Isu Tempe Jokowi Vs Sandiaga

Jakarta – Tempe kini meramaikan isu Pilpres 2019. Menjadi objek bahasan saat menyinggung urusan kondisi ekonomi.

Cawapres Sandiaga Uno yang mulanya menyebut-nyebut tempe. Namun sorotan Sandiaga secara tak langsung dijawab capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Isu-isu bahan pokok naik. Ada yang datang ke pasar, harga bahan pokok naik. Inflasi biasanya 8-9 persen, sekarang inflasi di bawah 3,5 persen. Artinya harga itu terkendali. Dipikir saya nggak pernah keluar masuk pasar,” ujar Jokowi dalam sambutan di Kongres Wanita Katolik Republik Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10).

Pernyataan ini disampaikan Jokowi sekaligus untuk mengingatkan masyarakat tidak terpengaruh isu yang tidak benar salah satunya soal ekonomi.

“Jangan sampai kita ini termakan isu-isu yang tidak benar. Wong saya setiap pagi bacaan saya apa sih? Harga-harga, angka-angka. Apa yang saya baca itu, harga-harga, jangan dipikir saya nggak ngikuti. Telur pagi ini berapa, beras harga berapa. Seperti tadi pagi yang masuk ke saya, harga beras Rp 11.750 turun Rp 100. Telur Rp 22.950 turun Rp 350. Mungkin dengan ibu-ibu yang lebih tahu saya,” papar Jokowi.

 Sandiaga Uno memegang tempe di Pasar Projosari, Bawen, Rabu (24/10/2018). Sandiaga Uno memegang tempe di Pasar Projosari, Bawen, Rabu (24/10/2018). Foto: Eko Susanto/detikcom

Malam itu juga, Jokowi blusukan ke Pasar Suryakancana, Bogor bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Jokowi juga mengecek harga dan ukuran tempe.

“Ini sambil ngecek tempe naik atau tidak naik. Harganya tetap,” kata Jokowi di pasar.

Jokowi menepis ukuran tempe setipis kartu ATM, sebagaimana pernah disebut oleh cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Jokowi mengatakan tempe yang dicek dan dibelinya berukuran tebal.

“Tadi lihat sendiri. Ya tebal,” ujar Jokowi.

Harga tempe yang mahal dan berukuran setipis kartu ATM sempat disinggung Sandiaga pada September lalu. Menurut Sandiaga, karena harganya meningkat, ukuran tempe saat ini setipis kartu ATM.

“Kita sangat khawatir, prihatin dengan keadaan ekonomi dan kita ingin menyuarakan aspirasi rakyat. Tempe katanya sekarang sudah dikecilkan dan tipisnya udah hampir sama dengan kartu ATM,” kata Sandiaga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/9).

Sedangkan soal pengecekan Jokowi ke pasar, Sandiaga mengaku senang karena isu harga pangan di pasar mendapat respons dari Jokowi.

“Saya apresiasi bahwa isu yang kita angkat selama dua bulan terakhir semenjak pencalonan didaftarkan di KPU itu akhirnya mendapatkan respons dari pemerintah dan pimpinan tertinggi, yaitu Pak Presiden sendiri,” ujar Sandiaga di kompleks perumahan DPR, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (31/10/2018).

Sandiaga menyebut, sudah seharusnya isu harga pangan jadi fokus menjelang Pilpres 2019. Dia mengakui memang tak semua pasar harga komoditasnya dirasa mahal.

“Sebagian masyarakat menyatakan harga naik, sebagian pedagang mengatakan pasarnya lesu, sebagian masyarakat mengatakan fluktuatif, sebagian menyatakan stabil. Nah, ini yang memang harus diutarakan,” ujar Sandi.
(idn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *