Kode Jari Rasis dari Brenton Tarrant Si Teroris

Christchurch – Membunuh sedikitnya 50 nyawa jemaah di dua masjid di Christchurch, New Zealand, tak membuat Brenton Tarrant merasa bersalah. Di pengadilan, pria asal Australia itu malah menunjukkan kode-kode yang bisa membuatnya makin dibenci.

Brenton Tarrant yang saat ini berusia 28 tahun mulai diadili di Pengadilan Distrik Christchurch pada Sabtu (17/3) kemarin. Sehari setelah aksi teror terjadi.

Melansir news.com.au, Senin (18/3), Tarrant yang mengenakan pakaian putih dan diborgol, sempat menunjukkan simbol tertentu dengan tangannya. Dia memeragakan simbol ‘OK’ terbalik dengan tangan kanannya. Bersamaan dengan itu, Tarrant juga menyeringai.


Simbol tangan tersebut, yang memang sering disertai seringai, kerap dikaitkan dengan supremasi kulit putih. Jari tengah, jari manis dan kelingking dikatakan mewakili ‘W’ (putih/white), sedangkan ibu jari dan telunjuk berkumpul untuk mewakili ‘P’ (kekuatan/power).

news.com.au menuliskan, meskipun beberapa supremasi kulit putih menggunakan gerakan itu, ada kemungkinan juga Tarrant melakukannya ‘hanya untuk menjebak kita semua’.

Tarrant didakwa dengan satu dakwaan pembunuhan atas penembakan brutal di dua masjid New Zealand. Sidangnya akan dilanjutkan 5 April 2019 mendatang dengan jaksa disebutkan akan membuatkan dakwaan untuk Tarrant.

Dalam menjalani persidangan, Tarrant sudah menyampaikan bahwa dia menolak untuk didampingi pengacara.

“Dia ingin membela dirinya sendiri dalam kasus ini. Ada indikasi bahwa dia tidak menginginkan seorang pengacara,” kata pengacara yang ditunjuk pengadilan, Richard Peters kepada AFP.

“Cara dia menyampaikannya rasional, dan bukan seseorang yang menderita cacat mental. Begitulah penampilannya. Dia tampaknya mengerti apa yang sedang terjadi,” jelasnya.

Sebanyak 50 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka dalam aksi teror penembakan brutal di dua masjid di kota Christchurch. Satu di antaranya diidentifikasi merupakan warga negara Indonesia. Tarrant disebut-sebut merupakan pelaku tunggal.
(rna/dkp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Banjir Rendam Rumah dan Sawah di Jember, Petani Gigit Jari

Liputan6.com, Jember – Ratusan petani di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember Jawa Timur, terpaksa harus gigit jari. Bagaimana tidak, padi yang mereka tanam rusak akibat banjir yang terjadi pada Minggu, 17 Maret 2019, sekitar pukul 04.00 WIB.

Selain merendam area persawahan warga, banjir tersebut juga merendam permukiman warga. Akibatnya, sekitar 260 kepala keluarga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, lantaran banjir tidak juga surut hingga pukul 20.00 WIB. 

“Banjir terjadi akibat meluapnya sungai Gladak putih di kawasan perkebunan Kotta Blater Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo, akibat hujan deras sejak Sabtu kemarin,” kata Kapolsek Tempurejo, AKP Suhartanto, Minggu 17 Maret 2019 malam. 

Dia menjelaskan, ketinggian banjir tersebut mencapai 60 sentimeter hingga 1 meter lebih. Ada tiga Rukun Warga (RW) terdampak, yaitu 105 keluarga di RW 01, 100 keluarga di RW 03, dan 50 keluarga di RW 04.

“Hingga malam ini, sudah tidak bisa membedakan lagi, mana jalan, mana sungai mana halaman rumah, sehingga sangat berbahaya jika dilewati,” kata Suhartanto. 

BPBD setempat bersama relawan bergerak cepat dan berhasil mengevakuasi seluruh masyarakat, beserta harta bendanya. Warga yang berada di daerah rawan dengan ketinggian air lebih dari 1 meter, diungsikan ke tempat yang lebih aman, di rumah saudara, tetangga dan balai desa setempat.  

Bahkan, jalan menuju tempat warga bekerja di perkebunan Kotta Blater tidak bisa dilalui karena banjir. Pasalnya, ketinggian air lebih dari 1 meter. Padahal, selain sebagai tempat bekerja, di lokasi tersebut juga terdapat dua buah sekolah.

