Ironi Baut Jembatan Siak IV Riau Dicuri Saat Baru 2 Bulan Operasi

Ironi Baut Jembatan Siak IV Riau Dicuri Saat Baru 2 Bulan Operasi Foto: jembatan siak IV (Chaidir-detik)

PekanbaruJembatan Siak IV di Pekanbaru, Riau, baru saja beroperasi bulan Februari 2019. Tetapi, jembatan yang jadi ikon Pekanbaru itu bautnya malah dicuri.

Jembatan Siak IV atau Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah diresmikan pada Kamis, 14 Feburari 2019 oleh Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim. Jembatan itu membentang menyeberangi Sungai Siak.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Riau Yunnas Haris mengatakan sekitar 100 baut hilang hingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dibuka untuk umum.

“(Hilangnya baut-baut) ini berpengaruh terhadap kekuatan jembatan. Kalau memang nanti membahayakan, (jembatan) kita akan tutup sementara,” kata Yunnas sebagaimana dilansir Antara, Minggu (14/4/2019).

Ironi Baut Jembatan Siak IV Riau Dicuri Saat Baru 2 Bulan OperasiFoto: jembatan siak IV (Chaidir-detik)

Pencuri Baut-Kabel Jembatan Siak IV Pernah Dipergoki Warga Tapi Kabur

Pekanbaru – Tokoh masyarakat di bantaran sungai Siak mengutuk aksi pencurian baut di jembatan Siak IV di Pekanbaru. Warga sekitar akan turut membantu mengamankan dari aksi pencurian baut.

Pak Ujang itu sapaan akrabnya dari pemilik nama Jhoni Eris (64) wrga Jl Pesisir, Kecamatan Rumbai Pesisir. Rumah Pak Ujang ini tidak berada di sekitaran jembatan Siak IV yang posisinya di Kecamatan Rumbai Pesisir.

“Saya beberapa kali menyaksikan pencurian besi dan kabel antipetir di jembatan Siak ini. Beberapa kali saya tegur mereka pun pergi,” cerita Ujang kepada detikcom, Senin (15/4/2019).

Warga Pernah Pergoki Pencuri Baut-Kabel di Jembatan Siak IV Tapi KaburFoto: jembatan siak IV (Chaidir-detik)

Cerita Ujang, kawasan jembatan ini memang rawan akan pencurian. Apa lagi malam hari tidak ada penerangan di bawah jembatan. Setidaknya dia sudah dua kali menggagalkan rencana aksi pencurian di posisi jembatan yang ada di sekitaran rumahnya itu.

“Saya pernah tegur orang yang akan menggali pondasi tiang jembatan. Mereka itu mau ambil besinya,” kata Ujang.

Selain itu, Ujang juga pernah menggagalkan rencana pencurian kabel antipetir. Pelakunya saat itu berusaha membuka kabel yang terpasang di philon (tiang utama).

“Saya waktu itu melihat ada orang yang otak atik kabel antipetir itu. Saya tegur, nanti kami mati sendiri kesambar petir. Akhirnya orangnya pergi. Saya tak kenal orangnya,” kata Ujang.

Menurut Ujang, secara pribadi dia siap untuk mengamankan kawasan jembatan yang berdekatan dengan rumahnya. Dia juga akan mengajak warga lainnya.

“Saya mengutuk keras atas tindakan aksi pencurian itu. Saya selama ini sering mengawasi tapi tentunya hanya pagi sampai sore saja. Kalau malam, tentulah saya tak mampu,” kata Ujang.

Ujang memperkirakan, aksi pencurian baut dilakukan pada malam hari. Ini karena di bawah jembatan malam hari tanpa penerangan.

“Ya kalau bisa pemerintah memberikan penerangan di bawah jembatan agar mudah diawasi. Inikan gelap, kita kira juga orang pacaran di bawah jembatan, tak taunya malah pencuri,” kata Ujang yang sudah menetap di kawasan itu sejak tahun 1969 lalu.

Sebagaimana diketahui, 100-an baut di jembatan Siak IV yang baru diresmikan Maret 2019 lalu itu banyak dicuri. Kondisi hilangnya baut jembatan tentunya bisa membahayakan konstruksi.

Namun pihak Dinas PUPR Riau saat ini sudah memesan baut penggantinya. Diperkirakan dua atau tiga hari ini baut tersebut sudah sampai di Pekanbaru. Kasus pencurian baut ini juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.
(cha/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ini Penampakan Jembatan Siak IV Riau yang Baut dan Kabelnya Dicuri

Senin 15 April 2019, 12:51 WIB

Foto News

Chaidir Anwar Tanjung – detikNews

Pekanbaru detikNews – Baut-baut dan kabel anti-petir di Jembatan Siak IV, Pekanbaru, Riau dicuri orang tak bertanggung jawab. Jembatan itu pun akan ditutup sementara.

Jembatan Siak IV atau Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah diresmikan pada Kamis, 14 Feburari 2019 oleh Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim. (Chaidir-detikcom)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Selain Baut, Kabel Anti-Petir di Jembatan Siak IV Riau Juga Dicuri

Jakarta – Publik lagi dihebohkan soal banyaknya baut yang dicuri di jembatan Siak IV Pekanbaru. Rupanya, kabel anti petir yang terpasang juga turut lenyap dicuri maling.

“Tak hanya baut yang dicuri di jembatan Siak IV Pekanbaru. Tapi kabel anti petir yang terpasang di jembatan juga dicuri,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Riau, Dadang Eko Purwanto kepada detikcom, Senin (15/4/2019).

Menurut Dadang, kabel anti petir yang terpasang di jembatan di ujung Jl Sudirman Pekanbaru sudah dua kali dicuri. Tidak tahu pasti siapa pelakunya.

“Jadi sudah dua kali kabel anti petir yang dicuri. Dan kita sudah menggantinya kembali,” katanya.

Kabel anti petir tersebut, katanya, sengaja dipasang karena konstruksi bangunan jembatan yang menjulang tinggi. Sehingga pemasangan kabel ini berfungsi untuk anti petir agar tidak membahayakan yang melintas di atas jembatan.

“Kabel anti petir kita pasang di dalam philon (tiang penyanggah). Tapi pintunya dirusak untuk mengambil kabel itu. Sekarang pintunya sudah kita las setelah kita menggantinya,” kata Dadang.

Walau pencurian kabel anti petir ini tidak mempengaruhi kekuatan struktur bangunan, tapi menurut Dadang, aksi pencurian ini sudah sangat meresahkan.

“Memang tidak mempengaruhi kekuatan konstruksi bangunan, seperti baut yang dicuri. Hanya saja inilah perilaku orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Dadang.

Selain itu, katanya, besi pagar di atas jembatan juga ada yang dipotong oleh oknum pencuri. Namun pihak PUPR Riau sudah menggantinya lagi.

“Kami sudah laporkan kasus pencurian ini ke pihak kepolisian,” tutup Dadang.
(cha/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ratusan Baut Hilang, Jembatan Siak IV Ditutup

Liputan6.com, Pekanbaru – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau mempertimbangkan untuk menutup sementara jembatan Siak IV yang baru saja diresmikan medio Maret 2019 lalu karena ratusan baut hilang akibat dicuri.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Riau, Yunnas Haris mengatakan, sekitar 100-an baut hilang hingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dibuka untuk umum.

“(Hilangnya baut-baut) ini berpengaruh terhadap kekuatan jembatan, kalau memang nanti membahayakan, maka kita akan tutup sementara,” katanya, Minggu (14/4/2019).  Haris menyayangkan insiden hilangnya material baut tersebut.

Menurut dia, seharusnya masyarakat dapat bersama-sama menjaga jembatan yang belakangan menjadi ikon baru Provinsi Riau tersebut.

Terlebih lagi, baut yang hilang itu tidak serta merta dapat dibeli di pasar melainkan harus dipesan khusus. “Bingung kita melihat kondisi ini. Kok tidak ada rasa memiliki,” ujarnya.

Selain baut, dia juga menyebut sejumlah material lainnya juga hilang dalam beberapa waktu terakhir. Diantaranya penangkal petir yang juga raib diambil orang tidak bertanggung jawab. “Kemarin penangkal petir juga hilang. Tapi sudah kita ganti,” tuturnya dilansir Antara.

Sementara saat disinggung pengawasan jembatan, pihaknya sejauh ini hanya bisa melakukan pengawasan secara acak. Dia mengaku tidak mungkin menempatkan personel 24 jam untuk mengawasi maling.

“Kita kan tidak bisa awasi 24 jam. Memang kita awasi, tapi lengah saja sedikit, baut-baut itu langsung dicuri, padahal besinya itukan tertanam,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jembatan Siak IV yang juga diberi nama Jembatan Marhum Bukit itu, dan jangan mencuri bagian dari jembatan.

“Kalau sudah mur dan baut jembatan yang dicuri, tentu ini berbahaya terhadap ketahanan jembatan, karena baut itu bagian pengunci jembatan,” ujarnya.

Ratusan Baut Dicuri, Jembatan Siak IV Riau akan Ditutup!

Pekanbaru – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau mempertimbangkan untuk menutup sementara Jembatan Siak IV yang baru saja diresmikan medio Maret 2019. Sebab, ratusan baut hilang akibat dicuri.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Riau, Yunnas Haris mengatakan sekitar 100-an baut hilang hingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dibuka untuk umum.

“(Hilangnya baut-baut) ini berpengaruh terhadap kekuatan jembatan, kalau memang nanti membahayakan, maka kita akan tutup sementara,” kata Yunnas sebagaimana dilansir Antara, Minggu (14/4/2019).

Haris menyayangkan insiden hilangnya material baut tersebut.
Menurut dia, seharusnya masyarakat dapat bersama-sama menjaga jembatan yang belakangan menjadi ikon baru Provinsi Riau tersebut. Terlebih lagi, baut yang hilang itu tidak serta merta dapat dibeli di pasar melainkan harus dipesan khusus.

“Bingung kita melihat kondisi ini. Kok tidak ada rasa memiliki,” ujarnya.

Selain baut, dia juga menyebut sejumlah material lainnya juga hilang dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya penangkal petir yang juga raib diambil orang tidak bertanggung jawab.

“Kemarin penangkal petir juga hilang. Tapi sudah kita ganti,” tuturnya.

Sementara saat disinggung pengawasan jembatan, pihaknya sejauh ini hanya bisa melakukan pengawasan secara acak. Dia mengaku tidak mungkin menempatkan personel 24 jam untuk mengawasi maling.

“Kita kan tidak bisa awasi 24 jam. Memang kita awasi, tapi lengah saja sedikit, baut-baut itu langsung dicuri, padahal besinya itukan tertanam,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jembatan Siak IV yang juga diberi nama Jembatan Marhum Bukit itu, dan jangan mencuri bagian dari jembatan.”Kalau sudah mur dan baut jembatan yang dicuri, tentu ini berbahaya terhadap ketahanan jembatan, karena baut itu bagian pengunci jembatan,” ujarnya.

Jembatan Siak IV diresmikan pada bulan Februari 2019, di akhir masa jabatan Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim. Saat diresmikan, Jembatan Siak IV diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau bisa juga disebut Jembatan Marhum Bukit.

Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah merupakan Sultan ke-4 Kerajaan Siak Sri Indrapura, yang bergelar Marhum Bukit. Namun, saat peresmian jembatan tersebut belum mengantongi sertifikat kelayakan dari Menteri PU sehingga tidak bisa langsung dibuka untuk umum.

Pembangunan Jembatan Siak IV telah dimulai sekitar 10 tahun lalu, yakni dari tahun 2009 dengan program tahun jamak (multi-years). Total dana pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar R p483,68 miliar.

Jembatan Siak IV memiliki total panjang 800 meter, dengan konstruksi Steel Deck Girder yang memiliki 14 titik kabel di bagian hulu dan hilir. Tinggi pylon jembatan 75 meter dengan jenis konstruksi beton.

Tujuan dari pembangunan Jembatan Siak IV adalah untuk mengimbangi pesatnya perkembangan Kota Pekanbaru wilayah utara, di mana Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan jalan protokol, terhalang oleh aliran sungai Siak, sehingga perlu jalan penghubung wilayah Pekanbaru Kota dengan wilayah Pekanbaru Utara.
(asp/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jelang Debat IV, Begini Beda Visi Misi Ideologi Jokowi vs Prabowo

Jakarta – Salah satu tema debat keempat Pilpres 2019 yang mempertemukan para capres ialah tentang ideologi. Begini beda visi misi Joko Widodo (Jokowi) versus Prabowo Subianto di bidang tersebut.

Seperti dilihat detikcom, Jumat (29/3/2019), baik Jokowi maupun Prabowo sama-sama mengedepankan Pancasila dalam visi misi mereka tentang ideologi.

Visi misi Jokowi soal ideologi itu tertuang dalam bagian ‘Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa’ dengan penekanan di poin ‘Pembinaan Ideologi Pancasila’. Sedangkan visi misi Prabowo yang menyinggung ideologi tertuang di fokus keempat dalam bagian ‘Program Aksi, Memperkuat Rasa Persatuan dan Kesatuan sebagai Peneguhan NKRI’.
Untuk Jokowi, capres petahana itu menegaskan Pancasila harus menjadi ideologi yang bekerja, yang dapat diimplementasikan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Prabowo Subianto dalam visi misi ‘Indonesia Menang’ tersebut mengatakan mereka ingin mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui jalan demokrasi yang sesungguhnya, yaitu demokrasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD Tahun 1945.
Berikut ini perbandingan visi misi Jokowi dan Prabowo tentang ideologi:

Joko Widodo (Jokowi)

Pembinaan Ideologi Pancasila

Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila menjadi cita-cita normatif di dalam penyelenggaraan negara. Kita ingin Pancasila menjadi ideologi yang bekerja, yang dapat diimplementasikan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pembinaan Ideologi Pancasila dilakukan dalam kerangka sistem dengan metode yang lebih sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

1. Mengoptimalkan peran dan fungsi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

2. Menerapkan standardisasi materi dan metode pembelajaran Pancasila dalam sistem pendidikan dan
pelatihan yang direkomendasikan BPIP

3. Mengevaluasi dan membaharui peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Prabowo Subianto

Program Aksi: Memperkuat Rasa Persatuan dan Kesatuan sebagai Peneguhan NKRI

Kehidupan berbangsa dan bernegara tengah mengalami degradasi. Potensi perpecahan dan konflik antar-elemen bangsa semakin besar. Jika tidak segera disikapi, maka hal ini dapat membahayakan keutuhan bangsa indonesia. Untuk itu Prabowo-Sandi berkomitmen:

1. Mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui jalan demokrasi yang sesungguhnya, yaitu demokrasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD Tahun 1945

2. Mengaktifkan kembali kegiatan kolektif kemasyarakatan yang bersifat gotong-royong agar bisa menjalin jalinan persatuan antar-elemen masyarakat sejak dini

3. Mengedepankan semangat Tunggal Ika yang tidak terpisahkan di masyarakat yang ber-Kebhinnekaan untuk memperkuat rasa persaudaraan, toleransi, persatuan dan kesatuan antar-anak bangsa

4. Mewujudkan penegakan hukum yang adil, tidak tebang pilih, transparan dan mewujudkan penerapan reformasi birokrasi yang berkualitas.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mulai Musim Panen, Harga Beras Turun

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan harga gabah dan beras. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun 4,46 persen sedangkan harga beras medium di penggilingan turun 1,04 persen.

Selama Februari 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp 5.114 per kg sedangkan untuk beras, harga rata-rata di tingkat penggilingan Rp 10.008 per kg, semua turun dibanding bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti berkata, penurunan ini terjadi karena biasanya petani mengalami puncak panen pada bulan Maret.

“Biasanya Januari itu belum panen. Februari sudah mulai, puncaknya di Maret dan April. Itu transisinya begitu. Makanya nanti bulan depan mungkin naik lagi,” ungkap Yunita di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (01/03/2019).

Penurunan harga gabah dan beras menjadi andil dalam penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional. Tercatat NTP turun sebesar 0,37 persen menjadi 102,94 dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini dipengaruhi oleh 2 dari 5 subsektor pertanian yang juga alami penurunan NTP, yaitu Subsektor Tanaman Pangan (0,80 persen) dan Subsektor Tanaman Hortikultura (1,47 persen).

2 dari 3 halaman

Indonesia Kembali Lakukan Penjajakan Ekspor Beras Ke Malaysia

Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bulog kembali jajaki peluang ekspor beras ke Malaysia. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP),Kementan, Agung Hendriadi bersama Judith J Dipodiputro, Direktur Komersil Perum BULOG dan KBRI Kuala Lumpur saat melakukan pertemuan dengan BERNAS, Kamis (21-2-2019) di Kuala Lumpur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kuala Lumpur ini, Agung diterima oleh CEO BERNAS, Ismail Mohamed Yusoff dan Chairman BERNAS, Megat Joha yang didampingi pejabat tinggi BERNAS.


BERNAS merupakan satu-satunya institusi yang telah ditunjuk oleh pemerintah Malaysia untuk menangani import beras ke Malaysia. Ismail Mohamed Yusoff menyatakan market share beras di Malaysia sebesar 60% dipenuhi dari produksi domestik dan 40% dari impor.

Melalui pertemuan ini, BERNAS menyetujui untuk melakukan kerjasama dengan Perum BULOG untuk impor beras dari Indonesia. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat BERNAS akan melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melakukan identifikasi, observasi dan pembahasan lebih lanjut dengan BULOG terkait rencana eksport ke Malaysia. Mendengar respon dari BERNAS, Agung dan rombongan merasa senang dan optimis ekspor beras dari Indonesia ke Malaysia bisa dilakukan.

“Sehubungan adanya peluang kerjasama ekspor beras ke Malaysia, Perum Bulog diharapkan perlu lebih proaktif dalam melakukan round table meeting antara distributor ke dua belah pihak, sehingga ekspor bisa segera direalisasikan,” ujar Agung.

Sebelumnya dalam rapat kerja jajaran Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI (21/1/2019) dan BULOG, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyatakan bahwa Bulog menargetkan ekspor beras ke sejumlah negara tetangga pada pertengahan tahun 2019 mendatang. Target ini diprediksi akan berlangsung seusai panen raya pada pertengahan bulan April hingga akhir Mei 2019.

“Makanya kita targetkan bulan januari sampai april itu kita akan menyerap 1,8 juta ton beras dari petani. Kalau ditambah dengan sisa beras kita hasilnya bisa lebih dari 4 juta ton, kan kita masih punya sisa 2,1 juta,” kata Buwas saat menghadiri Rapat Kerja Menteri Pertanian Dengan Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen, beberapa waktu lalu (21/1).

Beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga telah berhasil meyakinkan negara Malaysia dan Brunai untuk memasok padi adan sebagai bahan kebutuhan mereka. Ekspor ke dua negara ini jumlahnya bahkan mencapai puluhan ton. Setiap kali panen, tak kurang dari 10 ton beras adan secara periodik selalu di expor ke Negara Malaysia dan Brunei.

Padi Adan merupakan salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah perbatasan Krayan Kalimantan Utara dan merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat yang bermukim di daratan tinggi Borneo, khususnya di Krayan yang masuk Kabupaten Nunukan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

4 Kebijakan Anies Usai Ditinggal Sandi hingga yang Menuai Kontroversi

Liputan6.com, Jakarta – Memimpin Jakarta sendirian, itulah yang dilakukan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI sepeninggal Sandiaga Uno yang memilih mendampingi Prabowo sebagai cawapresnya di Pilpres 2019.

Kurang lebih 7 bulan sudah, terhitung dari Agustus 2018, Anies menata Ibu Kota tanpa seorang wakil gubernur. Satu harapannya untuk sosok yang akan menemaninya memimpin DKI Jakarta, kerja keras dan all out.

“Kemudian kalau (di) Jakarta harus mau kerja keras, jadi jangan tanggung. Harus all out, tuntas,” kata Anies.

Sempat diwarnai tarik ulur antara Gerindra dan PKS selaku partai pengusung, kini dua nama telah dipastikan akan memperebutkan posisi orang nomor 2 di DKI Jakarta sebagai pendamping Anies Baswdean. Mereka adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaiku. Fit and proper test juga sudah dilakukan.

Sejak ditinggal Sandi sejak Agustus 2018, tak sedikit kebijakan penting telah diwujudkan untuk mengubah wajah Jakarta oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Tidak hanya perubahan drastis dari sisi pembangunan di perkotaan maupun birokrasi, kebijakannya dengan merotasi ribuan pejabat di lingkungan Pemprov DKI belakangan ini masih jadi sorotan. Bahkan ada yang menilainya kebijakan tersebut berbau politis.

Berikut sejumlah kebijakan Anies Baswedan selama memimpin Jakarta sendiran dalam hal menata Ibu Kota sekaligus yang tuai kritikan:

2 dari 6 halaman

1. Rotasi Ribuan Pejabat DKI

Tercatat ada sekitar 1.125 pejabat di lingkungan Pemprov DKI yang dirotasi, Senin, 25 Februari kemarin di halaman Balai Kota. Terdiri dari 15 pimpinan tinggi pratama atau eselon II (setingkat kepala dinas), 274 administrator atau eselon III (setingkat camat) dan 836 pengawas atau eselon IV (setingkat lurah).

Banyak pihak yang menilai kebijakan tersebut sangat kental aroma politis. Salah satunya diungkap oleh Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi.

Pras menduga pencopotan pejabat DKI yang dilakukan Anies karena faktor like and dislike.

“Ini aneh ini buat saya dan tempat-tempat itu kok berbaunya politis sekali,” ujar Prasetio di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa, 26 Februari 2019.

Perombakan jabatan di level kepala dinas memang menjadi hak diskresi gubernur. Namun, lanjut Pras, pencopotan pejabat eselon III seperti camat dan eselon IV dinilai tidak bijak.

Terkait tudingan tersebut, Anies pun angkat bicara. Di sisi lain Anies mengatakan, dirinya tak bisa melarang siapapun untuk mengemukakan pendapat. Namun, perihal rotasi serta mutasi yang dilakukannya terhadap jajarannya didasarkan atas evaluasi kinerja, bukan personal.

“Ini adalah semua soal kinerja selama satu setengah tahun ini. Dan imajinasi orang boleh-boleh saja ya,” ungkap Anies Baswedan.

3 dari 6 halaman

2. Copot Pejabat DKI Terlibat Jual Beli Jabatan

Selain rotasi jabatan, mantan Menteri Pendidikan era Presiden Jokowi ini belum lama ini menyatakan akan mencopot pejabat Pemprov DKI Jakarta bila terbukti terlibat dalam jual beli jabatan lurah dan camat.

Dia menyebut itu bentuk penyuapan jika pejabat memberikan sejumlah uang untuk mendapatkan kedudukan.

“Kalau dia tidak lapor dan kemudian hari ketahuan, langsung saya copot. Karena berarti itu penyuapan,” kata Anies di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (28/2/2019).

Akan tetapi, Anies menyebut itu pemerasan bila terdapat pejabat dipaksa untuk memberikan kepada oknum ketika proses rotasi.

4 dari 6 halaman

3. Serahkan 500 Sertifikat Tanah

Bertempat di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan 500 sertifat tanah kepada warga Cipayung dan Makasar. Penyerahan sertifikat berdasarkan arahan dari program pemerintah pusat.

Selain itu, lanjut Anies, sertifikat tersebut merupakan bentuk kepastian hukum, sehingga tidak mudah untuk diakui oleh pihak lain.

“Jangan sampai Bapak Ibu terima sertifikat, habis itu ada yang datang dengan iming-iming, malah langsung dijual. Malah langsung laku, langsung gak punya tanah lagi nanti,” kata Anies Baswedan, Kamis (18/2/2019).

5 dari 6 halaman

4. Resmikan 3 JPO Senilai Rp 53 M

JPO Gelora Bung Karno dan JPO Bundaran Senayan, dua jembatan yang kini telah direvitalisasi oleh Anies Baswesdan. Selain untk menghadirkan fasilitas untuk masyarakat, Anies menyebut JPO dapat menjadi salah satu ikon Ibu Kota.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, JPO Bundaran Senanya, JPO GBK dan JPO Polda Metro secara resmi dibuka,” ucap Anies di Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Tak seperti JPO pada umumnya, dua jembatan yang baru saja diresmikan ini memiliki sejumlah kelebihan. Di antaranya memiliki lampu LED dan lampu sorot warna warni RGB, CCTV 24 jam, tong sampah, dan disertai lift yang ramah wanita hamil dan penyandang disabilitas.

“Saya selalu menggarisbawahi (JPO) dirancang untuk bisa ramah bagi disabilitas. Kesataraan fasilitas bagi semua warga ibu kota, kususnya penyandang disabilitas,” ujar dia.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

BMKG: Gempa Solok Selatan Dipicu Sesar Aktif yang Belum Terpetakan

Liputan6.com, Jakarta – Gempa tektonik bermagnitudo 5,6 mengguncang wilayah Kabupaten Solok Selatan, Kamis 28 Februari 2019. Hasil pemutakhiran parameter menunjukkan gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 5,3.

Episenter terletak pada koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 kilometer arah timur laut Kota Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, Propinsi Sumatera Barat, pada kedalaman 10 kilometer.

Menurut Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono, gempa Solok Selatan ini, merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan dan belum diketahui namanya.

“Pemicu gempa ini diduga berasal dari percabangan (splay) dari Sesar Besar Sumatra (The Great Sumatra Fault Zone), mengingat lokasi episenter gempa ini terletak sejauh 49 kilometer di sebelah timur jalur Sesar Besar Sumatera tepatnya dari Segmen Suliti,” jelas Daryono kepada Liputan6.com, Jumat (1/3/2019).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip).

“Jika memperhatikan peta geologi di lokasi episenter, tampak terlihat adanya pola kelurusan yang berarah barat laut-tenggara. Mengacu orientasi ini maka dapat dikatakan bahwa mekanisme gempa Solok Selatan ini berupa sesar geser dengan arah pergeseran menganan (dextral-strike slip fault),” ujar dia.

Dampak gempa ini guncangannya dirasakan di Solok Selatan mencapai skala intensitas V-VI MMI, Kota Padang III-IV MMI, Painan dan Padang Panjang II-III MMI, Payakumbuh Limapuluh Kota II MMI, Kepahyang I MMI. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Solok Selatan, lebih dari 343 bangunan rumah rusak dan sedikitnya 48 orang terluka akibat gempa ini.

“Catatan sejarah gempa besar di Segmen Suliti tidak banyak, tetapi pada bagian selatan Segmen Suliti yang berdekatan dengan Segmen Siulak dalam catatan sejarah pernah terjadi 2 kali gempa dahsyat, yaitu Gempa Kerinci 1909 (M=7,6) dan 1995 (M=7,0),” ucap Daryono.

2 dari 2 halaman

Sejarah Gempa 1909

Salah satu peristiwa gempa dahsyat di Perbatasan Sumatera Barat, Bangkulu, dan Jambi adalah gempa merusak yang terjadi pada 4 Juni 1909, sekitar 7 tahun setelah wilayah ini diduduki Hindia-Belanda.

“Gempa tektonik yang dipicu akibat aktivitas Sesar Besar Sumatera tepatnya di segmen Siulak ini berkekuatan M=7,6. Gempa ini menjadi gempa darat paling kuat yang mengawali abad ke-20 di Hindia-Belanda. Peristiwa gempa dahsyat ini banyak ditulis dan diberitakan dalam berbagai surat kabar Pemerintah Hindia Belanda saat itu,” terang Daryono.

Jumlah korban jiwa meninggal akibat gempa Kerinci saat itu sangat banyak mencapai lebih dari 230 orang. Sementara korban luka ringan dan berat dilaporkan juga sangat banyak.

“Sejarah gempa dahsyat yang melanda Kerinci tahun 1909 kemudian terulang kembali pada tahun 1995. Gempa Kerinci 1995 berkekuatan M 7,0 terjadi terjadi pada 7 Oktober 1995 yang mengakibatkan kerusakan parah di Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci,” kata Daryono.

Gempa ini menyebabkan 84 orang meninggal, 558 orang luka berat dan 1.310 orang luka ringan. Sementara 7.137 rumah, sarana transportasi, sarana irigasi, tempat ibadah, pasar dan pertokoan mengalami kerusakan.

Untuk itu, ia menilai ada pelajaran penting yang dapat dipetik dari peristiwa gempa di Solok Selatan termasuk catatan gempa Kerinci 1909 dan 1995. Bahwa, keberadaan zona Sesar Besar Sumatra harus selalu diwaspadai.

“Jika terjadi aktivitas pergeseran sesar ini maka efeknya dapat sangat merusak karena karakteristik gempanya yang berkedalaman dangkal dan jalur sesar yang berdekatan dengan permukiman penduduk,” ucap Daryono.


Saksikan video pilihan berikut ini: