Jokowi: Tunjukkan Pada Saya Presiden Mana Cek Jalan Sampai 8 Kali

Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi menghadiri Deklarasi 10.000 Pengusaha untuk Jokowi-Amin yang digelar Kelompok Relawan KerJo (Pengusaha Pekerja Pro Jokowi). Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan bagaimana infrastruktur merupakan pondasi pertumbuhan ekonomi di belahan bagian dunia manapun.

Menurutnya, selama lima tahun dirinya memimpin, ia juga sudah sering memeriksa langsung kelangsungan pengerjaan infrastruktur. Jokowi pun memantang para pendukungnya untuk menunjukkan presiden yang pernah bolak-balik memeriksa pengerjaan proyek infrastruktur sebanyak dirinya.

“Nyaris tiap hari saya di lapangan untuk pastikan setiap program berjalan. Saya datang ke tol Trans-Sumatra sudah 8 kali datang. Tunjukkan kepada saya presiden mana yang ngecek jalan sampai 8 kali. Kalau presidennya datang 8 kali, menterinya pasti datang 16 kali untuk pastikan target dan kualitas bahwa proyek ini berjalan,” ujar Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Ia menjelaskan, kunjungan seperti ini kerap ia lakukan karena mendengar masukan dari masyarakat. Sehingga, Jokowi juga ingin memastikan secara langsung agar proyek berjalan dengan baik.

“Akan saya cek, akan saya kontrol, dan saya monitor terus. Pasti akan saya datangi terus untuk pastikan bahwa proyek besar yang penting berjalan,” tuturnya.

“Jadi sudah kami hitung untuk Tol Trans Sumatera dari Lampung sampai Aceh sudah kami hitung. Kami hitung nanti di 2024, Lampung sampai Aceh akan tersambung sepanjang kurang lebih 2.400 km,” lanjut Jokowi.

Melukis Makaron, Jalan Hidup Perempuan Bandung

Bandung – Jesslyn Lionel menekuni pekerjaan barunya usai lulus dari studi di Melbourne dan London yakni melukis di atas makaron. Perempuan asal Bandung ini melukis di atas makaron putih dengan gambar bunga dan dedaunan.

Sejak 2016, Jesslyn sudah gemar dengan melukis pada sesuatu yang berbeda dan unik. Tak hanya makaron, kue dengan permukaan keras atau kue pernikahan pun ia lukis dengan baik.

“Saya melukis dengan pewarna makanan berupa powder yang menggunakan air lalu pakai kuas,” katanya, Senin (18/3/2019).

Jesslyn hanya butuh dua menit untuk melukis di atas satu makaron. Ia membuat lukisan apik berbentuk rangkaian bunga dengan warna hijau, biru, merah, dan kuning.

Tak hanya melukis dengan idenya sendiri, ia pun bisa menerima permintaan pelanggannya. Namun, Jesslyn lebih banyak melukis bunga dan tulisan.

“Enggak bisa kalau gambar dengan pekat warnanya,” tutur perempuan 22 tahun itu.

Makaron lukis ini masih dijual daring. Ke depan ia akan menaruh di beberapa toko kue supaya Makaron lukisannya dapat dikenal lebih banyak.

Biasanya, Jesslyn menjual makaron per boks dengan minimal pemesanan 50 buah makaron. Berbeda kalau di sebuah perhelatan, ia menjual makaron satuan dengan harga Rp 17.000 sampai Rp20.000 per buah.

“Rasanya ada Apple pie, peanut btter chocolate, Orange pistachio, rose, earl grey, cheese,” kata Jesslyn.

Namun, makaron lukis hasil karya perempuan lulusan Gastronomi Nutrition London ini lebih banyak menggemari earl grey dan peanut butter.

Simak video menarik berikut: 

Simak video menarik di bawah:

35,1% Pemilihnya Dukung Jokowi, PAN: Mayoritas Tetap di Jalan yang Benar

Jakarta – Hasil survei Litbang Kompas merilis 35,1% pemilih PAN mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin. PAN, yang merupakan partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dengan tegas mengaku total mendukung pasangan nomor urut 02 itu.

“Ya, Alhamdulillah, kita selalu Prabowo-Sandi total, angkanya kan masih tergolong kecil lah yang menyatakan dukungan ke petahana. Mayoritas tetap di jalan yang benar. Saya berterimakasih buat yang selalu konsisten berjuang bersama untuk Indonesia Adil dan Makmur,” kata Wasekjen PAN, Faldo Maldini, kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).

Faldo mengatakan perlu interpertasi lain untuk membaca hasil survei Litbang Kompas tersebut. Yakni, PAN adalah partai yang disukai oleh banyak pemilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Kami bicara kritik yang diaminkan oleh pendukung petahana. Misalnya, dana riset, termyata memang kecil. Ekonomi yang tidak tumbuh, langsung Presiden bikin paket kebijakan ekonomi. Infrastruktur rasional yang kami bilang dari awal. Kan pendukung petahana tidak semuanya yang cinta buta, mereka lihat PAN adalah partai yang paling mungkin jalankan fungsi kontrol dengan baik,” tuturnya.
Menurut Faldo, PAN merupakan partai yang sangat dipercaya oleh pendukung kedua kubu. Dia yakin pendukung capres manapun akan membutuhkan kontrol untuk menjalankan janji kampanyenya setelah terpilih.

“Relawan saya di dapil juga banyak yang propetahana. Mereka bilang, ‘kami pilih Kang Faldo saja, kalau Pak Jokowi bisa selesaikan janji-janjinya dengan baik’. Di sosmed juga banyak yang bilang kayak gitu, PAN dianggap paling mampu kritis mengawasi. Itu esensi demokrasi, bukan asal bapak senang,” ujar Faldo.

PAN, kata Faldo, selama ini juga menjadi kontrol dalam Koalisi Adil Makmur. Oleh sebab itu, relawan-relawan Prabowo-Sandi yang tidak berafiliasi dengan partai politik pun memberikan dukungan kepada PAN.

“Kalau Pak Prabowo menang, tentu kita tidak dapat berharap terlalu banyak pada kawan-kawan Gerindra untuk lebih banyak kritik pemerintahan. Itu tidak salah karena mereka pengusung utama. Bagi tugas, maka biar PAN mengambil peran kontrol dari dalam, internal control. Bila ingin Prabowo-Sandi menjalankan janji-janjinya dengan tuntas, ayo bergabung bersama kami, kontrak kami adalah wujudkan adil dan makmur bersama Prabowo-Sandi,” katanya.

Survei Pilpres 2019 yang diadakan Litbang Kompas memotret loyalitas pemilih partai politik kepada calon presiden yang didukung parpol itu. Hasilnya, tidak semuanya loyal. Seperti diketahui, Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 didukung oleh PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, PKPI, PBB, Perindo, dan PSI. Sementara pendukung Prabowo Subianto adalah Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, dan Berkarya.

Mayoritas pemilih partai politik akan mendukung capres yang diusung parpolnya. Seperti terlihat pada 95% pemilih PDIP yang mendukung Jokowi dan hanya 3% yang mendukung Prabowo. Hal yang sama terjadi pada pemilih Gerindra. Sebanyak 92,4% pemilih Gerindra mendukung Prabowo dan hanya 6,2% yang memilih Jokowi.

Tetapi, masih ada pula pemilih parpol yang mendukung capres lawan, seperti 41,7% pemilih Golkar yang ternyata memilih Prabowo hingga 35,1% pemilih PAN yang memberi dukungan ke Prabowo dan 31,5% pemilih Partai Demokrat yang ternyata mendukung Jokowi.
(mae/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Aplikasi E-KIR Permudah Mencari Bus yang Laik Jalan

Liputan6.com, Jakarta – Untuk mencegah perusahaan otobus atau pemiliki bus yang ‘nakal’, beberapa waktu lalu Dinas Perhubungan DKI Jakarta menghadirkan sistem E-KIR (Elektronik KIR).

Tujuan dihadirkannya E-KIR yaitu untuk memberikan kemudahan bagi para pemilik kendaraan barang atau angkutan yang ingin menjalani pengujian kelayakan kendaraan.

Selain itu, diharapkan dengan adanya KIR, kini para pengguna atau penyewa jasa bus pariwisata tidak perlu lagi khawatir akan kelayakan bus yang akan disewanya.

Para penyewa jasa bus pariwisata tersebut dapat mengecek sendiri apakah bus yang akan mereka sewa tersebut telah menjalani dan lolos uji kelayakan kendaraan atau tidak.

Jika bus tersebut ternyata belum lolos uji kelayakan atau tidak layan jalan, maka konsumen lebih baik menghindari menggunakan bus tersebut dan meminta pertanggungjawaban atau penggantian unit dari para perusahaan otobus atau pemilik bus.

“Dengan adanya E-KIR ini, kini para masyarakat yang mungkin sering atau akan menyewa bus pariwisata dapat mengecek atau memastikan terlebih dahulu apakah unit bus yang akan digunakannya tersebut telah layak jalan atau tidak. Tentu kalo tidak layak jalan, sebaiknya minta penggantian unit terhadap perusahaan otobus pariwisatanya,” ujar perwakilan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat.

Kementerian PUPR Tuntaskan Perbaikan Jalan Sibolga-Batas Tapanuli Selatan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menyelesaikan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.700 kilometer (km), yang terdiri dari 2.000 km merupakan lintas utama dan 700 km lintas penghubung.

Jalan tol ini ditargetkan tersambung sepenuhnya dari Lampung hingga Aceh pada 2024. Kehadirannya diharapkan untuk meningkatkan mobilitas, memacu pertumbuhan ekonomi kawasan dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, setelah Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 8 Maret 2019, ruas tol selanjutnya yakni Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung-Palembang (189,2 km) ditargetkan bisa operasional pada Juni 2019.

“Tol ini terdiri atas dua seksi, yakni Seksi 1 Terbanggi Besar-Pematang Panggang (112,2 km) dengan progres konstruksi 89,06 persen dan Seksi 2 Pematang Panggang-Kayu Agung (77 km) dengan progres konstruksi 90,80 persen,” jelasnya lewat keterangan tertulis, Jumat (15/3/2019).

Selain Tol Terbanggi Besar-Palembang, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menambahkan, terdapat 3 ruas Tol Trans Sumatera sepanjang 259 km yang ditargetkan operasional pada 2019 ini.

Antara lain, Tol Medan-Binjai Segmen Jalan Veteran-Tanjung Mulia sepanjang 3 km yang rencana selesai Desember 2019. Lalu Tol Kayu Agung-Palembang-Betung segmen Kayu Agung-Jakabaring sepanjang 34 km dengan target rampung Juni 2019, dan Tol Pekanbaru-Dumai segmen Pekanbaru-Petapahan sepanjang 33 km target beroperasi Desember 2019.

Adapun penyelesaian ruas Tol Trans Sumatera lainnya sepanjang 473 km terus dikejar. Seperti Tol Sigli-Banda Aceh (74 km) yang ditargetkan beroperasi 2021, dan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (144 km) yang ditargetkan beroperasi 2020.

Kemudian, Tol Indrapura-Kisaran (48 km), Tol Pekanbaru-Dumai segmen Petapahan-Duri (98 km) dan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung segmen Jakabaring-Betung (78 km) yang ketiganya ditargetkan beroperasi 2020, serta Tol Padang-Pekanbaru segmen Padang-Sicincin sepanjang 31 km yang diharapkan beroperasi pada 2020-2021.

Usia 15 hingga 38 Tahun Rentan Kecelakaan di Jalan Raya, Benarkah?

Liputan6.com, Surabaya – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) menggelar acara Puncak Millenial Road Safety Festival (MRSF) yang dilaksanakan pada hari Minggu (17/03/2019) pukul 06.00 WIB, di Jembatan Suramadu. Pertanyaannya, kenapa sosialisasi berkendara aman ini hanya tertuju kepada generasi milenial? Apa milenial di zaman ini rentan terlibat kecelakaan di jalan raya.

Secara nasional, data dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tercatat bahwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia, dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini trennya lebih banyak naik ketimbang turun.

Secara detail, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2014 mencapai 88.897 kejadian, selanjutnya 2015 naik menjadi 96.073, naik lagi di tahun selanjutnya menjadi 106.591 kejadian, dan turun ke 104.327 selama 2017.

Kemudian, naik lagi di 2018 dengan jumlah 107.968 kejadian. Secara korban yang meninggal dunia, rata-rata mencapai 30.000 orang per tahun, atau 80 orang per hari.

Berbeda dengan korban luka berat yang secara tren selalu menurun dalam empat tahun terakhir atau rata-rata per tahun sekitar 20.000 orang.

Apabila dilihat lebih dalam lagi korban laka lantas dalam 4 tahun terakhir ini 57 persen dari usia 15-38 tahun, dan secara profesi masih pelajar dan juga mahasiswa atau menyumbangkan sekitar 25 persen.

Kabid Humas Polda Jatim menyampaikan bahwa acara MRSF ini benar – benar bisa tertanam di benak generasi milenial. Karena, lima sampai 6 ribu nyawa melayang setiap tahunnya, dengan bermacam – macam penyebabnya, di antara faktor human eror maupun faktor jalan.

“Kita melihat angka usia 24 – 39 tahun atau generasi milenial ini yang paling banyak berada di jalan raya. Oleh karena itu kami berharap dan bertekad bersama – sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban terutama berlalu lintas di jalan raya,” tutur Barung.

Pemprov Harus Terbitkan Pergub Terkait Keselamatan Jalan

Liputan6.com, Jakarta – Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) bersama dengan Bappeda, Dinas Perhubungan (DisHub) DKI Jakarta, Ditlantas Polda Metro Jaya, Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan instansi terkait lainnya menggelar forum diskusi terkait program rencana aksi Keselamatan Jalan di DKI Jakarta, hari ini di Jakarta.

Digelarnya diskusi tersebut juga bertujuan untuk mendesak pemprov DKI Jakarta agar segera memiliki suatu pergub yang mengatur terkait Keselamatan Jalan. DTKJ sendiri sejak tahun 2015 lalu sudah mendorong pemprov DKI agar menyiapkan suatu rancangan terkait Keselamatan Jalan yang meliputi 5 pilar, yaitu; manajemen keselamatan, prasarana jalan, kendaraan, pengendara berkeselamatan, dan terakhir penanganan korban keselamatan.

“Saat ini Jakarta belum punya rencana yang sistematis dan komprehensif untuk mengurangi angka kecelakaan,” ujar Najid, anggota DTKJ dari unsur akademisi perguruan tinggi yang juga menjabat ketua komisi kelayakan dan keselamatan.

Padahal menurutnya sudah ada Peraturan Pemerintah nomor 37 tahun 2017 tentang keselamatan jalan yang mewajibkan seluruh pemerintah daerah merancang dan menyusun Rencana Umum Daerah Keselamatan (RUDK).

Menurut anggota DTKJ lainnya dari unsur awak angkutan yaitu M. Zainal Abidin menuturkan; “Kemungkinan besar saat ini masing-masing SKPD terkait sudah memiliki program dan indikator kinerja tentang keselamatan, namun mungkin belum terkoordinasi dan diatur bersama sehingga belum menghasilkan sinergi yang efektif untuk mengurangi angka kecelakaan”.

Selain Sudirman-Thamrin, Mobil Lewat Jalan Ini Juga Harus Bayar

Jakarta – Kebijakan electronic road pricing (ERP) segera diterapkan tahun ini. Kebijakan yang telah lama molor tersebut ditargetkan terlaksana tahun ini menyusul kebijakan ganjil genap yang segera berakhir.

“Jadi akhir tahun ini harus sudah ada kebijakan ERP. Harusnya sudah semua (ruas jalan yang ditetapkan), karena ganjil genap sudah nggak kuat lagi,” kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono saat dihubungi detikFinance, Senin (18/3/2019).

Bambang menjelaskan penerapan ERP di Jakarta dibagi ke dalam tiga ring. Yakni ring 1 dan 2 yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI dan ring 3 yang menjadi tanggung jawab BPTJ.


Adapun ring 1 dan 2 saat ini sedang dalam proses tender penentuan teknologi ERP yang digunakan. Sedangkan ring 3 masih dalam penyusunan masterplan.

Ring 1 dan 2 sendiri berlokasi di jalan yang dikelola langsung oleh Pemprov DKI. Ring 1 ada di Jalan Sudirman-Thamrin dan ring 2 di Kuningan-MT Haryono. Sedangkan ring 3 adalah jalan nasional yang berada di daerah sekitar atau pinggiran Jakarta.

“Ring 3 di jalan-jalan utama nasional seperti Kalimalang, Depok Margonda, Tangerang Daan Mogot,” kata Bambang.

Selain Sudirman-Thamrin, Mobil Lewat Jalan Ini Juga Harus Bayar

(eds/fdl)

Situs Pra Majapahit di Jalan Tol Malang Menghadap Tempat Dewa Bersemayam

Liputan6.com, Malang – Ekskavasi atau penggalian situs Sekaran peninggalan pra Majapahit di Desa Sekarpuro, Malang, Jawa Timur, terus meluas. Situs ini diperkirakan berupa sebuah kompleks bangunan dengan orientasi menghadap timur laut atau ke arah Gunung Semeru.

Proses ekskavasi situs pra Majapahit di area proyek Jalan Tol Malang – Pandaan oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur masuk hari keenam. Sejauh ini, ditemukan empat struktur batu bata, mengindikasikan bentuk sebuah kompleks bangunan.

“Orientasi bangunan tampaknya menghadap timur laut atau ke Semeru. Gunung yang dipercaya masyarakat saat itu tempat para dewa bersemayam,” kata Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, Minggu, 17 Maret 2019.

Sedangkan di sisi barat daya terdapat Gunung Kawi. Meski begitu, para arkeolog masih harus membandingkan poros di situs ini dengan data bangunan candi lainnya yang ada di wilayah Malang. Untuk menentukan apakah ada kesamaan pola antara satu situs dengan lainnya.

Proses ekskavasi sudah semakin meluas dari titik awal temuan situs tim. Penggalian sudah seluas 15 meter ke arah barat daya dan membentang 25 meter arah ke utara selatan. Area penggalian bakal semakin meluas, menyingkap lapisan atas permukaan tanah sebelah utara.

“Penggalian bisa lebih luas lagi karena ada indikasi reruntuhan batu bata kuno di utara,” ujar Wicaksono.

Strategi penggaliannya, membuka secara horizontal untuk mengetahui sebaran bata yang terpendam. Jika seluruh lapisan tanah sudah terbuka, tinggal membongkar reruntuhan batu bata itu secara bertahap. Tujuannya, menampakkan pondasi di struktur bangunan tersebut.

Empat struktur batu bata yang sudah ditemukan itu berbentuk berbeda. Misal, struktur bata di temuan awal tersusun dari 15 lapis bata gosok. Teknik menggosokkan dua bata untuk merekatkannya. Diduga ini sebuah gerbang atau pintu masuk menuju bangunan utama.

Sedang bagian tengah area galian baru ditemukan struktur pondasi berbentuk segi empat yang disusun dengan 4 lapis bata. Bata ditata menggunakan spesi tanah liat sebagai perekat. Menjadi indikasi bangunan ini dahulu berbentuk pendopo cukup besar di era pra Majapahit.

“Jadi di sini ada pintu masuk menuju bangunan utama. Kami masih harus mencari tahu bentuk dan denahnya dengan membuka beberapa kotak galian lagi,” ujar Wicaksono.

70 Persen Kecelakaan di Jalan Tol Libatkan Kendaraan Truk

Liputan6.com, Jakarta Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menggelar acara Deklarasi Pengemudi Truk Sebagai Pelopor Keselamatan di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta. Ini dilakukan sebagai langkah dan upaya meningkatkan keselamatan dalam berkendara.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Kyatmaja Lookman menyatakan, sebanyak 70 persen kecelakaan di jalan tol melibatkan kendaraan truk. Di mana, tingkat fatalitas kecelakaan yang tinggi diakibatkan oleh rem blong dan lebih dari 75 persen pelanggaran overloading terdapat di jembatan timbang.

“Sehubungan dengan tingginya angka kecelakaan di jalan raya di mana 2 atau 3 orang meninggal per jam atau sekitar 26.000 sampai 29.000 jiwa meninggal per tahun karena kecelakaan lalu lintas di Indonesia, maka ini perlu dilakukan. Untuk itu kami Aptrindoo memandang perlu adanya gerakan yang dapat membangkitkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dalam berkendara di jalan khususnya pengemudi truk angkutan barang,” katanya dalam acara deklarasi di Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Dia mengatakan, acara yang mengusung tema ‘Keselamatan Adalah Nomor Satu’ ini juga bukanlah kali pertamanya digelar. Sebab, pada maret 2017 lalu komitmen keselamatan dalam berkendara ini juga sudah lakukan. “Kami anggap perlu untuk melakukan lagi di Maret 2019 dengan melibatkan stakeholder, pengusaha dan pengemudi,” imbuh dia.

Adapun tujuan diadakannya acara ini, adalah guna meningkatkan kualitas pengemudi agar memiliki kompetensi berstandar nasional maupun internasional. Di samping itu juga, dalam upaya meningkatkan keselamatan, ketertiban dan kelancaran angkutan barang dengan kendaraan berstandar internasional, muatan standar, sehingga menghilangkan overdimensi dan overload.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi menyambut baik langkah upaya yang dilakukan Aptrindo dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan. Sebab dia memandang, banyak kendaraan truk yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas terutama pada truk bermuatan over dimension-over load (ODOL).

“Hari ini saya dengan Aptrindo pusat melaksanakan kegiatan jadi intinya adalah keprihatinan kita banyaknya kendaraan-kendaraan truk yang menjadi korban. Saya bersyukur bahwa Aptrindo mempunyai selain bersama kita untuk semakin mengembalikan truk untuk tidak ODOL maupun semangatnya untuk membangun keselamatan baik kepada operatornya maupun pengemudinya terutama,” kata Budi saat ditemui di lokasi acara.