Govinda Band Kenang Masa sebagai Domino di Nobar Depat Capres

Liputan6.com, Jakarta – Rangkaian acara Nonton Bareng debat capres dan cawapres di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, ditutup secara apik oleh Govinda Band.

Lagu yang pertama dibawakan oleh Govinda Band adalah “Indonesia Tanah Air Beta” dilanjutkan dengan lagu “Bujangan” dari Koes Ploes.

“Mau lanjut apa enggak ini,” sapa Ifan, sang vokalis.

Ifan kemudian menyanyikan “Siapa yang Pantas”. Lagu Govinda yang sempat hits pada tahun 2009 ini menjadi lagu terakhir dari penampilan band tersebut. Lagu tersebut juga dirilis pada saat mereka masih bernama Domino.

2 dari 3 halaman

Sampai Berjumpa

“Sampai berjumpa di debat selanjutnya,” tutup Ifan Govinda.

Rumah Aspirasi yang merupakan salah satu markas pendukung capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dipadati ratusan massa pendukung.

Mereka ingin menonton bersama debat pertama capres dan cawapres yang disiarkan langsung dari Hotel Bidakara, Jakarta.

3 dari 3 halaman

Candaan

Pelawak Mongol dan Mo Sidik dipercaya untuk membuka acara nobar di Rumah Aspirasi.

Dalam penampilannya, Mongol dan Mo Sidik sukses memberi candaan politik yang membuat para pendukung tertawa ditengah debat yang cukup panas.

(Antaranews.com)

PKS Sindir Arahan Saling Apresiasi di Debat Capres: Kayak Anak SMA

JakartaPKS menyindir arahan moderator debat perdana Pilpres 2019 agar para calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) saling mengapresiasi. Arahan semacam itu dianggap PKS tidak sesuai. Lho kok?

“Menurut saya itu jadi tidak benar dari moderator. Masa sih sekelas capres-cawapres diminta untuk pernyataannya yang damai, kemudian juga pun saling apresiasi. Ini kayak untuk anak-anak SMA. Jadi harusnya nggak perlu kayak begituan,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

“Ini para capres-cawapres itu kan para negarawan gitu ya, mereka ngertilah apa yang harus mereka lakukan. Tidak perlu dibegituin gitu lho,” imbuhnya.
Menurut Hidayat, hal yang penting adalah kedua paslon bisa saling berangkulan dan saling menyapa. Hidayat juga menyebut hal yang penting adalah rakyat mendapatkan pencerahan tentang kedua capres-cawapres.

“Setelah tahun 2014 yang lalu mereka berdebat, sekarang berdebat lagi, hasilnya bagaimana? Dulu yang disampaikan Pak Jokowi tahun 2014 ternyata dikonfirmasi oleh beliau sampai hari ini pun beliau belum melaksanakan dan beliau tidak menyadari bahwa beliau melaksanakan,” ujarnya.

Hidayat juga menyoroti Jokowi yang dilihatnya banyak menyerang Prabowo secara personal. Padahal menurutnya, Prabowo tidak melayangkan serangan kepada lawannya itu secara personal.

“Ya terutama, kalau yang saya pahami sih Pak Prabowo tidak secara personal gitu ya menyerang Pak Jokowi. Tapi kadang-kadang Pak Jokowi yang malah menuntut, kan termasuk tentang caleg dari Gerindra yang kata beliau paling banyak mantan napi koruptornya dan itu ditandatangani oleh Ketua Umum dan Ketua Umumnya Pak Prabowo. Ini kan sebuah blunder ya,” tutur Hidayat.

Menurut Hidayat, caleg di tingkat nasional yang paling banyak mantan napi koruptor bukanlah dari Gerindra, melainkan dari partai lain. Namun, Hidayat tak menyebut secara gamblang apa partai yang dimaksudnya.

“Jadi tohokan yang agak individual ini menurut saya agak melenceng, tidak kena sasarannya. Lebih daripada itu, orang juga kemudian menjadi diingatkan tentang sikap Pak Jokowi. Justru Pak Jokowi lah yang tegas menyampaikan bahwa mantan napi koruptor itu juga punya hak untuk dicalegkan. Itu pernyataan Pak Jokowi sendiri. Nah, kalau sikap dasar beliau demikian kenapa beliau mengkritik orang lain?” tegasnya.

Sebelumnya, pada sesi closing statement, masing-masing paslon tidak ada yang memberikan pernyataan apresiasi kepada lawan debat. Padahal kedua paslon diminta menutup debat perdana dengan pernyataan menyejukkan sekaligus apresiasi antarpaslon.

Capres Jokowi saat menyampaikan closing statement menegaskan bersama cawapres Ma’ruf Amin sudah memahami persoalan bangsa. Jokowi menegaskan tidak ada beban masa lalu dalam memimpin pemerintah.

Hal yang sama dilakukan capres Prabowo. Prabowo dalam closing statement-nya menegaskan dirinya bersama cawapres Sandiaga Uno bertekad mencari jalan keluar atas kebocoran-kebocoran di negara.

Setelah itu, kedua pasangan bersalaman. Sandiaga bahkan mencium tangan Ma’ruf Amin.
(azr/dhn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kata Julian Jacob soal Isu Pacaran dengan Marion Jola

Liputan6.com, Jakarta – Kabar kedekatan Julian Jacob dengan Marion Jola mengemuka beberapa bulan terakhir. Penyebabnya, interaksi yang dilakukan Julian Jacob dan Marion Jola di media sosial yang kemudian membuat warganet curiga.

Disinggung soal kedekatannya dengan Marion Jola, Julian Jacob hanya tertawa. Dengan ekspresi malu-malu, ia pun mulai terbuka soal Marion Jola.

“Kenapa tuh? Ada apa? Coba tanya dia (Marion) deh. Kita pacaran apa nggak,” kata Julian Jacob saat ditemui di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Ya untuk sekarang sih kita yang pasti saling support dalam pekerjaan, dalam hidup, jadi teman aja, jadi teman kayak buat kita semangat,” Julian Jacob menambahkan.



2 dari 3 halaman

Dipertemukan Instagram

Menurut Julian Jacob, dirinya dan wanita 18 tahun itu sudah dekat sejak setahun yang lalu. Namun hubungan istimewa tersebut baru saja terbangun beberapa bulan ini.

“Kita kenal sebenarnya sudah setahun sih dan kayak baru sering hampir setiap hari ketemu jalan gitu sih dua bulan, sebulan. Sebenarnya bukan (musik) sih, instagram yang mempertemukan kita, bukan musik,” Julian Jacob menguraikan.

3 dari 3 halaman

Pengagum Marion Jola

Diakui Julian Jacob, dirinya sangat mengagumi dengan Marion Jola. Sehingga saat Marion Jola masih berjuang di ajang pencarian bakat, Julian Jacob selalu mendukungnya, bahkan hingga mengirimkan direct messenger (DM).

“Pertama kali memang ngefans, aku DM (Instagram). Aku bilang pas waktu dia di Indonesian Idol aku DM semangat ya. Terus dia balas dia bilang ‘oh kak Julian aku dulu suka nonton sinetronnya gitu-gitu’. Oh akhirnya kita kenal, terus temenan terus nggak tahu juga sih sekarang kayak dekat aja gitu,” tuturnya. (Fimela.com/ Lanny Kusumastuti)

Dikritik Amien Rais karena Peran Kecil di Debat, Ma’ruf: Saya kan Wapres

Jakarta – Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais mengkritik peran cawapres KH Ma’ruf Amin yang tidak banyak berperan dalam debat perdana pilpres 2019. Menanggapi hal itu, Ma’ruf mengatakan sang capres, Joko Widodo lebih banyak mengetahui persoalan di masa pemerintahannya.

“Ya itu tadi, saya kan wapres, porsi utama itu presiden. Saya hanya menambah saja. Jangan seperti saur manuk (seperti burung yang saling bersautan), sini ngomong sana ngomong,” ujar Ma’ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2019).

Saat debat perdana pilpres 2019 semalam, Ma’ruf mengatakan kritikan soal kinerja Jokowi dalam masa pemerintahannya lebih banyak berkembang. Untuk itu, Ma’ruf mengira dirinya tidak pantas untuk menjawab soal kritikan tersebut.
“Masalah yang banyak berkembang tadi malem itu masalah yang kebijakan yang sudah dilakukan Pak Jokowi, kan tidak pantas saya yang jawab, yang lebih tahu soal Pak Jokowi, nah gitu saya kira,” katanya.

Ma’ruf kemudian mengatakan porsi bicaranya dalam debat hanya terkait terorisme. Meski ada sedikit berbicara hal lain, ia mengatakan dirinya lebih fokus terhadap cara mengatasi terorisme.

“Jadi kalau masa lalu, yang kritik soal ini soal ini yang jawab harus Pak Jokowi, tapi dalam hal tertentu saja saya jawab. Dan memang porsi yang diberikan itu tentang terorisme, walaupun saya ngomong soal lain, ada soal difabel, disabilitas juga soal reformasi hukum dengan penataan regulasi. Tapi memang porsi saya bagaimana mengatasi terorisme ke depan, saya kira itu,” tutur Ma’ruf.

Sebelumnya Amien Rais mengkritik Ma’ruf ketika acara debat selesai. Menurut politikus PAN itu, ada yang menonjol dalam debat, yaitu peran Ma’ruf Amin yang tidak banyak bicara selama debat berlangsung.

“Saya lihat memang ada yang menonjol. Yang menonjol itu hampir tak ada peran Kiai Ma’ruf Amin, saya melihat seperti itu. Kedua, Pak Prabowo terlalu santun, sama sekali tak mau nyerang balik, itu mungkin juga ada hikmahnya,” ujar Amien setelah menonton debat di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019).
(eva/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

UI Akhirnya Punya Rumah Sakit, Buka untuk Umum Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta Rumah Sakit Universitas Indonesia telah membuka pelayanan perdana untuk umum. Promo khusus pelayanan perdana ini berlaku mulai 16 Januari hingga 28 Februari 2019.

Waktu operasional layanan rawat jalan RSUI adalah Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.00 WIB. Pada waktu tersebut, masyarakat bisa mengakses layanan Klinik Umum, Klinik Spesialis, serta Klinik Gigi dan Mulut.

Pada Klinik Spesialis, RSUI antara lain menawarkan layanan: bedah, penyakit dalam, anak, obgin, saraf, jantung, gizi, kulit dan kelamin, psikiatri, paru, mata, serta rehabilitasi medik.

Meski telah membuka pelayanan untuk umum, sementara ini RSUI belum bisa melayani pasien BPJS/JKN/KIS dan asuransi lainnya.

Mengutip laman rs.ui.ac, individu yang hendak berobat di RSUI harus mengisi form registrasi secara online, mengambil nomor antrean dan melakukan registrasi ulang paling lambat pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya RSUI telah membuka layanan perdana rawat jalan khusus bagi sivitas UI yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa pada 29 November hingga 31 Desember 2018.

RSUI berada di lokasi kompleks area Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK), Kampus UI Depok. Rumah sakit ini merupakan Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RS-PTN) pertama di Indonesia yang mempunyai konsep dan rancang bangun fisik dengan konsep hijau (Green Hospital Concept). Konsep tersebut menjadikan RSUI ramah lingkungan dan berorientasi pad keselamatan pasien.

Alasan Ma’ruf Tak Banyak Bicara di Debat: Presiden Harus Dominan

Jakarta – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin menyampaikan alasannya tidak banyak bicara saat debat perdana semalam. Ma’ruf menyebut debat memang harus didominasi Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres).

“Debat itu kan pertama lebih ke presiden. Presiden harus lebih dominan, saya hanya menambah saja. Makanya tadi malam pun saya tidak banyak bicara, (saya bicara) hal-hal yang perlu saya tambahkan saja,” ujar Ma’ruf di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/1/2019).

Menurut Ma’ruf, apa yang disampaikan Jokowi dalam debat sudah jelas. Bila dia ikut berbicara, menurutnya malah akan terlihat berkejaran untuk berbicara.

“Kalau sudah dijelaskan oleh presiden ya saya tinggal menyetujui, mendukung, jangan seperti orang balapan ngomong, kaya saur manuk,” kata Ma’ruf.

Selain itu, Ma’ruf menyebut Prabowo Subianto-Sandiaga Uno banyak menyoal kinerja pemerintahan saat ini. Ma’ruf merasa belum terjun ke pemerintahan dan tidak mengetahui sebab permasalahannya pun lebih memilih untuk diam.

“Kedua kan banyak yang dimasalahkan itu kan kinerja Pak Jokowi yang dapat kritik, banyak dari Pak Prabowo, tentu yang lebih paham dan lebih menguasai yang menjawab adalah Pak Jokowi, karena itu menyangkut kinerjanya, kalau saya yang menjawab kan jadi tidak tepat gituloh, karena kan saya tidak mengalami,” kata Ma’ruf.

Dalam debat semalam, Ma’ruf cukup banyak berbicara saat isu terorisme. Menurutnya, urusan mengatasi terorisme menjadi salah satu bagian yang difokuskan padanya.

“Jadi kalau masa lalu, yang kritik soal ini soal ini yang jawab harus Pak Jokowi, tapi dalam hal tertentu saja saya jawab. Dan memang porsi yang diberikan itu tentang terorisme, walau pun saya ngomong soal lain, ada soal difabel, disabilitas juga soal reformasi hukum dengan penataan regulasi. Tapi memang porsi saya bagaimana mengatasi terorisme kedepan, saya kira itu,” tuturnya.

(dhn/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Surat Ahok Jelang Bebas: Panggil Saya BTP

Liputan6.com, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan menghirup udara bebas pada Kamis, 24 Januari 2019. Usai menjalani hukumannya selama 2 tahun penjara dikurangi remisi 3 bulan 15 hari di Mako Brimob, Ahok akan bebas.

Kebebasan Ahok rupanya sudah dinanti banyak pihak. Para penggemar Ahok pun menyampaikan kerinduannya melalui akun sosial media mereka masing-masing. Ketika bebas nanti, pria asli Belitung ini sudah memiliki banyak undangan.

Selain undangan untuk menjadi pembicara di berbagai acara, Ahok juga sudah mendapatkan undangan dari luar negeri.

Tetapi rupanya, Ahok lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya terlebih dahulu dengan liburan bersama.

Jelang kebebasannya, Ahok justru menuliskan surat yang diunggah oleh tim nya dalam akun Twitter @basuki_btp pada hari ini, Kamis (17/1/2019). Dalam surat tersebut, Ahok menuliskan ucapan terima kasih untuk orang-orang yang selalu mendukungnya.

Terima kasih atas doa serta dukungan yang selama ini untuk saya. Tidak pernah dalam pengalaman hidup saya bisa menerima banyak pemberian dari makanan, buah-buahan, pakaian, buku-buku, dan lain-lain dari saudara-saudara. Saya merasa begitu dikasihi. Dan kasih yang saudara-saudara berikan kepada saya lebih baik daripada emas dan perak maupun dibandingkan kekayaan yang besar,” tulis Ahok.

Selain itu, Ahok mengaku dirinya mendengar jika kebebasan dirinya nanti akan disambut oleh banyak pihak. Ia pun meminta agar hal tersebut tidak dilakukan karena bisa mengganggu ketertiban di jalan umum.

Ahok kemudian merasa bersyukur dirinya masuk ke penjara dan tidak terpilih kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta. Karena menurutnya, dia justru banyak belajar menguasai dirinya, bukan hanya Balai Kota saja.

Setelah bebas nanti, ia juga meminta agar tidak lagi dipanggil Ahok, melainkan BTP yang merupakan singkatan namanya Basuki Tjahaja Purnama.

Terakhir, Ahok juga mengingatkan para pendukungnya agar bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 17 April 2019.

2 dari 3 halaman

Isi Surat Lengkap

Berikut, isi surat lengkap Ahok:

Terima kasih atas doa serta dukungan yang selama ini untuk saya. Tidak pernah dalam pengalaman hidup saya bisa menerima banyak pemberian dari makanan, buah-buahan, pakaian, buku-buku, dan lain-lain dari saudara-saudara. Saya merasa begitu dikasihi. Dan kasih yang saudara-saudara berikan kepada saya lebih baik daripada emas dan perak maupun dibandingkan kekayaan yang besar.

Saya mendengar ada yang mau menyambut hari kebebasan saya di Mako Brimob bahkan ada yang mau menginap di depan Mako Brimob. Saya bebas tanggal 24 Januari 2019 adalah hari Kamis hari orang orang bekerja, jalanan di depan Mako Brimob dan di depan Lapas Cipinang adalah satu-satunya jalan utama bagi saudara-saudara kita yang mau mencari nafkah. Saya sarankan demi untuk kebaikan dan ketertiban umum bersama, dan untuk menolong saya, sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, Allah Pencipta langit dan bumi bahwa saya diijinkan untuk ditahan di Mako Brimob. Saya bersyukur diijinkan tidak terpilih di Pilkada DKI 2017, Jika saya terpilih lagi di Pilkada tersebut saya hanyalah seorang laki-laki yang menguasai balaikota saja, tetapi saya di sini belajar menguasai diri seumur hidup saya. Kuasai balaikota hanya untuk 5 tahun lagi. saya Jika ditanya Jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih yang mana? saya akan katakan Saya memilih ditahan di Mako untuk belajar 2 tahun (liburan remisi 3,5 bulan), untuk bisa menguasai diri seumur hidupku. Jika terpilih lagi aku akan semakin arogan dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang. pada kesempatan ini saya juga mau sampaikan kepada ahokers, para PNS DKI, para pembenci ku sekalipun, aku sampaikan mohon maaf atas segala tutur kata, sikap, perbuatan yang disengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati dan perasaan saudara dan anggota keluarganya. saya mohon maaf dan saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP bukan Ahok.

Pemilu dan pilpres 2019 akan dilangsungkan tanggal 17 April 2019. saya menghimbau seluruh ahokers jangan ada yang Golput. kita perlu menegakkan empat pilar bernegara kita yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI dengan cara memiliki partai politik yang mau menegakkan empat pilar di atas di seluruh Indonesia, kita harus mendukung agar di DPRD, DPRD, dan DPR RI maupun DPD RI memiliki jumlah kursi yang mencapai di atas 30 persen untuk partai yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.

Saya ingin mengutip pidato Presiden Soekarno yang saya kutip dari buku Revolusi BELUM SELESAI, kumpulan pidato Presiden Soekarno 30 September 1965-Pelengkap Nawaksara (10 Januari 1967), Penyunting: Budi Setiono dan Bonnie Triyana, terbitan serambi (www.serambi.co.id). Apa yang Presiden Soekarno sampai kan aku harap juga Diterima menjadi pikiran dan harapan aku kepada seluruh ahokers dimanapun domisili saudara: ” saudara-saudara. Pancasila adalah jiwa kita, bukan hanya jiwaku. tetapi ialah jiwa Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan selama angkatan bersenjata Republik Indonesia berjiwa Pancasila Insya Allah swt, engkau akan tetap kuat, tetap kuat dan Sentosa, tetap kuat dan Sentosa, tetap kuat dan Sentosa menjadi tanduk daripada banteng Indonesia, yang telah kita dirikan pada tanggal 17 Agustus 1945…… Engkau adalah penegak daripada Pancasila dan Setialah kepada Pancasila itu, pegang Teguh kepada Pancasila sila Pancasila itu, sebagaimana aku pun berpegang teguh kepada Pancasila, bela Pancasila itu. bahkan sebagaimana ku katakan lagi tadi. saudara-saudara, laksana panggilan yang aku dapat dari pada atasan untuk memegang teguh kepada Pancasila ini.”

Majulah demi kebenaran, peri kemanusiaan dan keadilan.Ingatlah sejarah dan tujuan para proklamator dirikan negeri ini.

MERDEKA!

Salam dari Mako Brimob Basuki Tjahaja Purnama

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Begini Suasana Nobar Debat Perdana di Rumah Dinas Jusuf Kalla

Liputan6.com, Jakarta – Meski diundang Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghadiri debat pertama capres dan cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Wakil Presiden Jusuf Kalla lebih memilih menonton acara debat di rumah.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (18/1/2019), Wapres JK menonton acara debat di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Jusuf Kalla menonton ditemani sang istri Mufida Kalla, sejumlah staf khusus dan tim ahli wakil presiden, serta sejumlah wartawan. Tidak tampak politikus dari partai politik yang ikut mendampingi.

Meski dirinya diundang oleh KPU, Jusuf Kalla mengaku memilih menonton melalui tayangan televisi di rumah karena dapat menilai isi debat.  (Karlina Sintia Dewi)

Relawan Prabowo-Sandi Mengaku Puas Usai Menyaksikan Debat Perdana Pilpres

Fokus, Jakarta – Relawan dan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin menggelar nonton bareng atau nobar debat pertama Pilpres 2019 di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (18/1/2019), acara dimeriahkan dengan sajian musik dan hiburan. Sejumlah artis pun ikut memeriahkan acara nonton bareng debat perdana Pilpres 2019 yang disiarkan langsung stasiun televisi nasional, di antaranya Govinda dan Tiwi T2.

Sejumlah komika yang biasa ber-stand up comedy seperti Mongol dan Mo Sidik juga ikut memeriahkan acara.

Sementara, para pendukung dan relawan pasangan nomor 2, Prabowo-Sandi, Kamis malam, berkumpul di Media Center Prabowo-Sandi di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan. Sejumlah petinggi tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) hadir ikut menyaksikan acara debat yang di gelar di Hotel Bidakara, Jakarta.

Para pendukung dan relawan Prabowo-Sandiaga juga mengaku puas setelah menyaksikan pasangan yang didukungnya beradu visi dan misi untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Debat perdana capres dan cawapres putaran pertama mengangkat tema tentang hukum, HAM, pemberantasan korupsi, dan terorisme. (Muhammad Gustirha Yunas)

WNI Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan dalam Proses Semi Intelijen

Jakarta

Pembebasan Samsul Saguni, seorang nelayan asal Majene, Sulawesi Barat, yang diduga disekap kelompok pimpinan Abu Sayyaf di Filipina, terjadi melalui proses ‘semi intelijen,’ yang melibatkan ‘aset-aset Indonesia’ di Filipina Selatan.

Hal itu dikatakan Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI, Kementerian Luar Negeri, dalam wawancara dengan Callistasia Wijaya, dari BBC News Indonesia. Rabu (16/1)

Ia menegaskan pembebasan dilakukan tanpa tebusan, meski kelompok ini berkali-kali merongrong pemerintah dan keluarga sandera, menuntut sejumlah uang.

“Mereka pernah minta tebusan mulai dari 10 juta Peso karena nggak dipenuhi, dia turun sampai ke 6 juta Peso. Terus prosesnya seperti itu. Dan nggak diberikan,” tandasnya.

“Samsul Saguni saat ini masih berada di Pangkalan Militer Westmincom di Jolo, Filipina Selatan, guna pemeriksaan kesehatan dan menunggu diterbangkan ke Zamboanga City,” kata Lalu.

Samsul Saguni, yang diculik pada tanggal 11 September tahun lalu, dibebaskan pada Selasa (15/1) dan diterima aparat Filipina pada sore hari sekitar pukul 16.30.

“Setelah diserahterimakan secara resmi kepada KBRI Manila, Samsul Saguni akan diproses pemulangannya ke Indonesia,” katanya pula.

Namun, beberapa waktu lalu, beredar video yang memperlihatkan Samsul meminta agar nyawanya diselamatkan.

Samsul Saguni diculik bersama seorang warga Indonesia lainnya, Usman Yunus, pada 11 September 2018, saat menangkap ikan di perairan pulau Gaya, Semporna, Sabah.

Namun, “Usman Yunus telah lebih dahulu bebas pada tanggal 7 Desember 2018,” kata Lalu Muhammad Iqbal. Usman lolos setelah berhasil melarikan diri dari para penyekapnya.

Disebutkannya, masih ada dua orang WNI yang saat ini masih dalam sekapan kelompok bersenjata di Filipina Selatan.

Sejak 2016, ada 36 WNI yang disandera di Filipina Selatan dan 34 diantaranya sudah bebas, sebagian kecil karena berhasil melarikan diri, ada yang dibebaskan dalam operasi aparat Filipina.

Ada pula yang dilepas oleh para penculiknya, yang oleh berbagai kalangan diduga karena ada pihak yang membayar uang tebusan yang dituntut para penculik.

Keluarga ingin cepat bertemu

Lalu mengatakan ia belum tahu kondisi terkini Samsul, termasuk apakah dia mengalami kekerasan selama di penyekapan. Ia mengatakan pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan ditanyakan ke Samsul di hari-hari mendatang saat sudah kembali ke Indonesia dan kondisi psikologisnya sudah memungkinkan.

Sementara itu, istri Samsul, Fitriani, bersyukur suaminya sudah ditemukan dan dia berharap keluarga dapat cepat bertemu dengan Samsul.

“Semoga segera bisa dibawa pulang kesini untuk ketemu, untuk ketemu keluarga, untuk ketemu anaknya, ketemu kami disini. Jadi semoga bisa cepat dibawa pulang,” kata Fitriani.

Fitriani mengatakan ia tak mau lagi Samsul melaut, karenanya, “harapan sama pemerintah, supaya bisa kasian dapat bantuan. Apakah itu bantuan modal atau bantuan pekerjaan, apapun itu yang penting suami saya sudah tidak ke sana lagi.”

“Dari dulu, semenjak bujang, dia memang kerjanya sudah merantau. Tapi kalau sudah begini kan, pasti tidak ingin, sudah tidak bisa ke (perairan tempat ia mencari ikan di) sana,” ujarnya kepada wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi.

Aset Indonesia di Filipina Selatan

Kalau tidak karena membayar uang tebusan sebagaimana dicurigai berbagai kalangan, bagaimana Samsul dilepaskan kelompok bersenjata yang menculiknya?

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Lalu Mohamad Iqbal menolak untuk menjelaskan secara rinci. Ia hanya menjelaskan, pemerintah Indonesia tidak berdiskusi secara langsung dengan kelompok penyandera. Prosesnya disebutnya merupakan “proses semi-intelijen.”

“Yang jelas, kita memanfaatkan semua aset-aset kita di yang ada di Filipina Selatan. Buat Indonesia, Filipina Selatan itu kan bukan daerah baru. Bahkan proses perdamaian MNLF dengan pemerintah Filipina di tahun 1995 itu kan difasilitasi oleh Indonesia,” kata Lalu pula.

“Jadi, banyak orang-orang kita yang pernah hadir di sana sekian lama dan membangun network di situ. Mereka juga diterima oleh masyarakat setempat. Jadi hubungan baik kita dengan berbagai pihak, dengan tokoh-tokoh masyarakat di sana jadi aset kita,” katanya.

Pemerintah Indonesia, kata Lalu, memprioritaskan cara family engagement, melibatkan keluarga dalam proses pembebasan sandera, karena penyandera pasti akan meneror keluarga korban.

Lalu menyebut salah satu metode yang dilakukan untuk mendesak keluarga adalah dengan memperingatkan bahwa akan ada video yang menampilkan korban minta kepada keluarga agar nyawanya diselamatkan.

militer Tentara Filipina melakukan patroli air di Mindanao, Filipina, beberapa waktu lalu. (AFP)

“Kita memperkuat keluarga, memberitahukan keluarga apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Jadi keluarga sudah siap ketika menghadapi situasi itu dan dia tau apa yang harus dia sampaikan,” kata Lalu.

Lalu menambahkan proses pembebasan itu melibatkan kerja sama dengan militer Filipina.

Disarankan tidak melaut di Malaysia

Lalu mengatakan pemerintah Indonesia masih berupaya untuk membebaskan dua sandera WNI di Filipina Selatan. Sama seperti kasus Samsul, kedua orang ini juga nelayan.

Mereka, lanjutnya, ditangkap sekitar awal Desember tahun lalu di Sandakan, Sabah.

Pemerintah Indonesia, kata Lalu, menghimbau nelayan-nelayan Indonesia yang bekerja sebagai nelayan di Sabah, yang jumlahnya sekitar 6.000 orang, untuk tidak melaut sampai ada jaminan keamanan dari pemerintah Malaysia.

Ia mengatakan bahwa pemerintah Malaysia tidak pernah terlibat dalam upaya pembebasan sandera WNI meskipun kejadian penyanderaan terjadi di wilayah negara tersebut.

Karena itu, menurutnya, kerja sama dalam rangka pembebasan sandera lebih banyak dilakukan dengan pihak Filipina.

“Ini nggak ada pilihan lain. Cuma dua pilihannya, either nelayan kita minta berhenti bekerja di Malaysia atau pihak Malaysia bisa menyelesaikan isu kemampuan pengamanan mereka, untuk mengamankan wilayah itu.

“Ya ini kan terjadi karena aparat keamanan Malaysia di wilayah Sabah belum bisa menjamin keamanan para nelayan yang bekerja di sana,” kata Lalu.

Lalu berharap pemerintah Malaysia memperkuat kapasitas pengamanan mengingat para sandera diculik di wilayah Malaysia.

“Salah satu solusi agar tidak terjadi penculikan lagi adalah kita mengharapkan pihak Malaysia akan memperkuat kapasitas pengamanan di perairan Sabah sehingga nelayan WNI yang melaut mendapatkan jaminan keamanan,” ujarnya.

“Tanpa jaminan keamanan, kami masih akan menghimbau nelayan WNI di Sabah untuk tidak melaut,” tambahnya.

Pemerintah, lanjutnya, sedang memikirkan solusi untuk mengajak nelayan Indonesia pulang ke tanah air.

Lalu mengatakan tidak ada jalan terbaik selain memanggil para nelayan itu, yang mayoritas merupakan penduduk Sulawesi, untuk pulang ke Indonesia.

Kemenlu RI mencatat sudah ada 11 nelayan WNI yang diculik di perairan Malaysia.

Pada Januari 2018 lalu, dua WNI dibebaskan dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Sulu, Filipina Selatan. Mereka diculik dari dua kapal ikan milik warga negara Malaysia yang berbeda pada 5 November 2016 di perairan Kertam, Sabah, Malaysia.

Adapun Samsul Saguni diculik pada 11 September 2018 manakala pemerintah Indonesia, Filipina, dan Malaysia telah memberlakukan kesepakatan trilateral pada 2017.

Laporan ini dimutakhirkan pada Jumat (18/1) pukul 06.00 demi akurasi.


(ita/ita) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>