Permintaan Terakhir Mubarok Sebelum Tewas Kena Ledakan Granat di Bogor

Liputan6.com, Jakarta – Suasana duka masih menyelimuti tempat tinggal Muhammad Ibnu Mubarok di Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bocah berusia 10 tahun ini meninggal dunia akibat terkena ledakan granat pada Kamis 14 Februari 2019 siang. Ledakan granat juga merenggut nyawa temannya, Muhammad Doni (14). Dia meninggal dunia beberapa jam kemudian setelah sempat di rawat di RSUD Leuwiliang.

Sementara temannya yang lain Khoirul Islami (10) menderita luka di bagian kaki.

Di mata ayahnya Muhammad Abdul Majid (42), Ibnu Mubarok dikenal sebagai sosok anak yang baik, patuh terhadap orangtua, dan pola pikirnya seperti orang dewasa.

“Kalau saya sedang kerja, tanpa disuruh dia nyamperin terus bantuin. Perilakunya beda sama kakak-kakaknya. Di sekolahnya juga gitu, rajin,” terang Abdul, Minggu (17/2/2019).

Bocah yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar ini juga rajin membaca Alquran dan salat lima waktu. Terlebih, semenjak dia menjadi seorang muazin di masjid yang dibangun ayahnya sebulan lalu, ia selalu datang ke masjid lebih awal.

“Dia baru sebulan jadi muazin. Setelah saya suruh jadi muazin, salatnya makin bersemangat. Datang ke masjid paling awal,” terang Abdul.

Abdul mengaku tidak memiliki firasat buruk. Namun ada satu permintaan anaknya yang tidak akan pernah ia lupakan. Seminggu sebelum insiden ledakan, anak bungsunya meminta berhenti bersekolah dan ingin belajar ilmu agama Islam di pondok pesantren.

“Enggak tahu alasannya kenapa tiba-tiba ingin berhenti sekolah dan memilih pesantren,” ucap Abdul dengan nada sedih dan berlinang air mata.

Pada saat itu Abdul keberatan dan meminta anaknya tetap bersekolah hingga lulus SD. Namun ia berjanji kepada Mubarok akan membangun pondok pesantren dekat rumahnya setelah anaknya lulus.

“Saya sempat bilang ke dia, beresin sekolah sampai SD, nanti bapak bikin pesantren. Kamu sama temen-temen bisa mondok disitu, jadi enggak perlu jauh-jauh pesantrennya,” kata dia.

Abdul memang berniat untuk membangun sebuah pondok pesantren. Bahkan lahan dan materialnya sudah dia persiapkan sejak beberapa tahum silam.

“Saya sudah persiapkan sedikit-sedikit materialnya buat pesantren, untuk anak-anak belajar ilmu agama lebih dalam,” terang Abdul.

2 dari 2 halaman

Martabak Terakhir

Kenangan yang tidak pernah dia lupakan adalah ketika anak keempat dari empat bersaudara ini membawakan martabak untuk sang ayah yang sedang berada di masjid.

“Sehari sebelum kejadian, malam jam 10-an dia datang. Pak, ini ade bawa kue. Masya Allah, itu malam terakhir saya dikasih kue. Saya engga nyangka,” ucap Abdul.

Beberapa jam sebelum ajal menjemput pun, Mubarok merengek minta diantarkan ke sekolah oleh kakaknya. “Memang suka dianterin, tapi kemarin itu ngerengeknya beda,” kata dia.

Namun, Abdul tak menyadari tanda-tanda itu adalah firasat bahwa Mubarok akan meninggal. Usai pulang sekolah, Mubarok tewas mengenaskan kena ledakan granat di samping rumahnya.

Granat berbentuk lonjong itu dipukul-pukul menggunakan batu hingga terjadi ledakan dan mengenai ketiga orang tersebut.

“Saat meledak kaca jendela dan bangunan rumah ikut bergetar, saya juga sampai kaget,” kata dia.

Saat keluar rumah, ia mendapati Mubarok dan dua temannya sudah terkapar bersimbah darah. Ketiganya kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan penanganan medis.