“Saya mengimbau masyarakat berhati-hati, jangan melewati jalan tersebut, supaya menunggu air surut. Sebab, jalan tersebut masih sangat berbahaya untuk dilewati,” ucapnya. 

Ada Cincin Melingkar di Jari Manis Ahok, Sudah Nikah dengan Puput?

Jakarta

Sebuah foto yang beredar mengungkap kebersamaan Ahok dengan Puput Nastiti Devi. Setelah bercerai dari Veronica Tan, Ahok dikabarkan akan menikah dengan perempuan yang berprofesi sebagai polisi tersebut.

Setelah kebebasannya Januari lalu dari Mako Brimob, Ahok memang dikabarkan bakal mempersunting Puput. Akan tetapi hingga kini belum ada pernyataan resmi dari keduanya.

Namun dari foto Puput dan Ahok yang terlihat bersama di Sydney, terlihat ada cincin yang melingkar di jari Ahok.

Dalam foto yang beredar, tampak Ahok berkemeja biru berjalan di belakang Puput. Tangan kirinya yang terlihat memegang tali tas yang ia gendong memperlihatkan ada cincin di jari manis tangan kirinya.

Ada Cincin Melingkar di Jari Manis Ahok, Sudah Nikah dengan Puput?Foto: Ahok dan Puput (dok.!nsertlive)

Apakah Ahok dan Puput sudah menikah?

Cincin di jari manis di tangan kiri identik dengan simbol ikatan seseorang yang telah menikah.

Video: Ahok Kepergok Liburan Bareng Puput di Sydney

[Gambas:Video 20detik]

Berembus kabar 15 Februari 2019 menjadi momen yang dipilih Ahok dan Puput untuk menggelar pernikahan. Ada dua tempat yang santer dikabarkan menjadi pilihan Ahok dan Puput menggelar pernikahan.

Yakni Bali dan Korea. Jika benar, apakah Sydney menjadi destinasi honeymoon Ahok dan Puput?

(doc/doc)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Anggota FBR Pose 2 Jari di Deklarasi Pro-Jokowi, TKN Tanggapi Santai

Jakarta – Video anggota Forum Betawi Rempug (FBR) berpose 2 jari saat deklarasi mendukung Jokowi di lapangan Puri Mansion, Jakarta Barat viral. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menanggapi santai hal itu.

“Menurutku susup-menyusup, atau indisipliner dalam kelompok ini banyak terjadi. Karena cair dan kerumunan, maka santai saja,” ujar Influencer TKN Jokowi-Ma’ruf, Eva Sundari, kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).

Eva pun mengapresiasi gerak cepat Ketua Umum FBR Lutfi Hakim yang telah mengambil tindakan. Menurutnya, hal itu memang harus dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait sikap organisasi.
“Jika yang bersangkutan keberatan tidak usah diundang di kegiatan FBR terkait kampanye Jokowi. Tunggu sampai coblosan kelar, baru gabung lagi toh pemilu 5 tahun sekali doang,” katanya.

Sebelumnya, Viral video anggota FBR berpose 2 jari saat deklarasi mendukung Jokowi di lapangan Puri Mansion, Jakarta Barat. Dalam video tersebut, dua anggota FBR terlihat berpose gestur 2 jari khas pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua Umum FBR Lutfi Hakim buka suara soal anggotanya yang berpose 2 jari. Dia mengatakan sudah mengambil tindakan terhadap anggotanya yang menunjukkan pose 2 jari.

Lutfi juga mengatakan, tiga anggota FBR tersebut sudah meminta maaf. Dia mengatakan FBR solid mendukung pasangan 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Kemarin itu yang hadir 36 ribu orang, dan itu cuma segelintir orang, ulah 3 orang, nggak mungkin merusak yang 36 ribu. Itu kita sudah ambil tindakan. Kalau dia masih melakukan hal yang sama, kita keluarkan. Selagi kita bisa bina, kita akan bina karena suara mereka 3, kan lumayan, sama anak istrinya. Kita perlu pendekatan ke masyarakat, jadi nggak perlu tindakan tegas. Selagi bisa kita bina, kita bina dan kasih pengertian kepada mereka, karena kita tak anggap sebagai hambatan. Harus dijadikan peluang kepemimpinan FBR di masing-masing wilayah harus bisa dibuktikan,” kata Lutfi saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/3).
(mae/abw)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Sesalkan FBR Tindak Anggota yang Pose 2 Jari: Itu Hak Warga Negara

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyayangkan Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim yang mengambil tindakan pada anggotanya yang berpose 2 jari saat deklarasi mendukung Jokowi di lapangan Puri Mansion, Jakarta Barat. BPN menegaskan, memilih capres-cawapres merupakan hak individu setiap warga negara.

“Memilih capres dan cawapres adalah hak individual setiap warga negara. Jadi setiap warga negara memiliki hak secara pribadi untuk menentukan siapa capresnya. Kalau ada organisasi tertentu yang menyatakan untuk mendukung capres tertentu itu bagian kebijakan organisasi, tapi hak personal dari masing-masing individu itu dijamin oleh UU,” ujar juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan, Kamis (13/3/2019).

Saleh mengatakan, kebebasan memilih capres-cawapres dijamin oleh undang-undang. Tidak boleh ada orang ataupun organisasi yang memaksakan untuk memilih capres tertentu. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi demokrasi.
“Tidak boleh ada yang memaksakan pilihan tertentu dalam negara demokrasi. Justru demokrasi itu bisa tumbuh dengan baik jika masyarakatnya diberikan kebebasan untuk memilih. Tapi jika ada penekanan untuk memilih calon tertentu ya bukan demokrasi. Kita ingin seluruh ormas dan parpol sekalipun itu tetap memberikan kebebasan pada anggotanya untuk memilih capres cawapresnya,” tuturnya.

Di sisi lain, menurut Saleh, dukungan anggota FBR itu menunjukkan besarnya dukungan rakyat kepada Prabowo-Sandiaga. Meski ada arahan-arahan untuk memilih calon presiden tertentu.

“Justru dengan tindakan seperti ini itu pasti disadari oleh mereka. Artinya mereka memang ingin mendukung 02. Itu memperlihatkan besarnya dukungan pada Prabowo-Sandi. Nanti pada saatnya di TPS mereka yang akan menentukan siapa yang akan mereka pilih. Seperti saat kepala daerah yang mendukung 01, kami tidak takut, karena itu kan hanya kepala daerahnya saja, warganya nggak,” ujar Politikus PAN itu.

Sebelumnya, Viral video anggota FBR berpose 2 jari saat deklarasi mendukung Jokowi di lapangan Puri Mansion, Jakarta Barat. Dalam video tersebut, dua anggota FBR terlihat berpose gestur 2 jari khas pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua Umum FBR Lutfi Hakim buka suara soal anggotanya yang berpose 2 jari. Dia mengatakan sudah mengambil tindakan terhadap anggotanya yang menunjukkan pose 2 jari.

Lutfi juga mengatakan, tiga anggota FBR tersebut sudah meminta maaf. Dia mengatakan FBR solid mendukung pasangan 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Kemarin itu yang hadir 36 ribu orang, dan itu cuma segelintir orang, ulah 3 orang, nggak mungkin merusak yang 36 ribu. Itu kita sudah ambil tindakan. Kalau dia masih melakukan hal yang sama, kita keluarkan. Selagi kita bisa bina, kita akan bina karena suara mereka 3, kan lumayan, sama anak istrinya. Kita perlu pendekatan ke masyarakat, jadi nggak perlu tindakan tegas. Selagi bisa kita bina, kita bina dan kasih pengertian kepada mereka, karena kita tak anggap sebagai hambatan. Harus dijadikan peluang kepemimpinan FBR di masing-masing wilayah harus bisa dibuktikan,” kata Lutfi saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/3/2019).
(mae/abw)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ahmad Dhani yang Puasa Salam 2 Jari

Jakarta – Ahmad Dhani hanya melambaikan tangan dan tersenyum saat tiba di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Tak seperti sidang-sidang sebelumnya, Dhani seakan menahan diri untuk menunjukkan salam dua jari. Apa sebabnya?

Dhani menahan diri tidak menunjukkan salam dua jari karena ada lima anggota Panwascam Asemrowo yang diterjunkan ke PN Surabaya, Jalan Arjuno, Surabaya, Selasa 12 Maret 2019. Bawaslu menerjunkan petugas untuk mengawasi sidang yang diduga menjadi ajang kampanye salah satu capres-cawapres.

“Bukan mengawasi sidangnya. Sidangnya monggo-monggo saja. Itu urusan kehakiman, kejaksaan dan kepolisian. Pendukung yang sengaja mengajak mendukung salah satu paslon. Yel-yel-nya itu,” kata Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Hadi Sumargo, saat dihubungi detikcom.

Hadi mengakui jika pengawasan tersebut yang pertama yang dilakukan Bawaslu dalam gelaran sidang yang mendakwa Caleg Partai Gerindra itu. Menurutnya, jika Bawaslu tidak menemukan bukti-bukti potensi kampanye maka pengawasan tidak akan dilakukan dalam sidang-sidang berikutnya.
“Baru kali ini. Kalau memang potensi itu nggak ada ya sidang selanjutnya nggak perlu karena bukan objek pengawasan Bawaslu,” ucapnya.
Ahmad Dhani menjalani sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Enam saksi yang dihadirkan terdiri dari tiga saksi fakta dan tiga saksi ahli.

Saksi Ahli Bahasa Andik Yulianto memberikan keterangan dalam sidang Ahmad Dhani. Ia menyebut kata ‘idiot’ yang diucapkan Dhani bisa diartikan merendahkan orang.

“Dalam KBBI kata-kata itu, secara lisan dan tulis memiliki arti merendahkan seseorang. Arti bahasa itu tidak banyak diketahui oleh orang lain. Yang membuat orang tersinggung,” kata Andik dalam persidangan.

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim R Anton Widyopriyono, Andik kemudian menjelaskan lebih jauh mengenai arti kata ‘idiot’. Menurutnya kata tersebut merupakan serapan.

“Di KBBI adalah taraf berpikir paling rendah, kalau dikaitkan dengan IQ maknanya, bahwa yang di luar itu memiliki taraf berfikir rendah,” imbuh Andik.
(fdu/aan)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Real Madrid Gigit Jari, Zidane Tolak Balik ke Bernabeu

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid dikabarkan ingin memboyong lagi Zinedine Zidane ke Santiago Bernabeu. Namun, pelatih asal Prancis tersebut, menolak kesempatan untuk kembali ke Real Madrid.

El Chiringuito sebelumnya mengklaim bahwa Zidane setuju untuk melatih Real Madrid musim depan. Tapi, El Pais seperti dilansir Football Italia, Senin (11/3/2019), menegaskan bahwa rencana itu tidak akan terjadi.

Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sudah meminta utusannya, Jose Angel Sanchez, untuk menghubungi Zidane. Tapi, jawaban Zidane negatif.

Baik Perez maupun Sanchez tidak lagi berencana memanggilnya lagi, karena khawatir hubungan mereka dengan Zizou akan memburuk.

Media itu justru menyebut Zidane kini makin dekat dengan Juventus. Mereka secara resmi akan menawarkan kontrak kepada pelatih berusia 46 tahun itu untuk menggantikan Max Allegri hingga tahun 2022.

https://www.vidio.com/watch/1390879-4-tujuan-zinedine-zidane-setelah-mundur-dari-real-madrid

Sebelum Sidang, Ahmad Dhani dan Mulan Kompak Pose Salam 2 Jari

Surabaya – Sesaat sebelum sidang dimulai, Ahmad Dhani dan Mulan Jameela duduk di bangku pengunjung. Di depan kamera wartawan, keduanya kompak menunjukkan salam 2 jari.

Ahmad Dhani menjalani sidang lanjutan terkait kasus ‘idiot’ pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (5/3/3019). Dalam sidang keenam tersebut, pentolan Dewa 19 itu akan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum.

Kehadiran Mulan di pengadilan Jalan Arjuno ini memberikan suasana baru bagi Dhani. Sesaat sebelum sidang dimulai, keduanya duduk berdampingan di bangku pengunjung Ruang Cakra. Sambil tersenyum berseri, Dhani dan Mulan mengacungkan salam 2 jari.
Namun sayang hingga sidang dimulai, sejumlah artis lainnya yang dikabarkan akan hadir, tidak tampak di ruang persidangan. Sejumlah artis yang dimaksud yakni Camelia Malik dan Hengky Tornando.
Dalam kesempatan tersebut, Dhani juga mengajak para wartawan menghadiri konser ‘Hadapi Dengan Senyuman’ yang akan digelar di Grand City Surabaya, 10 Maret mendatang.

“Wartawan gratis. Pokoknya bawa Id Card. Nanti akan dihadiri oleh Rocky Gerung, Fadli Zon dan tokoh-tokoh Jakarta akan hadir,” kata Dhani.
(sun/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mendagri Ingatkan ASN: Hati-hati dengan Tangan dan Jari

JakartaMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) harus tetap netral terkait Pemilu 2019. Tjahjo meminta ASN berhati-hati terhadap gestur tubuh agar tak dikaitkan dengan Pilpres 2019.

“Kami hanya ingatkan pada seluruh ASN dalam konteks hadapi Pemilu yang sisa 1,5 bulan ini, tunjukkan netralitas ASN. Di mana Anda bertugas resmi untuk netral. Hati-hati tangan, jari, gerakan, ucapan-ucapan karena posisi ASN adalah netral,” ujar Tjahjo dalam sambutan serah-terima jabatan Plt Dirjen Otonomi Daerah (Otda) dan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019).

Posisi ASN itu disebut Tjahjo berbeda dengan kepala daerah yang diusung parpol. Kepala daerah berhak mengajukan cuti kampanye dengan mengikuti aturan.

Tapi di sisi lain, ASN ditegaskan Tjahjo wajib menaati perintah atasannya yakni bupati, wali kota, gubernur, menteri juga presiden.

“Juga wajib hukumnya sosialisasikan program-program pemerintah kerja. Pisahkan pada posisi politik pada pileg dan pilpres. Anda semua harus netral di sisi lain anda harus taat dan patuh melaksanakan tugas sosialisasikan program presiden terpilih, gubuernur, dan wali kota di seluruh tingkatan yang ada,” terang Tjahjo.

(fdn/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mobil Tanpa Sopir Harus Bisa Menepi Jika Diberhentikan Polisi

Liputan6.com, Jakarta – Kendaraan autonomus alias tanpa sopir diyakini bakal benar-benar terjadi di masa depan. Namun, masih ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum mobil otonom ini benar-benar menggantikan peran pengemudi manusia seperti yang ada saat ini.

Melansir Carscooops, Jumat (1/3/2019), salah satu hal yang paling sulit bagi pembuat mobil dan perusahaan teknologi, adalah memastikan kendaraan tanpa sopir dapat berinteraksi dengan lingkungan seperti yang dilakukan pengemudi manusia.

Membuat mobil tanpa sopir yang mampu berhenti saat lampu lalu lintas merah, masih cukup sederhana, begitu juga dengan mendeteksi pejalan kaki. Tapi, jika mobil tanpa sopir saat ditilang polisi bisa menepi seperti sesuatu yang tidak mungkin.

Sementara itu, berbicara soal fitur tersebut, Waymo telah bekerja keras untuk memastikan prototipe otonomnya dapat mengenali petugas polisi dan menanggapi berbagai permintaan.

Misalnya, pada Januari lalu, sebuah kendaraan uji Waymo berhenti di lampu merah yang gelap di Tempe, Arizona tak lama setelah listrik padam.

Seorang petugas polisi sedang berdiri di persimpangan mengatur lalu lintas, dan mobil menunggu sebelum melanjutkan perjalanan setelah dilambaikan oleh petugas.

Selain itu, Waymo juga telah mengembangkan perangkat lunak yang menginstruksikan kendaraannya untuk berhenti ketika mendeteksi lampu polisi berkedip di belakangnya.

2 dari 2 halaman

Mobil Nirsopir Mulai Antar Barang Belanjaan

Mobil tanpa sopir alias nirsopir bukan hanya isapan jempol semata. Bahkan sebuah perusahaan jaringan supermarket Kroger, bersama startup Nuro, menghadirkan mobil tanpa sopir yang mampu mengantarkan barang belanjaan konsumen hingga ke depan pintu rumah.

Proyek yang masih dalam program percontohan ini mulai beroperasi 16 Agustus 2018 dengan melibatkan Fry’s Food Store milik Kroger di East McDowell Road, Scottsdale, Arizona, Amerika Serikat.

Dilansir thespoon.tech, Senin (20/8/2018), Konsumen bisa saja melakukan pemensanan dengan sentuhan jari. Sebab, pemesanan bisa melalui  frysfood.com atau aplikasi Fry.

Barang yang sudah terpesan dapat diatur jadwal pengirimannya, baik hari yang sama atau hari berikutnya, dengan biaya per pengiriman US$ 5,95 atau sekitar Rp 85 ribu tanpa batasan pesanan minimum.

Untuk sementara, armada nirsopir menggunakan Toyota Prius yang dibantu seseorang di belakang kemudi. Bagian kompartemen mobil dimodfikasi sedemikian rupa hingga mampu menampung enam kantong barang.