Ini 7 Momen Seru Fan Meeting Park Bo Gum di Jakarta, Bikin Nggak Bisa Move On

Dalam jumpa pers, Park Bo Gum mengungkapkan bahwa makanan favoritnya selama di Jakarta adalah gado-gado. Katanya, gado-gado mirip dengan salah satu jenis makanan Vietnam. Selain gado-gado, Park Bo Gum juga suka sate.

Meski sudah ketiga kalinya mampir ke Jakarta, rupanya aktor dengan wajah rupawan ini belum pernah mengunjungi Bali, lho. Dia pun mengaku ingin sekali berlibur di Bali dan juga Lombok. Dirinya juga menceritakan betapa ia sudah rindu dengan penggemarnya di Indonesia.

Tak hanya tampan, Park Bo Gum adalah seorang aktor yang bakat aktingnya tidak dapat diragukan lagi. Bahkan, dirinya pun memiliki suara yang merdu yang mampu menyihir penggemarnya. Lalu, seperti apa sih keseruan fan meeting tadi malam?

Yuk simak ulasan serunya fan meeting bersama Park Bo Gum, seperti yang dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (24/3/2019).

Sejarah MRT Jakarta: Digagas 1985, Diresmikan 2019

Jakarta – Masyarakat Jakarta kini bisa menikmati alat transportasi canggih bernama moda raya terpadu (MRT). Sebab, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi tadi, Minggu (24/3/2019) meresmikan MRT fase I menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim MRT fase pertama saya nyatakan dioperasikan,” kata Jokowi dalam peresmian.

MRT sendiri punya perjalanan panjang. Dalam catatan detikFinance, seperti mengutip jakartamrt.co.id, proyek infrastruktur ini sebenarnya sudah digagas sejak Orde Baru yakni tahun 1985. Ada lebih dari 25 studi subjek umum dan khusus yang telah dilakukan terkait dengan kemungkinan sistem MRT di Jakarta

Tapi, proyek ini tak kunjung jalan. Krisis ekonomi dan politik yang terjadi antara rentang tahun 1997-1999 ditengarai sebagai salah satu sebab proyek ini jalan di tempat.
Pada 26 April 2012, titik terang pembangunan MRT muncul. Gubernur DKI Jakarta saat itu Fauzi Bowo meresmikan pencanangan persiapan pembangunan MRT di Stadion Lebak Bulus, Jakarta.

Saat itu, Foke sapaan akrabnya mengaku lega. Ia berharap MRT menjadi ikon pembangunan serta menjadi transportasi yang nyaman, efisien dan ramah lingkungan.

“Akhirnya pada hari ini, saya bisa bernafas lega dibanding hari-hari sebelumnya karena proyek ini bukan lagi mimpi karena sudah mulai hari ini kita pencanangan pekerjaan persiapan pembangunan MRT Jakarta. Insya Allah tidak ada kendala yang berarti di kemudian hari karena persiapannya betul-betul sudah matang. Segala sesuatunya betul-betul siap. Barulah setelah itu, Pemprov yakin me-launching-nya secara resmi ke masyarakat,” papar Foke.

Pembangunan MRT kemudian dilanjutkan gubernur selanjutnya Joko Widodo (Jokowi) yang kini menjabat sebagai presiden. Jokowi saat itu menyebut proyek MRT masuk sebagai salah satu prioritas dalam anggaran Jakarta tahun 2013.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan pada Oktober 2013.

Dalam acara deklarasi Alumni Pangudi Luhur belum lama ini (6/2/2019), Jokowi menceritakan kisah mengenai keputusannya membangun MRT. Dia menuturkan, keputusan pembangunan MRT sudah dikalkulasikan untung ruginya.

“Saya suruh paparkan kenapa sih ini tidak dibangun-bangun sejak 26 tahun lalu? Dipaparkan kepada saya kalau cara memaparkannya seperti itu selalu hitungnya untung dan rugi. Ya pasti rugi terus, namanya transportasi massal. Tapi saya bertanya, saat itu ruginya berapa sih harus subsidi Rp 3 triliun setiap tahun. Kita tahu APBD DKI Rp 73 triliun saat itu,” ujar Jokowi.

Jokowi melanjutkan, keputusannya untuk menggarap MRT ialah keputusan politik. Menurutnya, jika tidak segera dieksekusi maka Jabodetabek akan merugi triliunan rupiah per tahun. Sebut Jokowi, Jabotabek akan kehilangan Rp 65 triliun setahun karena kemacetan.

“Secara makro, hitung-hitungan negara tetap untung Rp 65 triliun tidak hilang setiap tahun. Pikiran saya hanya sesederhana itu, termasuk LRT dan lain-lain. Termasuk infrastruktur lebih dulu karena hitung-hitungannya seperti itu. Kalau MRT dibangun nanti-nanti, tanah di Jakarta akan semakin mahal,” paparnya.

Proyek mangkrak puluhan tahun itu kini telah rampung. Kini, masyarakat Jakarta punya alternatif transportasi. Selamat warga Jakarta! (zlf/zlf)


Ketua DPRD DKI: Tarif MRT Jakarta Diketok Senin 25 Maret

Liputan6.com, Jakarta – Moda Raya Terpadu (MRT) telah diresmikan Presiden Jokowi. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meyatakan, tarif MRT Jakarta akan disepakati sebelum operasional komersil pada Senin, 1 April 2019.

“Senin (25 Maret 2019) Insyaallah akan diketok,” kata Prasetio di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).

Politikus PDI Perjuangan ini menyatakan, pada Senin 25 Maret 2019 rencananya Komisi B dan C DPRD DKI Jakarta akan menggelar rapat pimpinan gabungan untuk menentukan tarif MRT. Dia menyebut kira-kira harga yang akan disepakati di antara harga Rp 10 ribu-Rp 16 ribu.

Lanjut dia, nantinya tarif juga ditentukan berdasarkan jarak tempuh penumpang. Sehingga setiap penumpang dapat dikenakan tarif yang berbeda.

“Kalau duduk masuk Rp 3 ribu nih, nah per kilometernya Rp 1000. Kalau mau ke halte yang satunya lagi naik seribu, enggak langsung tek tek Rp 16 ribu,” papar dia.

Karena hal itu, Prasetio menilai masyarakat Ibu Kota mampu untuk membayar tarif MRT yang ada.

“Saya rasa masyarakat Jakarta mampu lah, kan kita untuk menekan dan mengurai masalah kemacetan. Jadi layak lah segitu supaya Jakarta agak lebar,” jelasnya.

Fase I Resmi Beroperasi, MRT Jakarta Fase II Mulai Dibangun

Jakarta – Proyek moda raya terpadu (MRT) fase II resmi dibangun mulai hari ini. Hal itu ditandai dengan pencanangan pembangunan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Minggu, 24 Maret 2019. Jokowi meresmikan pembangunan MRT fase II sekaligus meresmikan beroperasinya MRT fase I.

“Ini baru fase pertama (yang resmi beroperasi). Tadi sudah kita canangkan juga MRT Jakarta fase kedua yang (rute) utara,” kata Jokowi dalam sambutan peresmian MRT Jakarta fase I di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

MRT fase II akan dilanjutkan ke Kota, Jakarta Utara. Penlok atau penentuan lokasi proyek MRT fase II sendiri telah diterbitkan melalui Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1728 Tahun 2018 tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Jalur MRT Koridor Bundaran HI – Kota pada 21 November 2018.

Persetujuan dari Mensesneg selaku Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka juga disebut telah didapat untuk pembangunan gardu receiving station di kawasan Monas.

“Oleh sebab itu dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, MRT fase pertama saya nyatakan dioperasikan sekaligus MRT fase kedua hari ini juga kita mulai lagi,” tambah Jokowi.

Pembangunan MRT fase II dimulai dari stasiun Sarinah. Stasiun Sarinah adalah stasiun bawah tanah lanjutan dari Bundaran HI (stasiun terakhir fase I).

Totalnya ada 7 stasiun baru yang akan dibangun pada fase II. Setelah stasiun Sarinah, kemudian berturut-turut ada stasiun Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan kawasan Kota.

Rencananya pada fase II juga akan dibangun depo baru, namun saat ini penentuan lokasi depo masih belum ditetapkan. Sebelumnya pilihan lokasi ada di kawasan Ancol atau Kampung Bandan. (zlf/zlf)


Resmikan MRT Jakarta, Jokowi Mandi Keringat dan Tampak Kehausan

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan moda raya transportasi MRT Jakarta di Bundaran HI. Sebelum peresmian, Jokowi harus membelah ‘lautan’ manusia yang berkumpul di Bundaran HI.

Pantauan detikcom pukul 08.40 WIB, Minggu (24/3/2019), Jokowi berada di tengah-tengah masyarakat. Kehadiran Jokowi membuat suasana di sekitar Bundaran HI semakin ramai.

Warga mendekat dan berebutan untuk bersalaman dan berfoto dengan Jokowi. Perjalanan Jokowi pun jadi perlahan untuk menuju panggung.
Setibanya di panggung, Jokowi tampak menenteng handuk putih kecil. Dia melap muka dan lehernya berkali-kali dengan handuk itu.

Resmikan MRT Jakarta, Jokowi Mandi Keringat dan Tampak KehausanFoto: Rengga Sancaya

Jokowi juga tampak kehausan. Dia menenggak air minum dari botol yang diberikan asisten ajudannya.

Dari atas panggung, Jokowi juga melakukan swafoto dengan warga yang ada di bawah. Banyak warga yang berebutan menitipkan kamera ponselnya agar bisa berfoto dengan Jokowi.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Telah kita tuntaskan pembangunan 14 stasiun, dan MRT Jakarta akan beroperasi dengan 18 rangkaian,” kata Anies.

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menko Polhukam Wiranto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mendes PDTT Eko Sandjojo, Menkominfo Rudiantara, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Sekretaris Kabinet Pramono Anung

Hadir juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
(rjo/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi: MRT Jakarta Diresmikan, Peradaban Baru Dimulai

Liputan6.com, Jakarta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase pertama akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada hari ini, 24 Maret 2019 di Bundaran HI, Jakarta Selatan. Peresmian ini diadakan saat Car Free Day dan dimeriahkan oleh artis papan atas yaitu D’Massiv, Naff dan Barasuara.

Presiden Joko Widodo menyatakan peresmian hari ini dibarengi dengan dimulainya pembangunan MRT fase kedua dengan rencana rute Bundaran HI – Kampung Bandan.

“Hari ini sebuah peradaban baru akan kita mulai dengan diresmikannya MRT fase pertama. Ini baru fase pertama. Hari ini kita canangkan untuk masuk fase kedua. Tahun ini saya sudah perintahkan Gubernur untuk bangun rute Jakarta Utara,” ungkapnya di Bundaran HI, Minggu (24/03/2019).

 Selain Presiden Jokowi, peresmian ini juga turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Direktur MRT William Sabandar, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, serta perwakilan Japan International Corporation Agency (JICA).

Meski diresmikan hari ini, masyarakat masih bisa menjajal MRT secara gratis hingga 31 Maret mendatang. MRT baru akan dikomersialkan pada 1 April mendatang.

Belum Ada Tarif, MRT Jakarta Diresmikan Hari Ini

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan bakal meresmikan beroperasinya moda raya terpadu (MRT) Jakarta fase I Lebak Bulus-Bundaran HI hari ini, Minggu, 24 Maret 2019. Jika sesuai rencana, lokasi peresmian berlangsung di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Peresmian ini dilakukan bertepatan juga dengan event car free day yang rutin dilaksanakan setiap Minggu pagi.

Namun peresmian ini dilakukan ketika tarif MRT Jakarta sendiri belum rampung diputuskan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tarif MRT Jakarta baru akan ditentukan pada Senin mendatang, tepatnya saat rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) di DPRD DKI Jakarta.


Artinya peresmian MRT Jakarta bukan dalam rangka operasi komersial. MRT Jakarta baru akan mulai difungsikan secara komersial pada 1 April 2019. Rencananya, penumpang akan membayar sesuai dengan stasiun yang dilalui.

MRT Jakarta akan beroperasi pada tanggal 25 Maret 2018, sehari setelah diresmikan hari ini. Selama seminggu dari tanggal 25 hingga 31 Maret 2019, MRT masih gratis.

Kembali soal tarif, Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI memang sempat tarik ulur. Oleh karenanya pembahasaannya cukup memakan waktu, namun mulai ada titik terang.

Ketua Komisi B Abdurrahman Suhaimi mengatakan pembahasan rekomendasi mengenai tarif MRT akan diserahkan pada Rapimgab. Rekomendasi itu nantinya jadi acuan untuk penentuan tarif MRT.

“Jadi hasil rapat Komisi baik B dan C itu adalah hasilnya rekomendasi. Rekomendasi itu menjadi salah satu acuan untuk memutuskan itu nanti yang memutuskan di Rapimgab itu. Keputusannya nanti di Rapimgab, di Komisi B bukan memutuskan merekomendasikan, bisa jadi rekomendasi Komisi B dan C beda,” ungkap Suhaimi. (zlf/zlf)


Jokowi Akan Resmikan MRT Jakarta Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta Coorporate Sekretaris PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Muhamad Kamaluddin menyatakan MRT akan beroperasi pukul 11.00 WIB pada Minggu, 24 Maret 2019.

Dia menyebut pengoperasian itu dilaksanakan setelah MRT Jakarta rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus diresmikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Layanan pada hari peresmian MRT Jakarta esok hari dari stasiun Lebak Bulus hingga ke stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB,” kata Kamaluddin di Jakarta, Sabtu (23/3/2019).

Dia mengatakan, untuk menikmatinya masyarakat dapat daftaran online terlebih dahulu. Sehingga calon penumpang dapat menunjukkan bukti kepada petugas.

Tak hanya itu, dia juga menyebut pihaknya menetapkan kuota sebanyak 80 ribu pengunjung di hari peresmian. Kamaluddin menyatakan hal tersebut telah didasarkan pada beberpaa pertimbangan.

“Pertimbangan unsur keselamatan bagi masyarakat yang menggunakan layanan MRT Jakarta dan pertimbangan atas potensi kerusakan atas fasilitas MRT Jakarta,” ucapnya.

Le Minerale dan MRT Jakarta, Kolaborasi Sekaligus Edukasi Kesehatan

Jakarta

Kehadiran MRT (Mass Rapid Transit) sebagai transportasi baru di Indonesia sangat dinanti oleh masyarakat. Banyaknya keuntungan yang dihadirkan MRT membuatnya ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat. Le Minerale sebagai produsen air mineral dalam kemasan unggulan dari Mayora menjemput kehadiran moda transportasi Jakarta tersebut dengan kerja sama branding pada MRT Jakarta.

Kesuksesan operasional MRT Jakarta dapat diukur dari antusias masyarakat urban Jakarta menanti salah satu solusi transportasi unggulan Ibu Kota. MRT diharapkan meningkatkan ketertarikan masyarakat Indonesia untuk lebih memanfaatkan transportasi umum modern tersebut.

Kepadatan lalu lintas dan volume kendaraan pribadi yang tinggi menjadi salah satu penyebab utama kemacetan Jakarta. MRT sebagai transportasi baru senantiasa akan menjawab solusi kemacetan kota Jakarta dan meningkatkan kenyamanan warga kota Jakarta yang memiliki mobilitas tinggi sepanjang hari.


Satu rangkaian MRT dapat mengangkut hingga 1.900 orang. Ada 50 kursi penumpang yang disediakan di setiap gerbong dan bisa diisi 150 penumpang berdiri, tapi itu belum kapasitas maksimal. Tiap gerbong bisa diisi hingga 325 orang. Diperkirakan MRT mampu mengangkut sekitar 200.000 penumpang setiap harinya. Kerja sama branding MRT oleh Le Minerale diharapkan dapat menghadirkan suasana perjalanan yang berbeda, khususnya dengan menyuguhkan desain menarik branding Le Minerale pada MRT.

Le Minerale dan MRT Jakarta, Kolaborasi Sekaligus Edukasi Kesehatan

Le Minerale berharap edukasi hidup sehat dan konsumsi air mineral berkualitas melalui branding MRT bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat (Foto: dok. Titis Sapto Raharjo)

Dengan adanya MRT Jakarta, masyarakat diharapkan masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi menjadi menggunakan transportasi umum. Selain menurunkan jumlah volume kendaraan di jalan, berkurangnya jumlah kendaraan dapat mengurangi polusi yang dihasilkan dari kendaraan tersebut. Dukungan Le Minerale melalui branding pada MRT adalah salah satu bentuk usaha Le Minerale untuk mendukung pemerintah mengurangi kemacetan Ibu Kota.

“Sinergi kerja sama antara Le Minerale dengan pihak MRT kami lakukan untuk menyuguhkan layanan dan produk terbaik dengan tujuan memberikan kepuasan tertinggi kepada para penumpang MRT yang juga konsumen Le Minerale. Branding Le Minerale, selain untuk mengangkat sisi bisnis, kami juga menanamkan berbagai pesan kesehatan yang bermanfaat bagi para penumpang MRT,” ujar Marketing Manager Le Minerale, Febri Hutama.

Selain itu, mobilitas yang tinggi dan aktivitas yang padat dapat membuat orang lupa akan kebutuhan air mineral sehingga dapat mempengaruhi kondisi tubuh disepanjang hari. Pesan edukasi pada branding Le Minerale di MRT juga sejalan dengan visi dan misi utama dari pesan kampanye Gerakan Indonesia Sehat yang dicanangkan oleh Le Minerale bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yaitu untuk mengedukasi masyarakat Indonesia agar menerapkan gaya hidup sehat dalam tiga pilar utama yaitu move right (olahraga secara teratur), eat right (konsumsi makanan bergizi seimbang), dan drink right (konsumsi air minum yang mengandung mineral alami secara teratur).

“Aktivitas masyarakat Indonesia khususnya warga Jakarta dengan mobilitas yang tinggi tentunya harus diimbangi dengan asupan mineral yang cukup. Kurangnya asupan mineral dalam tubuh akan membuat tubuh kurang fit dan dapat melemahkan semangat untuk menjalani hari. Untuk itu, Le Minerale mempersembahkan edukasi dan ajakan untuk memilih air mineral berkualitas yang mengandung mineral alami, melalui kontribusi branding pada MRT. Pemanfaatan ruang untuk edukasi dari Le Minerale diharapkan senantiasa menjadi sebuah imbauan yang positif bagi para pengguna MRT pada perjalanan pergi dan pulang agar tidak lupa mengonsumsi air mineral berkualitas untuk menjaga kesehatan tubuh,” kata Febri.

Le Minerale dan MRT Jakarta, Kolaborasi Sekaligus Edukasi Kesehatan

Selalu penuhi kebutuhan mineral Anda selama bermobilitas (Foto: dok. Titis Sapto Raharjo)

Ekky, pengguna kendaraan pribadi sekaligus karyawan swasta yang sudah merasakan uji coba MRT Jakarta mengungkapkan MRT membantu perjalanannya ke tempat bekerja.

“Selain menghemat waktu, saya juga terhindar dari kemacetan Jakarta. Namun memang, untuk menjaga kebersihan kami dilarang untuk makan atau minum di dalam MRT. Untungnya, pesan dalam poster Le Minerale di MRT Jakarta selalu terngiang dan mengingatkan saya untuk selalu minum air mineral sebelum memulai perjalanan pergi dan pulang kantor dengan MRT. Demi kesehatan, saya pun jadi rajin mengonsumsi air mineral. Thank you, Le Minerale!” ucapnya.

Pesan dalam edukasi branding Le Minerale bertema Anugerah Mineral Alami pada MRT Jakarta secara langsung diusung untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi air mineral berkualitas, seperti Le Minerale. Sebab, pada setiap botol Le Minerale mengandung mineral alami yang baik untuk tubuh, diambil dari sumber mata air pegunungan terpilih, serta dikemas dan disegel khusus sehingga lebih aman dari pemalsuan. Konsumsi Le Minerale dapat membantu badan lebih segar dan lebih bugar saat berada dalam perjalanan menggunakan transportasi MRT.

Branding MRT melalui Le Minerale akan dapat ditemukan pada 7 dari 16 kereta MRT pada tahun ini serta pada 3 stasiun MRT yaitu Stasiun Lebak Bulus, Sisingamangaraja dan Bendungan Hilir. Branding Le Minerale pada MRT dapat dilihat langsung sejak perjalanan pertama MRT yang resmi beroperasi dan diresmikan pada 24 Maret 2019.

(adv/adv)