Punya Paspor Spanyol, Real Madrid Tetap Ogah Rekrut James

James kini harus mencari klub lain setelah masa peminjamannya di Bayern Munchen berakhir. Niko Kovac diyakini tak akan mempertahankannya.

Juventus dikabarkan siap menampung James. Juventus masih mendapatkan tempat bagi pemain asal Kolombia ini.

Opsi ini lebih terbuka ketimbang James main di Liga Inggris. Belum ada klub Inggris yang menyataan minat dengan James.

Tampil di Grand Final Lomba Cipta Lagu Anak, Estudiante Dipuji James F Sundah

Liputan6.com, Jakarta Bulan April 2019, menjadi bulan yang menyibukkan untuk grup band Estudiante. Band yang digawangi lima orang anak-anak ini mengisi 2 event besar, yaitu peringatan Hari Kanker Anak Sedunia yang diselenggarakan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAI) di Semarang dan Grand Final Lomba Cipta Lagu Anak-anak di Ballroom gedung KBN, Jakarta. 

Estudiante yang diasuh langsung oleh Tantri Kotak, mengaku senang bisa berbagi kebahagiaan. Band yang digawangi Sabian (bass), Freya (vokal), Dzaki (keyboard), Putra (gitar), dan Rakha (drum) terharu ketika melihat antusiasme penonton.

“Bangga dan senang, kita bisa berbagi kebahagiaan walau kadang terasa lelah. Tapi kalau sudah di atas panggung dan melihat antusias penonton, semua lelah langsung hilang,” ujar Sabian dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).

Saat mengisi Grand Final Lomba Lagu Anak, Estudiante tampil sebagai bintang tamu, dan salah satu jurinya adalah pencipta lagu legendaries James F Sundah. Saat event tersebut, band ini membawakan 3 lagu hits mereka, Potong Bebek Angsa, Song For Mom, dan Anoman Obong.

Real Madrid Siap Tukar James dengan Paul Pogba

Paul Pogba dibeli oleh Manchester United dari Juventus pada tahun 2015 lalu. Pogba saat itu dibeli dengan harga senilai 105 juta euro. Tentu saja, jika harus menjualnya lagi, United tidak akan melepas dengan harga lebih murah.

Don Balon melaporkan bahwa Madrid siap membayar lebih mahal dibanding dengan harga beli United. El Real menyiapkan transaksi senilai 130 juta euro. Tapi, tidak semuanya dalam bentuk uang.

Madrid akan menyertakan James Rodriguez sebagai bagian dalam tawaran pada pihak United. Pemain asal Kolombia tersebut punya nilai pasar 50 juta euro. Dengan begitu, Madrid akan menambah uang tunai sebesar 70 juta euro pada United.

James saat ini masih berstatus pemain Real Madrid. Dia menjalani peminjaman di Bayern Munchen selama dua musim dan akan berakhir di musim 2018/19. Bayern punya opsi membelinya secara permanen, tapi kemungkinan tidak akan diambil.

Mobil Listrik Ini Jadi Tunggangan Baru James Bond

Liputan6.com, Jakarta – Dalam film terbaru James Bond berjudul Shatterhand, agen 007 yang diperankan Daniel Craig, dikabarkan bakal mengendarai mobil listrik Aston Martin Rapide E.

Sang sutradara, Cary Joji Fukunaga, diungkapkan sedang bekerjasama dengan Aston Martin Rapide E, untuk menyiapkannya. Mobil listrik ini  akan dilengkapi gawai khas James Bond agar dapat beraksi maksimal. Sayangnya belum ada konfirmasi dari sutradara maupun pihak yang berwenang.

“Kini menjadi waktu yang tepat untuk dirinya (James Bond) untuk memakai kendaraan tanpa emisi,” ucap sumber yang tak ingin disebutkan namanya, seperti dinukil dari thesun.co.uk, Senin (18/03).

Menariknya, Rapide E yang dikendarai tak mengusung pembakaran konvensional, melainkan bertenaga listrik. Model bertenaga ramah lingkungan pertama Aston Martin ini dikenalkan pada September 2018 lalu. Unitnya baru masuk jalur produksi pada akhir 2019.

Sebagai edisi terbatas, tentu jumlah unit yang diproduksi tak banyak, hanya 155 saja. Sementara banderolnya mencapai £ 250 ribu atau Rp 4,7 miliaran. Bila James Bond jadi menggunakannya, berarti tersisa 154 unit untuk pasar global.

Rapide E diperkuat dua motor listrik yang menyuplai tenaga ke roda belakang. Tenaga yang dihasilkan secara keseluruhan sebesar 608 PS dengan momen puntir yang tak kalah besar, 949 Nm.

Adele dan James Bond Menyelamatkan Pochettino di Inggris

Jakarta – Kalau bukan karena Adele dan James Bond, Mauricio Pochettino mungkin tak akan sesukses saat ini bersama Tottenham Hotspur. Dua ikon pop Inggris itu membantunya belajar bahasa Inggris.

Mauricio Pochettino bisa dibilang sebagai salah satu manager terbaik di Liga Inggris saat ini. Walau belum pernah merengkuh gelar bergengsi, ia mampu menyulap Tottenham Hotspur manjadi kandidat kuat peraih gelar Liga Premier dalam bebarapa musim terakhir.

Pria asal Argentina ini juga punya kemampuan luar biasa dalam mengorbitkan pemain muda Inggris. Harry Kane, Delle Ali serta Kieran Tripper adalah bukti tangan dingin Pochettino.

Namun di balik itu semua, pria 46 tahun ini ternyata sempat kesulitan beradaptasi di Inggris. Terutama saat ia pertama kali tiba di Negeri Elizabeth pada 2013 untuk menangani Southampton.

Kala itu Pochettino yang datang dari Espanyol tak punya kemampuan Bahasa Inggris yang baik. Hal tersebut membuatnya kesulitan untuk berkomunikasi.

“Saya ingat malam pertama di hotel di Southampton, itu hari Jumat dan hari berikutnya akan menjadi sesi latihan pertama. Saya sangat gelisah, bolak-balik, dan tidak bisa menutup mata. Saya mengambil telepon saya, tepat sebelum jam 4 pagi, dan saya mengirim WhatsApp ke asisten pelatih, Jesus Perez: ‘Apakah kamu bangun?’ turur Pochettino dilansir dilansir dari The Sun

“Segera ada jawaban, ‘Ya’, jadi saya katakan padanya, ‘Ok, datang ke kamar saya, kita bicara’. Dia datang dan saya memandangnya dan hanya berkata ‘Yesus besok.”

“Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidak bisa mengatakan sepatah kata pun dalam bahasa Inggris dan aku harus menempatkan diriku di depan sekitar 50 orang termasuk Presiden klub. Aku gemetaran,” tuturnya menceritakan masa lalunya.

Pria kelahiran Murphy ini kemudian berusaha untuk menjalani kursus Bahasa Inggris untuk mempermudah adaptasi. Tapi pada awalnya Pochettino teramat bosan dengan motode pengajaran sang guru.

Semuanya berubah saat sang guru memberikan pelajaran bahasa Inggris dengan media lagu. Ia diminta untuk mendengarkan lagu milik Adele yang berjudul Skyfall, salah original soundtrack film James Bond dengan judul yang sama.

“Istri saya menemukan guru bahasa Inggris untuk saya dan sesi pertama – dua jam – sangat membosankan. Guru itu berkata, ‘Ok, kita akan mencoba sesuatu yang sedikit berbeda, mari kita belajar dengan sebuah lagu”, ujar mantan pelatih Espanyol ini.

“Dia memakai lagu Adele – Skyfall, yang sangat rumit – seperti yang dapat Anda bayangkan – jika Anda tidak tahu apa-apa tentang bahasa Inggris. Tapi setiap kali aku mendengar Skyfall sekarang, aku selalu memikirkan itu dan tersenyum,” ungkapnya.

“Aku hanya memiliki satu pelajaran dan kupikir itu hal yang mustahil. Aku tidak akan bisa menguasai bahasa ini.”

Perlahan dengan kemampuan Bahasa Inggris Pochettino yang mulai membaik kariernya di Southampton berjalan cukup mulus. Ia mampu mengantarkan The Saint finis di urutan ke delapan di musim perdananya.

Torehan tersebut membuat Tottenham kemudian kepincut untuk meminang Pochettino di musim panas 2014.
(din/din)

Solskjaer Akan Kembali Mainkan Wonderkid MU

Jakarta Manajer interim Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, mengisyaratkan bakal kembali memainkan wonderkid James Garner. Sebab, Setan Merah sedang mengalami krisis gelandang. 

Garner menjadi debut sebagai pemain profesional saat MU menang 3-1 atas Crystal Palace, Rabu (27/2/2019). Pemain berusia 17 tahun itu masuk menggantikan Fred pada menit ke-89.

“Kami telah menantikan kesempatan memainkan Garner. Tentu saja, cedera Nemanja Matic dan Ander Herrera membuat peluang Garner bermain lebih besar,” kata Solskjaer.

“Akan tetapi, dia berpotensi menjadi gelandang tengah hebat. Kita akan melihatnya kembali bermain. Kami mungkin akan memainkannya saat melawan Southampton pada akhir pekan ini,” lanjut Solskjaer.

Sejak ditangani Solskjaer, MU telah memberikan debut profesional kepada dua pemain. Selain Garner, sebelumnya Tahith Chong juga menjalani debut ketika melawan Reading di Piala FA, awal Januari 2019.

“Kami adalah Manchester United. Kami memiliki skuad berkualitas dan akan terus memunculkan pemain. Setiap tim di liga pasti akan menghadapi masalah cedera pada periode krusial seperti sekarang,” ujar Solskjaer.

Sumber: manutd.com

MU Tekuk Palace, Solskjaer Temukan Penerus Carrick

Liputan6.com, Jakarta – Kemenangan Manchester United (MU) atas Crystal Palace, Kamis dini hari WIB (28/2/2019) jadi panggung bagi James Garner. Tampil untuk pertama kali bersama Setan Merah, pemain berusia 17 tahun tersebut berhasil mencuri perhatian sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer.

Debut Garner bersama MU tidak berlangsung lama. Dia baru masuk pada menit ke-89 saat Setan Merah sudah unggul 3-1 pada pertandingan yang berlangsung di Selhurst Park itu. 

Garner masuk menggantikan posisi Fred. Meski hanya beberapa menit di lapangan, Garner ternyata mampu membuat Solskjaer terkesima. Pelatih asal Norwegia itu bahkan tidak ragu membandingkannya dengan salah satu gelandang terbaik Setan Merah di era modern. 

“Saya percaya dia punya kesempatan untuk masa depan yang hebat,” kata Solskjaer dilansir Dailymail.co.uk. “Tentu kami masih terus bekerja, dia tahu kami percaya kepadanya.”

“Kami yakin dia bakal jadi penerus Michael Carrick. Saya tahu dia masih muda, dan saya tahu tidak adil membandingkan anak-anak dengan pemain hebat seperti Michael, tapi dia punya watak yang sama,” beber mantan penyerang MU tersebut menambahkan. 

2 dari 3 halaman

Bermain Simpel

Garner bukan wajah yang familiar di skuat MU. Dia baru menandantangani kontrak profesional bersama MU pada 23 Mei 2018. Sebelum menjalani debutnya melawan Palace, Garner sebernarnya sudah dua kali dipanggil ke skuat utama, yakni melawan Reading dan Valencia di awal musim ini. Namun saat itu, Garner hanya berada bangku cadangan. 

Garner kembali dipanggil setelah MU diterpa badai cedera. Pria kelahiran Birkenhead itu masuk skuat inti bersama beberapa pemain muda lainnya, Tahith Chong dan Angel Gomes. 

Ada beberapa yang menurut Solskjaer membuat Garner mirip Carrick yang kini menjadi bagian dari staf pelatih Setan Merah. “Dia bisa melihat permainan, dia bermain simpel, dia bermain menyusuri garis, di mana saya pikir Scott McTominay juga tampil baik hari ini.”

“Beberapa umpan menyusur garis kepada Paul (Pogba) sangat luar biasa,” bebernya. 

3 dari 3 halaman

Berpekuang Tampil Lawan Southampton

Penampilan gemilang melawan Palace bukan tidak mungkin bakal membuka peluang Garner kembali ke skuat inti MU saat menjamu Southampton di Old Trafford, Sabtu (2/3/2019). 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:


Hasil Liga Inggris: Liverpool Habisi Watford 5-0 di Anfield

JakartaLiverpool berpesta gol saat menjamu Watford di lanjutan Premier League tengah pekan ini. ‘Si Merah’ menang telak 5-0 dan bertahan di puncak klasemen.

Menjamu Watford di Anfield, Kamis (28/2/2019) dinihari WIB, Liverpool tampil mendominasi. Menguasai bola hingga 62%, tuan rumah mencatatkan 19 tembakan di mana 10 mengarah ke gawang.

Sementara tim tamu cuma punya lima upaya, dengan hanya tiga yang on target. Liverpool sudah unggul 2-0 di babak pertama, berkat dua gol Sadio Mane memanfaatkan umpan-umpan Trent Alexander-Arnold.

Tiga gol ditambahkan di paruh kedua, dari Divock Origi dan dua kali dari sundulan Virgil van Dijk.

Kemenangan ini menjaga Liverpool di puncak klasemen, dengan kini mengoleksi nilai 69 dari 28 laga. Mereka memimpin satu poin atas Manchester City di posisi dua, yang di laga lain menang 1-0 atas West Ham United.

Sementara Watford tertahan di posisi delapan dengan 40 poin.

Jalannya Pertandingan

Liverpool sudah mendapatkan momen bagus di menit ketiga. Ben Foster menahan bola terlalu lama sebelum akhirnya menendang dan mengenai James Milner. Tapi dia bisa mengamankan situasi dengan menangkap si kulit bundar.

Tuan rumah memetik keunggulan di menit ke-9, Trent Alexander-Arnold melepaskan umpan silang terukur dari kanan dan disambar sundulan Sadio Mane yang lolos dari pengawalan.

Mane! Gol kedua dari Liverpool di menit ke-20. Mulanya serangan balik dari Mohamed Salah dihentikan pertahanan Watford, namun bola bergulir ke kaki Alexander-Arnold yang melanjutkannya dengan umpan silang.

Bola diterima Mane di depan gawang. Meski kontrolnya tak terlalu baik, dia dengan cerdik menyonteknya dengan tumit untuk menaklukkan Foster.

Peluang lain untuk Liverpool di menit ke-37. Sepakan Salah menghantam tiang gawang, sementara tembakan James Milner digagalkan Foster.

Watford mendapatkan peluang di menit ke-42. Gerard Deulofeu mengirim umpan silang dari kanan, tapi gagal dicocor dengan sempurna oleh Troy Deeney. Sepakannya melebar saja.

Andrew Robertson terbebas di sisi kiri semenit berselang dan mengirimkan bola ke Mane di tengah. Umpannya terlalu deras untuk disambar Mane. Babak pertama berakhir 2-0 untuk keunggulan Liverpool.

Sebuah tusukan dari Salah di menit ke-50 mengancam gawang Watford. Usai mengecoh satu pemain Watford, Salah mendekati gawang dan coba mengirim umpan tarik yang masih bisa dipotong Foster.

Liverpool melanjutkan ancaman ke gawang Watford pada menit ke-63. Divock Origi memberikan umpan silang mendatar dari kiri, lalu dikontrol Mane dan diakhiri dengan tembakan memutar. Tendangannya diblok dan cuma berbuah korner.

Tiga menit berselang, Liverpool benar-benar menambah keunggulan. Origi merangsek ke tengah dari sisi kiri dan mengakhiri tusukan dengan tembakan mendatar ke tiang dekat.

Watford balas mengancam di menit ke-74 lewat Andre Gray, yang dihentikan Alisson.

Lima menit kemudian, Liverpool mencetak gol keempat. Umpan Alexander-Arnold dari tendangan bebas di kanan ditanduk Virgil van Dijk di tengah kotak penalti.

Van Dijk kembali mencetak gol di menit ke-82. Kali ini dari umpan silang Robertson, Van Dijk memenangi duel udara di tengah kotak penalti untuk membawa Liverpool memimpin 5-0.

Skor 5-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Susunan pemain:

Liverpool: Alisson; Andrew Robertson, Virgil van Dijk, Joel Matip, Trent Alexander-Arnold; James Milner (Jordan Henderson 70′), Fabinho, Georginio Wijnaldum (Naby Keita 84′); Sadio Mane (Adam Lallana 78′), Divock Origi, Mohamed Salah

Watford: Ben Foster; Adam Masina, Craig Cathcart, Adrian Mariappa, Daryl Janmaat; Roberto Pereyra (Sema 84′), Etienne Capoue, Abdoulaye Doucoure, Will Hughes; Troy Deeney (Andre Gray 73′), Gerard Deulofeu (Tom Cleverley 73′)
(raw/din)

Hasil Liga Inggris: Lukaku 2 Gol, MU Atasi Palace 3-1

London – Angka penuh berhasil dibawa pulang Manchester United dari lawatannya ke markas Crystal Palace. Romelu Lukaku mencetak dua gol untuk memenangkan MU 3-1.

Pada lanjutan Liga Inggris, Palace menjamu MU di Selhurst Park, Kamis (28/2/2019) dinihari WIB. The Red Devils mengungguli Palace di babak pertama berkat gol Lukaku.

Tiga gol tercipta di babak kedua. Lukaku memperbesar skor MU sebelum Palace menghidupkan asa dengan gol James Ward. Namun demikian, Ashley Young memastikan kemenangan MU dengan golnya pada 10 menit terakhir.

Kemenangan MU memanaskan persaingan finis empat besar di akhir musim. Dengan tiga angka tambahan, Setan Merah tetap di peringkat lima usai mengumpulkan 55 poin hasil 28 laga. MU berjarak satu poin dari Arsenal di atasnya dan unggul tiga poin dari Chelsea di bawahnya.

Sementara itu, Palace menempati peringkat 14 dengan 30 poin. The Eagles belum aman karena cuma unggul lima angka dari Cardiff City yang berada di zona degradasi.

Jalannya Pertandingan

Peluang berarti pertama diciptakan MU di menit kedelapan. Dari sepak pojok, Luke Shaw mengirim bola ke kotak penalti yang diterima Romelu Lukaku. Namun meski lepas dari kawalan pemain lawan, sepakan voli Lukaku masih melambung di atas mistar gawang.

Hanya berselang tiga menit, giliran Palace menciptakan peluang emas. James McArthur melewati Scott McTominay untuk melepaskan crossing kepada Andros Townsend di dekat tiang gawang. Dari sudut sempit sontekan Townsend juga masih melambung.

Kebuntuan akhirnya terpecah di menit ke-33. MU mengungguli Palace 1-0 berkat gol Lukaku.

Shaw meliuk-liuk di sayap kiri untuk menembus pertahanan Palace sebelum mengirim operan pendek kepada Lukaku. Striker Belgia itu menuntaskan dengan sepakan mendatar terarah yang bersarang di sudut bawah gawang.

Palace hampir langsung mencetak gol balasan. Di menit ke-34, sundulan Jeffrey Schlupp melebar tipis setelah menerima crossing akurat Townsend di dalam kotak penalti.

Alexis Sanchez memperlihatkan manuver menjanjikan. Namun, sebelum bisa merangsek ke kotak penalti Palace, Martin Kelly sukses mengintersepsi untuk mencegah Sanchez melakukan tembakan dari posisi bagus.

Babak pertama berakhir. MU sementara unggul 1-0 atas Palace.

MU melewatkan peluang emas usai restart. Crossing Diogo Dalot menemui Paul Pogba, tapi sundulannya dari jarak dekat justru melambung.

Akhirnya MU memperoleh gol keduanya di menit ke-52. Diawali dari sepak pojok yang gagal diredam Palace, bola menemui Victor Lindelof untuk diteruskan kepada Lukaku di tiang jauh. Pemain yang disebut terakhir melesakkan tendangan kaki kiri guna menyarangkan bola ke sudut atas gawang. Kedudukan berubah menjadi 2-0.

David de Gea membuat penyelamatan untuk pertama kalinya di pertandingan ini. Wilfried Zaha mengalahkan Ashley Young kemudian mengirim bola silang kepada rekan setimnya di dekat tiang gawang MU. De Gea jatuh untuk menepis bola ke luar garis gawang.

Buruknya pertahanan MU mendapat hukuman. Di menit ke-66 Palace menciptakan gol balasan untuk menipiskan skor menjadi 1-2.

Kerjasama dengan Towsend diakhiri Schlupp dengan umpan silang ke arah tiang jauh yang dengan mudah disontek James Ward untuk menaklukkan penjagaan De Gea.

Setelah mencetak gol Palace menjadi lebih percaya diri untuk menyerang. Palace kemudian mendapatkan tendangan bebas dari posisi yang berbahaya. Meski begitu, sepakan Luka Milivojevic tak cukup melengkung sehingga bola gagal mengarah ke sasaran.

Giliran MU dihadiahi tendangan bebas. Pogba maju sebagai eksekutor tapi tembakannya bisa diselamatkan Guaita di sudut kiri bawah gawang.

MU akhirnya membunuh pertandingan di 10 menit terakhir. Bekerja sama dengan Lukaku di luar kotak penalti, Pogba mengirim bola terobosan kepada Ashley Young yang melakukan overlapping. Dari dalam kotak penalti, Young menceploskan sepakan mendatar ke gawang Palace.

Susunan Pemain

CRYSTAL PALACE: Guaita, Tomkins, Kelly, Ward, Van Aanholt (Kouyate 83′), Schlupp, McArthur (Meyer 61′), Townsend, Milivojevic, Zaha, Batshuayi (Benteke 78′)

MANCHESTER UNITED: De Gea, Young, Smalling, Lindelof, Shaw, Dalot (Bailly 77′), Pogba, Fred (Garner 90′), McTominay, Sanchez (Rashford 77′), Lukaku
(rin/raw)

Kiat Grand Mercure Menarik Wisatawan Nusantara dan Mancanegara

Liputan6.com, Jakarta – Di tengah ketatnya bisnis perhotelan, Grand Mercure tetap mendapat tempat di hati para wisatawan. Pada 2018 lalu, hotel ini meraih capaian dari target yang dicanangkan.

“Pada 2019 ini kami berharap bisa lebih baik dari tahun lalu, terutama pada dua bulan pertama pada 2019. Untuk Maret, kami sudah mendapat on booking yang cukup lumayan. Kami berharap pada Maret mendatang kami bisa menutup dengan hasil yang baik,” ujar General Manager Grand Mercure Djulkarnain dalam acara Meet & Greet di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Februari 2019.

Berdasarkan hasil observasi selama dua bulan belakangan ini, lanjut Djul, Grand Mercure banyak dihuni oleh tamu-tamu reguler. Mereka sudah menganggap seperti rumahnya sendiri.

“Inilah salah satu kekuatan dari hotel ini, bagaimana kami bisa menjadi hotel pilihan di wilayah ini bagi tamu-tamu kami. Itu yang terus kami pertahankan,” ujar Djul.

Selama sebulan, Djul mengatakan dirinya bertemu dengan para tamu, baik dari dalam dan luar negeri. Satu hal yang mereka sampaikan adalah mereka sudah dikenal di hotel ini.

“Sekuriti pun saat tamu tiba di sini langsung menyambut dengan nama mereka. Selain disambut dengan senyuman, mereka juga menyambut dengan nama mereka. Tamu tak merasa seperti orang asing. Jadi, kami tahu kebutuhan mereka,” lanjut Djul.

Untuk kunjungan mereka selanjutnya, kata Djul, pihaknya akan memastikan apa pilihan mereka dan apa pula kesukaan mereka. Tak hanya itu, hingga ulang tahun tamu pun, pihaknya melakukan selebrasi pada tamunya.

“Sebagai contoh, saat mereka sedang sarapan, kemudian mereka yang berulang tahun didatangi oleh tim kami dengan membawa kue dan mengucapkan selamat ulang tahun,” kata Djulkarnain.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, menurut Djul, berkomitmen bersama menyuguhkan makanan halal. Makanan yang bisa diterima semua tamu, tanpa ada kekhawatiran.

“Itu memang sesuai pilihan tamu, tamu bisa memilih makanan apapun yang mereka suka, tapi kami pastikan bahan-bahan yang memang bisa dinikmati oleh semua kalangan, golongan, dan agama,” tandas Djulkarnain.

Saksikan video pilihan di bawah ini: