Indahnya Elysian Gangchon Resort di Korea, Tempat Kevin Aprilio Melamar Vicy Melanie

Liputan6.com, Jakarta – Banyak destinasi wisata di berbagai negara jadi tempat untuk melamar pujaan hati. Begitu juga dengan putra pasangan Addie MS dan Memes, Kevin Aprilio, yang melamar Vicy Melanie.

Ia memilih Elysian Gangchon Resort di Korea Selatan yang bersalju. Sebuah lokasi wisata yang sangat indah sebagai lokasi lamarannya. Disaksikan sejumlah orang dan kedua orangtuanya di padang salju dan cuaca Korea yang menusuk kulit, Kevin mengungkapkan isi hatinya.

“Vicy Melanie aku cinta banget sama kamu. Tiga tahun kamu sudah kasih aku hidup yang bahagia banget. Aku happy banget sama kamu,” ujar Kevin kepada kekasihnya itu dalam YouTube chanel yang ia unggah pada 20 Januari 2019.

Sambil berlutut, Kevin kemudian menyodorkan sebuah cincin kepada Vicy. Kata-kata romantis kembali meluncur dari mulut Kevin.

“Aku nggak pengin hidup sama orang lain selain kamu. Will you marry me? I love you so much,” sambung pria kelahiran Jakarta, 7 April 1990 itu.

Mengenakan baju cokelat dan topi hitam, Vicy terharu. Ia tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya dilamar oleh Kevin. Beberapa orang yang menyaksikan momen romantis itu pun berteriak, “yes!”.

“Yes,” kata Vicy yang sambil menyodorkan jari manis tangan kirinya.

Sesaat Kevin memasukkan cincin lamarannya itu sambil berdiri dan kemudian memeluk Vicy. “Terima kasih semuanya. Yesss! Alhamdulillah,” ucap Kevin dengan tertawa di tengah dinginnya cuaca di Elysian Gangchon.

Elysian Gangchon adalah satu-satunya resor ski Korea yang dapat dicapai dengan kereta bawah tanah atau kereta api. Stasiun Baegyang-ri, stasiun kereta bawah tanah / kereta api, terletak tepat di dalam resor.

“Ini membuat Anda lebih nyaman untuk langsung dan mudah mencapai resor kami kapan saja dari mana saja. Naik Kereta Bawah Tanah Gyeongchun Jalur Subway Seoul atau Kereta Berkecepatan Tinggi ITX Chengchun tanpa ketidaknyamanan seperti kemacetan lalu lintas dan cuaca buruk,” tulis situs elysian.co.kr, seperti dikutip Liputan6.com, Selasa, 22 Januari 2019.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pemkot Bandung Masih Godok Aturan PPDB 2019 90 Persen Zonasi

Bandung – Pemkot Bandung tengah menggodok kembali perubahan aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sesuai Permendikbud No 51 Tahun 2018. Di mana, untuk tahun ini tidak ada Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Tahun 2019, sekolah wajib menerapkan PPDB berbasis zonasi untuk 90 persen dari siswa baru.

“Jadi memang ada beberapa hal yang berubah sesuai dengan Permendikbud itu. Maka ada beberapa hal yang harus disikapi secara objektif dan responsif,” ujar Plt Sekda Kota Bandung Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Selasa (22/1/2019).

Terkait hal itu, Ema sudah meminta Disdik Kota Bandung untuk mendalaminya. Sebab Permendikbud tersebut berisi aturan zonasi, siswa berprestasi hingga orang tua wali yang pindah alamat dengan alasan pekerjaan.

Menurut Ema, hal-hal yang ada dalam Permendikbud tersebut harus segera disikapi sebelum merumuskannya menjadi peraturan di tingkat daerah sesuai dengan pengalaman PPDB tahun 2018 lalu.

“Kondisi eksisting di Bandung itu tidak selalu posisi ideal. Selalu sekolah favorit dipilihnya, harus antisipasi dan harus objektif. Aturan dari pusat pasti berlakukan. Namun hal yang tidak terakomodir atau tidak ideal juga harus diselesaikan,” ujarnya.

Terpisah, Kadisdik Kota Bandung Elih Sudiapermana berharap PPDB 2019 lebih baik dari tahun sebelumnya. Sehingga perlu pembahasan Permendikbud sebelum membuat Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Kemarin kan baru menyamakan persepsi. Kita masih kaji poin-poin yang akan direvisi dalam Perwal,” katanya.

Sementara itu ditemui terpisah, Wali Kota Bandung Oded M Danial menyatakan untuk sistem zonasi akan ada perbedaan bagi sekolah yang berada di pusat kota.

“Nanti saya akan rapatkan karena ada beberapa sekolah di pusat kota, apabila pakai zonasi bakal saeutik muridna. Jadi kebijakannya harus khusus,” katanya.

Perlu diketahui, PPDB tahun ini akan dilaksanakan tiga jalur yaitu zonasi (kuota minimal 90 persen), prestasi (kuota maksimal 5 persen) dan jalur perpindahan orang tua dengan (kuota maksimal 5 persen).

Ada beberapa peraturan baru pada PPDB 2019 sesuai Permendikbud No 51 Tahun 2018. Di antaranya penghapusan syarat SKTM. Bagi siswa tidak mampu tetap menggunakan jalur zonasi ditambah dengan program pemerintah untuk keluarga tidak mampu.

Selain itu, pengaturan domisili juga berbeda dengan tahun lalu. Pada tahun ini, domisili berdasarkan alamat Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan minimal 1 tahun sebelumnya, bukan 6 bulan sebelumnya seperti tahun lalu.

Setiap sekolah juga wajib mengumumkan daya tampung kelas sesuai dengan data rombongan belajar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Permendikbud sebelumnya belum mengatur secara detil perihal daya tampung ini.

Terakhir, pada PPDB tahun ini sekolah wajib memprioritaskan peserta didik yang memiliki KK atau surat keterangan domisili sesuai dengan zonasi yang sama dengan sekolah asal. Hal ini untuk mengantisipasi surat domisili palsu yang dibuat jelang pelaksanaan PPDB.
(tro/ern)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PWI Gelar Seminar Peranan Pers Era Digital Dalam Pembangunan Daerah

Liputan6.com, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar seminar bertemakan Peranan Pers Pada Era Digital Dalam Mendukung Pembangunan Daerah. Acara yang digelar di Wisma Antara, Jakarta Pusat itu menghadirkan sejumlah narasumber yang juga kepala daerah.

Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Bogor Bima Arya, dan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.

Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari menyampaikan, acara tersebut digelar dalam rangka menghadapi era digital yang semakin berkembang. Media mainstream hadir agar dapat bersama dengan pemerintah mengatasi maraknya informasi di media sosial yang bebas.

“Sekarang masalahnya seperti apa media digital kita. Media digital yang benar, bisa objektif, atau apa yang diangkat di situ,” tutur Atal di lokasi, Selasa (22/1/2019).

Menurut Atal, media sosial dengan sumber informasi yang tanpa batas tentu memiliki dampak baik dan buruk. Bagi kepala daerah, memantau situasi kota atau desa yang dipimpinnya menjadi hal yang diperlukan dalam upaya perbaikan dan percepatan pertumbuhan daerah tersebut.

“Media itu kadang-kadang sudah jadi nomor dua. Bagaimana pemerintah daerah membangun daerahnya dari informasi medsos. Di situ dia tahu bahwa di situ juga ada kebenaran,” jelas dia.

Termasuk juga berita bohong atau hoaks yang ada di medsos, media mainstream bersama dengan pemerintah harus dapat bekerjasama menekan itu. Untuk media mainstream, mesti dapat menyajikan informasi yang dapat menangkal hal tersebut.

“Orang semua sudah lari ke medsos. Nah ini saya kira produk-produk pers harus lebih bermutu ke depan. Bisa objektif, faktual, bisa dipertanggungjawabkan. Dan secara kode etik penulisannya harus dipenuhi,” kata Ketum PWI.

2 dari 3 halaman

Kata Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambahkan, percakapan di sosial media seringkali menjadi jauh lebih dominan dibandingkan yang lain. Di sisi lain, informasinya tidak selalu membawa data fakta yang sesuai dengan lapangan.

“Karena itulah media-media ini menjadi preferensi kita, bagi Pemprov DKI. Berkepentingan sekali untuk bisa memberikan informasi yang akurat, yang objektif, lengkap, dan jalur-jalur media konvensional baik online maupun printing maupun televisi, radio, itu yang membantu masyarakat untuk bisa mendapat rujukan,” beber Anies.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jokowi Borong Sabun Cuci Rp 2 Miliar, Pramono Anung: Itu Dana Tim Kampanye

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi berbelanja sabun cuci piring dan baju senilai Rp 2 miliar saat berada di Garut, Jawa Barat. Dana yang dipakai untuk membeli sabun dipertanyakan kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan, dana yang dipakai capres petahana itu berasal dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jadi dana yang digunakan untuk membeli sabun sejumlah 100 ribu sabun. (Harga) per sabunnya Rp 20 ribu, totalnya Rp 2 miliar itu adalah dana dari TKN,” jelas Pramono di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Pramono yang merupakan Anggota Dewan Pengarah TKN itu menjelaskan, Jokowi memborong sabun tersebut dengan tujuan untuk mengangkat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Menurut dia, sabun cuci itu nantinya akan dikelola oleh TKN untuk dibagikan.

“Pertanyaannya adalah kenapa Pak Jokowi sebagai Presiden kemudian membeli (sabun cuci) itu? Karena beliau memang berkeinginan mengangkat UMKM. Nah sabun tadi tentunya setelah dibeli menjadi otoritas dari TKN,” kata dia.

“Jadi pertanyaannya siapa yang membeli? TKN. Nanti akan dimasukkan dalam laporan secara terbuka oleh TKN,” sambung Pramono.

Sementara, itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kritikan yang kerap dialamatkan kepada Jokowi sebagai calon presiden petahana hal wajar. Sebab, kontestasi demokrasi memang selalu diwarnai adu kritik.

“Pemilu itu hidup dengan kritik. Kalau kampanye tidak ada kritik, itu bukan masa pemilu. Ya kritik-kritik, dijawab-dijawab,” kata JK.

2 dari 3 halaman

Beli Sabun

Presiden Jokowi berbelanja sabun cuci senilai Rp 2 miliar. Hal tersebut menjadi berkah bagi Kelompok Usaha Bersama Padawangi Binaan Program Keluarga Harapan atau KUBE PKH di Banjarwangi, Garut, Jawa Barat.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV,  Minggu 20 Januari 2019, penjual sabun cuci Elia Liawati kaget saat dagangannya diborong Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana.

Jokowi membeli 100 ribu botol sabun yang bisa digunakan untuk mencuci piring dan baju. Total uang yang dibayarkan Presiden Jokowi mencapai Rp 2 miliar.  

Awalnya Presiden Jokowi hanya bertanya berapa harga satu botol sabun cuci dalam kemasan berisi satu liter. Eli menjawab harganya Rp 20 ribu per botol.  

Ia sama sekali tak menyangka, Presiden Jokowi lantas memborongnya. Uang panjer sebesar Rp 10 juta diberikan sebagai tanda jadi. Eli pun menyanggupi pesanan Presiden Jokowi rampung di akhir Februari 2019.  

Uang Rp 2 miliar hasil penjualan sabun rencananya akan digunakan Eli untuk mengembangkan usaha dan anggota KUBE PKH lainnya. Eli juga akan mewujudkan ungkapan syukur dengan memberangkatkan kedua orangtuanya umrah ke Tanah Suci.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

4 Insiden Misi Angkasa Luar Paling Tragis di Dunia

Liputan6.com, New York – Menjadi seorang astronot itu berat. Nyawa taruhannya. Sebelum melakukan misi angkasa luar, seorang astronot harus menjalankan latihan berat hingga karantina.

Hidup di angkasa luar selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tentu bukan hal yang mudah. Harus rela berpisah dengan keluarga hingga teman terdekat.

Dikatakan berbahaya karena insiden menyeramkan kapan saja bisa terjadi. Apalagi misi yang mereka lakukan bukan di Bumi lagi.

Dalam catatan sejarah, ada sejumlah insiden tragis yang terjadi saat misi di luar Bumi. Seperti dikutip dari laman Toptenz, Selasa (22/1/2019), berikut empat insiden tragis saat misi angkasa luar itu:


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 5 halaman

1. Intelsat-708

Kejadian nahas menimpa Intelsat-708 pada 14 Februari 1996 di China. Pasalnya, saat melakukan peluncuran Intelsat-708 mengalami kebocoran bahan bakar.

Akibatnya, mesin Intelsat-708 tidak berfungsi dengan baik. Satelit itu melenceng dan keluar dari jalur sehingga jatuh di pemukiman warga.

Satelit ini diluncurkan pada 14 Februari 1996 di dekat kota Xichang, perbatasan dengan Vietnam. Kecelakaan terjadi setelah satelit lepas landas selama 20 detik.

Dalam catatan misi angkasa luar, insiden ini jadi yang paling buruk.

3 dari 5 halaman

2. Columbia STS-107

Tragedi antariksa itu terjadi 1 Februari 2003. Pesawat ulang alik Columbia STS-107 meledak, hancur berkeping-keping. Tujuh awaknya: Rick D Husband, William C McCool, Michael P Anderson, Ilan Ramon, David Brown, Laurel Salton Clark, dan Kalpana Chalwa — astronot wanita pertama asal India, tewas.

Tragisnya, musibah terjadi 16 menit sebelum mereka mendarat pulang ke Bumi, dari waktu pendaratan yang dijadwalkan di Cape Canaveral.

Kala itu, sesaat sebelum pesawat meledak, pusat kontrol misi NASA di bumi mengetahui bahwa Columbia akan menemui bencana, dan para awaknya kemungkinan besar tak bakal selamat.

Wayne Hale, yang kemudian menjadi manajer program ulang alik pesawat luar angkasa, menulis di blognya soal hari nahas itu.

Hale menulis, kala itu Direktur Jon Harpold berpendapat, “Tak ada yang bisa kita lakukan soal kerusakan TPS (Thermal Protection System). Kupikir para awak tak perlu tahu. Bukankah akan lebih baik bagi mereka terbang pulang dengan perasaan bahagia dan kemudian tewas tanpa diduga ketika memasuki Bumi, ketimbang tetap tinggal di orbit, mengetahui tak ada sesuatu yang bisa dilakukan, hingga persediaan oksigen habis?”

Sementara tidak ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan Columbia celaka, para insinyur di Johnson Space Center cukup yakin, mereka menemukan jawabannya. Sebelumnya, mereka telah mencoba mengingatkan para petinggi, namun diabaikan.

4 dari 5 halaman

3. Misi Soyuz-11

Pada tahun 1971, dunia mencatat terjadinya kematian pertama tiga manusia di angkasa luar. Adalah kosmonot Uni Soviet, Georgy Dobrovolsky, Vladislav Volkov, dan Viktor Patsayev yang meregang nyawa dalam peristiwa tragis itu.

Semua berawal dari keberangkatan ketiganya pada 7 Juni 1971 dari Baikonur Cosmodrome. Mereka menaiki pesawat Soyuz 11 ke luar Bumi, menuju stasiun pertama yang dibangun manusia: Salyut 1.

Ketiganya lalu tinggal di Salyut selama 24 hari. Hingga akhirnya pada 30 Juni 1971, mereka dijadwalkan kembali ke Bumi. Setelah mendarat, saat pintu kapsul dikuak, para petugas pemulihan terkejut bukan kepalang. Mendapati tiga manusia di dalamnya dalam kondisi tak sadarkan diri.

“Mereka menemukan 3 kosmonot di kursi masing-masing, sama sekali tak bergerak, dan ada bercak-bercak biru kehitaman di wajahnya,” kata Kerimov. “Darah mengalir dari hidung dan telinga.”

Petugas kebingungan bagaimana ketiga kosmonot itu bisa meninggal dunia. Padahal proses pendaratan berjalan normal, sesuai petunjuk, tak jauh dari lokasi peluncuran di Kazakhstan.

Berdasarkan laporan, penyebab kematian ketiganya adalah sesak napas. Penyelidikan mengungkap, katup ventilasi pernafasan mereka pecah, para kosmonot mengalami sesak nafas. Penurunan tekanan secara ekstrem juga makin memperberat kondisi mereka.

Mereka tewas dalam hitungan detik, yang terjadi pada ketinggian 168 kilometer di angkasa luar, saat pesawat masuk kembali ke atmosfer sebelum sampai di Bumi.

Karena kapsul yang membawa ketiganya kembali secara otomatis, satelit itu bisa mendarat tanpa dikemudikan pilot.

5 dari 5 halaman

4. The Apollo 1 Fire

Gus Grissom, Ed White, dan Roger Chafee tak pernah mencapai Bulan. Ketiga astronot Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu tewas saat roket Apollo 1 meledak dalam simulasi peluncuran pada 27 Januari 1967.

Hubungan pendek arus listrik menimbulkan loncatan bunga api dan menyambar oksigen murni yang menjadi salah satu pendorong roket.

“Kebakaran, aku mencium kebakaran,” kata salah satu astronot pada pukul 18.31 di hari nahas itu. Dua detik kemudian, astronot lain, mungkin Ed White berkata, “Kebakaran di kokpit.”

Kebakaran menyebar dengan cepat ke kabin. Komunikasi terakhir dengan para kru terdengar hanya 17 detik kemudian.

Ketiganya tahu, ada risiko yang mengancam mereka ketika bergabung dalam misi angkasa luar. Apalagi untuk Letkol Grissom. Ia adalah orang AS kedua yang ke angkasa luar, menggunakan Liberty Bell 7.

Saat kembali ke Bumi, kapsul antariksanya dipenuhi air. Ia nyaris tenggelam. Pascatragedi, program angkasa luar ditunda tapi tidak dihentikan. Pada 25 Mei 1961 Presiden John F Kennedy berkomitmen bahwa Amerika Serikat akan mendaratkan seorang manusia di Bulan pada akhir dekade.

Setelah itu, Apollo 7 berhasil diluncurkan pada tanggal 11 Oktober 1968, pertama yang membawa astronot.

Kurang dari setahun kemudian pada bulan Juli 1969, Apollo 11 mendaratkan Neil Armstrong di Bulan.

Sejumlah orang berpendapat, “Seandainya kecelakaan Apollo 1 tak terjadi, manusia mungkin tak akan pernah menjejakkan kaki di Bulan.”

Keluarga di Ngruki Masih Yakin Ba’asyir Akan Bebas Rabu Besok

Sukoharjo – Simpang siur pembebasan Abu Bakar Ba’asyir tak membuat keluarganya di Ngruki, Sukoharjo, menjadi ragu. Keluarga masih yakin bahwa salah satu pendiri Ponpes Al-Mukmin Ngruki itu akan dibebaskan pada Rabu besok.

Kabag Operasi Polres Sukoharjo, Kompol Teguh Prasetyo, mengaku telah diminta pihak keluarga untuk mengawal Abu Bakar Ba’asyir ketika memasuki wilayah Solo. Rencananya, Ba’asyir akan menggunakan jalur darat.

“Dari keluarga menyampaikan kedatangan beliau besok hari Rabu sore. Kami diminta mengawal dari pintu tol Kartasura sampai pondok pesantren (Al-Mukmin Ngruki),” kata Teguh saat dihubungi detikcom, Selasa (22/1/2019).


Sementara itu, pejabat humas Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Muchson, mengatakan keluarga telah menyiapkan serangkaian acara penyambutan. Sekitar 200 orang diundang sebagai tamu untuk menyambut kedatangan Abu Bakar Ba’asyir.

“Kami hanya mengundang pimpinan ponpes sekitar Solo, MUI juga. Kalau masyarakat tidak mengundang, tapi diperkirakan ada ribuan yang akan menyambut,” kata Muchson saat ditemui di Ponpes Al-Mukmin.

Hingga saat ini rencana pembebasan Ba’asyir masih simpang siur. Jika semula disebutkan Presiden menyetujui pembebasan Ba’asyir, namun belakangan dikatakan pemerintah akan membuat kajian atas pertimbangan-pertimbangan pembebasan Ba’asyir itu.
(mbr/mbr) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Di Hadapan Insinyur, Wapres JK Sindir Proyek Jalur LRT

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali menyinggung pembangunan moda transportasi massal light rail transit (LRT) Jabodebek di samping jalan tol.

“Infrastruktur juga harus efisien. Saya minta maaf beberapa minggu lalu saya sampaikan kenapa kita bikin LRT di atas jalan tol,” kata dia, dalam Indonesia Development & Business Summit New Construction Opportunity 2019 Beyond Infrastructures, di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Menurut dia, pembangunan infrastruktur seperti LRT harus dilakukan dengan perhitungan yang matang. Misalnya perlukah pembangunan LRT dibuat melayang (elevated) atau mendatar (landed).

Menurut dia, jika LRT tidak dibuat melayang maka anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan dapat lebih murah. Selain itu, LRT yang dibangun melayang mengakibatkan jalan tol tidak bisa lagi diperlebar.

“Kenapa? Para insinyur memahami kenapa membikin, kenapa kita harus bikin elevated di atas jalan tol. Kenapa kita bikin elevated. Akibatnya adalah jalan tol tidak bisa diperlebar lagi karena ada tiang sampingnya. Biayanya 10 kali lipat yang ada di bawah (landed),” ungkap dia.

“Kalau di bawah 10 kali lipat lebih murah. Para insinyur memahami bukan sekedar membikin sesuatu, tapi study-nya harus baik,” dia menandaskan.


Tonton Video Menarik Ini:

JK Kritik Proyek Kereta Trans Sulawesi

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali menyampaikan catatan kritis terhadap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Hal tersebut dia sampaikan dalam acara ‘Indonesia Development & Business Summit New Construction Opportunity 2019 Beyond Infrastructures’ di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Setelah LRT Jabodebek yang menurut dia terlampau mahal karena dibangun elevated atau melayang, JK juga menyinggung proyek pembangunan kereta api Trans Sulawesi, dari Makassar ke Manado hingga LRT Palembang.

“Sama kereta api Sulawesi-Manado, siapa yang mau naik ke Makassar? Barang apa yang mau diangkut dari selatan ke utara, utara ke selatan? Hanya perpendek saja di Sulawesi untuk kebutuhan memperbaiki industri. Kalau barang tidak akan efisien,” kata dia, Selasa (22/1/2019).

Dia pun menyinggung kondisi LRT Palembang yang kini hanya menjadi ajang coba-coba para turis lokal yang datang. “LRT Palembang jadikan saja turis lokal saja,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Jusuf Kalla mengingatkan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya memperhatikan aspek secara teknis, tapi juga dampak terhadap perekonomian.

“Ini suatu tanggung jawab kita semua untuk melihat itu sebagai bagian daripada evaluasi kita meningkatkan infrastruktur tapi juga manfaatnya bagaimana,” ujar dia.


Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Jalur Kereta di Sulawesi

Sebelumnya, dalam rangka terwujudnya pembangunan perkeretaapian di Pulau Sulawesi, khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terus mempercepat pembangunan jalur KA yang akan menghubungkan Kota Makassar hingga Parepare sepanjang sepanjang 145 km.

Pada tahap awal pembangunan jalur KA lintas Makassar – Parepare, saat ini pemerintah mempercepat untuk menyelesaikan serta mengoperasikan jalur KA untuk segmen Barru – Palanro sepanjang kurang lebih 44 km.

“Pembangunan pada segmen ini telah dimulai sejak akhir 2014. Diharapkan, pada akhir 2018 ini sudah bisa dioperasikan,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Zulmafendi kepada wartawan, Selasa (4/9/2018).

Nantinya, kata dia, ketika segmen Barru – Palanro ini siap beroperasi pada akhir 2018, hal ini akan menjadi catatan tonggak sejarah perkeretaapian baru di pulau yang juga dikenal sebagai Bumi Celebes. Itu karena pada zaman penjajahan Belanda, pernah beroperasi KA pada lintas Makassar – Takalar, pada periode kurun waktu 1923 – 1930.

“Pengoperasian KA lintas Makassar – Takalar ini kemudian berhenti beroperasi karena pertimbangan nilai ekonomis pada waktu itu. Dan pada akhir 2018, pemerintah berencana untuk kembali mengoperasikan KA di wilayah Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan,” kata dia.

Zulmafendi menambahkan, pembangunan jalur KA ini juga merupakan implementasi dari rencana pemerintah yang tertuang dalam Rencana Induk Perkeretaapian (RIPNas) tahun 2030 dalam mewujudkan jalur KA Trans Sulawesi yang akan menghubungkan Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Utara.

Tahap awal, yaitu segmen Barru – Palanro, kegiatan pembangunan jalur KA tersebut masih menggunakan skema pendanaan melalui APBN.

Namun, sebagai upaya untuk mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Jalur KA Makassar – Parepare ini dan dalam rangka mendorong partisipasi pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, pemerintah memberikan kesempatan kepada para stakeholder untuk turut serta dalam pembangunan Jalur KA Makassar – Parepare.

Saat ini, pemerintah masih dalam tahap meyeleksi para stakeholder yang berminat untuk turut serta dalam pembangunan jalur KA Makassar – Parepare ini. Terdapat enam peserta dari tujuh peserta yang sudah lolos dari tahapan prakualifikasi dan berkomitmen untuk mempercepat proses seleksi ini sehingga penyelesaian jalur KA ini dapat segera terwujud.

“Pemerintah berharap dengan beroperasinya kembali KA di Wilayah Sulawesi akan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Sulawesi dan mendorong mobilitas baik angkutan penumpang maupun angkutan barang serta dapat membuka lapangan pekerjaan,” kata Zulmafendi.

Selain itu, pembangunan jalur KA lintas Makassar – Parepare ini nantinya akan terintegrasi dengan pelabuhan, bandar udara maupun pusat-pusat perekonomian di sepanjang lintas Makassar – Parepare yang akan berdampak kepada penurunan biaya transportasi yang pada akhirnya akan mendorong perekonomian di Sulawesi.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Rentetan Bencana Melanda Aceh Akibat Cuaca Buruk

Liputan6.com, Aceh – Cuaca buruk terjadi di wilayah Aceh beberapa hari ini. Kondisi ini menyebabkan terjadinya sejumlah bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung, hingga kapal tenggelam.

Informasi diterima Liputan6.com, sebuah perahu bermotor yang mengangkut rombongan zikir tujuan Pulau Banyak, karam di muara Kuala Baru, Kecamatan Kuala Baru, Senin, 21 Januari 2019. Beruntung semua penumpang selamat dan telah dievakuasi ke Pendopo Camat Kula Baro.

Kapal tersebut karam karena cuaca buruk melanda wilayah Kabupaten Aceh Singkil. Daratan kabupaten ini dilanda hujan deras disertai angin kencang, sementara ombak berkecamuk di tengah lautan.

Pada hari yang sama, angin kencang menyebabkan pohon bertumbangan di Kabupaten Aceh Jaya. Satu rumah warga di Desa Gampong Baroh, Kecamatan Setia Bakti rusak akibat tertimpa pohon.

“Satu unit rumah tertimpa pohon tumbang di bagian atap atas nama Ilyas Is. Korban terdampak 1 Kepala Keluarga (KK), 3 jiwa,” sebut Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ahmad Dadek, kepada Liputan6.com, Senin (21/1/2019).

Kemarin, hujan deras menyebabkan tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah. Longsor menyebabkan jalan yang menjadi penghubung antarkabupaten putus total sehingga lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif.

Jalur utama tidak memungkinkan dilewati kendaraan karena terdapat bagian jalan ambles sepanjang 11 meter dengan kedalaman mencapai 10 meter, ditambah pinggir jalan tergerus sepanjang 50 meter. Selain itu, aspal yang ambles terlihat membentuk ceruk hingga 8 meter.

Menjelang tengah malam, petugas masih melakukan penjagaan di lokasi jalan ambles di Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pisam, Minggu malam. Saat itu, masih terdapat pengendara yang tidak tahu ada jalan ambles.

Sebelumnya, Minggu pagi, angin puting beliung menerbangkan atap rumah seorang warga di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara. Rumah tersebut milik perempuan bernama Samsiah (60).

2 dari 2 halaman

Prediksi BMKG

Pengamat Cuaca dan Pemerhati Iklim BMKG Aceh Besar, Dea Rimasilana mengungkap, cuaca buruk masih akan berlanjut hingga Februari mendatang. Stasiun Klimatologi Aceh Besar memperkirakan curah hujan tinggi akan terus terjadi di sejumlah tempat.

“Pada Februari mendatang, khususnya di wilayah Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, hingga Aceh Singkil dengan rentang curah hujan 200 mm hingga 400 mm per bulan,” ungkap Dea, kepada Liputan6.com

Dea mengimbau agar selalu waspada. Tindakan mitigasi, menurutnya, perlu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadi banjir dengan dampak yang lebih besar.

“Ketika hujan lebat hindari daerah dengan pepohonan tinggi dan daerah rawan longsor,” ujarnya.

Sebelumnya, sebut Dea, banjir terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara pada 15 Januari lalu. Curah hujan sebelum terjadi banjir antara tanggal 10 hingga 14 Januari mencapai 100 mm, sedangkan pada 15 Januari curah hujan mencapai 150 mm dalam sehari.

“Akumulasi curah hujan 150 mm per hari, jika dibagi per jam, artinya setiap jamnya curah hujan turun sebesar 6,2 mm, dan kondisi tanah tidak mampu lagi menampung curah hujan sebanyak itu sehingga terjadi banjir,” dia memungkasi.


Simak video pilihan berikut ini:

Siapkan Penyambutan Ba’asyir, Ormas Islam Janji Tak Kerahkan Massa

Sukoharjo – Meski pembebasan Abu Bakar Ba’asyir masih simpang siur, pihak keluarga dan ormas Islam di Solo dan sekitarnya tetap menyiapkan penyambutan. Namun dalam penyambutan dipastikan tidak akan ada pengerahan massa.

Perwakilan ormas Islam dari Solo dan sekitarnya, Endro Sudarsono, mendapatkan informasi dari pihak keluarga Ba’asyir bahwa pembebasan akan dilaksanakan Rabu (23/1/2019) besok.

“Rabu pagi akan berangkat dari sana melalui jalur darat, naik bus melalui jalan tol. Diperkirakan sore sampai sini,” kata Endro saat ditemui detikcom di Ponpes Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Senin (21/1) malam.


“Tidak ada pengerahan massa. Kita memastikan tidak ada penjemputan hingga konvoi. Kita sudah koordinasi dengan kepolisian,” kata dia.

Pihaknya hanya akan melakukan pengamanan lalu lintas mulai 2 km menuju ponpes. Kemudian barikade penyambutan akan bersiaga di sekitar ponpes.

“Besok penjagaan lalu lintas mulai dari pertigaan Sriwedari sampai ke ponpes. Kalau barikade hanya dari Pringgolayan sampai ke pondok pesantren,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan perubahan rencana pembebasan dari pemerintah, Endro mengaku belum berkoordinasi lagi dengan pihak keluarga. Seperti diberitakan, Menko Polhukam Wiranto mengatakan akan mengkaji ulang pembebasan Ba’asyir.

“Informasi ini tentu membuat kita deg-degan. Kalau tidak jadi (bebas), ya itu pertimbangan pemerintah biarin lah nanti masing-masing di antara kita yang menilai,” tutupnya.
(bai/sip)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>