11 Cara Membedakan Lovebird Jantan dan Betina yang Akurat, Kicau Mania Wajib Tahu

1.  Bentuk Paruh

Cara membedakan lovebird jantan dan betina yang pertama dapat dilihat dari bentuk paruhnya. Bentuk paruh lovebird jantan biasanya lebih runcing dan cenderung kecil. Sementara itu, lovebird betina memiliki paruh yang tumpul, melebar dan besar.

2.  Ukuran Tubuh

Lovebird jantan dan betina bisa dibedakan dari ukuran tubuhnya. Tubuh lovebird jantan cenderung lebih kecil, sedangkan lovebird betina lebih besar. Selain itu, kepala lovebird jantan berbentuk cepak dan lovebird betina berbentuk melengkung.

3.  Lubang Hidung

Lubang hidung lovebird bisa digunakan sebagai cara membedakan lovebird jantan dan betina. Caranya, tiup bagian hidung lovebird untuk melihat bentuknya. Jika lubang hidung lovebird berbentuk lonjong, dapat dipastikan bahwa lovebird berjenis kelamin jantan. Sebaliknya, jika berbentuk bulat lebar, lovebird tersebut adalah betina.

4.  Bentuk Sayap

Cara membedakan lovebird jantan dan betina yang ke-empat adalah dengan melihat bentuk sayapnya. Ujung sayap lovebird jantan biasanya berbentuk menyilang, atau tindih menindih satu sama lain. Sementara itu, lovebird betina memiliki ujung sayap yang sejajar dan tidak menyilang.

5. Bentuk Ekor

Jika sebelumnya melihat bentuk sayap, membedakan lovebird jantan dan betina bisa dilakukan dengan melihat bentuk ekornya. Ekor lovebird jantan cenderung berbentuk runcing, sedangkan ekor lovebird betina lebih rata dan lebar.

6.  Lingkar Klep Kacamata

Mengetahui jenis kelamin lovebird bisa dilakukan dengan cara memeriksa lingkar klep kacamata alias bagian putih di sekitar mata. Meski kadang tidak terlihat, namun cara ini bisa dilakukan sebagai alternatif.

Lovebird jantan akan memiliki lingkar klep kacamata berbentuk oval atau lonjong. Sedangkan lovebird betina memiliki lingkar klep yang bulat.

7. Bentuk Anus

Bentuk anus lovebird jantan umumnya berbentuk lebih kecil seolah-olah terlihat menonjol. Sedangkan lovebird betina memiliki anus yang lebih lebar dan terlihat rata.

8. Tulang Pubis

Cara membedakan lovebird jantan dan betina yang selanjutnya adalah jarak antar dua tulang pubis burung lovebird. Dua tulang pubis lovebird jantan terasa menyempit saat diraba. Lovebird betina memiliki tulang pubis yang elastis sehingga jarak antar keduanya lebih lebar.

Takut Salahgunakan Kekuasaan, Kubu Prabowo Minta Jokowi Cuti Pilpres

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Tim Advokasi Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Indra meminta calon presiden petahana Joko Widodo atau Jokowi cuti kampanye di Pemilihan Presiden 2019. Indra mencontohkan cawapres Sandiaga Uno yang lebih bersikap jantan karena mundur dari jabatannya sebagai wakil gubernur DKI demi mengikuti Pilpres 2019.

“Ayo gentle dong. Bang Sandi saja mundur, gentle juga dong Pak Jokowi, minimal cuti,” kata Indra di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Selasa (26/2/2019).

Menurut Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, desakan cuti dilakukan supaya tak terjadi penyalahgunaan kekuasaan dalam pemerintahan, serta tak terjadi penggunaan fasilitas negara selama Jokowi kampanye Pilpres.

“Itu Pak (Wapres Jusuf Kalla) JK sanggup kok jadi presiden sementara, saya yakin Pak JK bijaksana,” imbuh Indra.

Di kesempatan sama, Jubir BPN, Ferry Juliantono melihat bahwa saat ini sangat sulit membedakan kegiatan Jokowi sebagai presiden atau capres.

“Sudah terlalu permisif, seorang capres menggunakan fasilitas negara dan lakukan kampanye untuk pengaruhi pilihan masyarakat. Kegiatan Pak Jokowi belakangan sulit dipisahkan antara capres atau presiden,” katanya.

2 dari 3 halaman

Bersikap Tegas

Politikus Partai Gerindra itu meminta Jokowi bersikap tegas mengambil jatah cutinya sebagai kepala negara untuk kampanye Pilpres 2019.

“Kami dari BPN ingin sampaikan ke Jokowi supaya tegas aja sebenarnya untuk menggunakan hak cuti dalam melakukan kegiatan itu,” imbuh Ferry Juliantono.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Operasi Penyelamatan Pahu di Kalimantan

Liputan6.com, Balikpapan – Pagi-pagi, Pahu (20) terlihat bersemangat menapaki sekeliling boma, kandang buatan hutan Kelian Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur (Kaltim). Sesekali badak betina seberat 356 kilogram ini mengendus sekaligus menukil tanah mempergunakan moncongnya di kubangan lumpur.

Hewan mamalia besar bernama latin decerorhinus sumatrenis ini sepertinya sedang mencari sisa makanan.

“Pagi hari memang merupakan jadwalnya masuk kandang rawat untuk meminta makan,” kata Koordinator Tim Rescue Badak Kalimantan, Arif Rubianto, beberapa waktu lalu.

Rutinitas Pahu memang seperti itu setiap paginya. Badak Sumatra ini gemar menikmati ragam pakan dedaunan dan buah buahan khas Kalimantan. Satwa langka yang ditemukan di Kubar ini menyukai tiga jenis makanan, yakni rumpun semak, akar pohon (liana), dan buah nangka.

Kedatangan pawang sembari membawa keranjang pakan pun tidak luput perhatiannya. Salah seorang keeper tim rescue ini cukup mencicit menirukan bunyi persis disuarakan badak. Suaranya persis lumba-lumba yang dibunyikan terus menerus.

“Kadang kala suaranya seperti kicauan burung,” papar Arif.

Seolah paham panggilan makan, Pahu setengah berlari memasuki kandang. Badak Sumatra ini lahap menikmati pakan segar kegemarannya.

Kala badak asyik bersantap dimanfaatkan tim medis mengobservasi kesehatan fisiknya. Seluruhnya diperiksa, mulai ujung kepala hingga setiap pangkal buku kakinya.

Kesimpulannya, badak Pahu dalam kondisi prima. Kesehatannya terus membaik terlihat dari peningkatan signifikan berat badannya menjadi 356 kilogram. “Berat badan badak semula hanya 320 kilogram.  Sekarang sudah naik dan kesehatannya normal,” ungkap Arif.

Selama tiga bulan terakhir, Pahu memperoleh penanganan khusus dari tim medis maupun pawang. Tidak sembarang orang diperkenankan berinteraksi dengan badak yang statusnya sangat terancam ini. Salah satu alasannya, menjaga agar badak tidak berlaku jinak terhadap manusia.

“Nantinya badak akan dilepaskan di alam liar. Hanya keeper khusus yang boleh memberi makan mempergunakan tangan. Petugas lainnya dilarang mendekati pagar perawatan,” ujar Arif.

Selesai memperoleh perawatan, Pahu lantas dibiarkan kembali ke kandang utamanya berukuran 50 x 80 meter. Tempat dimana ia menghabiskan waktunya seharian bermalasan.

2 dari 3 halaman

Badak di Belantara

Kegiatan badak terbilang monoton, berkubang dalam lumpur, menggosok badan, makan siang, berendam air, tidur siang, makan sore, tidur malam hingga dilanjutkan pagi harinya.  

“Seluruh aktifitasnya terekam dalam cctv di pagar kandang,” ungkap Arif.

Selama itu pula, mereka mengidentifikasi ciri fisik badak setinggi 101 centimeter dan berat 356 kilogram. Ukuran badannya terbilang kerdil bila dibandingkan sejawatnya badak sumatra berukuran lebih kekar setinggi 145 centimeter dan berat 800 kilogram.

Selain itu, gigi seri badak kalimantan saat dihitung sebanyak empat buah, sedikit lebih banyak dari badak sumatra hanya dua buah.

Uniknya lagi, ciri fisik badak kalimantan pun berbeda dengan kerabat dekatnya, badak di Sabah Malaysia. Badak negeri jiran sedikit lebih besar dengan tinggi 120 centimeter dan berat 550 kilogram.

Hanya memang, kajian genetiknya menempatkannya dalam rumpun populasi badak sumatera. Soal keberadannya ribuan kilometer di Kalimantan masih misteri. Belum ada penjelasan ilmiah keberadaan badak Sumatera di Kalimantan.

Pahu sendiri terperangkap lubang jebakan tim rescue di sekitar Sungai Kedang Pahu Kabupaten Kubar Kaltim, November lalu. Lokasi penemuan badak berdekatan dengan Sungai Pahu yang merupakan salah satu anakan Sungai Mahakam.

Nama sungai ini lantas diabadikan sebagai nama temuan badak kalimantan.

Penangkapannya merupakan prestasi sendiri mengingat tim berjibaku memburu badak kalimantan sejak tiga tahun terakhir. Mereka awalnya hanya menelusuri mitos soal keberadaan satwa langka badak di belantara.

Selama bertahun tahun, masyarakat Kaltim mendengar rumor kawanan badak. Informasinya bersumber dari warga adat dan pegawai perkebunan. Sayangnya memang belum ada bukti otentik keberadaannya.

Titik terang fakta keberadaannya mulai terkuak dua tahun silam, bulan Maret 2016. Tim rescue mendapati badak berusia 10 tahun terjerat senar jebakan pemburu. Badak malang lantas di evakuasi ke kantong populasi I Kubar.

Sayangnya, badak dinamai Najag ini gagal bertahan hidup. Badak sumatra ini menderita infeksi akut di kaki kirinya dimana terdapat luka jeratan sedalam 1 centimeter.

Peristiwa ini sepertinya menjadi pembelajaran tim rescue badak. Mereka akhirnya extra hati hati dalam penyelamatan penanganan badak yang populasinya diperkirakan tersisa tiga ekor di Kalimantan.

“Petugas rescue ada 40 orang yang mengawasi aktifitas badak selama 24 jam,” tutur Arif.

3 dari 3 halaman

Mencarikan Jodoh Pahu

Tim rescue ini pun akhirnya memperluas area pemantauan hingga masuk perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Kerja kerasnya terjawab dengan ditangkapnya Pahu di suatu kawasan di Kalbar.

Saat bersamaan, penggiat lingkungan sedang mengupayakan aktifasi pembangunan suaka badak seluas 6.700 hektare berlokasi di Kelian Kubar. Lokasi suaka ini nantinya bisa menjadi pusat perkembangbiakan satwa badak di Kalimantan.

“Temuan Pahu menjadi awal pembibitan badak,” ungkap Arif.

Sementara ini, sudah tersedia sarana kandang khusus perawatan, pembibitan, dan infrastruktur tim rescue lapangan. Secepatnya akan ditambah sarana baru seperti pedok, kandang rawat, karantina, klinik satwa, pondok pawang, pembibitan pakan, dan infrastruktur.  

Manusia harus campur tangan aktif dalam upaya penyelamatan keberlangsungan badak di Kalimantan. Proses perkembangbiakan diupayakan dengan mengawinkan spesies badak yang sama. Tugas utama adalah mencarikan badak jantan dijodohkan dengan Pahu.

“Ini program jangka panjang yang akan berlangsung selama 25 hingga 100 tahun kedepan,” tegasnya.

Tim rescue mencari kelompok kawanan Pahu yang masih tersisa. Bukan perkara gampang mengingat luasnya medan harus dijangkau. Apalagi mereka mengejar waktu dengan para pemburu liar.

Tim rescue memasang lubang jebakan di sejumlah lokasi perlintasan badak. Pemasangan jebakan diperluas hingga memasuki wilayah perbatasan di Kaltara dan Kalteng. “Kalau ada badak pejantan akan dikawinkan dengan Pahu,” sebutnya.

Di sisi lain, tim pun berjibaku membaca berbagai informasi dari camera trap sudah terpasang. Petugas melawan berbagai kendala seperti faktor cuaca, sulitnya medan hingga non teknis. “Sebelum turun di lapangan ada pelatihan dulu bagi pemula,” tuturnya.

Kalimantan Program Director WWF Indonesia Irwan Gunawan mengabarkan, Pahu merupakan sub spesies badak baru dunia. Badak ini memiliki kekerabatan yang erat dengan badak sumatra. Uji tes DNA sedang dilakukan guna memperkuat teori genetik badak ini.

“Ada kecenderungan temuan sub genetis spesies baru badak,” ungkapnya.

Irwan mengatakan, keberadaan badak kalimantan terungkap berkat masifnya eksploitasi sumber daya alam di Kalimantan. Sejumlah wilayah jelajah badak sudah beralih rupa menjadi kawasan terbuka seperti pemukiman warga, pertambangan, dan perkebunan.

Hanya saja memang populasi badak ini berada dalam ambang gawat nyaris punah. Soal ini, WWF menjadi salah satu non goverment organization (NGO) yang mendorong realisasi pembentukan lokasi suaka di Hutan Restorasi Kelian Kubar.

Pihak pemerintah, dalam hal ini Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Sunandar tetap menguatarakan optimisnya dalam upaya penyelamatan badak. “Populasi kemungkinan badak masih tersisa 10 hingga 12 ekor. Keberadannya tersebar merata di seluruh hutan Kalimantan,” sebutnya.

Lokasi dugaan kuat perlintasannya sudah diketahui, hanya belum bisa di publikasi. Khawatirnya merangsang pihak lain melakukan perburuan.

Seluruh badak badak nantinya akan direlokasikan ke Hutan Kelian Kubar. Hutan ini menjadi pusat perkembangbiakan berkelanjutan badak kalimantan. Campur tangan manusia diharapkan mendorong populasinya menjadi 20 ekor.

Langkah terakhir adalah menetapkan lokasi hutan tempat pelepasliaran kawanan badak. BKSDA Kaltim menghubungi sejumlah daerah yang menyatakan kesediannya menjadi lokasi pelepasliaran badak. “Ada beberapa daerah bersedia menjadi lokasi pelepas liaran badak,” tegasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Berkonflik dengan Manusia, Gajah di Botswana akan Dijadikan Pakan Ternak

Liputan6.com, Gaborone – Pemerintah Botswana tengah mempertimbangkan pencabutan larangan berburu gajah, menyusul sejumlah kasus penyerangan hewan tersebut terhadap warga negara. Hal ini disampaikan oleh subkomite peninjau moratorium perburuan pada Kamis, 21 Februari 2019.

Sebuah laporan menteri kabinet juga mengatakan bahwa gajah yang kemudian mati karena diburu, akan digunakan untuk makanan hewan peliharaan, dikutip dari situs abc.net.au, Sabtu (23/2/2019).

Masyarakat yang bertempat tinggal di dekat habitat gajah mendukung pemberlakuan perburuan. Mereka beralasan bahwa jumlah konflik antara manusia dan satwa liar meningkat sejak larangan berburu diterapkan pada 2014.

Namun para konservasionis menyatakan bahwa sektor pariwisata yang menjadi andalan negara di benua Afrika Selatan itu akan menurun. Mengingat, gajah adalah salah satu primadona turis mancanegara.

Saat ini, memang terdapat 130.000 gajah di Afrika Selatan dengan Botswana merupakan habitat bagi sebagian besar hewan tersebut. 

Warga Menolak

Senada dengan konservasionis, beberapa warga Botswana juga menolak diperbolehkannya berburu.

Gajah sama-sama makhluk hidup dan makhluk sosial seperti manusia. Mencabut larangan berburu, maka sama dengan menolak hak-hak mereka. Menembak mereka sama dengan membunuh manusia,” kata Ashwin Kumar dalam balasan terhadap tweet pemerintah.

Sementara itu, pengguna akun @mulalamovement mengatakan bahwa sudah seharusnya berburu dilarang. Menurutnya, berkat pelarangan itu Botswana terdepan dalam menjaga satwa liar.

“Jangan cabut larangan. Tetap di jalur dan terus menjadi juara konservasi,” katanya.

Rencana kontroversial ini akan dibahas oleh kabinet sebelum dikeluarkan sebagai keputusan final, sebagaimana dinyatakan oleh Presiden Botswana Mokgweetsi Masisi.

Selain itu, menanggapi kritik dari banyak pihak, Masisi menyatakan bahwa perburuan masih dilarang untuk sementara waktu. Hal ini berkaitan dengan beberapa spesies hewan yang tengah menurun.

“Aku berjanji akan mempertimbangkannya,” kata Masisi.

“Kertas putih akan segera dibuat dan akan dibagikan kepada publik,” pungkasnya.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

87 Gajah Botswana Ditemukan Mati Tanpa Gading

Sementara itu, belum lama ini puluhan gajah didapati mati di dekat tempat perlindungan satwa liar yang terkenal di Botswana.

Sebuah penyidikan menemukan sekitar 87 ekor gajah yang diambil gadingnya. Keseluruhan gajah itu terbunuh dalam tiga bulan terakhir.

Tak hanya gajah, ada sekitar lima badak putih yang juga diburu dalam tiga bulan terakhir. Diperkirakan bahwa perburuan ini dilakukan oleh sejumlah orang asing di negara tetangga yang menyeberangi perbatasan ke Botswana, demikian dikutip dari laman ABC Indonesia.

Mike Chase dari grup Elephants Without Borders mengatakan dia terkejut dengan temuan itu.

“Skala perburuan gajah sejauh ini adalah yang terbesar yang pernah saya lihat, atau baca di mana saja di Afrika hingga saat ini,” katanya kepada BBC.

“Ini membutuhkan tindakan segera dari Pemerintah Botswana.”

Populasi gajah Afrika telah merosot dari jutaan menjadi sedikitnya 415.000 hari ini. Di Tanzania saja, populasi gajah menurun 60 persen menjadi 43.000 antara 2009 dan 2014 menurut pengakuan pemerintah.

Bangkai ditemukan di dekat perlindungan satwa liar Okavango Delta yang dilindungi, yang terpencil di Botswana.

“Orang-orang memang memperingatkan kami tentang masalah perburuan yang akan datang dan kami pikir kami siap untuk itu,” kata Dr Chase.

“Para pemburu sekarang mengarahkan senjata mereka ke Botswana. Kami memiliki populasi gajah terbesar di dunia dan musim terbuka bagi para pemburu gelap.

“Jelas kita perlu berbuat lebih banyak untuk menghentikan skala dari apa yang kami rekam pada survei,” pungkas Dr Chase.

Dikira Anjing, Serigala Buas Diselamatkan dari Sungai Beku Estonia

Jakarta

Sejumlah pekerja baik hati di Estonia bergegas menyelamatkan seekor anjing yang terjebak di sebuah sungai beku. Namun para penyelamat itu tak sadar bahwa mereka sebenarnya tengah memasukkan serigala liar ke mobil mereka.

Pekerja proyek Bendungan Sindi di Sungai Parnu itu tengah bekerja, Rabu (20/02), tatkala mereka melihat binatang terjebak di perairan yang beku.

Setelah membersihkan jalur menuju es, mereka mengangkat dan melarikan anjing bertaring itu ke klinik untuk perawatan medis darurat.

Belakangan, mereka diberitahu bahwa binatang yang mereka gendong adalah seekor serigala.

Perkumpulan untuk Penyelamatan Binatang Estonia (EUPA) menyebut tekanan darah serigala itu sangat rendah ketika tiba di kantor dokter hewan. Fakta itu menjelaskan mengapa serigala tersebut jinak saat diangkut ke mobil.

Salah satu kelompok penyelamat, Rando Kartsepp, berkata ia dan rekan-rekannya harus menggendong serigala itu menuruni lereng.

“Binatang itu sangat berat. Dia tenang dan tidur di kaki saya. Ketika saya hendak merenggangkan tubuhnya, dia sempat mendongakkan kepalanya,” kata Kartsepp.

Sejumlah dokter hewan curiga pada tabiat alamiah ‘anjing’ itu. Tapi binatang itu adalah hewan pemburu, akrab dengan gerombolan serigala di kawasan tersebut.

Dan akhirnya informasi itu terkonfirmasi: binatang yang diselamatkan itu adalah serigala jantan berusia sekitar satu tahun.

Sejak saat itu, staf klinik memutuskan untuk menempatkan serigala tersebut di kandang usai penanganan medis. Mereka mengantisipasi jika serigala itu mendadak buas setelah pulih.

EUPA mengklaim membayar seluruh tindakan medis yang diberikan pada serigala itu. Mereka lega karena proses penyelamatan berlangsung lancar.

Beberapa hari setelah penyelamatan, serigala itu selamat setelah bergelut melawan kematian. Tim ilmuwan dari Badan Lingkungan Nasional Estonia menempelkan sistem pemosisi global (GPS) ke tubuh binatang itu, lalu membebasliarkannya.

“Kami bahagia dengan akhir cerita ini dan berterima kasih pada setiap pihak, terutama orang-orang yang menyelamatkannya dari sungai dan para dokter di klinik yang tak takut menghadapi sifat buas alamiahnya,” kata EUPA dalam keterangan mereka.

Estonia adalah rumah bagi ribuan serigala dan hanya sedikit dari mereka yang dijaring dalam beberapa tahun terakhir. Mereka kerap menghindari perjumpaan dengan manusia.

Kelompok pegiat lingkungan tahun 2018 menetapkan serigala sebagai binatang sekaligus simbol Estonia.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tak Ada Gajah yang Mau Dijajah

Liputan6.com, Bandar Lampung – Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Agus Wahyudiono mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu habitat gajah atau mengusirnya secara sembarangan ketika kawanan itu memasuki permukiman.

“Masyarakat yang ada jangan sampai mengganggu kawanan gajah, bila tidak mau kawanan gajah ini merusak rumah, perkebunan dan pertanian warga,” kata Agus saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat (22/2/2019), dilansir Antara.

Menurut dia, sering keluar dan masuknya kawanan gajah ke permukiman warga karena mereka merasa terganggu dengan keberadaan manusia di habitatnya, terutama memberikan dampak keterbatasan makanan.

Selain itu, masyarakat juga jangan gegabah saat mengusir kawanan gajah yang masuk ke permukiman warga. Kalau perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas yang ada agar tidak memakan korban.

“Masyarakat jangan suka gegabah untuk mengusir kawanan gajah yang ada, karena bisa membahayakan warga,” katanya.

Sebelumnya, kawanan gajah liar kembali masuk ke perkebunan serta merusak puluhan hektare tanaman di sawah yang berada di Pekon (Desa) Roworejo, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

“Iya tadi sore kawanan gajah kembali masuk dan merusak lahan perkebunan dan pertanian milik warga termasuk sawah,” ujar Eko, salah seorang warga saat dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu, pekan lalu.

Menurut dia, kawanan gajah sudah hampir dua pekan menginap di lahan perkebunan dan pertanian milik warga di Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

Dia menerangkan, para pemilik lahan perkebunan dan pertanian hanya dapat melihat dari jarak terdekat sekitar 50 meter.

“Kami hanya bisa melihat dari jarak 50 meter saja. Dan belum berani mendekat, karena tidak mau mengambil risiko,” katanya.

Eko menjelaskan, puluhan gajah ini sudah hampir satu bulan menginap di dekat permukiman warga dan sampai saat ini kawanan gajah tersebut berpindah dari pekon satu ke pekon lainnya.

“Bila diusir dari pekon Roworejo maka akan berpindah ke pekon lainnya. Karena hutan ini dikelilingi oleh rumah penduduk,” ungkapnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Intip Alasan Pria Pura-Pura Orgasme

Liputan6.com, Jakarta Pura-pura orgasme atau orgasme palsu identik dengan wanita. Kenyataanya, pria juga pernah pura-pura orgasme. 

Sebuah survei dari perusahaan pembuat kondom, SKYN’s 2018 Millennial Sex Survey menemukan, hampir setengah dari semua pria yakni 43 persen pura-pura orgasme.

Terapis seks bersertifikat, Rena McDaniel menyampaikan, faktanya banyak pria mengalami kecemasan, tekanan, stres, dan masalah medis yang memengaruhi kemampuan untuk orgasme selama berhubungan seks.

“Situasi ini membuat pria merasa berpura-pura orgasme adalah satu-satunya pilihan yang mengisyaratkan mereka sudah mencapai puncak seksual,” papar Rena, dilansir dari Bustle, Jumat, 22 Februari 2019.

“Ini adalah alasan lain untuk menunjukkan kepada pasangan, mereka juga menikmati sensasi bercinta dengan pasangan,” tambahnya. 

Konselor hubungan dan seksolog klinis, Martha Tara Lee menjelaskan bahwa ingin membuat pasangan merasa telah memberikan yang terbaik merupakan alasan wanita dan pria mungkin memalsukan orgasme.



Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Tekanan maskulinitas

Ada juga alasan lain, seperti stres yang dapat merusak gairah seks. Stres adalah pembunuh libido nomor satu dan memengaruhi kemampuan untuk orgasme.

Kecemasan, tekanan, dan terlalu banyak berpikir saat berhubungan seks bisa mengurangi kemampuan seseorang untuk orgasme. Bagi pria ada tekanan maskulinitas, yang dikaitkan dengan kemampuan untuk mendapatkan ereksi dan orgasme dalam setiap sesi bercinta.

“Ini adalah ekspektasi yang mungkin berkontribusi secara unik pada pria yang berpura-pura orgasme. Itu sangat masuk akal. Masyarakat sering beranggapan, pria harus kuat, jantan, dan mampu orgasme,” lanjut Martha.

Dikira Punah, Lebah Terbesar di Dunia Ditemukan Kembali di Maluku

Jakarta

Lebah terbesar di dunia telah ditemukan kembali setelah puluhan tahun para ilmuwan menduga serangga tersebut sudah punah.

Lebah raksasa sepanjang ibu jari dewasa tersebut ditemukan di salah-satu pulau di Indonesia yang tidak terlalu banyak dijelajahi.

Setelah beberapa hari mencari, tim ahli menemukan seekor lebah betina yang masih hidup, Mereka kemudian memotret dan memfilmkannya.

Dikenal sebagai lebah raksasa Wallace, serangga ini diberi nama oleh naturalis dan penjelajah Inggris, Alfred Russel Wallace, yang mengungkapkan keberadaannya pada tahun 1858.

Sejumlah ilmuwan menemukan beberapa spesimen lebah tersebut pada tahun 1981, tetapi kemudian tidak pernah menemukannya lagi.

Pada bulan Januari, tim yang mengikuti jejak Wallace – saat melakukan perjalanan di Indonesia – berusaha menemukan dan memotret lebah itu.

“Sangat mengejutkan melihat serangga ‘bulldog terbang’, yang kami tidak yakin masih hidup, ternyata ada di depan kami di alam liar,” kata fotografer sejarah alam, Clay Bolt, yang pertama kali mengambil foto dan video spesies tersebut dalam keadaan hidup.

“Benar-benar melihat betapa indah dan besarnya spesies ini dalam keadaan hidup, dan mendengar suara sayap raksasanya terbang di atas kepala saya, sangat menakjubkan,” katanya

Temuan di kepulauan di provinsi Maluku Utara tersebut meningkatkan harapan bahwa hutan di kawasan tersebut masih menyimpan salah satu serangga yang paling langka dan banyak dicari di dunia.

Saat ini tidak terdapat perlindungan hukum terkait dengan perdagangannya.

Anggota tim dan ahli lebah, Eli Wyman, dari Princeton University, berharap penemuan kembali ini akan memicu penelitian selanjutnya untuk lebih memahami sejarah kehidupan lebah dan memberikan informasi usaha lanjutan untuk melindunginya dari kepunahan.

Kelompok lingkungan, Global Wildlife Conservation (GWC), telah meluncurkan pencarian sedunia bagi “spesies hilang” yang mendukung penelitian ini.

“Dengan menjadikan lebah sebagai simbol konservasi dunia, kami yakin bahwa spesies ini mempunyai masa depan yang lebih cerah dari pada jika kita hanya membiarkannya terlupakan,” kata Robin Moore.

Pada bulan Januari, kelompok tersebut mengumumkan mereka telah menemukan satu ekor jantan katak langka Bolivia.


(ita/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Baidu Bikin Penampungan Kucing Liar dengan Teknologi Pengenalan Wajah

Liputan6.com, Jakarta – Teknologi bukan hanya milik segelintir orang, tetapi juga memberikan manfaatnya untuk banyak pihak, termasuk kucing liar. 

Baru-baru ini, Baidu mengumumkan sebuah penampungan kucing yang dibangun untuk merawat kucing liar.

Uniknya, ini bukan sekadar penampungan biasa, melainkan hadir dengan dua teknologi inovatif, yakni kecerdasan buatan (AI) dan pengenalan wajah.

Raksasa internet Tiongkok Baidu menyebut, proyek ini diinisiasi oleh salah satu karyawannya bernama Wan Xi, yang menemukan kucing kecil yang berlindung di bawah mobilnya musim dingin lalu.

Karyawan tersebut kemudian memutuskan untuk menggunakan teknologinya guna membantu memperbaiki situasi bagi kucing liar lainnya.

Adapun penampungan kucing liar ini hadir dibekali dengan sejumlah fasilitas seperti makanan dan air serta selimut hangat untuk membuat kucing lebih nyaman.

Penampungan kucing Baidu (Foto: Gizmochina)

Namun, fitur yang paling menonjol dari penampungan ini adalah teknologi yang diusungnya, sehingga memastikan bahwa hanya kucing yang bisa memasuki tempat tersebut.

Mengutip Gizmochina, Kamis (21/2/2019), salah satu fitur yang dimaksud adalah teknologi pengenalan wajah.

Teknologi inilah yang memastikan, cuma kucing yang bisa masuk. Begitu pengenal wajah mengenali kucing, pintu kacanya akan membuka.

2 dari 2 halaman

Bagaimana Kalau Kucing Sakit?

Kemudian, pengenalan wajah ini juga akan mengecek apakah kucing berpenyakit dan menilai apakah hewan tersebut sudah dikebiri atau belum.

Jika pengenalan wajah mendapati kucing sakit, secara otomatis akan mengirim pesan ke organisasi pecinta binatang terdekat. Kemudian, relawan akan memeriksa kucing yang dimaksud.

Sayangnya, tidak diungkap, berapa banyak kucing liar yang bisa menempati penampungan itu.

Kemungkinan, Baidu tengah mengadakan pilot project untuk penampungan kucing yang dibekali teknologi kekinian.

Pasalnya di Tiongkok, kucing merupakan salah satu hewan peliharaan paling populer dan disayang manusia.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Pura-Pura Hamil, Perempuan Hong Kong Ini Ternyata Selundupkan Anak Kucing

Liputan6.com, Taipei – Seorang tersangka pencuri kucing dari Hong Kong dilaporkan berusaha menyelundupkan dua anak kucing jenis Persia melalui bandara terbesar Taiwan. Tersangka menyembunyikan kedua binatang itu dalam bajunya agar tampak seperti sedang hamil, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (21/2/2019).

Upaya nekat itu membuat otoritas Bandara Taoyuan di Taiwan melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana caranya tersangka bisa lolos dari pemeriksaan keamanan tanpa diketahui sedang membawa dua kucing selundupan.

Menurut laporan tabloid Taiwan, polisi mendapat rekaman dari bandara yang memperlihatkan perempuan tersebut membawa tas putih.

Saat meninggalkan toilet umum sebelum melewati pemeriksaan keamanan, perempuan tersebut terlihat lebih berisi.

Chang Chin-yi, seorang peternak kucing, pemilik kedua anak kucing itu mengatakan, dua anak kucing yang bernama Anggi dan Da Lili, telah dicuri pada 5 Februari.

“Kejadiannya saat waktu makan. Saya masuk dengan semangkuk daging dan saat itu lah saya menyadari kucing-kucing itu sudah hilang,” katanya di apartemen miliknya di pinggiran New Taipei City. Chang memiliki 40 kucing persia yang dijual seharga US$ 3.300 atau Rp 46,34 juta per kucing.

Chang langsung teringat seorang perempuan Hong Kong yang berencana membeli Anggi dan pernah tinggal di rumahnya selama sebulan.

Chang urung menjual kucing itu karena khawatir perempuan tersebut sudah punya terlalu banyak kucing.

“(Dia) tiba-tiba histeris. Dia menangis dan berteriak-teriak melalui telepon ketika dia mendengar hal itu,” kata Chang.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Rekaman Kamera Pengawas

Rekaman kamera pengawas di luar apartemen Chang menunjukkan, perempuan itu meninggalkan gedung melalui pintu samping dengan menentang satu kucing di masing-masing lengan. Anak-anak kucing itu kemudian dimasukkan ke tas putih.

AFP menghubungi suami dari perempuan Hong Kong itu melalui telepon pada Selasa 19 Februari. Seorang pria, yang mengaku suami dari tersangka tersebut, menjawab telepon dan mengatakan tidak mengetahui rencana istrinya. Menurutnya, kedua anak kucing itu dipelihara oleh teman Chang yang tinggal di Hong Kong.

“Kami minta maaf atas kejadian itu,” kata suami tersangka kepada AFP.

Kepolisian New Taipei City membenarkan kasus itu ditangani sebagai kasus pencurian. Tapi polisi tak bisa banyak membantu karena tidak ada perjanjian ekstradisi antara Hong Kong dan Taiwan.

Bandara Taoyuan tidak membalas permintaan untuk komentar. Chang mengatakan dia akan terbang ke Hong Kong dalam beberapa hari mendatang untuk mencari solusi hukum.

Sementara masih belum jelas bagaimana nasib Anggi dan Da Lili.

Kucing-kucing yang tiba di Hong Kong tanpa surat-surat resmi harus dikarantina selama empat bulan atau berisiko dimatikan. Taiwan hanya menerima kucing-kucing dari Hong Kong yang dilengkapi sertifikat bebas rabies.