Ma’ruf Amin Tiba di Lokasi Debat Bareng Istri

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin sudah meninggalkan kediamannya di Jalan Situbondo (Rumah Situbondo), Menteng, Jakarta Pusat. Ma’ruf menuju ke lokasi debat untuk menyaksikan debat antara Capres Joko Widodo (Jokowi) dengan Capres Prabowo Subianto.

Pantauan di kediaman Ma’ruf di Jalan Situbondo nomor 12, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019), Ma’ruf tampak meninggalkan kediaman sekitar pukul 18.50 WIB.

Ma’ruf tampak didampingi istri saat berada di dalam mobil Alphard hitam dengan plat B 5 RMA, yang mengantarnya ke Hotel Sultan. Tidak ada pernyataan yang disampaikan Ma’ruf ke awak media, dia hanya melambai sembari tersenyum.

Sebelumnya, Ma’ruf mengatakan bahwa dirinya yakin Joko Widodo akan lancar dalam debat capres 2019 putaran kedua. Ma’ruf menyebut Jokowi sudah mendalami masalah dengan pengalaman, bukan hanya membaca buku.

“Saya yakin dia bakal sangat lancar. Sebab, dia bukan membaca buku, tapi mengalami, berada dalam proses, implementasi. Isu-isu yang kemudian menjadi semacam harus berbuat apa, itu sudah langsung dieksekusi di lapangan,” kata Ma’ruf di kediamannya.

Sekitar pukul 19.06 WIB Ma’ruf pun tiba bersama istri di lokasi debat. Keduanya nampak serasi menggunakan kostum putih dan sempat melambaikan tangan ke awak media.

Sementara itu, Jokowi mengaku santai menghadapi debat capres kedua. Jokowi pun sempat tidur siang.

“Dilihat situasi saja, kalau saya gitu ingin santai aja,” ujar Jokowi dalam jumpa pers bersama keluarga di Istana, Minggu (17/2)

Selain sempat tidur siang, Jokowi mengaku sempat dipijat istrinya Irian Widodo. “Mau berangkat dipijitin,” sebutnya.
(nvl/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi: Prabowo Akan Serang Impor Pangan dan Lifting Minyak

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin sudah memprediksi serangan dari capres Prabowo Subianto. Jokowi pun sudah siapkan beberapa jawaban atas pertanyaan tersebut.

“Insyallah sudah disiapkan semua jawabannya, dan penjelasannya oleh Pak Jokowi, termasuk hal-hal yang kita prediksi, menjadi serangan, atau attack dari Pak Prabowo itu, sudah disiapkan jawabannya,” ucap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani di Hotel The Sultan, Jalan Gatot Subroto, Minggu (17/2/2019).

Jokowi bersama dengan TKN dan tim ahli sudah menjalankan beberapa simulasi debat. Dalam simulasi itu, serangan yang akan dilancarkan oleh Prabowo seperti isu pangan dan energi.


“Kalau kita ikuti apa yang berkembang di media arus utama, media sosial. Kan soal pangan, impor pangan. Kemudian kalau energi, itu soal lifting minyak yang tidak tercapai. Tapi kita lihat apakah itu atau lain,” ucap Arsul.

Arsul menyebut Jokowi sudah mempersiapkan Debat Kedua dengan baik. Dia mempersiapkan soal materi dan gaya panggung.

“Dalam rangka debat capres yang ke dua. Pak Jokowi siapkan diri dengan sebaik-baiknya. Ada dua hal, pertama refresh hal terkait materi yang akan jadi materi debat, energi, pangan infrastruktur, lingkungan hidup. Kedua, terkait teknik debat, gaya apa yang akan diadakan,” kata Arsul.

Soal gaya, Arsul tidak mau membocorkan laku Jokowi saat dipanggung. “Kita sama-sama lihat. Nggak seru kalau dibocorkan. Yang jelas, Pak Jokowi persiapkan sebaik -baiknya. Bahwa debat ini sersan, serius tapi santai,” ucapnya.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(aik/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Moeldoko: Setahun Terjadi Penyusutan Lahan 128 Ribu Hektar

Liputan6.com, Jakarta Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko mengakui jika persoalan alih fungsi lahan masih menjadi masalah serius karena menyangkut ketahanan pangan. Sebab, setiap tahun lahan di Indonesia telah menyusut hingga mencapai 100 ribuan per hektar.

“Karena sekarang ini, satu sisi jumlah penduduk kita semakin banyak, pada sisi yang lain ada penyusutan luas lahan baku kurang lebih 128 ribu hektar dalam satu tahun. Ini kondisi ini harus disiasati,” kata Moeldoko di Kantor HKTI, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Dia mengatakan, berbagai persoalan lahan kerap muncul sehingga menjadi isu nasional yang hangat. Adapun penyebab terjadinya penyusutan tersebut juga karena infrastruktur pertanian saat ini dinilai kurang tertangani dengan baik.

“(Infrastruktur pertanian) kurang tertangani dengan baik sehingga apa?. Lahan-lahan yang ada sekarang itu kurang begitu produktif karena pengairannya tidak terencana dengan baik,” jelas dia.

Terkait alih fungsi lahan, pemerintah sudah menyadari akan hal tersebut. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) mencatat 150.000 sampai 200.000 hektare lahan tiap tahun beralih fungsi.

Kementerian ATR ingin segera ada peraturan presiden (Perpres) untuk menghentikan alih fungsi lahan ini.

Sementara, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) luas lahan baku sawah terus menurun. Pada 2018, luas lahan tersisa 7,1 juta hektare, turun dibanding 2017 yang masih 7,75 juta hektare.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Nasdem: Impor Pangan Akibat Konversi Lahan Pertanian

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Johnny G Plate menilai impor pangan masih dilakukan karena konversi lahan pertanian saat ini masih terjadi hingga 30 persen.

“Konversi lahan ini tidak pernah dibuka dari Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Di atas kertas lahan seakan bertambah, tapi di lapangan tidak,” kata Johny dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019. 

Konversi lahan ini, jelas Johnny, terkuak saat debat menteri dalam rapat kabinet. Dalam rapat itu juga diputuskan untuk mengimpor. “Makanya kita berterimakasih, Pak Jokowi berhasil membuka masalah itu. Itu produksi menurun karena lahannya yang berkurang,” ucap dia.

Lebih jauh Johnny menambahkan, impor itu dilakukan agar harga pangan di pasaran stabil.

Dia mencontohkan, bila produksi pangan berkurang dan kebutuhan naik maka harga beras di pasaran akan tinggi.

“Tugas pemerintah adalah menstabilkan harga,” kata dia seperti dilansir dari Antara. 

Belakangan, Johnny menyebut, banyak berpandangan total produksi pangan dalam negeri melebihi kebutuhan. Faktanya, hingga saat ini, produksi pangan belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Produksi tidak sesuai dengan kebutuhan, karena konversi lahan,” imbuhnya.

Saat Sandiaga Bicara Pengalaman Stabilkan Harga Bahan Pokok di DKI

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno meceritakan pengalamannya menstabilkan harga bahan pokok di DKI Jakarta pada bulan Ramadan 2018. Ketika itu dia masih menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

Awalnya, Sandiaga mengatakan banyak warga dan petani yang bertanya soal visi misi capres cawapres nomor urut 02 soal produksi pangan. Dia menjelaskan masalah pangan yang dihadapi saat ini adalah produksi dan konsumsi.

“Masalah yang dihadapi dua, dari segi produksi dan konsumsi. Dari produksi para petani ingin betul-betul mengetahui secara mendalam apa visi misi Prabowo-Sandi. Visi Indonesia Menang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menopang produksi pangan nasional sehingga kita punya kemampuan untuk mandiri, swasembada dan tidak semuanya harus mengimpor,” ujar Sandiaga di Papa Bro Cafe, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (17/2/2019).


Sementara itu, dari segi konsumsi, Sandiaga mengatakan banyak masyarakat yang ingin mengetahui apakah Prabowo-Sandi mampu meyakinkan warga bahwa harga-harga pokok stabil. Pada saat inilah Sandiaga ‘memamerkan’ suksesnya menstabilkan harga di DKI Jakarta.

Dia mengatakan, salah satu kunci stabilnya pangan adalah proses pendistribusian yang transparan.

“Saya sudah berpengalaman di Jakarta menstabilkan harga-harga bahan pokok selama bertugas di Jakarta, dan dari segi distribusinya, distribusi ini sangat penting, harus kita hadirkan distribusi yang sederhana, terbuka, dan berkeadilan. Sehingga petaninya sejahtera, pedagangnya untung, dan para konsumen tersenyum. Itu yang menjadi fokus dari isu pangan,” paparnya.

Sandiaga kemudian bicara soal permasalahan RI di sektor energi. Menurut dia, sumber energi di Indonesia melimpah tapi belum dioptimalkan secara maksimal.

“Tapi kenapa harga listrik dirasakan mahal oleh masyarakat? Ini harus kita inovasikan melalui solusi energi terbarukan dan solusi-solusi untuk membangkitkan kemampuan kita menghadirkan energi yang selama ini belum optimal digunakan pemerintah untuk memastikan pengelolaan energi kita menuju ke swasembada energi,” terangnya.

Sebelumnya, pada pertengahan Juni 2018 silam, Sandiaga memang menyampaikan pada lebaran tahun lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berhasil menjinakkan harga pangan di Ibu Kota. Selain harga bahan pokok yang terkendali, Sandiaga juga memamerkan keberhasilan Pemprov DKI meredam inflasi di Ramadan.

Sandi mengungkapkan inflasi pada bulan Mei 2018 turun dibandingkan tahun 2017. Tahun 2018, ketika Sandiaga masih menjadi Wagub DKI, inflasi pada bulan Mei atau awal Ramadan adalah 0,45 persen (month to month).

“Jadi dibandingkan tahun lalu yang 0,49 persen kita turunnya hampir 10% dan kalau dibandingkan year to date angka kita juga lebih rendah, karena year to date tahun lalu adalah 1,85 persen, sekarang year to date kita angkanya di 1,41 persen. Berarti ini sudah kita kendalikan mulai dari Januari sampai Mei,” kata Sandiaga 19 Juni tahun lalu.
(idn/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Minta Sandiaga Tak Hadir di Debat Capres Kedua, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta – Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Wapres nomor urut 02 Sandiaga Uno tak akan hadir dalam sesi debat capres kedua Minggu malam ini di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta.

Ketidakhadiran Sandi itu disebutkannya merupakan titah dari Prabowo, yang meminta Sandi untuk jadi penyambung lidahnya langsung dengan para pendukungnya di sejumlah titik.

“Jadi Bang Sandiaga nanti ada di daerah Bogor-Jakarta, setelah dan sebelum debat. Beliau akan banyak menjelaskan tentang apa yang disampaikakan oleh Pak Prabowo,” jelasnya di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

“Jadi beliau nanti lebih banyak fokus komunikasi dengan masyarakat,” dia menambahkan.

Hal senada diamini Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, yang menganggap kehadiran Sandiaga Uno di tengah pendukungnya lebih penting dibanding duduk sebagai penonton debat.

“Toh dia di sini juga hanya dianggap sebagai penonton, jadi lebih bagus bersama-sama dengan masyarakat di bawah itu akan membawa dampak lebih bagus daripada di sini tidak bisa komentar, hanya duduk. Jadi kalau dibawah tentu beliau lebih bisa bermanfaat untuk menarik elektoral Prabowo-Sandiaga,” tuturnya.

2 dari 3 halaman

Moeldoko Pastikan Jokowi Sudah Sangat Paham Semua Isu Debat Capres

Debat kedua pilpres 2019 antara calon presiden (capres petahana Joko Widodo (Jokowi dengan Prabowo Subianto digelar pada Minggu (17/2/2019) malam ini. Kedua kandidat capres akan membahas tema energi, sumber daya alam, lingkungan hidup, pangan dan infrastruktur.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko menyampaikan bahwa Jokowi sudah siap dan sangat menguasai isu untuk debat hari ini. Bahkan untuk persoalan isu pangan sendiri, dirinya meyakini Jokowi juga sudah mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang diprediksi akan mengarah seputar swasembada pangan. 


“Ya sudah kita berikan ganbaran dari situasi pangan ini beliau (Jokowi) sudah sangat paham lah,” kata Moeldoko saat ditemui di Kantor HKTI, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Terkait dengan isu pangan, menurut Moeldoko ada tiga yang akan ditekankan dalam debat nanti. Yakni ketahanan pangan, swasembada pangan dan kedaulatan pangan. Ketahanan pangan menyoal ketersediaan barang. Swasembada pangan artinya dihasilkan sendiri, sementara kedaulatan pangan artinya sudah bisa menghidupi negara tetangga atau bisa mengekspor.

“Kita menuju pada swasembada pangan, sesungguhnya sekarang itu hasil kita itu ada surplus di beras, surplusnya itu 2,9 juta ton dalam satu tahun, nah persoalannya atau pertanyaannya barang itu ada di mana? Barang itu tersebar di berbagai warung, Indomart, di pasar pasar, di gudang gudang di kampung, sehingga kalau itu tersebar maka gudang nasional kita menjadi kosong,” jelas Moeldoko.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Ini Lokasi Nobar Debat Capres yang Digelar Tim Jokowi dan Prabowo

Liputan6.com, Jakarta – Debat Capres kedua dengan isu energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup, akan digelar malam ini di Hotel Sultan, Jakarta. Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya menyediakan 100 undangan untuk masing-masing pendukung pasangan calon nomor urut 01 dan 02. Solusinya, masing-masing tim menggelar nonton bareng atau nobar.

Misalnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, menggelar nobar di kawasan Parkir Timur Senayan, sesuai dengan tempat yang disediakan.

Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, Minggu (17/2/20119), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menggelar nobar di basecampnya, di Jalan Wahid Hasyim. Nobar dihadiri langsung Ketua Umum PSI Grace Natalie, diselingi diskusi dengan Direktur SMRC Sirajuddin Abbas, Jubir PSI Mikhail Gorbachev, Jubir PSI Dara Nasution, dan Pengamat Lingkungan Hidup Agus Sari.

Para relawan pun tak mau ketinggalan. Alumni SMA pendukung Jokowi-Maruf se Jakarta juga menggelar nobar, termasuk Alumni Pangudi Luhur yang digelar di Avenue off The Stars Kemang Village. Kemudian disusul dengan Alumi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang menggelar nobar di BERMVDA Coffe Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan.

2 dari 3 halaman

Nobar BPN Prabowo

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, juga menyediakan tempat nobar, yaitu di kantornya di jalan Kertanegara VI (Samping Rumah Pak Prabowo), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Beberapa koordinator dan relawan turut hadir disana.

Kemudian, juga dilakukan di Media Center Prabowo-Sandi, serta di Parkir Timur Senayan yang diinisiasi oleh Direktorat Relawan Prabowo-Sandi.

Para relawan paslon 02 juga tak mau ketinggalan. Mereka yang tergabung dalam Gerakan Millenials Indonesia (GMI), menggelar nobar di jalan Panjang RT 15/RW 07, Kedoya Utara, Jakarta Barat.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jangan Ada Dendam di Antara Malaysia dan Indonesia…

Liputan6.com, Putra Jaya – Sudah jadi rahasia umum bahwa Malaysia kerap menjadi tujuan para tenaga kerja Indonesia (TKI), meski sejumlah kasus kekerasan melanda para penyumbang devisa besar untuk negara itu. Hal tersebut juga sempat membuat hubungan kedua negara tegang.

“Hubungan kita memang terkadang menjadi renggang, tapi kami tetap memerlukan TKI,” ujar Penasihat Eksekutif Editorial Sinar Harian, salah satu surat kabar terbesar di Malaysia, Abdul Jalil pada Kamis 14 Februari 2019 lalu di kantornya.

Abdul mengatakan bahwa TKI sudah banyak membantu Malaysia sejak dahulu kala. Para TKI banyak yang bekerja di bidang pertanian, perindustrian, tekstil dan juga menjadi asisten rumah tangga (ART).

Ia juga yakin pekerja WNI yang diperlakukan layak di Malaysia jumlahnya jauh lebih tinggi dari kasus kekerasan.

“Kami menentang sekali kekerasan. Kasus kekerasan terhadap TKI di sini selalu diusut ke jalur hukum. Kita tak akan melepaskan begitu saja. Tapi memang proses peradilan membutuhkan waktu,” sebut Abdul.

Salah satu kasus tersebut adalah yang menimpa Adelina Lisao, seorang TKI asal Kupang. Kasus tahun 2018 itu sempat menjadi sorotan global karena pahlawan devisa itu diketahui dipaksa majikannya untuk tidur di samping seekor anjing di area garasi rumah.

“Proses peradilan kasus kematian TKI yang di Penang (Adelina Lisao) masih berjalan di mahkamah hingga saat ini. Majikannya sudah diproses hukum, jangan bimbang,” tutur Abdul.

Menurut Abdul, saat ini ada sekitar dua juta buruh migran di Malaysia, yang mayoritasnya berasal dari Indonesia dan Kamboja. Ia meminta secara khusus kepada Indonesia sebagai tetangga dekat Malaysia untuk tetap berhubungan baik. “Kita ini serumpun. Jangan ada dendam di antara kita,” ucap Abdul.

Ia pun menceritakan bahwa telah memiliki asisten rumah tangga dari Semarang, Indonesia sejak 28 tahun terakhir.

“Mbak Sumi ini sudah menjadi bagian dari keluarga saya. Dia mendidik anak saya, mengajar anak saya mengaji, Bahkan saya dan keluarga pernah dua hingga tiga kali ke kampung dia di Semarang,” ungkap dia.

Abdul menuturkan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia akan terus berjalan baik meski terkendala gesekan kasus kekerasan terhadap sejumlah TKI di negaranya.

“Saya sudah lama berhubungan dengan Indonesia. Kita ada hubungan yang akrab, Ada hubungan akrab ada G2G (government to government), P2P (people to people), B2B (business to business). Malaysia dan Indonesia ini sebenarnya serumpun.”

“Dengan badan-badan seperti Iswami ini. Dia menjadikan hiubungan kita lebih akrab. Jangan ada dendam di antara kita,” tegas Abdul.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Akses Pendidikan untuk Anak-Anak TKI

Sementara itu, pemerintah RI dan Malaysia telah menyepakati berbagai upaya peningkatan perlindungan dan hak tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Jiran.

Hal itu diutarakan oleh menteri luar negeri kedua negara, Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin 23 Juli 2018.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian oleh kedua menteri adalah mengenai pentingnya akses pendidikan terhadap anak-anak TKI yang ikut merantau bersama orang tuanya yang bekerja di Negeri Jiran.

“Saya mengapresiasi atas perubahan kebijakan pemerintahan Malaysia saat ini yang menekankan pentingnya akses pendidikan kepada semua orang, termasuk anak-anak TKI di Malaysia,” kata Menlu Retno.

Pada gilirannya, Menlu Saifuddin menjelaskan bahwa Indonesia-Malaysia akan bekerja sama menambah fasilitas pendidikan dan komunitas pembelajaran baru di Sabah. Sebelumnya, kedua pemerintah telah bekerjasama membangun fasilitas serupa di Kuala Lumpur dan Johor.

“Kami akan menindaklanjuti permintaan Indonesia terkait pembangunan sekolah di Sabah,” kata Saifuddin.

Kedua menteri menegaskan bahwa tim teknis dari masing-masing negara akan bertemu untuk merealisasi rencana tersebut.

Prioritas

Pada kesempatan terpisah usai pertemuan bilateral, Menlu RI Retno Marsudi menjelaskan bahwa isu perlindungan WNI dan TKI merupakan agenda prioritas kebijakan luar negeri kedua negara. Sikap tersebut pun telah diejawantahkan melalui sejumlah tindakan positif dari pemerintah Malaysia belakangan terakhir.

“Kita sangat mengapresiasi bagaimana pemerintah Malaysia sekarang sangat kooperatif dalam memberikan notifikasi dan akses kekonsuleran bagi pemerintah RI untuk menangani WNI dan TKI yang terkendala secara hukum,” kata Retno.

“Prioritas terhadap perlindungan WNI dan TKI ini merupakan sebuah pergeseran kebijakan yang baik yang telah menjadi komitmen antara Tun Mahathir dan Presiden Jokowi saat keduanya bertemu di Bogor Juni lalu,” tambah Menlu RI.

Melihat Kembali Kebijakan Pangan Jokowi

Jakarta – Masing-masing calon Presiden dan Wakil Presiden saling adu gagasan di masa kampanye demi menggaet suara di masa pemilihan nanti. Soal pangan jadi salah satu isu utama.

Bicara soal program penyediaan pangan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang sudah punya pengalaman. Bagaimana programnya? Selengkapnya di sini.

Foto: Kiagoos Auliansyah

(erd/dna)

Puji Donald Trump, Wapres AS: Kepemimpinan Luar Biasa Hebat

Liputan6.com, Munich – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menegur ketidakkompakan dukungan negara-negara Uni Eropa atas isu di Iran dan Venezuela.

Di saat bersamaan, dia juga menolak usulan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk memasukkan Rusia dalam upaya kerja sama global, demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Minggu (17/2/2019).

Menyebut hasil kepemimpinan Donald Trump sebagai “luar biasa hebat”, Pence berujar di hadapan para pejabat senior Eropa dan Asia bahwa Uni Eropa harus mendukung pengunduran diri AS dari perjanjian nuklir Iran, dan mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden setempat.

“AS lebih kuat dari sebelumnya, dan Amerika memimpin di panggung dunia sekali lagi,” kata Pence kepada para pejabat di Konferensi Keamanan Munich, seraya menyebut AS sukses menerapkan kebijakan luar negerinya, mulai dari Afghanistan hingga Korea Utara.

Sebelumnya, para pemimpin Eropa bermasalah dengan retorika Donald Trump, yang mereka katakan tidak menentu dan mengganggu. Hal tersebut utamanya merujuk pada keputusan presiden AS ke-45 itu, untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran –yang disepakati pada 2015– dan menuduh Teheran terus mengembangkan bom nuklir.

Tetapi Pence –yang selama kunjungannya ke Polandia menuduh Inggris, Jerman dan Prancis merusak sanksi AS terhadap Iran– mengulangi permintaannya agar kekuatan Eropa menarik diri dari kesepakatan tersebut.

“Rezim Iran secara terbuka mendukung Holocaust, dan mereka mencari cara untuk mencapainya,” ujar Pence, yang juga mengunjungi kamp konsentrasi Nazi Auschwitz.

“Sudah tiba waktunya bagi mitra Eropa kami untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran yang menghancurkan, dan bergabung dengan kami membawa tekanan ekonomi dan diplomatik,” lanjutnya mengajak.

Sementara itu, dalam upaya mendorong kebijakan Donald Trump yang mendukung negara berdaulat, Pence mengatakan: “sekali lagi dunia lama dapat mengambil sikap yang kuat dalam mendukung kebebasan di dunia baru”.

“Hari ini kami menyerukan Uni Eropa untuk melangkah maju demi kebebasan dan mengakui Juan Guaido sebagai satu-satunya presiden Venezuela yang sah,” katanya, menyebut Nicolás Maduro sebagai diktator yang harus mundur.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Tanggapan Kanselir Jerman

Pidato Wapres Pence terlihat kontras dengan apa yang disampikan kanselir Jerman Angela Merkel, tentang pembelaannya atas perdagangan luar negeri dan hubungan dengan Rusia, serta ajakan untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah-masalah global.

Berbicara di depan Pence, Merkel mempertanyakan apakah keputusan AS untuk meninggalkan kesepakatan nuklir Iran dan menarik diri dari Suriah adalah cara terbaik untuk mengatas pengaruh Teheran di Timur Tengah.

Merkel juga membela rencana pembangunan jalur pipa gas alam baru dari Rusia ke Jerman yang kembali dikecam oleh Pence.

Sebelumnya, pemerintahan Trump menuduh Jerman sebagai “tawanan” Rusia karena bergantung pada sumber energi yang berasal dari Negeri Beruang Merah.

“Jika selama perang dingin … kami mengimpor gas Rusia dalam jumlah besar, saya tidak tahu mengapa jika saya berkata bahwa ini lebih buruk: Rusia tetap menjadi mitra kami,” bela Merkel secara sarkas.

Selama sesi tanya jawab pada KTT terkait, Merkel menambahkan bahwa akan salah jika mengecualikan Rusia secara politis, meski Pence menyebut Washington “meminta pertanggungjawaban Rusia” atas anekasi Krimea dari Ukraina pada 2014 lalu.

“ecara geostrategis, Eropa tidak memiliki minat untuk memutuskan semua hubungan baik dengan Rusia,” kata Merkel.

Di lain pihak, Wapres Pence juga menyampaikan pesan Trump tentang kritik terhadap surplus Jerman terhadap neraca perdagangannya dengan AS, dan mengancam akan mengenakan tarif pada industri otommotif negara ekonomi terbesar Eropa itu sebagai balasannya.

“Jika itu dipandang sebagai ancaman keamanan bagi Amerika Serikat, maka kami terkejut,” kata Merkel, mengundang tepuk tangan dari hadirin.

“Kami bangga dengan (industri mobil kami), banyak yang diproduksi di AS dan diekspor ke China,” lanjutnya kembali mengundang tepuk tangan.

Di Era Jokowi, 24 Orang Meninggal karena Kebakaran Hutan

Jakarta – Sebagai petahana, Jokowi akan mempertahankan kinerjanya dalam Debat Capres. Salah satunya adalah soal isu lingkungan.

Jika melihat dari luasannya, kebakaran hutan dan lahan di era 1990-an mungkin jauh lebih besar dibanding yang terjadi di 2015. Pada 1994 karhutla menghanguskan 5-11 juta ha. Pada 1997-1998 menghanguskan 10-11 juta ha area kawasan hutan dan lahan.

Namun apa yang terjadi di 2015 dampaknya menimbulkan kerugian Rp 221 triliun dari sisi ekonomi, serta menyebabkan 24 orang meninggal dunia, 600 ribu lainnya terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Keberhasilan upaya pencegahan dan pemadaman karhutla sejak 2016, hingga akhirnya menurunkan secara drastis jumlah titik api sampai 90 persen yang bakal jadi andalan Capres Jokowi,” kata Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Teguh Surya sebagaimana dikutip detikcom dari Antara, Minggu (17/2/2019).
Sementara itu, Manajer Kampanye Keadilan Iklim Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yuyun Harmono justru mengatakan belum bisa memperkirakan bagaimana isu lingkungan akan bergulir dalam perdebatan capres mendatang.

“Terhadap petahana, tentu masyarakat lebih bertanya selanjutnya apa?. Namun jauh-jauh hari ternyata para aktivis dan pemerhati lingkungan pun sudah menyayangkan visi-misi Joko Widodo (Jokowi) –yang pada Pilpres 2019 berpasangan dengan Ma’ruf Amin– yang terlalu umum dibanding 2014,” kata Yuyun.

Adapun Prabowo Subianto, yang berpasangan dengan Sandiaga Uno, juga tidak menjabarkan secara jelas di dalam visi-misinya. Hanya menyebut pemerintahan yang berwawasan lingkungan.

“Capres dengan nomor urut 2 ini belum sampai berbicara soal mengintegrasikan isu lingkungan pada rencana pembangunan nasional. Padahal Prabowo justru punya kesempatan lebih menjabarkan inovasi apa yang dimiliki untuk menyelesaikan persoalan lingkungan dibanding petahana,” kata Yuyun.

Bahkan, kabut asap disindir oleh para anggota dewan. Ketua DPR Setya Novanto dkk memakai masker saat sidang paripurna pada Oktober 2015.
(asp/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>