

“Tidak seharusnya cara-cara seperti dilakukan orang siap berdemokrasi. Mereka tidak siap untuk kalah sehingga menghalalkan segala cara dengan memfitnah,” katanya.

“Kami mendesak kepada Bawaslu setempat untuk segera mengusut pelakunya. Tensi politik menjelang pemilihan semakin tinggi. Perlu perhatian serius menjelang pemilihan ini,” imbuh Ace.

Sebelumnya ditemukan sejumlah alat peraga kampanye Jokowi-Ma’ruf itu dicoret-coret di Brebes menggunakan cat semprot. Alat peraga kampanye berupa baliho yang dicoret itu ditemukan di sepanjang Jalan Brebes-Jatibarang, selain itu ada pula di jalur pantura di Desa Kluwut, Bulakamba.

Selain baliho bergambar Jokowi, ada pula alat peraga kampanye caleg PDIP dari Dapil Brebes-1, Waraskah Yanti, yang juga dibubuhi tulisan PKI dengan cat semprot warna hitam.

Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini

(mae/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ini Bukti TNI-Polri Siap Jamin Keamanan Pemilu 2019 di Jateng

Liputan6.com, Solo – TNI dan Polri siap menjamin keamanan di wilayah Jawa Tengah saat pesta demokrasi Pilpres dan Pileg pada Pemilu 2019 digelar serentak. 

“Semua kekuatan personel baik dari TNI dan Polri sudah dipersiapkan untuk pengamanan Pemilu 2019, sehingga pelaksanaan sukses dan kondusif,” kata Kepala Polda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, di sela acara Kunker Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian di Mapolresta Surakarta, Jumat, 5 April 2019 yang dilansir Antara

Irjen Pol Condro menambahkan, bahwa jumlah personel untuk mengamankan Pemilu di Solo Raya pihaknya akan menurunkan Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Mabes Polri sebanyak dua satuan setingkat kompi (SSK).

Dua SSK itu terdiri dari pasukan Brimob Polda Kalteng dan Bengkulu yang ditempatkan di Kota Solo, dari pasukan Brimob Polda Jateng satu SSK, serta didukung dari TNI.

Sedangkan untuk wilayah Jateng pihaknya akan menambah 4 SSK atau 400 personel yang direncanakan akan ditempatkan di eks Keresidenan Kedu. Karena di daerah ini yang mendapatkan prioritas kedua setelah Solo. 

“Kami tahu sebelumnya ada konflik pada saat digelar rapat kampanye umum beberapa waktu lalu, dan satu SSK lagi untuk wilayah di eks Keresidenan Banyumas,” kata Kapolda didampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen (TNI) Mochamad Effendi.

Kekuatan-kekuatan tersebut tentunya ingin wilayahnya tetap aman dan kondusif. Untuk itu Condro mengharapkan semua kontestan baik Pilpres maupun Pileg ikut menjaga kondusifitas di Jateng.

Oleh karena itu, Kapolda mengharapkan pimpinan Parpol dan ketua tim sukses masing-masing paslon untuk bisa mengendalikan, mengarahkan, menginstruksikan kepada semua peserta kampanye untuk menggunakan kendaraan secara tertib sesuai aturan lalu lintas.

“Hal ini, saya lihat di Banyumas tidak ada motor berknalpot brong, dan juga di Pekalongan, Brebes dan Slawi. Saya melihat yang ada di eks Keresidenan Surakarta, dan Kedu. Dua wilayah ini, yang harus menjadi prioritas di Jateng,” katanya.

Pihaknya sudah membuat surat untuk para pimpinan parpol untuk mentaati peraturan lalu lintas, dan menghargai jadwal yang sudah ditetapkan oleh KPU. Kedua paslon harus bisa saling menghargai.

Kapolri dan Panglima TNI menyampaikan pesan agar terus mengajak para ulama dan tokoh masyarakat untuk mendinginkan suasana supaya pesta demokrasi Pemilu 2019 berjalan aman dan kondusif.

PDIP Optimistis Jateng Tetap ‘Kandang Banteng’

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan saat ini tengah melakukan konsolidasi partai.

“Ibarat maraton, kita sprint (lari cepat). Ini kan pengumpulan calon legislatif untuk mendengar arahan dari Bu Mega (Ketua Umum PDIP). Kita berikan pembekalan sehingga ketika bergerak ototnya terkondisi baik,” ujar Ganjar.

Ia mengatakan, saat ini, tidak hanya kader partai tetapi juga relawan yang harus berupaya optimal untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Kita standby dalam waktu dekat dari RW-RW untuk desanya memenangkan Jokowi-Ma’ruf,” kata Ganjar.

Warga Jateng Resik-Resik Keraton Jelang Kenaikan Tahta Raja Paku Buwono XIII

Menurut Ganjar, keberadaan keraton tidak lepas dari sejarah kebudayaan dan sejarah perjuangan yang snagat panjang. Sebagai obyek wisata, dengan berkunjung ke keraton bisa belajar mengenai bagaimana pergerakan nasional dimulai.

“Oleh sebab itu, mari kita semuanya menjaga ini dengan baik dan kita tunjukkan cinta kita secara bareng-bareng,” harapnya.

Dengan demikian, ia pun berharap setelah keraton bersih diharapkan masyarakat bisa berbondong-bondong untuk berkunjung. Tak hanya itu, para peneliti akan kembali datang ke keraton sebagai pusat kebudayaan.

“Semua aktifitas akan muncul kembali di keraton. Inilah yang kita harapkan greget itu mulai terasa denyutnya di keraton,” kata dia.

 Bahkan, menurut Ganjar, Presiden Jokowi  sudah memberikan pesan melalui Menko Polhukam dan Menteri PUPR bahwa keraton akan kembali dibuat komcer. Fisik bangunan keraton akan diperbaiki, lantas pemerintahan di dalam keraton juga akan didampinginya.

“Hari ini semua sepakat untuk kembali menjalankan roda pemerintahan di keraton. Kami mendukungny. Seluruh daya upaya kita kerahkan, baik administrasi, personel, anggaran hingga perencanaan pembangunan fisik,” ucapnya.

Sementara itu, Pengageng Parentah Keraton Solo, KGPH Dipokusumo megatakan pihak keluarga keraton mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dalam acara kerja bakti resik-resik keraton. Kegiatan itu dilakukan untuk menyambut acara peringatan kenaikan tahta raja pada Senin nanti.

“Kegiatan bersih-bersih keraton ini menunjukkan semangat dan spirit keguyuban dan gotong royong. Ada sekitar 1.050 pesert ayang telibat dalam resik-resik keraton ini. Kita berharap semuanya berjalan dengan lancar,” ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ganjar Pranowo kembali bekerja usai dilantik menjadi Gubernur Jawa Tengah. Ia menyempatkan waktu makan sate di belakang kantor Gubernur Jawa Tengah.

Sandiaga Kampanye Akbar di Jateng, PDIP: Bagaikan Menginjak Pasir

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno memulai kampanye akbar dengan mendatangi sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Terkait giat kampanye Sandiaga di Jateng itu,  Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, mengatakan, akan sulit baginya menembus barisan banteng. Karena itu, pihaknya tak merasa khawatir.

“Di sana tumbuh semangat biar gepeng tetap banteng. Kekuatan inilah yang akan menjadi penopang bagi Pak Jokowi- K.H. Ma’ruf Amin,” ucap Hasto di Serang, Banten, Minggu, 24 Maret 2019.

Dia menuturkan, dengan bergeraknya Tim Prabowo-Sandiaga ke wilayah Jateng, justru sangat menguntungkan pihaknya. Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini, tenaga paslon 02 akan terserap habis.

“Justru ketika Sandiaga itu memfokuskan di Jawa Tengah, artinya energi mereka akan terserap di Jawa Tengah. Bagaikan menginjak pasir yang menyedot seluruh energi mereka,” ungkap Hasto.

Karenanya, masih kata dia, hal ini membuat peluang Jokowi-Ma’ruf terbuka lebar untuk menduduki basis-basis dari Prabowo-Sandiaga.

“Jadi kami Justru pada kesempatan yang sama, masuk ke Banten kemudian Jawa Barat dan DKI,” jelas Hasto.

 

Suap Rp 1,2 M untuk Taufik Kurniawan Diterima di Rumah Ketua PAN Jateng

Semarang – Wakil Ketua DPR nonaktif Taufik Kurniawan didakwa menerima suap dari Bupati Kebumen, Yahya Fuad dan Bupati Purbalingga, Tasdi. Jaksa mengungkap suap Rp 1,2 miliar dari Tasdi untuk Taufik diterima di rumah Ketua PAN Jateng, Wahyu Kristianto.

“(Taufik menerima suap dari Bupati Tasdi) melalui Wahyu Kristianto sejumlah Rp 1,2 miliar,” ujar Jaksa dari KPK, Eva Yustisiana dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (20/3/2019).

Jaksa menyebutkan bahwa uang Rp 1,2 miliar itu diberikan Tasdi kepada Taufik melalui Wahyu pada Agustus 2017.


“Sebagai tindak lanjut atas perintah Tasdi, pada sekira pertengahan bulan Agustus 2017, Samsurijal Hadi alias Hadi Gajut menyerahkannya kepada terdakwa melalui Wahyu Kristianti di rumah Wahyu di Jalan Mandiraja Wetan, Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara,” lanjut Eva.
Selanjutnya, Wahyu menemui Taufik di Hotel Asrilia Bandung untuk menyerahkan uang tersebut. Diberitakan sebelumnya, Taufik menerima suap dengan janji akan memperjuangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2016 Purbalingga. Selain dari Bupati Purbalingga, Taufik juga didakwa menerima suap dari Bupati Kebumen sebesar Rp 3,65 mliar.
(alg/sip)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>