Tak Ada Gajah yang Mau Dijajah

Liputan6.com, Bandar Lampung – Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Agus Wahyudiono mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu habitat gajah atau mengusirnya secara sembarangan ketika kawanan itu memasuki permukiman.

“Masyarakat yang ada jangan sampai mengganggu kawanan gajah, bila tidak mau kawanan gajah ini merusak rumah, perkebunan dan pertanian warga,” kata Agus saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat (22/2/2019), dilansir Antara.

Menurut dia, sering keluar dan masuknya kawanan gajah ke permukiman warga karena mereka merasa terganggu dengan keberadaan manusia di habitatnya, terutama memberikan dampak keterbatasan makanan.

Selain itu, masyarakat juga jangan gegabah saat mengusir kawanan gajah yang masuk ke permukiman warga. Kalau perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas yang ada agar tidak memakan korban.

“Masyarakat jangan suka gegabah untuk mengusir kawanan gajah yang ada, karena bisa membahayakan warga,” katanya.

Sebelumnya, kawanan gajah liar kembali masuk ke perkebunan serta merusak puluhan hektare tanaman di sawah yang berada di Pekon (Desa) Roworejo, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

“Iya tadi sore kawanan gajah kembali masuk dan merusak lahan perkebunan dan pertanian milik warga termasuk sawah,” ujar Eko, salah seorang warga saat dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu, pekan lalu.

Menurut dia, kawanan gajah sudah hampir dua pekan menginap di lahan perkebunan dan pertanian milik warga di Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

Dia menerangkan, para pemilik lahan perkebunan dan pertanian hanya dapat melihat dari jarak terdekat sekitar 50 meter.

“Kami hanya bisa melihat dari jarak 50 meter saja. Dan belum berani mendekat, karena tidak mau mengambil risiko,” katanya.

Eko menjelaskan, puluhan gajah ini sudah hampir satu bulan menginap di dekat permukiman warga dan sampai saat ini kawanan gajah tersebut berpindah dari pekon satu ke pekon lainnya.

“Bila diusir dari pekon Roworejo maka akan berpindah ke pekon lainnya. Karena hutan ini dikelilingi oleh rumah penduduk,” ungkapnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Intip Alasan Pria Pura-Pura Orgasme

Liputan6.com, Jakarta Pura-pura orgasme atau orgasme palsu identik dengan wanita. Kenyataanya, pria juga pernah pura-pura orgasme. 

Sebuah survei dari perusahaan pembuat kondom, SKYN’s 2018 Millennial Sex Survey menemukan, hampir setengah dari semua pria yakni 43 persen pura-pura orgasme.

Terapis seks bersertifikat, Rena McDaniel menyampaikan, faktanya banyak pria mengalami kecemasan, tekanan, stres, dan masalah medis yang memengaruhi kemampuan untuk orgasme selama berhubungan seks.

“Situasi ini membuat pria merasa berpura-pura orgasme adalah satu-satunya pilihan yang mengisyaratkan mereka sudah mencapai puncak seksual,” papar Rena, dilansir dari Bustle, Jumat, 22 Februari 2019.

“Ini adalah alasan lain untuk menunjukkan kepada pasangan, mereka juga menikmati sensasi bercinta dengan pasangan,” tambahnya. 

Konselor hubungan dan seksolog klinis, Martha Tara Lee menjelaskan bahwa ingin membuat pasangan merasa telah memberikan yang terbaik merupakan alasan wanita dan pria mungkin memalsukan orgasme.



Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Tekanan maskulinitas

Ada juga alasan lain, seperti stres yang dapat merusak gairah seks. Stres adalah pembunuh libido nomor satu dan memengaruhi kemampuan untuk orgasme.

Kecemasan, tekanan, dan terlalu banyak berpikir saat berhubungan seks bisa mengurangi kemampuan seseorang untuk orgasme. Bagi pria ada tekanan maskulinitas, yang dikaitkan dengan kemampuan untuk mendapatkan ereksi dan orgasme dalam setiap sesi bercinta.

“Ini adalah ekspektasi yang mungkin berkontribusi secara unik pada pria yang berpura-pura orgasme. Itu sangat masuk akal. Masyarakat sering beranggapan, pria harus kuat, jantan, dan mampu orgasme,” lanjut Martha.

Dikira Punah, Lebah Terbesar di Dunia Ditemukan Kembali di Maluku

Jakarta

Lebah terbesar di dunia telah ditemukan kembali setelah puluhan tahun para ilmuwan menduga serangga tersebut sudah punah.

Lebah raksasa sepanjang ibu jari dewasa tersebut ditemukan di salah-satu pulau di Indonesia yang tidak terlalu banyak dijelajahi.

Setelah beberapa hari mencari, tim ahli menemukan seekor lebah betina yang masih hidup, Mereka kemudian memotret dan memfilmkannya.

Dikenal sebagai lebah raksasa Wallace, serangga ini diberi nama oleh naturalis dan penjelajah Inggris, Alfred Russel Wallace, yang mengungkapkan keberadaannya pada tahun 1858.

Sejumlah ilmuwan menemukan beberapa spesimen lebah tersebut pada tahun 1981, tetapi kemudian tidak pernah menemukannya lagi.

Pada bulan Januari, tim yang mengikuti jejak Wallace – saat melakukan perjalanan di Indonesia – berusaha menemukan dan memotret lebah itu.

“Sangat mengejutkan melihat serangga ‘bulldog terbang’, yang kami tidak yakin masih hidup, ternyata ada di depan kami di alam liar,” kata fotografer sejarah alam, Clay Bolt, yang pertama kali mengambil foto dan video spesies tersebut dalam keadaan hidup.

“Benar-benar melihat betapa indah dan besarnya spesies ini dalam keadaan hidup, dan mendengar suara sayap raksasanya terbang di atas kepala saya, sangat menakjubkan,” katanya

Temuan di kepulauan di provinsi Maluku Utara tersebut meningkatkan harapan bahwa hutan di kawasan tersebut masih menyimpan salah satu serangga yang paling langka dan banyak dicari di dunia.

Saat ini tidak terdapat perlindungan hukum terkait dengan perdagangannya.

Anggota tim dan ahli lebah, Eli Wyman, dari Princeton University, berharap penemuan kembali ini akan memicu penelitian selanjutnya untuk lebih memahami sejarah kehidupan lebah dan memberikan informasi usaha lanjutan untuk melindunginya dari kepunahan.

Kelompok lingkungan, Global Wildlife Conservation (GWC), telah meluncurkan pencarian sedunia bagi “spesies hilang” yang mendukung penelitian ini.

“Dengan menjadikan lebah sebagai simbol konservasi dunia, kami yakin bahwa spesies ini mempunyai masa depan yang lebih cerah dari pada jika kita hanya membiarkannya terlupakan,” kata Robin Moore.

Pada bulan Januari, kelompok tersebut mengumumkan mereka telah menemukan satu ekor jantan katak langka Bolivia.


(ita/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Baidu Bikin Penampungan Kucing Liar dengan Teknologi Pengenalan Wajah

Liputan6.com, Jakarta – Teknologi bukan hanya milik segelintir orang, tetapi juga memberikan manfaatnya untuk banyak pihak, termasuk kucing liar. 

Baru-baru ini, Baidu mengumumkan sebuah penampungan kucing yang dibangun untuk merawat kucing liar.

Uniknya, ini bukan sekadar penampungan biasa, melainkan hadir dengan dua teknologi inovatif, yakni kecerdasan buatan (AI) dan pengenalan wajah.

Raksasa internet Tiongkok Baidu menyebut, proyek ini diinisiasi oleh salah satu karyawannya bernama Wan Xi, yang menemukan kucing kecil yang berlindung di bawah mobilnya musim dingin lalu.

Karyawan tersebut kemudian memutuskan untuk menggunakan teknologinya guna membantu memperbaiki situasi bagi kucing liar lainnya.

Adapun penampungan kucing liar ini hadir dibekali dengan sejumlah fasilitas seperti makanan dan air serta selimut hangat untuk membuat kucing lebih nyaman.

Penampungan kucing Baidu (Foto: Gizmochina)

Namun, fitur yang paling menonjol dari penampungan ini adalah teknologi yang diusungnya, sehingga memastikan bahwa hanya kucing yang bisa memasuki tempat tersebut.

Mengutip Gizmochina, Kamis (21/2/2019), salah satu fitur yang dimaksud adalah teknologi pengenalan wajah.

Teknologi inilah yang memastikan, cuma kucing yang bisa masuk. Begitu pengenal wajah mengenali kucing, pintu kacanya akan membuka.

2 dari 2 halaman

Bagaimana Kalau Kucing Sakit?

Kemudian, pengenalan wajah ini juga akan mengecek apakah kucing berpenyakit dan menilai apakah hewan tersebut sudah dikebiri atau belum.

Jika pengenalan wajah mendapati kucing sakit, secara otomatis akan mengirim pesan ke organisasi pecinta binatang terdekat. Kemudian, relawan akan memeriksa kucing yang dimaksud.

Sayangnya, tidak diungkap, berapa banyak kucing liar yang bisa menempati penampungan itu.

Kemungkinan, Baidu tengah mengadakan pilot project untuk penampungan kucing yang dibekali teknologi kekinian.

Pasalnya di Tiongkok, kucing merupakan salah satu hewan peliharaan paling populer dan disayang manusia.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Pura-Pura Hamil, Perempuan Hong Kong Ini Ternyata Selundupkan Anak Kucing

Liputan6.com, Taipei – Seorang tersangka pencuri kucing dari Hong Kong dilaporkan berusaha menyelundupkan dua anak kucing jenis Persia melalui bandara terbesar Taiwan. Tersangka menyembunyikan kedua binatang itu dalam bajunya agar tampak seperti sedang hamil, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (21/2/2019).

Upaya nekat itu membuat otoritas Bandara Taoyuan di Taiwan melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana caranya tersangka bisa lolos dari pemeriksaan keamanan tanpa diketahui sedang membawa dua kucing selundupan.

Menurut laporan tabloid Taiwan, polisi mendapat rekaman dari bandara yang memperlihatkan perempuan tersebut membawa tas putih.

Saat meninggalkan toilet umum sebelum melewati pemeriksaan keamanan, perempuan tersebut terlihat lebih berisi.

Chang Chin-yi, seorang peternak kucing, pemilik kedua anak kucing itu mengatakan, dua anak kucing yang bernama Anggi dan Da Lili, telah dicuri pada 5 Februari.

“Kejadiannya saat waktu makan. Saya masuk dengan semangkuk daging dan saat itu lah saya menyadari kucing-kucing itu sudah hilang,” katanya di apartemen miliknya di pinggiran New Taipei City. Chang memiliki 40 kucing persia yang dijual seharga US$ 3.300 atau Rp 46,34 juta per kucing.

Chang langsung teringat seorang perempuan Hong Kong yang berencana membeli Anggi dan pernah tinggal di rumahnya selama sebulan.

Chang urung menjual kucing itu karena khawatir perempuan tersebut sudah punya terlalu banyak kucing.

“(Dia) tiba-tiba histeris. Dia menangis dan berteriak-teriak melalui telepon ketika dia mendengar hal itu,” kata Chang.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Rekaman Kamera Pengawas

Rekaman kamera pengawas di luar apartemen Chang menunjukkan, perempuan itu meninggalkan gedung melalui pintu samping dengan menentang satu kucing di masing-masing lengan. Anak-anak kucing itu kemudian dimasukkan ke tas putih.

AFP menghubungi suami dari perempuan Hong Kong itu melalui telepon pada Selasa 19 Februari. Seorang pria, yang mengaku suami dari tersangka tersebut, menjawab telepon dan mengatakan tidak mengetahui rencana istrinya. Menurutnya, kedua anak kucing itu dipelihara oleh teman Chang yang tinggal di Hong Kong.

“Kami minta maaf atas kejadian itu,” kata suami tersangka kepada AFP.

Kepolisian New Taipei City membenarkan kasus itu ditangani sebagai kasus pencurian. Tapi polisi tak bisa banyak membantu karena tidak ada perjanjian ekstradisi antara Hong Kong dan Taiwan.

Bandara Taoyuan tidak membalas permintaan untuk komentar. Chang mengatakan dia akan terbang ke Hong Kong dalam beberapa hari mendatang untuk mencari solusi hukum.

Sementara masih belum jelas bagaimana nasib Anggi dan Da Lili.

Kucing-kucing yang tiba di Hong Kong tanpa surat-surat resmi harus dikarantina selama empat bulan atau berisiko dimatikan. Taiwan hanya menerima kucing-kucing dari Hong Kong yang dilengkapi sertifikat bebas rabies.

Ditangkap di Tanzania, Ratu Gading China Dipenjara 15 Tahun

Liputan6.com, Dar es Salaam – Otoritas Tanzania menangkap dan memenjarakan Yang Fenglan, seorang pengusaha asal China yang dijuluki “Ratu Gading”, atas penyelundupan ratusan gading gajah.

Fenglan dijatuhi hukuman penjara 15 tahun karena dituduh mengoperasikan salah satu lingkaran penyelundupan gading terbesar di Afrika, yang bertanggung jawab atas transaksi gelap senilai US$ 2,5 juta (setara Rp 35,1 miliar) dari sekitar 400 ekor gajah.

Dikutip dari BBC pada Rabu (20/2/2019), Fenglan dihukum karena tuduhan menyelundupkan sekitar 800 potong gading pada tahun 2000 dan 2014, dari Tanzania ke Asia Timur.

Selain itu, dua orang pria Tanzania juga turut dinyatakan bersalah terlibat dalam lingkaran penyeludupan terkait.

Pengadilan di Dar es Salaam, kota utama di pesisir Tanzania, turut memerintahkan penyitaan terhadap beberaoa properti yang berkaitan dengan praktik terlarang itu.

Perburuan gading dikatakan telah menyebabkan penurunan 20 persen populasi gajah Afrika dalam satu dekade terakhir.

Perkumpulan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), sebuah badan pemerhati lingkungan global, mengatakan populasi gajah Afrika telah turun menjadi 415 ribu ekor, atau turun sebanyak 110 ribu ekor selama 10 tahun terakhir, sebagai akibat perburuan liar.

Perdagangan gelap itu dipicu oleh permintaan dari China dan Asia Timur, tempat gading digunakan sebagai perhiasan dan ornamen.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Tersangka Berpengalaman di Tanzania

Yang Fenglan telah diselidiki lebih dari setahun ketika dia ditangkap pada 2015, menyusul aksi pengejara dengan mobil berkecepatan tinggi.

Pada saat penangkapannya, Fenglan adalah seorang pengusaha wanita terkemuka, yang mengoperasikan sebuah restoran China serta perusahaan investasi di Dar es Salaam.

Lancar berbahasa Swahili, Fenglan telah tinggal dan bekerja di Tanzania sejak 1970-an, dan pernah menjabat sebagai wakil presiden Dewan Bisnis China-Afrika di Tanzania.

Para pemerhati lingkungan menyambut antusias penangkapan tersebut karena dianggap memainkan peran penting dalam perdagangan gading ilegal.

Sebelumnya, sebagian besar penangkapan terkait cenderung melibatkan pemain kecil.

5 Alasan Pria Menolak Bercinta

Liputan6.com, Jakarta Ada kalanya pria enggan bercinta. Bahkan ia tak segan-segan mengatakan ‘Tidak’ untuk bercinta.

Anda mungkin merasa kecewa saat pasangan tidak mau berhubungan seks. Namun, Anda perlu memahami, seluk-beluk alasan suami bersikap demikian.

Terapis seks David McKenzie membeberkan, alasan pria tak ingin bercinta.

1. Didera depresi

Depresi adalah salah satu pembunuh gairah seks terbesar pada pria. Pria dari segala usia mungkin mengalami dorongan seks yang jauh lebih rendah saat mereka berjuang dengan gangguan mood ini.

“Ingat, depresi adalah penyakit fisik dan bukan kelemahan karakter,” kata

“Kuncinya di sini adalah kesabaran, terutama setelah si Dia berobat. Antidepresan sangat efektif obati depresi. Obat itu juga dapat berkontribusi obati hasrat seksual yang rendah,” kata McKenzie, dikutip dari Reader’s Digest, Senin, 18 Februari 2019.

Pasangan Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter jika ia merasakan gangguan parah dengan gairah seks akibat depresi.



Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Disfungsi ereksi dan ejakulasi dini

2. Masalah disfungsi ereksi dan ejakulasi dini

Disfungsi ereksi dan ejakulasi dini sering menjadi masalah pada pria. Pria yang mengalami kesulitan ini mungkin menarik diri dari pasangannya karena takut pasangan akan kecewa atau berpikir bahwa dia kurang jantan.

“Jangan menghindari masalah. Ini mungkin sulit untuk dibahas, tetapi harus mencari pertolongan,” lanjut McKenzie.

3. Tingkat testosteronnya rendah

McKenzie menjelaskan, ketika seorang pria berusia lebih dari 40 tahun, kadar testosteron (hormon seks pria) mulai berkurang. Jika kondisi ini terjadi secara perlahan-lahan, maka seiring waktu, pria akan kehilangan performa seksual terbaiknya.

“Kondisi ini kadang-kadang disebut sebagai andropause. Gejala meliputi hilangnya energi, depresi, dan gairah seks yang rendah. Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk tes testosteron,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Cemas tentang pekerjaan

4. Cemas tentang pekerjaan

Cemas tentang pekerjaan bisa menjadi pembunuh suasana hati (mood) yang nyata bagi banyak pria, terutama bila mereka cenderung menyamakan kesuksesan pekerjaan dengan harga diri.

“Diskusikan situasinya jauh dari kamar tidur. Sebagai gantinya, putuskan bersama saat yang tepat untuk mengobrol apa yang terjadi dalam hidupnya. Tanyakan apakah ada yang bisa Anda lakukan untuk mendukungnya,” saran McKenzie.

5. Lagi lelah

Jika pasangan mengatakan, dia terlalu lelah untuk seks, maka tandanya dia benar-benar kelelahan. Sebaiknya, Anda tidak tersinggung.

“Tapi jika masalah berlanjut selama lebih dari enam minggu. Saatnya untuk mempertimbangkan bantuan dari terapis seks atau dokter,” tutup McKenzie.

Jangan Ganggu Aku Lagi, Kegiatan Unik di Kebun Binatang Texas

Liputan6.com, Texas – Kebun Binatang El Paso di negara bagian Texas, Amerika Serikat (AS), mengadakan kegiatan unik untuk menarik pengunjung.

Sejumlah kecoa dapat dinamai oleh pengunjung sesuai nama mantan atau orang yang dibenci, untuk kemudian diumpankan kepada hewan pemakan serangga yang ada di sana.

Kegiatan unik dalam suasana Valentine itu dinamakan “Jangan Ganggu Aku Lagi.” Nama dan kegiatan yang unik mendapatkan tanggapan yang luar biasa. Bahkan, penjaga kebun binatang harus membatasi waktu pendaftaran, sebagaimana diberitakan oleh VOA Indonesia pada Jumat (15/2/2019).

Pihak kebun binatang kemudian mengunggah foto kegiatan di Facebook.

Pada Halaman Facebook kebun binatang El Paso, terlihat lusinan grafik hati berwarna merah muda dengan kecoa hitam yang telah dinamai macam-macam nama orang, baik mantan kekasih ataupun orang yang dibenci oleh pengunjung.

Pada siang harinya, kecoa-kecoa itu dijadikan santapan siang bagi meerkat, monyet tamarin, monyet marmoset dan binatang-binatang lain.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Kecoa Tanda Cinta?

Kecoa dipandang sebagai serangga yang hidup di tempat-tempat kotor dan gelap. Tak pernah terbayangkan untuk menghubung-hubungkan serangga itu ke dalam dunia percintaan.

Namun, seperti dikutip dari Huffington Post, Madagascar hissing cockroach atau kecoa berdesis dari Madagaskar secara sengaja dipelihara di kebun binatang Bronx di kota New York, sebagai media pembuktian cinta.

Selama 6 tahun berturut-turut, kebun binatang Bronx mengundang warga untuk membuktikan cinta sejati orang-orang melalui pemberian nama kekasih kepada kecoa-kecoa di sana. Dan promosi ini selalu mendapat sorotan dari media.

Tahun lalu, seorang penulis di situs berita Buzzfeed mengusulkan agar menuliskan nama mantan sebagai bentuk pembalasan. Kebun binatang San Francisco juga memiliki gagasan serupa dan memasarkan penamaan kecoa dan kalajengking Valentine sebagai cara menghapus kenangan terhadap mantan.

Nyatanya, gagasan kebun binatang Bronx lebih tepat. Penamaan kepada kecoa berdesis dari Madagaskar justru dipandang sebagai pujian, bukan hinaan. Berikut ini adalah sejumlah alasannya.

Orang yang pernah berusaha membasmi kecoa memahami betapa sulitnya membunuh serangga tersebut. Binatang itu ternyata dapat menahan nafas selama 5 hingga 7 menit, mengembangkan kekebalan terhadap pestisida secara cepat, dan tahan terhadap radiasi ganas yang dapat membinasakan manusia.

Tanpa ada kecoa jantan, jenis serangga tersebut di AS bahkan dapat bertelur. Demikian menurut University of Massachusetts.

Kecoa dianggap memainkan peranan penting dalam ekosistem.

“Mereka menyantap sayuran yang membusuk, hampir semua yang sedang membusuk. Dan kalau tidak ada mereka –rayap, kumbang, dan sejenisnya– maka dunia ini akan tertimbun dalam sampah. Mereka adalah makhluk pendaur ulang yang penting,” kata ahli serangga Nancy Greig kepada The Houston Chronicle. 

Dan setelah mereka mencerna makanannya, mereka mengembalikan ke tanah melalui nitrogen yang terdapat pada tinja yang sangat penting bagi kesehatan tanaman.

“Punahnya kecoa berdampak besar kepada kesehatan hutan dan dengan demikian — secara tidak langsung — kepada seluruh spesies yang hidup di dalamnya,” jelas profesor biologi Srini Kambhampati kepada Live Science.

“Bukan hanya itu, kecoa merupakan sumber makanan penting bagi mamalia kecil yang merupakan sumber utama bagi mamalia yang lebih besar,” timpal Kambhampati.

Mitos Atau Fakta, Tangkur Buaya Bikin Pria Ganas di Atas Ranjang

Liputan6.com, Purwokerto – Seorang kawan mengarahkan saya untuk membelokkan kendaraan ke sebuah sudut di Kota Purwokerto. Dia bilang, di toko obat tradisional itu, mungkin masih ada tangkur buaya, kelamin buaya jantan yang konon berkhasiat meningkatkan vitalitas pria.

Sedikit malu-malu, kami pun bertanya apakah ada stok tangkur buaya di toko itu. Si pelayan toko, yang kebetulan perempuan, tersenyum. Tapi lantas menggeleng.

“Tidak ada. Kalau dulu ada,” ucap dia.

Pencarian tangkur buaya kemudian berlanjut di internet. Inilah jalan pintas yang kebanyakan digunakan saat dunia nyata buntu. Maka terpampanglah berderet-deret iklan obat kuat lelaki, obat oles untuk kejantanan pria dan lain sebagainya.

Ada satu nomor telepon yang tersanding. Maka, saya pun menghubunginya.

Tetapi, kembali saya dibuat kecewa. Responnya pun berbelit-belit. Di seberang sana, orang yang mengiklankan tangkur buaya dengan harga Rp200 ribu itu mengaku tangkur buaya itu bukan miliknya, melainkan temannya.

Dan si teman, sudah lama tak berhubungan. Kembali buntu.

Saya lantas teringat dengan seorang kawan, pemilik penangkaran buaya berizin satu-satunya di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Namanya, Fatah Arif Suyanto. Saya memanggilnya Mas Yanto, terkadang Mas Fatah.

“Saya percaya kalau sebagian besar orang (yang belum pernah mencobanya) rata-rata percaya hal tersebut. Sebab di semua artikel media bacaan hanya ada keterangan membenarkan hak tersebut,” ucap Yanto, saat ditanya apakah ia percaya khasiat tangkur buaya untuk meningkatkan vitalitas pria.

Tetapi, sebagaimana misteriusnya fosil hidup zaman Dinosaurus ini, Yanto pun meyakini ada sisi-sisi tubuh buaya yang bermanfaat bagi manusia. Sebabnya, bangsa buaya mampu bertahan hidup berjuta-juta tahun. Ini tentu berbeda saudara tuanya, spesies lain sezaman yang akhirnya punah.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 3 halaman

Pawang Buaya: Antara Mitos dan Fakta Khasiat Tangkur Buaya

Namun, ia sendiri mengaku belum pernah mencoba. Karenanya, ia tak bisa memastikan apakah tangkur buaya memang benar berkhasiat atau tidak.

Yanto, yang juga pawang buaya berlisensi ini mengakui, di komunitasnya pernah ada perbincangan soal tangkur buaya jantan. Namun, informasinya yang berkhasiat adalah kelamin buaya jantang yang mati karena usia.

Artinya, tangkur buaya yang didapat dari peternakan atau tangkapan alam yang buaya dibunuh, tak berkhasiat apa pun. Hanya saja, secara ilmiah, itu pun tak pernah dibuktikan.

Sedangkan di Indonesia, buaya tua yang mati secara alamiah mesti dilaporkan. Seluruh bagian tubuhnya diperiksa sehingga tak memungkinkan untuk mengambil bagian tubuh yang terkecil sekalipun, apalagi kelaminnya.

“Biasanya ada proses verbal hukum. Tidak ada yang sempat mengambil tangkur, kalaupun diambil mngkin tidakk bisa tahu persis cara pneggunaannya,” kata Yanto lagi.

Ia menganggap fenomena tangkur buaya yang dipercaya meningkatkan vitalitas pria telah bercampur antara fakta dengan mitos. Sebab, rata-rata pembelinya adalah orang yang belum pernah mencoba.

Celakanya, terkadang, ada obat-obatan tradisional atau jamu tertentu yang memasang foto tangkur buaya yang disebut sebagai salah satu bahannya. Padahal, belum tentu juga di dalam obat itu terkandung zat yang berasal dari kelamin buaya jantan.

“Obat-obatan vitalitas biasanya dijual kepada konsumen yang punya khayalan seksual berlebihan. Hanya menguntungkan si penjual,” Yanto menarik kesimpulan.

3 dari 3 halaman

Salah Kaprah Penyebutan Tangkur Buaya Versi Pengobatan Tradisional

Penjelasan lebih gamblang soal tangkur buaya dikemukakan oleh Kepala Laboratorium Biologi Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Dr Diniatik. Ternyata, ada perbedaan tangkur buaya versi pengobatan tradisional dengan tangkur buaya versi awam.

Dalam versi pengobatan tradisional, tangkur buaya yang dimaksud adalah hewan sejenis ikan laut dari keluarga Syngnathoides ordo Solonichtyes, dengan nama latin Syngnathoides biaculoatus. Sepintas lalu penampakannya mirip dengan kuda laut.

Hewan ini lah yang masuk dalam daftar bahan obat tradisional Tiongkok dan banyak diteliti secara ilmiah. Dari berbagai literatur, tangkur buaya atau Syngnathoides biaculoatus itu mengandung banyak asam amino.

Tentu saja, asam amino bermanfaat untuk kesehatan, Akan tetapi, dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan itu tak ada satu pun yang mengarah secara spesifik ke kemampuan seksual.

“Misalnya steroid, alkaloid atau afrodisiak. Itu belum ada,” ucap Diniatik.

Kandungan hewan laut yang disebut itu hanya bersifat tonikum, atau penambah stamina. Bisa dikonsumsi segar, berbentuk olahan, atau dibuat tablet dan kapsul.

Berbeda dengan tangkur buaya yang hewan laut yang banyak dipublikasikan secara ilmiah, tangkur buaya kelamin buaya jantan sulit ditemukan. Yang ada, adalah publikasi penelitian pengobatan dengan memanfaatkan sampel organ dalam buaya.

“Ini penelitian yang saya dapat tentang aktivitas antiamuba dan antitumor dari lisat organ jantung dan organ kandung empedu dari buaya crocoadylus palustris,” dia menerangkan.

Dan ampel yang diambil pun bukan lah testis buaya, melainkan darah buaya. Dan itu diperkuat banyak artikel penelitian tentang antikanker dari Crocodylus siamensis.

Soal pemanfaatan tangkur buaya sebagai penambah vitalitas, Dini justru memperingatkan kemungkinan munculnya toksin atau racun. Pasalnya, bahan tersebut berasal dari benda hidup yang telah mati.

Kalau pun ada zat yang efektif untuk meningkatkan stamina atau vitalitas, ia tak yakin metode yang digunakan, seperti merendam tangkur buaya dalam air dan minyak, mampu mengikat senyawa yang diperlukan.

“Menurut saya masih perlu penelitian lagi,” dia menambahkan.

Badan Karantina Lakukan Pemeriksaan Intens Penyakit Brucellosis pada Sapi

Liputan6.com, Cilegon Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Cilegon, mendeteksi penyakit Zoonosis Brucellisis SP yang menyerang satu ekor sapi lokal. Pemeriksaan dilakukan melalui uji laboratorium Rose Bengal Test (RBT) dan Complement Fixation Test (CFT).

“Sapi itu langsung kami potong bersyarat. Pemotongan dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan berbagai faktor, seperti kemungkinan tercemarnya lingkungan,” ujar Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Ali Jamil, Selasa (12/2/2019).

Ia mengatakan, kehati-hatian dalam pemotongan wajib dilakukan untuk mencegah adanya cairan exudat dan sarang-sarang nekrose pada organ-organ viseral. Dalam keadaan seperti itu, seluruh organ visceral limfoglandula dan tulang harus dimusnahkan.

“Sedangkan bagian daging boleh dikonsumsi setelah dilakukan pelayuan selama kurang lebih sembilan jam. Baru kemudian dimasak,” ucap Ali.

Secara singkat, penyakit Brucellosis adalah penyakit bakterial yang menginfeksi sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Namun di Indonesia, Brucellosis paling umum ditemukan pada ternak sapi dan sering dikenal sebagai penyakit Keluron Menular.

Ali menjelaskan, penyakit tersebut bersifat zoonosis yang dikenal sebagai undulant fever karena menyebabkan demam yang naik-turun. Brucellisis juga bisa menyebabkan hewan betina mengakami aborsi dan retensi plasenta, sedangkan dampak lain pada binatang jantan adalah menyebabkan orchitis dan infeksi kelenjar asesorius.

“Kami benar-benar melakukan deteksi ketat. Misalnya, untuk CFT dilakukan di Balai Veterner Subang dan Baliverlt dilakukan di Bogor. Pemeriksaan di kedua lab hasilnya positif,” kata Ali.

Sebagai informasi, pada 31 Januari 2019, petugas karantina juga melakukan pemeriksaan terhafap 64 ekor sapi ras Bali asal Bekasi yang hendak dikirim ke Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Setelah pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik, petugas melakukan pengambilan sampel darah 100 persen ke semua hewan untuk dilakukan pengujian RBT.

“Dua ekor diantaranya positif RBT. Nah yang positif ini kami lakukan pengawasan di Instalasi Karantina Hewan tapi sampel darahnya dikirim ke BVet Subang dan Balitvet Bogor untuk dilakukan pengujian CFT,” ujar Ali.

Dirinya berharap, seluruh jajaran karantina meningkatkan pengawasan secara intens. Pengawasan bisa dilakukan di tempat pemasukan dan pengeluaran NKRI.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk turut menjaga kesehatan dan keamanan produk pertanian dengan lapor ke karantina saat melalulintaskan,” pungkasnya.



(*)