“Waktu di rumah napas anak saya sudah tersendat-sendat. Kalau dua temannya masih bisa mengerang kesakitan,” terang Abdul.

Mubarok dinyatakan sudah meninggal dunia. Doni dalam keadaan kritis hingga akhirnya meninggal dunia Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Semenjak kejadian itu, Abdul terlihat murung. Dia kerap menyendiri di belakang masjid. Tak hanya itu, Siti Nurhasanah (41), ibu Mubarok pun selalu menitikkan air mata kerap kali ditemui kerabat dan tetangganya.

Siti mengaku saat kejadian dirinya tengah mengajar di sekolah madrasah. Namun ia sudah beberapa kali membuang granat tersebut meskipun awalnya benda tersebut dikira onderdil kendaraan.

“Pertama saya umpetin di dapur. Kedua saya buang ke tempat sampah. Saya engga tahu kalau itu bom, tapi pas dipegang berat juga,” kata dia.

Menurut Siti, bahan peledak itu ditemukan anaknya saat lari pagi di lapangan tembak, tempat anggota TNI/Polri latihan menembak pada 3 Februari 2019.

“Sama dia dibawa pulang. Disimpan di lemari pakaian, kadang dibawa-bawa ngaji. Mungkin dia enggak tahu kalau itu bom,” kata dia.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Debat Capres Kedua, TKN Pamer Capaian 4 Tahun Pemerintahan Jokowi

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin optimistis capres mereka unggul di debat Pilpres 2019 kedua. Mereka memamerkan capaian kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla selama 4 tahun terakhir.

“Kinerja pemerintahan Jokowi-JK 4 tahun terakhir ini patut diacungkan jempol, berbagai capaian dirasakan langsung oleh masyarakat mulai dari pencapaian di bidang energi listrik misalnya, sudah mencapai 97,13% dan diharapkan mencapai 100% di pemerintahan saat ini,” ujar Wakil Direktur Kampanye TKN, Daniel Johan kepada wartawan, Minggu (17/2/2019).

Daniel mengatakan pemerintah juga telah mengambil alih sumber-sumber minyak sehingga pengelolaannya dilakukan sendiri oleh BUMN Pertamina seperti Blok Mahakam. Dia melanjutkan, divestasi Freeport hingga 51% tidak pernah terjadi sebelumnya.

Di bidang infrastruktur, lanjut Daniel, kinerja para menteri Jokowi siang malam terus dilakukan demi masyarakat. Dia berbicara data-data pembangunan jalan.

“Pembangunan jalan sepanjang 3.432 kilometer, jalan tol sepanjang 947 kilometer, jembatan sepanjang 39,8 kilometer, pembangunan jalan jalur kereta api di Jawa dan luar Jawa, LRT dan MRT sebagai bagian untuk peningkatan mutu pelayanan transportasi masyarakat agar mobilitas semakin mudah,” tutur Daniel.

Selain itu, Daniel membanggakan pembangunan infrastruktur pertanian di era Jokowi. Dia membeberkan produksi-produksi sejumlah komoditi.

“Begitu pula dengan infrastruktur pertanian mulai dari pembangunan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produksi, baik padi, jagung, kedelai dan komoditi lainnya salah satunya adalah pemerintah melalui 3 kementerian telah membangun 5.121 embung. Pemerintah juga membangun 860.015 hektare jaringan irigasi, dan jutaan ha irigasi lama yang telah direhabilitasi,” tutur Wasekjen PKB itu.

Wakil Ketua Komisi IV DPR itu juga memerinci pembangunan sejumlah bandara di era Jokowi. Menurutnya, Jokowi menciptakan kemudahan dan memperkuat konektivitas antarwilayah dengan pembangunan sejumlah bandara baru.

“Pembangunan bandara baru hingga 2018 sudah 10 bandara baru, hal ini untuk memperkuat konektivitas antar-wilayah (negara kepulauan). Sudah 19 pelabuhan yang dibangun, hasilnya terjadi peningkatan kapasitas pengangkutan barang dari sebelumnya (2014) hanya 16,7 juta TEUs/th pada tahun 2017 19,7 juta TEUs/th,” ucap Daniel Johan.

