Pertamina Tambah Dua Titik BBM Satu Harga di Maluku dan Papua

Liputan6.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian KESDM) kembali meresmikan lembaga penyalur BBM Satu Harga di dua lokasi berbeda yakni masing-masing di Maluku dan Papua, pada Jumat 22 Februari 2019.

Adapun yang titik yang diresmikan adalah SPBU Kompak 86.975.26 Air Buaya, Kabupaten Buru dan SPBU Kompak 86.995.18 Bolakme, Kabupaten Jayawijaya. Kedua titik ini merupakan titik BBM Satu Harga yang telah uji operasi pada 2018.

“Dengan beroperasinya SPBU BBM 1 Harga di Kecamatan Air Buaya – Kab.Buru dan Bolakme – Kab. Jayawijaya maka Pertamina MOR VIII sudah merealisasikan 39 titik lokasi dan direncanakan 12 titik lokasi akan beroperasi di tahun 2019,” kata General Manager Pertamina MOR VIII, Iin Febrian, Sabtu (23/2/2019).

Ia pun menambahkan, Pertamina terus menjaga komitmen untuk melayani masyarakat dan mendukung program Pemerintah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Ini adalah wujud upaya Pertamina untuk merajut nusantara,” tambah Iin.

Sementara itu, Sekjen Kementerian ESDM, Ego Syahrial, menyatakan, BBM Satu Harga adalah wujud kepedulian dari Pemerintah melalui BUMN untuk merealisasikan keadilan sosial dan mewujudkan konsep membangun Indonesia dari pinggiran.

Oleh karena itu, Pemerintah mengapresiasi kepada Pertamina atas upaya penyediaan energi hingga ke wilayah pelosok secara merata dengan harga terjangkau.

“Upaya pemerataan energi melalui BBM Satu Harga merupakan usaha yang luar biasa Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) serta badan usaha pendamping agar mampu menggerakkan sektor-sektor ekonomi, termasuk di Buru yang masuk wilayah 3T,” papar Ego

SPBU 86.975.26 Kecamatan Air Buaya, Kab. Buru yang diresmikan hari ini memasok BBM jenis Premium, Solar, dan Pertalite dengan masing-masing berkapasitas 5KL.

Titik suplai berasal dari TBBM Namlea yang berjarak sekitar 100 km dan ditempuh dengan perjalanan darat menggunakan mobil tangki selama tiga jam. Adapun kuota per bulan untuk Premium sebesar 60 KL dan Solar 20 KL.

2 dari 2 halaman

Sebelum Ada Titik BBM Satu Harga

Sebelum ada titik BBM Satu Harga ini, masyarakat memperoleh BBM untuk transportasi dan kebutuhan nelayan dari lembaga penyalur terdekat yakni sejauh kurang lebih 60 KM ke APMS Lala.

Kemudian kurang lebih 88 KM ke SPBU Namlea sehingga membuat harga Premium menjadi Rp 9.000 per liter dan Solar 10.000 per Liter di wilayah ini.

Dengan ada SPBU ini, masyarakat Kecamatan Air Buaya kini bisa mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan wilayah lainnya yakni Premium Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter.

Sementara itu, BBM di distrik Bolakme dikirim dari supply point Terminal BBM Jayapura yang diangkut menggunakan mobil tangki kemudian dilanjutkan menggunakan pesawat terbang dan mobil truk.

Jarak yang ditempuh yakni sejauh 145 km dengan waktu tempuh normal hingga 3 jam. Adapun setiap dua kali dalam sebulan akan dipasok masing-masing sebanyak 50 KL Bio Solar dan 150 KL Premium.

Pertamina berharap agar kehadiran titik BBM Satu Harga ini memberi dampak positif di bidang ekonomi dan sosial bagi masyarakat di wilayah masing-masing. 

Selain itu, Pertamina juga mengharapkan agar seluruh pihak khususnya kepada pemerintah daerah, Kepolisian, dan para stakeholders agar dapat mendukung dan mengawasi pelaksanaan program BBM Satu Harga di wilayah Air Buaya dan juga Bolakme sehingga proses distribusi BBM dapat berjalan dengan lancar dan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya. (Yas)


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Dibintangi LeBron James, Space Jam 2 Dirilis 2021

Liputan6.com, Jakarta Film bertema bola basket Space Jam 2 dipastikan jadi dibuat. Warner Bros memastikan film tersebut akan tayang di bioskop-bioskop seluruh dunia pada 16 Juli 2021. 

Space Jam 2 akan dibintangi oleh pebasket top NBA LeBron James. Space Jam 2 bakal menjadi film pertama dimana LeBron menjadi pemeran utama. Sebelumnya LeBron pernah tampil di film komedi Trainwreck dengan memerankan dirinya sendiri, namun hanya tampil sebentar saja.

Film Space Jam 2 masih akan bercerita tentang pebasket NBA bermain bersama tokoh kartun Looney Tunes seperti Bugs Bunny, Lola Bunny, Silvestre dan Tweety.

Terence Nance akan menjadi sutradara film Space Jam 2. Sebelumnya Justin Lin yang diproyeksikan jadi sutradara. Namun Lin hanya akan menjabat sebagai eksekutif produser saja pada film ini.

Rumor Space Jam 2 bakal dibuat merebak sejak 2015. Penyebabnya LeBron James dan perusahaan miliknya SpringHill Entertainment menjalin kerjasama dengan Warner Bros.

2 dari 2 halaman

Jordan

Film Space Jam pertama dirilis tahun 1996 dengan bintang utama Michael Jordan. Beberapa bintang NBA lain juga muncul sebagai cameo di film tersebut adalah Muggsy Bogues dan Charles Barkley.

Tampaknya akan banyak bintang-bintang NBA yang dilibatkan LeBron dalam film Space Jam 2 ini. Jordan mungkin juga akan muncul sebentar di Space Jam 2.

Sudah Hampir 3 Jam, Kebakaran Kapal Nelayan di Muara Baru Belum Padam

Jakarta – Api yang membakar kapal-kapal nelayan di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, masih berkobar. Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api.

Pantauan detikcom di lokasi pukul 17.53 WIB, Sabtu (23/2/2019), api masih terlihat besar di kapal-kapal. Tampak Kepulan asap hitam tebal.

Kapal-kapal yang terbakar itu merupakan kapal yang bersandar. Kebakaran itu terjadi sejak sekitar pukul 15.00 WIB.
Warga ramai berkumpul melihat kebakaran itu. Garis polisi pun dipasang di lokasi.
Sebagian warga juga ikut membantu petugas damkar. Mereka membantu menarik selang agar sampai di titik api.

“Terakhir katanya sudah 17 kapal terbakar,” kata seorang warga yang ikut membantu menarik selang air, Adi.
(idh/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kisah Anak Difabel yang Diam-diam Punya Kehidupan Online Menakjubkan

Oslo

Robert dan Trude meratapi kehidupan sepi dan terkungkung yang mereka pikir dijalani Mats, anak mereka yang difabel. Namun ketika Mats wafat, pasangan itu baru sadar bahwa banyak orang di Eropa menyalakan lilin tanda berkabung untuk putra mereka.

Artikel ini pertama kali terbit di situs radio Norwegia, NRK.

“Pola pikir kami sangat tradisional. Kami tak ingin dia mengubah atau mengacaukan ritme kesehariannya.”

Duduk di sebuah kafe dekat kantornya di alun-alun kota Oslo, Norwegia, Robert Steen (56) memaparkan betapa ia kerap khawatir jika anaknya tak kunjung terlelap hingga tengah malam.

“Jika melihat ke belakang, saya rasa kami seharusnya lebih tertarik pada gim, dunia di mana putra kami menghabiskan hampir seluruh waktunya,” kata Robert.

“Karena kami tak punya ketertarikan itu, kami kehilangan kesempatan untuk mengetahui yang tidak kami pahami,” tuturnya.

Robert menyampaikan kata-kata terakhir tentang Mats akhir tahun 2014 di sebuah kapel di satu pemakaman di ibu kota Norwegia.

Di antara mereka yang duduk mendengarkan pidato itu, termasuk sanak famili dan sejumlah tenaga medis yang mengenal dekat Mats, ada sekelompok orang asing.

Hanya Robert yang pernah bertemu mereka. Itu pun baru sekali: malam sebelum pemakaman.

Beberapa tahun di akhir hidupnya, Mats hampir tidak pernah meninggalkan ruang bawah tanah di flat milik keluarganya.

Jadi cukup aneh bahwa ada orang-orang tak dikenal datang ke pemakamannya. Mats sendiri bahkan tidak pernah berjumpa dengan mereka.

Sebelum kematiannya, tamu-tamu yang berduka itu tidak mengenal Mats sebagai Mats, tapi Ibelin, seorang keturunan ningrat, perayu ulung, dan detektif.

Beberapa orang asing yang menghadiri pemakaman itu tinggal di dekat rumah Mats, tapi sebagian lainnya datang dari jauh. Kedatangan mereka dilandasi satu tujuan: meratapi kawan baik.

Di upacara pemakaman, salah satu dari orang asing itu tampil ke depan dan memberi sepatah kata. Ia berkata bahwa banyak orang di Eropa berkumpul dan menyalakan lilin untuk Mats.

Nasib telah tersurat di bintang-bintang, dan kenyataan tercantum dalam DNA-nya.

Mats, yang berlarian keliiling rumah sambil mengenakan mahkota saat ulang tahun keempat pada Juli 1993, akan menghadapi kenyataan bahwa ia bakal segera lumpuh.

Robert dan Trude mendengar vonis medis itu pada Mei 1993 di Rumah Sakit Ulleval.

Mereka belakangan paham mengapa putra mereka selalu jatuh dari ayunan dan menyakiti diri sendiri.

Sama halnya dengan kenapa Mats tidak memanjat tangga papan luncur di taman anak-anak, meski ia gemar merosot.

Juga penyebab Mats kerap menekuk lutut seperti orang tua saat beranjak dari posisi duduk dan alasannya tak berusaha berlomba dengan anak-anak seusianya.

Tim dokter berkata kepada Robert dan Trude bahwa Mats mengidap duchenne muscular dystrophy (DMD), sebuah gangguan yang menyebabkan pengenduran otot dan kerap menyerang anak laki-laki.

Gen dalam tubuh Mats mengandung kekeliruan yang mencegah ototnya berkembang secara normal. Itu pula yang akhirnya menghancurkan otot-ototnya.

“Setelah kami menidurkan Mats, malam itu kami memanggil dokter. Kami mendapat hak istimewa itu. Kami dapat menelepon dokter kapan pun kami membutuhkan informasi,” kata Robert.

Bersama Trude, Robert berbicara kepada dokter via telepon selama lebih dari setengah jam. “Setidaknya (penyakit) ini tidak akan membunuh anak saya!” kata Robert.

“Dokter terdiam beberapa saat, lalu berkata, ‘Tidak, tapi pengalaman kami menunjukkan, pasien kami yang menderita penyakit ini tidak akan bertahan lebih dari umur 20 tahun,'” tuturnya.

Robert terdiam. “Mats mampu mencapai 25 tahun.”

Di kediaman keluarga di Ostensjo, sebelah tenggara Oslo, Robert dan Trude mengupayakan segala cara untuk putra mereka.

Mats diyakini tidak akan menjalani kehidupan normal seperti yang ada dalam bayangan orang tuanya. Dia akan mati muda dan dipisahkan dari mereka tanpa memberi arti apapun kepada dunia.

Namun seluruh anggapan itu keliru.

Jika DNA telah merancang kehidupan kita sebelum kita dilahirkan, mampukah kita memilih masa depan kita sendiri?

Faktanya, Mats menemukan jalan keluar dan menciptakan sosok baru atas dirinya sendiri.

Di awal dekade 2000-an, Robert dan keluarganya pindah ke sebuah rumah di Langhus, sebelah selatan Oslo. Rumah itu dirancang agar ramah kursi roda.

Walaupun Mats diizinkan bermain konsol permainan grafis Game Boy selama libur sekolah, sosok Mario Bros tetap tak dapat memahami rasanya menjadi sosok yang berbeda.

Mats terus duduk di kursi roda bersama asisten yang mendampinginya ke mana pun.

Robert dan Trude terus memikirkan aktivitas yang mungkin disenangi Mats pada waktu senggang, terutama ketika kawan-kawan sekelasnya bermain sepakbola atau berlarian di luar ruangan.

Barangkali gim online? Robert memberi Mats kata sandi komputer keluarga. Dan sejak saat itu, sebuah dunia yang baru terbuka bagi anak berusia 11 tahun tersebut.

“Selama 10 tahun terakhir hidupnya, Mats bermain antara 15 ribu hingga 20 ribu jam. Itu setara dengan bekerja penuh waktu selama 10 tahun,” kata Robert.

Namun gim itu ternyata menimbulkan percekcokan dalam keluarga.

“Ketika perawat datang pukul 10 malam, Mats sudah tidur. Pekerjaan mereka mengawasi Mats di tempat tidur, bukan memaksanya untuk tidur.”

“Mats protes, ogah-ogahan mengikuti perintah itu,” ujar Robert.

Mats ternyata telah berevolusi menjadi pemain gim. Dan pemain gim tidak tidur sebelum larut.

Lantas siapakah Mats selama jam permainan itu? Dia menjadi Lord Ibelin Redmoore dan kadang-kadang Jerome Walker.

“Ibelin dan Jerome adalah perpanjangan diri saya. Mereka mewakili sisi lain kepribadian saya,” tulis Mats.

Mats membenamkan diri ke planet Azeroth dalam gim populer World of Warcraft.

Azeroth adalah dunia fantasi yang mistis. Terdapat sejumlah benua, lautan, hutan, tebing dan tanah datar, perkampungan serta kota.

Mats menghabiskan hampir seluruh waktunya di sebuah wilayah yang bernama Eastern Kingdoms.

Sebagai pemain gim online, Anda akan memahami dunia itu satu per satu, seperti halnya Anda mengenal dunia nyata secara fisik.

Di dunia khayalan itu terdapat tempat untuk berwisata, wilayah dan kota yang akan Anda kuasaisebagian lebih baik dibandingkan lainnya.

Di area tertentu, Anda wajib berhati-hati, sementara di wilayah lainnya Anda akan dengan senang hati menjelajah. Anda akan menemukan penginapan di suatu kawasan, lalu bertemu orang-orang baru yang menarik.

Begitulah semestinya dunia berjalan. Dan seperti itu pula Azeroth bergulir.

Mats menempuh perjalanan hidupnya di sana dan menemukan lingkaran pertemanan dengan orang-orang menyenangkan.

“Saat saya melewati ruang bawah tanah Mats pada siang hari, gordennya tertutup. Itu adalah kepedihan yang saya ingat betul,” ucap Robert yang bekerja di bagian keuangan kantor wakil wali kota Oslo.

“Oh tidak, saya pikir dia belum memulai harinya. Saya sedih karena dunianya sangat terbatas.”

Tapi mereka yang tak bermain gim tidak dapat melihat gambaran utuhnya. Mereka tidak tahu bahwa gim lebih dari sekadar menembak dan mendapatkan poin.

“Kami pikir ini semua hanyalah permainan. Kami kira itu sebuah kompetisi yang seharusnya dimenangkan,” kata Robert.

Lalu muncul pula persoalan ritme sirkadian di tubuh Mats, di setiap waktu selama 24 jam kesehariannya.

“Kami tidak mengerti mengapa sangat penting bagi Mats untuk terus online saat petang dan malam.”

“Tentu saja orang tidak bermain pagi atau siang hari karena itu adalah waktu di mana mereka berada di sekolah atau tengah bekerja.”

“Kami awalnya memahami semua ini setelah ia wafat. Di akhir hayatnya, kami masih berkeras ia harus tidur jam 11 malam, seperti orang-orang normal lainnya,” ujar Robert.

Lisette Roovers adalah salah satu kawan Mats di dunia gim online yang berasal dari Breda, Belanda. Ia hadir dalam pemakaman Mats tahun 2014.

Lisette juga datang ke Norwegia untuk mengunjungi temannya, Kai Simon Fredriksen, yang juga bermain gim online bersama Mats.

“Saya mengenal Mats bertahun-tahun. Sangat mengejutkan mendengar kabar ia meninggal dan itu berdampak pada saya,” kata Lisette.

Lisette kini berusia 28 tahun. Ia berumur 15 tahun ketika bertemu Mats yang kala itu berusia 16 tahun. Atau tepatnya, ketika karakter gim Lisette, Rumour, bertemu Ibelin.

“Kami bertemu di Goldshire,” kata Lisette.

“Itu bukan tempat yang nyaman lagi, tapi saat itu Goldshire adalah kampung kecil yang menyenangkan, di mana Anda bisa bertemu karakter baru yang menarik.”

“Saya mencari seseorang untuk bermain. Di antara mereka yang di duduk di api unggun adalah sosok yang belakangan saya kenal sebagai Ibelin,” kata Lisette.

“Sayaatau Rumourbertingkah laku impulsif. Saya keluar dari semak-semak dan merebut topi Ibelin. Kami berdiri dan saling menatap beberapa saat, lalu saya kabur membawa lari topinya.”

Lisette tersenyum kecil.

Mats juga menulis perjumpaan pertamanya dengan Lisette di sebuah unggahan blog berjudul Love.

“Di dunia yang lain ini, seorang anak perempuan tidak akan melihat kursi roda atau hal-hal lain sebagai pembeda. Mereka akan menemukan jiwa, hati, dan pikiran saya yang hidup dalam tubuh yang kuat dan cakap,” tutur Mats.

“Untungnya, hampir sebagian besar karakter di dunia virtual ini terlihat menawan,” tambahnya.

Di sisi lain, Lisette berkata, “Mats adalah kawan baik, kadang-kadang ia teman yang sangat dekat.”

“Kami saling bertukar pesan tentang apapun, tapi dia tidak menceritakan kondisinya. Saya kira kehidupannya sama sepertinya saya, contohnya kami sama-sama membenci sekolah.”

Tapi ada hal-hal yang sempat tidak mereka sepakati.

“Dia menulis bahwa ia membenci salju, sedangkan saya menyukainya. Saya tidak mengerti bahwa ketidaksukaannya itu berkaitan dengan kursi roda. Saya tidak tahu sama sekali,” kata Lisette.

Kecintaan Lisette pada gim membuat orang tuanya khawatir. Mereka takut studinya terganggu dan Lisette tak akan memiliki kehidupan sosial.

Keputusan yang diambil orang tuanya adalah memutus akses Lisette kepada gim online. “Dijauhkan dari kawan-kawan di permainan itu sangat berat bagi saya,” tuturnya.

Namun Mats bersiasat untuk melanggengkan perkawanan itu. Meski ia tak menemukan Lisette di gim itu, Mats berkomunikasi dengannya melalui saluran lain.

“Dia menulis surat yang sangat serius untuk orang tua saya dan mendorong mereka memahami betapa penting gim itu bagi saya. Saya menyimpan surat itu,” kata Lisette.

Robert dan Trude tahu putra mereka saling berbalas pesan dengan seseorang bernama Lisette.

“Mats sempat berbicara tentang karakter gim itu sejumlah avatartapi kami tidak memperhatikan secara khusus. Dia cerita pada kami tentang Rumour, dan tentang hal-hal lainnya,” kata Robert.

“Dia atau Lisette mengirimnya kado, termasuk pada hari ulang tahunnya. Itu sangat menyentuh dan kami menggodanya. Dia tersipu dan sangat malu.”

“Kami pikir Lisette adalah teman baik karena hadiah-hadiah itu. Anda bisa menyebut kado itu sebagai bukti nyata pertemanan.”

“Kami tidak menyebut orang-orang yang bersentuhan dengannya sebagai kawan. Kami menyebut mereka avatar. Persepsi kami tentang pertemanan sangatlah tradisional,” ujar Robert.

Dalam gim World of Warcraft, Anda dapat bermain sendiri atau bergabung dengan orang lain dan membentuk kelompok atau serikat.

Mats adalah bagian dari kelompok seperti itu yang bernama Starlight. Kawanan itu berisi 30 anggota.

“Tidak ada yang hanya sekadar menjadi anggota Starlight,” kata Robert yang kini memahami gim itu.

“Untuk menjadi anggota, Anda harus direkomendasikan seseorang yang telah lebih dulu masuk. Anda harus lulus masa percobaan selama satu hingga dua bulan,” ujarnya.

Starlight bertahan selama lebih dari 12 tahun dan kelompok ini masih aktif hingga kini.

“Starlight adalah grup yang spesial karena terus bersama dalam waktu yang sangat panjang. Itu barangkali didasarkan pada pertemanan yang sangat mendalam,” kata Robert.

Kai Simondikenal sebagai Nomine dalam permainan ituberusia 40 tahun. Ia adalah pemimpin Starlight.

Setiap tahun sejak Mats meninggal tahun 2014, Starlight menggelar peringatan khusus untuk mengenang kawan mereka itu.

Tahun 2018, saat tengah mengenang Lord Ibelin Redmoore, Kai Simon berkata kepada rekan-rekannya agar lebih fokus berlari dan berenang.

“Ibelin adalah seorang pelari,” kata Kai. “Sangat penting baginya untuk berlari dan berbagi pengalaman berlari itu dengan orang lain.”

Apakah Kai tengah berbicara tentang Mats atau karakter yang dimainkan Mats? Mungkin itu tidak penting. Barangkali memang seperti itu jika seseorang telah menyatu dengan karakter permainan.

Pada musim panas tahun 2013, Mats berusia 24 tahun. Keluarganya berlibur di Mallorca, Spanyol, sementara ia tak bisa ikut plesir dan tinggal di ruang bawah tanah bersama pendampingnya.

Mats sama sekali tidak boleh sendirian. Selama bertahun-tahun ia memiliki pendamping yang berbeda-beda, termasuk pamannya.

Mats beruntung, beberapa pendampingnya juga punya kesenangan yang sama terhadap gim online.

Ketika orang tuanya berada di Spanyol, Mats memulai blognya yang berjudul Musings of Life (Renungan Hidup). Dalam unggahan berjudul My Escape (Pelarian Saya), dia menulis tentang kehidupan di Azeroth.

“Keterbatasan saya tidak dipersoalkan, belenggu saya hancur dan saya bisa menjadi siapapun yang saya inginkan. Di sana saya merasa normal,” tulisnya.

Mats membagikan tulisannya itu kepada para anggota Starlight. Satu per satu. Itulah proses bagimana mereka akhirnya mengetahui kondisi yang dihadapi Mats dalam dunia offline.

Lisette mengingat kembali saat-saat ia membaca blog milik Mats pertama kali.

“Saya tumbang. Hati nurani saya terluka karena saya beberapa kali menggodanya di permainan gim dan tak pernah betul-betul sengaja melakukannya.”

“Lalu saya berpikir, ‘Apakah saya harus mengubah perilaku terhadapnya?’ Namun saya memutuskan tetap bersikap seperti biasanya. Dia juga menuliskan itu sebagai keinginannya.”

Tanggal 18 November 2014, Mats meninggal.

Dalam kondisi kritis, Mats dilarikan ke rumah sakit. Dokter sempat berhasil membuat kondisinya stabil dan mempertimbangkan untuk memulangkannya.

Namun belakangan seluruh keluarga Mats diminta segera datang ke rumah sakit.

“Dia berada di lantai empat, di ruangan di ujung koridor. Setiap detik sangat berharga. Koridor itu sangat panjang,” kata Robert.

Robert dan istrinya, Trude, datang terlambat.

Foto yang diabadikan Robert memperlihatkan seorang anak muda yang pucat dengan rambut berombak. Foto itu menggambarkan mata, hidung mancung dan mulut yang selama ini selalu ditutup masker pernafasan.

Mats terlihat seperti tengah tertidur pulas.

Beberapa tahun sebelum itu, Lisette membuatkan Mats sebuah gambar. Ibelin menopang Rumour. Syal menutup hidung dan mulut Ibelin.

“Mats menerima gambar itu melalui email,” kata Robert. “Sekarang gambar itu tergantung di tembok rumah kami.”

Sehari setelah Mats wafat, seluruh keluarganya berada di rumah. “Bel terus berbunyi, karangan bunga dan tetangga berdatangan. Kami menangis,” kata Robert.

Robert memikirkan orang yang harus ia beri kabar tentang kematian Mats. Dia mengingat para pemain gim dan mencari cara berkomunikasi dengan mereka secara langsung.

“Sebelum Mats meninggal, saya tidak pernah berpikir dapat memiliki kata sandinya.” Tapi kini Robert sangat membutuhkannya.

“Ketika itu, pikiran saya lalu tertuju pada blognya.”

Faktanya, Mats pernah memberi ayahnya kata sandi untuk masuk ke blognya. Saat itu, tujuannya agar Robert dapat terus-menerus memeriksa seberapa sering unggahan Mats dibaca publik.

“Anda tidak tahu siapa yang berperan dalam kehidupan anak Anda jika Anda tak mengenal dunia digital mereka,” kata Anne Hamill alias Chit, pakar psikologi berusia 65 tahun asal Inggris, yang juga berstatus anggota Starlight.

“Buat kesepakatan dengan anak Anda tentang bagaimana berkomunikasi dengan kawan-kawan dunia digital mereka, kalau-kalau sesuatu terjadi.”

“Kalau tidak, mereka memiliki sekelompok teman yang akan terus bertanya-tanya tentang apa yang terjadi,” kata Anne.

Di akhir unggahan blog tentang kematian Mats, Robert menuliskan alamat email bagi siapapun yang ingin berkomunikasi dengannya.

“Saya menulis itu lalu menangis. Saya mengetuk tanda ‘terbitkan’. Saya tidak tahu apakah akan ada balasan yang masuk sampai email pertama datang, sebuah pesan belasungkawa dari salah satu anggota Starlight.”

“Saya membaca email itu keras-keras, ‘Sangat pedih menulis pesan untuk seseorang yang tidak pernah saya temui, tapi sangat saya kenal.’ Pesan itu menghadirkan kesan mendalam,” ujar Robert.

Setelah itu datang lebih banyak pesan berisi ucapan duka cita dan tentu kehidupan Mats dalam permainan online itu.

“Mats melampaui batasan fisik dan memperkaya banyak orang di dunia,” begitu salah satu pesan itu.

“Kepergian Mats sangat memukul saya. Saya tak dapat menuliskan kata-kata betapa rindunya saya pada dia.”

“Saya tak percaya satupun orang di Starlight. Tapi jika saya harus memilih, saya hanya akan mempercayainya,” demikian pesan lain untuk Mats.

Ketika Starlight mengetahui kematian Mats, mereka mengumpulkan uang sehingga mereka yang berkantong tipis berkesempatan pergi ke Norwegia untuk menghadiri pemakaman.

Robert berkata, keluarganya sangat tersentuh.

“Kami mengangis dan terus menangsis akibat kebahagiaan emosional yang datang dari kenyataan tentang kehidupan Mats.”

“Dengan kawan-kawan yang nyata, orang-orang baik yang sangat peduli dan bersedia datang dari negara lain untuk melihat pemakaman orang yang tidak pernah mereka temui. Ikatan itu sangat kuat,” kata Robert.

Lisette datang dari Belanda. Begitu pula Anne yang terbang dari Inggris, Janina dari Finlandia, dan Rikke dari Denmark.

Atas nama anggota Starlight, Kai yang asli Oslo juga menggelar kebaktian.

“Saat kita berkumpul di sini, sebuah lilin dinyalakan bagi Mats di Belanda. Lilin lain dihidupkan di pusat Irlandia, dan di sebuah perpustakaan di Swedia.”

“Peringatan terhadapnya dilakukan di salon kecantikan di Finlandia, kantor pemerintahan di Denmark, dan banyak tempat di Inggris.”

“Di seluruh Eropa, Mats diingat oleh lebih banyak orang dibandingkan mereka yang punya kesempatan datang ke pemakaman ini.”

“Saya bertemu Mats di dunia di mana tidak ada persoalan tentang siapa dirimu, tubuh seperti apa yang kamu miliki atau bagaimana kamu terlihat di dunia nyata, di balik papan tuts,” ujar Kai.

“Di dunia itu, yang terpenting adalah sosok apa yang kamu pilih dan bagaimana kamu bersikap terhadap orang lain.”

“Yang menentukan siapa dirimu, adalah apa yang ada di sini (Kai meletakkan tangannya ke tempat peribadatannya) dan di sini (Kai menyentuh hatinya).”

Dalam blog miliknya, Mats menulis tentang monitor komputer yang ditatapnya hampir seumur hidupnya, “Ini bukan monitor, ini adalah gerbang ke manapun hatimu berkehendak.”

Vicky Schaubert bekerja untuk stasiun radio publik milik pemerintah Norwegia, Norsk rikskringkasting (NRK) di Oslo. Anda dapat membaca karyanya melalui tautan ini.

Kredit foto paling atas: Blizzard Entertainment/Patrick da Silva Saether/NRK


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Wijaya Karya Bangun Jalan dan Jembatan di Asmat

Liputan6.com, Jakarta – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) bergerak cepat membangun infrastruktur jalan dan jembatan gantung untuk penanganan darurat bencana virus campak dan gizi buruk, di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Barat.

Daerah tingkat II yang berbatasan dengan Kabupaten Mimika di sebelah barat dan Kabupaten Mappi serta Kabupaten Boven Digoel di sebelah selatan tersebut, kondisi alamnya didominasi tanah berlumpur dan rawa.

Tak heran jika kemudian, rumah-rumah, termasuk jalan penghubung di Kabupaten ini pun berdiri di atas papan berbahan kayu trembesi.

Kondisi jalan papan yang sudah termakan usia puluhan tahun, tertempa terik sinar matahari dan hujan, serta menahan beban dari maraknya penggunaan motor listrik, kemudian mendorong perlunya penyesuaian dan penyempurnaan jalan dengan pengerasan beton.


Berdasarkan evaluasi  kualifikasi,  administrasi  dan teknis, harga serta pembuktian kualifikasi oleh Kementerian  PUPR Direktorat Bina Marga Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional XVIII, Wika kemudian ditetapkan sebagai pemenang untuk membangun infrastruktur vital di Asmat

Adapun cakupan pekerjaan, pembangunan jalan beton (pile slab) dan jembatan gantung 72 meter dalam kontrak bernomor HK.02.03/PJN – WIL.IV/PPK-IV.3/466.

Beratnya medan dan bentang alam yang luar biasa lebar sangat berimplikasi pada proses perjalanan pembangunan infrastruktur di Asmat.

2 dari 3 halaman

Tantangan di Asmat

Manajer Proyek Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Eko Suranto Putro menerangkan, setidaknya terdapat tiga hal yang menjadi tantangan mendasar yang harus solutif agar proyek ini dapat selesai sesuai target.

“Pertama, kondisi tanah rawa yang dijumpai di hampir seluruh daerah ini, membuat pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi sangat sulit,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (23/2/2019).

Tantangan berikutnya yang dihadapi oleh adalah bagaimana diperlukannya usaha luar biasa untuk mendistribusikan material beton precast sejak diproduksi di PPB Wika Beton Pasuruan sampai ke area di belahan dalam Asmat yang sangat terpencil.

Ketiga, dalam hubungannya dengan distribusi beton precast dari PPB WTON Pasuruan menuju titik nol lokasi pemasangan dengan memanfaatkan sungai sebagai penghubung.

Namun demikian,  ternyata sungai itu memiliki draf atau kedalaman yang rendah dan sangat terpengaruh terpengaruh arus pasang surut, sehingga hanya kapal bermuatan kecil saja yang bisa masuk. 

Apakah WIKA lalu berdiam dan memilih terpaku pasrah?

Manajemen proyek yang ditopang oleh insinyur-insinyur muda dengan rata-rata usia 25 tahun itu justru men-stimulan lahirnya kreativitas-kreativitas baru di tengah keterbatasan. Untuk penyediaan air bersih terkait pengecoran beton, misalnya.

Manajemen proyek dengan cekatan membuat bak-bak, kolam penampungan air hujan yang tersebar merata di lokasi proyek.

Selain itu, sebagai alternatif, tim juga akan melakukan pembelian air bersih di distrik lain menggunakan kapal kayu.




3 dari 3 halaman

Selanjutnya

Pengiriman material precast dari PPB WTON Pasuruan menuju Asmat juga bisa dicarikan solusi terbaiknya melalui kerja sama dengan ekspedisi yang kaya asam garam melayani rute Indonesia timur dengan kapal kargo berkapasitas 2.400 ton, langsung menuju Pelabuhan Agats.

Setelah tiba di Agats, material precast dipindahkan terlebih dahulu ke LCT (landing craft tank) yang kemudian masuk ke sungai menuju area pekerjaan. Sebagai catatan, pembongkaran dilakukan tidak menggunakan waktu normal sebagaimana pembongkaran barang pada umumnya.

Mengingat dan mempertimbangkan material precast memiliki bobot yang berat, maka untuk memudahkan proses pemindahannya dilakukan saat kondisi sungai pasang yaitu pada rentang  jam 2 dini hari.

Kemudian menjawab bagaimana mekanisme langsir precast dengan bobot yang berat ke area pemasangan di tanah yang lunak. Manajemen proyek Wika menerapkan dua metode efektif.  Pertama, untuk area yang kosong.

Pada arena ini, tim Wika menggunakan excavator dengan memberi dudukan kayu pada track atau lintasan excavator itu sendiri. Kedua, yaitu tim proyek berinisiasi membuat portal baja yang dapat beroperasi pada rel baja (rel dijepit pada tiang yang sudah terpancang).


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Menilik Motif di Balik Pembunuhan Sadis Suami Terhadap Ibu Hamil di Bengkulu

Liputan6.com, Bengkulu – Peristiwa pembunuhan suami terhadap istrinya di Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu sontak membuat warga heboh. Pasangan Romi Sepriawan alias Romi Cabe (31) dan istrinya ES yang tengah mengandung 9 bulan itu sudah tinggal lebih dari 3 tahun di lingkungan tersebut.

Menurut Romi, dia dan istrinya memang sudah terjadi cekcok sejak 4 bulan ke belakang. Pemicunya, rasa cemburu dan selalu curiga dengan gerak gerik istrinya yang sering memainkan telepon genggam secara sembunyi-sembunyi.

“Saya mau lihat teleponnya, selalu terkunci, dan dia tidak mau memberikan kode kunci tersebut,” ujar Romi di Mapolres Bengkulu, Jumat 22 Februari 2019.

Pertengkaran demi pertengkaran terjadi antara pasangan yang sudah memiliki seorang putri yang kini berusia 3 tahun tersebut.

Jumat pagi, keduanya kembali cekcok. Romi lalu mengambil parang, menyayat istrinya dan mendorongnya ke atas tempat tidur. Setelah sang istri terbunuh, Romi lalu membelah perutnya dan mengeluarkan jabang bayi sambil membungkusnya dengan kain seadanya. Parang tersebut disiapkan Romi pada malam sebelum kejadian dengan meminjam dari tetengga.

Menurut Romi, setelah pusar bayinya dipotong, dia lalu minta tolong seorang tetangga. Lalu putrinya dan sang jabang bayi diserahkan kepada tetangga dan minta untuk diselamatkan.

“Saya katakan, saya khilaf dan minta maaf sebelum berlari ke belakang,” urai Romi.

Oleh warga, Bayi tersebut sempat dibawa ke klinik pengobatan terdekat sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu yang berjaran 3 kilometer dari rumah korban.

“Kebetulan ada perawat warga dekat sini,” ujar Fauzan, tetangga korban pembunuhan.

2 dari 2 halaman

Sandiwara Pelaku di TKP

Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu pada Kamis siang membuattetangga korban langsung mengerumuni Tempat Kejadian Perkara. Aparat kepolisian yang mendatangi TKP langsung membentang garis polisi dan melakukan identifikasi awal.

Hasilnya, ditemukan korban tergeletak tak bernyawa diatas kasur dalam kamar tidur, terdapat luka sayat pada leher korban ES yang ditutup selimut. Loka robek juga ditemukan pada perut korban.

Aparat juga menemukan pagar seng belakang rumah itu rusak akibat diterobos secara paksa. Sempat dilakukan penyisiran beberapa jam, tetapi belum menemukan jejak pelaku.

Kapolsek Teluk Segara Kompol Jauhari menjelaskan, pukul 14.20 unit Opsnal dan Intelkam Polsek Teluk Segara melihat seorang laki-laki di TKP dengan gerak-gerik mencurigakan.

Dengan pakaian yang sebagian berlumur lumpur, dia dikerumuni warga, aparat lalu mengamankan pria yang diketahui merupakan suami korban bernama Romi Sepriawan.

“Kami amankan, dan antar ke Mapolres,” tegas Jauhari.

Kisah Cinta Aty Kodong dengan Anggota Brimob Kandas, Harta pun Tandas

Liputan6.com, Makassar – Masih ingat dengan Aty Kodong? Ya, finalis Dangdut D’Academy Indosiar 2014 itu kini dirundung pilu. Betapa tidak, hubungan kasih yang telah ia bina selama tiga tahun harus kandas. Aty yang bahkan telah memberikan segalanya hingga kini belum menerima pertanggungjawaban apa pun dari sang kekasih.

“Saya sudah jalan selama tiga tahun, bukan tiga hari, dan dia tidak mau bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan dengan saya. Saya sudah rugi semuanya dan lain-lain,” kata Aty Kodong saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis, 21 Februari 2019.

Pria yang menjadi kekasih pedangdut asal Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, itu ternyata adalah seorang anggota Brimob berinisial Briptu S. Aty pun mengaku telah melaporkan oknum polisi tersebut ke Bagian Propam Polda Sulsel.

“Saya tinggal nunggu sidang disiplinnya. Tapi berkasku masih di Polda Sulsel bagian Sarkum,” terang Aty lewat pesan singkat.

Selama tiga tahun terakhir menjalin kasih, Aty mengaku telah banyak memberikan hadiah kepada sang kekasih. Aty menyebutkan hadiah berupa barang itu sebagian sudah dikembalikan.

“Jam tangan dan sepeda motor sudah dikembalikan,” sebutnya singkat.

Jika dijumlah, ucap Aty, total kerugian yang dialamimya mencapai Rp 200 juta. Kerugian itu sudah termasuk nominal uang yang pernah diberikan pedangdut itu melalui transfer antar bank.

“Tetapi masih ada beberapa kerugian materi bagi saya, ada bukti dari rekening koran yang saya pegang. Yang jelas kalau dihitung hampir Rp 200 juta,” jelasnya.

Terpisah, Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Adeni Muhan, membenarkan bahwa seorang anggotanya terlibat masalah asmara dengan pedangdut Aty Kodong. Persoalan ini pun sedang di tangani oleh Provost.

“Iya sementara diproses di Provost Batalyon A,” kata Adeni singkat saat dikonfirmasi terpisah, Jumat 22 Februari 2019. 

Adeni menyebutkan bahwa kasus ini sebenarnya telah bergulir sejak tahun 2016 dan hingga kini masih belum menemui titik temu. “Kasus ini sejak tahun 2016. Anggota itu berinisial S pangkatnya Tamtama,” dia memungkasi.


Saksikan video menarik pilihan berikut:

Cantona Dukung Solskjaer Jadi Manajer Tetap MU

Liputan6.com, Manchester – Eric Cantona menilai Ole Gunnar Solskjaer layak menjadi manajer permanen MU musim depan. Legenda Setan Merah itu yakin Solskjaer punya poin plus yang tak dimiliki calon manajer lain.

Sejak dipegang Solskjaer permainan MU memang meningkat. Mereka hanya menelan sekali kekalahan dalam 13 laga.

Tak heran MU pun kembali untuk berpeluang finis di posisi empat besar klasemen musim ini. Mereka hanya tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen, Manchester City dengan unggul satu laga di tangan.

Meski demikian manajemen MU sendiri belum mau memberikan kontrak permanen bagi Solskjaer. Mereka masih menunggu performa tim hingga akhir musim.

Selain itu manajemen Setan Merah juga masih memantau Mauricio Pochettino. Manajer Tottenham Hotspur itu memang menjadi buruan utama MU dalam beberapa musim terakhir.


2 dari 3 halaman

Komentar Cantona

“Solskjaer adalah anak spiritual dari Alex Ferguson. Sama seperti Pep Guardiola yang merupakan anak spiritual Johan Cruyff di Barcelona,” kata Cantona seperti dilansir Evening Standard.

“Penting bagi klub sebesar MU punya seseorang dengan jiwa klub. Seseorang yang mengerti klub ini luar dalam,” katanya menambahkan.

“Jadi saya pikir Solskjaer orang yang tepat. Dia bisa membawa klub ini menang dan juga mengembalikan kebahagiaan ke semua orang,” kata Cantona.

3 dari 3 halaman

Jadwal

Berikut jadwal Liga Inggris Pekan ke-27:

Sabtu, 23 Februari

19:30 WIB, Burnley vs Tottenham Hotspur

22:00 WIB, AFC Bournemouth vs Wolverhampton

22:00 WIB, Newcastle United vs Huddersfield

Minggu, 24 Februari

00:30 WIB, Leicester City vs Crystal Palace

21:05 WIB, Arsenal vs Southampton

21:05 WIB, Manchester United vs Liverpool

Saksikan video pilihan di bawah ini

Jokowi Minta Polisi Ungkap Kasus Mafia Sepakbola Sampai Tuntas

Liputan6.com, Jakarta – Setelah diperiksa selama 22 jam, Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono keluar gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin, 18 Februari kemarin.

Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti pengaturan skor sepakbola.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (23/2/2019), kasus mafia sepak bola juga mendapat perhatian serius dari Presiden Joko Widodo. Jokowi meminta polisi mengungkap kasus mafia sepakbola sampai tuntas.

“Jadi kalau saya, selesaikan sampai tuntas agar bola kita semakin bersih, yang juara juga betul-betul juara,” kata Jokowi.

Selain Joko Driyono, Satgas Antimafia Sepakbola juga sudah menetapkan 14 tersangka lainnya. Satgas menemukan para tersangka tak hanya terlibat dalam pengaturan skor secara offline, salah satu tersangka bahkan bermain dalam judi online. (Rio Audhitama Sihombing) 

Geger Potong Rambut Gratis ala Donald Trump dan Kim Jong-un di Vietnam

Liputan6.com, Hanoi – Tuan Duong Beauty Academy, salah satu salon di Hanoi Vietnam, mengadakan promosi potong rambut gratis ala Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong-un.

Promosi itu berlaku hingga 28 Februari 2019 dalam rangka merayakan pertemuan puncak kedua petinggi negara, yang disebut-sebut akan membahas kelanjutan program denuklirisasi Korut.

Pemilik salon, Le Tuan Duong, mengaku menyediakan jasa potong rambut seperti Trump dan Jong-un hanya untuk hiburan, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia pada Jumat (22/2/2019).

“Saya melakukan ini hanya untuk bersenang-senang tetapi terkejut dengan tanggapan orang,” katanya, menjelaskan bahwa banyak orang telah bersimpati dengan promosinya.

Duong adalah potret warga Vietnam yang sangat mendukung kesuksesan KTT. Ia mengaku membenci perang, karena kedua pamannya meninggal saat Perang Vietnam.

“Saya cinta damai. Saya sangat benci perang. Begitu banyak orang di keluarga saya yang telah meninggal (karena perang). Jadi saya sangat mendukung KTT ini,” tuturnya.

Keputusan Duong untuk mengadakan promosi potong rambut gratis seperti Donald Trump dan Kim Jong-un diharapkan mampu memeriahkan pertemuan yang akan digelar pada 27-28 Februari 2019 tersebut.

Duong berharap pertemuan akan membuahkan hasil sehingga perang dunia dapat di hindari di masa yang akan datang.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Warga Disulap Menjadi Trump dan Jong-un KW

Promosi itu mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat Hanoi. Beberapa di antaranya antusias untuk mengubah gaya rambut menjadi seperti Donald Trump dan Kim Jong-un.

Dua warga yang berkesempatan mencoba promosi adalah To Gia Huy (9) dan Le Phuc Hai (66).

Le Phuc Hai mengaku tengah bersantai di dekat danau ketika Duong menghampirinya secara tiba-tiba. Ia diberikan tawaran berupa fasilitas potong dan cat rambut gratis agar menyerupai Donald trump.

Hai menyetujui tawaran tersebut. Beberapa jam kemudian ia mendapati rambutnya telah berubah menjadi oranye menyala. Mirip seperti rambut sang presiden nyentrik AS.

“Saya suka gaya rambut Donald Trump. Itu terlihat hebat dan sesuai dengan usia saya,” katanya.

“Saya tidak takut dengan warna rambut oranye terang ini karena setelah kampanye promosi ini berakhir, pemilik salon berjanji akan mengembalikan rambut saya menjadi normal,” lanjut Hai.

Berbeda dengan Hai yang dipermak menjadi Donald Trump KW, Huy disulap menjadi seperti Kim Jong-un muda.

Rambut Huy telah dibentuk sedemikian rupa, dengan bagian atas disisir ke belakang. Tak lupa, Duong menambahkan sisi-sisi serut yang unik pada bagian samping.

“Saya merasa senang dengan potongan rambut ini karena orang-orang akan berpikir saya terlihat seperti pemimpin Korea Utara,” kata Huy.

Huy juga mengatakan bahwa meskipun teman-temannya akan meniru gayanya dengan memanfaatkan promosi, ia yakin dirinyalah yang akan paling mirip Jong-un.

“Tidak seorang pun di kelas saya yang gemuk seperti saya,” kata Huy.

Meskipun promosi potong rambut ini sangat unik, perlu diketahui bahwa Korut sangat sensitif dengan beberapa hal. Khususnya, apabila berkaitan dengan martabat pemimpin tertinggi.

Pada 2014 lalu, pejabat kedutaan Korut di London menemui tukang cukur yang menggunakan ungkapan “Bad Hair Day?” di bawah foto Kim. Ungkapan dan figur Kim digunakan untuk menawarkan sebuah diskon potong rambut saat itu.