Daniel Johan lantas menyoroti sektor pangan. Pemerintah, katanya, telah bekerja keras dalam menekan inflasi di bidang pangan yang mana contohnya ialah harga-harga yang terjangkau terutama saat hari raya. Meski demikian, Daniel menyebut pemerintah masih punya target-target selanjutnya untuk dicapai.

“Target berikutnya yang penting adalah dilakukannya pembangunan infrastruktur jalan di desa-desa basis produksi dan peningkatan pendapatan petani melalui hilirisasi, penguatan SDM dan teknologi dalam pengelolaan sumber daya alam oleh kekuatan industri dalam negeri, termasuk sawit sebagai kekuatan energi masa kini dan masa depan bagi Indonesia dan dunia di mana Indonesia adalah kekuatan nomor 1 dunia,” ucap dia.

“Kita juga harus meningkatkan daya saing produk dalam negeri sehingga bernilai tinggi, ekspor produk yang dihasilkan bukan bahan baku namun barang jadi atau paling tidak barang setengah jadi,” katanya.


(gbr/ibh) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Wilayah di Jakarta Tergenang

Jakarta – Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (16/2) hingga Minggu dini hari ini membuat sejumlah wilayah tergenang air. Genangan air mulai dari 10 centimeter hingga 40 centimeter.

Diinformasikan BPBD DKI Jakarta, Minggu (17/2/2019), sejumlah jalan di 4 wilayah DKI Jakarta tergenang air. Beberapa genangan sudah surut.

Jalanan di wilayah Jakarta Selatan paling banyak tergenang. Genangan akibat curah hujan tinggi. Berikut data genangan air di wilayah Jakarta yang disampaikan BPBD DKI Jakarta:


Jakarta Barat
1. Jl Taman Alfa Indah, Kel. Joglo, Kec Kembangan (tergenang 10-15 cm). Sudah surut.

Jakarta Selatan
1. Jl MT Haryono, bawah flyover Pancora, (tergenang 10-15 cm). Sudah surut.
2. Jl Kemang Utara IV, Kelurahan Pela Mampang (tergenang 10-20 cm).
3. Jl Ciledug Raya, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama (tergenang 20-40 cm).
4. Jl Kebon Mangga, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama (tergenang 20-40 cm).
5. Jl Pancoran Barat (tergenang 10-15 cm).
6. Jl Swadarma Utara, Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan (tergenang 30 cm).
7. Jl Pengadegan Utara Raya, Pancoran (tergenang 10-20 cm). Saat ini sudah surut
8. Jl Iskandar Muda depan Gandaria City, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama (tergenang 10-15 cm). Sudah surut.

Jakarta Timur
1. Jl Kelapa Gading, Kramatjati (tergenang 40 cm).
2. Jl Cililitan Besar, Kramatjati (tergenang 10-15 cm). Sudah surut.
3. Jl Perindustrian, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar (tergenang 10-20 cm). Sudah surut.

Jakarta Utara
1. Jl Pantai Sanur Vi, Kelurahan Ancol, Pademangan (tergenang 10-20 cm).

(gbr/gbr) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Data Soal Produksi Beras dan Jagung Dinilai Memuaskan

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dinilai telah cukup berhasil membenahi tata kelola informasi produksi pertanian dibandingkan era sebelumnya.

Demikian dikemukakan anggota Komisi IV DPR RI I Made Urip, Sabtu (16/8/2019).

Urip menuturkan, penataan informasi pertanian itu terbukti dengan ketegasan Presiden Joko Widodo mengembalikan segala sumber datanya kepada Badan Pusat Statistik (BPS).

“Misalnya data beras, kan tetap stoknya lebih. Perbedaannya kan cuma hitungan kuantitasnya sebelum disampaikan resmi oleh BPS,” ucap Urip.

Menurut Urip, kalaupun terjadi selisih akurasi jumlah ketersediaan beras nasional, lebih kepada aspek teknis menyangkut metodologi perhitungan di lapangan saja.

Namun untuk yang pembahasan substantif terkait ketersediaan serta hasil produksinya, secara nyata telah terbukti memuaskan dengan surplus beras di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Yang terjadi kan sudah lama sebelum pemerintahan Joko Widodo banyak data, ternasuk pertanian, tidak terungkap jelas. Justru sekarang kita semua tahu,” ujar Urip.

Oleh sebab itu, Urip menampik tudingan bahwa pada masa pemerintahan Joko Widodo terjadi kesemrawutan data pertanian subsektor beras.

“Pikiran keliru kalau mengatakan data pertanian, seperti beras, tidak akurat. Sekarang kan justru semua transparansi informasi datanya,” kata Urip.

Sedangkan Dekan Fakultas Pertanian IPB Suwardi menyoroti mengenai pembahasan impor jagung yang menjadi polemik beberapa waktu lalu.

Suwardi mengungkapkan, data produksi jagung memang menunjukkan surplus. Kendati begitu, bukan jaminan bahwa surplusnya stok jagung mampu memenuhi segala kebutuhan konsumsi nasional.

2 dari 2 halaman

Kendala Distribusi

Dia berpendapat, ada faktor distribusi yang dapat saja menjadi kendala. Sedangkan kebutuhan jagung, misalnya untuk pakan ternak, memerlukan kuota amat besar dan cepat.

“Distribusi memerlukan waktu dan juga harga mungkin lebih mahal dari pada impor. Ini kebutuhan khusus yang mungkin perlu impor. Jadi impor untuk tujuan tertentu bisa diperlukan supaya industrinya baik,” kata Suwardi.

Sementara itu, pengamat ekonomi pertanian IPB Adi Hadianto beranggapan, impor pangan strategis seperti beras dan jagung dapat saja merupakan cara harus dilakukan pemerintah untuk memenuhi permintaan ketika pasokan dalam negeri tidak cukup. 

Sebelumnya, calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan pasangannya Sandiaga Uno mulai kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo jelang debat calon Presiden kedua tanggal 17 Februari yang membahas energi, pangan, infrastruktur, SDA dan lingkungan.

Untuk sektor pertanian, Prabowo dan Sandiaga mengatakan bahwa pemerintah tak mempunyai data akurat sehingga gemar impor pangan, seperti beras dan jagung yang padahal disebutkan surplus.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Benarkah Pertamina Memonopoli Avtur? Ini Datanya

Jakarta – PT Pertamina (Persero) tengah disorot karena disebut memonopoli bisnis avtur. Harga avtur yang dijual Pertamina juga dinilai mahal hingga mempengaruhi tingginya harga tiket pesawat.

Namun, benarkah Pertamina memonopoli bisnis avtur ini?

Sejatinya, pemerintah sudah sejak lama membuka peluang bagi badan usaha manapun untuk melakukan penjualan dan penyediaan avtur di bandara. Artinya, tak hanya Pertamina yang bisa melakukannya.

Hal ini tercantum dalam aturan dari Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) Nomor 13/P/BPH Migas/IV/Tahun 2008 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 17 K/10/MEM/2019.

“Kegiatan usaha Penyediaan dan PendistribusianBBM Penerbangan terbuka di setiap Bandar Udara bagi seluruh Badan Usaha yang memenuhi persyaratan dengan tetap memperhatikan prinsip persaingan sehat, wajar dan transparan,” bunyi Pasal 2 aturan tersebut, seperti dikutip Sabtu (16/2/2019).

Badan Usaha yang akan melakukan kegiatan penyediaan dan pendistribusian avtur wajib memiliki atau menguasai jaringan penyediaan dan pendistribusian avtur dan internasional untuk menjamin kontinuitas suplai.

Badan usaha juga wajib memiliki pengalaman sendiri dalam kegiatan pelayanan pengisian pesawat udara (into plane services) sekurang-kurangnya di tiga bandar udara
internasional. Serta melaporkan secara tertulis rencana kegiatan penyediaan dan pendistribusian avtur kepada badan pengatur.

Sementara bagi badan usaha yang belum mempunyai pengalaman wajib bekerjasama dengan pihak lain yang telah berpengalaman dalam kegiatan pelayanan pengisian pesawat udara (into plane services) sekurang-kurangnya di tiga Bandar Udara internasional.

Dalam situs BPH Migas sendiri tercatat ada 9 badan usaha pemegang merek dagang untuk avtur. Dari 9 Badan Usaha pemegang merek avtur tersebut, Pertamina memegang dua merk dagang.

Badan usaha pemegang merek badan usaha tersebut ialah PT AKR Corporindo Tbk, PT Bumi Asri Prima Pratama, PT Khatulistiwa Raya Energu, PT Pertamina Patra Niaga, PT Puma Energy Indonesia, PT Jagad Energy, PT Oil Tanking Merak, PT Pertamina (Persero), dan PT Tunas Maro Indah.

Daftar Badan Usaha Pemegang Merek AvturDaftar Badan Usaha Pemegang Merek Avtur Foto: BPH Migas

Jika aturan ini telah ada sejak 2008, maka pertanyaannya adalah mengapa sampai saat ini tidak ada pihak swasta yang masuk ke bisnis tersebut dan Pertamina malah disebut memonopoli bisnis? Padahal, harga jual avtur ini ditetapkan secara business to business (b to b) terhadap pihak maskapai.

Harga jual avtur untuk setiap maskapai ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak yakni antara badan usaha sebagai penyedia dan maskapai penerbangan sebagai konsumen.

(fdl/ara)

Said Aqil Anggap Puisi Fadli Lecehkan Mbah Moen, BPN: Politis!

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta semua pihak untuk berhenti ‘menggoreng’ isu puisi Fadli Zon berjudul ‘Doa yang Ditukar’. BPN menilai penggorengan isu puisi Fadli Zon ini bermuatan politis.

Hal tersebut disampaikan juru bicara BPN Andre Rosiade. Andre awalnya menyebut keterangan Fadli Zon soal puisi tersebut yang tidak ditujukan kepada Mbah Moen sudah clear dan keluarga Mbah Moen tidak mempermasalahkan hal tesebut.

“Bagi siapapun juga, kita tahulah yang menggoreng-goreng ini adalah pendukung Jokowi-Ma’ruf. Bagi saya ini pendukung Jokowi-Ma’ruf yang ingin menggoreng-goreng. Mbah Maimoen saja tidak mempermasalahkannya dan menganggap masalah ini udah selesai. Karena keterangan Bang Fadli itu clear,” ujar Andre kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

Andre menilai ada upaya masif untuk menurunkan elektabilitas Prabowo-Sandi. Menurutnya, upaya menggoreng isu puisi Fadli ini bermuatan politis.

“Tapi memang kami akui ada upaya untuk menggoreng sedemikian rupa secara masif agar untuk men-downgrade survei Pak Prabowo dan Bang Sandi ini. Jadi tujuannya apa? Tujuannya politik, untuk men-downgrade elektabilitas Pak Prabowo dan Bang Sandi karena survei Pak Jokowi menurun terus, insyaallah akhir Februari ini udah disalip,” ujarnya.

“Nah isu penggorengan puisi ini salah satu strategi agar suara Pak Prabowo tidak naik dan juga suara Pak Jokowi tidak turun terus. Karena insyaallah akhir bulan ini sesuai prediksi sudah crossing di mana Pak Prabowo sudah unggul dari Pak Jokowi di akhir Februari,” imbuh Andre.

Andre lalu meminta seluruh pihak untuk berhenti menggoreng isu puisi Fadli yang menurutnya sudah clear. Ia mengimbau untuk adu gagasan dan program karena itulah yang menurutnya diinginkan oleh rakyat.

“Sudahlah, saya mengimbau ke seluruh pihak, mari kita mengakhiri, mari kita bermain dalam ranah adu gagasan, adu program, adu visi misi. Yang diinginkan rakyat seperti itu, bukan lagi terus menggoreng soal puisi,” ungkap Andre.

“Nah, saya bingung, masih ada yang terus menggoreng. Maksud tukang goreng ini apa kalau bukan politis? kalau bukan ingin mendiskreditkan Bang Fadli dengan tujuan agar tadi, crossing itu bisa gagal di akhir Februari nih, supaya Pak Prabowo tidak berhasil menyalip Pak Jokowi di akhir Februari,” lanjutnya.

Pihak yang menurutnya terus menggoreng isu ini disebut Andre untuk kepentingan pilpres. Politikus Gerindra ini menilai pihak tersebut berharap ada yang terprovokasi sehingga elektabilitas Prabowo tidak menyalip Jokowi.

“Tujuannya politis, tujuannya pemilu, tidak lebih tidak kurang. Karena Bang Fadli sudah menjelaskan secara clear, keluarga Mbah Maimoen juga sudah clear, sekarang yang ada siapa? Tukang goreng. Tukang goreng itu kepentingannya apa? Untuk kepentingan pilpres. Bang Fadli orangnya Pak Prabowo, digoreng sedemikian rupa dengan harapan ada yang terprovokasi, keluarga NU ada yang terprovokasi, sehingga elektabilitas Pak Prabowo tidak menyalip Pak Jokowi. Kan itu saja cara mainnya,” pungkasnya.

Said Aqil. Said Aqil. Foto: Grandyos Zafna

Sebelumnya, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, menegaskan NU marah besar terhadap Fadli Zon yang menciptakan puisi ‘Doa yang Ditukar’. PBNU menyebut puisi Fadli sengaja untuk melecekan KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

“NU marah, NU marah, Kiai Maimoen dilecehkan,” tandas Said kepada wartawan di Rakornas ke-IV NU Care-Lazisnu di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (15/2).

Said menilai Fadli tidak mencerminkan sebagai orang yang beradab dan berakhlak. Said menyebut sebagai orang yang lebih muda, Fadli seharusnya menghormati orang tua. Apalagi Mbah Moen merupakan tokoh ulama sepuh.

“Kiai Maimoen kiai sepuh, sudah 94 tahun usianya. Allah itu menghormati orang yang usianya sudah lebih dari 80 tahun, sudah di pangkuan Tuhan itu namanya. Tapi ada seorang manusia, masih muda, melecehkan orang tua, seperti apa coba, orang itu beradab apa tidak,” kata Said.

“Bagi PBNU, kita harapkan sebenarnya Fadli Zon sadarlah, orang berbudaya, beradab, berakhlak, tinggal minta maaf saja ngapa sih beratnya. Kalau tidak mau, ya terserah kalau ingin kualat, tapi paham kualat nggak ya dia,” lanjutnya.
(azr/bag)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cak Imin: PKB Tak Mau Ikut Persaingan dengan Tema Agama di Pilpres

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan partainya berupaya menjaga suasana Pilpres 2019. Salah satu caranya dengan tidak ikut dalam persaingan yang membawa embel-embel agama. 

“PKB tidak mau masuk pada perseteruan atau persaingan yang menggunakan tema-tema agama,” kata Cak Imin di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR, Jalan Widya Chandra IV Nomor 23, Jakarta Selatan, Jumat (15/2).

Cak Imin menegaskan pihaknya tidak akan berkecimpung dalam persoalan yang bisa memperkeruh suasana. Kata dia, PKB justru akan memberikan penjelasan konkret terkait suatu isu. 

“Kita tidak pernah masuk bahkan kita mengendorkan syaraf-syaraf ketegangan, melalui penjelasan-penjelasan yang lebih konkret tentang agama.  Sehingga agama itu justru menjadi rahmat bukan menjadi ancaman bahaya perpecahan,” kata dia. 

Cak Imin juga mengatakan, partainya akan fokus pada program-program. Terutama program pemerintahan selama lima tahun kedepan. 

“Yang kedua tentu kita konsentrasi pada program saja. Program pada rencana lima tahun kedepan pada prestasi-prestasi fokus,” ucapnya. 

 

 

 

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Said Aqil: Ahmad Dhani Bukan Warga NU!

Yogyakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menegaskan bahwa Ahmad Dhani bukan lagi keluarga NU. Menurut Said, Ahmad Dhani sudah terang-terangan menghina NU.

“Sudah menghina NU, bukan warga NU dong,” kata Said kepada wartawan di sela Rakornas ke-IV NU Care-Lazisnu di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (15/2/2019).

Said menyebut Dhani telah menghina NU setelah mengaitkan NU dan PSIP dengan Nasakom (nasionalis, agama, komunis).

“Nyatakan soal nasakom, NU dan PDIP itu,” jelasnya.
Said pun menyinggung ketika Dhani pernah dibela oleh Gus Dur dan PBNU. Yakni pada tahun 2005 silam saat Dhani bersama grup band Dewa diprotes oleh FPI karena sampul album ‘Laskar Cinta’ dinilai bermuatan kaligrafi dan dituding menginjak-injak karpet merah dengan kaligrafi bertuliskan Allah saat konser eksklusif Dewa di Trans TV.

“Dulu pernah dia itu diprotes oleh FPI karena nyanyi karpetnya konon tulisan kaligrafi, dibela oleh Gus Dur, Pak Hasyim Muzadi waktu itu, saat itu saya juga. Lalu Dhani dekati PB (Pengurus Besar NU) dan masuk pengurus seni budaya di PBNU,” ulas Said.

Diberitakan sebelumnya, Dhani diakui sebagai warga NU oleh putra Pengasuh Ponpes KH Wahab Hasbulloh Tambak Beras, Jombang, Kiai Wahib Wahab atau Gus Aam.

Usai menjalani sidang lanjutan kasus ‘idiot’ di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (14/2/2019), Ahmad Dhani menerima serban putih dari Gus Aam Wachid Wahab. Tidak hanya sekadar memberikan serban, pria yang mengaku cucu dari salah satu pendiri NU itu juga bercerita sepintas soal suami Mulan Jameela tersebut.

“Beliau ini orang Surabaya. Beliau juga Nahdlatul Ulama, warga Nahdlatul Ulama,” kata Gus Aam usai memberikan serban putih di Ruang Cakra PN Surabaya, Jalan Arjuna, Kamis (14/2/2019).
(sip/sip)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp 5.275 Triliun

Jakarta – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal IV-2018 tercatat US$ 376,8 miliar atau sekitar Rp 5.275,2 triliun (kurs Rp 14.000/dolar AS).

Utang tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 186,2 miliar, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar US$ 190,6 miliar.

Dalam keterangan resmi Bank Indonesia (BI), posisi ULN meningkat US$ 17,7 miliar dibandingkan dengan posisi pada akhir triwulan sebelumnya karena neto transaksi penarikan ULN dan pengaruh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sehingga, utang dalam rupiah yang dimiliki oleh investor asing tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS.

“Secara tahunan, ULN Indonesia pada akhir triwulan IV-2018 tumbuh 6,9% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada akhir triwulan sebelumnya sebesar 4,2% (yoy). Peningkatan pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari pertumbuhan ULN pemerintah maupun ULN swasta,” tulis keterangan tersebut, Jumat (15/2/2019).

Posisi ULN pemerintah pada akhir triwulan IV 2018 tercatat US$ 183,2 miliar, meningkat US$ 7,1 miliar dibandingkan dengan posisi pada akhir triwulan sebelumnya.

“Peningkatan tersebut terutama karena kenaikan arus masuk dana investor asing di pasar SBN domestik sejalan dengan perekonomian domestik yang kondusif dan imbal hasil yang tetap menarik, serta ketidakpastian pasar keuangan global yang sedikit mereda,” bunyi keterangan tersebut.

“Selain itu, peningkatan tersebut juga dipengaruhi oleh penerbitan SBN valuta asing dalam rangka pre-funding fiskal tahun 2019. Secara tahunan, ULN pemerintah pada akhir triwulan IV 2018 tumbuh 3,3% (yoy),” tambahnya.

Sementara, posisi ULN swasta pada akhir triwulan IV 2018 meningkat US$ 10,6 miliar dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh peningkatan posisi kepemilikan surat utang korporasi oleh investor asing.

ULN swasta sebagian besar dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 73,8%. Secara tahunan, ULN swasta pada akhir triwulan IV 2018 tumbuh meningkat sebesar 10,9% (yoy).

“Struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Desember 2018 yaitu sebesar 36%. Rasio tersebut masih berada di kisaran rata-rata negara peers. Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,3% dari total ULN,” tutupnya.

(ang/ang)

BPS: RI Alami Defisit Neraca Dagang USD 1,16 Miliar pada Januari 2019

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD 1,16 miliar pada Januari 2019. Defisit tersebut salah satunya disebabkan oleh turunnya ekspor Indonesia di awal tahun.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada Januari 2019, total ekspor Indonesia sebesar USD 13,87 miliar. Angka ini turun 4,74 persen dibandingkan Januari 2018 yang sebesar USD 14,55 miliar dan Desember 2018 yang sebesar USD 14,33 miliar.

Sementara untuk impor, pada Januari 2019 tercatat sebesar USD 15,03 miliar. Angka ini juga turun 2,19 persen dibandingkan Desember 2018.

“Maka necara perdagangan pada Januari 2019 mengalami defisit sebesar USD 1,16 miliar,” ujar dia di Kantor BPS Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Suhariyanto menyatakan, defisit pada Januari 2019 ini sedikit meningkat dibandingkan dengan defisit pada Desember 2018 yang sebesar USD 1,03 miliar.

“Defisit di Januari 2019 ini disebabkan oleh defisit migas sebesar USD 454 juta dan juga defisit nonmigas sebesar USD 704 juta,” kata dia.

Selain itu, menurut dia, d‎ari Desember 2018 ke Januari 2019, harga beberapa komoditas nomigas mengalami kenaikan, tapi ada juga yang menurun.

2 dari 2 halaman

Kuartal I 2019, BI Prediksi Neraca Transaksi Berjalan Masih Defisit

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan pada kuartal IV 2018 sebesar USD 9,1 miliar atau 3,57 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan demikian, defisit transaksi berjalan mencapai sebesar USD 31,1 miliar atau 2,98 persen dari PDB pada 2018.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik BI, Yati Kurniati mengatakan, cukup sulit untuk memperbaiki posisi defisit transaksi berjalan dalam waktu dekat. BI memperkirakan  defisit masih akan terjadi pada kuartal I 2019.

“Tantangan masih tinggi, transaksi berjalan tetap akan defisit (di triwulan I-2019) masih lihat beberapa perkembangan terakhir lagi apakah ada tanda tanda reborn untuk beberapa komoditi ekpor utama. Tantangan masih tinggi,” kata Yati di Kantornya, Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

Meski demikian, defisit transaksi berjalan diperkirakan lebih rendah pada 2019 daripada tahun 2018 yakni turun menuju kisaran 2,5 persen dari PDB.

Langkah tersebut tentu saja tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah dan Bank Indonesia.

“Itulah sebabnya kebijakan pemerintah terkait memperbaiki CAD selama ini untuk diharapkan bisa membantu. Sementara dari sisi ekspor barang primer melambat tapi ada dorongan dari ekspor manufaktur maupun jasa-jasa. Dapat segera terealiasi sehingga ke depan 2019 akan bisa lebih baik dengan kondisi sekarang,” ujar dia.

Perlu diketahui, peningkatan defisit transaksi berjalan pada 2018 dipengaruhi oleh penurunan kinerja neraca perdagangan barang non migas akibat masih tingginya impor sejalan dengan permintaan domestik yang masih kuat di tengah kinerja ekspor yang terbatas.

Meskipun demikian, kinerja neraca pendapatan primer dan neraca jasa yang lebih baik dapat membantu mengurangi kenaikan defisit.


 Saksikanh video pilihan di bawah ini: